Anda di halaman 1dari 6

Nama : I Made Risky Prasetya

NIM : 1707531087

A. Mekanisme Perdagangan Efek


Bursa Efek dan Fungsinya dalam Perdagangan Efek
1. Perdagangan Efek
Sebelum tahun 2007, di Indonesia terdapat dua bursa efek yaitu Bursa Efek Jakarta
(BEJ) yang berfokus pada penyelenggaraan perdagangan efek yang berbasis saham dan
Bursa Efek Surabaya (BES) yang berfokus pada perdagangan efek yang berbasis surat
utang dan derivatif.
Mekanisme perdagangan efek di pasar modal, selain dilakukan melalui bursa efek,
dapat pula dilakukan di luar bursa efek (Over The Counter/OTC). Dalam mekanisme ini,
bursa efek bertindak sebagai penyelenggara perdagangan efek serta penyedia sarana
sistem perdagangan (trading system) yang mempertemukan antara penjual dan pembeli
efek, serta penyedia prasarana lainnya seperti perangkat peraturan agar perdagangan efek
di bursa dapat berjalan secara teratur, wajar dan efisien. Dalam melakukan perdagangan
efek, Bursa Efek Indonesia hanya menangani perdagangan efek pada pasar sekunder,
yaitu perdagangan efek setelah melewati tahap penawaran umum pada pasar perdana atau
lebih dikenal dengan IPO (Initial Public Offering).
2. Penawaran Umum Saham (Go Public)
a. Penawaran umum
Perdana suatu saham atau sering pula disebut dengan istilah Initial Public
Offering (IPO) atau go public adalah suatu kegiatan penawaran saham yang dilakukan
oleh Emiten (perusahaan yang go public) kepada masyarakat atau para pemodal
berdasarkan tata cara yang diatur oleh UU Pasar Modal serta peraturan Bapepam-LK
No.IX.A.2 tentang Tata Cara Pendaftaran dalam Rangka Penawaran Umum sebagai
peraturan pelaksanaan.
b. Manfaat dari Go Public
- Memperoleh sumber pendanaan baru
- Memberikan competitive advantage untuk pengembangan usaha
- Melakukan merger atau akuisisi perusahaan lain dengan pembiayaan melalui
penerbitan saham baru
- Peningkatan kemampuan going concern
- Peningkatkan citra dan nilai perusahaan.
c. Pihak yang terlibat dalam penawaran umum saham ini yaitu
- Emiten
- Penjamin Emisi
- Akuntan Publik atau Auditor Independen
- Penilai
- Konsultan Hukum
- Notaris
d. Istilah-istilah dalam Penawaran Umum
- Afiliasi
- Informasi atau Fakta Material
- Perusahaan Publik
- Penawaran Umum
- Prinsip Keterbukaan
- Prospektus
e. Proses Penawaran Umum
Dimulai dari tahap Persiapan, yaitu perusahaan yang akan menerbitkan saham
(calon emiten) terlebih dahulu melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
untuk meminta persetujuan para pemegang saham dalam rangka penawaran umum
saham. Tahap selanjutnya Pengajuan Pernyataan Pendaftaran, yaitu calon emiten
menyampaikan pendaftaran kepada OJK dilengkapi dengan dokumen-dokumen
pendukung hingga OJK menyatakan Pernyataan Pendaftaran menjadi efektif.
Lalu tahap Penawaran Saham, dimana di tahap ini emiten menawarkan saham
kepada masyarakat investor yang disebut dengan penjualan saham di pasar perdana.
Selanjutnya tahap Pencatatan Saham Di Bursa Efek sesuai dengan Syarat Pencatatan
Saham, Pencatatan untuk Efek Selain Saham, Pencatatan Sertifikat Penitipan Efek
Indonesia (SPEI), Pencatatan Surat Utang/Sukuk, Pencatatan ETF, dan Pencatatan
Efek Beragun Aset (EBA).
3. Pasar Perdagangan Efek
a. Pasar Perdana
Pasar dimana perusahaan-perusahaan yang membutuhkan dana menjual atau
menawarkan efek, baik berupa saham, surat utang atau efek lainnya secara langsung
kepada para calon pemodal.
b. Prosedur Penawaran dan Pemesanan Efek di Pasar Perdana
Yaitu penawaran perdana saham atau surat utang melalui Penjamin Emisi dan Agen
Penjual, kemudian jika investor berminat akan menghubungi Penjamin Emisi atau Agen
Penjual untuk memesan saham yang disertai pembayaran, kemudian Penjamin Emisi dan
Agen Penjual mengumumkan hasil penawaran kepada investor, lalu akan dilakukan
penjatahan saham atau surat utang kepada investor yang memesan.
c. Istilah Proses Penjatahan
- Undersubcribed : Kondisi dimana total Saham atau Surat utang yang dipesan
oleh investor kurang dari total Saham atau Surat utang yang ditawarkan
- Oversubcribed : Kondisi dimana total Saham atau Surat utang yang dipesan oleh
investor melebihi jumlah total Saham atau Surat utang yang ditawarkan
d. Pasar Sekunder
Pasar tempat terjadinya transaksi perdagangan efek di antara para investor setelah
efek yang dijual atau ditawarkan pada Pasar Perdana dicatatkan pada bursa efek tertentu.
Di pasar ini efek-efek diperdagangkan dari satu investor kepada investor lainnya.

B. Peraturan Perdagangan Efek di BEI


1. Peraturan Perdagangan
Peraturan Pemerintah yang menjadi pondasi awal peraturan perdagangan salah
satunya adalah Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995 dan
Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 1995 tentang penyelenggaran kegiatan di pasar
modal.
OJK atau Otoritas Jasa Keuangan yang dulu disebut juga Bapepam-LK mempunyai
tugas penyelenggaraan sistem pengaturan dan pengawasan sektor pasar modal yang
terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan, salah satu peranya
adalah menyusun peraturan pelaksanaan di pasar modal dan juga merumuskan standar,
norma, pedoman kriteria dan prosedur di bidang pasar modal. Banyak peraturan yang
melandasi peraturan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, seperti:
a. Peraturan OJK
1) Peraturan Bapepam III.A.1 perihal Perizinan Bursa Efek

2) Peraturan Bapepam dan LK No. IV.B.3 Perihal Tentang Reksadana berbentuk


KIK

3) Peraturan Bapepam dan LK No. III.E.1 Perihal Tentang Kontrak Berjangka dan
Opsi atas efek atau indeks efek

4) Peraturan Bapepam dan LK No. V.D.6 tentang Pembiayaan Transaksi Efek oleh
perusahaan efek bagi nasabah dan transaksi shortselling oleh perusahaan efek

5) Peraturan Otoritas jasa Keuangan No.26/POJK.04/2014 Perihal efek tidak


dijamin dan transaksi dipisahkan atas efek bersifat ekuitas

b. Peraturan Perdagangan Bursa Efek Indonesia

1) Peraturan II-A perihal mekanisme perdagangan efek

2) Peraturan II-C perihal perdagngan Unit Penyertaan Reksadana Berbentuk KIK

3) Peraturan II-D perihal perdagangan Opsi Saham

4) Peraturan II-E perihal perdagangan Kontrak Berjangka Indeks Efek

5) Peraturan II-H perihal Persyaratan dan perdagngan efek dalam transaksi marjin
dan shortselling

6) Peraturan II-K perihal Efek tidak dijamin dan transaksi dipisahkan atas efek
bersifat ekuitas

2. Peraturan Perdagangan Efek Bursa Efek Indonesia

Secara umum bursa memiliki 2 jenis efek yang diperdagangkan yakni efek bersifat
ekuitas atau kepemilikan dan hak atas kepemilikan seperti saham, opsi, dan HMETD
dan juga efek bersifat hutang seperti obligasi.
a) Peraturan Perdagangan II-A Perihal Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas

Peraturan Perdagangan II-A merupakan peraturan utama, karena semua


mekanisme perdagangan efek bersifat ekuitas diatur dan dijelaskan di peraturan ini.
Segmen pasar di BEI terdiri dari Pasar Reguler, Pasar Negosiasi, dan Pasar Tunai.
Perdagangan di Pasar Reguler, Pasar Tunai dan Pasar Negosiasi dilakukan selama
jam perdagangan pada setiap hari bursa dengan berpedoman pada waktu Jakarta
Automated Trading System (JATS). Perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai
harus dalam satuan perdagangan (round lot) efek atau kelipatannya, yaitu 100
(seratus) efek.

Jam perdagangan di Bursa Efek Indonesia dibagi menjadi jam perdagangan


normal ( senin-kamis) dan perdagangan jumat, dan secara umum sesi perdagangan
di bursa efek Indonesia dibagi menjadi beberapa sesi yakni sesi Pre-opening, Sesi
1, Sesi 2, Sesi Pre-closing dan Sesi Post-closing. Anggota bursa efek yang
menerima pesanan dari nasabahnya untuk melakukan transaksi jual atau beli atas
efek bersifat ekuitas yang tercatat di bursa wajib melaksanakan transaksi
tersebut di bursa melalui JATS, Anggota Bursa Efek wajib melakukan verifikasi
atas setiap pesanan yang diterima dari nasabahnya guna mendukung
pengendalian internal dan untuk mencegah terjadinya perdagangan yang tidak
wajar.

Proses perdagangan efek bersifat ekuitas di Bursa Efek Indonesia memliki 3


jenis pasar, yakni pasar reguler, tunai dan negosiasi. Dalam penyelesaian transaksi
pasar reguler dan tunai di bursa efek indonesia dapat dikatakan kebagi menjadi 3
level yakni level bursa (Daftra Transaksi Bursa), KPEI (Daftar Hasil Kliring), dan
KSEI (Pemindahbukuan dan Mutasi Dana).

b) Peraturan Perdagangan II-C Perihal Perdagangan Unit Penyertaan Reksadana


Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif berisikan ketentuan umum dan tata cara
pelaksanaan perdagangan.

c) Peraturan Perdagangan II-D Perihal Kontrak Opsi Saham berisikan kontrak opsi
saham, saham induk, dan penyelesaian transaksi.
d) Peraturan Perdagangan II-E Perihal Kontrak Berjangka Indeks Efek berisikan
kontrak berjangka indeks efek, waktu perdagangan, spesifikasi kontrak, proses
tawar menawar dan penyelesaian transaksi di Pasar KBIE LQ-45.

e) Peraturan 2-H Perihal Transaksi Marjin dan Shortselling mengenai Transaksi Marjin
dan Transaksi Short Selling.

f) Peraturan 2-K Perihal Efek Tidak Dijamin dan Transaksi dipisahkan.