Anda di halaman 1dari 29

CRITICAL BOOK REVIEW (CBR)

Teori Perilaku Organisasi

DOSEN PENGAMPU

Hilma Harmen,SE,MBA

DISUSUN OLEH

Niko Darlin Cibro

(7173510050)

Manajemen A

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

FAKULTAS EKONOMI

JURUSAN MANAJEMEN

TAHUN AJARAN 2018/2018

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur sayaucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat

dan berkat-NYA, sehingga saya dapat menyelesaikan critical book review (CBR) pada mata

kuliah Teori perilaku organisasi Dalam makalah ini saya menelaah dua buah buku dengan buku

utama mata

Dalam penulisan makalah ini tidak terlepas dari petunjuk dan bimbingan serta masukan dari

semua pihak. Untuk itu saya berterimakasih kepada Ibu Hilma Harmen ,SE,MBA selaku dosen

mata kuliah Teori periyang telah memblaku Organisasi yang membantu dan memberi

pengarahan kepada saya sehingga tugas ini dapat selesai tepat waktu.

Tak ada gading yang tak retak, begitu juga dengan penulisan makalah ini masih jauh dari

kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan dari

pembaca sekalian. Akhir kata semoga makalah ini bermanfaat bagi kita untuk menambah

wawasan pembaca sekalian.

Medan, 20 november 2018

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………….2

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………3

BAB I PENDAHULUAN

……………………………………………….………………………...Error! Bookmark not

defined.

1.1 Latar belakang……………………………..………………………………………….....5

1.2 tujuan…………………………………………………………………………………..5

BAB II IKTISARI BUKU……………………………………………………………… ….….16

1.1 Identitas buku…………………………………..…………………………… ………..16

1.2 Ringkasan Buku ……………………..……..……………………………….………17

BAB III PEMBAHASAN …………………………………………………………………..…..26

3.1 Kelebihan Buku………………………………………………………………………..……27

3.2 keurangan Buku……………………………………………………………………...………28

BAB IV PENUTUP……………………………………………………………………….....…..29

3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………… .29

3
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1.Latar belakang

Melakukan critical book report adalah suatu kegiatan yang penting pada mahasiswa/i

pada saat ini , selain untuk mendorong mahasiswa/i untuk memperbanyak buku yang dibaca

juga menambah pengetahuan dan wawasan baru . Karena dengan membaca buku ittu sendiri

diibaratkan dengan menyebrangi jembatan ilmu, meskipun saat ini era serba digital semua bisa

diakses lewat gadget ditangan, akan tetapi memaca buku tidak kalah penting dengan membaca

informasi yang ada di dunia maya. Karena isi buku diambil dari sumber-sumber yang jelas.Dan

pada kesempatan kali ini ada beberapa buku yang akan coba dibahas dan dikritik berkaitan

dengan Teori perilaku organisasi . mendatang. Agar dapat menghadapi segala ketidak-pastian

yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

1.2.Tujuan dan Manfaat

Tujuan serta manfaat melakukan critical book report adalah agar kita dapat mengeksplore isi

dari beberapa buku Teori perilaku organisasi yang telah dikritik , mencari dan mendapat

pelajaran mengenai Teori perilaku organisasi , serta untuk dapat memperbandingkan antara

buku yang satu dengan buku yang lainnya.

4
BAB II

INTISARI BUKU

2.1 IDENTITAS BUKU

2.1.1 Buku Pertama

Identitas buku pertama yang menjadi bahan critical book sebagai buku utama adalah

sebagai berikut.

Judul : Teori dan perilaku organisasi

Penulis : Fauziah Agustini,SE,MBA

Hila Harmen SE.MBA

Aprinawati ,SE,MBA

Tahun terbit :2018

Penerbit :UISU PRESS

2.1.2 Buku Pembandig

Identitas buku kedua yang menjadi bahan critical book sebagai buku pembanding adalah

sebagai berikut.

Judul Buku : PPERILAKU ORGANISASI

Penulis : Machmuri muklas

Penerbit : UGM PRESS

Tahun Terbit : 2012

ISBN : (10)-972-526-147-9

Ringkasan Buku Utama

5
BAB I

KONSEP DASAR PERILAKU KEORGANISASIAN

A. Pengertian Organisasi dan Unsur-unsurnya

Organisasi adalah suatu system yang terdiri dari pola aktivitas kerjasama yang dilakukan
secara teratur dan berulang-ulang oleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan.

Dari sini dapat dikatakan atau ditunjukkan bahwa organisasi memiliki unsur-unsur yaitu
sebagai berikut.

1. System
Bahwa organisasi adalah kumpulan dari sub-sub system
2. Pola aktivitas
Bahwa didalamnya ada aktivitas-aktivitas yang dilakukan orang yang dilaksanakan
secara relative teratur dan cenderung berulang
3. Sekelompok orang
Bahwasannya organisasi adalah sekelompok orang-orang
4. Tujuan
Setiap organisasi didirikan adalah untuk mencapai suatu tujuan

Jadi organisasi merupakan wadah atau tempat persekutuan dua orang atau lebih manusia
yang melakukan kerjasama untuk mencapai tujuan. Organisasi sangat penting dalam kehidupan
masyarakat, karena dapat memberikan berbagai keuntungan maupun dapat memberikan
kemudahan dalam pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.

B. Pengertian Perilaku Keorganisasian

Menurut Keith Davis dan Jhon Newstrom (1985), perilaku organisasi merupakan telaah
dan aplikasi pengetahuan tentang bagaimana orang-orang bertindak di dalam organisasi.

Fred Luthan, Perilaku organisasi didefenisikan sebagai study dan aplikasi dari pengetahuan
tentang bagaimana orang, individun dan kelompok bertindak dalam organisasi.

Kesimpulannya yang dapat diambil dari uraian di muka adalah bahwa perilaku keorganisasian
adalah suatu studi tenyang apa yang dikerjakan oleh orang-orang dalam organisasi dan
bagaimana orang-orang tersebut dapat mempengaruhi kinerja organisasi dengan bahan
kajiannya adlah sikap manusia terhadap pekerjaan, terhadap rekan kerja, imbalan, kerjasama dan
yang lainnya.

BAB II

KEPRIBADIAN DAN MOTIVASI

6
A. Pengertian Kepribadian

Kepribadian menurut Allport adalah srbuah organisasi dinamis di dalam system psikis dan
fisik individu yang menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya. Menurut Allport, factor
genetic dan lingkungan sama-sama berpengaruh dalam menentukan perilaku manusia. Jadi,
kepribadian adalah keseluruhan total cara individu bereaksi dan berinteraksi dengan yang lain.
Banyak factor yang menentukan kepribadian individu diantaranya adalah keturunan, lingkungan
dan ditambah berbagai factor situasional.

Motivasi kerja
Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan seseorang menyelesaikan
pekerjaannya dengan semangat, rela dan penuh tanggung jawab. Motivasi merupakan
satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau mencapai suatu tujuan.

B. Pengertian motivasi kerja

Menurut Danim, motivasi kerja karyawan diartikan sebagai setiap kekuatan yang muncul
dari dalam diri individu untuk mencapai tujuan atau keuntungan tertentu di lingkungan dunia
kerja atau di pelataran kehidupan pada umumnya. Seseorang yang mempunyai motivasi
berarti ia telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan.
Motivasi dapat berupa motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi yang bersifat intrinsik
adalah manakal sifat pekerjaan itu sendiri yang membuat seorang termotivasi, orang tersebut
mendapat kepuasan dengan melakukan pekerjaan tersebut bukan karena rangsangan lain
seperti status ataupun uang atau bisa juga dikatakan seorang melakukan hobbynya.
Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah manakala elemen-elemen di luar pekerjaan yang
melekat di pekerjaan tersebut menjadi factor utama yang membuat seorang termotivasi
seperti status ataupun kompensasi.

BAB III
STRESS KERJA, BELAJAR, PERSEPSI

Pengertian Stres Kerja

Gibson et.al (dalam yulianti, 2000:9) mengemukakan bahwa stress kerja dikonseptualisasi dari
beberapa titik pandang, yaitu stress sebagai stimulus, stress sebagai respond an stress sebagai
stimulus- respon.

Luthans (dalam yulianti, 2000:10) mendefenisikan stress sebagai suatu tanggapan bahwa
menyesuaikan diri yang dipengaruhi oleh perbedaan individu dan proses psikologis, sebagai
konsekuensi dari tindakan lingkungan, situasi atau peristiwa yang terlalu banyak mengadakan
tuntutan psikologis dan fisik seseorang. Dengan demikian dapat disimpilkan bahwa stress kerja
timbul karena tuntutan lingkungan dan tanggapan setiap individu dalam menghadapinya dapat

7
berbeda. Bahwa terjadinya stress kerja adalah dikarenakan adanya ketidakseimbangan antara
karakteristik kepribadian karyawan dengan karakteristik aspek-aspek pekerjaannya dan dapat
terjadi pada semua kondisi pekerjaan. Adanya beberapa atribut tertentu dapat mempengaruhi
daya tahan stress seorang karyawan.

Adapun factor-faktor penyebab stress kerja yaitu, 1) tidak adanya dukungan social, 2) tidak
adanya kesempatan berpartisipasi dalam pembuatan keputusan di kantor, 3) pelecehan seksual,
4) kondisi lingkungan kerja, 5) manajemen yang tidak sehat, 6) tipe kepribadian, 7) peristiwa
atau pengalaman pribadi

Menurut Davis dan Newstrom (dalam Margiati, 1999:73) stress kerja disebabkan:

a) Adanya tugas yang terlalu banyak


b) Supervisor yang kurang pandai
c) Terbatasnya waktu dalam mengerjakan pekerjaan
d) Kurang mendapat tanggungjawab yang memadai
e) Ambiguitas peran
f) Perbedaan nilai dengan perusahaan
g) Frustasi
h) Perubahan tipe pekerjaan, khususnya jika hal tersebut tidak umum
i) Konflik peran

Selanjutnya organisasi belajar adalah organisasi dimana orang-orangnya secara terus-


menerus mengembangkan kapasitasnya guna menciptakan hasil yang benar-benar mereka
inginkan, di mana pola-pola berfikir baru dan berkembang dipupuk, di mana aspirasi kelompok
diberi kebebasan, dan dimana orang-orang secara terus menerus belajar mempelajari (learning to
learn) sesuatu secara bersama. Alasan dasar untuk organisasi tersebut adalah bahwa dalam situasi
perubahan yang cepat hannya mereka yang fleksibel, adaptif dan produktif yang dapat bertahan.
Agar hal ini terjadi, organisasi perlu menemukan bagaimana memanfaatkan komitmen orang dan
kapasitas untuk belajar pada semua tingkat.

Persepsi sebagai suatu proses yang ditempuh individu-individu untuk mengorganisasikan dn


menafsirkan kesan indera mereka agar memberi makna pada lingkungan. Namun apa yang
merupakan persepsi seseorang dapat berbeda dari kenyataan yang objektif. Karena perilaku
orang didasarkan pada persepsi mereka akan realitas, dan bukan pada realitas itu sendiri, maka
persepsi sangat penting pula dipelajari dalam perilaku organisasi.

BAB IV

PERILAKU KELOMPOK DALAM ORGANISASI

8
Menurut Gibson, kelompok adalah kumpulan yang terdiri dari dua individu atau lebih yang
berinteraksi dan saling bergantungan, yang saling bergabung untuk mencapai tujuan tertentu.
Adapun tipe-tipe kelompok yaitu,

1. Kelompok formal
- Kelompok komando, yaitu kelompok yang tersusun atas atasan dan bawahan dan
ditentukan oleh bagan organisasi
- Kelompook tugas, yaitu kelompok yang ditetapkan secara organisasional yang
bekerja sama untuk menyelesaikan suatu tugas
2. Kelompok informal
Suatu kelompok yang tidak terstruktur secara formal atau tidak ditetapkan secara
organisasi, terdiri dari dua tipe yaitu:
- Kelompok kepentingan, yaitu kelompok yang bekerjasama untuk mencapai suatu
sasaran khusus yang menjadi kepedulian bersama
- Kelompok persahabatan, yaitu kelompok yang bersama-sama karena mempunyai
kesamaan karakter

Adapun beberapa alasan orang bergabung dalam kelompok adalah sebagai berikut, 1)
keamanan, 2) status, 3) penghargaan diri, 4) pertalian, 5) kekuasaan, 6) dan prestasi baik.

Pembentukan kelompok pada dasarnya merupakan suatu rangkaian proses dinamis yang
terdidri dari beberapa fase. Karena kelompok terdiri dari sejumlah orang dan biasanya dengan
latar belakang yang berbeda-beda, maka sangat mungkin bahwa dalam kelompok itu ditemukan
banyak masalah. Disini peranan pimpinan menjadi penting dalam menyelesaikan konflik yang
terjadi. Tim membutuhkan kepemimpinan dan struktur untuk memberikan focus dan arah.
Mendefenisikan dan menyepakati pendekatan umum, misalnya memastikan bahwa tim ini
bersatu pada sarana untuk mencapai tujuannya.

Sebagai anggota tim harus setuju pada tugas yang dilakukan seseorang dan memastikan
bahwa semua anggota berdistribusi sama dalam berbagi beban kerja. Sehingga selain
mengevaluasi dan memberikan bahwa semua anggota berdistribusi sama dalam berbagi beban
kerja. Sehingga selain mengevaluasi dan memberikan penghargaan kepada karyawan atas
kontribusi masing-masing, manajemen harus mempertimbangkan penilaian berbasis kelompok,
pembgian keuntungan, insentif kelompok kecil, dan modifikasi system lainnya yang akan
memperkuat upaya tim dan komitmen.

Selain itu perusahaan harus mampu mengembangkan rasa saling percaya yang tinggi,
anggota percaya pada integritas, karakter dan kemampuan satu sama lain, tetapi ketika hubungan
pribadi dan kepercayaan rapuh, dibuthkan sewaktu yang lama untuk membangun dapat dengan
mudah hancur dan sulit untuk kembali. Karena itu kepercayaan melahirkan kepercayaan
demikian halnya juga dengan ketidakpercayaan, sebab menjaga kepercayaan membutuhkan
perhatian yang cermat oleh manajemen.

9
BAB V

KEKUASAAN DALAM ORGANISASI

Konsep kekuasaan adalah salah satu konsep yang berguna untuk dipahami dengan tujuan
untuk mengetahui bagaimana seseorang mampu untuk mempengaruhi orang lain di dalam suatu
organisasi. Kekuasaan menyertakan kemampuan seorang pihak (agen) untuk mempengaruhi
pihak lain (target). Terminology ini merujuk pada agen yang bisa mempengaruhi target orang
perorang maupun target secara kolektif. Kadang terminology kekuasaan ini juga menyangkut
kepada pengaruh yang secara potensial dimiliki oleh agen yang tidak hannya bisa mempengaruhi
perilaku dan sikap dari target tapi juga kemampuan untuk mempengaruhi situasi atau keadaan.
Orang yang memiliki kekuasaan dianggap memiliki sumber daya yang diinginkan oleh orng lain,
sehingga orang-orang menjadi tergantung karena kepemilikan sumber daya tersebut.

Adapun sumber-sumber kekuasaan dalam organisasi dimana kekuasaan berdasarkan


kedudukan memiliki pengaruh potensial yang berasal dari kewenangan yang sah karena
kedudukannya dalam organisasi terdiri dari :

a. Kewenangan formal, yaitu kewenangan yang mengacu pada hak prerogative,


kewajiban dan tanggung jawab seseorang berkaitan dengan kedudukannya dalam
organisasi atau sistem social.
b. Kekuasaan pribadi, menjelaskan bahwa kelompok sumber kekuasaan berdasarkan
kedududkan akan berlimpah pada orang-orang yang secara hirarki mempunyai
kedudukan dalam organisasi. Pengaruh potensial yang melekat pada keunggulan
individu terdiri dari : kekuasaan keahlian (expert power), kekuasaan kesetiaan
(referent power), dan kekuasaan karisma.

Politik dalam organisasi lebih sering memunculkan masalah daripada mendatangkan


keuntungan. Seringkali politik menyita lebih banyak waktu dan mengganggu aktivitas kerja.
Politik merupakan bagian dari proses dinamika kelompok dalam melakukan pekerjaan dalam
organisasi.

Adapun factor-faktor utama yang menyebabkan munculnya perilaku berpolitik adalah


ketidakpastian dalam organisasi : tujuan tidak jelas, ukuran prestasi dan kinerja tidak terstandar,
proses pembuatan keputusan tidak terdefenisi dengan baik, kompetisi antar individu dan
kelompok tinggi, dan perubahan.

10
BAB VI

KONFLIK DALAM ORGANISASI

Konflik dalam organisasi adalah sikap saling mempertahankan diri sekurang-kurangnya


diantara dua kelompok, yang memiliki tujuan dan pandangan berbeda, dalam upaya mencapai
satu tujuan. Konflik dapat berupa perselisihan (disagreement), adanya ketegangan (the presence
of tension), atau munculnya kesulitan-kesulitan lain diantara dua pihak atau lebih.

Jadi, konflik merupakan suatu proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa
puhak lain telah mempengaruhi secara negatif atau akan segera mempengaruhi secara negative
pihak lain. Keberadaan konflik lebih banyak menyangkut persepsi dari orang atau pihak yang
mengalami dan merasakannya. Jika suatu keadaan tidak dirasakan sebagai konflik maka pada
dasarnya konflik itu tidak ada. Begitu juga sebaliknya.

BAB VII

KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

Kepemimpinan merupakan sikap yang dimiliki oleh seorang pemimpin yang digunakan untuk
mempengaruhi orang lain dalam kelompok untuk menggapai tujuan yang disepakati bersama.
Terdapat tiga teori yang menjelaskan mengenai latar belakang adanya pemimpin dalam
organisasi yaitu:

1. Teori genetik, lahirnya pemimpin berdasarkan teori ini bersumber pada bakat. Bakat
yang dimiliki sejak lahir membawa sifat pemimpin.
2. Teori social, teori ini mengemukakan bahwa sejatinya seseorang memiliki sifat
kepemimpinan dalam mengatur organisasi melalui suatu proses. Proses tersebut dapat
berupa pelatihan, mengenyam pendidikan, atau adanya kesempatan.
3. Teori ekologis, pada teori ini menyatakan bahwa kepemimpinan dalam organisasi
merupakan perpaduan antara bakat dan pengembangan diri. Dengan kata lain teori ini
adalah perpaduan antara teori genetic dan social dalam mengemukakan asal usul
pemimpin atau kepemimpinan dalam organisasi.

BAB VIII

STRUKTUR ORGANISASI DAN DESAIN PEKERJAAN

Struktur organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan
posisi-posisi dalam suatu perusahaan. Sedangkan desain organisasi adalah proses untuk
menciptakan struktur organisasi

11
BAB VII

KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

A. Pengertian Pemimpin
Pemimpin memiliki arti yaitu seorang yang menjalankan suatu kelompok dengan
mempengaruhi individu lainnya dalam rangka untuk meraih suatu tujuan yang ditentukan
bersama.Pemimpin lebih merujuk pada orang atau person sedangkan kepemimpinan
merujuk kepada sifat.Kepemimpinan dalam organisasi yang baik akan mengkordinasi dan
mensinergikan sumber daya yang ada di organisasi.Pemimpin yang memiliki
kepemimpinan yang baik maka dia akan mampu mengkader/menciptakan pemimpin.

B. Teori Kepemimpinan Dalam Organisasi


1. Teori Genetik
Lahirnya pemimpin berdasarkan teori ini bersumber dari bakat.Bakat yang dimiliki
sejak lahir membawa sifat pemimpin.
2. Teori Sosial
Sejatinya seseorang memiliki sifat kepemimpinan dalam mengatur organisasi melalui
suatu proses.Proses dapat berupa pelatihan,mengeyam pendidikan atau adanya
kesempatan.
3. Teori Ekologis
Perpaduan antara teori genetik dan sosial dalam mengemukakan asal usul pemimpin
atau kepemimpinan dalam organisasi.

BAB VIII
STRUKTUR ORGANISASI DAN DESAIN PEKERJAAN

A. Pengertian Struktur Organisasi


Struktur organisasi adalah cara tugas secara formal dibagi,dikelompokan dan
dikordinasikan.Struktur organisasi adalah susunan dan hubungan antar komponen bagian-
bagian dan posisi-posisi dalam suatu perusahaan.

B. Pengertian Desain Organisasi


Desain Organisasi adalah proses untuk menciptakan struktur organisasi dan pengambilan
keputusan tentang alternatif struktur tersebut.

C. Dasar-dasar untuk menyusun Desain Organisasi


1. Pembagian Pekerjaan
2. Departementalisasi
3. Rentang Kendali

12
4. Delegasi Kewenangan
5. Rantai Komando
Meliputi: - Pembagian Kerja
-Pendelegasian Kewenangan
-Pembagiann Departemen
-Rentang Kendali

D. Desain Organisasi Yang Umum

1. Struktur sederhana(simple structure)

Struktur sederhana adalah sebuah struktur yang dicirikan dengan kadar


departementalisasi yang rendah,rentang kendali yang luas,wewenang yang terpusat pada
seseorang saja,dan sedikit formalisasi.

2. Struktur Birokras

Struktur birokrasi adalah sebuah struktur dengan tugas-tugas birokrasi yang


sangat rutin yang dicapai melalui spesialisasi,aturan dan ketentuan yang sangat
formal,tugas-tugas yang dikelompokkan kedalam berbagai departemen
fungsional,wewenang terpusat,rentang kendali sempit,dan pengambilan keputusan
mengikuti rantai komando.

3. Struktur Matrik
Struktur Matrik adalah sebuah struktur yang menciptakan garis wewenang ganda
dan menggabungkan departementalisasi fungsional dan produk.Struktur ini dapat
ditemukan pada agen-agen periklanan,perusahaan pesawat terbang,laboratorium
penelitian,rumah sakit,lembaga-lembaga pemerintah dan lain-lain.

E.Model-model Struktur

1. Model Mekanistik

1. Mechanistic.Adapun ciri-ciri yaitu adanya tingkat formalisasi yang tinggi,tingkat


sentralisasi tang tinggi,training atau pengalaman kerja yang sedikiit atau tidak terlalu
penting,ada span of control yang lebar serta adanya komunikasi yang bersifat vertikal dan
tertulis.

2.Mostly Mechanistic.Adapun ciri-cirinya yaitu adanya formalisasi dan sentralisasi pada


tingkat moderat,adanya training-training yang bersifat formal atau wajib.

13
2. Model Organik

1. Organic.Terdapat tingkat sentralisasi yang rendah,serta diperluan training dan


pengalaman untuk melakukan tugas pekerjaan

2.Mostly Organic.Formalisasi dan sentralisasi yang diterapkan berada ditingkat moderat.\

F.Faktor Penyabab Perbedaan struktur Organisasi

1.Strategi,salah satu sarana yang digunakan manajemen untuk mencapai sasaran.

2.Ukuran,besarnya suatu organisasi yang terlihat dari jumlah orang dalam organisasi
tersebut.

3.Teknologi Organisasi,dasar dari subsistem produksi termasuk teknik dan cara yang
digunakan untuk mengubah input orgnisasi menjadi output.

4.Lingkungan,mencakup seluruh elemen diluar organisasi mencakup


industri,pemeritah,pelanggan,pemasok dan komunitas finansial.

BAB IX

PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI

Pengembangan Organisasi adalah upaya pimpinan yang terencana dalam meningkatkan


efektivitas organisasi,dengan menggunakan cara intervensi yang didasarkan pada pendekatan
perilaku manusia.

Ada beberapa pendekatan dalam melakukan perubahan:

 Pendekatan kekuasaan sepihak


 Pendekatan bersama(share)
 Pendekatan Delegasi
Ada berbagai faktor-faktor desakan untuk melakukan perubahan,yang dapat diklasifikasikan
sebagai faktor internal organisasi dan faktor eksternal yaitu faktor lingkungan.

Beberapa desakan dari dalam organisasi mendorong organisasi melakukan perubahan,antara lain
perubahan nilai kerja,produk using dan masalah proses organisasi.

14
Dan desakan faktor eksternal untuk melakukan perubahan adalah diluar kendali dari manajer
namun manajer yang cerdik selalu mengidentifikasi fator eksternal yang mendesak adanya
perubahan dan memberikan respon yang tepat terhadap desakan tersbut.Faktor-faktor tersebut
adalah persaingan,perubahan permintaan konsumen,ketersediaan sumber-sumber,teknologi dan
sosial politik.

Penolakan terhadap perubahan dapat dibedakan atas 2 yaitu penolakan perubahan dari individu
dan penolakan perubahan dari organisasi.Penolakan bersifat individual terhadap perubahan
karena berbagai alasan antara lain:

1. takut karena tidak mengetahui


2. belajar tugas yang baru
3. merusak kestabilan interaks
4. ketidakpercayaan pada manajemen.
BAB X
BUDAYA ORGANISASI

Budaya orgnisasi merupakan penerapan nilai-nilai dalam suatu masyarakat yang terkait,bekerja
dibawah naugan organisasi(Duncan dalam Kasali,1994:108)

Elemen budaya secara garis besar dibedakan menjadi 2:

1. Shared meaning:arti/makna yang dipahami dan dimiliki secara bersama-sama.


2. Shared symbol :simbol yang dipahami dan dimiliki bersama atau merata.
Menciptakan Budaya Organsasi:

- Budaya organsasi pada umumnya tidak statis(dinamis)


- Budaya organisasi dibuat oleh individu atau keleompok dalam organisasi.
- Proses sosialiasi merupakan langkah yang tepat untuk mempertahankan budaya
organisasi.
- Proses sosialiasi merupakan langkah yang tepat untuk mempertahankan badaya
organisasi,terutama sosialisasi yang ditujukan bagi anggota baru.
- Seluruh anggota organisasi seharusnya mengetahui dan memahami mengenai
terbentuknya budaya organsasi,pentingnya bagi kemajuan organisasi,termasuk bagi
pengembangan dirinya.
1. .
Peran dan proses terbentuknya Budaya Organisasi:

- Organisasi merupakan sistem sosial yang berisi manusia


- Secara umum,sumber adanya budaya organisasi ini antara lain berasal dari anggota
organisasi,sifat bisnis organisasi,asosiasi profesi dan budaya masayarakat.
- Anggota organsasi merupakan sumber utama budaya organisasi

15
- Pendiri organisasi memiliki peran yang besra bagi awal terbentuknya budaya
organisasi karena bagaimana visi dan misi orgnasisasi yang bersangkutan tidak lepas

BAB XI

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Komunikasi adalah sebuah tindakan untuk berbagi informasi,gagasan atau pun pendapat dari
setiap partisipan komunikasi yang terlibat didalamnya guna mencapai kesamaan makna.

Ada 3 model dalam komunikasi Steward L.Tubbs Moss dalam Human Communication:

1. Model Komunikasi linear


2. Model Komunikasi Interaksional
3. Model Komunikasi Transaksional
Pengertian komunikasi organisasi secara sederhana,yaitu komunikasi antar manusia yang terjadi
dalam konteks organisasi.Atau dengan meminjam defenisi dari Goldhaber,komunikasi organisasi
diberi batasan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergabung
satu sama lain.

BAB XII

KOMITMEN DAN DAMPAKNYA TERHADAP ORGANISASI

Komitmen organisasi merupakan pemikiran karyawan tentang hubungannya dengan organisasi


dan menentukan sikapnya terhadap organisasi.Karyawan yang mempunyai komitmen akan
mengembangkan pola pikir yang positif terhadap organisasi.Dalam dunia kerja,komitmen
seseorang terhadap organisasi/perusahaan seringkali menjadi isu yang sangat penting..

Kanter dalam sopiah mengemukakan adanya 3 bentuk komitmen organisasional,yaitu:

16
1. Komitmen Berkesinambungan,yaitu komitmen yang berhubungan dengan dedikasi
anggota dalam melangsungkan kehidupan organisasi dan menghasilkan orang-orang yang
mau berkorban dan berinvestasi pada organisasi.
2. Komitmen Terpadu,yaitu komitmen anggota terhadap organsasi sebagai akibat adanya
hubungan sosial dngan anggota lain didalam organisasi merupakan norma-norma yang
bermanfaat.
3. Komitmen Terkontrol,yaitu komitmen anggota pada norma organisasi yang memberikan
perilaku kearah yang diinginkannya.Norma-norma yang dimiliki organisasi sesuai dan
mampu memberikan sumbangan terhadap perilaku yag diinginkannya.
Proses terjadinya komitmen yaitu:

1. Komitmen awal
2. Komitmen pada awal memasuki dunia kerja
3. Komitmen selama bekerja
Ada 4 pendekatan dalam komitmen organisasi:

1. Pendekatan berdasarkan sikap


2. Pendekatan multi dimensi
3. Pendekatan organisasi normatif
4. Pendekatan berdasarkan perilaku
Komitmen organisasi akan mempunyai dampak terhadap seluruh kegiatan organsasi.Adapun
dampak komitmen organisasi tersebuut adalah:

1. Terhadap karyawan,yaitu misalnya terhadap perkembangan karir karyawan itu


diperusahaan
2. Terhadap organisasi,yaitu dengan adanya karyawan yang berkomitmen tinggi pada
organisasi akan menimbulkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.
Adapun perilaku-perilaku karyawan yang memiliki tingkat komitmen organisasi tinggi
menunjukkan perilaku-perilaku seperti dibawah ini:

1. Melakukan upaya penyesuaian,dengan cara agar cocok di organisasinya dan melakukan


hal-hal yang diharapkan,serta menghormati norma-norma organisasi,menuruti peraturan
dan ketentuan yang berlaku.
2. Meneladani kesetiaan dengan cara membantu orang lain,menghormati dan menerima hal-
hal yang dianggap penting oleh atasan,bangga menjadi bagian serta peduli akan citra
organisasi.
3. Mendukung secara aktif,dengan cara bertindak mendukung misi dan tujuan organisasi
Melakukan pengorbanan diri dengan cara menempatkan kepentingan organisasi diatas
kepentingan pribadi,.

17
Ringkasan Buku Pembanding

BAB I

PENDAHULUAN

Kita semua mengetahui bahwa fungsi – fungsi manajemen harus bisa dilaksanakan

dengan baik karena organisasi memiliki tujuan bersama yang harus dicapai secara efisien. Oleh

karena itu tujuan organisasi tersebut harus ditetapkan secara jelas lebih dahulu. Mengapa

perilaku organisasi dalam manajemen modern sekarang dan yang akan datang menjadi sangat

penting untuk memenangkan kompetisi local,nasional,dan global ?Kita akan menghadapi pasar

yang keras,sehingga perlu dicari cara yang bisa mengungguli para kompetitor

BAB II

PENGERTIAN PERILAKU ORGANISASI

Perilaku organisasi adalah bidang ilmu yang mempelajari dan mengaplikasikan

pengetahuan tentang bagaimana manusia berperan atau berperilaku atau bertindak di dalam

organisasi (Davis&Newstrom, 1989).

Konsep Dasar Perilaku Organisasi :

18
1. Perbedaan individual dimana ada istilah “hukum tentang perbedaan individual” (Law of of

individual differences)

2. Manusia secara keseluruhan, bahwa sifat manusia yang berbeda boleh dipelajari secara

terpisah, tetapi pada akhirnya sifat-sifat ini merupakan bagian sebuah system yang menciptakan

manusia secara keeluruhan.

3. Perilaku yang bermotivasi, dalam masalah kebutuhan manusia termotivasi bukan oleh

perikraan atas apa-apa yang dibutuhkannya, tetapi oleh keinginan mereka sendiri.

4. Nilai-nilai kemanusiaan (martabat manusia), konsep ini lebih bersifat etis-filosofis daripada

kesimpulan ilmiah.

BAB III

BEBERAPA MODEL DALAM PERILAKU ORGANISASI

Ada empat model dalam perilaku organisasi, yaitu otokratik, kastodial, suportif, dan

kolegial. Model-model dalam perilaku organisasi ini dalam praktiknya adalah sesuatu yang bisa

berubah secara evolusioner, sesuatu yang didasarkan pada nilai tambah, sesuatu yang berfungsi

untuk memenuhi kebutuhan karyawan, sesuatu yang dapat mengikuti kecendrungan menuju

model-model yang lebih baru, dan sesuatu dimana salah satu model dapat diaplikasikandengan

sukses pada situasi-situasi tertentu.

Pengembangan model dalam Perilaku Organisasi

Model-model dalam perilaku organisai masih dapat dikembangkan sesuai dengan tuntutan

modernisasi manajemen dimasa depan. Model dimaksudkan sebagai abstraksi dari realitas, yaitu

19
penyederhanaan representasi dari beberapa fenomena di dunia nyata. Pengembangan model

melibatkan tiga variabel pentinga dalam perilaku organisasi, yaitu

• Variabel tergantung (Dependent Variable) :

• Variabel Bebas ( Independent Variable.

• Variabel Antara (Moderating Variable):

BAB IV

PERILAKU ORGANISASI DALAM KONTEKS GLOBAL.

Praktik-praktik sosialisasi yang berbeda-beda disuatu negara akan menyebabkan tipe-tipe

karyawan yang berbeda berdasarkan kulturnya. Untuk menganilisis variasi berbagai kultur perlu

diidentifikasi enam dimensi kultur dasar yaitu : hubungan manusia dengan alam, orientasi waktu,

orientasi aktivitas, sifat manusia, fokus rasa tanggung jawab, dan konsepsi ruang. Selain itu

menurut Hofstede ada empat dimensi kultur nasional yang mempengaruhi manaejr dan karyawan

yaitu : a)individualisme versus kolektivisme, b)jarak kekuatan/kewenangan, c)penghindaran

situasi yang meragukan, d)kuantitas kehidupan versus kualitas kehidupan.

BAB V

DASAR-DASAR PERILAKU INDIVIDUAL

Dalam perilaku organisasi terdapat empat variable dasar-dasar perilaku individu, yaitu :

karakteristik biografik, kemampuan, kepribadian, dan proses belajar.

1. Karakteristik Biografik, karakteristik ini terdiri dari ; Umur karyawan. .,Jenis Kelamin.,Status

Perkawinan , Jumlah anggota keluarga,dan Senioritas karyawan

20
2. Kemampuan Kerja, yaitu kapasitas individu menyelesaikan berbagai tugas dalam sebuah

pekerjaan. Kemapuan menyeluruh seorang karyawan meliputi : Kemampuan Intelektual,

Kemampuan / Kecakapan Emosional, Kemampuan Fisik,Kesesuaian antara Kemampuan dan

Pekerjaan

3. Kepribadian. Kepribadian merupakan perangkat gambaran diri yang terintegrasi dan

merupakan perangkat total dari kekuatan intrapsikis, yang membuat diri seseorang menjadi unik,

dengan perilaku yang spesifik.

4. Proses Belajar,

BAB VI

PERSEPSI DALAM PERILAKU ORGANISASI

Persepsi merupakan proses kognitif yang kompleks yang dapat memberikan gambaran

yang unik tentang dunia yang sangat berbeda dengan realitasnya, dapat dikatakan bahwa persepsi

merupakan interaksi yg kompleks dari seleksi, organisasi, dan interpretasi (Robbins, 1993)

BAB VII

NiILAI,SIKAP,DAN PERILAKU ORGANISASI

Nilai-nilai yang dianut oleh suatu bangsa atau masyarakat tertentu itu berisikan elemen-elemen

yang “judgmental” seperti segala sesuatu yang dianggap baik,benar,dan dikehendaki oleh

masyarakat setempat.

21
Nilai yaitu kumpulan perasaan senang dan tidak senang, pandangan, keharusan, kecenderungan

dalam diri orang, pendapat rasional dan tidak rasional, prasangka dan pola asosiasi yang

menentukan pandangan seseorang tentang dunia.(Gibson, 1985). Nilai dapat digunakan sebagai

suatu cara mengorganisasi sejumlah sikap. Nilai-nilai juga penting untuk memahami perilaku

manajer yang efektif.

BAB VIII

KONSEP MOTIVASI DALAM PERILAKU ORGANISASI

Konsep motivasi banyak dibicarakan orang dalam berbagai aspek kehidupan yang

meskipun mempunyai pengertian dasar yang sama memiliki definisi yang variatif,tergantung

pada aspek kehidupan apa motivasi ini akan diaplikasikan.

Motivasi dalam perilaku organisasi dikenal sebagai kemauan untuk berjuang/ berusaha ke tingkst

yang lebih tiggi untuk mencapai tujuan organisasi, dan untuk memeproleh kepuasan dalam

pemenuhan-pemenuhan kebutuhan pribadinya (Robbins, 993).

BAB IX

DASAR PERILAKU KELOMPOK

Dalam perilaku organisasi,manajemen harus memperhatikan pentingnya interaksi

kemanusiaan dalam setiap pengambilan keputusan. Dalam manajemen modern, kerja dalam

kelompok menjadi kebutuhan vital pada setiap organisasi/perusahaan. Oleh karena itu

mempelajari perilaku karyawan dalam kelompok sangat penting karena kenyataan bahwa

manusia akan berperilaku berbeda ketika berada dlam kelompok dibandingkan jika ia berada

22
sendiri. Alasan orang bergabung dalam kelompok adalah untuk mendapatkan rasa aman, status,

harga diri, afiliasi (kebutuhan social), kekuatan, dan pencapaian tujuan

BAB X

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Komunikasi ialah pemindahan informasi yang bisa dimengerti dari suatu orang atau

kelompok kepada orang atau kelompok lainnya. (Dunham,1984;Davis &

Newstroms,1989).Berdasarkan definisi ini komunikasi tidak akan terjadi kecuali bila ada satu

orang yang menyampaikan sebuah informasi dimana ada orang lain yang menerima dan mengerti

informasi tersebut. Pentingnya komunikasi dalam organisasi yaitu tanpa komunikasi, akan

menjadi tidak mungkin untuk memanajemeni sikap dan perilaku dalam organisasi. Didalam

komunikasi pengirim akan mengirimkan pesan yang sudah ia terjemahkan melalui saluran

komunikasi (lingkungan), selanjutnya pesan akan diartikan dan diterima oleh penerima.

BAB XI

KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan adalah proses yang sangat penting dalam setiap organisasi karena

kepemimpinan akan menentukan sukses atau gagalnya sebuah organisasi. Kepemimpinan

bukanlah suatu watak yang secara umum diterima seperti “kharismatik”sangat disukai tetapi

sesuatu yang berhubungan dengan produktivitas kelompok pada situasi tertentu yang diberikan.

Kepemimpinan yaitu Kemampuan seseorang untuk mempengaruhi sebuah kelompok menuju

kepada pencapaian tujuan kelompok tersebut. (Robbins,1993). Dapat juga disebutkan bahwa

23
kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi orang lain dalam organisasi untuk

tercapainya tujuan organisasi dan terpenuhinya motivasi semua karyawan/orang dalam

organisasi tersebut.

BAB XII

KEKUATAN DAN POLITIK DALAM PERILAKU ORGANISASI.

Dalam kehidupan berorganisasi sebagian dari kontrak seseorang untuk bergabung dalam

organisasi jenis apapun adalah penyerahan sebagian dari kebebasannya. Untuk dapat mencapai

tujuan diperlukan berbagai kompromi. Kekuatan sering kali digunakan untuk mencapai sebuah

kompromi dalam sebuah kelompok. Pada tingkat hubungan interpersonal, kekuatan digunakan

untuk mempengaruhi orang lain mengerjakan sesuatu yang tidak diinginkan atau

dikehendakinya. Pada tingkat organisasi, kekuatan digunakan untuk menciptakan tujuan, standar,

dan objektif yang satu paket dengan sistem kontrolnya untuk mengevaluasi sejauh mana standar

dan objektif telah dicapai.

BAB XIII

MANAJEMEN PERUBAHAN

Dinegara – Negara maju organisasi-organisasi yang statis atau hanya sedikit mengalami

perubahan sudah lama ditinggalkan orang.

Efektivitas organisasi sebagian besar berupa fungsi dari perubahan yang mengintroduksikan ide-

ide baik. Sangat penting bagi seorang manajer efektif untuk mempelajari manajemen perubahan

tanpa memandang jenis-jenis perubahannya.

Beberapa kategori dari kekuatan-kekuatan untuk perubahan yaitu :

24
a. Faktor Teknologi

b. Kebutuhan dan nilai-nilai kemanusiaan

c. Lingkungan Sosial

d. Lingkungan bisnis dan ekonomi

e. Faktor-faktor organisasi

BAB XIV

KONFLIK

Perilaku interaktif dapat terjadi pada tingkat individual,interpersonal,kelompok atau

organisasi. Hal ini sering kali menimbulkan konflik intra-individual,sangat dekat hubungannya

dengan stress, konflik tersebut mendapatkan perlakuan yang berbeda dengan penekanan pada

prilaku interaktif. Yang akan dianalisis dalam topik ini adalah konflik intra-individual yang ada

kaitannya dengan frustasi,tujuan,dan peran.

A. Konflik Intra-Individual

B. Konflik Interpersonal

Konflik antar peran pada konflik intra-individual memiliki implikasi-implikasi interpersonal,

implikasi-implikasi antarkrlompok, dan konflik organisasi. Konflik interpersonal adalah konflik

yang ditimbulkan oleh interaksi dua orang atau lebih. Cara menganalisis konflik interpersonal

yaitu :

25
BAB XV

STRES DI TEMPAT KERJA

Stres istilah umum yang sering dianggap sebagai tekanan hidup yang sering dirasakan semua

orang dalam hidupnya. Akibat Stress yang tidak diatasi menyebabkan seseorang mengalami :

hambatan proses berfikir, lebih emosional, gangguan pada kondisi fisik, mempengaruhi kinerja,

kesehatan, dan bahkan dapat mengancam kemampuan adaptasi.

Stres didahului oleh tekanan-tekanan (stressors) yang datang dari dalam organisasi, dari

kelompok-kelompok di mana karyawan dipengaruhi, dan dari karyawan sendiri, serta dari luar

organisasi,

26
BAB III

PEMBAHASAN
III.1 Kelebihan

A. Buku Utama

 Buku ini menyediakan rangkuman pada setiap akhir bab sehingga pembaca bisa

lebih memahami inti dari pembahasan pada bab tersebut

 Buku ini menyediakan latihan soal yang bisa digunakan pembaca untuk menguji

sejauh mana pemahamannnya mengenai materi yang disajikan

 Buku ini menurut saya bahasanya lebih mudah dimengerti

B. Buku Pembanding

 Dari segi cover buku ini lebih menarik

 Buku ini menyediakan rangkuman pada setiap akhir bab sehingga pembaca bisa

lebih memahami inti dari pembahasan pada bab tersebut

 Buku ini menurut saya lebih lengkap dalam membahas materi perilaku organisasi

III.2 Kelemahan

A. Buku Utama

 Buku ini tidak memilki ISBN

 Latihan soal dalam buku ini ada soal yang tidak ada jawabnnya di

pembahasaan materi sehingga mahasiswa terkadang kewalahan .

 Terdapat beberapa salah pengetikan pada buku ini,

27
B. Buku Pembanding

 Buku ini terlalu tebal dan materinya terlalu banyak

 Akan terdapat kelemahan apabila buku perilaku organisasi hanya dimiliki

diketahui oleh kalangan mahasiswa saja.

 Terjadi kepincangan apabila buku prilaku organisasi sudah dibaca dan

dipelajari dalam program S2,S3 tetapi tidak bisa diaplikasikan oleh pembaca

di daerahnya.

 Beberapa faktor antaralain; ekonomi,sosial, budaya, alasan struktural,alasan

administrasi,sebagai faktor penghambat sehingga tidak bisa dijalankan sesuai

dengan isi dari pada buku prilaku organisasi.

28
BAB IV

PENUTUP
IV.1 Kesimpulan

Dalam hal ini saya bisa menyimpulkan kedua buku yang saya kritik tentu ada kelebihan
dan kekurangan masing-masing namun buku yang menurut saya yang baik sebagai buku
dalam matakuliah Teori perilaku organisasi adalah Buku utama karena dalam buku ini
saya lebih mudah memahami setiap materi yang dijelaskan dan dilengkapi dengan latihan
soal

IV.2 Saran

Saran yang bisa saya sampaikan terkait Critical Book Review ini yaitu saya menyarankan
agar pada buku pembanding “Perilaku Organisasi , agar lebih mempersingkat materi agar
pembaca tidak mudah bosan dalam membacanya

29