Anda di halaman 1dari 6

BAB III

KERANGKA KONSEP, DEFINISI OPERASIONAL DAN


METODE PENELITIAN

A. Kerangka Konsep
Berdasarkan teori tersebut, maka peneliti mengadopsinya dalam
membuat kerangka konsep penelitian yaitu:

Independen Dependen

Usia
Jenis kelamin
Hipertensi
Tingkat Pendidikan
Pengetahuan
Sikap

B. Definisi Operasional
No. Variabel Definisi Alat Cara Hasil Ukur Skala
Operasional Ukur Ukur
Ukur
Variabel Independen
1. Usia7 Usia adalah Kuesioner Wawan- 1. Dewasa =usia Nominal
umur cara 26- 45th
2. Lansia= ≥ 46th
responden
pada saat
dilakukan
penelitian
2. Jenis Karakteristik Kuesioner Observasi 1. Laki- laki Nominal
biologis 2. Perempuan
Kelamin7
yang dilihat
dari
penampilan
luar.

3. Tingkat Pendidikan Kuesioner Wawan- 1. Rendah Ordinal


responden Jika Tidak Sekolah
Pendidikan7 cara
yang
s/d SMP
bertugas pada

17
tempat 2. Tinggi
penelitian Jika Tamat SMA
s/d S2
4. Pengetahua Aspek yang Kuesioner Wawan- 1. Baik Ordinal
Cara Jawaban Opsional
n7 diketahui dan
benar ≥ 6
mampu
diingat oleh 2. Kurang Jawaban
responden Opsional benar ≤ 5
tentang
hipertensi
7
5. Sikap Segala Kuesioner Wawan- 1. Positif jika Ordinal
cara
pandangan responden dapat
atau pendapat menjawab ≥ 5
2. Negatif, jika
responden
responden tidak
yang
bisa menjawab <5
berkaitan
tingkat
hipertensi
Variabel Dependen
6. Hipertensi Hasil rata spinoman Melakuka 1. Hipertensi Nominal
- tidak terkontrol
ometer n
rata 3 kali (jika tekanan
pengukuran pengukura darah sistolik ≥
dalam 140 mmHg dan
n tekanan
interval diastolik ≥ 90
waktu 5 darah mmHgpada
menit responden
tekanan denganpengob
darah atan obat
sistolik ≥ 140 antihipertensib
mmHg dan erdasarkan
diastolik rata-rata 3 kali
≥ 90 mmHg pengukuran)
pada 2. Terkontrol
responden (jika tekanan
dengan darah sistolik
pengobatan <140 mmHg

18
antihipertensi dan diastolik
. <90
mmHgpada
responden
denganpengob
atan obat
antihipertensib
erdasarkan
rata-rata 3 kali
pengukuran)

C. Metode Penelitian
1. Desain Penelitian
Pada penelitian ini peneliti memilih jenis Penelitian ini yng merupakan
penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan studi crosssectional. Dalam
penelitian ini peneliti ingin mengetahui factor yang menyebabkan tingkat
hipertensi..
2. Lokasi dan Waktu Penelitian
a. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kawal
Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan.
b. Waktu penelitian
Penelitian dilakukan selama 4 minggu mulai 19 November sampai
dengan 19 Desember 2018.
3. Populasi dan Sampel Penelitian
a. Populasi Penelitian
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti 7.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita hipertensi di
Puskesmas Kawal Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan.
b. Sampel Penelitian
Sampel adalah sebagian atau populasi yang diteliti (Notoatmojdo, 2014).
Sampel pada penelitian ini adalah menggunakan proporsi binomunal
(binomunal proportions),dimana teknik pengambilan sample berdasarkan
wawancara atau korespondensi7.

n= N

1+N (d)

19
Keterangan:
N= Besar populasi
n= Besar sampel
d= Ketepatan yang diinginkan 95%

n= N/ N(d)2+1
n= 106/ 106 (0,05)2 + 1
n= 106/ 1,265
n= 83

c. Kriteria Inklusi dan Ekslusi


Kriteria Inklusi
a. Pasien berusia ≥ 26 tahun
b. Menderita hipertensi menurut diagnosis dokter
c. Telah melakukan kontrol ulang selama 3 bulan
d. Tinggal di wilayah kerja Puskesmas Kawal
e. Bersedia menjadi responden

Kriteria Ekslusi
a. Responden dengan kegawatdaruratan

4. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data


a. Teknik Pengumpulan Data
Data diperoleh dari pengisian kuesioner yang telah disiapkan oleh
peneliti menggunakan teknik wawancara.

b. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian berupa kuesioner yang berisi pertanyan tertulis
tentang pengetahuan dan sikap penderita hipertensi dalam upaya
mengotrol tekanan darah.

5. Metode Analisis Data7


a. Teknik Analisis Data
Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial, dengan
dibantu program SPSS (Statistical Product and Service Solutions).
Dalam analisis data dilakukan dengan dua cara, yaitu : analisis univariat,
bivariat.
1. Analisis Univariat

20
Analisis univariat adalah suatu teknik analisis daa terhadap satu
variabel secara mandiri, tiap variabel dianalisis tanpa dikaitkan
dengan variabel lainnya. Analisis univariat biasa juga disebut analisis
deskriptif atau statistik deskriptif yang berujuan menggambarkan
kondisi fenomena yang dikaji. Analisis univariat merupakan metode
analisis yang paling mendasar terhadap suatu data. Hampir dipastikan
semua laporan, baik laporan penelitian, praktek, laporan bulanan, dan
informasi yang menggambarkan suatu fenomena, menggunakan
analisis univariat. Model analisis univariat dapat berupa
menampilkan angka hasil pengukuran, ukuran tendensi sentral,
ukuran dispersi/deviasi/variability, penyajian data ataupun
kemiringan data. Angka hasil pengukuran dapat ditampilkan dalam
bentuk angka, atau sudah diolah menjadi prosentase, ratio,
prevalensi. Ukuran tendensi sentral meliputi perhitungan mean,
median, kuartil, desil persentil,modus. Ukuran disperse meliputi
hitungan rentang, deviasi rata-rata, variansi, standar deviasi,
koefisien of variansi. Penyajian data dapat dalam bentuk narasi, tabel,
grafik, diagram, maupun gambar. Kemiringan suatu data erat
kaitannya dengan model kurva yang dibentuk data.
2. Analisis Bivariat
Analisis bivariat menggunakan tabel silang untuk menyoroti dan
menganalisis perbedaan atau hubungan antara dua variabel. Menguji
ada tidaknya perbedaan/hubungan antara variabel metode cermah dan
metode demonstrasi terhadap peningkatan haya hidup sehat siswa
digunakan analisis Chi Square dengan tingkat kemaknaan á = 0,05.
Hasil yang diperoleh pada analisis Chi Square dengan menggunakan
program SPSS yaitu nilai p, kemudian dibandingkan dengan á = 0,05.
Apabila nilai p lebih kecil dari á = 0,05 maka ada
hubungan/perbedaan antara dua variabel tersebut. Sedangkan untuk
mengetahui kuatnya perbedaan antara variable dikonsultasikan

21
dengan Contingency Coefficient (untuk variabel dengan data
nominal) sementara untuk mengetahui pola dan kuatnya hubungan
antara variabel dikonsultasikan dengan uji Spearman Correlation
(untuk variabel dengan data interval). Nilai Chi Square, Contingency
Coefficient dan Spearman Correlation diperoleh dari hasil
pengolahan program SPSS.

22