Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Minat merupakan faktorpsikologisyang akan mempengaruhi belajar.
Sebagai suatu aspek kejiwaan, minat bukan sajadapatmempengaruhitingkahlaku
seseorang tapi juga dapatmendorong orang untuk tetapmelakukandanmemperoleh
sesuatu.Minatyang timbul dalam dirisiswadapatmeningkatkan motivasibelajarnya.
Minatbelajarsangatpentingdalammenunjang
keberhasilanbelajardanberpengaruhpadaprestasi belajarpesertadidik.Disampingitu
jugadapatmendukung dan mempengaruhiprosesbelajarmengajardisekolah.
Minatbesarpengaruhnyaterhadapaktivitasbelajar, karena
bilabahanpelajaranyang dipelajari tidak sesuaidenganminat siswa,
siswatidakakanbelajardengansebaik-baiknya,karena
tidakadadayatarikbaginya.Iasegan-seganuntukbelajar,ia tidakmemperoleh
kepuasan daripelajaranitu. Bahan pelajaran yangmenarikminatsiswa,
lebihmudahdipelajaridandisimpan,
karenaminatmenambahkegiatanbelajar.Prosesbelajarakan berjalan
lancarbiladisertaiminat. Anakdidik yangberminat terhadap
suatumatapelajaranakanmempelajarinyadengan sungguh-sungguh,karenaada daya
tarikbaginya.
Guruperlusekalimengenalminat-minatmuridnyakarena ini penting bagi
guru untuk memilih bahan pelajaran, merencanakan pengalaman-pengalaman
belajar, menuntun mereka ke arah pengetahuan, dan untuk mendorong motivasi
belajarmereka.Minatsiswaterhadappelajaranmerupakan kekuatan yang akan
mendorong siswa untuk belajar. Siswa yang
berminatkepadapelajaranakantampakterdorongterus untuk tekun belajar, berbeda
dengan siswayang sikapnya hanya
menerimakepadapelajaran.Merekahanyatergerak untukmau
belajartetapisulituntukbisaterustekunkarena tidakada pendorongnya.
Tidakadanyaminatseoranganakterhadapsuatupelajaranakantimbulkesulitan
belajar.Belajaryang tidak adaminatnya mungkintidak sesuaidengankebutuhan,
tidak sesuaidengan kecakapan,tidak sesuaidengantipe-tipekhususanak banyak
menimbulkan problema pada dirinya. Ada tidaknya minat terhadap sesuatu
pelajaran dapat dilihat dari cara anak mengikuti pelajaran, Seperti lengkap
tidaknya catatan. Siswa yang menyadari bahwa belajar merupakan suatu alat
untuk mencapai beberapa tujuan yang dianggapnya penting, dan bila siswa
melihat bahwa hasil dari pengalaman belajarnya akan membawa kemajuan pada
dirinya, kemungkinan besar ia akan berminat untuk mempelajarinya.
Minat dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam
bidang-bidang studi tertentu. Umpannya, seorang siswa yang menaruh minat besar
terhadap matematika akan memusatkan perhatiannya lebih banyak daripada siswa
lainnya. Kemudian, karena pemusatan perhatian terhadap materi itulah yang
memungkinkan siswa untuk belajar lebih giat, dan akhirnya mencapai prestasi
yang diinginkan. Tanpa minat dari seseorang tujuan pendidikan akan sulit
tercapai.
Materimatematikamerupakanmateriyangabstrakyang memiliki
karakteristik berbeda dengan materi ilmu lainnya. Dalam
halini,menuntutkemapuanpenalarandalam mempelajarinya.Dalam kegiatan
inibelajarmatematikasecara keseluruhan merupakan belajarmemecahkan masalah.
Selain itu Matematika sebagai salah satu mata pelajaran disekolah dinilai
cukup memegang peranan penting dalam membentuk peserta didik menjadi
sumber daya yang berkualitas. Karena Matematika merupakan suatu sarana
berpikir untuk mengkaji sesuatu secara logis dan sistematis. Dalam hal ini,
pelajaran matematika yang diajarkan pada sekolah dasar SMP memiliki peranan
snagat penting. Karena anak pada usia tersebut merupakan dasar peserta didik
memperoleh pengetahuan disekolah.
Berdasarkanhasilobservasidilapangan terdapatsebagian siswayang
takutdenganmatapelajaran matematika,haltersebut
diungkapkanolehsiswakarenatidakbisaberhitungatautidak
sukaberhitung.Merekaberanggapanbahwamata pelajaran matematika merupakan
pelajaran yang sulit dipahami, jadi seolah-
olahpelajaranmatematikaadalahmomokyang sangat menyeramkan bagi siswa,
sehingga sedikit anak yang tertarik padapelajaranmatematikadansiswayang tidak
berminat cenderungmalasuntuk mempelajarimatapelajaranyangtak disukainya, ia
akanpasrah pada nasib dengannilaiapaadanya. Lebih memprihatinkan lagijika
prestasibelajarpesertadidikpada pelajaran matematika masih sangatrendah.
Untuk meningkatkan kemampuan prestasi siswa dalam pembelajaran
matematika. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti mengadakan penelitian
dengan judul “Pengaruh Minat Belajar Pada Pelajaran Matematika Terhadap
Prestasi Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran Matematika Siswa SMP 4
Bombana”.

B. RumusanMasalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka permasalahan
penelitian dapatdiidentifikasikan sebagaiberikut:
1. Adakahpengaruhantaraminatbelajarpesertadidikpada
pelajaranmatematikaterhadap prestasibelajarpesertadidik mata pelajaran
matematika siswa SMP 4 Bombana?
2. Seberapabesarpengaruhminatbelajarpesertadidikpada
pelajaranmatematikaterhadap prestasibelajarpesertadidik mata pelajaran
matematika siswa SMP 4 Bombana?

C. Tujuan danManfaatPenelitian
Adapun tujuan penelitianiniadalah:
1. Untukmengetahuiadatidaknyapengaruhantaraminatbelajar pesertadidik
padapelajaranmatematikaterhadap prestasi
belajarpesertadidikmatapelajaranmatematika s i s w a SMP 4 Bombana.
2. Untukmengetahuiseberapabesarpengaruhminatbelajar peserta didik pada
pelajaran matematika terhadap prestasi hasilbelajarpesertadidik
matapelajaranmatematika siswa SMP 4 Bombana.
Manfaatpenelitianinidapatditinjau daridua aspek:
1. ManfaatTeoritik
a. Memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan,
khususnya jurusan Pendidikan Guru.
b. Hasil penelitian dapat dipergunakan sebagai pedoman
dalammengadakanpenelitianselanjutnyayanglebih luas dan
mendalam.
2. ManfaatPraktis
a. Sebagai bahan informasi bagi peneliti dan guru tentang
minatbelajar siswa SMP 4 Bombana.
b. Sebagai bahan informasi kepada siswa dalam meningkatkan proses
belajar mengajar.
c. Bagi sekolah dapat meningkatkan mutu pendidikan khususnyamata
pelajaranMatematikadisekolah.
d. Bagi pembaca dapat menambah pengetahuan dalam
mencapaitujuan pendidika
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Teori
1. Pengertian Minat dan Belajar
Menurut Gie (1998), “Minat berarti sibuk, tertarik, atau terlihat sepenuhnya
dengan sesuatu kegiatan karena menyadari pentingnya kegiatan itu. Dengan
demikian, minat belajar adalah keterlibatan sepenuhnya seorang siswa dengan
segenap kegiatan pikiran secara penuh perhatian untuk memperoleh pengetahuan
ilmiah yang dituntutnya disekolah”.
Hilgrad memberi rumusan tentang minat adalah sebagai berikut, “Interest is
persisting tendency to pay attention to and enjoy some activity or content”. Minat
adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang berapa
kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang diperhatikan terus-menerus yang disertai
dengan rasa senang.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah “Minat adalah kecenderungan yang menetap
untuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas”. Seseorang yang berminat
terhadap suatu aktivitas akan memperhatikan aktivitas itu secara konsisten dengan
rasa senang. Dengan kata lain, minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa
ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada
dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu
di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat.
Menurut Kartono (1995), “Minat adalah moment-moment dari kecenderungan
jiwa yang terarah secara intensif kepada suatu obyek yang dianggap paling efektif
(perasaan, emosional) yang didalamnya terdapat elemen-elemen efektif (emosi) yang
kuat. Minat juga berkaitan dengan kepribadian.
Menurut M. Alisuf Sabri “Minat adalah kecenderungan untuk selalu
memperhatikan dan mengingat sesuatu secara terus menerus, minat ini erat kaitannya
dengan perasaan senang, karena itu dapat dikatakan minat itu terjadi karena sikap
senang kepada sesuatu, orang berminat kepada sesuatu berarti ia sikapnya senang
kepada sesuatu”.
Sedangkan belajar menurut pengertian secara psikologi merupakan suatu
proses perubahan yaitu perubahan di dalam tingkah laku sebagai hasil interaksi
dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan
tersebut akan dinyatakan dalam seluruh aspek tingkah laku. Pengertian belajar dapat
didefinisikan sebagai berikut: “Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan
individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara
keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan
lingkungan”.
MenurutSyaifulBahri Djamarah“Belajar adalah serangkaiankegiatanjiwa
ragauntuk memperoleh suatu perubahan tingkah lakusebagaihasildaripengalaman
individudalam interaksidenganlingkungannyayang menyangkutkogntif,afektif,
danpsikomotorik”.
Dengan demikian, minat belajar dapat
diartikansebagairasasukaatauketertarikanpesertadidik terhadap pelajaran sehingga
mendorong peserta didik untuk menguasaipengetahuan
danpengalamantanpaadapaksaan, hal tersebut dapat ditunjukkanmelalui partisipasidan
keaktifandalammencaripengetahuandan pengalaman.
Minatbelajarmerupakanfaktoryang sangatpenting dalammenunjang
tercapainyaefektivitasprosesbelajar mengajar,yang padaakhirnyaakanberpengaruh
terhadap hasil belajar siswa. Minat yang kuat akan menimbulkan usaha yang gigih,
serius dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan. Jika seorang siswa
memiliki rasa ingin belajar, ia akan cepat dapat mengerti dan mengingatnya. Dalam
hubungan dengan pemusatan perhatian,minatmempunyaiperanan dalam “melahirkan
perhatianyang sertamerta,memudahkanterciptanya pemusatan perhatian dan
mencegah gangguan perhatian dari luar”. Oleh karena itu minat mempunyai
pengaruh yang besardalam belajarkarenabilabahanpelajarantidaksesuai
denganminatsiswa,makasiswa tersebut tidak akanbelajar dengan sebaik-baiknya
sebab tidakadadaya tarikbaginya.
Prosespencapaiankeberhasilandalambelajarsangatbergantung kepadaminat,
denganminatsiswa akanterus terdoronguntukmengoptimalkandantekundalam belajar.
Kurangnyaminatsiswaterhadappelajaranakan menjadi penghambatproses
dalambelajarmengajar.
2. Ciri-ciri Minat
Minat yang terjadi dalam diri individu dipengaruhi dua faktor yang
menentukan yaitu faktor keinginan dari dalam diri individu atau keinginan dari luar
diri individu. Minat dari dalam individu berupa keinginan atau senang pada
perbuatan. Orang tersebut senang melakukan perbuatan itu demi perbuatan itu
sendiri. Minat dari luar individu berupa dorongan untuk melakukan sesuatu
perbuatan.
Menurut Siti Rahayu Hadinoto(1998:189),adaduafaktor
yangmempengaruhiminatseseorang,yaitu:
a) Faktor dari dalam (intrinsik) yaitu berarti bahwa sesuatu perbuatanmemang
diinginkankarena seseorangsenang melakukannya.Di
siniminatdatangdaridiriorangitusendiri. Orang tersebut senang melakukan
perbuatan itu demi perbuatanitusendiri.
b) Faktor dari luar (ekstrinsik) yaitu berarti bahwa sesuatu
perbuatandilakukanatas dasardoronganataupelaksanaandari luar. Orang
melakukan kegiatan inikarena iadidorong atau dipaksadariluar.
3. Jenis-jenisMinat
Pengelompokkan jenis minat menurut Whiterington
(1985:136)adalahsebagaiberikut:
a) Minatbiologisatau minatprimitif,yaituminatyang timbuldari kebutuhan-
kebutuhanyangberkisarpadahal makandan kebebasanberaktivitas.
b. Minatsosialatau minatkultural,yaitu minatyangberasaldari
belajaryanglebihtinggisifatnya,minatini meliputi:kekayaan,
bahasasimbol,hargadiri,atauprestisesosial,dansebagainya.
4. Faktor-faktoryangMempengaruhiMinat
Faktor-faktor yangmempengaruhi minat menurut Super dan
Cities(dalamJohnKillis,1988:25) adalahsepertifaktorpekerjaan, sosialekonomi,
bakat,jeniskelamin, pengalaman danlingkungan. Dalampenelitianini, faktor-
faktoryangmempengaruhiminat seseorangadalahsebagaiberikut:
a. RasaSenangatauRasaTertarik
lebih Tertarikmerupakanrasasukaatau senangsetiap
individtetapiindividu tersebut belum melakukan aktivitas atau sesuatu
hal yang menarik baginya. Jadi tertarik
merupakansebuahawaldariindividudalammenaruhminat.
b. Perhatian
MenurutBimoWalgito(1997: 56), perhatianadalah pemusatan
atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu
yangditujukankepadasesuatuatau sekumpulanobjek.Bila individu
mempunyai perhatian terhadap suatu objek, maka timbul minat
spontan dan secara otomatis terhadap objek tersebut.Perhatian
merupakan keaktifan peningkatan kesadaran seluruh fungsi jiwa
yang dikerahkan dalam pemusatannya kepada suatu barang yang
ada di dalam maupun di luar diri individu (Dakir, 1993: 144).
Menurut Bimo Walgito (1997:57-58), ditinjau dari segi timbulnya
perhatian, perhatian dapat dibedakan atas perhatian spontan dan
perhatian tidak spontan. Perhatian spontan yaitu perhatian yang
timbul dengan sendirinya, timbul dengan secara spontan.
Sedangkan perhatian tidak spontan yaitu perhatian yang
ditimbulkan dengan sengaja, karena itu harus ada kemauan untuk
menimbulkannya.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa perhatian
merupakan pemusatan konsentrasi individu kepada suatu objek baik
di dalam maupun di luar diri individu tersebut dengan
mengesampingkan objek yang lainnya.
c. Aktivitas
Menurut Sumadi Suryabrata (2004: 72), aktivitas adalah banyak
sedikitnya orang menyatakan diri, menjelmakan perasaan-
perasaannya, dan pikiran-pikirannya dalam tindakan yang spontan.
Aktivitas merupakan keaktifan atau partisipasi langsung dari
individu terhadap sesuatu hal. Jadi, aktivitas
merupakan kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan akan
membentuk sebuah kebiasaan yang akhirnya akan menumbuhkan
rasa senang atau tertarik.
d. Peran Guru Pembimbing atau Pelatih
Pelatih adalah orang yang pekerjaannya melatih suatu kegiatan
tertentu. Menurut Suparlan (2006:9), guru dapat diartikan sebagai
orang yang tugasnya terkait dengan upaya mencerdaskan kehidupan
bangsa dalam semua aspeknya, baik spiritual, emosional,
intelektual, fisikal, maupun aspek lainnya. Jadi peran guru
pembimbing atau pelatih adalah sesuatu yang diharapkan dari
seseorang agar bisa mengajar, mendidik, dan mengarahkan suatu
kegiatan tertentu.
e. Alat dan Fasilitas
Menurut Agus Suryosubroto (2004 : 4) alat adalah adalah segala
sesuatu yang diperlukan dalam pembelajaran pendidikan jasmani,
mudah dipindah bahkan dibawa oleh pelakunya, yaitu siswa.
Sedangkan fasilitas adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam
pembelajaran pendidikan jasmani, bersifat permanenatau tidak
dapat dipindahkan. Dalam hai ini, alat dan fasilitas sangat
berpengaruh terhadap timbulnya minat siswa, jika alat dan
fasilitasnya lengkap dan memadai, ini akan membuat siswa lebih
berantusias dan aktif dalam mengikutinya.
5. Unsur-unsurMinat
a) Perasaan
Perasaan dapatdiartikan sebagaisuasana psikis
yangmengambilbagianpribadidalam situasi,dengan
jalanmembukadiriterhadapsuatuhalyang berbeda dengan keadaan
ataunilaidalamdiri.Perasaan umumnyabersangkutandengan fungsi
mengenal, artinya perasaan dapattimbulkarena mengamati,
menanggapi, mengkhayalkan,mengingat- ingat, atau memikirkan
sesuatu. Oleh karenaitu, perasaan senangyangdimilikipesertadidik
akanmenumbuhkan minatyang didukung dengan perilaku positif.
Sedangkan jika perasaantidak senang yang timbul,
b) Perhatian
Perhatian adalah pemusatan atau konsentrasidari
seluruhaktivitasindividuyang ditujukankepadasuatu sekumpulan objek.
Kalau individusedang memperhatikansuatubendamisalnya,iniberarti
seluruh aktivitas individu dicurahkanataudikonsentrasikanpada
bendatersebut.
Perhatianmerupakansalahsatuunsuryang
pentinguntukmengikutikegiatan denganbaik,danhalini berpengaruh
jugapadaminatyang dimilikipeserta didik dalam mengikutikegiatan
pembelajaran.Perhatianadalah banyak sedikitnya kesadaran yang
menyertai suatu aktivitas yang dilakukan.
c) Motif
Motif ialah sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak
melakukan sesuatu. Motif adalah suatu pernyataan yang kompleks di
dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku atau
perbuatan ke suatu tujuan atau perangsang. Motif berfungsi sebagai
penggerak atau sebagai pendorong yang memberikan energi
(kekuatan) kepada seseorang untuk melakukan suatu tugas.
Misalnya dalam kegiatan belajar, sebagai penggerak motivasi
peserta didik sehingga peserta didik dapat berkosentrasi terhadap
kegiatan belajar.

6. Prestasi Belajar
a. PengertianPrestasiBelajar
Prestasibelajarmemilikiperanpentingdalam proses
belajarmengajar.Penilaiandidalam prestasibelajardapat memberikan
informasikepadaguru mengenaikemajuan
pesertadidikdalamupayamencapaitujuanproses belajar mengajar
sampaisejauhmanakemajuan ilmupengetahuan yangtelahmerekakuasai.
Dengandemikiandapat dinyatakanbahwaprestasi belajardapat
diartikan sebagai bukti keberhasilan usaha yangdicapaidalam belajar
yang diperoleh setelah menempuh proses pembelajaran
yangdilambangkan dengan nilaihasilbelajar.
b.Faktor-faktor yang MempengaruhiPrestasiBelajar
Prestasi belajar yang dicapai seseorang merupakan
hasilinteraksiberbagai faktoryang mempengaruhinyabaik dalamdiri
(faktorinternal)maupundariluardiri(faktor eksternal)induvidu.
Yangtergolongfaktorinternaladalah:
1.FaktorJasmaniah(fisiologi)baikyang bersifatbawaan maupunyang
diperoleh.yangtermasukfaktor ini
misalnyapenglihatan,pendengaran,strukturtubuh, dan sebagainya.
2.Faktor psikologis baik yang bersifat bawaan maupun
yangdiperolehterdiriatas:
a) Faktor intelektifyangmeliputi:
(1)Faktorpotensialyaitu kecerdasan dan bakat.
(2)Faktorkecakapannyatayaituprestasiyangtelah dimiliki.
b)Faktor non-intelektif, yaitu unsur-unsur kepribadian tertentu
sepertisikap,kebiasaan,minat,kebutuhan, kebutuhan,
motivasi,emosi, penyesuaian diri.
3.Faktorkematanganfisikmaupun
psikis.Yangtergolongfaktoreksternal,ialah:
1)Faktorsosialyangterdiriatas:
a) Lingkungan keluarga.
b)Lingkungan sekolah.
c) Lingkungan masyarakat.
d) lingkungan kelompok
2)Faktor budaya seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi
dankesenian.
3)Faktorlingkunganfisiksepertifasilitasrumah,fasilitas
belajardaniklim.
4)Faktorlingkunganspiritualataukeamanan.
1. Faktor internal siswa
Faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek, yaitu:
a) Aspek fisiologis (yang bersifat jasmaniah)
Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai
tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya, dapat
memengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti
pelajaran. Kondisi organ-organ khusussiswa,seperti tingkat
kesehatan indera pendengardan indera penglihat,jugasangat
memengaruhikemampuan

b)Aspekpsikologis (yangbersifatrohaniah)
Banyak faktoryang termasuk aspek psikologis yang
dapatmempengaruhikuantitasdankualitas perolehan belajar siswa.
Namun, di antara faktor- faktor rohaniahsiswayang
padaumumnyadipandang lebih esensialitu adalah sebagaiberikut:

2.FaktoreksternalsiswaFaktor eksternalsiswa terdiri atas dua macam,


yaitu:

a) Lingkungan sosial
Lingkungansosialmeliputi sekolah,masyarakat dan
keluarga. Lingkungansosialsekolah seperti para guru,para
tenagakependidikan(kepalasekolah dan wakil-wakilnya)dan
teman-temansekelasdapat memengaruhi semangatbelajar
seorang siswa intrinsikdan motivasiekstrinsik.
b). Lingkugan nonsosial
Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial adalah
gedung sekolah dan letaknya, rumah

3. Faktorpendekatanbelajar
Tercapainyahasilbelajar yangbaikdipengaruhi
olehbagaimanaaktivitassiswadalam belajar.Faktor pendekatanbelajar
adalah jenisupayabelajarsiswayang meliputistrategidan metode yang
digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-
materi pelajaran.Faktorpendekata belajarsangatmempengaruhi
hasilbelajarsiswa,sehinggasemakin mendalam cara belajarsiswa
maka semakin baikhasilnya.

7. Pengertian Pembelajaran Matematika


Matematika merupakan salah satu bidang studi yang ada pada semua jenjang
pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Bahkan
matematika diajarkan di taman kanak-kanak secara informal.
Bidang studi matematika merupakan salah satu komponen pendidikan dasar dalam
bidang-bidang pengajaran. Bidang
studi matematika ini diperlukan untukprosesperhitungandan prosesberpikiryang sangat
dibutuhkan orangdalammenyelesaikan berbagaimasalah
Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang dapat meningkatkan
kemampuan berpikir dan berargumentasi, memberikan kontribusi dalam penyelesaian
masalah sehari-hari, serta memberikan dukungan dalam pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Kebutuhan akan aplikasi matematika saat ini dan masa
depan tidak hanya untuk keperluan sehari-hari, tetapi untuk mendukung perkembangan
ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, matematika sebagai ilmu dasar perlu dikuasai
dengan baik oleh siswa, terutama sejak usia sekolah dasar. 36Pembelajaran merupakan
komunikasi dua arah,mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik,
sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik. Pembelajaran di dalamnya
mengandung makna belajar dan mengajar, atau merupakan kegiatan belajar
mengajar. Belajar tertuju kepada apa yang harus dilakukan oleh seseorang sebagai
subjek yang menerima pelajaran,

8. KarakreristikMatematika
Matematika mempunyaibeberapa karakteristik yaitu:
1)Memilikiobjek kajianabstrak
2)Bertumpu padakesepakatan
3)Berpola pikirdeduktif
4)Memilikisimbolyang kosongdariarti
5)Memperhatikan semestapembicaraan
6)Konsistendalamsistemnya
7)Kalkulasi
8)Memilikikonsep
9)Bersifatlogis dandapatdinalar.

9. HubunganMinatBelajardenganPrestasiBelajarMatematika
Minatdalam dirisiswaterkaitdenganapadanbagaimana
siswadapatmengaktualisasikandirinyadalambelajar. Minat dapatberperan
secaraefektif untukmenunjang pengambilankeputusanoleh
seseorang.Secarakonseptual,minatdapat dikatakanmemegang perananpenting
dalammenentukanarah, poladandimensiberpikirseseorangdalam segalaaktivitasnya,
termasukdalam belajar. Minatbelajaryang tinggiakan mendukungberlangsungnya
proses belajarmengajarmatematika.
Minatbelajarmatematikayang dimaksudadalahminat siswa terhadappelajaran
matematikayang ditandaioleh perhatian siswa pada pelajaran matematika, kesukaaan
siswa terhadappelajaranmatematika,keinginansiswauntuk tahulebih
banyakmengenaimatematika tugas-tugasyangdiselesaikan oleh
siswa,motivasisiswamempelajari matematika, kebutuhansiswa terhadap
pelajaranmatematikadanketekunan siswa dalam mempelajari matematika.
Kurangnya minat belajar anak terhadap matematika karena kurangnya pengertian
tentang hakekatdanfungsiitu sendiri.Padahal matematikamerupakansalahsatu
jalanuntukmenuju pemikiran yang jelas, tepatdan
telitipemikiranmanamelandasisemuailmu pengetahuan.
Seseorangcenderunguntukmenyukaisuatukegiatanyangdiyakininya telah
dilakukan atau dapatdilakukannya dengan berhasil.Persepsitentang
keberhasilaniniditentukan olehlatar belakangdarihasilyangdiperolehmelaluitugas-
tugastersebutatau yang serupa, sepertiguru atau orang tua. Jika seorang. individu
percaya bahwa ia telah melakukan sejumlah tugas yang berkaitan sebelumnya dengan
berhasil, ia cenderung akan menghadapi tugas-tugas pelajaran selanjutnya dengan
afek yang positif dan sebaliknya.
Belajar dengan minat akan mendorong siswa belajarlebih baik daripada
belajar tanpa minat. Minat ini timbul apabila murid tertarik akan sesuatu karena
sesuai dengan kebutuhannya atau merasa bahwa sesuatu yang akan dipelajari
dirasakan bermakna bagi dirinya. Minat juga mengakibatkan seseorang rela
meluangkan waktu lebih banyak terhadap hal yang diminati. Minat bahkan membuat
seseorang rela mengeluarkan biaya, tenaga demi minatnya tersebut. Minat terhadap
pelajaran akan banyak pengaruhnya terhadap keberhasilan belajar anak, karena, itu ia
rela meluangkan waktu untuk pelajaran tersebut.

B. Hipotesis
Hipotesisadalahasumsiataudugaanmengenaisesuatuhal
yangdibuatuntukmenjelaskanhalituyangseringdituntutuntukmelakukan
pengecekannya. Berdasarkan hal tersebut, maka bentuk hipotesis dalampenelitian
ini adalah hipotesis assosiatif/hubungan, dengan rumusan hipotesisnya sebagai
berikut:
“Ada pengaruh yang signifikan antara minat belajar terhadap prestasi belajar peserta
didik mata pelajaran matematika di sekolah SMP 4 Bombana”.