Anda di halaman 1dari 10

RANGKUMAN MATERI BAB 3 EKONOMI DAN

KEWIRAUSAHAAN KOPERASI SERTA BAB 8


KEWIRAUSAHAAN

Tugas ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Manajemen Koperasi oleh
Dr. Mamat R. Irmansyah, Drs., SE., M.Si.

DISUSUN OLEH
Nama : IKHSAN DWITAMA
NPM : 120310100127
Jurusan : Manajemen

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2011
A. Ekonomi dan Kewirausahaan Koperasi
A.1. Pengertian Kewirausahaan Koperasi
Berdasarkan hasil Seminar Nasional di IKOPIN, istilah kewirakoperasian dapat
didefinisikan sebagai suatu sikap mental positif dalam berusaha secara kooperatif
untuk mengambil prakarsa inovatif serta keberanian mengambil risiko dengan
berpegang teguh pada identitas koperasi dalam mewujudkan terpenuhinya
kebutuhan nyata serta peningkatan kesejahteraan bersama. Menurut Meredith,
wirausaha koperasi adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai
kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan, dan mengambil
tindakan tepat agar mencapai kesuksesan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa
wirausaha koperasi merupakan orang yang mempunyai kemampuan dan kemauan
dalam inovasi atau mengembangkan strategi demi perkembangan koperasi yang
lebih baik.

A.2. Ciri Wirakoperasi


Ciri – ciri wirakoperasi umumnya sama dengan ciri – ciri wirausaha pada
umumnya. Namun wirakoperasi memiliki ciri – ciri khusus pada sikapnya yang
lebih menghargai kebersamaan dibandingkan keberhasilan keuntungan individual
semata. Menurut Meredith terdapat 6 ciri – ciri wirakoperasi yaitu :
a. Mempunyai kepercayaan yang kuat pada diri sendiri.
b. Berorientasi pada tugas dan hasil yang berprestasi berdasarkan orientasi
keuntungan, tekun, tabah, serta kerja keras.
c. Mampu mengambil risiko dan keputusan secara cepat dan cermat.
d. Mempunyai jiwa kepemimpinan, suka bergaul, dan bersedia menerima
saran dan kritik.
e. Berjiwa inovatif dan kreatif.
f. Visioner

A.3. Fungsi, Tugas, dan Tipe Kewirakoperasian


Menurut Hendar, fungsi kewirakoperasian dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :
a. Kewirakoperasian rutin. Fungsi ini menjelaskan bahwa seorang
wirakoperasi bertugas untuk mengendalikan pendayagunaan sumber daya
agar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
b. Kewirakoperasian arbitrase. Fungsi ini menjelaskan bahwa seorang
wirakoperasi bertugas mencari peluang yang lebih menguntungkan.
c. Kewirakoperasian inovatif. Fungsi ini menjelaskan bahwa seorang
wirakoperasi selalu tidak puas dengan kondisi yang ada sehingga terus
menciptakan hal – hal yang baru (inovasi).

Menurut Hendar, tugas seorang wirakoperasi adalah menciptakan keunggulan


koperasi melalui keunggulan – keunggulan sebagai berikut :
a. Kedudukan Monopoli. Tugas wirakoperasi dalam menciptakan
keunggulan ini adalah menciptakan sebuah koperasi yang mampu
menguasai sektor ekonomi seperti sektor primer melalui koperasi
primernya hingga sektor tersier melalui koperasi tersier.
b. Biaya transaksi. Tugas wirakoperasi dalam menciptakan keunggulan ini
adalah menekan biaya transaksi seperti melalui pembentukan pasar
internal (interlinkage market).
c. Interlinkage market. Tugas wirakoperasi dalam menciptakan keunggulan
ini adalah mengurangi permasalahan yang mungkin ditimbulkan ketika
hubungan transaksi antar pelaku ekonomi di pasar terjadi. Contohnya
pada pasar input, seorang wirakoperasi mendirikan koperasi penjualan
untuk menampung hasil produksi dan mencegah rentenir.
d. Trust Capital. Tugas wirakoperasi dalam menciptakan keunggulan ini
adalah mengelola modal secara efisien dan meningkatkan partisipasi
anggota dalam pemanfaatan jasa pelayanan koperasi serta pembentukan
sumber permodalan baru.
e. Pengendalaian ketidakpastian. Tugas wirakoperasi dalam menciptakan
keunggulan ini adalah meningkatkan pelayanan kepada anggotanya
dengan menyediakan barang atau jasa yang dibutuhkannya.
f. Inovasi. Tugas wirakoperasi dalam menciptakan keunggulan ini adalah
membuat inovasi – inovasi baru yang dapat menguntungkan bagi
koperasi dan anggotanya.
g. Partisipasi. Tugas wirakoperasi dalam menciptakan keunggulan ini
adalah dengan meningkatkan partisipasi anggota, salah satunya dengan
menyediakan barang / jasa yang dibutuhkan oleh anggota.

Berdasarkan sudut pandang tugas serta kemampuan di koperasi, Hendar


membagi tipe – tipe kewirakoperasian menjadi empat macam yaitu :
a. Kewirakoperasian anggota. Tipe ini menjelaskan bahwa anggota sebagai
pemilik koperasi dapat menjadi wirakop apabila ia mampu menemukan
dan menggunakan peluang yang ada untuk perkembangan koperasi.
b. Kewirakoperasian manajer. Tipe ini menjelaskan bahwa manajer
diharapkan dapat meningkatkan keuntungan bagi koperasi namun
ternyata terdapat kendala yang dihadapi yaitu keterbatasan kebebasan
untuk bertindak.
c. Kewirakoperasian birokrat. Tipe ini menjelaskan bahwa birokrat, pihak
yang secara tidak langsung berhubungan dengan perkembangan gerakan
koperasi, terbelenggu oleh aturan – aturan kewirakoperasian sehingga
campur tangannya belum tentu sesuai dengan keinginan koperasi.
d. Kewirakoperasian katalis. Tipe ini menjelaskan bahwa katalis, pihak
yang berkomitmen untuk mengembangkan koperasi, tidak mempunyai
hubungan langsung dengan koperasi tetapi tidak terikat oleh aturan –
aturan organisasi.

A.4. Prasyarat Keberhasilan Wirausaha Koperasi


Koperasi merupakan salah satu unit usaha yang bergerak dibidang ekonomi
dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan
produktivitas dan pendapatan masyarakat. Menurut Ropke peningkatan
produktivitas bisa dilakukan melalui dua jalan, yaitu :
1. Melalui kegiatan inovatif (contoh : penggunaan teknologi produktif)
2. Melalui kegiatan peningkatan kegiatan kerja. (contoh : pembuatan
prasarana baru)

Hakikat dari fungsi wirausaha koperasi adalah mampu mengaplikasikan


kemungkinan baru dibidang ekonomi atau dengan kata lain disebut fungsi inovatif.
Menurut Hender secara substansi dan organisatoris, fungsi inovatif dapat dijelaskan
melalui kegiatan berikut :
1. Mengenal keuntungan dari kombinasi – kombinasi baru.
2. Evaluasi keuntungan yang terkandung dalam kombinasi baru.
3. Pembiayaan
4. Teknologi, perencanaan, dan pembangunan tempat – tempat produksi
5. Pengadaan, pendidikan, dan memimpin tenaga kerja
6. Negosiasi dengan pemerintah/badan resmi yang berwenang
7. Negosiasi dengan pemasok dan pelanggan

Dari ketujuh fungsi tersebut sangatlah tidak mungkin jika seorang wirausaha
mampu untuk melaksanakan semuanya. Oleh karena itu, sangatlah penting ketika
seorang wirausaha mengkombinasikan antara fungsi inovatif dengan kemampuan
yang ia miliki.

A.5. Keunggulan Bersaing Koperasi


Menurut Hendar, keunggulan bersaing (competitive advantages) bisa diperoleh
melalui strategic asset, reputation, dan arsitektur koperasi, tetapi peranan wirakop
dalam menciptakan inovasi lebih dominan daripada menciptakan competitive
advantages. Hal ini cukup beralasan mengingat dari ketiga hal tersebut, koperasi
masih belum bisa menjadikannya sebagai competitive advantages. Dari segi
strategic asset, bisa kita lihat aset koperasi jauh lebih kecil dibandingkan aset
BUMN yang notabene mempunyai modal lebih besar. Sedangkan dari segi
reputation, koperasi masih belum mampu untuk mengentaskan kemiskinan di
masyarakat sehingga masyarakat masih belum mempercayai koperasi. Dari segi
arsitektur koperasi, prinsip anggota adalah penguasa koperasi dapat menjadi
permasalahan tersendiri ketika tingkat partisipasi anggota tidak maksimal.
Oleh karena itu, dibutuhkan seorang wirakoperasi sejati yang berfungsi untuk
menciptakan keunggulan bersaing melalui tugas wirakoperasi seperti penciptaan
interlinkage market, penciptaan inovasi, menciptakan biaya transaksi yang rendah
serta mengurangi resiko dari transaksi yang dilakukan.
Menurut Edi Swasono, pemerintah memiliki upaya untuk menciptakan
keunggulan koperasi dengan tujuan agar koperasi mampu bersaing tanpa bantuan
melalui 3 tahapan sebagai berikut :
1. Offisialisasi. Tahapan ini menjelaskan bahwa pemerintah harus
mengenalkan konsep koperasi kepada masyarakat.
2. Debirokratisasi. Tahapan ini menjelaskan bahwa pendirian koperasi
dilakukan bersama – sama antara pemerintah dengan masyarakat.
3. Otonomi. Tahapan ini menjelaskan bahwa pemerintah melepas campur
tangannya dalam perkembangan koperasi dan memercayakan
kepengurusannya kepada masyarakat.

A.6. Keuntungan Menjadi Anggota Koperasi


Individu akan tetap setia dengan koperasi jika ia merasa bahwa koperasi telah
memberikan timbal balik yang sepadan atau lebih baik dibandingkan dengan
tindakan yang dia lakukan terhadap koperasi. Hal ini selaras dengan pendapat Ropke
bahwa perilaku individu ini dimotivasi oleh sikap yang mengutamakan kepentingan
sendiri (self interested). Sikap ini lebih menonjolkan keegoisan individu sehingga
dia akan terus berusaha meningkatkan kenikmatan yang harus ia raih melalui
berbagai hal, salah satunya melalui pendapatan. Setiap individu akan memberikan
perhatian serius terhadap hal ini terutama ketika sedang mengambil keputusan yang
dapat mempengaruhi hasil keuntungan maupun kerugian yang diraih.
Oleh karena itu, jika sebuah koperasi ingin meningkatkan partisipasi anggota,
koperasi harus memiliki keunggulan – keunggulan dibandingkan dengan unit usaha
lainnya dengan memerhatikan dua kondisi berikut :
a. Koperasi harus dapat menghasilkan keunggulan paling sedikit sama
dengan keunggulan yang dihasilkan oleh usaha non – koperasi.
b. Anggota harus berperan aktif dengan mengendalikan manajemen
koperasi melalui proses pengawasan secara menyeluruh.

Keuntungan yang mungkin dihasilkan oleh koperasi lebih besar dibandingkan


dengan usaha non – koperasi mengingat koperasi merupakan organisasi yang lebih
fleksibel, adil, serta memudahkan urusan individu karena lebih mengutamakan
urusan bersama. Berikut beberapa kelebihan – kelebihan yang dimiliki koperasi :
a. Rendahnya risiko dalam menghadapi ketidakpastian. Hal ini disebabkan
ketika melakukan proses pembelian dan penjualan dilakukan melalui
pasar internal sehingga mengurangi risiko mengingat masing – masing
pihak sudah saling mengetahui.
b. Biaya informasi dan biaya pesan yang lebih murah. Hal ini disebabkan
oleh sifat keanggotaan koperasi yang bersifat sukarela sehingga anggota
tidak akan membebani biaya terlalu mahal serta akan selalu berjuang
semaksimal mungkin meraih hasil terbaik.
c. Prinsip keanggotaan yang bersifat sukarela terbuka maka setiap
keputusan manajer akan lebih berpihak atas kebutuhan – kebutuhan
anggota.

B. Kewirausahaan
B.1. Pengertian Kewirausahaan
Secara etimologis, wira berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan, atau
pejuang. Sedangkan usaha memiliki arti kegiatan yang dilakukan secara
berkesinambungan untuk mengelola sumber daya yang ada. Jadi, wirausaha adalah
pejuang yang menjadi teladan dalam bidang usaha.
Berikut beberapa penjelasan para ahli dalam mendefinisikan kewirausahaan :
a. Geoffrey G. Meredith berpendapat bahwa wirausaha merupakan orang
yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan –
kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang ada untuk diambil
keuntungan daripadanya, serta mengambil tindakan yang ditujukan untuk
meraih kesuksesan.
b. Salim Siagian berpendapat bahwa kewirausahaan adalah semangat,
perilaku, dan kemampuan, untuk memberikan tanggapan yang positif
terhadap peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan / atau
pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan dengan menyediakan
produk yang lebih bermanfaat serta menerapkan cara kerja yang efisien.
c. Skinner berpendapat bahwa wirausaha merupakan seseorang yang
mengambil risiko yang diperlukan untuk mengorganisasikan dan
mengelola suatu bisnis dan menerima imbalan / balas jasa berupa profit
finansial maupun non – finansial.
d. Siswanto Sudomo berpendapat bahwa kewirausahaan adalah segala
sesuatu yang penting mengenai seorang wirausaha yang dapat diartikan
sebagai sifat – sifat khususnya (contoh : bekerja keras), kemampuan
khususnya (contoh : peka terhadap peluang bisnis), tindakannya (contoh :
berani mewujudkan gagasannya), dan hasil karya yang dilakukannya
(contoh : pembukaan lapangan kerja baru).
e. Moriis, Avilla, dan Allen berpendapat bahwa wirausaha merupakan suatu
proses penciptaan nilai dengan menggunakan berbagai sumber daya
tertentu untuk mengeksploitasi peluang melalui proses – proses sebagai
berikut :
1) Identifikasi peluang.
2) Pengembangan (konsep) bisnis baru.
3) Evaluasi dan pemngumpulan sumber daya yang diperlukan.
4) Implementasi / penerapan konsep.
5) Pemanfaatan serta penuaian hasil dari bisnis yang dijalankan.

Setidaknya terdapat 5 esensi penting kewirausahaan yaitu :


a. Kemauan kuat untuk berkarya dengan semangat kemandirian (terutama
dalam bidang ekonomi).
b. Kemauan untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan secara
sistematis, termasuk keberanian mengambil risiko.
c. Kemauan berpikir dan bertindak secara inovatif, kreatif, proaktif, dan
visioner.
d. Kemauan bekerja secara teliti, tekun, dan produktif.
e. Kemauan berkarya dalam kebersamaan berlandaskan etika bisnis yang
sehat.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah semangat,
sikap, perilaku, hasrat dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dengan
kegiatan kerja yang mengarah pada upaya inovasi, berani mengambil risiko, serta
menciptakan metode – metode kerja yang lebih efisien guna memperoleh
keuntungan yang lebih besar.

B.2. Ciri – Ciri Wirausaha


Berikut ciri – ciri kepribadian seorang wirausaha :
1. Memiliki sebuah gagasan dan selalu berusaha mewujudkannya secara
berkesinambungan.
2. Berani menanggung risiko usaha.
3. Bekerja keras dan gesit dalam mengambil keputusan serta bertindak.
4. Memiliki semangat kerja yang tinggi serta tidak mudah berputus asa.
5. Memiliki rasa percaya diri yang kuat.
6. Memiliki keterampilan untuk memimpin orang lain.
7. Memiliki daya kreativitas tinggi dengan melakukan inovasi baru.

Menurut Geoffrey G. Meredith, ciri wirausaha dijelaskan melalui tabel berikut :


Ciri - Ciri Watak
Keyakinan
Percaya diri
Tidak tergantung pada orang lain
Mengejar prestasi, orientasi laba,
Berorientasi tugas dan hasil
tekun, kerja keras, dan inisiatif
Pengambil risiko Suka mengambil tantangan
Mudah Bergaul
Kepemimpinan
Menerima kritik dan saran
Inovatif, kreatif, dan fleksibel
Keorisinilan
Serba bisa, mengetahui banyak

Visioner
Berorientasi ke masa depan
Perspektif

Salah satu contoh wirausaha sukses adalah Ray Kroc, pendiri restoran
multinasional McDonald’s. Seperti yang kita ketahui menu yang ditawarkan seperti
hamburger merupakan menu yang tidak asing bagi masyarakat Amerika. Namun
dengan teknik baru, pengalokasian sumber daya yang baik, metode organisasional
yang baik Ray Kroc berhasil meningkatkan produktivitasnya serta tingkat
pelayanannya kepada pelanggan. Hal inilah yang membuat banyak konsumen
menjadi pelanggan tetap di McDonald’s Amerika bahkan hampir di seantero dunia.
B.3. Arti Penting Kewirausahaan
Kewirausahaan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan ekonomi.
Peran penting yang dilakukan oleh seorang wirausaha adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan produktivitas usaha dengan menggunakan metode dan
teknologi baru.
b. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
c. Menciptakan teknologi baru dalam menciptakan produk melalui inovasi
serta memanfaatkan peluang yang ada.
d. Membantu usaha bisnis yang besar. Barang – barang yang tidak dapat
diproduksi oleh usaha bisnis yang besar akan dipenuhi oleh usaha bisnis
yang kecil termasuk dari wirausaha.

Memasuki era globalisasi saat ini, peran pelaku ekonomi seperti wirausaha
sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang mandiri, tangguh,
dan berdaya saing tinggi.

B.4. Tiga Jenis Wirausaha


Menurut Irfan, pada dasarnya hakekat kewirausahaan adalah perwujudan sikap,
perilaku, kemampuan, serta semangat yang sangat mendasar untuk mendukung
kehandalan, ketangguhan, dan keunggulan wirausaha yang memiliki ciri – ciri
sebagai berikut :
1. Wirausaha Handal.
a. Memiliki rasa percaya diri dan mandiri dalam mengembangkan
usaha.
b. Mampu memanfaatkan peluang usaha yang ada semaksimal
mungkin demi keuntungannya
c. Mencintai kegiatan usahanya tidak hanya secara lugas dan tangguh
tetapi juga luwes dalam melindunginya.
d. Mampu melakukan komunikasi yang baik.
2. Wirausaha Tangguh
a. Mampu berpikir dan bertindak stratejik, adaptif, dan berisiko.
b. Menggunakan berbagai keunggulan untuk memuaskan pelanggan.
c. Mengenali dan mengendalikan kekuatan serta kelemahan usaha.
d. Selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan ketangguhan usaha.
3. Wirausaha Unggul
a. Berani mengambil risiko serta mampu memperhitungkannya.
b. Selalu mengantisipasi perubahan dan akomodatif terhadap
lingkungan usaha
c. Bertindak kreatif memanfaatkan peluang pasar dan meningkatkan
produktivitas usaha.
d. Meningkatkan keunggulan dan citra usaha melalui inovasi di
berbagai bidang usaha.

B.5. Kiat Bagi Calon Wirausaha


Berikut 10 kiat yang dapat digunakan ketika mendirikan usaha, yaitu :
1. Batasi individu yang dapat menyetujui dan memberi masukan secara
langsung terhadap apa yang akan dicapai oleh usaha.
2. Tentukan usaha bisnis yang akan ditekuni.
3. Fokus terhadap dua atau tiga sasaran operasional spesifik pada jangka
waktu tertentu.
4. Bekerjalah sesuai dengan rencana yang telah disusun.
5. Berikanlah penghargaan kepada karyawan yang berprestasi.
6. Pekerjakanlah orang – orang yang memiliki prestasi yang baik.
7. Perluas dan perkuat metode usaha yang dapat meningkatkan laba usaha.
8. Rencanakan, arahkan, dan awasi modal usaha.
9. Pertahankan pandangan – pandangan yang bersifat objektif.
10. Lakukanlah inovasi secara periodik dengan selalu mengevaluasi
kesesuaian usaha kita dengan lingkungan.

B.6. Risiko Kewirausahaan


Ketika memulai suatu bisnis, wirausahawan akan menghadapi berbagai risiko
yang sangat besar. Risiko pertama yang dihadapi adalah risiko bisnis seperti ketika
terjadi peperangan maka usaha kita akan kurang laku bahkan bangkrut. Risiko kedua
yang dihadapi oleh kewirausahaan adalah risiko finansial seperti ketika usaha kita
tidak berjalan baik maka kita akan merugi. Risiko ketiga adalah risiko karir yang
terjadi ketika kita memilih wirausaha yang serba tidak pasti dibandingkan karir lain
yang lebih memiliki kepastian. Risiko keempat yang dihadapi adalah risiko keluarga
dan sosial yang ditimbulkan sebagai dampak atas sempitnya waktu untuk keluarga
dan sosial.