Anda di halaman 1dari 16

KLASIFIKASI DATA

Data Subjektif (DS) Data Objektif (DO)


- klien mengatakan saat ini klien masih mengalami batuk - Klien tampak lemah
berlendir - Badan klien teraba panas.
- Klien mengatakan batuknya ±1bulan yang lalu - Klien tampak batuk berlendir,
- Klien mengatakan kadang-kadang mengalami sesak - Suara nafas ronchi
- Klien mengatakan takut dengan penyakitnya yang sudah - Terdapat secret pada jalan napas
berlangsung lama - Pasien bertanya-tanya dengan penyakitnya
- Pasien tanpak cemas dengan penyakitnya
- TTV :
- TD : 110/90 mmHg
- N : 90x/menit
- R : 33x/menit
- SB :36,50 C
ANALISA DATA

No. DATA ETIOLOGI MASALAH


1. - DS : klien mengatakan saat ini klien masih Virus, polusi, bakteri, alergen Bersihan jalan nafas tidak efektif
mengalami batuk berlendir
Penetrasi pathogen pada mukosa
- Klien mengatakan batuknya ±1bulan yang lalu saluran pernapasan

Infeksi saluran pernapasan atas


DO :
Reaksi antibody
- Klien tampak batuk berlendir,
- suara nafas ronchi. Peradangan bronkus
- Terdapat secret pada jalan napas
Hipertropi kelenjar mukosa
- TTV :
bronkus dan peningkatan jumlah
- TD : 110/90 mmHg
sel goblet
- N : 90x/menit
- R : 33x/menit
Aktivitas silia dan fagositosis
- SB :36,50 C
lambat

Sekresi bronkus

Penumpukan mucus
Bersihan jalan napas tidak efektif
2. DS : Virus, polusi, bakteri, alergen Ketidakefektifan pola nafas
- Klien mengatakan kadang-kadang mengalamai
Penetrasi pathogen pada mukosa
sesak saluran pernapasan

Infeksi saluran pernapasan atas


DO :
Reaksi antibody
- Terdengar suara nafas tambahan ronchi
- TTV : Peradangan bronkus
- TD : 110/90 mmHg
Mentaplasia sel gobet
- N : 90x/menit
- R : 33x/menit
Penyempitan Lumen
- SB :36,50 C

Sesak nafas

Ketidakefektifan pola nafas

3 DS : Virus, polusi, bakteri, alergen Ansietas


- Klien mengatakan takut dengan
penyakitnya yang sudah berlangsung Penetrasi pathogen pada mukosa
lama saluran pernapasan

DO : Infeksi saluran pernapasan atas


- Pasien bertanya-tanya dengan penyakitnya
Reaksi antibody
- Pasien tanpak cemas dengan penyakitnya
Peradangan bronkus

Mentaplasia sel gobet

Penyempitan Lumen

Sesak nafas

Perubahan status kesehatan

Ansietas
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN DAN IMPLEMENTASI
Nama :NY. N A Ruangan : Interna Wanita
Umur : Kamar : A(bed 4)

Hari/Tgl Diagnosa Tujuan dan Intervensi Rasional Jam Implementasi Evaluasi


Keperawatan Kriteria Hasil
Selasa, Bersihan jalan Setelah di lakukan 1. Pantau 1. Mengetahui 1. Memantau frekuensi Selasa,28-nov-2017
28-Nov- nafas tidak efektif tindakan frekuensi dan tingkat gangguan dan irama Pukul : 18.00
2017 b.d penumpukan keperawatan irama yang terjadi dan pernapasan
secret selama 3x24 jam pernapasan membantu dalam Hasil : frekuensi S :
Yang di tandai di harapkan menentukan pernapasan  Pasien mengatakan
dengan : Bersihan jalan intervensi 31X/menit pasien masih
DS : napas kembali selanjutnya Irama pernapasan : batuk berlendir
- klien efektif dengan Teratur O :
mengataka kriteria hasil :  Klien tampak
n saat ini  Tidak terdengar 2. Monitor 2. Adanya bunyi 2. Memonitor bunyi batuk berlendir
klien masih suara ronchi bunyi nafas ronchi nafas tambahan  Terdengar suara
mengalami  klien tidak tambahan menandakan dengan cara ronchi
batuk batuk berlendir terdapat mengaukultasi dada  R : 22\x/menit
berlendir penumpukan klien dengan A : Masalah bersihan
- Klien secret atau secret stetoskop jalan napas tidak efektif
mengataka berlebih pada Hasil : Suara nafas
n batuknya jalan napas ronchi belum teratasi
±1bulan
yang lalu 3. Berikan 3. Untuk 3. Memberikan posisi P : Intervensi di 1,2,4
posisi memungkinkan semifowler dengan dan 6 lanjutkan
DO : semifowler ekpansi paru cara meletakan
- Klien dan lebih maksimal bantal di punggung 1.Pantau frekuensi dan
tampak pertahankan klien, irama pernafasan
batuk posisi klien Hasil : Klien dalam 2.monitor bunyi nafas
berlendir, posisi semi fowler tambahan
- suara nafas 4. Anjurkan pada pasien
ronchi. 4. Anjurkan 4. Membantu 4. Mengajurkan /keluarga pasien berikan
- Terdapat pada pasien mengecerkan kepada klien untuk air hangat
secret pada /keluarga secret sehingga minum air hangat 6.kolaborasi dengan
jalan napas pasien mudah di untuk dokter dalam pemberian
berikan air keluarkan mengencerkan terapi
- hangat secret
Hasil : Pasien
kooperatif

5. Berikan 5. Dengan 5. Memberikan penkes


penkes memberikan dengan cara
kepada klien pengetahuan menjelaskan pada
untuk batuk kepada klien dan klien dan keluarga
efektif keluarga klien cara batuk efektif
sehingga mereka (tarik nafas dalam,
dapat batuk dan keluarkan
memahami cara dahak dan langsung
batuk efektif dan dibuang di tisu)
menerapkannya. Hasil : Klien dan
keluarga
mendemonstrasikan
batuk efektif
6. Kolaborasi 6. Untuk 6. Mengkolaborasikan
dengan mengencerkan dengan dokter
dokter dalam dahak yang dalam pemberian
pemberian kental sehingga terapi
terapi untuk mudah di Hasil :
mengencerka keluarkan dan Mendapatkan terapi
n dahak dan bisa bernapas sesuai kondisi
memperlanca tanpa hambatan.
r pernapasan - Ambroxol 3x1
tab
- Dextamine 3x1
tab
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN DAN IMPLEMENTASI
Nama : NY. N A Ruangan : Interna Wanita
Umur : Kamar : A(bed 4)

Hari/Tgl Diagnosa Tujuan dan Kriteria Intervensi Rasional Jam Implementasi Evaluasi
Keperawatan Hasil (Nursing (Doenges, 2012)
Intervention
Classification )
Selasa, Ketidakefektifan Pola Setelah di lakukan 1. Pantau 1. Menentukan 1. Memantau Selasa,28-nov-2017
28-nov- nafas b.d sesak napas tindakan TTV dan mencegah TTV Pasien Pukul 18.00
2017 keperawatan selama pasien komplikasi Hasil :
4x24 jam di 2. Pantau pola TD : 110/90 S: - Pasien
harapkan pernafasan mmHg mengatakan kadang-
Ketidakefektifan dan N : 88x/menit kadang masih merasa
pola nafas dapat auskultasi R : 31x/menit sesak
teratasi dengan suara nafas SB :36,50 C O: -Masih terdengar
criteria hasil : 2. Mengetahu 2. Memantau pola suara nafas tambahan
- Menunjukan tindakna pernafasan dan ronchi
pola seanjutnya auskultasi suara TTV : TD :
pernafasan yang akan nafas 110/80
efektif, yang dilakukan Hasil: Pola mmHg
dibuktikan serta pernafasan N :
oleh status mengetahui pasien belum 83x/menit
pernafasan, adanya suara teratur, masih R : 30
pernafasan nafas terdengar suara x/menit
tidak tambahan nafas tambahan SB :36,50 C
terganggu,ke ronchi A: Masalah
patenan jalan 3. Ajarkan 3. Memperbaiki 3. Mengajarkan ketidakefektifan pola
nafas, tidak teknik pola teknik relaksasi nafas belum teratasi
ada relaksasi pernafasan nafas dalam P : Intervensi
penyimpanga nafas Hasil : Pasien 1,2,5,dan 6
n TTV dari dalam merasa nyaman 1. Pantau TTV
rentang dengan teknik pasien
normal,seta relaksasi nafas 2. Pantau pola
tidak adanya dalam yang pernafasan
suara nafas diajarkan dan auskultasi
tambahan 4. Ajarkan 4. Mengeluarkan 4. Mengajarkan suara nafas
teknik secret teknik natuk 3. Tinggikan
batuk efektif kepala tempat
efektif Hasil: Pasien tidur,mengatu
dapat r posisi pasien
mendemonstras pada posisi
ikan teknik semifowler
batuk efektif 4. Kolaborasi
5. Tinggikan 5. Merangsang 5. Meninggikan pemberian
kepala funngsi kepala tempat obat
tempat pernapasan/ek tidur,mengatur
tidur,meng spansi paru posisi pasien
atur posisi pada posisi
pasien pada semi fowler
posisi Hasil: Kepala
semifowler tempat tidur
pasien pada
posisi tinggi
dan posisi
pasien semi
fowler
6. Kolaborasi 6. Mengoptimal 6. Berkolaborasi
pemberian kan pola dengan dokter
obat pernafasan dalam
pemberian obat
Selasa, Ansietas b.d Setelah dilakukan 1. Observasi 1. Mengidentif 1. Mengobservasi Selasa,28-nov-2017
28-nov- perubahan status tindakan keperwatan tingkat ikasi tingkat Pukul : 18.00
2017 kesehatan selama 2x24 jam kecemasan seberapa kecemasan
DS : diharapkan Ansietas klien parah klien S: -Klien mengatakan
- Klien klien dapat melalui tingkat Hasil : Klien masih merasa cemas
mengatakan berkurang dengan kemampua kecemasan kooperatif dengan penyakitnya
takut dengan criteria hasil: n klien
penyakitnya - Klien mampu memecahk O: -Ekspresi wajah
yang sudah mengidentifi an klien tampak cemas
berlangsung kasi dan masalah,m
lama mengungkap emusatkan A:- Masalah Ansietas
DO : kan gejala perhatian,d belum teratasi
- Pasien cemas an
bertanya- - Klien mampu ketetapan P: Intervensi 1,4,5
tanya dengan mengidentifi berespon dan 6
penyakitnya kasi dan terhadap 1. Observasi
- Pasien tanpak menunjukan situasi tingkat
cemas dengan teknik untuk kecemasan
penyakitnya mengontrol klien melalui
cemas kemampuan
- Ekspresi memecahkan
wajah klien 2. Bina 2. Mendekatka 2. Membina masalah,mem
menunjukan hubungan n hubungan hubungan usatkan
berkurangny saling pasien dan saling percaya perhatian,dan
a kecemasan. percaya,lak perawat dengan ketetapan
- TTV dalam ukan klien/keluarga berespon
batas normal: kontak klien terhadap
TD : 110/90 mata Hasil : Klien situasi
mmHg mampu 3. Gunakan
N : 90x/menit membina kalimat
R : 33x/menit hubungan pendek dan
SB :36,50 C saling percaya sederhana
denganperawat 4. Bantu untuk
mengenali
3. Bicara 3. Menumbuhk 3. Berbicara factor-faktor
dengan an rasa dengan sikap penyebab
sikap percaya tenang dan cemas dan
tenang dan klien meyakinkan upaya
meyakinka terhadap Hasil : Klien mengatasinya
n perawat mampu 5. Ciptakan
membina lingkungan
BHSP dengan tenang,aman
perawat yang dan nyaman
baik

4. Gunakan 4. Klien lebih 4. Menggunakan


kalimat mudah kalimat yang
pendek dan mengerti apa pendek dan
sederhana yang sederhana .
dibicarakan Hasil: Klien
perawat mengerti yang
terutama dikatakan oleh
saat klien perawat
cemas

5. Bantu 5. Mengidentif 5. Membantu


untuk ikasi factor- klien dalam
mengenali faktor mengenali
factor- pendukung factor-faktor
faktor dan kecemasan
penyebab penghambat Hasil : Klien
cemas dan dalam meceritakan
upaya proses pada perawat
mengatasin penyembuha factor-faktor
ya n yang
membuatnya
cemas

6. Ciptakan 6. Membuat 6. Menciptakan


lingkungan pasien lingkungan
tenang,ama dalam yang nyaman
n dan lingkungan dan aman dapat
nyaman aman dan mengurangi
nyaman tingkat
kecemasan
klien dengan
mengurangi
pengunjung
Hasil: Keluarga
klien kooperatif