Anda di halaman 1dari 1

Hallo teman” semua,perkenalkan nama saya ria aryanti putri, mahasiswi dr

STIKES Suaka Insan.

Disini saya akan berbagi tentang penanganan nyeri untuk STEMI, yg diambil dari
jurnal dgn judul “MANAJEMEN PASIEN ST ELEVASI MIOKARDIAL
INFARK (STEMI)”

STEMI terjadi akibat aterosklerotik pada arteri koroner atau penyebab lainnya
yang dapat menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan antara suplai dan
kebutuhan oksigen miokardium.

Langkah pertama adalah kita harus melakukan pengkajian berupa, mengkaji


tingkat kesadaran, tingkat nyeri dada (PQRST), frekuensi dan irama jantung,
bunyu jantung, tekanan darah, dan terakhir memeriksa denyut nadi perifer.

Nah saya akan menjelaskan bagai mana penanganan nyerinya sekarang :

1. Latihan fisik seperti Bedrest dengan posisi semifowler atau menggunakan


cardiac chair dapat mengurangi nyeri dada dan dispnea. Posisi kepala
yang lebih tinggi sangat bermanfaat bagi pasien karena:
a. Volume tidal dapat diperbaiki karena tekanan isi abdomen terhadap
diafragma berkurang sehinngga pertukaran gas dapat lebih baik,
b. Drainase lobus atas paru lebih baik serta
c. Aliran balik vena ke jantung (preload) berkurang sehingga mengurangi
kerja jantung
Dan dilakukan kolaborasi secara farmakologi.
2. Pemberian Oksigen
3. Nitogliserin (NTG) sublingual dapat diberikan dengan dosis 0,4 mg dan
dapat diberikan sampai 3 dosis dengan interval 5 menit.
4. Morfin diberikan dengan dosis 2 - 4 mg dapat tingkatkan 2 - 8 mg IV serta
dapat di
ulang dengan interval 5 - 15 menit.
5. Aspirin
6. Beta blocker