Anda di halaman 1dari 3

NEEDLE DECOMPRESION

1. Pengertian
Suatu prosedur toraksosentesis jarum untuk tindakan penyelamatan pada tension
pneumotoraks.
Suatu tindakan untuk menghubungkan langsung pernafasan pasien dengan 100%
oksigen.
2. Tujuan
Needle thoracocebtesis adalah tindakan merubah tension pneumothorax menjadi
simple pneumothorax dengan cara mengeluarkan udara dalam cavum pleura agar
paru-paru dapat mengembang kembali. Penatalaksanaan pada kasus tension
pneumotoraks tergantung pada beberapa faktor, dan mungkin berbeda dari
penatalaksanaan awal hingga dekompresi jarum atau pemasukan dari selang dada.
Penanganan kasus ini ditentukan dari derajat keparahan dari gejala dan indikasi dari
gangguan akut, adanya gambaran penyakit paru yang mendasari, ukuran tension
pneumotoraks yang terlihat pada foto toraks, dan pada kasus tertentu perlu
diperhatikan dari karakteristik individu yang terlibat. Pada kasus tension
pneumotoraks, tidak ada pengobatan non-invasif yangdapat dilakukan untuk
menangani kondisi yang mengancam nyawa ini. Pneumotoraks adalah kondisi yang
mengancam jiwa yang membutuhkan penanganan segera. Jika diagnosis tension
pneumotoraks sudah dicurigai, jangan menunda penanganan meskipun diagnosis
belum ditegakkan. Pada kasus tension pneumotoraks, langsung hubungkan pernafasan
pasien dengan 100% oksigen. Lakukan dekompresi jarum tanpa ragu. Hal-hal tersebut
seharusnya sudah dilakukan sebelum pasien mencapai rumah sakit untuk pengobatan
lebih lanjut. Setelah melakukan dekompresi jarum, mulailah persiapan untuk
melakukan chest tube. Kemudian lakukan penilaian ulang pada pasien, perhatikan
ABC (Airway, breathing, cirvulation) pasien. Lakukan penilaian ulang foto toraks
untuk menilai ekspansi paru, posisi dari torakostomi dan untuk memperbaiki adanya
deviasi mediastinum. Selanjutnya, pemeriksaan analisis gas darah dapat dilakukan.
3. PROSEDUR DEKOMPRESI JARUM
Indikasi :
a. Pneumotoraks tension.
b. Pasien Trauma RJP mungkin perlu dekompresi dada bilateral.
Prosedur :
1. Nilai dada dan kondisi pernafasan.
2. Oksigen 100% via sungkup non-rebreather atau BVM (Ambu bag).
3. Cari ruang interkosta kedua, garis midklavikula sisi terkena.
4. Prep area.
5. Anestesi lokal area bila pasien sadar atau waktu mengizinkan
6. Pasang angiocath no. 14 / 16 pada siring 10 ml atau gunakan kit arrow.
7. Insersikan jarum pada kulit dan diatas iga keruang interkosta kedua atau digaris
midklavikuler.
8. Tusuk pleura parietal
9. Aspirasi udara bila perlu untuk mengurangi gejala
10. Tinggalkan kateter plastik tapi lepaskan stilet.
11. Amankan kateter pada dada
12. Hubungkan kateter ke katup satu arah seperti misal Heimlich Valve
13. Nilai ulang status ventilasi, vena Juguler, posisi trakhea, nadi dan tekanan da
14. Catat prosedur dan respons.
Komplikasi :
Pneumothorax (tension)