Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

BIOKIMIA

Judul Praktikum : PERAGIAN ALKOHOL

Nama : Ai Tania Dewi (24041216271)


Kelas/Semester : F/5
Kelompok/Kloter :4
Tanggal Praktikum : 1 Desember 2018

PROGRAM STUDI S1 FARMASI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS GARUT
2019
PERAGIAN ALKOHOLIK

Tanggal Percobaan : 8 Desember 2018

Tanggal Laporan : 12 Januari 2019

A. Tujuan

Mahasiswa diharapkan mampu memahami:

1. Pengaruh inhibitor pada proses enzimatik

2. Pengaruh temperatur pada permentasi.

B. Prinsip Percobaan

Proses peragian alkoholik berasal dari jalur metabolisme karbohidrat secara

enzimatik. Dimana glukosa yang berasal dari makanan ditambah ragi sehingga

menghasilkan alkohol dan CO2. Berdasarkan reaksi glikolisis, dimana glukosa

diubah menjadi dua molekul piruvat melalui 10 tahapan reaksi enzimatik,

berdasarkan reaksi dekarboksilasi piruvat, dimana piruvat diubah menjadi

asetaldehid dan CO2 dengan bantuan enzim piruvat dekarboksilase, dan

berdasarkan reaksi dehidrogenasi asetaldehid, dimana asetaldehid diubah menjadi

alkohol (etanol) dengan bantuan enzim alkohol dehidrogenase.

C. Dasar Teori

Proses permentasi (peragian) alkoholik dimana glukosa diubah menjadi

alkohol dan CO2, bukanlah merupakan suatu reaksi biasa yang sederhana,

melainkan suatu rangkaian beberapa reaksi enzimatik yang terdapat pada ragi. Ragi,
Saccharomyces cereviseae merupakan suatu mikroorganisme (fungi) yang

memiliki bermacam-macam enzim yang dapat melakukan reaksi-reaksi enzimatik.

Dalam sel ragi dan mikroorganisme lain yang dapat memfermentasikan

glukosa menjadi alkohol dan CO2, jalur enzimatik dari pemecahan glukosa hampir

identik dengan glikolisis anaerobik yang terjadi pada otot, kecuali pada reaksi yang

dikatalis oleh laktat dehidrogenase.

Sebelum diubah menjadi alkohol (etanol) glukosa diubah dahulu menjadi

piruvat melalui sepuluh tahap reaksi enzimatik (glikolisis). Piruvat ini selanjutnya

mengalami perubahan yang berbeda tergantung dari kondisi metaboliknya.

Glukosa

Glikolisis (10 tahap reaksi enzimatik)

Aerobik 2 Piruvat Anaerobik

O2 aerobik

2 etanol + 2CO2 CO2 2 Laktat

Fermentasi alkoholik Fermentasi Laktat

(Peragian) 2 Asetil-KoA (Pada otot aktif)

O2

Siklus Asam Sitrat

4CO2 + 4H2O

Gambar 5.1 Jalur Metabolisme Karbohidrat


Glukosa
ATP The Glycolytic Pathway
Glukokinase/heksokinase
ADP

Glucose-6-phosphate

Glucose 6-phosphate isomerase

Fructose 6-phosphate
ATP
Phosphofructokinase
ADP

Fructose 1,6-diphosphate

Aldolase

Glyceraldehide-3-phosphate dihydroxyacetone phosphate


Glyceraldehide NAD+ + P
3-phospate Triosephosphate isomerase
dehidrogenase NADH + H+

1,3-diphosphoglycerate
Phosphoglycerat ADP
kinase
ATP

3-phosphoglycerate
Phosphoglycerat
mutase
2-phosphoglycerate

Enolase H2O

Phosphoenolpyruvate
Pyruvate ADP
kinase
ATP
Pyruvate

Gambar 5.2 Reaksi enzimatik yang terjadi pada proses glikolisis terdiri atas dua

fase.
Tahap-tahap reaksi enzimatik sampai terbentuknya piruvat baik pada

permentasi laktat maupun pada fermentasi alkoholik adalah sama. Akan tetapi pada

tahap berikutnya, untuk fermentasi laktat pada otot aktif piruvat diubah menjadi

laktat oleh enzim laktat dehidrogenase.

CH3 CH3

Laktat dehidrogenase
C + NADH + H+ HO C H + NAD+
O
COO- COO-
Piruvat Laktat

Pada fermentasi alkoholik, sel ragi mengandung dua macam enzim yang spesifik,

yaitu:

1. Piruvat dekarboksilase, akan mengubah piruvat menjadi asetaldehid

CH3 CH3

Piruvat dekarboksilase
C + H2O C + CO2

O O
COO- H
Piruvat Asetaldehid

2. Alkohol dehidrogenase, akan mengubah asetaldehid menjadi alkohol (etanol)

CH3 CH3

Alkohol dehidrogenase
+
C O + NADH + H CH2 + NAD+

H OH

Asetaldehid Etanol
Dalam tahap-tahap reaksi enzimatik di atas ada beberapa zat yang dapat

menghambat jalannya reaksi (inhibitor), misalnya iodoasetat akan menghambat

kerja enzim gliseraldehid fosfat dehidrogenase, sedangkan ion fluorida dan fosfat

akan menghambat aktivitas enzim enolase, dan lain-lain.

Dalam percobaan ini akan diteliti bagaimana pengaruh:

 Temperatur terhadap proses fermentasi, dan

 Zat penghambat (inhibitor) terhadap aktivitas enzim yang bekerja pada proses

fermentasi alkoholik.

D. Alat dan Bahan

ALAT BAHAN

 Tabung Reaksi  Larutan/suspensi ragi (100mg

 Tabung Durham ragi/ml air)

 Pipa L  Larutan makanan (9% gula +

 Pipet 0,04M ammonium sulfat dalam

 Gelas Kimia buffer asetat 0,015M)

 Kasa & Kaki tiga  Larutan NaOH 2N & 1N

 Lampu spirtus  Larutan KI-I2

 Penangas air  Larutan KF

 Inkubator  Es
E. Prosedur Kerja

Tabung A Tabung B

 + 8 mL larutan makanan  + 8 mL larutan makanan

 + 1 mL H2O  + 1 mL H2O

 + 1 mL suspensi ragi  + 1 mL suspensi ragi

 Masukkan tabung durham*  Masukkan tabung durham

 Simpan dalam lemari es selama 1,5  Taruh dalam inkubator 37 °C selama

jam 2,5 jam

 Taruh dalam inkubator 37 °C selama  + 2 mL air. NaOH 2N (perhatikan gas

1 jam yang terbentuk sebelum dan setelah

penambahan NaOH)

Tabung C Tabung D

 + 8 mL larutan makanan  + 8 mL larutan makanan

 + 1 mL H2O  + 1 mL H2O

 + 1 mL suspensi ragi  + 1 mL suspensi ragi yang telah

 Masukkan tabung durham dididihkan

 Taruh dalam inkubator 37 °C selama  Masukkan tabung durham

2,5 jam  Taruh dalam inkubator 37 °C selama

 Adanya alkohol (etanol) diuji dengan 2,5 jam

uji iodoform (lihat keterangan)**  Perhatikan yang terjadi


Tabung E

 + 8 mL larutan makanan

 + 1 mL H2O

 + 1 mL suspensi ragi

 + 1 mL larutan KF

 Masukkan tabung durham

 Taruh dalam inkubator 37 °C selama

2,5 jam

 Perhatikan yang terjadi

Sediakan 5 tabung reaksi kemudian lakukan seperti pada tabel

Keterangan:

* Tanyakan cara memasukkan tabung Durham kepada asisten yang bertugas

** Tabung C dihubungkkan melalui pipa L dengan tabung F yang berisi larutan

NaOH 1N + larutan KI-I2 jenuh, perhatikan warna coklat muda dan bau khas

dari iodoform yang terbentuk pada tabung F.

Perhatikan agar campuran dalam tabung benar-benar homogen.

Gambar 5.3 Uji Iodoform


F. Data Pengamatan

Tabung A - Terdapat gelembung gas

- Sebelum ditambah NaOH terdapat gelembung

Tabung B gas.

- Setelah ditambah NaOH gelembung gas hilang.

- Setelah inkubasi ada gelembung gas.

- Setelah diuji iodoform menghasilkan bau


Tabung C
seperti antiseptik betadine menandakan positif

terdapat alkohol.

- Tidak terdapat gelembung gas, karena

Tabung D pemanasan menyebabkan reaksi enzimatis

terhenti.

- Dalam tabung durham tidak terdapat

Tabung E gelembung menandakan aktivitas enzim

terhenti dengan penambahan inhibitor.

G. Pembahasan

Pengujian reaksi peragian alkoholik dilakukan dengan beberapa metode. Pada

tabung A reaksi enzimatik berlangsung normal dimana setelah inkubasi

terdapat gelembung gas CO2 . Pada tabung durham. Pada tabung B sebelum

penambahan larutan Naoh terdapat gelembung gas CO2 pada tabung durham

tetapi ketika dilakukan penambahan NAOH gelembung gas menghilang karena

CO2 bereaksi dengan NAOH menjadi endapan NaHco3.


H. Pertanyaan dan Jawaban

1. Jelaskan cara untuk membuktikan bahwa pada proses peragian alkoholik

dihasilkan etanol dan gas CO2!

2. Hitung berapa ATP total yang dihasilkan pada proses peragian alkoholik!

3. Jelaskan bagaimana pengaruh penambahan KF terhadap proses peragian

alkoholik!

Jawab:

1. Melihat adanya gelembung pada tabung  positif CO2.

Dengan uji iodoform, jika ada etanol akan tercium bau iodoform/antiseptik

dan terjadi perubahan warna.

2. Reaksi peragian alkoholik menghasilkan 2 ATP.

3. Pengaruh KF menghambat kerja enzim dalam proses glikolisis, sehingga

CO2 yang terbentuk dalam tabung sedikit.

I. Pustaka

Nelson, D. C. & Cox, M. M. (2008). Lehninger Principles of Biochemistry. 5th ed.

Worth Publishing, New York.

McKee, T., & McKee, J. R. 1999. Biochemistry an introduction. 2nd ed. McGraw-

Hill. New York.

Murray, K. Robert, dkk. 2003. Biokimia Harper. Jakarta; EGC.


LAMPIRAN