Anda di halaman 1dari 8

ASUHAN KEPERAWATAN

Pengkajian

Data biograf

Identitas klien

Nama : Tn. I

Umur : 53 tahun

Jenis kelamin : Laki-laki

Agama : Islam

Alamat : Wonokromo 1/IV Surabaya

No.RM : 12002548

Tanggal masuk IRD : 16-11-2010 / 20.00 wib

Diagnosa medis : UAP

Identitas penanggung jawab

Nama : Ny. P

Umur : 28 th

Alamat : Kertajaya 3/51 Surabaya

Hubungan dengan klien : Anak

Riwayat penyakit

Keluhan utama

Pasien mengeluh nyeri dada saat naik tangga di kantornya .Nyeri dada seperti tertimpa beban berat di
dada sebelah kiri,dan menyebar ke bahu kiri,lalu ke setengah bagian kiri dari rahang bawah.Nyeri
bertambah saat menarik napas, berkurang jika dalam keadaan rileks,dengan nilai 9, tiap 4-5 detik sekali.

Riwayat penyakit sekarang

Pasien datang ke IRD RSUD Soetomo , dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri. Di IRD kondisi masih
sama, dengan keadaan umum lemah,pucat,sianosis, TD 176/108 mmHg, MAP 127, nadi 99 x/menit
ireguler, suhu badan 370C, RR 24 x/menit, CRT <2”, pasien terlihat memegang dada dan juga mengeluh
pusing. pengkajian nyeri, nyeri bertambah saat menarik napas, berkurang jika dalam keadaan rileks,
kualitasnya seperti otot terasa tegang dan tertarik-tarik, didaerah dada dan punggung, dengan nilai 9,
tiap 4-5 detik sekali.

Riwayat penyakit dahulu

Pasien mempunyai riwayat penyakit hipertensi

Riwayat penyakit keluarga

Ada keluarga pasien yang mempunyai penyakit hipertensi dan arteri koroner

Pemeriksaan Fisik

Breath

RR 28 kali /menit reguler, pergerakan dada simetris, bunyi napas vesikuler,SaO2 80%, ada penggunaan
otot bantu napas.

Blood

TD 176/108 mmHg, MAP 127, nadi 99 x/menit ireguler, Konjungtiva anemis,sianosis,akral dingin

Brain

KU lemah,pucat , pupil isokor L 2 mm/ R 2 mm, rangsang cahaya L +/ R +

Bladder

normal.

Bowel

Normal

Bone dan Integumen

Ekstremitas dingin,kulit sianosis

Pemeriksaan Penunjang

EKG (16 Desember 2009)

Sinus Rhtym dan Posible Inferior Infaction

Terapi

O2 masker flow : 5 lpm


ISDN

MONA

Asetaminofen

Analisa data

No

Data

Etiologi

Masalah Keperawatan

1.

Ds:

P: Nyeri saat naik tangga

Q: Seperti tertimpa beban berat

R: Nyeri dada sebelah kiri,dan menyebar ke bahu kiri,lalu ke setengah bagian kiri dari rahang bawah.

S: Nyeri bertambah saat menarik napas, berkurang jika dalam keadaan rileks dengan skala nyeri 9

T: Tiap 4-5 detik sekali

Ds:

Wajah tampak terlihat tegang,pucat,sianosis, TD 176/108 mmHg, nadi 99x/mnt

stenosis arteri, trombus, spasme arteri

Suplay O2 ke sel miokardium inadekuat

Sel miokardium menggunakan glikogen anaerob


Memproduksi asam laktat

Mengiritasi reseptor nyeri(nosiseptor)

Nyeri

Nyeri

2.

Ds:

pasien mengatakan sesak.

Do:

RR: 24x/mnt, penggunaan otot bantu napas,napas cuping hidung.

Ketidakseimbangan antara suplay dan kebutuhan O2

Kompensasi tubuh

Hiperventilasi

Pola nafas tidak efektif

Pola nafas tidak efektif

3.

Ds: pasien merasa lemah


Do: pasien gelisah,akral dingin,sianosis.

iskemia

Kontraksi miokard ↓

CO menurun

Penurunan curah jantung

Penurunan curah jantung

Diagnosa Keperawatan:

Nyeri b.d Agen cedera biologis : iskemi miokard

Pola nafas tidak efektif b.d Nyeri

Penurunan curah jantung b.d iskemia miokard

Intervensi

No

Diagnosa

Tujuan dan Kriteria Hasil

Intervensi

Rasional

Nyeri b.d Agen cedera biologis : iskemi miokard ditandai dengan TD 176/108 mmHg, nadi 99x/mnt

Tujuan: Menunjukkan tingkat nyeri sedang setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam.

Kriteria Hasil:
Nyeri berkurang

Kegelisahan dan ketegangan otot tidak ada

Tekanan darah dan nadi normal

Aktivitas kolaborasi dengan dokter dengan pemberian nitrogliserin sublingual,

asetaminofen.

Kaji dan catat respon pasien /efek obat.

Pantau TD dan nadi perifer

Nitrogliserin dapat mengurangi nyeri angina.Dan pemberian asetaminofen sebgai analgesik.

Memberikan informasi tentang kemajuan penyakit.

Untuk mengetahui perubahan tekanan darah dan nadi

Pola nafas tidak efektif b.d Nyeri ditandai dengan 24x/mnt, penggunaan otot bantu napas,napas cuping
hidung.

Tujuan:

Menunjukkan pola pernapasan efektif, setelah diberikan intervensi selama 3 x 24 jam

Kriteria Hasil:

1. Irama dan frekuensi pernapasan dalam rentang yang normal

2. Tidak ada penggunan otot bantu

1. Pantau dan usaha respirasi.

2. Anjurkan napas dalam melalui abdomen.

3. Pertahankan oksigen aliran rendah dengan O2 maskere.


4. Posisikan pasien untuk mengoptimalkan pernapan, dengan posisi kepala sedikit fleksi.

Untuk mengetahui perubahan kecepatan dan irama nafas

Meminimalkan penggunaan otot bantu nafas

Mempertahankan oksigen yang masuk ke tubuh

Mengoptimalkan pernafasan

Penurunan curah jantung b.d iskemia miokard

Tujuan:

Curah Jantung kembali adekuat

Kriteria Hasil:

Pasien menunjukkan peningkatan toleransi aktivitas.

Kolaborasi dengan pemberian ditiazem

Diskusikan tujuan dan siapkan untuk menekankan tes dan katerisasi jantung bila diindikasikan

Pantau TTV

Anjurkan pasien untuk total bedrest

Ditiazem sebagai penyekat saluran kalsium untuk menghilangkan iskemia pencetus spasme arteri
koroner,

Tes stress memberikan informasi tentang ventrikel sehat atau kuat yabg berguna pada penentuan
tingkat aktivitas yang tepat.Angiograf untuk mengidentifkasi area kerusakan arteri koroner.

Takikardi dapat terjadi karena nyeri,cemas,hipoksemia ,dan menurunnya curah jantung


Menurunkan kerja miokard dan konsumsi oksigen

BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Angina pectoris tidak stabil adalah suatu sindrom klinik yang berbahaya dan merupakan tipe
angina pektoris yang dapat berubah menjadi infark ataupun kematian. Pengenalan klinis angina
pektoris termasuk patosiologi, faktor risiko untuk terjadinya IMA serta perjalanan penyakitnya perlu
diketahui agar dapat dilakukan pengobatan yang tepat ataupun usaha pencegahan agar tidak
terjadi imfark miokard. Pengobatan bertujuan untuk mempepanjang hidup dan
memperbaiki kualitas hidup baik secara medikal maupun pembedaan. Prinsipnya
menambah suplai O 2 ke daerah iskemik atau mengurangi kebutuhan O2 . Pencegahan
terhadap faktor risiko terjadinya angina pekrotis lebih penting dilakukan dan sebaiknya dimulai pada usia
muda seperti menghindarkan kegemukan, menghindarkan stress, diet rendah lemak, aktiftas fsik yang
tidak berlebihan dan tidak merokok.

DOWNLOAD : WOC ASKEP ANGINA PEKTORIS TIDAK STABIL

DAFTAR PUSTAKA

Wilkinson, Judith M. 2007. Buku Saku Diagnosis Keperawatan. Jakarta: EGC

Baradero, Marry. 2008. Seri Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Kardiovaskuler. Jakarta: EGC

Doenges,Marilynn E.2000.Rencana Asuhan Keperawatan.Jakarta:EGC

Smith,Tom.2007.Hati-Hati dengan Nyeri Dada(Angina).Jakarta:Archan

Gray,Huon H,dkk.2005.Lecture Notes Kardiologi.Jakarta: Erlangga

Corwin, Elizabeth. 2000. Buku Saku Patofsiologi. Jakarta: EGC