Anda di halaman 1dari 3

Laboratorium Klinik

2. Promosi Kesehatan di Laboratorium Klinik

2.1 Potensi Promosi Kesehatan di Laboratorium Klinik

Sebagian laboratorium klinik sekarang ini selain menyediakan jasa pelayanan kesehatan
terhadap masyarakat, juga menyediakan jasa pelayanan kesehatan terhadap perusahaan, instansi
atau institusi. Hal ini membuat jangkauan kerja laboratorium itu sendiri lebih luas. Luasnya
jaringan ini merupakan potensi bagi promosi kesehatan untuk membuat suatu program upaya
perubahan atau perbaikan perilaku lebih banyak sasarannya.

2.2 Ruang Lingkup Promosi Kesehatan di Laboratorium Klinik

Secara prinsipil, sasaran promosi kesehatan adalah masyarakat. Masyarakat dapat


dilihat dalam konteks komunitas, keluarga maupun individu. Sasaran promosi kesehatan
juga dapat dikelompokkan menurut ruang lingkupnya, yakni tatanan rumah tangga,
tatanan sekolah, tatanan tempat kerja, tatanan tempat-tempat umum, dan institusi
pelayanan kesehatan.

Berdasarkan potensi yang dimiliki oleh labortorium klinik dimana ruang lingkup
kerjanya yang luas, maka saya mengambil ruang lingkup tatanan tempat kerja dan tatanan
rumah tangga. Hal ini disadari bahwa sumber daya manusia merupakan salah satu aset
yang berharga bagi perusahaan. Jenis pekerjaan dan lingkungan kerja yang beragam,
bahaya kimia, fisika ataupun biologis yang secara langsung maupun tidak langsung dapat
mempengaruhi kesehatan kerja pekerja yang pada akhirnya dapat mempengaruhi
produktifitas pekerja di tempat kerjanya itu sendiri. Maka diperlukan strategi promosi
kesehatan melalui laboratorium klinik yang telah mengadakan kerjasama terhadap
institusi tersebut selain melalui layanan pemeriksaan kesehatan kerja yang berprinsip
pada Occupational Health. Dan untuk ruang lingkup rumah tangga, karena sumber daya
manusia yang bekerja itu sendiri juga mempunyai sebuah keluarga yang juga secara
langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi SDM itu sendiri jika terjadi masalah
kesehatan.

Program-Program
1. Medical check up pra-karyawan dan karyawan

Masalah kesehatan kerja tak hanya bisa diselesaikan melalui medical check up yang
bertujuan sebagai deteksi dini gangguan kesehatan, tapi juga perlu upaya
pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi, termasuk program return to work.

2. Premarital check up

Premarital check up adalah pemeriksaan kesehatan kepada pasangan


yang akan menikah. Jadi sebelum menikah, pasangan tersebut diharapkan
melakukan medical check up setidaknya 6 bulan sebelum melangsungkan
pernikahan. Hal ini dikarenakan supaya jika terjadi masalah kesehatan terhadap
salah satu atau kedua pasangan, masih ada waktu cukup untuk mengatasi
masalah kesehatan yang dialami pasien tersebut. Program ini perlu
disosialisasikan karena banyaknya masyarakat yang masih belum menyadari
betapa pentingnya premarital check up ini. Program ini bisa mencegah
terjadinya bayi lahir cacat akibat masalah-masalah kesehatan yang dialami
orang tua saat mengandung. Selain itu masih banyak keuntungan lainnya seperti
mendeteksi gangguan reproduksi sejak dini seperti gonorhoe, kanker serviks,
serta diketahuinya penyakit-penyakit genetic yang berpotensi bahaya bagi janin
seperti thalasemia, hemophilia dan sebagainya.

Sasaran : manusia terdidik seperti mahasiswa yg pokok usia2


matang ato bisa juga karyawan2 baru yg belum bekeluarga. Ntr acara seminar
kampus gitu ato bisa jg seminar umum.

3. Pap smear

Dengan cara mengadakan penyuluhan di sekitar


Langkah2: manfaatin event2 hari wanita. Ntar cari tau lbih dalam tentang pap
smear