Anda di halaman 1dari 2

Relung (niche), dalam ekologi merujuk pada posisi unik yang ditempati oleh suatu spesies tertentu

berdasarkan rentang fisik yang ditempati dan peranan yang dilakukan di dalam komunitasnya.[1][2]
Konsep ini menjelaskan suatu cara yang tepat dari suatu organisme untuk menyelaraskan diri
dengan lingkungannya.[3] Habitat adalah pemaparan tempat suatu organisme dapat ditemukan,
sedangkan relung adalah pertelaan lengkap bagaimana suatu organisme berhubungan dengan
lingkungan fisik dan biologisnya.[3] Ekologi dari suatu individu mencakup variabel biotik (makhluk
hidup seperti tumbuhan, hewan, manusia, baik yg mikro maupun yg makro) dan abiotik (benda tidak
hidup). [4] Relung menentukan bagaimana spesies memberi tanggapan terhadap ketersediaan
sumberdaya hidup dan keberadaan pesaing dan pemangsa dalam suatu ekosistem

Burung-burung Finch dengan paruh yang berbeda mempunyai relung yang berbeda.

Habitat: tempat hidup organisme,

Tempat dimana seseorang pergi untuk dapat

menemukannya (Odum)

Niche (relung ekologis) : ruang fisik yang diduduki oleh suatu organisme berikut peranan
fungsionalnya.

Grinnel: niche = mikrohabitat

Charles Elton: Niche : status fungsional suatu organisme dalam komunitasnya

Berdasarkan variasi habitat menurut waktu dibagi menjadi 4 macam (Kramadibrata,1996) yaitu :

1. Habitat yang konstan

• Yaitu habitat yang kondisinya terus-menerus relatif baik atau kurang baik.

2. Habitat yang bersifat memusim

• Yaitu habitat yang kondisinya relatif teratur berganti-ganti antara baik dan kurang baik.

3. Habitat yang tidak menentu

• Yaitu habitat yang mengalami suatu periode dengan kondisi baik yang lamanya bervariasi
diselang-selingi oleh periode dengan kondisi kurang baik yang lamanya juga bervariasi
sehingga kondisinya tidak dapat diramal.

4. Habitat yang efemeral

• Yaitu habitat yang mengalami periode dengan kondisi baik yang berlangsung relatif singkat
diikuti oleh suatu periode dengan kondisi yang kurang baik yang berlangsungnya lama sekali.
( Kramadibrata, 1996 ).
Sebuah relung fundamental dapat didefinisikan sebagai kisaran kondisi lingkungan dimana masing-
masing spesies bertahan. Ceruk yang direalisasikan dapat disebut sebagai kisaran kondisi lingkungan
di mana spesies benar-benar ditemukan.

Relung fundamental adalah gambaran dari potensi keseluruhan suatu spesies.[7] Sementara relung
realitas menggambarkan spektrum yang lebih terbatas akan kondisi-kondisi dan sumber daya alam
yang dibutuhkan untuk bertahan, bahkan dengan kehadiran kompetitor dan predator.[7]

Strategi sejarah kehidupan yang berbeda tersebut kadang masing-masing disebut sebagai sifat-sifat
yang terseleksi oleh K dan terseleksi oleh r. Populasi terseleksi ole K (K-selected population) yang
disebut juga populasi kesetimbangan (equilibrial population), adalah populasi yang cenderung akan
hidup pada kepadatan populasi yang mendekati batas sumberdayanya (K atau daya tampung).
Populasi terseleksi oleh-r (r-selected population), yang juga disebut populasi oportunistik
(opportunistic population), kemungkinan besar akan ditemukan dalam lingkungan yang bervariasi, di
mana kepadatan populasi berubah-ubah, atau dalam habitat terbuka di mana individu kemungkinan
besar menghadapi sedikit persaingan.

 Zona litoral adalah daerah dangkal yang dapat ditembus cahaya matahari hingga ke
dasar perairan
 Zona Limnetik adalah daerah yang terbuka yang jauh pada dari tepian sampai
kedalaman yang masih dapat ditembus cahaya matahari
 Zona profundal adalah daerah dalam dan tidak dapat ditembus caaya matahari. DI
daerah initidak dapat ditemukan pada organisme fotosintetik (produsen), tetapi dihuni
oleh hewan pemangsa dan organisme pengurai.

Faktor pembatas adalah suatu yang dapat menurunkan tingkat jumlah dan perkembangan suatu
ekosistem.