Anda di halaman 1dari 23

MODUL

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

MERENCANAKAN PERJALANAN WISATA


PAR.PW02.004.01

KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI


DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN
DAN PRODUKTIVITAS Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51
Lantai 6A Jakarta Selatan
Modul Pelatihan berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Golongan Jasa Pendidikan Lainnya Pemerintah P.85430.011.00
KATA PENGANTAR

Modul pelatihan berbasis kompetensi merupakan salah satu media pembelajaran yang
dapat digunakan sebagai media transformasi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja
kepada peserta pelatihan untuk mencapai kompetensi tertentu berdasarkan program
pelatihan yang mengacu kepada Standar Kompetensi .
Modul pelatihan ini berorientasi kepada pelatihan berbasis kompetensi (Competence
Based Training) diformulasikan menjadi 3 (tiga) buku, yaitu Buku Informasi, Buku Kerja
dan Buku Penilaian sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penggunaanya
sebagai referensi dalam media pembelajaran bagi peserta pelatihan dan instruktur, agar
pelaksanaan pelatihan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Untuk memenuhi
kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi tersebut , maka disusunlah modul pelatihan
berbasis kompetensi dengan judul “Perhitungan Paket Wisata“.
Kami menyadari bahwa modul yang kami susun ini masih jauh dari sempurna . Oleh
karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan masukan untuk perbaikan agar tujuan
dari penyusunan modul ini menjadi lebih efektif.
Demikian kami sampaikan, semoga Tuhan YME memberikan tuntunan kepada kita
dalam melakukan berbagai upaya perbaikan dalam menunjang proses pelaksanaan pelatihan
di lembaga pelatihan kerja .

Jakarta, ........................ 2018

Judul Modul Marketing


Buku Informasi Versi: 2018

Modul Pelatihan berbasis Kompetensi Kode Modul


Sub-Golongan Jasa Pendidikan Lainnya Pemerintah P.85430.011.00

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ------------------------------------------------------------------------------ 2


DAFTAR ISI -------------------------------------------------------------------------------------- 3
ACUAN STANDAR KOMPETENSI KERJA DAN SILABUS PELATIHAN --------------------- 4
A. Acuan Standar Kompetensi Kerja --------------------------------------------------------- 4
B. Kemampuan yang Harus Dimiliki Sebelumnya ----------------------------------------- 6
C. Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) ------------------------------------------ 7
LAMPIRAN ---------------------------------------------------------------------------------- ----- 10
1. BUKU INFORMASI ---------------------------------------------------------------------- 10
2. BUKU KERJA ----------------------------------------------------------------------------- 10
3. BUKU PENILAIAN ----------------------------------------------------------------------- 10

Judul Modul Marketing


Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Golongan Jasa Pendidikan Lainnya Pemerintah P.85430.011.00
ACUAN STANDAR KOMPETENSI KERJA
DAN SILABUS PELATIHAN

A. Acuan Standar Kompetensi Kerja


Materi modul pelatihan ini mengacu pada unit kompetensi terkait yang disalin
dari Standar Kompetensi Marketing dengan uraian sebagai berikut:
Kode Unit : PAR.PW02.004.01
Judul Unit : PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN PERJALANAN WISATA

Deskripsi Unit : Unit ini meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja
yang diperlukan untuk menyiapkan informasi dan laporan pelatihan guna
menjamin integritas sesuai dengan kebutuhan lembaga pelatihan termasuk
penerapan sistem informasi dalam memenuhi kebutuhan dan digunakan
dengan benar.
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
1. Merencanakan 1.1 Kegiatan wisata direncanakan sesuai
kegiatan wisata dengan petunjuk dan dokumen
penyelenggara wisata
1.2 Perencanaan disesuaikan dengan
faktor-faktor berikut :
1.2.1 Jenis wisatawan
1.2.2 Keinginan khusus wisatawan
1.2.3 ukuran dari rombongan wisata
1.2.4 Lamanya pelaksanaan wisata
1.2.5 Rencana perjalanan spesifik yang
diinginkan
1.2.6 Permintaan khusus
2. Memberikan 2.1 Wisatawan disambut dalam
penjelasan singkat penyelenggaraan wisata dan memberikan
kepada wisatawan singkat tentang persoalan wisata dalam
pelaksanaan, termasuk hal berikut :
2.1.1 Rencana perjalanan termasuk rute,
jadwal dan acara penting
2.1.4 Prosedur di tempat-tempat khusus
2.1.5 Prosedur pada saat tur/wisata
berhenti
2.1.6 Peraturan dan persyaratan untuk
rombongan yang dianggap perlu
2.1.10 Kegiatan tur/wisata tambahan
3. Menjalin hunungan 3.1 Di jaga kelancaran suatu tur/wisata
dengan kalangan Industri sehingga dapat berjalan baik melalui
hubungan dengan rekan-rekan industri
seperti yang ditetapkan berikut ini :
3.1.1 Masyarakat setempat
3.1.2 Pengemudi kendaraan/bus
3.1.3 Manajer wisata
3.1.4 Pemandu wisata lokal
3.1.5 Perusahaan penerbangan
3.1.6 Biro penyelenggara wisata
3.1.7 Penyediaan produk (hotel, restoran,
atraksi, penyalur DTW)
3.1.8 Kantor perusahaan perjalanan

4. Mengelola rencana 4.1 Tur/wisata dilaksanakan sesuai dengan


perjalanan jadwal termasuk semua hal yang telah
disusun dalam program perjalanan
4.2 Wisatawan dijelaskan dengan sopan dan
berhati-hati tentang perubahan Itinerary
yang tidak dapat dihindari

Judul Modul Marketing


Buku Informasi Versi: 2018
BATASAN VARIABEL :
Penyusunan biaya perjalanan wisata (tour) dirangkai dari berbagai komponen biaya / fasilitas yang
akan dipakai selama pelaksanaan tour. Tetapi kita juga harus memperhitungkan biaya sebelum dan
setelah pelaksanaan tour. Dengan kata lain, kita harus memperhitungkan seluruh biaya yang akan
dikeluarkan.

Cara penentuan biaya tour ini dilakukan dengan cara :

1. Menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan, yaitu biaya langsung dan biaya biaya tidak
langsung.
2. Hanya menghitung biaya langsung saja dengan meminimumkan biaya tidak langsung.
Perhitungan ini dirasakan tidak akurat karena tidak memperhitungkan seluruh biaya yang
berkemungkinan akan dikeluarkan dalam pelaksanaan suatu perjalanan wisata.

Konsep perhitungan biaya perjalanan wisata dapat dilakukan dengan dua model :

MODEL 1 : INISIATIF YANG BERASAL DARI CLIENT


1. TAILOR MADE TOUR

Berdasarkan pengertiannya, Tailor made tour adalah perhitungan biaya perjalanan wisata yang
dihitung berdasarkan permintaan wisatawan. Seluruh fasilitas termasuk obyek wisata dipersiapkan
berdasarkan permintaan wisatawan.

Dalam konsep pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Tour Planner, Tailor made dilakukan
apabila seluruh komponen yang diminta terutama Obyek Wisata belum pernah dibuat / dirancang
sebelumnya. Dengan kata lain, perjalanan wisata tersebut merupakan perjalanan wisata baru yang
belum pernah di konsep sebelumnya. Atau bisa juga kita katakan, bahwa Tailor Made ini adalah
“Mengkonsep dan membuat Produk Perjalanan Wisata Baru”.

Perhitungan secara Tailor Made ini dilakukan dengan mengklarifikasi jenis biaya yang akan di
tanggung oleh client. Adapun jenis biaya yang dimaksud terbagi menjadi dua klasifikasi, yaitu :
A. Fixed Cost (Biaya Tetap)
Biaya tetap (Fixed Cost) adalah biaya yang ditanggung bersama oleh seluruh jumlah wisatawan.

Dibawah ini adalah komponen atau jenis biaya tetap (fixed cost), yaitu sebagai berikut :
1. Biaya Transportasi Charter
2. Biaya Pemandu Wisata
3. Biaya Sopir ( Driver fee )
4. Biaya Parkir ( Parking fee )
5. Sumbangan (Donation)
6. Biaya Masuk Kendaraan ( Entrance Fee for Car )
7. Biaya Jalan Toll ( Toll Fee )
8. Waiter’s Tip
9. Biaya Administrasi

B. Biaya Variabel ( Variable Cost )


Variable cost adalah biaya yang ditanggung oleh masing-masing wisatawan. Jenis biaya ini biasanya
memang sudah dinyatakan untuk biaya per orang oleh pemilik produk yang digunakan dalam paket
tour yang dirancang oleh Perusahaan perjalanan.

Yang tergolong ke dalam biaya variable ini adalah sebagai berikut :


1. Biaya Masuk Pax ( Entrance fee for pax / Admission Fee )
2. Biaya Makan (Meals)
3. Biaya Akomodasi
4. Refreshment
5. Biaya Kendaraan umum (public tansportation)
6. Biaya Pengurusan Bagasi (Porterage fee)
7. Biaya Asuransi

Masalah yang timbul adalah bagaimana menghitung jumlah seluruh biaya yang terdiri dari biaya
tetap dan biaya tidak tetap. Kedua jenis biaya ini mempunyai sifat berbeda, karena itu tidak dapat
dilakukan penjumlahan langsung, harus dilakukan transpormasi dahulu pada salah satu jenis biaya
tersebut.

Hal ini dapat dilakukan dengan jalan :


1. Mentranspormasi biaya tetap ke dalam biaya per orang baru kemudian dilakukan penjumlahan
dengan biaya untuk memperoleh jumlah biaya per orang.
HP = F/n + V
2. Mentranspormasikan biaya variable ke dalam biaya bagi sejumlah pax tertentu, baru dilakukan
penjumlahan dengan biaya tetap (menyatakan biaya untuk sejumlah pax tertentu) setelah
terdapat penjumlahannya baru dilakukan pembagian dengan jumlah pax tertentu tadi untuk
memperoleh jumlah biaya per orang.
HP = Total F + n (Total V)
n
Keterangan :
F = Fixed cost
V = Variable Cost
n = Total pax (jumlah pax yang diperhitungakan dalam penyusunan harga)

Penyusunan perhitungan harga dapat dilakukan dengan menggunakan cara / format sebagai
berikut ;
1. Memisahkan biaya tetap dengan biaya variabel
Nama Tour : ……………
Total Pax : …………….

Fixed Cost Variable Cost

Komponen Biaya
…………………………………………… …………………… ……………………….

………………………………………….. ………………….. ………………………

………………………………………….. ………………….. ……………………..

………………………………………….. ………………….. ……………………….

d s t,

Jumlah ………………….. ……………………..


Harga Pokok / Biaya Per pax = ……………….
…… % Sur charge = ………………. +
……………….
….. % Komisi ……………….
…… Komplimen ……………….
Dinyatakan Dalam …… = ………………..
Dibulatkan = ………….
S.E. = ………….
Harga Tour untuk pax di kamar Twin = ……….
Harga tour untuk pax di kamar Single = ……….

2. Menetapkan biaya per pax dari awal


Nama Tour : ……………
Total Pax : …………….
Komponen Biaya Biaya Per Pax

……………………………………………………… ……………………………
……………………………………………………………………………… ……………………………
………………………………………………………………………………. …………………………..
Dst,………………………………………………………………………… ……………………………
Jumlah ……………………..
Harga Pokok / Biaya Per pax = ……………….
…… % Sur charge = ………………. +
……………….
….. % Komisi ……………….
…… Komplimen ……………….
Dinyatakan Dalam …… = ………………..
Dibulatkan = ………….
S.E. = ………….
Harga Tour untuk pax di kamar Twin = ……….
Harga tour untuk pax di kamar Single = ……….

contoh :
Nama Tour : Tb. Perahu – Ciater Tour (6 jam)
Total Pax : 8 pax, dengan komponen biaya sebagai berikut ;
1. Sewa Kendaraan L – 300 untuk crater tour Rp. 80.000,00
2. Driver’s tip Rp. 5.000,00
3. Jumlah Parking fee Rp. 2.000,00
4. Admission fee/entrance fee for pax :
a. Tb. Perahu Rp. 600,00
b. Ciater Rp. 1.100,00
5. Entrance fee for car :
a. Tb. Perahu Rp. 2.500,00
b. Ciater Rp. 1.500,00
6. Lunch Rp.10.000,00
7. Waiter’s tip Rp. 2.000,00
8. Local Guide (per 3 pax) Rp. 4.000,00
9. Tour Guide fee Rp.17.500,00
Sur charge 15% dan agency commission 10%. USD.1.00 = Rp. 8.000,00

Jawaban dari soal diatas adalah :

Nama Tour : Tb. Perahu – Ciater Tour


Lama Tour : 6 Jam
Total Pax : 8 pax

Komponen Biaya Fixed Cost Variable Cost

Transportasi 80.000,00
Driver’s tip 5.000,00
Parking fee 2.000,00
Admission fee :
- Tb. Perahu 600,00
- Ciater 1.100,00
Entrance fee for car :
- Tb. Perahu 2.500,00
- Ciater 1.500,00
Lunch 10.000,00
Waiter’s tip 2.000,00
Local guide fee 12.000,00
Tour guide fee 17.500,00
Jumlah 122.500,00 11.700,00

Jumlah biaya per pax /Harga pokok


= a. 11.700,00 + 122.500,00
8
11.700,00 + 15.312,50 = 27.012,50
= b. 8 x 11.700,00 + 122.500,00 = 27.012,50
8
15% Sur charge (15/100 x 27.012,50) = 4.051,88 +
= 31.064,38
Harga Jual dg Komisi (100/90 x 31.064,38) = 34.515,98
Dalam USD = 34.515,98/8.000,00 = 4.31
Dibulatkan menjadi = 4.50
PENYUSUNAN ACARA PERJALANAN (TOUR ITINERARY)
( Untuk Tailor Made Tour )

Program Perjalanan Wisata (Tour Itinerary/Tour Program)


1. Pengertian tour itinerary/tour program
H. Kodyat dan Ramaini dalam bukunya kamus Pariwisata dan Perhotelan (1992)
memberikan pengertian tour itinerary sebagai berikut :
Tour Itinerary adalah suatu daftar dan jadwal acara tour dengan data-data lengkap mengenai hari,
tanggal, jam, tempat-tempat (obyek) wisata, hotel tempat menginap, tempat pemberangkatan,
tempat tiba, acara-acara yang disajikan sehingga menggambarkan jadwal pelaksanaan maupun
keseluruhan acara tour dari awal sampai akhir.
Menurut Nuriata (Perencanaan Perjalanan wisata, 1992) pengertian program perjalanan
wisata adalah kumpulan daftar informasi yang berisikan tentang segala sesuatu kegiatan
perjalanan. Istilah tour itinerary dan tour programme mempunyai pengertian yang sama yaitu
acara perjalanan wisata. Oleh karena itu janganlah menjadi bingung dengan adanya kedua istilah
tersebut.

Tour itinerary dapat diartikan dari berbagai sudut pandang :


a. Tour itinerary sebagai suatu produk yang menghasilkan suatu produk bayangan dari suatu
perjalanan wisata. Dengan adanya tour itinerary maka sudah tergambar produk perjalanan yang
akan dinikmati oleh wisatawan, misalnya Java-Bali Overland dengan kunjungan ke Borobudur,
Kraton yogyakarta, Gunung Bromo, kemudian transfer ke Pulau Bali. Selama di bali ke Kintamani,
pura Besakih, Tanah Lot dan Pantai Kuta.
b. Tour itinerary sebagai suatu perencanaan. Tour itinerary yang sudah disusun bisa dijadikan
sebagai rencana perjalanan yang akan dilaksanakan dan juga merupakan rencana kegiatan yang
harus diselesaikan oleh suatu perusahaan perjalanan.
c. Tour Itinerary sebagai suatu kumpulan data yang harus menunjukkan tindakan dan urutan
langkah pekerjaan dari suatu perjalanan.
d. Tour itinerary merupakan suatu hasil esai yang terdiri dari kumpulan kata-kata yang disusun
untuk menunjukkan langkah-langkah tindakan suatu perjalanan.

Menyusun tour itinerary sama halnya dengan menyusun suatu perencanaan. Perencanaan adalah
suatu kebijaksanaan yang diputuskan pada saat ini untuk dilaksanakan dimasa yang akan datang.
Untuk itu dalam menyusun tour itinerary harus diperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang
akan terjadi sewaktu penyelenggaraan tour tersebut.

2. Tour Itinerary sebagai Suatu Sistem


Sebagai suatu sistem, tour itinerary merupakan rangkaian dari beberapa sub-sistem yang saling
berkaitan satu dengan lainnya. Sub sistem tersebut adalah :
a. Wisatawan, sebagai pemakai produk
Ditinjau dari sisi wisatawan sebagai pemakai produk, tour itinerary yang disusun merupakan
suatu produk yang berorientasi kepada konsumen. Karena itu faktor profil dan motivasi
wisatawan merupakan faktor yang sangat dominan pengaruhnya terhadap produk yang
direncanakan.
b. Waktu dan fasilitas yang dipakai
Secara umum dapat dipahami bahwa wisatawan itu akan datang ke suatu daerah tujuan
wisata karena adanya atraksi wisata di daerah tersebut. Dengan demikian jelas sekali betapa
pentingnya atraksi wisata dalam penyusunan suatu tour itinerary. Atraksi wisata adalah
sesuatu yang dapat memikat seseorang mengadakan perjalanan untuk mencapai tempat
tersebut dan memberikan kepuasan kepada wisatawan yang berkunjung ke tempat tersebut.
Atraksi wisata ada yang bersifat fisik dan ada pula yang non fisik. Pemandangan alam berupa
gunung, pantai, dataran tinggi, lembah dan monumen sejarah merupakan atraksi wisata fisik,
sebaliknya tarian daerah, upacara adat maupun upacara spiritual merupakan atraksi wisata
non fisik.

Tidak semua atraksi wisata yang ada di daerah kita masukkan ke dalam tour itinerary. Kita
harus menyeleksi atraksi-atraksi wisata tersebut sesuai dengan keperluan. Untuk
menempatkan suatu atraksi wisata dalam tour itinerary perlu dipertimbangkan hal-hal berikut
ini :
- Point of interest dari atraksi wisata, apakah terkatagori atraksi utama atau atraksi
tambahan
- Fasilitas yang tersedia
- Lokasi, menyangkut jarak dari titik awal dan hubungannya dengan atraksi lain.
- Biaya yang dikeluarkan, dan
- Aksesibilitas, yaitu kemudahan untuk mencapai daerah tujuan tersebut.
c. Penyusunan / keputusan harga
Faktor waktu dalam penyusunan tour itinerary merupakan suatu kendala, oleh karena itu
waktu harus dapat dibagi pemakaiannya sesuai dengan tujuan, fasilitas, profile dan motivasi
wisatawan. Misalnya waktu untuk makan siang, dalam penyusunan tour itinerary kita harus
bisa memperkirakan bahwa pada waktu tersebut wisatawan harus sudah berada di hotel atau
berada di restoran yang ada dalam rute perjalanan (lunch enroute).
Pembagian waktu dalam suatu tour itinerary sangat memberi warna pada program tersebut.
Perbandingan penggunaan waktu untuk kegiatan tour yang ideal untuk pencapaian tujuan
perjalanan dapat kita lihat pada gambar berikut ini :

A = Aktivitas tour C B
B = Pencapaian daerah tujuan
C = Kegiatan lainnya
A

A tour harus mendapatkan porsi


Dari gambar tersebut dapat kita simpulkan bahwa aktivitas
waktu yang lebih besar dari kegiatan lainnya.

Perhatikan chart berikut ini :


WISATAWAN :

 Profile
 Motivasi

WAKTU:
TOUR
 Jadwal
 Lama ITINERARY
 psikhis

FASILITAS : HARGA :

 Atraksi  By Compliment
 Akomodasi  Saluran Distribusi
 Jasa Boga  objectives
 Transportasi
Bentuk Tour Itinerary
Ada dua bentuk tour itinerary yang dapat dipakai dalam penyusunannya. Dua bentuk tersebut
adalah sebagai berikut :
a. Program Berbentuk Grafik (Graphic Itinerary)
Dalam membuat tour itinerary yang berbentuk grafik, tempat-tempat yang akan dikunjungi
(point) diberi angka berurutan berdasarkan urutan kunjungannya. Kemudian point-point
tersebut duhubungkan sehingga terbentuk suatu rangkaian perjalanan.
Contoh :

7 8 9

6
5 4 10

3 11

2 12
1 13
14
Keterangan :
1. Hotel Savoy Homann Bandung 8. Restoran Babakan Siliwangi
2. Gedung Merdeka 9. B A T A N
3. Jalan Braga 10. Kampus ITB
4. Kediaman Pangdam Siliwangi 11. RS. Boromeus
5. Pasar Bunga 12. Gedung Sate
6. Kawasan Cipaganti 13. Museum Geologi
7. S L B 14. Pasar Kosmbi

b. Program Tabulasi (Tabulated Itinerary)


Bentuk tour itinerary yang paling umum digunakan adalah bentuk Tabulasi. Program disusun
secara horizontal yang terdiri dari hari, waktu dan deskripsi kegiatan secara singkat. Program
Bandung city tour tersebut jika disusun secara tabulasi adalah sebagai berikut :

Name of tour : Bandung City Tour


Day Time Description
Everyday 08.00 Departure from Savoy Homann Hotel in the morning. Drive through
Braga street passing Gedung Merdeka towards Wastukencana street
where situated the House of Siliwangi Commander and the Flower
Market. And then the bus entering Cipaganti resident area where we
can find the School for retarded children. Turn right to Setiabudhi street
continued to Siliwangi street where there is thypical sundanese
restaurant Babakan Siliwangi. Down to Tamansari street here there are
two important point of interest BATAN (Atomic Reactor Centre) and ITB
campus. Afterwards we continue to Dago street via Boromeus hospital,
turn left to Diponegoro street where the Gedung Sate and Geological
11.30 Museum located.
On the way back to the Hotel turning the route via Kosambi
Shopping center.
Pada penyusunan program perjalanan berdasarkan permintaan tidak ada panduan terhadap
produk tour yang sudah jadi. Acara perjalanan harus di kreasikan mengikuti ketentuan
berdasarkan permintaan wisatawan. Panduan yang pasti adalah segala informasi yang ada
kaitannya dengan permintaan tadi. Wisatawan sebagai peserta tour akan merasa puas apabila
program dapat memuat acara perjalanan sesuai dengan permintaannya.

Penyusunan acara perjalanan ini harus memenuhi :


1. Interest dari wisatawan
2. Persyaratan dalam hal :
a. Jadwal acara perjalanan serta lama perjalanan
b. Obyek dan daya tarik wisata
c. Perlengkapan dan persiapan tour
Langkah yang dilakukan untuk penyusunan program perjalanan adalah :
1. Mengadakan inventarisasi obyek wisata, menyangkut :
a. Jenis atraksi/obyek wisata
b. Fasilitas yang tersedia
c. Waktu yang diperlukan untuk menikmati obyek wisata
2. Mengadakan inventarisasi fasilitas perjalanan yang akan disusun programnya. Data yang
diperlukan antara lain :
a. Produk yang dihasilkan
b. Pelayanan dan kondisi dari perjalanan
c. Informasi tentang waktu (jadwal/konsumsi waktu)
3.Mengadakan pengaturan waktu waktu yang akan dikonsumsi untuk kepentingan :
a. diatas kendaraan (on board)
b. Kegiatan tour
c. Waktu yang disisakan (untuk keperluan : mengumpulkan wisatawan, memotret, istirahat,
acara pribadi)

Persiapan yang diperlukan sebelum memulai penyusunan acara perjalanan adalah :


1. Mempersiapkan peta wisata dengan referensi menyangkut obyek/atraksi wisata
2. Informasi tentang fasilitas perjalanan yang akan terkait dengan dalam penyusunan program
perjalanan
Contoh :
Susunlah sebuah program perjalanan wisata di Bandung yang mengunjungi Tangkuban Perahu,
Ciater dan makan siang di Lembang, tour ini selama 7 jam.
Langkah Kerja :
1. Buat dulu rute perjalanan berdasarkan peta wisata yang ada.

Sari Ater - Ciater

4 km 6km

Gunung Tangkuban 9 km
Perahu

18 km

Grand Hotel Lembang


(Restaurant)

Kecepatan Rata-rata = 35
km/jam

Savoy Homann Hotel

2. Membuat distribusi Waktu yang didasarkan kepada ruter perjalanan yang sudah ada.

DISTRIBUTION OF TIME
Nama Tour : Bandung-Tb.Perahu-Ciater (7 Jam)
Uraian Kegiatan On Tour Rest Total
Board
BDO-Tb. Perahu 55 10 5 70
Tb. Perahu - 80 10 90
Tb. Perahu – Ciater 20 15 5 40
Ciater - 60 10 70
Ciater – Lembang 30 - - 30
Makan Siang - 50 15 65
Lembang – BDO 35 15 5 55
Jumlah 420
3. Menyusun acara perjalanan berdasarkan pendistribusian waktu diatas.

PROGRAM PERJALANAN WISATA


TOUR ITINERARY
Nama Tour : Bandung - Tb. Perahu – Ciater Tour
Dipersiapkan Utk : ………….
Lama Tour : 7 Jam
Jumlah Pax : ……… Memerlukan …..SGL + ……. TWN

Hari / Tempat Waktu A c a r a


Tgl
28 Bandung 08.00 Setelah makan pagi menuju kawah Tb.Perahu,
Agustus dilanjutkan ke Sumber air panas Ciater.
13.00 Makan Siang di Grand Hotel Lembang
15.00 Tiba kembali di Hotel setelah singgah terlebih
dahulu di Pasar buah Lembang untuk membeli
buah tangan.

2. READY MADE TOUR


Apabila permintaan tour yang dilakukan oleh client ternyata sudah pernah kita buat dan produk yang
telah kita buat tersebut kita arsipkan dalam perbendaharaan produk yang kita miliki, maka kita
menyelesaikan permintaan tersebut dari produk-produk yang telah kita buat sebelumnya. Cara ini
kita namakan dengan istilah menghitung tour secara Ready Made.

Ready Made tour adalah konsep perhitungan biaya perjalanan wisata yang dihitung dari daftar
produk perjalanan wisata yang telah dibuat sebelumnya. Produk-produk yang telah dibuat
sebelumnya tersebut akan diarsipkan dalam sebuah daftar harga produk yang bersifat
“convidential”, yang sering disebut dengan istilah CAT (Convidential Agent’s Tariff).

Unsur-unsur Biaya Convidential Agent Tariff


Convidential agent tariff (CAT) menyangkut biaya-biaya produk berupa :
1. Transfer terminal
2. Transfer antar kota
3. Intercity sightseeing trnsfer
4. Excursion atau sightseeing
5. Paket wisata

Produk-produk perjalanan wisata yang banyak di buat dan di arsipkan di dalam CAT adalah produk-
produk perjalanan wisata dalam bentuk “Excursion”.
Excursion adalah perjalanan wisata yang dilaksanakan kurang dari 24 jam, dalam artian bahwa dalam
pelaksanaan excursion ini tidak memerlukan jasa akomodasi. Sehingga masih terdapat beberapa
komponen biaya yang belum terhitung, apabila kita mengkonsep paket wisata dengan
menggabungkan beberapa excursion ini.

Biaya-biaya yang belum dimasukkan adalah :


1. Biaya akomodasi
Dasar perhitungan akomodasi untuk paket tour adalah Harga Kamar Twin di bagi dua (TWN/2).
Dalam perhitungannya, kita harus melihat apakah biaya akomodasi yang dipublikasikan oleh
hotel sudah termasuk service charge dan pajak. Apabila pihak hotel sudah memasukkan dua
komponen ini maka harga ini sering disebut dengan Tariff plus-plus (++). Sehingga kita tidak
perlu lagi menghitung service charge dan pajak. Sementara penggunaan kamar Single
permintaannya tidak banyak.
Pada perhitungan biaya hotel, factor waktu masuk dan keluar sangat mempengaruhi dalam perhitungan
biaya :
a. Masuk hotel sebelum waktu check in akan dihitung sewa malam sebelumnya atau sama saja denan
check in untuk hari sebelumnya. Masuk hotel sesudah waktu check in tidak ada perhitungan sewa
kamar untuk hari sebelumnya.
b. Keluar hotel sebelum waktu check out tidak ada perhitungan tambahan dari tariff. Keluar hotel
melampaui waktu check out akan ada perhitungan tambahan. Namun ada hotel yang memberikan
toleransi dengan perhitungan :
 1 – 2 jam dari waktu check out tidak dikenakan tambahan
 3 – 4 jam dari waktu check out dikenakan tambahan 25% dari tariff kamar
 Lebih dari 5 jam dari waktu check out dikenakan tambahan 100% dari tariff kamar, karena kamar
akan sulit disewakan lagi

Sistem Perhitngan Service Charge dan Pajak.


10% service dan 10% pajak :
Tarif 100
10% service : 0,1 x 100 = 10
----- +
110
10% Pajak : 0,1 x 110 = 11
------ +
Tarif sekarang 121

Tarif hotel biasanya juga ditambah dengan komisi untuk Biro Perjalanan Wisata. Besarnya komisi
ditentukan oleh hotel. Perhitungan komisi diambil dari harga dasar hotel atau tariff sebelum dikenakan
service charge dan tax.
Sistem Perhitngan Service Charge ,Pajak dan komisi.
10% service dan 10% pajak :
Tarif 100
10% service : 0,1 x 100 = 10
----- +
110
10% Pajak : 0,1 x 110 = 11
------ +
121
10% komisi : 0,1 x 100 10 +
131

Contoh Perhitungan :
Tarif kamar twin di hotel Savoy Homann Bandung = USD.80.00 belum termasuk 10% service
dan 10% pajak. Masuk tanggal 29 Mei dan keluar tanggal 02 Juni. Tentukan besar
pembayaran ke Savoy Homann untuk 7 Twin.
Perhitungannya :
29 Mei – 02 Juni = 4 Malam
Kamar : 01 Twin
Tarif : 4 x 1 x USD.80.00 = USD. 320.00
10 % Service : 0, 1 x USD. 320.00 = USD. 32.00
------------------- +
USD. 352.00
10 % Pajak : 0,1 x USD. 352.00 = USD. 35.20
------------------- +
= USD. 387.20
Biaya kamar per pax = USD 387.20/2 = USD.193.60
Pembayaran ke Hotel Savoy Homann =
7 Twin x USD. 387.20 = USD. 2,710.40
Perhitungan yang sama dapat diberlakukan untuk makan dan minum.

Apabila diantara peserta tour ada yang meminta kamar single, maka dari dasar perhitungan
hotel yang kita lakukan yaitu ½TWN, masih terdapat kekurangan perhitungan biaya hotel
untuk orang yang menggunakan kamar single ini. Hal ini sering diistilahkan dengan “Single
Extra Charge (SE)”. Single extra charge dihitung dengan rumus :
SE = SGL - ½TWN
Contoh :
Tarif Sheraton Bandar Lampung :
SGL = USD. 60.00
TWN = USD. 80.00
Harga ini belum termasuk 10% service dan 10% tax. Berapa SE untuk satu malam ?
Jawaban :
SGL = USD. 60.00
½ TWN = USD. 40.00
-------------- -
USD. 20.00

10% service : 0,1 x 20.00 = USD. 2.00


-------------- +
USD. 22.00
10% Tax : 0,1 x 22.00 USD. 2.20
-------------- +
Besarnya SE per malam = USD. 24.20
2. Biaya makan
Biaya makan yang telah dihitung dalam excursion adalah biaya makan siang yang perjalanan
wisatanya yang memakan waktu 6-12 jam (fullday tour). Tour-tour yang pendek (3-5 jam)
sangat jarang sekali dimasukkan komponen biaya makan siang.
3. Biaya transportasi umum
Biaya transportasi umum meliputi transportasi darat, laut dan udara yang dipergunakan untuk
mendukung perjalanan wisata yang daerah yang dikunjungi lebih dari satu daerah, misalnya
tour dilaksanakan di Jakarta dan Jogjakarta. Biaya transportasi yang diperlukan dalam
melaksanakan tour di dua kota tersebut adalah: biaya transportasi dari tempat asal ke Jakarta –
Jogjakarta dan transportasi kembali ke tempat asal.
Dalam perhitungan biaya transportasi umum ini, khususnya untuk transportasi Udara dan Laut
masih ada biaya ikutan dari biaya transportasi tersebut. Untuk transportasi udara perlu kita
perhitungkan biaya “Airport Tax” yang besarannya tergantung tipe bandara. Sementara kalau
menggunakan transportasi laut maka aka nada biaya ikutan yaitu “Harbour Tax” atau biaya
masuk pelabuhan, yang besarannya juga tergantung dari kelas/ katagori pelabuhan.

Format yang kita gunakan dalam menghitung tour secara ready made sering diistilahkan dengan Tour
Quotation Sheet. Bentuknya dapat dicermati sebagai berikut :

TOUR QUOTATION SHEET

NAMA TOUR/GROUP : ………………….


DIAKOMODASIKAN DALAM : ……… TWN + …….. SGL TOTAL PAX = ………..
NAMA HOTEL : 1. …………………………………
2. …………………………………
Quoted in …………
Train
/
TR Tou HT Other TOTA
Day Description bus/ B L D SE
F r L s L
sea/
air
+ + + + + + + + ?
+ + + + + + + + ?
+ + + + + + + + + ?
+ + + + + + + + ?
+ + + + + + + + ?
TOTAL ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?
GRAND TOTAL
Kolom horizontal terdiri dari :
a. Kolom hari atau tanggal, diisi sesuai dengan program yang telah disusun
b. Kolom deskripsi, ditulis singkat sebagai panduan saja, tetapi dapat juga ditulis dengan kode
c. Kolom biaya transfer, diambil dari CAT (sesuai dengan produk dan jumlah pax), bisa diisi lebih dari satu.
d. Kolom biaya tour, diambil dari CAT (sesuai dengan produk dan jumlah pax) dapat juga diisi lebih dari satu
produk
e. Kolom biaya train/bus/sea/air, merupakan kolom biaya transportasi umum yang menyatakan biaya perorang,
tariff tersebut harus tariff yang lengkap perhitungannya. Kolom ini boleh juga dinamakan “Public
Transportation”
f. Kolom tariff hotel, diambil dari tariff yang masih berlaku, untuk tariff satu orang (TWN/DBL dibagi dua).
Perhitungannya juga sudah termasuk service dan tax.
g. Kolom b’fast diambil dari tariff b’fast di hotel.
h. Kolom tariff Lunch, diambil dari tariff lunch di hotel (untuk lunch enroute ditulis di kolom others untuk
memudahkan pemeriksaan)
i. Kolom tariff dinner, diambil dari tariff dinner di hotel
j. Kolom biaya SE, diisi dari hasil perhitungan SGL – ½ TWN. Angka SE tidak dijumlahkan ke pinggir, tetapi hanya
dijumlahkan ke bawah.
k. Kolom others, diisi sesuai dengan informasi yang tidak dapat dimasukkan pada kolom-kolom sebelumnya.
l. Kolom total merupakan hasil jumlah biaya harian (SE tidak dimasukkan dalam penjumlahan)
m. Kolom grand total adalah kolom hasil penjumlahan total pax dikali total + jml.pax SGL dikali total SE
GT = (∑n x Total) + (∑ SGL x SE)
Contoh :
RE : SMKN1 TEACHERS GROUP
ACCOMODATED IN : TIARA HTL (15 TWN)
ARR MES BY GA 222 28 NOV 12.15 A.M., CITY TOUR, BRASTAGI MOUNTAIN RESORT, PRAPAT,
BOHOROK. LAST DAY DEP MES TO BTH BY GA 212 12.15 P.M. FAP.
NOTE : (data berikut ini adalah data yang aktual di lapangan/industri)
-TRF TNJ-BTH (SPT) = RP. 35.000,00 (O/W)
-SEAPORT TAX = -TNJ=RP.3.500 - BTH=RP. 3.500
-BUS CHARTER TO APT / VV = RP. 1.200.000,00 (O/W)
-TRF BTH-MES-BTH = RP. 620.000 (BASIC FARE) (O/W)
-APT TAX = - BTH = RP. 25.000 - MES = RP. 35.000
-I B’ft (if any)
- USD 1.00 = RP. 8.000,00
- HTL AND MEALS EXCLUDED 10% SERVICE, 10% TAX AND 10% KOMISI.

LANGKAH KERJA :
1. Buat Sketsa Program / Biaya
Sketsa ini berfungsi untuk membuat Tour itinerary dan Menghitung biaya perjalanan wisata yang
diminta oleh client. Dalam membuat sketsa, kita menggunakan singkatan untuk mempermudah
kita dalam mekanisme kerja. Singkatan ini adalah singkatan yang sudah lazim digunakan oleh tour
planner dalam mempermudah kerja tour planner.
Dari Reservasi diatas dapat kita buat sketsa program sebagai berikut :
Sketsa Biaya / Program :
28 Nov 29 Nov 30 Nov 1 Dec 2 Dec
-TRF TNJ-BTH BY SEA -BHM -BHM -BHM -BHM
-TRF SPT-APT IN BTH -MES-05 -MES-06 -MES-03 -TRF HTL-APT IN MES
-TRF BTH-MES BY GA222 -TRF MES-BTH BY GA212
-TRF APT-HTL IN MES -TRF APT-SPT IN BTH
-LHM -TRF BTH-TNJ BY SEA
-MES-01
-DHM -DHM -DHM -DHM
-HTL MES (TIARA) -HTL MES (TIARA) -HTL MES (TIARA) -HTL MES (TIARA)

2. Dari sketsa ini, buat perhitungan biaya perjalanan wisata :


Harga diambil dari harga produk yang terdapat dalam Convidential Agent’s Tariff + biaya-biaya
yang belum termasuk dalam perhitungan produk Convidential Agent’s Tariff.
TOUR QUOTATION SHEET
NAME OF TOUR/GRP : SMKN1 TEACHERS GRP ACCOMODATED IN : 15 TWN
DURATION : 5D4N TOTAL PAX : 30 PAX QUOTED IN USD
TRAIN/
BUS/
DAY DESCRIPTION TRF TOUR HTL B L D SE OTHERS TOTAL
SEA/
AIR
NOV 28 MES-01 2.10 3.80 4.40 25.50 10.35 13.80 0.45
5.00 3.15
86.00 154.55
29 MES-05 15.50 25.50 6.25 13.80 61.05
30 MES-06 27.50 25.50 6.25 13.80 73.05
DEC 1 MES-03 14.25 25.50 6.25 13.80 59.80
2 TRF MES-BTH BY GA212 2.10 86.00 6.25 4.40
5.00 0.45
4.40 104.20
TOTAL 4.20 61.05 190.80 102.00 25.00 10.35 55.20 8.45 452.65
GRAND TOTAL 13,579.50
GRAND TOTAL = 452.65 X 30

3. Dari Sketsa, buat Tour Itinerary :


HARI WAKTU ACARA PERJALANAN
28 NOV 07.00 -08.15 Menuju Telaga Punggur Batam dengan ferry.
08.30 – 10.00 Transfer menuju Bandara Hang Nadim Batam untuk penerbangan ke Medan.
11.15 – 12.15 Menuju medan dengan GA222.
12.30-13.30 Transfer menuju Hotel Tiara Medan
13.30 – 14.30 Makan siang
15.00 – 18.00 Tour mengunjungi Istana Maimun, Masjid Raya Medan, Kesawan Shopping
Centre dan Pasar Pusat Medan dalam Medan City Tour.
18.00 Tiba kembali di Hotel untuk beristirahat.
29 NOV 08.00 – 18.00 Setelah Makan Pagi, mengunjungi Danau Toba, Perkebunan Karet dan Pabrik
pengolahan minyak kelapa sawit di Prapat. Makan siang dilaksanakan di
Taman Rekreasi Danau Toba.
18.00 Tiba kembali di Hotel Tiara Medan.
30 NOV 08.00 – 18.00 Setelah Makan Pagi, mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orang Utan di Bohorok.
Pusat Rehabilitasi ini adalah Taman Nasional dan habitat orang utan di
Taman Nasional ini dilindungi oleh Negara.
Makan siang (lunch Box) akan dilaksanakan di area Taman Nasional – Pusat
Rehabilitasi Orang Utan – Bohorok.
18.00 Tour berakhir dan kembali ke hotel untuk beristirahat.
1 DEC 08.00 – 16.00 Kunjungan wisata hari ini adalah mengunjugi Brastagi Mountain resort,
Sembahe Tourist resort, Kebun Raya Sibolangit, Gundaling dan Lingga.
Makan Siang dilaksanakan di Brastagi.
16.00 Tour berakhir dan Wisatawan kembali ke hotel untuk beristirahat.
2 DEC 09.00-10.30 Setelah makan pagi, menuju Bandara Polonia
12.15 – 14.00 Penerbangan kembali ke Batam dengan GA212.
14.30 – 16.00 Transfer menuju Pelabuhan Punggur.
16.15 – 17.15 Tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura, kota Tanjungpinang dan Seluruh
Rangkaian Perjalanan Wisata Berakhir.

MODEL INISIATIF TOUR PLANNER (PERUSAHAAN)


2
Terkadang kita tidak cukup hanya menunggu datangnya permintaan dari client. Oleh sebab itu Perusahaan dalam
hal ini Tour Planner harus lebih aktif menciptakan produk untuk ditawarkan kepada client.

Dasar dari konsep perhitungan produk perjalanan wisata atas inisiatif dari Tour Planner adalah “SIC” (Seat In Coach)
Basis. SIC basis adalah teknik perhitungan biaya perjalanan wisata yang didasarkan kepada kapasitas tempat duduk
pada setiap jenis kendaraan yang dipergunakan dalam operasional tour. Hal ini dikarenakan tour planner belum
mengetahui jumlah client yang akan meminta produk tersebut. Sehingga dengan mengatur jumlah komposisi
tempat duduk disetiap jenis kendaraan yang dipakai pada perjalanan wisata, tour planner dapat memberikan
batasan jumlah minimal dan maksimal jumlah client dalam setiap kombinasi perhitungan biaya perjalanan di setiap
jenis kendaraan yang digunakan.

Jenis kendaraan yang biasa dipakai dalam operasional perjalanan wisata biasanya terdiri dari :
1. Jenis Mobil Sedan sering diistilahkan dengan Private Car (PC), kapasitas 1-3
2. Mini Van/Mini Colt (kapasitas 1-9)
3. Mini Bus (Small Motor Coach) (kapasitas 1-20)
4. Bus (MotorCoach) (kapasitas 1-40)

Kombinasi variasi harga disetiap jenis harga sepenuhnya tergantung dari tour planner. Misalnya
1. PRIVATE CAR dihitung dalam 3 kombinasi harga :
 Untuk 1 pax
 Untuk 2 pax
 Untuk 3 pax
2. Mini Van/Mini Colt dihitung dalam 2 kombinasi harga :
 Untuk 4 – 6
 Untuk 7 – 9
3. Mini Bus dihitung dalam 2 kombinasi harga :
 Untuk 10 – 14
 Untuk 15 – 19
4. Bus dihitung dalam 4 kombinasi harga :
 Untuk 20 – 24
 Untuk 25 – 29
 Untuk 30 – 34
 Untuk 35 - up

Pengaturan kombinasi pax minimal dan maksimal ini diperlukan untuk membagi biaya tetap dari harga komponen
perjalanan wisata. Untuk membagi biaya tetap, dibagi dengan jumlah pax minimal disetiap kombinasi harga yang
dibuat. Ingat kembali materi perhitungan perjalanan wisata secara Tailor made.

Contoh :
Buatlah perjalanan wisata dengan kunjungan ke obyek wisata Senggarang, PT. Antam dan Home Industry di Bt. 13.
Tour dilaksanakan selama 7 jam. Makan siang di Kijang.
Teknik kerjanya adalah sebagai berikut :
1. Tentukan Rute Perjalanannya.
Tours & Travel - Senggarang – PT. Antam + Makan Siang – Home Industri – Tours & Travel

2. Buat tour itinerary-nya.


PROGRAM ACARA PERJALANAN
TOUR ITINERARY

Nama Tour : Historical & industrial Tour


Lama Tour : 7 jam
Hari/Tanggal Waktu Acara Perjalanan
Sesuai 08.00 Perjalanan wisata dengan mengunjungi Kompleks
permintaan Klenteng tua di Senggarang. Keberadaan Klenteng ini juga
sangat berkaitan dengan sejarah Kerajaan Melayu Riau
pada masa Pemerintahan Yang Dipertuan Muda Daeng
Celak. Pada masa pemerintahan beliau, etnis tionghoa
didatangkan untuk mengelola perkebunan gambir milik
kerajaan sebagai komoditi ekspor pada masa itu. Etnis
Tionghoa ini di tempatkan di daerah Senggarang.

Kunjungan selanjutnya adalah PT. Antam Kijang yang


merupakan perusahaan milik Negara yang mengelola
eksplorasi Bouksit yang merupakan hasil tambang pulau
bintan. Makan siang di salah satu restoran di kota Kijang.

Menuju perjalanan pulang, kunjungan terakhir adalah di


Industri Makanan di Batu 13 Tanjungpinang. Makanan ini
sangat cocok untuk oleh-oleh karena tahan lama.

16.00 Perjalanan Wisata berakhir dan Terima kasih atas


kepercayaan nya mengikuti tour ini bersama kami.

3. Klarifikasi komponen biaya yang digunakan.


komponen biaya yang akan ditanggung oleh client pada perjalanan wisata ini adalah :
 Transportasi tour  Biaya pemandu wisata
 Biaya pengemudi  Biaya parkir
 Makanan dan minuman ringan  Biaya lain-lain
 Donasi di Senggarang  Makan siang
Lihat biaya komponen tersebut dalam daftar harga Supliers yang kita miliki.
DAFTAR HARGA PRODUK/PELAYANAN SUPLAIERS.
A. Daftar Harga Transportasi berdasarkan jenis kendaraan
HARGA
JENIS TRANSPORTASI
Per jam Setengah hari Satu Hari
Private Car (PC) RP. 100.000,00 RP. 600.000,00 RP. 800.000,00
Mini Van RP. 150.000,00 RP. 600.000,00 RP. 800.000,00
Mini Bus RP. 200.000,00 RP. 800.000,00 RP. 1.000.000,00
Bus RP. 300.000,00 RP. 800.000,00 RP.1.200.000,00
B. Pemandu Wisata
HARGA
BAHASA
Per Jam Setengah Hari Satu Hari
Indonesia RP. 10.000,00 RP. 50.000,00 RP. 80.000,00
Inggris RP. 15.000,00 RP. 65.000,00 RP. 100.000,00
Mandarin RP. 20.000,00 RP. 80.000,00 RP. 150.000,00
C. Pengemudi
Per Jam Setengah Hari Satu Hari
RP. 10.000,00 RP. 30.000 RP. 50.000,00
D. Biaya Parkir
JENIS KENDARAAN BIAYA
PRIVATE CAR (PC) RP. 1.000,00
MINI VAN RP. 1.000,00
MINI BUS RP. 2.000,00
BUS RP. 5.000,00
E. Makan Siang = paket makan siang untuk 4 orang = Rp. 350.000,00 (Rp.350.000,00 : 4 = Rp.87.500,00)
F. Refreshment /makanan ringan= Rp. 20.000,00
G. Donasi = Rp. 100.000,00
H. Biaya lain-lain = Rp. 100.000,00

4. Hitung dengan sistem SIC.


Ditetapkan 10% Profit margin, 10% Komisi agen, dan 1 FOC untuk setiap kelipatan 15 pax.

5. Mempersiapkan Brosur
Langkah berikutnya adalah mempersiapkan brosur sebagai alat promosi prooduk perjalanan wisata yang
telah dirancang. Prinsip utama yang harus diingat dalam mempersiapkan brosur adalah bahwa brosur ini adalah
informasi mengenai produk perjalanan wisata yang kita miliki. Untuk itu brosur yang dibuat harus berisi
informasi yang lengkap mengenai produk perjalanan wisata kita. Karena dengan demikian, calon konsumen yang
akan menggunakan produk perjalanan wisata dapat memahami tentang produk yang akan mereka ikuti.
Informasi yang harus dimasukkan dalam brosur produk perjalanan wisata adalah :
 Nama produk yang kita promosikan dalam brosur tersebut.
 Durasi pelaksanaan produk perjalanan wisata
 Nama perusahaan
 Alamat perusahaan
 contact number : nomor telepon, faksimil, email atau website perusahaan
 Contact person ; orang yang dapat dihubungi apabila calon client ingin melakukan pemesanan produk
perjalanan wisata
 Ilustrasi gambar bagian depan brosur
 Acara perjalanan wisata (tour itinerary) – note : tanpa mencantumkan jam
 Daftar harga produk perjalanan wisata
 Fasilitas yang termasuk dalam harga
 Fasilitas / pelayanan yang tidak termasuk dalam harga
 Kebijakan perusahaan mengenai discount terhadap hal-hal tertentu
 Peta area pelaksanaan produk perjalanan wisata
 Syarat-syarat pemesanan produk
 Dan hal-hal lain yang dapat menjadi daya tarik pada brosur
Disamping itu brosur yang dibuat hendaklah menarik. Brosur yang menarik ditandai dengan komposisi
warna yang tepat, tata letak gambar dan informasi yang hendak kita sampaikan kepada calon client. Kita harus
ingat bahwa brosur yang kita buat adalah salah satu alat/media promosi atas produk perjalanan wisata. Semakin
menarik brosur yang kita persiapkan, maka calon konsumen akan tertarik untuk melihat brosur yang kita
suguhkan kepada mereka.

Contoh Brosur :
PENUTUP

Dengan kemampuan merencanakan produk perjalanan wisata yang baik akan sangat membantu operasional produk perjalanan
wisata tersebut. Hal ini juga dapat mengurangi complaint dari client karena kita telah mempersiapkan produk dengan maksimal
untuk kepuasan client. Bagaimanapun perencanaan sangat penting bagi suatu usaha yang telah terorganisir. Tanpa rencana yang
baik, bukan mustahil produk perjalanan wisata yang kita tawarkan hanyalah sekedar angin lalu bagi client.

Apabila client telah merasa puas terhadap pelayanan perjalanan wisata yang mereka terima, hal ini akan menjadi kekuatan bagi
usaha yang kita jalankan.