Anda di halaman 1dari 23

ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN AJAR/ MEDIA PEMBELAJARAN

UNTUK SISWA MA INTEGRATIF NU AL HIKMAH

MAKALAH

Untuk memenuhi tugas matakuliah Pengembangan Bahan Ajar dan Media Biologi
yang dibina oleh Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd

Disusun oleh
Dea Aulia Larasati 180341663069
Ilda Sartifa Sari 180341863057
Jessy Damayanti 180341663070
M. Amien Rais 180341663060

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


PASCASARJANA
PENDIDIKAN BIOLOGI PROGRAM MAGISTER
FEBRUARI 2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
atas berkat dan rahmatnya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah tentang
“Analisis Kebutuhan Bahan Ajar/ Media Pembelajaran untuk Siswa MA Integratif
Nu Al Hikmah”. Adapun tujuan penulisan makalah ini untuk memenuhi tugas
mata kuliah ”Pengembangan Bahan Ajar dan Media Biologi”.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyelesaian ini tidak lepas dari
peran serta beberapa pihak yang telah memberikan saran, bimbingan, pengarahan,
dan petunjuk serta fasilitas. Oleh karena itu, di dalam kesempatan ini penulis
menghaturkan terima kasih kepada:
1. Ibu Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd selaku Dosen mata kuliah Pengembangan
Desain Pembelajaran Biologi yang telah memberikan pengarahan, bimbingan,
serta petunjuk dalam penyelesaian tugas makalah ini.
2. Guru Biologi kelas X Ma Integratif Nu Al Hikmah
3. Siswa kelas X MA Integratif Nu Al Hikmah
4. Anggota kelompok dan semua mahasiswa yang telah membantu dalam
menyelesaikan tugas ini.
Penulis menyadari bahwa resensi yang telah penulis buat ini tidak lepas dari
kekurangan dan jauh dari sempurna, maka dengan segala kerendahan hati penulis
mengharap kritik, saran, dan masukan dari semua pihak demi perbaikan.
Semoga apa yang penulis sajikan dapat bermanfaat guna menambah ilmu
pengetahuan dan wawasan.
Malang, 01 Maret 2019

Tim Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... i


DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1
A. Latar Belakang............................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ....................................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan ........................................................................................ 2
BAB II KAJIAN PUSTAKA ............................................................................... 3
A. Analisis Kebutuhan ..................................................................................... 3
B. Fungsi Analisis Kebutuhan ......................................................................... 4
C. Langkah Analisis Kebutuhan ...................................................................... 4
D. Cara Melakukan Analisis Kebutuhan .......................................................... 6
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN .............................................................. 7
A. Bahan Ajar/ Media Pembelajaran sesuai Kondisi dan Situasi Sekolah ......... 7
B. Karakteristik pada Bahan Ajar/ Media Pembelajaran yang Digunakan ...... 12
1. Karakteristik Bahan Ajar/ Media Pembelajaran ................................... 12
2. Pemahaman Materi yang Disajikan pada Bahan Ajar/ Media
Pembelajaran ....................................................................................... 13
3. Karakteristik yang Dibutuhkan untuk Penyusunan Bahan Ajar ............. 14
4. Materi Pelajaran Biologi yang Sulit ..................................................... 15
5. Jenis Tulisan untuk Bahan Ajar/ Media Pembelajaran ......................... 16
6. Warna untuk Bahan Ajar/ Media Pembelajaran ................................... 17
BAB IV PENUTUP ........................................................................................... 19
A. Kesimpulan............................................................................................... 19
B. Saran ........................................................................................................ 19
DAFTAR PUSTAKA

ii
1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Proses pembelajaran merupakan suatu bagian terpenting dalam dunia
pendidikan. Dimana di dalam proses pembelajaran inilah hasil dari pendidikan
ditentukan. Ketika proses pembelajaran berjalan baik, maka hasil dari pendidikan
akan baik. Begitu pula bila prosesnya buruk maka buruk pulalah hasilnya. Namun
begitu, proses pembelajaran di Indonsia sering kali berjalan kurang maksimal.
Kurang maksimalnya pembelajaran disebabkan oleh berbagai hal yang salah
satunya bahan ajar/ media pembelajaran kurangnya memadai.
Peningkatan proses pembelajaran agar bisa mendapatkan hasil sesuai
dengan yang diharapkan maka diperlukan perencanaan pembelajaran terlebih
dahulu. Dalam upaya untuk mencapai proses pembelajaran yang diinginkan oleh
peserta didik, maka peran pendidik (guru) dalam mengajar akan menjadikan suatu
faktor penentu keberhasilan tercapai atau tidaknya suatu tujuan pembelajaran.
Kebutuhan dalam proses belajar sangat diperlukan, karena kebutuhan dalam
belajar merupakan dasar yang menggambarkan jarak antara tujuan belajar yang
diinginkan oleh peserta didik atau keadaan belajar yang sebenarnya. Setiap peserta
didik memiliki kebutuhan yang berbeda-beda hal ini perlu diidentifikasi untuk
menentukan kebutuhan mana yang dimiliki peserta didik yang akan menjadi
potensial dan pada akhirnya menjadi kebutuhannya. Seorang pendidik perlu
melakukan identifikasi terlebih dahulu kepada masing-masing peserta didiknya,
hal ini berguna untuk apa yang telah disampaikan oleh pendidik dalam proses
pembelajaran dapat diterima dengan baik oleh peserta didik.
Pendidik menganalisis kebutuhan untuk mengidentifikasi kebutuhan
prioritas yang segera perlu dipenuhi. Dengan mengkaji kebutuhan, pengembang
akan mengetahui adanya suatu keadaan yang seharusnya ada (what should be) dan
keadaan nyata atau riil dilapangan yang sebenarnya (what is) dengan cara
“melihat” kesenjangan atau gap yang terjadi, pengembangan mencoba
menawaarkan suatu alternatif pemecahan dengan cara mengembangkan suatu
produk atau desain tertentu (Setyosari, 2010).

1
2

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dapat
dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan analisis kebutuhan?
2. Apa fungsi analisis kebutuhan?
3. Bagaimana langkah-langkah analisis kebutuhan?
4. Bagaimana cara melakukan analisis kebutuhan?
5. Bagaimana analisis kebutuhan bahan ajar/ media pembelajaran di MA
Integratif Nu Al Hikmah

C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan di atas, maka dapat
disusun tujuan penulisan makalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengertian analisis kebutuhan
2. Untuk mengetahui analisis kebutuhan
3. Untuk mengetahui langkah-langkah analisis kebutuhan
4. Untuk mengetahui cara melakukan analisis kebutuhan
5. Untuk mengetahui analisis kebutuhan bahan ajar/ media pembelajaran di MA
Integratif Nu Al Hikmah.
3

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Analisis Kebutuhan
Need asessment dalam konteks pengembangan kurikulum, John McNeil
(1985) didefinisikan sebagai: ”the process by which one defines educational needs
and decides what their priorities are”. Sejalan dengan pendapat McNeil, Seels
dan Glasglow (1990) menjelaskan tentang pengertian need assessment : “it means
a plan for gathering Information about discrepancies and for using that
information to make decisions about priorities”. Sedangkan menurut Anderson
analisis kebutuhan diartikan sebagai suatu proses kebutuhan sekaligus
menentukan prioritas. Need Assessment (analisis kebutuhan) adalah suatu cara
atau metode untuk mengetahui perbedaan antara kondisi yang
diinginkan/seharusnya atau diharapkan dengan kondisi yang ada. Kondisi yang
diinginkan seringkali disebut dengan kondisi ideal, sedangkan kondisi yang ada,
seringkali disebut dengan kondisi real atau kondisi nyata.
Analisis kebutuhan adalah proses menentukan prioritas kebutuhan
pendidikan. Analisis kebutuhan pada dasarnya adalah kesenjangan (discrepancies)
antara apa yang telah tersedia dengan apa yang diharapkan, dan need assessment
adalah proses mengumpulkan informasi tentang kesenjangan dan menentukan
prioritas dari kesenjangan untuk dipecahkan (Sanjaya, 2008). Ada beberapa hal
yang melekat pada pengertian analisis kebutuhan, yaitu:
1. Need assessment merupakan suatu proses artinya ada rangkaian kegiatan
dalam pelaksanaan need assessment. Need assessement bukanlah suatu hasil,
akan tetapi suatu aktivitas tertentu dalam upaya mengambil keputusan tertentu.
2. kebutuhan itu sendiri pada hakikatnya adalah kesenjangan antara harapan dan
kenyataan.
Maka analisis kebutuhan adalah alat atau metode untuk mengidentifikasi
atau mengumpulkan informasi tentang kesenjangan yang seharusnya dimiliki
setiap siswa dengan apa yang telah dimiliki guna menentukan tindakan atau solusi
yang tepat untuk mengatasi kesenjangan tersebut (Warsita, 2011).

3
4

B. Fungsi Analisis Kebutuhan


Metode Need Assessment dibuat untuk bisa mengukur tingkat kesenjangan
yang terjadi dalam pembelajaran siswa dari apa yang diharapkan dan apa yang
sudah didapat. Dalam pengukuran kesenjangan seorang analisis harus mampu
mengetahui seberapa besar masalah yang dihadapi.
Berikut merupakan fungsi analisis kebutuhan pembelajaran Morison (dalam
Warsita, 2011) :
1. Mengidentifikasi kebutuhan yang relevan dengan pekerjaan atau tugas
sekarang, yaitu masalah yang mempengaruhi hasil pembelajaran.
2. Mengidentifikasi kebutuhan mendesak yang terkait dengan finansial, keamanan
atau masalah-masalah lain yang menggangu pekerjaan atau lingkungan
pendidikan
3. Menyajikan skala prioritas untuk memilih tindakan yang tepat dalam
mengatatasi masalah-masalah pembelajaran.
4. Memberikan data basis untuk menganalisis efektifitas kegiatan pembelajaran.

C. Langkah Analisis Kebutuhan


Glasgow menggambarkan need assessment dalam bentuk kegiatan yang
dimulai dari tahapan pengumpulan informasi sampai merumuskan masalah.
Sedangkan Morrison menggambarkan Need assessment dalam bentuk kegiatan
yang dimulai dari perencanaan sampai membuat laporan akhir. Berikut
merupakan langkah dalam melakukan analisis kebutuhan Gosslow dalam buku
perencanaan dan desain sistem pembelajaran (Sanjaya, 2008).
1. Tahapan pengumpulan Informasi; dalam tahapan ini seorang peneliti harus
bisa memahami dan mengumpulkan informasi dari para siswa cakupan
pengumpulan informasi bisa beragam seperti karakteristik siswa, kemampuan
personal, dan problematic di dalam pembelajaran.
2. Tahapan identifikasi kesenjangan; mengidentifikasi kesenjangan yaitu dengan
menggunakan metode Organizational Element Model yang dimana dalam
metode ini menjelaskan adanya lima elemen yang saling berkaitan. Dimulai
dari input-proses-produk-output-outcome.
5

3. Analisis Performa; tahapan ini dilakukan setelah peneliti memahami berbagai


informasi dan mengidentifikasi kesenjangan yang ada. Dalam hal ini ketika
menemukan sebuah kesenjangan, diidentifikasi kesenjangan mana yang dapat
dipecahkan melalui perencanaan pembelajaran dan mana yang memerlukan
pemecahan yang lain.
4. Identifikasi Hambatan dan Sumber; dalam tahapan ini pelaksanaan suatu
program berbagai kendala bisa muncul sehingga dapat berpengaruh terhadap
kelancaran suatu program. Berbagai kendala bisa meliputi dari waktu, fasilitas,
bahan, dan sebagainya. Sumber-sumbernya juga bisa dari pengorganisasian,
fasilitas, dan pendanaan.

Gambar 1. Langkah-langkah melakukan analisis kebutuhan

5. Identifikasi Karakteristik Siswa; tahapan ini merupakan proses


pengidentifikasian masalah-masalah siswa. Karena tujuan utama dalam desain
pembelajaran adalah memecahkan berbagai masalah yang dihadapi siswa.
6. Identifikasi tujuan; mengidentifikasi tujuan merupakan salah satu tahapan
penting yang ada didalam need assessment, karena mengidentifikasi tujuan
merupakan proses penetapan kebutuhan yang dianggap mendesak untuk
dipecahkan sesuai dengan kondisi, karena tidak semua kebutuhan menjadi
tujuan.
6

7. Menentukan permasalahan; tahapan ini adalah tahap akhir dalam proses


analisis, yaitu menuliskan pernyataan adalah sebagai pedoman dalam
penyusunan proses desain instruksional.

D. Cara Melakukan Analisis Kebutuhan


Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan analisis kebutuhan,
(Sugiyono, 2013) yakni:
a. Sampling, atau tehnik sampel adalah sebuah alat pemecahan masalah yang
akan memudahkan peneliti untuk mengidentifikasi kesamaan dari seluruh
populasi.
b. Kuesioner, pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi
seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk
dijawabnya.
c. Observasi, mengamati keadaan secara langsung turun ke lapangan.
d. Wawancara, pengajuan pertanyaan atau pembahasan hal-hal dengan orang
bersangkutan.
Dokumentasi, berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan (life
histories), ceritera, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumen yang berbentuk
gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain
7

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Bahan Ajar/ Media Pembelajaran sesuai Kondisi dan Situasi Sekolah


Berdasarkan angket yang dibagikan ke siswa Ma Integratif Nu Al Hikmah,
bahan ajar/ media pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan situasi sekolah
adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Hasil analisis angket bahan ajar/ media pembelajaran yang sesuai
dengan kondisi dan situasi sekolah
No % Suara
Pernyataan
4 3 2 1
1 Biologi merupakan mata pelajaran yang bersifat
hapalan 50 41 9 0
2 Materi pelajaran biologi sulit untuk diingat terutama
dalam mengingat bahasa latin 34 50 16 0
3 Sumber belajar yang dipakai dalam pembelajaran
sudah lengkap 6 31 59 3
4 Bahan ajar yang digunakan sudah menarik
(berwarna) 19 41 31 9
5 Bahan ajar yang digunakan dilengkapi dengan
gambar yang mudah dipahami 38 44 16 3
6 Penjelasan materi yang terdapat dalam bahan ajar
sudah lengkap sehingga memudahkan saya
menjawab soal yang diberikan guru 16 28 53 3
7 Saya senang, belajar biologi menggunakan buku
teks atau modul pembelajaran 34 41 22 3
8 Saya lebih memahami materi bila Bapak/Ibu guru
menggunakan media (powerpoint, gambar, video)
di depan kelas 63 34 0 3
9 Terdapat LKS/handout pada pembelajaran Biologi
di laboratorium 13 38 31 19
10 Bahan ajar yang saya gunakan selama pembelajaran 31 34 31 3
8

sudah membantu saya memahami pelajaran Biologi

Jumlah Siswa = 32 siswa


KET :
4 = Sangat Setuju
3 = Setuju
2 = Tidak Setuju
1 = Sangat Tidak Setuju

RUMUS
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑀𝑒𝑚𝑖𝑙𝑖ℎ
% Suara = x 100%
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑆𝑖𝑠𝑤𝑎

Kesimpulan:

7
1 Sangat
Setuju
0%
Setuju
9%

Tidak
50%
41% Setuju

Sangat
Tidak
Setuju

2 Sangat
Setuju
0%
Setuju
16%
34%
Tidak
Setuju
50%
Sangat
Tidak
Setuju

Gambar 2. Biologi merupakan mata Gambar 3. Materi pelajaran biologi


pelajaran yang bersifat hapalan sulit untuk diingat terutama dalam
mengingat bahasa latin
9

3 Sangat 4 Sangat
Setuju Setuju
3% 6%
Setuju Setuju
9%
19%
31% Tidak Tidak
31%
Setuju Setuju
60%
41%
Sangat Sangat
Tidak Tidak
Setuju Setuju

Gambar 4. Sumber belajar yang Gambar 5. Bahan ajar yang


dipakai dalam pembelajaran sudah digunakan sudah menarik (berwarna)
lengkap

5 Sangat 6 Sangat
Setuju Setuju
3% 3%
Setuju Setuju
16% 16%
38%
Tidak Tidak
Setuju 53% 28% Setuju
43%
Sangat Sangat
Tidak Tidak
Setuju Setuju

Gambar 6. Bahan ajar yang Gambar 7. Penjelasan materi yang


digunakan dilengkapi dengan gambar terdapat dalam bahan ajar sudah lengkap
yang mudah dipahami sehingga memudahkan saya menjawab
soal yang diberikan guru
10

7 Sangat 8 Sangat
Setuju Setuju
3%
Setuju 0% 3% Setuju

22% 34%
Tidak 34% Tidak
Setuju Setuju
63%
41%
Sangat Sangat
Tidak Tidak
Setuju Setuju

Gambar 8. Saya senang, belajar Gambar 9. Saya lebih memahami materi


biologi menggunakan buku teks atau bila Bapak/Ibu guru menggunakan media
modul pembelajaran (powerpoint, gambar, video) di depan
kelas

9 Sangat 10 Sangat
Setuju Setuju
3%
Setuju Setuju
19% 13%
31% 31%
Tidak Tidak
Setuju Setuju
31% 37%
Sangat 35% Sangat
Tidak Tidak
Setuju Setuju

Gambar 10. Terdapat LKS/handout Gambar 11. Bahan ajar yang saya
pada pembelajaran Biologi di gunakan selama pembelajaran sudah
laboratorium membantu saya memahami pelajaran
Biologi

Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, siswa menganggap Biologi


merupakan mata pelajaran hapalan dan materinya sulit untuk diingat terutama
bahasa latin. Sebagian besar siswa menganggap sumber belajar yang dipakai
dalam pembelajaran belum lengkap. Bahan ajar yang digunakan sudah menarik
dilengkapi gambar, namun penjelasan masih kurang lengkap sehingga siswa
kesulitan menjawab soal dari guru. Siswa sebagian besar lebih tertarik
menggunakan buku teks atau modul dan dijelaskan melalui media (ppt, gambar,
11

video). Pada sekolah ini juga siswa setuju sudah menggunakan LKS meskipun
belum sesuai aturan LKS yang baik dan benar. Selain itu sebagian siswa juga
menganggap bahwa bahan ajar yang digunakan sudah membantu dalam
memahami pelajaran Biologi.
12

B. Karakteristik pada Bahan Ajar/ Media Pembelajaran yang Digunakan


1. Karakteristik Bahan Ajar/ Media Pembelajaran
Tabel 2. Karakteristik bahan ajar/ media pembelajaran yang digunakan di sekolah
MA Integratif Nu Al Hikmah
Jumlah (%)
No Karakteristik
Suara Suara
1 Berisi tujuan yang dirumuskan dengan jelas 26 81
2 Berisi materi pembelajaran yang dikemas ke dalam
unit-unit kecil spesifik sehingga memudahkan belajar 7 22
secara tuntas
3 Menyediakan contoh dan ilustrasi yang mendukung
7 22
kejelasan pemaparan materi pembelajaran.
4 Menampilkan soal-soal latihan, tugas dan sejenisnya
yang memungkinkan pengguna memberikan respon 22 69
dan mengukur tingkat penguasaannya.
5 Kontekstual yaitu materi-materi yang disajikan terkait
dengan suasana atau konteks tugas dan lingkungan 8 25
penggunanya.
6 Menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif. 19 59
7 Terdapat rangkuman materi pembelajaran. 16 50
8 Terdapat instrumen penilaian/assessment, yang
memungkinkan penggunaan diklat melakukan self 1 3
assessment.
9 Terdapat instrumen penilaian/assessment, yang
memungkinkan penggunaan diklat melakukan self 0 0
assessment.
10 Terdapat instrumen yang dapat digunakan
penggunanya mengukur atau mengevaluasi tingkat 6 19
penguasaan materi
11 Terdapat umpan balik atas penilaian, sehingga
5 16
penggunanya mengetahui tingkat penguasaan materi.
12 Tersedia informasi tentang rujukan/pengayaan/referensi 14 44
13

yang mendukung materi pembelajaran dimaksud

2. Pemahaman Materi yang Disajikan pada Bahan Ajar/ Media Pembelajaran


Tabel 3. Pemahaman siswa terhadap materi yang disajikan melalui bahan ajar/
media pembelajaran yang digunakan sekolah MA Integratif Nu Al
Hikmah
Apakah materi yang disajikan pada bahan ajar tersebut dapat dipahami dengan
mudah?

Ya Tidak
28 % 72 %

Karakteristik Bahan/ Media yang digunakan


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

81 %
69 %
59%
50%
44%

22 % 22 % 25 %
19% 16%
3% 0%

Gambar 12. Karakteristik bahan ajar/ media pembelajaran yang digunakan di MA


Integratif Nu Al Hikmah

Keterangan Karakteristik
1 Berisi tujuan yang dirumuskan dengan jelas
2 Berisi materi pembelajaran yang dikemas ke dalam unit-unit kecil spesifik
sehingga memudahkan belajar secara tuntas
3 Menyediakan contoh dan ilustrasi yang mendukung kejelasan pemaparan
materi pembelajaran.
14

4 Menampilkan soal-soal latihan, tugas dan sejenisnya yang memungkinkan


pengguna memberikan respon dan mengukur tingkat penguasaannya.
5 Kontekstual yaitu materi-materi yang disajikan terkait dengan suasana atau
konteks tugas dan lingkungan penggunanya.
6 Menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif.
7 Terdapat rangkuman materi pembelajaran.
8 Terdapat instrumen penilaian/assessment, yang memungkinkan
penggunaan diklat melakukan self assessment.
9 Terdapat instrumen penilaian/assessment, yang memungkinkan
penggunaan diklat melakukan self assessment.
10 Terdapat instrumen yang dapat digunakan penggunanya mengukur atau
mengevaluasi tingkat penguasaan materi
11 Terdapat umpan balik atas penilaian, sehingga penggunanya mengetahui
tingkat penguasaan materi.
12 Tersedia informasi tentang rujukan/pengayaan/referensi yang mendukung
materi pembelajaran dimaksud

Pemahaman Siswa

Tidak
28%

Ya
72%

Gambar 13. Pemahaman siswa terhadap materi yang disajikan melalui bahan ajar/
media pembelajaran yang digunakan sekolah MA Integratif Nu Al Hikmah
3. Karakteristik yang Dibutuhkan untuk Penyusunan Bahan Ajar
Tabel 4. Karakterisik bahan ajar yang tertera pada Bagian 1, karakteristik bahan
ajar yang dirasa dibutuhkan
Karakteristik Jumlah %Suara Karakteristik Jumlah % Suara
Suara Dibutuhkan Suara Dibutuhkan
15

1 8 56 7 10 66
2 8 38 8 6 63
3 13 72 9 3 41
4 8 47 10 10 53
5 3 38 11 10 69
6 8 53 12 11 53

Karakteristik Bahan Ajar yang Dibutuhkan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

72%
69%
66%
63%
56 %
53% 53% 53%
47%
41%
38% 38%

Gambar 14. Karakteristik yang dibutuhkan dalam penyusunan bahan ajar/ media
pembelajaran sekolah MA Integratif Nu Al Hikmah (keterangan kataristik:
Gambar 12)

4. Materi Pelajaran Biologi yang Sulit


Tabel 5. Materi yang sulit dipahami
Materi Pelajaran Biologi Jumlah Suara (% )Suara
Sel 2 6
Mekaniasme Transpor Membran 7 22
Struktur Fungsi Jaringan Tumbuhan 8 25
Struktur Fungsi Jaringan Hewan 5 16
Sistem Gerak 4 13
Sistem Sirkulasi 7 22
16

Materi Biologi yang Sulit


Sel
30
25% Mekaniasme Transpor
25 22% 22% Membran
20 Struktur Fungsi Jaringan
16% Tumbuhan
15 13% Struktur Fungsi Jaringan
Hewan
10 Sistem Gerak
6%
5 Sistem Sirkulasi

Gambar 15. Materi Biologi yang sulit dipahami siswa kelas X MA Integratif Nu
Al Hikmah

5. Jenis Tulisan untuk Bahan Ajar/ Media Pembelajaran


Tabel 6. Jenis tulisan yang disukai untuk bahan ajar
Jenis Tulisan Jumlah Suara (% )Suara
Times New Roman 14 44
Calibri 10 31
Arial 4 13
Cambria 8 25
Maiandra GD 9 28
Berlin Sans FD 13 41
Garamond 1 3
17

Jenis Tulisan
Times New Roman Calibri
Arial Cambria
Maiandra GD Berlin Sans FD
Garamond

44% 41%
31% 28%
25%
13%
3%

Gambar 16. Jenis tulisan yang disukai siswa kelas X MA Integratif Nu Al Hikmah

6. Warna untuk Bahan Ajar/ Media Pembelajaran


Tabel 7. Warna yang disukai untuk bahan ajar
Warna untuk Bahan Ajar Jumlah Suara (% )Suara
Times New Roman 9 28
Calibri 28 88
Arial 13 41
Cambria 5 16
Maiandra GD 7 22
Berlin Sans FD 3 9
Garamond 9 28
18

Warna untuk Bahan Ajar


Hitam Biru Hijau Ungu Merah Merah Muda Kuning

88%

41%
28% 28%
22%
16%
9%

Gambar 17. Warna yang disukai siswa kelas X MA Integratif Nu Al Hikmah


19

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran

15
DAFTAR PUSTAKA

Sanjaya, Wina. 2008. Perencanaan & Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta:


Kencana Prenadamedia Group

Sugiyono. 2013 Metode Penelitian Kuantitatif kualitatif dan R&G. Bandung:


Alfabeta

Setyosari, P. 2010. Metode penelitian pendidikan dan pengembangan.Jakarta:


Kencana.

Warsita, B. 2011. Pendidikan jarak jauh: perancangan, pengembangan,


implementasi, dan evaluasi diklat. Bandung: Remaja Rosdakarya

Winarno, M. E. 2011. Metodologi Penelitian dalam Pendidikan Jasmani. Malang:


UM Press.

Anda mungkin juga menyukai