Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) adalah
penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Di Indonesia Dengue
Hemorrhagic Fever pertama kali di curigai di Surabaya pada tahun 1968,
tetapi konfirmasi virology baru di peroleh pada tahun 1970. Setelah itu
berturut-turut di laporkan kasus dari kota di Jawa maupun dari luar Jawa,
dan pada tahun 1994 telah menyebar keseluruh propinsi yang ada. Sampai
saat ini, infeksi virus Dengue tetap menjadi masalah kesehatan di
Indonesia. Indonesia dimasukkan dalam kategori “A” dalam stratifikasi
DBD oleh World Health Organization (WHO) 2001 yang mengindikasikan
tingginya angka perawatan rumah sakit dan kematian akibat DBD,
khususnya pada anak. Data Departemen Kesehatan RI menunjukkan pada
tahun 2006 (dibandingkan tahun 2005) terdapat peningkatan jumlah
penduduk, provinsi dan kecamatan yang terjangkit penyakit ini, dengan
case fatality rate sebesar 1,01%.
Tahun 2014, sampai pertengahan bulan Desember tercatat penderita
DBD di 34 provinsi di Indonesia sebanyak 71.668 orang, dan 641
diantaranya meninggal dunia. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan
tahun sebelumnya, yakni tahun 2013 dengan jumlah penderita sebanyak
112.511 orang dan jumlah kasus meninggal sebanyak 871 penderita.
Saat ini Dengue Hemorrhagic Fever sudah endemis di banyak kota
besar, bahkan sejak 1975 penyakit ini telah berjangkit di daerah pedesaan.
Jumlah penderita DBD menunjukan kecenderungan meningkat dari tahun
ke tahun, dan penyakit ini banyak terjadi di kota-kota yang banyak
penduduknya, akan tetapi penyakit ini juga banyak yang menyerang di
pedesaan. Penyakit ini umumnya mennyerang anak yang berumur 1-15
tahun akan tetapi DBD banyak juga menyerang pada golongan umur diatas
15 tahun. Beberapa tahun terakhir, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)
seringkali muncul di musim pancaroba, khususnya bulan Januari di awal
tahun seperti sekarang ini. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui

1
penyebab penyakit DBD, mengenali tanda dan gejalanya, sehingga mampu
mencegah dan menanggulangi dengan baik.
Oleh karena itu sudah seharusnya semua tenaga medis yang bekerja
di Indonesia untuk mampu mengenali dan mendiagnosisnya, kemudian
dapat melakukan penatalaksanaan, sehingga angka kematian akibat Demam
Berdarah Dengue dapat ditekan.

B. Manfaat penulisan
1. Bagi Klien dan Keluarga
Agar klien mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan juga tahu
proses terjadinya penyakit, faktor yang harus dihindari dan juga
pengobatannya.
2. Bagi Mahasiswa
Agar mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuannya dalam
pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan faraktur dan dapat
mengaplikasikannya di lahan praktek, baik dalam pelaksanaan asuhan
keperawatan secara teori. Hal ini dapat mempermudah mahasiswa
dalam menerapkan teori ini dalam lahan praktek sesuai keadaan yang
terjadi di lapangan. Teori ini akan terus melekat dan akan terus
berkembang bagi tingkat pengetahuan mahasiswa.
3. Bagi Perawat Profesional yang Bertugas di Pelayanan Kesehatan
Dapat meningkatkan mutu, kualitas kerja dan kinerja serta
membantu meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam
pelayanan dan perawatan yang profesional seperti memberi asuhan
keperawatan pada pasien fraktur.
4. Bagi Profesi-Profesi Terkait
a. Dokter
Dapat melakukan hubungan kerjasama dengan baik agar terciptanya
kerjasama yang efisien sehingga mempercepat kesembuhan klien.
b. Petugas Laboratorium
Agar bekerjasama atau berkolaborasi dalam mengidentifikasi
masalah patologis klien sehingga dapat menentukan tindakan

2
keperawatan ataupun medis apa yang akan dilakukan sehingga
mempercepat penyembuhan klien.
c. Ahli Gizi
Dapat mempermudah dalam penentuan makanan ataupun nutrisi
yang tepat bagi klien yang di berikan kepada klien sesuai dengan
diet yang di tentukan sesuai dengan penyakit sehingga dapat
mempercepat pemulihan dan adekuatnya asupan nutrisi yang di
berikan.
d. Farmasi
Berguna dalam menyediakan obat yang diperlukan sesuai terapi dari
dokter pada klien sesuai dengan terapi yang diberikan dokter.

C. Batasan Masalah
1. Apa definisi DBD ?
2. Apa saja etiologi DBD ?
3. Bagaimana patofisiologi DBD ?
4. Apa saja Manisfestasi Klinis DBD ?
5. Apa saja pemeriksaan penunjang DBD ?
6. Apa saja penatalaksanaan dari DBD ?
7. Apa saja Komplikasi DBD ?
8. Bagaimana konsep asuhan keperawatan DBD ?

D. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mengetahui secara menyeluruh mengenai konsep teori dan konsep
asuhan keperawatan dengan DBD.
2. Tujuan Khusus
a. Memahami definisi DBD
b. Mengetahui etiologi DBD
c. Memahami Patofisiologi DBD
d. Mengetahui apa saja Manifestasi klinis DBD
e. Mengetahui apa saja pemeriksaan penunjang DBD

3
f. Mengetahui apa saja penatalaksanaan DBD
g. Memahami konsep asuhan keperawatan pada klien DBD

E. Metode
1. Wawancara
Metode yang sifatnya mengidentifikasi masalah kesehatan klien secara
langsung yang melalui Tanya jawab tentang tanda dan gejala maupun
keluhan yang di rasa klien dengan allo anamnesa dan auto anamnesa.
2. Observasi
Pengumpulan data adalah dengan melihat langsung keadaan klien
secara umum tingkat kesadaran pasien baik fisik, sikap dan tingkah
laku klien atau respon klien terhadap penyakit.
3. Pemeriksaan fisik
Teknik yang digunakan yaitu :
a. Inspeksi
Observasi menggunakan mata, yang di inspeksi adalah keadaan
umum, tingkat kesadaran (respon sensorik, motorik, dan verbal).
b. Palpasi
Metode yang dilakukan dengan sentuhan atau rabaan untuk
mendeterminasi ciri-ciri organ atau jaringan untuk klien.
c. Perkusi
Metode dengan cara mengetuk permukaan badan dengan cara
perantara jari tangan, untuk mengetahui keadaan organ-organ
didalam tubuh.
d. Auskultasi
Pemeriksaan mendengarkan suara dalam tubuh dengan
menggunakan alat stetoskop
4. Pemeriksaan Diagnostik
Pengumpulan data yang diperoleh dari status klien yang berisi program
terapi, pemeriksaan dignostik (tes laboratorium) maupun perkembangan
terhadap kesehatan.

4
5. Studi Kepustakaan
Mengumpulkan bahan melalui beberapa literatur yang ada
diperpustakaan dan bahan dari internet mengenai materi-materi yang
berhubungan dengan Fraktur sebagai bahan referensi.
Dalam memilih metode pendidikan kelompok, harus diingat
besarnya kelompok sasaran serta tingkat pendidikan formal dari
sasaran. Untuk metode yang di gunakan adalah metode seminar,
metode ini hanya cocok untuk sasaran kelompok besar dengan
pendidikan menengah ke atas. Seminar adalah suatu bentuk penyajian
dari satu ahli atau beberapa ahli tentang suatu topik yang dianggap
penting dan biasanya di anggap hangat di masyarakat.