Anda di halaman 1dari 5

SOAL 1

Jelaskan mengapa industri dan skala perusahaan mempengaruhi besar kecilnya aktiva
lancar? Apakah faktor yang sama juga mempengaruhi hutang lancar?

Jawaban :

Industri dan skala perusahaan mempengaruhi besar kecilnya aktiva lancar karena pada
dasarnya perusahaan industri dengan skala yang besar melakukan kegiatan atau operasi yang
besar juga sehingga dengan kegiatan produksi yang berskala besar perusahaan membutuhkan
aktiva lancar yang besar dikarenakan dalam kegiatan produksinya perusahaan tersebut
pastinya membutuhkan modal kerja yang besarnya sebanding dengan skala perusahaan
tersebut. Hal tersebut juga berpengaruh pada hutang lancar. Dengan bertambahnya besar
skala suatu perusahaan maka modal kerja yang dibutuhkan juga akan semakin besar sesuai
dengan skala perusahaan sehingga perusahaan tersebut dapat menambah hutang lancarnya
juga untuk dapat memenuhi kebutuhan modal kerjanya sehingga kegiatan produksi dapat
berjalan secara berkelanjutan atau kontinu.

SOAL 2

Untuk memenuhi kebutuhan modal kerja/ aktiva lancar, ada beberapa pendekatan
yang umumnya dilakukan oleh suatu perusahaan. Jelaskan pendekatan tersebut beserta ciri-
cirinya ?

Jawaban :

Ada 3 pendeketan yang dilakukan oleh perusahaan yaitu :

a. Matching approach, akan membiayai investasi aktiva tetap dan aktiva lancar
permanen dengan sumber jangka panjang, baik itu hutang jangka panjang maupun
modal sendiri.
Ciri-ciri :

o Untuk memperoleh keuntungan cukup layak dengan risikoyang


dihadapi tidak terlalu tinggi.
o Menggunakan modal kerja bersih yang tidak terlalu rendah dan
terlalu tinggi.
b. Concervative Approach,Pendekatan ini akan membiayai aktiva tetap dan aktiva
lancar permanen serta sebagian aktiva lancar yang berfluktuasi dengan hutang
jangka panjang atau modal sendiri.
Ciri-ciri:
o Semua kebutuhan akan dana dibelanjai oleh dana jangkapanjang.
o Dana jangka pendek akan digunakan dalam keadaan darurat.
o Memiliki risiko yang rendah karena modal kerja bersih yang tinggi.
o Tingkat profit yang rendah karena total cost yang tinggi
c. Aggresive Approach, adalah pendekatan dalam pemenuhan kebutuhan dana
dengan menggunakan struktur hutang jangka pendek yang lebih besar, jika
dibandingkan dengan pe ndekatan yang lain.
Cirri-ciri;
o Kebutuhan dana jangka pendek dibelanjai dengan sumber danajangka
pendek dan kebutuhan dana jangka panjang dibelanjaioleh sumber
dana jangka panjang.
o Kebutuhan dana variabel dan musiman oleh dana jangkapendek.
o Kebutuhan dana permanen oleh dana jangka panjang.
o Memiliki risiko yang tinggi disebabkan oleh modal kerja bersih
o Tingkat profit yang dihasilkan dalam jumlah besar, disebabkan oleh
total biaya yang rendah.

SOAL 3

Dari sudut peminjam mana yang lebih besar resikonya antara pinjaman jangka
Panjang dengan pinjaman jangka pendek ?

Jawaban :

Dari sudut pemimjam resiko yang lebih besar yaitu dari pinjaman jangka pendek
karena pemimjam harus mengembalikan pinjaman tersebut dalam kurun waktu yang singkat
sehingga waktu untuk mengembalikan pinjaman tersebut lebih singkat, sedangkan jika
menggunakan pinjaman jangka Panjang jangka waktu untuk mengembalikan pinjaman
tersebut cukup lama sehingga pemimjam memiliki cukup waktu untuk mengumpulkan uang
untuk dikembalikan dalam jangka waktu yang telah di temtukan.
SOAL 4

Jelaskan Pengertian dari

a. Net working capital dan gross working capital


b. Akitva lancar permanen dan aktiva lancar yang sementara
c. Kebijakan investasi aktiva lancar yang koenserfatif dan agresif

Jawaban :

a. Net working capital adalah merupakan perbedaan nilai uang antara aktiva lancar
dan kewajiban jangka pendek, ini adalah salah satu pengukuran untuk melihat sejauh mana
perusahaan terlindung dari masalah likuiditas. Sedangkan Gross working capital adalah
mendasarkan tentang administrasi berbagai aktiva lancar perusahaan yaitu, kas dan surat-
surat berharga (efek dan sekuritas) yang diperjualbelikan, piutang dan persediaan serta
pendanaan (terutama kewajiban jangka pendek (yang dibutuhkan untuk mendukung aktiva
lancar).

b. Aktiva lancar permanen adalah aktiva lancar yang dimiliki perusahaan padatitik
terendah dalam siklus. Aktiva lancar sementara adalah tambahan aktiva lancar
yangdiperlukan pada masa puncak musiman atau siklus.

c. Kebijakan investasi Aktiva lancar yaitu mempertahankan tingkat aktiva lancar


yang tinggi tetapi return on asset akan rendah. Sedangkan Kebijakan Investasi aktiva agresif
mempertahankan aktiva lancar pada tingkat yang rendah. Penjualan mungkin akan berkurang
tetapi return on asset akan meningkat.

SOAL 5

Sebuah perusahaan Konveksi “IMAS” dalam setiap hari memproduksi Baju Seragam SD
350 stel. Kain Famatex merah hati harus dibeli dengan cara kredit dengan jangka waktu 4
hari dengan harga Rp. 15.000,- per meter, Kain Tetoron putih dibeli secara kredit dengan
jangka waktu 5 hari dengan harga Rp. 10.000,- per meter, dan bahan pembantu (kancing,
benang dll) dengan membayar dimuka 3 hari sebelum barang diterima. Untuk membuat satu
stel seragam diperlukan 0,65 meter kain Fatamex, 0,75 kain Tetoron dan Rp. 3.000,- bahan
pembantu. Upah tenaga kerja per stel baju seragam adalah Rp 15.000,- Proses pembuatan
baju seragam memerlukan waktu 2 hari. Kemudian dijual dengan cara kredit selama 15 hari.
Biaya overhead pabrik setiap bulan Rp. 1.000.000,- Gaji staf setiap bulan Rp. 1.000.000,-
Biaya pemasaran setiap bulan sebesar Rp. 1.000.000,- Apabila satu bulan 25 hari kerja, dan
kas minimal ditentukan Rp. 1.000.000,- berapakah kebutuhan modal kerja perusahaan
tersebut !

Jawab :

 Unsur-unsur yang dibebankan untuk setiap unit produk adalah sebagai berikut :

Kain Famatex : 0,65 x Rp. 15.000,- : Rp 9.700,-

Kain Tetoron : 0,75 x Rp. 10.000,- : Rp 7.500,-

Bahan Pembantu : Rp 3.000,-

Tenaga Kerja Langsung : Rp 15.000,-

 Periode perputaran atau waktu terikatnya dana dalam masing-masing unsur kerja
adalah sebagai berikut :
1. Bahan Mentah Kain Famatex Merah
Piutang dagang 13 hari
13 hari
2. Bahan Mentah Kain Tetoron Putih
Piutang dagang 12 hari
12 hari
3. Bahan pembantu
Dana terikat dalam persekot bahan 3 hari
Proses produksi 2 hari
Piutang dagang 15 hari
20 hari
4. Upah tenaga kerja, biaya overhead pabrik, gaji staf, Biaya pemasaran.
Proses produksi 2 hari
Piutang dagang 15 hari
17 hari
Kebutuhan dana yang akan ditanamkan dalam masing-masing unsur modal kerja
tersebut adalah sebagai berikut :
a. Bahan Mentah Kain Famatex Merah (350xRp.9.700,-) x 13 : Rp. 44.135.000,-
b. Bahan Mentah Kain Tetoron Putih (350xRp.7.500,-) x 12 : Rp. 31.500.000,-
c. Bahan Pembantu (350xRp. 3.000,-) x 20 : Rp. 21.000.000,-
d. Tenaga Kerja Langsung (350xRp. 15.000,-) x 17 : Rp. 89.250.000,-
e. Biaya Overhead Pabrik (Rp. 1.000.000,-/25) x 17 : Rp. 680.000,-
f. Gaji Staf (Rp. 1.000.000,-/25) x 17 : Rp. 680.000,-
g. Biaya Pemasaran (Rp. 1.000.000,-/25) x 17 : Rp. 680.000,-
h. Persediaan Kas Minimal :Rp. 1.000.000,-

JUMLAH MODAL KERJA YANG DIPERLUKAN :Rp.188.925.000,-