Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR SEMANGAT DAN

KEGAIRAHAN KERJA PEGAWAI KANTOR DPRD


KABUPATEN KETAPANG

JURNAL SKRIPSI

DISUSUN OLEH :

Ketua Peneliti:
DINA OCTAVIANI, S.E., M.M.
NIDN. 1121108401

Peneliti:
ABDUL BAR
NIM : 15.10.41.6047

JURUSAN MANAJEMEN

UNIVERSITAS PANCA BHKATI


FAKULTAS EKONOMI
PONTIANAK
2019

LEMBAR PERSETUJUAN
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR SEMANGAT DAN
KEGAIRAHAN KERJA PEGAWAI KANTOR DPRD
KABUPATEN KETAPANG

ABDUL BAR
NIM : 15.10.41.6047

Artikel Jurnal ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan


kelulusan Program Sarjana (S1) Jurusan Manajemen

Menyetujui Pembimbing,
Nama Pembimbing Tanda Tangan Tanggal

DINA OCTAVIANI, S.E., M.M.


NIDN. 1121108401

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
PONTIANAK
2019
LEMBAR PENGESAHAN PUBLIKASI
JURNAL ONLINE MAHASISWA S1 JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
http://jurnal.fe.upb.ac.id

Nama Mahasiswa : ABDUL BAR


NIM : 15.10.41.6047

Judul Naskah/Artikel : ANALISIS FAKTOR-FAKTOR

SEMANGAT DAN KEGAIRAHAN


KERJA PEGAWAI KANTOR DPRD
KABUPATEN KETAPANG

Pengelola Jurnal Ketua Jurusan Manajemen

Maulana Filani Rizal SE, MM ZULFAHMI SE, MM


NIDN. 113028103 NIDN. 1112077602
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR SEMANGAT DAN
KEGAIRAHAN KERJA PEGAWAI KANTOR DPRD
KABUPATEN KETAPANG
Nama Peneliti :
ABDUL BAR

Nama Pembimbing :
DINA OCTAVIANI, S.E., M.M.

Jurusan Manajemen FE UPB

Alamat : Jl. Kom Yos sudarso Pontianak, 78113


E-Jounal Access : http:/Jurnal.fe.upb.ac.id

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor semangat dan


kegairahan kerja pegawai kantor DPRD Kabupaten Ketapang.
Metode penilitian yang penulis pergunakan dalam penelitian ini adalah
metode survey yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara terjun langsung
kelapangan. Dimana yang menjadi responden adalah pegawai Kantor DPRD
Kabupaten Ketapang.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang bekerja di
Kantor DPRD Kabupaten Ketapang yaitu sebanyak 58 orang. Pengambilan Sampel
dalam penelitian ini dilakukan dengan cara metode purposive sampling, yaitu
pengambilan elemen-elemen dimasukan kedalamnya dengan cara sengaja. Adapun
jumlah responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini berjumlah 58 orang.
Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil total rata-rata skor sebesar 105,19
dengan nilai rata-rata secara keseluruhan 3,19 Jadi, berdasarkan perhitungan di atas
dapat dikatakan bahwa faktor – faktor semangat dan kegairahan kerja pegawai
kantor DPRD Kabupaten Ketapang masuk dalam kategori tinggi, dengan skor
sebesar 3,19 berada pada rentang 2,51 – 3,25.
Kata Kunci: Sumber Daya Manusia, Semangat Kerja, Kegairahan Kerja
ANALYSIS OF SPIRIT FACTORS AND THE WORK OF THE
WORK OF KETAPANG REGENCY OFFICE OFFICIAL
EMPLOYEES
Name of Researcher :
ABDUL BAR

Advisor Name :
DINA OCTAVIANI, S.E., M.M.

Management Department FE UPB

Address : Jl. Kom Yos sudarso Pontianak, 78113


E-Jounal Access : http:/Jurnal.fe.upb.ac.id

ABSTRACT

This study aims to determine the enthusiasm and work enthusiasm of


employees of the Ketapang Regency DPRD office.
The research method that the author uses in this study is the survey method,
which is research conducted by direct involvement in the field. Where the
respondents are employees of the Ketapang Regency DPRD Office.
The population in this study were all employees who worked in the Ketapang
District DPRD Office, as many as 58 people. Sampling in this study was carried
out by means of purposive sampling method, namely the taking of elements entered
into it intentionally. The number of respondents sampled in this study amounted to
58 people.
Based on the results of the analysis, the results obtained a total average
score of 105.19 with an overall average value of 3.19 So, based on the above
calculations it can be said that the factors of enthusiasm and work enthusiasm of
employees of the DPRD office in Ketapang Regency fall into the high category ,
with a score of 3.19 in the range 2.51 - 3.25.
Keywords: Human Resources, Stress, Performance
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pada umumnya disetiap instansi pemerintah maupun swasta, baik itu yang
bergerak dibidang jasa maupun industri pasti mempunyai tujuan yang ingin
dicapai. Secara umum tujuan dan sasaran yang ingin dicapai oleh setiap perusahaan
meliputi: memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, mencapai laba
yang maksimal dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Dimana untuk
mencapai tujuan dan sasaran tersebut, maka diperlukan sumber daya yang meliputi:
alam, tenaga kerja, modal, skil dan teknologi serta tidak kalah pentingnya harus
ditunjang pula dengan sistem manajemen yang baik.
Sumber daya tersebut harus dikelolah dan diatur secara optimal agar
mampu mendukung perusahaan dalam mencapai tujuan. Dimana diantara sumber
daya tersebut, maka faktor sumber daya manusia (tenaga kerja) merupakan faktor
yang memegang peranan penting dalam suatu kegiatan perusahaan. Manusia
merupakan tenaga kerja yang dapat merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi
jalannya pekerjaan yang dibebankan kepadanya, serta juga merupakan penggerak
dinamika perusahaan.
Demikian juga halnya pada Kantor DPRD Kabupaten Ketapang yang
merupakan salah satu instansi pemerintah yang bergerak dibidang pelayanan jasa,
dalam usaha untuk mendapatkan kepercayaan pengguna jasa, maka perusahaan
mempunyai kecenderungan untuk meningkatkan kualitas pelayanannya dengan
baik sehingga dapat memuaskan pengguna jasanya. Tidak dapat dipungkiri bahwa
faktor tenaga kerja yang ada pada Kantor DPRD Kabupaten Ketapang sangat
memegang peranan penting dalam proses operasi, karena semua kegiatan
manajemen maupun operasional perusahaan sangat tergantung pada manusia
sebagai unsur penggerak.
Dari hasil pengamatan langsung yang dilakukan oleh penulis, terlihat ada
beberapa faktor yang masih perlu diperhatikan sehingga dapat menunjang
peningkatan semangat dan kegairahan kerja pegawai. Adapun faktor-faktor yang
dimaksud, antara lain: system koordinasi, pembinaan pegawai, kesempatan untuk
maju (pelatihan atau diklat) yang tidak merata serta adanya jabatan-jabatan
strategis yang diisi oleh orang yang bukan ahli dibidangnya, dimana faktor-faktor
tersebut diatas kurang mendapat perhatian dari atasan, maka akan menyebabkan
turunnya semangat dan kegairahan kerja pegawai. Jadi dapat dikatakan bahwa
masalah semangat dan kegairahan kerja sangat penting dan mempengaruhi
kelangsungan hidup perusahaan. Dengan adanya semangat dan kegairahan kerja
yang tinggi menunjukan bahwa perusahaan telah memanfaatkan sumber daya
manusia dengan baik.

TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori
Manajemen Sumber Daya Manusia
Menurut Nitisemito ( 2002 : 10 ) Pengertian Manajemen Personalia atau
Manajemen Kepegawaian (Manajemen Sumber Daya Manusia) adalah suatu ilmu
dan seni untuk melaksanakan antara lain planning, organizing, controlling,
sehingga efektifitas operasional dapat ditingkatkan semaksimal mungkin dalam
pencapaian tujuan .
Dengan demikian dari manajemen personalia ialah mengupayakan agar
setiap tenaga kerja memiliki kegairahan dan kerja sehingga akan tercapai semangat
dan kegairahan kerja yang tinggi.

Semangat dan Kegairahan Kerja


Pengertian Semangat dan Kegairahan Kerja Menurut Nitisemito (2002 :
56). Semangat Kerja adalah melakukan kegiatan secara lebih giat. Sedangkan
Kegairahan Kerja adalah kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaan.
S emangat dan kegairahan kerja pada hakekatnya adalah merupakan
pengejawantahan/perwujudan dari moral yang tinggi. Bahkan ada yang
mengidentikkan atau menterjemahkan secara bebas, moral kerja yang tinggi adalah
semangat dan kegairahan kerja.
Indikasi turunnya/rendahnya semangat dan kegairahan kerja sebenarnya
dapat diketahui dengan jalan melihat indikasi-indikasi yang mungkin timbul yaitu
antara lain turun/rendahnya produktifitas kerja, tingkat absensi yang naik/tinggi
dan sebagainya. Demikian juga penyebab turunnya semangat dan kegairahan kerja
harus diketahui, sebab dengan demikian dalam usaha meningkatkan semangat dan
kegairahan kerja tidak bersifat tambal sulam.
Untuk dapat meningkatkan semangat dan kegairahan kerja, maka dapat
dilakukan dengan jalan memberikan gaji yang cukup, memperhatikan kebutuhan
rohani, memberikan kesempatan untuk maju dan sebagainya.

Hipotesis
Berdasarkan penjelasan diatas maka yang menjadi hipotesis dalam
penelitian ini adalah :
1. Semangat dan Kegairahan Kerja Pegawai Kantor DPRD Kabupaten
Ketapang tinggi
2. Semangat dan Kegairahan Kerja Pegawai Kantor DPRD Kabupaten
Ketapang rendah
3. Ada faktor yang mengakibatkan semangat dan kegairahan kerja Pegawai
Kantor DPRD Kabupaten Ketapang menjadi tinggi atau rendah
Kerangka Pemikiran

Gambar 2.1
Kerangka Pemikiran Penelitian

KANTOR DPRD
KABUPATEN KETAPANG

Menurut Nitisemito (2002:168-181), faktor-faktor yang dapat


meningkatkan/mendorong semangat dan kegairahan kerja adalah:
1. Gaji yang cukup
2. Kebutuhan rohani
3. Suasana santai
4. Harga diri
5. Penempatan pegawai yang tepat
6. Kesempatan untuk maju
7. Perasaan aman menghadapi masa depan
8. Usahakan pegawai memiliki loyalitas
9. Pegawai perlu diajak berunding
10. Pemberian insentif yang terarah
11. Fasilitas yang menyenangkan.

SEMANGAT DAN KEGAIRAHAN KERJA PEGAWAI


KANTOR DPRD KABUPATEN KETAPANG

TINGGI RENDAH
METODE PENELITIAN
Desain Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey yaitu penelitian
yang dilakukan dengan cara terjun langsung kelapangan. Dimana yang menjadi
responden adalah pegawai Kantor DPRD Kabupaten Ketapang

Populasi dan Sampel


Populasi
Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang
bekerja di Kantor DPRD Kabupaten Ketapang yaitu sebanyak 58 orang.

Sampel
Pengambilan Sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara metode purposive
sampling, yaitu pengambilan elemen-elemen dimasukan kedalamnya dengan cara
sengaja. Adapun jumlah responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini
berjumlah 58 orang.

Teknik Pengumpulan Data


Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka digunakan
metode pengumpulan data sebagai berikut:
a. Observasi
Pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan langsung.
b. Kuesioner
Yaitu data yang dikumpulkan melalui pengedaran pertanyaan yang akan diisi oleh
responden.
c. Studi dokumenter
Yaitu data yang dikumpulkan dari laporan-laporan atau dokumen Dinas yang
berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.

Teknik Pengolahan dan Analisis Data

a. Teknik Pengukuran Data


Untuk mempermudah pengukuran data deskriptif maka dipergunakan skala
likert sebagai berikut : ( Sugiono,2004:57 )
a) Jawaban Sangat Setuju di beri skor nilai 4
b) Jawaban Setuju di beri skor nilai 3
c) Jawaban Kurang setuju di beri skor nilai 2
d) Jawaban Tidak Setuju di beri skor nilai 1

b. Uji Validitas dan Realibilitas


Metode yang digunakan dalam uji validitas ini adalah validitas internal
dengan menggunakan korelasi product moment. Suatu data dikatakan valid atau
sahih jika korelasi butir dengan faktor positif dan peluang ralat dari korelasi
tersebut maksimal 5% jika tidak memiliki kaidah uji tersebut maka butir
tersebut dapat di gugurkan/dibuang.Uji vadilitas ini dilakukan dengan metode
korelasi product moment pearson yang di bantu dan disajikan dengan program
spss data dikatakan valid bila R hitung > R tabel, nilai R tabel dapat diperoleh
melalui rumus DF (Degree of Freedom)= n – k
Pada penelitian ini reliabilitas menggunakan koefisien reliabilitas
Croncbach alpha.Menurut becker,jawaban yang cukup konsisten terletak antara
0,60 sampai 0,90 Atau > 0,60.Uji reliabilitas dalam penelitian ini mengunakan
metode cronbach alpha yang di bantu dan disajikan dengan program SPSS V.20
( Wijaya 2011:96 ).
c. Alat Analisis data
1. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif dalam penelitian ini digunakan untuk
mengkuantitatifkan variabel penelitian berdasarkan jawaban setiap
kuesioner dengan memberikan skor untuk masing–masing jawaban.
Dalam analisis menggunakan nilai rata-rata. Selain itu digunakan analisis
frekwensi yaitu menghitung persentase dari jawaban responden.
2. Analisis Rata-rata (Mean)
Setiap jawaban responden dari pertanyaan dalam kuesioner diberikan
bobot (skor rataan). Cara menghitung rataan adalah:

Dimana:
x : Rata-rata dari suatu sampel
xi : Nilai ukuran variabel ke-1
fi : Frekuensi ke-1
n : Jumlah data dari sampel
Langkah selanjutnya menggunakan rentang skala penilaian untuk
menentukan posisi persepsi responden dengan menggunakan nilai skor.
Setiap bobot alternatif jawaban yang terbentuk dari teknik skala
peringkatan terdiri dari kisaran 1 hingga 4 yang menggambarkan posisi
yang sangat positif ke posisi yang sangat negatif. Kriteria pengklasifikasi
merujuk pada pendapat Umar ( 2003:225 ) dimana rentang skor dicari
dengan rumus sebagai berikut :
n(m-1)
Rs = m

Keterangan :
Rs = Rentang skor
n = Ukuran sampel
m = Jumlah alternatif tiap item

Berdasarkan pedoman diatas, maka kriteria pengklasifikasian mengenai


variabel Analisis Faktor-Faktor Semangat Dan Kegairahan Pegawai pada
Kantor DPRD Kabupaten Ketapang sebagai berikut :
(4-1)
Rs = 4 = 0,75
Sehingga rentang skala masing – masing predikat adalah sebagai berikut
:
1,00 – 1,75 : Sangat rendah
1,76 – 2,50 : Rendah
2,51 – 3,25 : Tinggi
3,26 – 4,00 : Sangat Tinggi

PEMBAHASAN

Rekapitulasi Rata-Rata Dari Tanggapan Responden


No Kuesioner/indikator Skor Kriteria
A. Gaji
Gaji yang diterima setiap bulannya dapat mencukupi
1 3,22 tinggi
kebutuhan hidup sehari-hari.
Sangat
2 Gaji yang diterima sesuai dengan pekerjaan. 3,29
tinggi
Faktor gaji dapat mendorong semangat dan
3 3,10 tinggi
kegairahan kerja
B Kebutuhan Rohani
Instansi tempat kerja menyediakan Sangat
4 3,38
sarana/perlengkapan Ibadah. tinggi
5 Instansi menyediakan tempat untuk beribadah. 3,21 tinggi
Faktor perhatian terhadap kebutuhan rohani dapat
6 3,00 tinggi
mendorong semangat dan kegairahan kerja
C Suasana Santai
Instansi tempat kerja pernah mengadakan
7 3,17 tinggi
pertandingan olah raga antar pegawai.
Instansi tempat kerja pernah mengadakan rekreasi
8 3,05 tinggi
untuk semua pegawai
Faktor penciptaan suasana santai dapat mendorong
9 3,07 tinggi
semangat dan kegairahan kerja
D Harga Diri
Pimpinan pernah memberikan penghargaan kepada
10 3,22 tinggi
Pegawai yang berprestasi
Pimpinan akan memberikan teguran kepada pegawai Sangat
11 3,29
apabila ada pegawai yang bersalah. tinggi
Faktor perhatian tentang harga diri dapat mendorong
12 3,19 tinggi
semangat dan kegairahan kerja
E Penempatan Pegawai Yang Tepat
Penempatan pegawai selama ini sesuai dengan
13 3,12 tinggi
pendidikan
Penempatan pegawai sudah sesuai dengan Sangat
14 3,29
keterampilan tinggi
Faktor penempatan pegawai dapat mendorong
15 3,26 tinggi
semangat dan kegairahan kerja
F Kesempatan Untuk Maju
Diklat yang diikuti oleh pegawai selama ini sesuai
16 3,17 tinggi
dengan pekerjaan
Instansi memberikan kesempatan kepada pegawai
17 3,12 tinggi
untuk ikut diklat
Faktor pegawai yang diberi kesempatan untuk maju Sangat
18 3,33
dapat mendorong semangat dan kegairahan kerja tinggi
G Rasa Aman Menghadapi Masa Depan
Instansi mengikutsertakan Pegawai dalam asuransi Sangat
19 3,36
hari tua tinggi
Sangat
20 Pegawai perlu diikutkan dalam asuransi kesehatan 3,34
tinggi
Faktor rasa aman menghadapi masa depan dapat Sangat
21 3,43
mendorong semangat dan kegairahan kerja tinggi
H Loyalitas Pegawai
22 Saat ini semua pegawai loyal terhadap pimpinan 3,24 tinggi
23 Pimpinan selalu menciptakan loyalitas pegawai 3,00 tinggi
Faktor loyalitas pegawai dapat mendorong semangat
24 2,90 tinggi
dan kegairahan kerja
I Pegawai diajak Berunding
Pimpinan melibatkan pegawai dalam penentuan Sangat
25 3,31
perencanaan/kebijakan tinggi
Sangat
26 Pegawai pernah diajak berunding oleh pimpinan 3,41
tinggi
Faktor pegawai yang diajak berunding dapat
27 3,21 tinggi
mendorong semangat dan kegairahan kerja
J Pemberian Insentif yang Terarah
Pemberian insentif pegawai berdasarkan prestasi kerja
28 2,71 tinggi
/ beban kerja
Pemberian insentif kepada pegawai sekarang sudah Sangat
29 3,36
sesuai tinggi
Faktor pemberian insentif yang terarah dapat Sangat
30 3,29
mendorong semangat dan kegairahan kerja tinggi
K Fasilitas Yang Menyenangkan
Fasilitas kerja sekarang sudah memadai untuk
31 3,14 tinggi
melakukan pekerjaan
32 Fasilitas kerja sekarang sangat mendukung pekerjaan 3,19 tinggi
Faktor fasilitas kerja yang menyenangkan dapat
33 2,79 tinggi
mendorong semangat dan kegairahan kerja
Rata-rata 105,19
Rerata 3,19 tinggi

Berdasarkan penjumlahan pada Tabel 4.34 diperoleh total rata-rata skor


sebesar 105,19 dengan nilai rata-rata secara keseluruhan 3,19. Jadi berdasarkan
perhitungan di atas dapat dikatakan bahwa faktor- faktor semangat dan kegairahan
kerja pegawai kantor DPRD Kabupaten Ketapang masuk dalam kategori tinggi,
dengan skor sebesar 3,19 berada pada rentang 2,51- 3,25.

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan oleh
penulis maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Karakteristik sebagian besar responden secara umum sebagai berikut yaitu:
berdasarkan umur lebih banyak yang berumur antara 31 sampai 40 tahun yaitu
sebanyak 25 orang responden atau 43,10% , berdasarkan jenis kelamin lebih
banyak yang berjenis kelamin laki – laki yaitu sebanyak 40 orang responden atau
sebesar 68,97%, berdasarkan tingkat pendidikan lebih banyak yang berpendidikan
S1 yaitu sebanyak 32 orang responden atau sebesar 58,17%, dan berdasarkan masa
kerja lebih banyak yang bermasa kerja 21 - 30 yaitu sebanyak 28 orang responden
atau sebesar 48,28%.
2. Berdasarkan uji validitas 27 pernyataan dinyatakan valid sedangkan 6
penyataan dinyatakan tidak valid berdasarkan uji reliabilitas semua jawaban
reliable.
3. Berdasarkan penjumlahan diperoleh total rata-rata skor sebesar 105,19
dengan nilai rata-rata secara keseluruhan 3,19 Jadi, berdasarkan perhitungan di atas
dapat dikatakan bahwa faktor – faktor semangat dan kegairahan kerja pegawai
kantor DPRD Kabupaten Ketapang masuk dalam kategori tinggi, dengan skor
sebesar 3,19 berada pada rentang 2,51 – 3,25.
Rekomendasi
Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai faktor – faktor semangat
dan kegairahan kerja pegawai kantor DPRD Kabupaten Ketapang, maka penulis
menyarankan:
1. Pimpinan atau instansi harus melakukan cara agar dapat meningkatkan
faktor – faktor semangat dan kegairahan kerja pegawai kantor DPRD Kabupaten
Ketapang.
2. Bagi para pegawai sebaiknya mempertahankan faktor – faktor semangat
dan kegairahan kerja pegawai kantor DPRD Kabupaten Ketapang yang sudah
tinggi atau lebih ditingkatkan lagi .
DAFTAR PUSTAKA
Budiyanto, M.T, Eko, 2013, Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya. Manusia,
Yogyakarta, Graha Ilmu.
Bangun, Wilson. 2012. “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Jakarta: Erlangga.
Hasibuan, Malayu. 2012. “Manajemen Sumber Daya manusia”. Jakarta: PT Bumi.
Aksara.
Kuncoro, Mudrajad, 2003. Metode Riset Untuk Bisnis & Ekonomi, Jakarta,
Erlangga
Nitisemito, Alex,S, 2002. Manajemen Personalia, Jakarta, Ghalia Indonesia
Nawawi Hadari, 1998. Manajemen Sumberdaya Manusia, Penerbit Gajahmada
University Press, Yogjakarta
Sugiono, 2001. Metode Penelitian Administrasi, Alfabet, Bandung
Sugiono, 2004. Metode Penelitian Bisnis, Alfabet, Bandung,
Umar, 2003. Metode Penelitian, Alfabeta, Bandung
Winardi, 2001. Organisasi Perkantoran & Motivasi, Penerbit Alumni Jawa Barat,
Bandung .
Wijaya Tony, 2011. Cara Cepat Menguasai SPSS 19, Penerbit Cahaya Atma,
Yogyakart