Anda di halaman 1dari 18

FILUM PORIFERA

LAPORAN PRAKTIKUM

disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Zoologi Invertebrata Dosen
Pengampu:

Dr. Yayan Sanjaya, M.Si.


Rini Solihat, M.Si.
Dra. Ammi Syulasmi, M.Si.

oleh: Kelompok 5
Pendidikan Biologi B 2018

Anna Nurzahra (1804064)


Awalin Fauziah (1807423)
Muhammad Fakhri F (1807148)
Salma Fahira A (1807209)
Shavina Nabila (1804693)

PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI


DEPARTEMEN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2019
A. Judul
Filum Porifera

B. Waktu dan Tempat


Hari, Tanggal : Selasa, 5 Maret 2019
Waktu : 9.40-12.00 WIB
Tempat : Laboratorium Struktur Hewan Departemen Pendidikan
Biologi UPI
C. Tujuan
1. Mengenal keanekaragaman hewan-hewan Porifera.
2. Observasi morfologi dan struktur-struktur tubuh hewan-hewan Porifera.
3. Mengelompokkan hewan-hewan Porifera ke dalam classis yang berbeda
berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri.
4. Observasi dan identifikasi ciri-ciri setiap classis.

D. Landasan Teori
Porifera (latin : porus = pori-pori, fer = membawa), tubuhnya berpori,
dipoblastik, simetris radial, tersusun atas sel-sel yang bekerja secara mandiri (belum
ada kordinasi antar sel yang satu dengan sel sel-sel yang lainnya). Fase dewasa
bersifat sesil (menetap pada suatu tempat tanpa mengadakan perpindahan), dan
berkoloni. Habitat umumnya air laut dan ada yang air tawar (Familli Spongilidae).
Bentuk tubuh: kipas, jambangan bunga, batang, globular, genta, terompet, dan lain-
lain. Warna tubuh: kelabu, kuning, merah, biru, hitam, putih keruh, coklat, jingga
(sering berubah tergantung tempat sinar). Mempunyai rongga sentral (spongocoel),
(Rusyana,2013).
Di dalam fillum porifera ini terdapat berbagai macam spesies yang dibagi
berdasarkan bahan kerangka tubuhnya serta spikula yang disitu terdiri atas tiga
kelas yaitu kelas Calcarea, Hexantinellida, dan Demospongiae. Porifera juga
dibedakan berdasarkan tempat proses terjadinya pengambilan zat-zat makanan atau
sistem saluran air yang dibagi menjadi tiga tipe yaitu Ascon, Sycon, dan Rhagon,
(Suhardi, 2007).
Berdasarkan bahan pembentuk kerangka tubuhnya serta spikula, Porifera
terdiri dari tiga kelas yaitu :
1. Calcarea (Calcipsongiae)
Hidup di laut (pantai dangkal), bentuk tubuhnya sederhana, kerangka tubuh
tersusun atas CaCO3, dan koanositnya besar. Adapun ordonya yaitu Asconosa yang
spesiesnya Leucosolenia, dan Syconosa yang spesiesnya Scypha, (Rusyana, 2011).
2. Hexactinellida (Hyalospongiae)
Hidup di laut dalam, kerangka tubuhnya tersusun atas bahan kersik/silikat
(H2S13O7), spikula berduri 6 (heksason), memiliki saluran air sederhana. Adapun
ordonya yaitu Hexasterophora dan Amphidiscophora sedangkan spesiesnya yaitu
Euplectella dan Hyalonema, (Rusyana, 2011).
3. Demospongiae
Umumnya hidup di laut, beberapa spesies hidup diair tawar. Pada umunya tidak
mempunyai rangka dan kalau ada rangka terbuat dari kersik, sponging atau
campuran dari keduanya. Ordo dari kelas ini yaitu Carnosa yang spesiesnya
Chondrosia, Choristida yang spesiesnya Geodia, dan Epipolasida yang spesiesnya
Tethya, (Rusyana, 2011)

E. Alat dan Bahan


Tabel E.1 Alat yang digunakan dalam praktikum porifera

No. Nama Alat Jumlah


1. Mikroskop binokuler 1
2. Silet 1
3. Kaca objek 1
4. Kaca penutup 1
5. Pipet 1
6. Handphone 1
Tabel E.2 Bahan yang digunakan dalam praktikum filum porifera
No. Nama Bahan Jumlah
1. Awetan Basah 7
2. Spesimen porifera 7
3. Aquades 5ml
4. HCL 5ml

F. Langkah Kerja

Spesimen di simpan di
Spesimen di sayat kaca objek dan ditetesi
7 Buah spesimen setipis mungkin aquades lalu ditutup
porifera disiapkan dengan menggunakan kaca
menggunakan silet penutup

Mengambil kesimpulan Mengamati


mengenai kerangka Preparat diberi
tetsan HCL dan preparat dengan
tubuh specimen juga mikroskop, dan
mendokumentasikannya diamati kembali
mencatatnya

Hasil pengamatan
disusun dalam
laporan

Diagram F.1 Langkah kerja pengamatan kerangka tubuh porifera

Spesimen diamati
Awetan basah morfologinya
porifera disiapkan secara langsung
oleh mata

Hasil pengamatan Informasi dicatat dan


disusun dalam mendokumentasikan
laporan awetan basah

Diagram F.2 Langkah kerja pengamatan morfologi porifera


G. Hasil Pengamatan
Tabel G.1 Hasil pengamatan spikula porifera

No. Gambar Pengamatan Bentuk Spikula


Aquades HCL
1.

Gambar 1a Gambar 1b Gambar 1c


Spesimen A Spesimen A Spesimen A
(Dok.Kelompok 5,2019) (Dok.Kelompok 5,2019) (Dok.Kelompok 5,2019)
2.

Gambar 2a Gambar 2b Gambar 2c


Spesimen B Spesimen B Spesimen B
(Dok.Kelompok 5,2019) (Dok.Kelompok 5,2019) (Dok.Kelompok 5,2019)
3.

Gambar 3a Gambar 3b Gambar 3b


Spesimen C Spesimen C Spesimen C
(Dok.Kelompok 5,2019) (Dok.Kelompok 5,2019) (Dok.Kelompok 5,2019)

4.

Gambar 4a Gambar 4b Gambar 4c


Spesimen D Spesimen D Spesimen D
(Dok.Kelompok 5,2019) (Dok.Kelompok 5,2019) (Dok.Kelompok 5,2019)
5.

Gambar 5a Gambar 5b Gambar 5c


Spesimen F Spesimen F Spesimen F
(Dok.Kelompok 5,2019) (Dok.Kelompok 5,2019) (Dok.Kelompok 5,2019)
6.

Gambar 6a Gambar 6b Gambar 6c


Spesimen G Spesimen G Spesimen G
(Dok.Kelompok 5,2019) (Dok.Kelompok 5,2019) (Dok.Kelompok 5,2019)

7.

Gambar 7a Gambar 7b Gambar 7c


Spesimen H Spesimen H Spesimen H
(Dok.Kelompok 5,2019) (Dok.Kelompok 5,2019) (Dok.Kelompok 5,2019)

Tabel G.2 Pengamatan morfologi porifera

No Klasifikasi Objek Gambar Gambar Referensi


Pengamatan
1. Regnum : Animalia
Phylum : Porifera
Classis :Demospongiae
Ordo :Keratosa
Familia:Hippospongiadae
Genus : Hippospongia
Gambar 8a. Gambar 8b.
Species: Hippospongia
Hippospongia sp. Hippospongia sp.
sp.
(dok kelompok (Guam,tanpa tahun)
5b,2019)
2. Regnum : Animalia
Phylum: Porifera
Classis : Demospongiae
Ordo : Halichondrida
Familia: Halichondridae Gambar 9a.
Genus : Halichondria Halichondia sp. Gambar 9b.
Species: Halichondria sp (dok kelompok Halichondria sp.
5b,2019) (Anonim,2012)
3. Regnum : Animalia
Phylum: Porifera
Classis : Calcarea
Ordo : Leucosolenida
Familia: Sycettidae
Genus : Scypha
Gambar 10a. Gambar 10b.
pecies: Scypha sp.
Scypha sp. Scypha sp.
(dok kelompok (Bryant,tanpa tahun)
5b,2019)

4. Regnum : Animalia
Phylum: Porifera
Classis : Demospongiae
Ordo : Haploscerida
Familia: Chalinidae Gambar 11a.
Genus : Haliclona Haliclona sp. Gambar 11b.
Species: Haliclona sp.
(dok kelompok Haliclona sp.
5b,2019) (Anonim,2006)
5. Regnum : Animalia
Phylum: Porifera
Classis : Demospongiae
Ordo : Haplosderida
Familia: Spongillidae
Genus : Spongilla
Species: Spongilla sp. Gambar 12a. Gambar 12b.
Spongilla sp. Spongilla sp.
(dok kelompok (Wikipedia, 2017)
5b,2019)

6. Regnum: Animalia
Phylum: Porifera
Classis: Demospongiae (tidak menemukan
Ordo: Haplosclerida literatur)
Familia: Chalinedae
Genus: Halichona
Species:Halichona sp Gambar 13a.
Halichona sp.
(dok kelompok
5b,2019)
7. Regnum: Animalia
Phylum: Porifera
Classis: Demospongiae
Ordo: Halichondrida (tidak menemukan
Familia: Halchondriidae
Gambar 14a. literatur)
Genus: Halichondrina
Species: Halinchondrina
Halichondrina sp.
sp (dok kelompok
5b,2019)
Tabel G.3 Identifikasi awetan basah porifera

No. Nama Bentuk Lubang Osculum Spongocoel Classis


Species tubuh pori
1. Hippospongia Tabung    Demospongia
Sp.
2. Halicondria Pipih    Demospongia
sp. bervolume
3. Scypha sp. Tabung    Calcarea
bercabang
4. Haliclona sp. Tabung    Demospongia

5. Spongilla sp. Pipih    Demospongia

6. Halichona sp. Tabung    Demospongia

7. Halichondrina Tabung    Demospongia


sp.

Tabel G.4 Identifikasi awetan kering porifera

Kerangka Tubuh
No. Nama Spongin Zat Silikat Bentuk Classis
Species Kapur Spikula
1. A  Monoaxon Calcarea

2. B   Monoaxon Demospongia

3. C   Monoaxon Demospongia

4. D  Monoaxon Calcarea

5. F   Monoaxon Demospongia

6. G   Monoaxon Demospongia

7. H   Triaxon Demospongia
H. Pembahasan

1. Spesies-spesies awetan kering

a. Spesimen A
Spesimen A adalah salah satu spesies yang digolongkan ke dalam
Filum Porifera. Spesies ini termasuk ke dalam Classis Calcarea karena
memiliki spikula dengan tipe monoaxon dan mengandung zat kapur
karena saat ditetesi HCl bentuk spikula berubah dan sebagian hancur.
b. Spesimen B
Spesimen B adalah salah satu spesies yang digolongkan ke dalam Filum
Porifera. Spesies ini termasuk ke dalam Classis Demospongiae karena
memiliki bentuk spikula dengan tipe triaxon dan mengandung silikat
dan spongin karena saat ditetesi HCl bentuk spikula tetap.
c. Spesimen C
Spesimen C adalah salah satu spesies yang digolongkan ke dalam Filum
Porifera. Spesies ini termasuk ke dalam Classis Demospongiae karena
memiliki bentuk spikula dengan tipe monoaxon dan mengandung
spongin karena saat ditetesi HCl bentuk spikula tetap.
d. Spesimen D
Spesimen D adalah salah satu spesies yang digolongkan ke dalam
Filum Porifera. Spesies ini termasuk ke dalam Classis Calcarea karena
memiliki bentuk spikula dengan tipe monoaxon dan mengandung zat
kapur karena saat ditetesi HCl bentuk spikula berubah dan sebagian
hancur.
e. Spesimen F
Spesimen F adalah salah satu spesies yang digolongkan ke dalam Filum
Porifera. Spesies ini termasuk ke dalam Classis Demospongiae karena
memiliki bentuk spikula dengan tipe monoaxon dan mengandung
silikat karena saat ditetesi HCl bentuk spikula tetap.
f. Spesimen G
Spesimen G adalah salah satu spesies yang digolongkan ke dalam
Filum Porifera. Spesies ini termasuk ke dalam Classis Demospongiae
karena memiliki bentuk spikula dengan tipe monoaxon dan
mengandung spongin karena saat ditetesi HCl bentuk spikula tetap.
g. Spesimen H
Spesimen H adalah salah satu spesies yang digolong ke dalam Filum
Porifera. Spesies ini termasuk ke dalam Classis Demospongiae karena
memiliki bentuk spikula dengan tipe monoaxon dan mengandung
silikat karena saat ditetesi HCl bentuk spikula tetap.
2. Spesimen-spesimen awetan basah

a. Schypa sp.
Schypa sp. adalah spesies yang termasuk ke dalam Classis Calcarea
karena rangka tubuhnya terbuat dari zat kapur. Spesies ini berwarna
krem dengan bentuk seperti busa dan memiliki pori-pori di seluruh
permukaan tubuhnya. Spesies ini memiliki bagian tubuh seperti ostium
yaitu tempat masuknya air, spongocoel yaitu rongga tubuhnya dan
oskulum sebagai tempat keluarnya air. Hewan ini dapat berkembang
biak secara generatif maupun vegetatif. Habitat Schypa sp. adalah di
perairan.
b. Halichondria sp.
Halichondria sp. adalah spesies yang termasuk ke dalam Classis
Demospongiae karena rangka tubuhnya terbuat dari spongin. Hewan ini
berwarna krem dengan bentuk seperti coral dan memiliki pori-pori di
seluruh permukaan tubuhnya. Hewan ini memiliki bagian tubuh seperti
ostium yaitu tempat masuknya air, spongocoel yaitu rongga tubuhnya
dan oskulum sebagai tempat keluarnya air. Hewan ini dapat
berkembang biak secara generatif maupun vegetatif. Habitat
Halichondria sp. adalah di perairan.
c. Haliclona sp.
Haliclona sp. adalah spesies yang termasuk ke dalam Classis
Demospongiae karena rangka tubuhnya terbuat dari spongin. Hewan ini
berwarna krem dengan bentuk seperti tabung dan memiliki pori-pori di
seluruh permukaan tubuhnya. Hewan ini memiliki bagian tubuh seperti
ostium yaitu tempat masuknya air, spongocoel yaitu rongga tubuhnya
dan oskulum sebagai tempat keluarnya air. Hewan ini dapat
berkembang biak secara generatif maupun vegetatif. Habitat Haliclona
sp. Adalah di perairan.
d. Halichona sp.
Halichona sp. adalah spesies yang termasuk ke dalam Classis
Demospongiae karena rangka tubuhnya terbuat dari spongin. Hewan ini
berwarna krem dengan bentuk seperti tabung dan memiliki pori-pori di
seluruh permukaan tubuhnya. hewan ini memiliki bagian tubuh seperti
ostium yaitu tempat masuknya air, spongocoel yaitu rongga tubuhnya,
dan oskulum sebagai tempat keluarnya air. Hewan ini dapat
berkembang biak secara generatif maupun vegetatif. Habitat Halichona
sp. adalah di perairan.
e. Hippospongia sp.
Hippospongia sp. adalah spesies yang termasuk ke dalam Classis
Demospongiae karena rangka tubuhnya terbuat dari spongin. Hewan ini
berwarna coklat kemerahan dengan bentuk seperti coral dan memiliki
pori-pori di seluruh permukaan tubuhnya. Hewan ini memiliki bagian
tubuh seperti ostium yaitu tempat masuknya air, spongocoel yaitu
rongga tubuhnya, dan oskulum sebagai tempat keluarnya air. Hewan ini
dapat berkembang biak secara generatif maupun vegetatif. Habitat
Hippospongia sp. adalah di perairan.
f. Spongilla sp.
Spongilla sp. adalah spesies yang termasuk ke dalam Classis
Demospongiae karena rangka tubuhnya terbuat dari spongin. Hewan ini
berwarna krem dengan bentuk seperti busa dan memiliki pori-pori di
seluruh permukaan tubuhnya. Hewan ini memiliki bagian tubuh seperti
ostium yaitu tempat masuknya air, spongocoel yaitu rongga tubuhnya,
dan oskulum sebagai tempat keluarnya air. Hewan ini dapat
berkembang biak secara generatif maupun vegetatif. Habitat Spongilla
sp. adalah di perairan.
g. Halichondrina sp.
Halichondrina sp. adalah spesies yang termasuk ke dalam Classis
demospongiae karena rangka tubuhnya terbuat dari spongin. Hewan ini
berwarna krem dengan bentuk seperti busa dan memiliki pori-pori di
seluruh permukaan tubuhnya. hewan ini memiliki bagian tubuh seperti
ostium yaitu tempat masuknya air, spongocoel yaitu rongga tubuhnya,
dan oskulum sebagai tempat keluarnya air. Hewan ini dapat
berkembang secara generatif maupun vegetatif. Habitat Halichondrina
sp. adalah di perairan.

I. Hasil Diskusi

1. Dapatkah anda menemukan persamaan yang dimiliki oleh setiap species


yang anda temukan? tuliskan persamaan persamaan tersebut!
Jawaban :
a. Setiap species memiliki pori-pori
b. Multiselluler paling sederhana
c. Setiap species memiliki ostium di seluruh tubuhnya
d. Terdapat spongoecoel
e. Semua species memiliki kerangka tubuh yang anda amati
2. Dapatkah anda menemukan perbedaan yang dimiliki oleh setiap species
tersebut sehingga dimasukkan pada classis yang berbeda? Tuliskan
perbedaan-perbedaanya
Jawaban :
a. Perbedaanya terletak pada zat penyusun spikula dan jumlah cabang
spikula.
b. Ada yang memiliki struktur tubuh berongga dan ada juga yang padat
c. Kerangka tubuh ada yang tersusun dari zat kapur,spongin, dan silikat
d. Bentuk tubuh bervariasi
e. Tipe spikula yang berbeda yaitu monoakson,triakson, dan tetraakson
3. Tuliskan ciri khas dari tiap tiap classis pada kolom berikut :
No Classis Ciri khas

1 Calcarea Kerangka tubuh terbuat dari zat kapur,


(calcispongiae) spikula bertipe Monoakson, Triakson, atau
Tetraakson, umumnya hidup di laut atau
sekitar pantai, tipe saluran air bisa ascon,
sicon, atupun leucon.
2 Hexactinellida Kerangka tubuh dari silikat,warna tubuh
pucat,tipe saluran air umum nya sicon dan
spikula bertipe heksason.

3 Demospongiae Kerangka tubuh terbuat dari spongin atau


silikat atau keduanya, spikula bertipe selain
heksason. Warna tubuh cerah karena
mengandung pigmen yang terdapat pada
amoebosit.tipe saluran air leucon.
4. Tuliskan kegunaan dan manfaat dari species species porifera yang anda
temukan
Jawaban :
a. Sebagian dari spesies porifera dapat digunakan sebagai spons untuk
membersihkan tubuh,cuci piring,dll.
b. Sebagai obat obatan (obat kontrasepsi,antibiotic,antiviral).
c. Zat kimia yang dikeluarkannya memiliki potensi obat penyakit kanker
dan penyakit lainnya.
d. Spons laut memiliki potensi bioaktif yang sangat besar. Kandungan
bioaktif tersebut dikelompokan menjadi beberapa kelompok besar yaitu
antiflammantory, antitumor, antivirus, antimalaria, antibiotik.
5. Dari teori perkuliahan atau buku sumber yang anda peroleh mengenai
phylum porifera, lengkapilah table berikut ini :
Phylum Pencernaan Ekskresi Pernapasan Sistem Reproduksi
Makanan syaraf

Porifera Pencernaan Proses Masuknya air Belum Terdapat 2 cara


makananan pada pembuangan melalui ostium ada reproduksi pada
porifera adalah limbah yang terdapat sistem porifera
intraseluler, metabolisme pada seluruh syaraf
1.Aseksual/vegetat
intraseluler dikeluarkan permukaan
if yaitu dengan
merupakan melalui proses tubuhnya,
membentuk tunas
pencernaan difusi sel sel lalu masuk ke
internal (gemmule)
makanan yang penyusun dalam rongga
dan tunas
terjadi di tingkat dinding spongocoel,
(budding).
sel / didalam sel. spongocoel selanjutnya
2. Seksual
Proses tersebut (rongga tubuh koanosit, yaitu
Yaitu pembuahan
diawali dari porifera), sel yang
antara ovum dan
masuknya air limbah berbatasan
spermatozoid.
melalui pori – pori metabolisme langsung
Porifera termasuk
tubuh porifera larut bersama dengan rongga
hewan yang
(ostium), cairan tubuh spongocoel.Ali
hermafrodit
selanjutnya air dalam ran air yang (berkelamin
akan masuk spongocoel,ke masuk melalui ganda). Hasil
kedalam tubuh mudian akan ostium menuju pembuahannya
bersamaan bersama-sama rongga berupa zigot yang
dengan plankton dikeluarkan spongocoel akan berkembang
dan bakteri yang melalui membawa menjadi larva
menjadi sumber oskulum oksigen bersilia. Karena
makanannya. (lubang besar sekaligus zat- bersilia, larva
Melalui mikrofili pada bagian zat makanan. dapat bergerak
yang terdapat atas permukaan Pengikatan O2 bebas dan akhirnya
pada sel koanosit tubuh porifera) dan pelepasan akan menempel
lapisan ke perairan. CO2 dilakukan pada tempat
endodermis oleh koanosit. tertentu dan
porifera, plankton lalu, air keluar kemudian tumbuh
dan bakteri akan melalui menjadi porifera
tersaring. oskulum baru

J. Kesimpulan

1. Setelah diamati terdapat berbagai macam species dari filum Porifera yang
dibedakan berdasarkan sifat kerangka tubuhnya, yang menunjukan
keanekaragaman dalam filum porifera.

2. Menurut hasil pengamatan semua species termasuk kedalam classis


Demospongiae yang spikula nya dari silikat atau spongin atau campuran
keduanya dan spikula nya bukan hexaxon, kecuali pada Scypha sp yang
termasuk kedalam classis Calcarea.

3. Ciri khas yang terlihat dari semua species dapat dibedakan dari bentuk
tubuhnya yang berupa tabung bercabang kecuali Spongilla sp yang
berbentuk piph dan Halichondria sp yang berbentuk pipih bervolume.
4. Setelah melakukan pengamatan, kami dapat mengenal keankeragaman
filum porifera, diantaranya ada Halichondria sp, Schypa sp, Holichona sp,
Holiclona sp, Spongilla sp, dan Hipposngia sp
DAFTAR GAMBAR

Gambar 8b. Hippospongia sp. Guam (Tanpa tahun). Hippospongia sp. [Online].
Diakses dari:
http://www.palaeontologie.geo.unimuenchen.de/sbd/specimen.php?id= 8
65 Pada 7 Maret 2019
Gambar 9b. Halichondria sp. Anonim (Tanpa tahun). Halichondria sp. [Online].
Diakses dari: http://pt- lobos.com/inverts.html Pada 7 Maret 2019
Gambar 10b. Scypha sp. Bryant. (Tanpa tahun). Scypha sp. [Online].
Diakses dari:
http://nathistoc.bio.uci.edu/Porifera/Scypha/index.html Pada 7 Maret 2019
Gambar 11b. Haliclona sp. Anonim. (2006). Haliclona sp. [Online]. Diakses
dari: http://www.alamy.com/stock-photo- blue-sponge-haliclona-sp-on-daisy-
flower-pot-coral-goniopora-sp-apo-4122741.html Pada 7 Maret 2019
Gambar 12b. Spongilla sp. Wikipedia. (2017). Spongilla sp. [Online].
Diakses dari:
https://en.wikipedia.org/wiki/Spongilla Pada 7 Maret 2019
DAFTAR PUSTAKA

Kastawi, H, Yusuf. Dkk. (2005). Zoologi Avertebrata. Malang: FMIPA IKIP Malang.
Rusyana, Adun. 2013. Zoologi Invertebrata (Teori dan Praktek). Bandung :
Alfabeta.
Suhardi. 2007. Evolusi Avertebrata. Jakarta : Universitas Indonesia.