Anda di halaman 1dari 14

TUGAS TEKNIK PENGEBORAN MIGAS

PERENCANAAN KOLAM LUMPUR PENGEBORAN

Disusun sebagai syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknik Pengeboran
Migas pada Jurusan Teknik Pertambangan

Oleh :

Sandy Widodo
(03021381621095)

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-NYA
sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas paper ini tepat pada waktnya. Tidak
lupa penulis juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang
telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun
pikirannya.

Besar harapan penulis semoga paper ini dapat menambah pengetahuan


dan pengalaman bagi penulis khusunya dan bagi para pembaca, serta untuk ke
depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi paper ini agar
menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman penulis, sehingga


masih banyak kekurangan dalam penulisan paper ini, Oleh karena itu penulis
sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan paper ini.

Palembang, Desember 2018

Penulis
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kolam pengendapan lumpur pemboran merupakan wadah bagi lumpur


yang digunakan dan timbul saat proses pengeboran berlangsung. Lumpur
pengeboran tak akan terpisahkan dari pengeboran itu sendiri karena lumpur
mengambil peran yang sangat penting didalamnya. Pengeboran sendiri memiliki
makna kegiatan pembuatan lubang sumur dengan alat bor untuk mencari,
mengeluarkan atau memasukkan fluida formasi. Fluida formasi yang dimaksud
bisa berupa minyak, air ataupun lumpur.

Lumpur pengeboran menurut Badu (1986) adalah cairan yang berbentuk


lumpur yang dibuat dari campuran fluida cair, padat dan kimia. Fluida merupakan
bahan dasar lumpur yang digunakan pada pengeboran. Zat padat yang digunakan
merupakan zat padat pengontrol densitas dan pengontrol viscositas.. Sedangkan
zat kimia dapat berupa zat padat atau zat cair yang berperan dalam mengontrol
sifat-sifat lumpur agar sesuai yang di harapkan. Sifat-sifat lumpur harus
disesuaikan dengan kondisi formasi batuan yang akan ditembus. Karena sifat
lapisan atau formasi yang akan ditembus bermacam-macam atau berubah-ubah,
maka untuk mengubah sifat lumpur dilakukan dengan menambah zat kimia yang
sesuai. Untuk itu, pengukuran sifat lumpur harus selalu dilakukan baik ketika
masuk lubang maupun keluar.

Secara umum lumpur pemboran yang baik adalah lumpur pemboran yang
memiliki zat tambahan yang minimum sehingga memudahkan maintenance dan
kontrol dari karakteristik lumpur. Lumpur diharapkan memiliki sifat flexibel
sehingga memudahkan perubahan ketika ditemukan suatu permasalahan.
Perencanaan pembuatan lumpur pemboan dimulai dengan akuisisi data yang
berkaitan dengan geologi dan semua yang berkaitan dengan sumur termasuk
tekanan pori, karakteristik formasi, lokasi adanya aliran air asin bawah tanah,
gradient patahan dan hal lainnya.
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa defenisi dan fungsi kolam pengendapan lumpur pemboran ?


2. Bagaimana mekanisme kerja pada mud pit?
3. Bagaimana mekanisme kerja pada reserved pit?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Mengetahui defenisi dan fungsi kolam pengendapan lumpur pemboran.


2. Mengetahui mekanisme kerja pada mud pit.
3. Mengetahui mekanisme kerja pada reserved pit.

BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Definisi dan Fungsi Kolam Pengendapan


2.1.1 Definisi Kolam Pengendapan
Kolam pengendapan untuk lumpur pengeboran, adalah kolam yang dibuat
untuk menampung dan mengendapkan lumpur yang berasal dari proses kegiatan
pengeboran. Nantinya lumpur tersebut akan dilakukan penanganan atau treatment.
2.1.2 Fungsi Kolam Pengendapan
 Mengendapkan lumpur atau material padatan yang bercampur dengan air
yang disebabkan adanya aktivitas pengeboran.
 Sebagai tempat pengontrol kualitas dari lumpur yang akan dilakukan
penanganan dan perawatan.

2.2 Pembuatan bak lumpur / mud pit


 Fungsi : Tempat memnyimapan lumpur berbentuk corong yang terletak
disamping settling tank.
 Mekanisme Kerja: Mud Pit bekerja berdasarkan prinsip gravitasi yang
menyebabkan dapat meminimalkan jumlah pekerja dan
meningkatkan efisiensi dan keamanan.
 Gambar :

Mud pit terletak sebisa mungkin di dekat rig, atau tergantung pada kondisi
dan luas area pemboran. Fungsi mud pit adalah sebagai tempat penyimpanan
lumpur atau air (untuk pemboran panasbumi) dalam kegiatan pemboran. Air atau
lumpur yang terdapat di mud pit akan di pompa oleh mud pump dan melewati
berbagai peralatan pada sistem sirkulasi untuk kemudian kembali lagi ke mud pit.
untuk sirkulasi lumpur pemboran harus secepatnya dilakukan setelah
pembebasan tanaman atau mendapat ijin penggunaan lahan Ukuran mud pit = (2 x
2 x 1,5) m sebanyak 2 buah dengan bak kontrol berukuran (0,5 x 0,5 x 0,5) m dan
saluran sirkulasi (0,7 x 0,3) m. Pada tanah yang mudah runtuh, atau berpasir lepas,
tanah organik atau lanau, dinding bak diberi pasangan batu bata, ”sesek” atau cara
lain untuk mencegah keruntuhan dan menjamin kebersihan lumpur pemboran
karena runtuhan.

2.3 Pembuatan Reserved Pit


 Fungsi : Untuk menampung cutting dari dalam lubang bor dan kadang-
kadang untuk menampung kelebihan lumpur bor
 Mekanisme Kerja: Fluida pemboran dari dalam lubang bor disalurkan melalui
pipa-pipa menuju reserved pit. Reserved pit bekerja
berdasarkan prinsip gravitasi
 Gambar :

2.4 Teori Dasar Berkaitan Dengan Kolam Pengendapan Lumpur


Sistem sirkulasi pada operasi pemboran terdiri dari empat sub-komponen utama,
yaitu:
a. Fluida Pemboran (drilling fluid)
Ada tiga jenis fluida pemboran, yaitu :
 Water–based mud.
 Oil–based mud.
 Air or gas–based mud.
Fungsi utama lumpur pemboran adalah:
 Memberikan hydraulic horse power pada bit untuk membersihkan serbuk bor
(cutting) dari dasar lubang bor.
 Mengangkat cutting ke permukaan.
 Mengontrol tekanan formasi.
 Memberi dinding pada lubang bor dengan mud cake.
 Mendinginkan dan melumasi bit dan rangkaian pipa bor.
 Membawa cutting dan material-material pemberat pada suspensi bila sirkulasi
dihentikan sementara.
 Menahan sebagian berat drill pipe dan casing (Boyancy effect)
b. Tempat Persiapan (Preparation area)
Ditempatkan pada sistem sirkulasi yaitu dekat dengan pompa lumpur.
Tempat persiapan ini meliputi :
 Mud house
 Steel mud pits/tanks
 Mixing hopper
 Chemical mixing barrel
 Bulk mud storage bins
 Water tank
 Reserve pit
c. Peralatan sirkulasi (Circulation equipment)
Ditempatkan pada tempat yang strategis disekitar rig. Peralatan sirkulasi
ini meliputi:
 Discharge and return line.
 Stand pipe.
 Rotary house.
 Mud pumps.
 Special pumps and agitators.
 Steel mud pits/tanks.
 Reserve pit.
d. Conditioning Area
Ditempatkan di dekat rig, meliputi:
 Setting tanks
 Mud-gas Separator
 Shale Shaker
 Degasser
 Desander
 Desilter
2.5 Fluida Pemboran
Fluida pemboran merupakan suatu campuran (liquid) dari beberapa
komponen yang terdiri dari air (tawar atau asin), minyak, tanah liat (clay), bahan-
bahan kimia (chemical additives), gas, udara, busa maupun detergen. Di lapangan
fluida pemboran dikenal sebagai “lumpur” (mud).
2.5.1 Komposisi Lumpur Pemboran
Komposisi lumpur pemboran ditentukan oleh kondisi lubang bor dan jenis
formasi yang ditembus mata bor. Ada 2 (dua) hal penting dalam penentuan
komposisi lumpur pemboran, yaitu :
a. Semakin ringan dan encer suatu lumpur pemboran, semakin besar laju
perembesan
b. Semakin berat dan kental suatu Lumpur pemboran, semakin mudah untuk
mengontrol kondisi dibawah permukaan, seperti masuknya fluida formasi
bertekanan tinggi (dikenal sebagai “kick”). Bila keadaan ini tidak dapat
diatasi akan menyebabkan terjadinya semburan liar (blowout).
a. Water – Based Mud
Lumpur pemboran yang paling banyak digunakan adalah water-base mud
(80%). Komposisi lumpur ini terdiri dari air tawar atau air asin, clay dan chemical
additives. Komposisi ini ditentukan oleh kondisi lubang bor :
Pedoman operasional secara umum :
a. Surface drilling operations : digunakan lumpur biasa dengan sedikit additive.
b. Hard subsurface drilling operations : bila menembus formasi keras (porositas
tinggi) digunakan lumpur berat.
c. Soft subsurface drilling operations : bila menembus formasi bertekanan
tinggi (porositas tinggi), digunakan lumpur berat.
Water base mud merupakan jenis lumpur yang paling banyak umum
digunakan karena murah, mudah pengunaannya dan membentuk “filter cake”
(kerak lumpur) untuk mencegah runtuhnya dinding lubang bor.
b. Oil – Based Mud
Digunakan pada pemboran dalam, hotholes, formasi shale dan sebagainya.
Lumpur bor ini lebih mahal, tetapi akan mengurangi terjadinya korosi pada
rangkaian pipa bor.
C. Air or Gas – Based Mud
Keuntungan dari lumpur jenis ini terutama adalah dapat menghasilkan laju
pemboran yang lebih besar. Karena menggunakan kompresor, maka kebutuhan
peralatan dan ruang lebih sedikit.

2.5.2 Tempat Persiapan


Ditempatkan pada tempat dimulainya sistem sirkulasi. Tempat persiapan
lumpur pemboran terdiri dari peralatan-peralatan yang diatur untuk memberikan
fasilitas persiapan atau “treatment” lumpur bor.
Preparation area ini meliputi :
 Mud house, merupakan gudang untuk menyimpan additives.
 Steel mud pits/tank, merupakan bak penampung lumpur di permukaan yang
terbuat dari baja.
 Mixing hopper, merupakan peralatan yang digunakan untuk menambah
additives ke dalam lumpur.
 Chemical mixing barrel, merupakan peralatan untuk menambahkan bahan-
bahan kimia (Chemicals) ke dalam lumpur.
 Bulk storage bin, merupakan bin yang berukuran besar digunakan untuk
menambah additives dalam jumlah banyak.
 Water tank, merupakan tangki penyimpan air yang digunakan pada tempat
persiapan lumpur.
 Reserve pit, merupakan kolam yang besar digunakan untuk menyimpan
kelebihan lumpur.

2.5.3 Peralatan Sirkulasi


Peralatan sirkulasi merupakan komponen utama dalam sistem sirkulasi.
Peralatan ini mengalirkan lumpur pemboran dari peralatan sirkulasi, turun ke
rangkaian pipa bor dan naik ke annulus mengangkat serbuk bor ke permukaan
menuju conditioning area sebelum kembali ke mud pits untuk sirkulasi kembali.
Peralatan sirkulasi terdiri dari beberapa komponen khusus, yaitu :
 Mud Pit
 Mud Pump

 Pump Discharge and Return Lines


 Stand Pipe

 Rotary Hose

2.5.4 Conditioning Area


Ditempatkan di dekat rig.Area ini terdiri dari peralatan-peralatan khusus
yang digunakan untuk “Clean up” (pembersihan) lumpur bor setelah keluar dari
lubang bor. Fungsi utama peralatan-peralatan ini adalah untuk membersihkan
lumpur bor dari serbuk bor (cutting) dan gas-gas yang terikut.
Dua metode pokok untuk memisahkan cutting dan gas dari dalam lumpur bor,
yaitu :
1. Menggunakan prinsip gravitasi, dimana lumpur dialirkan melalui shale
shaker dan settling tanks
2. Secara mekanik, dimana peralatan-peralatan khusus yang dipasang pada
mud pits dapat memisahkan lumpur dan gas.

Peralatan Conditioning area terdiri dari :


a. Settling tanks, merupakan bak terbuat dari baja digunakan untuk menampung
lumpur bor selama conditioning.
b. Reserve pits, merupakan kolom besar yang digunakan untuk menampung
cutting dari dalam lubang bor dan kadang-kadang untuk menampung
kelebihan lumpur bor.
c. Mud-Gas separator, merupakan suatu peralatan yang memisahkan gas yang
terlarut dalam lumpur bor dalam jumlah yang besar.
d. Shale shaker, merupakan peralatan yang memisahkan cutting yang besar-
besar dari lumpur bor.
e. Desander, merupakan peralatan yang memisahkan butir-butir pasir dari
lumpur bor.
f. Desilter, merupakan peralatan yang memisahkan partikel-partikel cutting
yang berukuran paling halus dari lumpur bor.
g. Degasser, merupakan peralatan yang secara kontinue memisahkan gas
terlarut dari lumpur bor.
2.6 Perencanaan Lumpur Pengeboran

Susunan lumpur pemboran yang digunakan untuk suatu sumur bor ditentukan oleh
keadaan dan macam lapisan yang sedang dibor itu. Kompromi harus dicapai untuk
menetukan susunan sebenarnya, seperti dalam menentukan mata bor yang sesuai.
Pertimbangan harus diambil dalam menentukan susunan lumpur pemboran,
karena dua faktor utama yang mempersulit pemilihan itu, yaitu:

a. Semakin ringan dan cair suatu zat cair lumpur pemboran, semakin cepat
angka penembusannya; dan
b. Semakin kental dan berat suatu zat cair lumpur pemboran, semakin
mudah mengontrol akibat-akibat yang disebabkan oleh keadaan-keadaan
suatu lubang dibawah tanah yang tertentu. Seperti pengangguan yang
diakibatkan oleh pemasukan cairan lapisan bertekanan tinggi itu kedalam
sumur bor (yang disebut “kick”). Bila tidak diatur, keadaan ini dapat
mengakibatkan bencana yang terkenal sebagai “blow out”.

2.7 Kondisi-Kondisi yang mempengaruhi Perencanaan Lumpur Pengeboran

Kondisi-kondisi disini merupakan suatu keadaan yang mungkin timbul dan


sangat mempengaruhi proses pemboran, terutama yang berkaitan dengan
perencanaan lumpur pemboran. Dengan kata lain dapat disebut sebagai jenis-jenis
permasalahan pemboran yang disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain bisa
disebabkan oleh pengaruh karakteristik batuan dan kondisi formasi atau bisa juga
disebabkan oleh proses-proses pemboran itu sendiri. Sehingga sebelumnya
diperlukan suatu study secara menyeluruh tentang sifat-sifat maupun perilaku
formasi yang akan ditembus juga akibat-akibat yang mungkin timbul selama
dilakukannya proses pemboran dalam rangka optimasi dari fungsi lumpur
pemboran yang sesuai dengan kondisi-kondisi lapangan yang sebenarnya.
Berdasarkan pada pengaruh utama dari kondisi yang berperan terhadap
perencanaan lumpur pemboran, maka dapat dikelompokkan menjadi dua jenis
kondisi, yaitu yang dipengaruhi oleh karakteristik batuan dan yang dipengaruhi
oleh proses pemboran.
BAB 3

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Defenisi Kolam pengendapan untuk lumpur pengeboran, adalah kolam yang


dibuat untuk menampung dan mengendapkan lumpur yang berasal dari
proses kegiatan pengeboran.

2. fungsi Kolam pengendapan untuk lumpur pengeboran, adalah :

 Mengendapkan lumpur atau material padatan yang bercampur dengan air


yang disebabkan adanya aktivitas pengeboran.
 Sebagai tempat pengontrol kualitas dari lumpur yang akan dilakukan
penanganan dan perawatan.
3.Mekanisme Kerja Mud Pit bekerja berdasarkan prinsip gravitasi yang
menyebabkan dapat meminimalkan jumlah pekerja dan meningkatkan
efisiensi dan keamanan.

4. Mekanisme Kerja reserved pit ialah Fluida pemboran dari dalam lubang
bor disalurkan melalui pipa-pipa menuju reserved pit. Reserved pit bekerja
berdasarkan prinsip gravitasi
DAFTAR PUSTAKA

http://artikelperminyakan.blogspot.com/2015/04/teknik-pemboran-tahap-5.html

http://naldoleum.blogspot.com/2014/01/drilling-rig-sistem-sirkulasi.html

https://www.scribd.com/doc/194986306/KOLAM-PENGENDAPAN

www.academia.edu/.../DESAIN_KOLAM_PENGENDAPAN_SETTLING_PON
D_