Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH KENDALI DAN JAMINAN MUTU

KENDALI MUTU AKURASI TIMER KONSTANSI mAs

Disusun Oleh :
Kelompok 2
Ahmad Sayuti : 17002001
Dhella Rizkie Gavilla : 17002005
Saidatia Aninda Hawari : 17002011
Silvi widya Pangesti : 17002012
Latifah Chairunnisa :1702009

PROGRAM STUDY DIII RADIOLOGI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

AWAL BROS PEKANBARU

Tahun Ajaran 2018/2019


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan
makalah ini. Dan juga kami berterimakasih kepada Bapak Danil Hulmansyah, S.
Tr. Rad selaku dosen mata kuliah Kendali Dan Jaminan Mutu yang telah
memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai Pembentukan sinar x serta kualitas dan
kuantitas sinar x. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini
terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Untuk itu, kami
berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang
membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami oleh siapapun yang
membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya.

Pekanbaru, 18 Februari 2019


Penyusun

ii
DAFTAR ISI

JUDUL ............................................................................................................... i

KATA PENGANTAR ........................................................................................ i

DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang .......................................................................................... 1


B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 1
C. Tujuan ....................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian ................................................................................................ 2
B. Fungsi........................................................................................................ 3
C. Program ..................................................................................................... 3
D. Langkah pengujian................................................................................... 6

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ............................................................................................... 7
B. Saran ......................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Arus dan waktu (mAs) adalah pekalian arus listrik (mA) dan waktu exposi (s),
yang mana besaran arus ini menentukan kuantitas radiasi. Dalam setiap pemotretan
pada berbagai bagian tubuh mempunyai besaran arus dan waktu tertentu. Pada
dasarnya arus tabung yang dipilih adalah pada mA yang paling tinggi yang dapat
dicapai oleh pesawat, agar waktu exposi dapat sesingkat mungkin, sehingga dapat
mencegah kekaburan gambar yang disebabkan oleh pergerakan. Waktu exposi yang
relatif panjang digunakan pada teknik pemeriksaan yang khusus misalnya tomografi.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara mengetahui uji kelayakan dan keselamatan generator
performance ( mAs) ?
2. Bagaimana cara menentukan mAs yang efektif dalam pengambilan foto
roentgen?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui uji kelayakan dan keselamatan generator performance ( mAs)
?
2. Untuk menentukan mAs yang efektif dalam pengambilan foto roentgen ?

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian mA dan mAs
Arus merupakan penilaian faktor eksposi secara kuantitas. Arus ini
berpengaruh pada filamen yang terdapat pada katoda di dalam tabung sinarX. Arus
dan waktu berpengaruh pada intensitas sinar-X atau derajat terang. Dengan
peningkatan mA akan menambah intensitas sinar-X dan sebaliknya. Oleh sebab itu
derajat terang dapat diatur menggunakan mA. Waktu ekspose yang lama
meningkatkan intensitas dari sinar-X. Untuk itu dalam setiap pengoperasian pesawat
sinar-X selalu dilakukan pengaturan waktu (s) dan arus (mA) atau biasa disebut mAs
bergantung pada obyek yang disinari (Roy,2012).
Arus tabung dan waktu eksposjuga merupakan faktor yang penting, terutama
berpengaruh pada perubahan densitas film dengan semua variabel yang lainnya.
Apabila nilai arus tabung ditingkatkan, maka hasilnya terjadi peningkatan panas dan
peningkatan jumlah elektron yang bertubrukan dengan anoda untuk memproduksi
radiasi. Disamping itu terdapat hubungan yang sebanding dengan arus dan waktu,
sehingga kuantitas dari radiasi sinar-X yang dihasilkan dipengaruhi oleh kombinasi
waktu ekspos dan besar arus. Waktu ekspos yang digunakan menentukan lamanya
penyinaran. Bila waktu ekspos diperbesar film yang dihasilkan kurang tajam. Hal ini
terjadi jika ada faktor gerakan dari obyek yang diradiasi.
Miliampere-detik lebih dikenal sebagai mAs adalah ukuran radiasi yang
dihasilkan (miliamperage) selama jumlah waktu tertentu (detik) melalui tabung x-ray.
Ini secara langsung mempengaruhi kepadatan radiografi, ketika semua faktor lain
konstan. Peningkatan arus (mA) menghasilkan produksi pemilihan yang lebih tinggi
yang berada di dalam tabung x-ray yang karenanya akan meningkatkan kuantitas
radiasi, lebih banyak radiasi akan menyebabkan lebih banyak foton mencapai
detektor dan karenanya kepadatan struktural jelas akan berkurang, namun intensitas

2
sinyal akan meningkat. Faktor waktu adalah ukuran durasi produksi elektron dalam
tabung, berarti menentukan berapa lama mA akan bertahan. Sebagai contoh :
mA x t = mAs
600 mA x 0,1 dtk = 60 mAs
Peningkatan arus atau waktu akan meningkatkan kuantitas radiasi, oleh karena itu
jumlah radiasi dalam suatu pemeriksaan dinyatakan sebagai mA.

B. Fungsi mA dan mAs


Adapun fungsi dari mA dan mAs yaitu :
1. Kenaikan mAs akan diikuti dengan banyaknya jumlah elektron yang dihasilkan
dan mempengaruhi banyaknya foton sinar-x yang dihasilkan dengan kata lain mAs
berhubungan dengan kuantitas sinar-x yang dihasilkan.
2. Kuantitas sinar-x akan mempengaruhi densitas gambaran pada film yang
dihasilkan, maka semakin tinggi mAs yang digunakan akan semakin tinggi
densitas yang dihasilkan.

C. Program Kendali Mutu Timer Accuracy dan mA Linearity


1. Akurasi Timer
Waktu eksposi secara langsung mempengaruhi kuantitas keseluruhan dari
radiasi sinar-X yang keluar dari tabung sinar-X. Dengan demikian, keakuratan
waktu eksposi adalah bersifat kritikal bilamana dikehendaki eksposi terhadap
radiograf memadai dengan dosis radiasi yang beralasan terhadap pasien.
Variabilitas yang di perbolehkan untuk akurasi waktu eksposi adalah ± 5 % untuk
penggunaan waktu eksposi lebih besar dari 10 mA, dan ± 20 % untuk eksposi
lebih kecil dari 10 mAs.
Cara termudah untuk mengukur akurasi nilai waktu eksposi adalah dengan
menggunakan dengan menggunakan”digital timer meter atau multi funtion meter”.
Namun demikian bila fasilitas radiologi tidak memiliki peralatan non invansif
semacam ini, sebuah alat sederhana yang dikenal dengan ” Spinning Top Device”
guna menggukur akurasi waktu eksposi pada suatu sistem generator pembangkit
sinar-X.
Bila generator sinar-X adalah half wave rectifier ( penghantar setengah
gelombang) maka untuk menghitung atau mengkonversi waktu eksposi yang
sesungguhnya adalah dengan cara:
Banyaknya titik hitam = waktu eksposi (secons) x 1/60
Selanjutnya bila generator yag dimiliki full have rektifier (penghantar gelombang
penuh). Maka,
Banyaknya titik hitam = waktu eksposi (secons) x 1/120
Pengujian dengan spining top sebaiknya menggunakan pengaturan waktu
pada 1/10, 1/20, 1/30 & 1/40 untuk peralatan dengan phasa tunggal. Untuk
peralatan dengan fassa tiga atau hight frequency generator. Produksi sinar-X sudah
konstan, sehinnga gambaran spining top akan berupa busur melingkar dan bahan
gambaran titik. Karena alasan ini maka alat manual spining top tidak bisa
digunakan, dan harus menggunakan alat ukur yang dilengkapi dengan penggerak
motor elektrik (syncronous spining top devices).
2. Tube Current consistency (mAs Reciprocity)
mA selektor pada generator sinar-X adalah digunakan untuk mengatur
temperatur filamen tabung sinar-X, sepanjang waktu eksposi radiasi terjadi. Lebih
penting lagi mA selektor menentukan kuantitas dari radiasi sinar-X yang terjadi
dalam suatu berkas sinar. Dengan demikian maka akurasi nilai mA yang dipilih
adalah sama pentingnya dengan akurasi timer eksposi (waktu eksposi). Satu
metode untk pengujian akurasi mA yang dapat dilakukan adalah dengan membuat
satu eksposi radiasi sambil mencermati mas meter pada panel kontrol. Metode
terbaik selain ini adalah dengan menguji resiprok dan kelinieran dari mA.
mA selektor pada generator sinar-X adalah digunakan untuk mengatur
temperatur filamen tabung sinar-X, sepanjang waktu eksposi radiasi terjadi. Lebih
penting lagi mA selektor menentukan kuantitas dari radiasi sinar-X yang terjadi
dalam suatu berkas sinar. Dengan demikian maka akurasi nilai mA yang dipilih
adalah sama pentingnya dengan akurasi timer eksposi (waktu eksposi). Satu
metode untk pengujian akurasi mA yang dapat dilakukan adalah dengan membuat
satu eksposi radiasi sambil mencermati mas meter pada panel kontrol. Metode
terbaik selain ini adalah dengan menguji resiprok dan kelinieran dari mA.
Reciprocity varience = ( mR/mAs max-mR/mAs min) : 2
mR/mAs rata-rata
Variasi resiproksiti masih diperkenankan pada prosentase ± 10 %
Dikatakan bahwa resiprok generator adalah baik bila perhitungan variancenya
adalah lebih kecil dari 10 %. Alat untuk mengukur eksposi dan mengitung resiprok
dapat mengunakan dosimeter saku atau menggunakan Al.
Pengujian terhadap Reciprocity dari suatu berkas sinar-X dapat dilakukan dengan
menggunakan alat QC. Sbagai contoh, reciprocity dapat di ketahui dengan
mengukur pervandingan DO dari radiograf Al-steps (1100 alloys), Electrometer
atau digital full function meter. Sementara itu, Linierity dapat diketahui dengan
menggunakan Pocket dosimeter, Electrometer atau digital full function meter. Ada
tiga langkah yang diperlukan untuk suatu Program Kendali Mutu (QCP), yakni :
a. uji penerimaan (Acceptance Testing);
Pengujian pertama yang dilakukan adalah Acceptance Testing yang
meliputi pengujian terhadap tabung kolimasi : iluminasi lampu kolimator,
berkas cahaya lampu kolimasi, kesamaan berkas cahaya kolimasi; pengujian
terhadap tabung pesawat sinar-X :kebocoran rumah tabung, tegangan tabung,
waktu eksposi; pengujian terhadap generator pesawat sinar-X teridiri dari
output radiasi, reproduksibilitas, half value layer; pengujian terhadap
automatic exposure control : kendali paparan/densitas standar, penjejakan
ketebalan pasien dan kilovoltage, waktu tanggap minimum.
b. Pemantauan Kinerja Rutin (Routine Performance monitoring);
c. Langkah ketiga Perbaikan (Maintenanc)
D. Langkah-langkah Pengujian Timer Accuracy dan mA Linearity
Pengujian arus tabung (mA) dilakukan dengan menggunakan kV yang tetap
yaitu 80 kV dan s yang tetap yaitu 125 mS dengan variasi mA, bahwa dengan
menggunakan mA yang bervariasi dan waktu eksposi yang tetap maka diperoleh
hasil perkalian mAs sesuai dengan pangaturan arus tabung (mA) dan waktu (mS).
Hal ini berarti keluaran untuk arus tabung masih sesuai dengan pengaturannya.
Bahwa dengan menggunakan s yang bervariasi dan kV yang tetap maka diperoleh
selisih waktu terbesar adalah 9,6000% dan selisih waktu terkecil 0,0938%. Hal ini
masih dalam batas penerimaan karena masih dibawah 10%.
Pada pengujian mAs Linieritas digunakan pengaturan kV sebesar 80 kV dan
penggunaan nilai mAs yang bervariasi, diperoleh nilai exposure yang makin besar
pada penggunaan waktu yang makin besar dengan nilai mA yang tetap, sedangkan
dengan waktu yang tetap dan variasi mA maka diperoleh exposure (mGy) yang
makin besar pada penggunaan mA yang makin besar. Sehingga dapat dikatakan
arus tabung ini masih bisa diterima, dari hasil yang didapat diketahui nilai x
maksimumnya adalah 55,89 dan nilai x minimumnya adalah 49,36. Sehingga kita
dapat menghitung nilai koefisien linieritasnya menggunakan rumus.
Hasil koefisien linieritas pada pengujian mAs liniearity pada Pesawat Sinar-X
Merk GE Model XR 6000 di laboratorium JTRR Semarang sebesar 0,06 artinya
pesawat sinar-x Merk GE Model XR 6000 dapat diterima karena koefisien
linieritasnya kurang dari 0,1. Dapat diketahui pada kolom paparan mempunyai
nilai yang selalu mengalami kenaikan dengan bertambahnya nilai mAs yang diatur
akan tetapi pada kolom paparan per mAs cenderung menghasilkan nilai yang
konstan, dapat dilihat hubungan antara kenaikan mAs dengan nilai paparan per
mAs cenderung konstan. Nilai paparan per mAs tidak mengalami kenaikan
maupun penurunan yang signifikan walaupun nilai mAs dinaikkan, dapat diketahui
hubungan antara kenaikan mAs dengan paparan. Dari grafik yang dihasilkan
mengalami kenaikan yang artinya dengan bertambahnya pula nilai paparan
radiasinya. Nilai paparan radiasi berbanding lurus dengan nilai mAs.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pemaparan pada bab sebelumnya maka dapat kesimpulan bahwa :
1. Peningkatan arus atau waktu akan meningkatkan kuantitas radiasi,
oleh karena itu jumlah radiasi dalam suatu pemeriksaan dinyatakan
sebagai mA.
2. Kenaikan mAs dapat mempengaruhi banyaknya jumlah elektron yang
dihasilkan dan banyaknya foton sinar-x yang dihasilkan.
3. Pengujian terhadap Reciprocity dari suatu berkas sinar-X dapat
dilakukan dengan menggunakan alat QC.
4. Dalam pengujian arus tabung (mA) dapat dilakukan dengan
menggunakan kV yang tetap yaitu 80 kV dan s yang tetap yaitu 125
mS dengan variasi mA, bahwa dengan menggunakan mA yang
bervariasi dan waktu eksposi yang tetap maka diperoleh hasil
perkalian mAs sesuai dengan pangaturan arus tabung (mA) dan waktu
(mS).
A. Saran
Dalam pengujian arus tabung (mA) sebaiknya dilakukan dengan
menggunakan kV yang tetap dan s yang tetap, dengan menggunakan waktu
eksposi yang tetap maka dapat diperoleh hasil perkalian mAs sesuai dengan
pengaturan arus tabung (mA) dan waktu (mS).

8
DAFTAR PUSTAKA

Bushong, S. C. 2001. Radiologic Science for


Technologist: Physic, Biology and Protection, Seventh Edition. Toronto :
Mosby Co.Gray, Joel E. 1 9 8 3 . Qua lity Control in
Diagnostic Imaging : A Quality Control Cook book. Maryland :
Aspen Publisers Inc.
Keputusan Kepala Badan Pengawas
Tenaga Nuklir Nomor 01-P/Ka-BAPETEN/I-03 Tahun 2003.
Tentang Pedoman Dosis Pasien Radiodiagnostik.
National Council on Radiation Protection
and Measurements Report No:99, 1995. Quality assurance for
diagnostic imaging equipment: recommendations of the National
Council on Radiation Protection and Meaeurements.
Papp, Jeffrey. 2006. Quality Manajement in
The Imaging Science. St. Louis : Mosby Inc.
Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga
Nuklir. Nomor 9 Tahun 2011 : Tentang Uji Kesesuaian Pesawat
Sinar-X Radiologi Diagnostik dan Intervensional.
Keputusan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir
Nomor 01 - P/Ka -BAPETEN/I-03 Tahun 2003.
Tentang Pedoman Dosis Pasien Radiodiagnostik.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 1250/MENKES/SK/XII/2009.
Tentang Pedoman Kendali Mutu (Quality Control) Peralatan Radiodiagnostik.