Anda di halaman 1dari 8

Teknik Dokumentasi,

Menurut Sugiyono (2013:240) dokumen merupakan catatan peristiwa yang


sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya
monumental dari seorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan
harian, sejarah kehidupan (life histories), ceritera, biografi, peraturan, kebijakan.
Dokumen yang berbentuk gambar misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain.
Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, yang dapat berupa gambar,
patung, film dan lain-lain. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan
metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.

Dokumen yang dapat digunakan dalam pengumpulan data dibedakan


menjadi dua, yakni:
a. Dokumen primer
Dokumen primer adalah dokumen yang ditulis oleh orang yang langsung
mengalami suatu peristiwa, misalnya: autobiografi
b. Dokumen sekunder
Dokumen sekunder adalah dokumen yang ditulis berdasarkan oleh laporan/ cerita
orang lain, misalnya: biografi.

Menurut Sugiyono (2011). Perlu dicermati bahwa tidak semua dokumen memiliki
kredibilitas yang tinggi sebagai contoh banyak foto yang tidak mencerminkan
keadaan aslinya karena foto dibuat untuk kepentingan tertentu demikian juga
autobiografi yang ditulis untuk dirinya sendiri sering subjektif

Dari berbagai keterangan di atas, maka dapat ditarik benang merahnya bahwa
dokumen merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian,
baik berupa sumber tertulis, film, gambar (foto), dan karya-karya monumental, yang
semuanya itu memberikan informasi bagi proses penelitian.

A. ASPEK TEKNIS

Definisi Teknik analisis data adalah kegiatan analisis-analisis dalam penelitian


yang dilakukan dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari instrumen
penelitian, yang terdiri dari cacatan, rekaman, dokumen, tes, dan lain sebaginya
(Moelang, 2007.).

Tahapan analisis data kualitatif, antara lain adalah sebagai berikut.

 Membaca dan mempelajari data, termasuk di datamnya menandal kata-kata


kunci serta gagasan yang ada dalam data.
 Mempelajari kata kunci dan berusaha menemukan tema dan data yang telah
terkumpul.
 Menuliskan tema atau model yang ditemukan.
 Membuat koding atas data tersebut.

Model analisis dalam penelitian kualitatif biasanya meliputi empat komponen


yaitu pengumpulan data, reduksi data (reduction), sajian data (display), dan verifikasi
data atau penarikan kesimpulan (conclusion drawing). Keterkaitan empat komponen
tersebut ditunjukkan secara interaktif dalam proses pengumpulan data sehingga
kegiatan dilakukan secara berkelanjutan. Terdapat keempat komponen dalam
teknik analisis data kualitatif t, antara lain adalah sebagai berikut;

 Pengumpulan data. Pada tahap ini, peneliti mengumpulkan seluruh catatan


lapangan yang telah dibuat berdasarkan wawancara dan pengamatan yang
telah dilakukan.
 Reduksi dan kategonisasi data. Pada tahap ini dilakukan proses
penyederhanaan dan pengkategorian data.
 Display data, merupakan proses menampilkan data hasil reduksi dan
kategorisasi dalam matriks berdasarkan kritenia tertentu.
 Penarikan kesimpulan, apabila hasil display data menunjukkan bahwa data
yang diperoleh telah cukup dan sesuai dengan informasi yang dibutuhkan,
dimulailah penarikan kesimpulan menggunakar teori dan hasil data di
lapangan (Moeloeng, 2004).

Dari penjelasan diatas, maka dalam mengolah data kualitatif, peneliti dituntut
memiliki kemampuan mengumpulkan data. kreativitas, kepekaan mengorganisasi
data secara lengkap, kemampuan untuk menelaah masalah secara mendalam,
menafsirkan data secara togis, dan mengungkapkan dalam kalimat yang konsisten
serta sistematis.

ASPEK SOSIAL

Menurut Nanang Martono, 2014. Perilaku sosial yang memiliki gejala yang tampak
dapat diamati dapat konsep dan dapat diukur sebagai variabel-variabel yang muncul
di masyarakat merupakan wilayah penelitian kuantitatif sehubungan dengan itu
maka lingkup penelitian penelitian kuantitatif sebagaimana juga penelitian dalam
keilmuan social.Suatu penelitian sosial juga dapat mengkonsentrasikan
perhatiannya pada hubungan antar komponen, antara lain:

 individu dengan kelompok


 individu dengan pranata sosial
 individu dengan masyarakat
 individu dengan kebudayaan
 kelompok dengan pranata sosial
 kelompok dengan masyarakat
 kelompok dengan kebudayaan
 pranata sosial dengan masyarakat
 pranata sosial dengan kebudayaan
 masyarakat dengan kebudayaan

Dampak sosial dengan adanya suatu proyek atau investasi meliputi :


1) Komponen Demografi
a. Struktur penduduk
b. Tingkat pendapatan penduduk.
c. Pertumbuhan penduduk.
d. Tenaga kerja.

2) Komponen Budaya
a. Kebudayaan (adat istiadat, nilai dan norma budaya)
b. Proses sosial.
c. Warisan budaya .
d. Sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana usaha atau kegiatan.
e. Perubahan kelembagaan masyarakat di bidang ekonomi seperti pendidikan,
agama dan keluarga.
f. Perubahan pelapisan sosial berdasarkan pendidikan, ekonomi, pekerjaan
dan kekuasaan.
g. Perubahan kekuasaan dan kewenangan melalui kepemimpinan formal dan
informal, mekanisme pengambilan keputusan di kalangan individu yang
dominan, pergeseran nilai kepemimpinan.
h. Kemungkinan terjadinya tingkat kriminalitas dan konflik antar warga asli
dengan pendatang.
i. Perubahan adaptasi ekologis.

3) Kesehatan masyarakat
a. Parameter lingkungan masyarakat yang diperkirakan terkena dampak
rencana pembangunan dan berpengaruh terhadap kesehatan.
b. Proses dan potensi terjadinya pencemaran.
c. Potensi besarnya dampak timbulnya penyakit(angka kesakitan dan
angka kematian).
d. Kondisi lingkungan yang dapat memperburuk proses penyebaran penyakit.
e. Perubahan sumber daya kesehatan masyarakat.
f. Perubahna kondisi sanitasi lingkungan.
g. Perubahan status gizi masyarakat.
h. Perubahan kondisi lingkungan yang dapat mempermudah proses
penyebaran penyakit ( Kasmir, 2003 )

ASPEK EKONOMI
Setiap usaha yang dijalankan, tentunya akan memberikan dampak positif dan
negative. Dampak posittif dan negative ini akan dapat dirasakan oleh berbagai
pihak, baik bagi perusahaan itu sendiri, pemerintah, ataupun masyarakat luas.
Dalam aspek ekonomi dan social dampak positif yang diberikan dengan adanya
investasi lebih ditekankan kepada masyarakat khususnya dan pemerintah
umumnya.Bagi masyarakat adanya investasi ditinjau dari aspek ekonomi adalah
akan memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatannya. Sedangkan bagi
pemerintah dampak positif yang diperoleh adalah aspek ekonomi memberikan
pemasukan berupan pendapatan baik bagi pemerintah pusat maupun pemerintah
daerah.Lebih dari itu yang terpenting adalah ada yang mengelola dan mengatur
sumber daya alam yang belum terjamah. Sebaliknya, dampak negative pun tidak
akan terlepas dari aspek ekonomi, misalnya pekerja dari luar daerah sehingga
mengurangi peluang bagi masyarakat sekitarnya. Dampak positif dari aspek social
bagi masyarakat secara umum adalah tersedianya sarana dan prasarana yang
dibutuhkan, seperti pembangunan jalan, jembatan, listrik dan sarana lainnya.
Kemudian bagi pemerintah dampak negatif dari aspek social adanya perubahan
demografi di suatu wilayah, perubahan budaya dan kesehatan masyarakat. Dampak
negative dalam aspek social termasuk terjadinya perubahan gaya hidup, budaya,
adat istiadat dan struktur sosial lainnya ( Abdillah, 2013).

Dampak positif dari aspek ekonomi dengan adanya suatu proyek atau usaha
meliputi :
1. Dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga melalui :
a. Terbukanya kesempatan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekaligus
mengurangi angka pengangguran.
b. Tersedianya sarana dan prasarana umum yang kelak akan dbisa berguna
untuk masyarakat banyak juga pemerintah berupa : jalan raya, listrik,
sekolah,masjid dan lain-lain.
c. Tersedianya beragam produk barang dan jasa di masyarakat, sehingga
meningkatkan persaingan dalam menciptakan dan memenuhi kebutuhan
masyarakat.

2. Menggali, mengatur dan menggunakan ekonomi sumber daya alam melalui :


a. Penggunaaan lahan yang efisien dan efektif
b. Peningkatan nilai tambah sumber daya alam
c. Membangkitkan lahan tidur
d. Peningkatan sumber daya alam yang belum terjamah
e. Pemilikan dan penguasaaan sumber daya alam yang teratur.

3. Meningkatkan perekonomian pemerintah yaitu:


a. Menambah peluang dan kesempatan kerja bagi masyarakat.
b. Pemerataan pendistribusian pendapatan.
c. Meningkatkan devisa negara.
d. Memperoleh pendapatan berupa pajak dari sumber-sumber yang dikelola
oleh perusahaan.
e. Memberikan nilai tambah proses manufaktur.
f. Menambah jenis dan jumlah aktivitas ekonomi nonformal di masyarakat.
g. Menimbulkan efek ganda ekonomi.
h. Peningkatan produk domestic regional bruto (PDRB).
i. Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
j. Menambah pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di daerah tertentu.
k. Menyediakan fasilitas umum yangb sangat dibutuhkan masyarakat.
l. Menghemat devisa apabila produk dan jasa yang dihasilkan dapat
mengurangi pemakaian impor barang dan jasa dari luar negeri.
4. Pengembangan wilayah
a. Meningkatan pemerataan pembangunan( dengan prioritas daerah tertentu).
b. Membuka isolasi wilayah dan cakrawakala pemikiran masyarakat dengan
masuknya pembangunan.
c. Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
d. Terbuka lingkungan pergaulan dengan adanya pembukaan suatu wilayah.

Dampak negatif yang mungkin timbul dari aspek ekonomi :


a. Eksplorasi sumberdaya yang berlebihan.
b. Masuknya pekerja dari luar yang mengurangi kesempatan atau peluang kerja
bagi masyarakat sekitar ( Kasmir. 2003).

Jadi, dalam aspek ekonomi dan social yang perlu di telaah apakah jika usaha atau
proyek dijalankan akan memberikan manfaat secara ekonomi dan sosial kepada
berbagai pihak atau sebaliknya. Oleh karena itu, aspek ekonomi dan social ini perlu
dipertimbangkan, karena dampak yang akan ditimbulkan nantinya sangat luas
apabila salah dalam melakukan penilaian.Diharapkan dari aspek ekonomi dan
sosial, yanga akan dijalankan akan memberikan dampak yang positif lebih banyak.
Artinya, dengan berdirinya usaha atau proyek secara ekonomi dan sosial lebih
banyak memberikan manfaat di bandingkan kerugiannya.

NPV (NET PRESENT VALUE)

NPV merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah


didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital sebagai diskon
faktor, atau dengan kata lain merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa
yang akan datang yang didiskontokan pada saat ini. Untuk menghitung NPV
diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan pemeliharaan
serta perkiraan manfaat/benefit dari proyek yang direncanakan. Jadi perhitungan
NPV mengandalkan pada teknik arus kas yang didiskontokan.

Menurut Kasmir (2003:157) Net Present Value (NPV) atau nilai bersih
sekarang merupakan perbandingan antara PV kas bersih dengan PV Investasi
selama umur investasi. Sedangkan menurut Ibrahim (2003:142) Net Present Value
(NPV) merupakan net benefit yang telah di diskon dengan menggunakan social
opportunity cost of capital (SOCC) sebagai discount factor.

Langkah menghitung NPV:

1. Tentukan nilai sekarang dari setiap arus kas, termasuk arus masuk dan arus
keluar, yang didiskontokan pada biaya modal proyek,
2. Jumlahkan arus kas yang didiskontokan ini, hasil ini didefinisikan sebagai NPV
proyek,
3. Jika NPV adalah positif, maka proyek harus diterima, sementara jika NPV
adalah negatif, maka proyek itu harus ditolak. Jika dua proyek dengan NPV
positif adalah mutually exclusive, maka salah satu dengan nilai NPV terbesar
harus dipilih .

NPV sebesar nol menyiratkan bahwa arus kas proyek sudah mencukupi
untuk membayar kembali modal yang diinvestasikan dan memberikan tingkat
pengembalian yang diperlukan atas modal tersebut. Jika proyek memiliki NPV
positif, maka proyek tersebut menghasilkan lebih banyak kas dari yang dibutuhkan
untuk menutup utang dan memberikan pengembalian yang diperlukan kepada
pemegang saham perusahaan.

Keunggulan NPV = menggunakan konsep nilai waktu uang (time value of money).

–> Maka sebelum penghitungan/penentuan NPV hal yang paling utama


adalah mengetahui atau menaksir aliran kas masuk di masa yang akan datang dan
aliran kas keluar.

Di dalam aliran kas ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

1. Taksiran kas haruslah didasarkan atas dasar setelah pajak,


2. Informasi terebut haruslah didasarkan atas “incremental” (kenaikan atau
selisih) suatu proyek. Jadi harus diperbandingkan adanya bagaimana aliran
kas seandainya dengan dan tanpa proyek. Hal ini penting sebab pada proyek
pengenalan produk baru, bisa terjadi bahwa produk lama akan “termakan”
sebagian karena kedua produk itu bersaing dalam pemasaran,
3. Aliran kas ke luar haruslah tidak memasukkan unsur bunga, apabila proyek itu
direncanakan akan dibelanjai/didanai dengan pinjaman. Biaya bunga tersebut
termasuk sebagai tingkat bunga yang disyaratkan (required rate of return)
untuk penilaian proyek tersebut. Kalau kita ikut memasukkan unsur bunga di
dalam perhitungan aliran kas ke luar, maka akan terjadi penghitungan ganda.
DAFTAR PUSTAKA

Abdillah, Titis Bonang. 2013.”Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pergantian


KAP”.Skripsi.Diponegoro:Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Diponegoro.

Kasmir. 2003. Bank Dan Lembaga Keuangan lainnya. Jakarta: PT Raja


GrafindoPersada

Moleong, Lexy J, 2004, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja


Rosdakarya Bandung. Hal. 248.

Moleong, Lexy J. (2007) Metodologi Penelitian Kualitatif, Penerbit PT Remaja


RosdakaryaOffset, Bandung

Nanang Martono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif: Analisis Isi dan Analisis Data
Sekunder. Depok: PT Rajagrafindo Persada

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Administratif. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,


dan R&D. Bandung: Alfabeta.