Anda di halaman 1dari 17

INVESTASI

Mata Kuliah : Farmasi Komunitas

Dosen : Dr. Dra. Lili Musnelina, M.Si.,Apt

Okpri Meila, M.Farm.,Apt

Kelompok :

1. I Dewa Gede Agung Arief Rachmanta (18340124)


2. Mega Seli Selvina (18340125)
3. Welmince Taliak (18340126)

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

FAKULTAS FARMASI

PRODI PROFESI APOTEKER

JAKARTA

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang
alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “INVESTASI”
Makalah ini berisikan tentang informasi tentang investasi Diharapkan Makalah ini dapat
memberikan informasi kepada kita semua tentang investasi .

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa
meridhai segala usaha kita. Amin.

Jakarta , Maret 2019

ii
DAFTAR ISI

Hal Judul
Kata Pengantar ...................................................................................................................... ii
Daftar Isi ............................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ......................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................... 2
1.3 Tujuan Masalah ........................................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Investasi ................................................................................................. 3
2.2 Jenis-Jenis Investasi ................................................................................................ 3
2.3 Kriteria Investasi ....................................................................................................... 5
2.4 Tahapan Pengambilan Keputusan Investasi ............................................................. 6
2.5 Manfaat Investasi dan Masalah Investasi ................................................................ 7
2.6 Resiko Dalam Investasi ............................................................................................ 8
2.7 Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Investasi ........................................................ 9
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan .............................................................................................................. 12
3.2 Saran ........................................................................................................................ 12
Daftar Pustaka ........................................................................................................................ 13

iii
iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dunia Globalisasi merupakan hal yang sudah tak asing lagi buat kita semua.
Dunia globalisasi telah masuk kesemua Negara tak heran globalisasi membawa hal yang
baik dan buruknya. Globalisasi juga telah berkembang merambat kedunia perekonomian
biasanya berupa penanaman modal pada suatu sector industry.
Setiap individu pada dasarnya memerlukan investasi, karena dengan investasi
setiap orang dapat mempertahankan dan memperluas basis kekayaannya yang dapat
digunakan sebagai jaminan sosial di masa depannya. Seseorang sering tidak menyadari
dirinya telah melakukan investasi, misalnya dengan menabung dan sebagainya. Agar tak
terjebak melakukan investasi ke dalam portofolio ‘sampah’, atau bahkan ditipu oleh
pihak yang tak bertanggung jawab dengan iming-iming menarik, Anda harus
mengedepankan rasionalitas dan memahami betul resiko-resiko yang dihadapi dalam
berinvestasi.
Investasi merupakan salah satu cara perusahaan dalam mengoptimalkan
penggunaan kas jika terjadi surplus. Dengan berinvestasi maka dana yang terdapat dalam
kas perusahaan tidak menganggur. Investasi dapat dimaksudkan sebagai akumulasi dari
suatu bentuk aktiva untuk memperoleh manfaat dimasa yang akan datang.
Dengan adanya investasi maka perusahaan mengharapkan beberapa keuntungan
yakni terjaminnya manajemen kas, terciptanya hubungan yang erat dan memperkuat
posisi keuangan suatu perusahaan. Investasi merupakan unsur yang sangat penting dalam
perusahaan. Aktivitas investasi yang dilakukan oleh perusahaan akan dijadikan sebagai
dasar penilaian manajemen kas perusahaan.
Penilaian kinerja perusahaan ini sebagian atau seluruhnya dapat dinilai dari
penggunaan kas untuk investasi. Bagi perusahaan investasi adalah cara untuk
menempatkan kelebihan dana sedangkan untuk perusahaan lainnya investasi merupakan
sarana untuk mempererat hubungan bisnis atau memperoleh suatu keuntungan
perdagangan.

1
1.2 Rumusan Masalah
Dalam makalah ini, kami merumuskan masalah yang dijabarkan dalam pertanyaan
sebagai berikut:
1. Apa pengertian investasi?
2. Bagaimana jenis-jenis investasi?
3. Bagaimana kriteria Investasi ?
4. Bagaimana manfaat/masalah investasi?
5. Bagaimana resiko dalam investasi?
6. Bagimana faktor yang mempengaruhi tingkat investasi?

1.3 Tujuan Masalah

Berdasarkan batasan masalah di atas, maka tujuan pembahasan makalah ini adalah
sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengertian investasi.
2. Untuk mengetahui jenis-jenis investasi.
3. Untuk mengetahui kriteria Investasi
4. Untuk mengetahui manfaat/masalah investasi.
5. Untuk mengetahui resiko dalam investasi
6. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat investasi

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Investasi


Definisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Investasi diartikan sebagai
penanaman uang atau di suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memproleh
keuntungan. Pada dasarnya investasi adalah membeli suatu aset yang diharapkan di masa
datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi.
Investasi juga dapat dikatakan sebagai suatu penundaan konsumsi saat ini untuk
konsumsi masa depan. Harapan pada keuntungan di masa datang merupakan kompensasi
atas waktu dan risiko yang terkait dengan suatu investasi yang dilakukan.
Menurut Sunariyah “Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih
aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan
keuntungan di masa-masa yang akan datang.”1 Dewasa ini banyak negara-negara yang
melakukan kebijaksanaan yang bertujuan untuk meningkatkan investasi baik domestik
ataupun modal asing. Hal ini dilakukan oleh pemerintah sebab kegiatan investasi akan
mendorong pula kegiatan ekonomi suatu negara, penyerapan tenaga kerja, peningkatan
output yang dihasilkan, penghematan devisa atau bahkan penambahan devisa.(
2.6 Jenis-Jenis Investasi
1. Investasi berdasarkan asetnya
Investasi ini merupakan penggolongan investasi dari aspek modal atau
kekayaannya. Investasi ini dibagi menjadi dua jenis yatu pertama, real asset merupakan
investasi yang berwujud seperti gedung-gedung dan kendaraan; kedua, financial asset
yaitu berupa dokumen (surat-surat berharga) yang diperdagangkan dipasar uang seperti
deposito,commercial paper, Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), dan sebagainya.
Financial accets juga diperdagangkan dipasar modal seperti saham,obligasi,warrant,opsi
dan sebagainya.
2. Investasi berdasarkan pengaruh
Investasi model ini merupakan investasi yang berdasarkan pada factor dan keadaan
yang mempengaruhi atau tidak berpengaruh dari kegiatan investasi. Invetasi berdasatkan
pengaruh dibagi menjadi dua yaitu pertama, investasi autonomous (berdiri sendiri), yaitu

1
Sunariyah, Pengantar Pengetahuan Pasar Modal, (Yogyakarta: UUP AMP YKPN, 2003), h.3

3
investasi yang tidak dipengaruhi tingkat pendapatan,bersifat spekulatif,misalnya
pembelian surat-surat berharga; kedua, investasi induced (mempengaruhi-
menyebabkan), yakni investasi yang dipegaruh oleh kenaikan permintaan akan barang
dan jasa serta tingkat pendapatan misalnya penghasilan transitori (penghasilan yang
didapat selain dari bekerja),yaitu bunga tabungan dan sebagainya.
3. Investasi berdasarkan sumber pembiayaan
Investasi ini berdasarkan kepada pembiayaa asal atau asal usul investasi itu
memperoleh dana. Invetasi ini dibagi menjadi dua macam: pertama,investasi yang
bersumber dari dana dalam negeri (PMDN), investornya dari dalam negeri : kedua,
investasi yang bersumber dari modal asing ,pembiayaan investasi bersumber dari
investor asing.
4. Investasi berdasarkan bentuk
Investasi yang didasarkan pada cara menanamkan investasinya. Investasi modal ini
dibagi menjadi dua bentuk yaitu pertama, investasi lansung dilaksanakan oleh
pemiliknya sendiri,seperti membangun pabrik, membangun gedung selaku konraktor,
membeli total, atau mengakuisi perusahaan; kedua, investasi tidak langsung yang disebut
dengan investasi portofilio,investasi tidak langsung dilakukan melalui pasar modal
dengan instrument surat – surat berharga seperti saham,obligasi,reksadana beserta
turunannya.
5. Investasi berdasarkan waktu
Investasi berdasarkan waktu dibagi dua, yaitu: investasi berdasarkan jangka pendek
dan investasi berdasarkan jangka panjang. Investasi jangka pendek merupakan
penanaman modal oleh seseorang yang jangka waktunya relative pendek misalnya
setahun, atau dua tahun. Contohnya tabungan di Bank, deposito, instrument pasar uang,
dll. Sedangkan investasi jangka panjang adalah penanaman atau penyertaan sebagian
kekayaan suatu perusahaan dengan maksud untuk meperoleh pendapatan tetap dan untuk
menguasai atau mengendalikan perusahaan tersebut dengan waktu 5 tahun dan
seterusnya. Contohnya, saham, reksadana, obligasi, emas batangan, properti, barang
koleksi, dll.

4
2.3 Kriteria Investasi
1. Payback Period.
Payback period adalah waktu yang dibutuhkan agar investasi yang direncanakan
dapat dikembalikan, atau waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas. Jika
waktu yang dibutuhkan makin pendek, proposal investasi dianggap makin baik.
Kendatipun demikian, kita harus berhati-hati menafsirkan kriteria payback period
ini. Sebab ada investasi yang baru menguntungkan dalam jangka panjang (> 5
tahun).
2. Benefit/Cost Ratio (B/C Ratio).
B/C ratio mengukur mana yang lebih besar, biaya yang dikeluarkan disbanding
hasil (output) yang diperoleh. Biaya yang dikeluarkan dinotasikan dengan C (cost).
Output yang dihasilkan dinotasikan dengan B (benefit). Keputusan menerima atau
menolak proposal investasi dapat dilakukan dengan melihat nilai B/C. Umumnya,
proposal investasi baru diterima jika B/C > 1, sebab berarti output yang dihasilkan
lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.
3. Net Present Value (NPV).
Perhitungan dengan menggunakan nilai nominal dapat menyesatkan, sebab tidak
memperhitungkan nilai waktu dari uang. Untuk membuat hasil lebih akurat, maka
nilai sekarang didiskontokan. Keuntungan dari menggunakan metode diskonto
adalah kita dapat langsung menghitung selisih nilai sekarang dari biaya total dengan
penerimaan total bersih. Selisih inilah yang disebut net present value. Suatu
proposal investasi akan diterima jika NPV > 0, sebab nilai sekarang dari penerimaan
total lebih besar daripada nilai sekarang dari biaya total.
4. Internal Rate of Return (IRR).
Internal rate of return adalah nilai tingkat pengembalian investasi, dihitung pada
saat NPV sama dengan nol. Keputusan menerima/menolak rencana investasi
dilakukan berdasarkan hasil perbandingan IRR dengan tingkat pengembalian
investasi yang diinginkan (r).

5
2.4 Tahapan Pengambilan Keputusan Investasi
Menurut Sharpe (1995), pada dasarnya ada beberapa tahapan dalam pengambilan
keputusan investasi antara lain :

1. Menentukan kebijakan investasi


Pada tahap ini, investor menentukan tujuan investasi dan kemampuan/ kekayaannya
yang dapat diinvestasikan. Dikarekan ada hubungan positif antara resiko dan return,
maka hal yang tepat bagi para investor untuk menyatakan tujuan investasinya tidak hanya
untuk memperoleh banyak keuntungan saja, tetapi juga memahami bahwa ada
kemungkinan resiko yang berpotensi menyebabkan kerugian. Jadi, tujuan investasi harus
dinyatakan baik dalam keuntungan maupun resiko.
2. Analisis sekuritas
Pada tahap ini berarti melakukan analisis sekuritas yang meliputi penilaian terhadap
sekuritas secara individual atau beberapa kelompok sekuritas. Salah satu tujuannya
melakukan penilaian tersebut adalah untuk mengidentifikasi sekuritas yang salah harga
(mispriced).
3. Pembentukan portofolio
Pada tahap ketiga ini adalah membentuk portofolio yang melibatkan identifikasi
aset khusus mana yang akan diinvestasikan dan juga menentukan seberapa besar
investasi pada tiap aset tersebut. Disini masalah selektivitas, penentuan waktu, dan
diversifikasi perlu menjadi perhatian investor.
Dalam investasi, investor sering melakukan diversifikasi dengan mengombinasikan
berbagai sekuritas dalam investasi mereka dengan kata lain investor membentuk
portofolio. Selektivitas juga disebut sebagai microforecasting memfokuskan pada
peramalan pergerakan harga setiap sekuritas. Penentuan waktu juga
disebut macroforecasting yang memfokuskan pada peramalan pergerakan harga saham
biasa relative terhadap sekuritas pendapatan tetap, misal obligasi perusahaan. Sedangkan
diversifikasi meliputi konstruksi portofolio sedemikian rupa sehingga meminimalkan
risiko dengan memerhatikan batasan tertentu.

6
4. Melakukan revisi portofolio
Pada tahap ini, berkenaan dengan pengulangan secara periodik dari tiga langkah
sebelumnya. Sejalan dengan waktu, investor mungkin merubah tujuan investasinya yaitu
mementuk portofolio baru yang lebih optimal. Motivasi lainnya disesuaikan dengan
preferensi investor tentang resiko dan Hasil investasi itu sendiri.
5. Evaluasi kinerja portofolio
Pada tahap terakhir ini, investor melakukan penilaian terhadap kinerja portofolio
secara periodic dalam arti tidak hanya Hasil investasi yang diperhatikan tetapi juga resiko
yang dihadapi. Jadi, diperlukan ukuran yang tepat tentang hasil investasi dan resiko juga
standar yang relevan.
2.5 Manfaat Investasi dan Masalah Investasi
 Kelebihan
1. Meningkatkan kesejahteraan dengan berinvestasi dana yang tidak dikonsumsi
sekarang diharapkan memberikan peningkatan konsumsi di masa yang akan datang.
Seseorang yang bijaksana akan berfikir bagaimana cara meningkatkan taraf
hidupnya dari waktu ke waktu atau setidak-tidaknya bagaimana berusaha unuk
mempertahankan tingkat pendapatannya yang ada sekarang agar tidak berkurang
dimasa yang akan datang.
2. Menghindari risiko penurunan nilai kekayaan/hak milik karena pengaruh inflasi.
Dengan melakukan investasi dalam memilih perusahaan atau objek lain,
seseorang dapat menghindarkan diri agar kekayaan atau harta miliknya tidak
merosot nilainya karena di gerogoti oleh inflasi.
3. Penghematan pajak : fasilitas penghindaran pajak untuk jenis investasi tertentu
Beberapa negara di dunia banyak melakukan kebijakan yang sifatnya mendorong
tumbuhnya investasi di masyarakat melalui fasilitas perpajakan yang di berikan
kepada masyarakat yang melakukan investasi pada bidang-bidang usaha tertentu.
 Permasalahan
Hal ini disebabkan munculnya beberapa masalah yang menghadang langkah
investasi. Berikut beberapa masalah umum yang sering terjadi:
1. Keterbatasan Modal
Bila berbicara mengenai investasi, maka hal ini tidak terlepas dari
penyediaan modal. Seringkali orang berpikir bahwa dana yang dibutuhkan
untuk memulai investasi cukup besar. Sedangkan penghasilan setiap bulan
sangat terbatas.
7
2. Minimnya Pengetahuan
Disamping masalah dana, tidak sedikit orang yang enggan berinvestasi
karena minimnya pengetahuan mengenai investasi. Namun, ini seharusnya
tidak menjadi alasan bagi anda yang serius ingin menyelamatkan nilai uang
anda.
3. Administrasi Merepotkan
Bila dulu mengurus admistrasi dalam investasi tergolong rumit, namun saat
ini tidak demikian. Terdapat pilihan investasi dengan pengurusan
administrasi yang mudah dan salah satunya adalah investasi reksadana.
2.6 Resiko Dalam Investasi
Setiap keputusan investasi selalu menyangkut dua hal, yaitu resiko dalam hasil
investasi. Resiko mempunyai hubungan positif dan linear dengan hasil investasi yang di
harapkan dari suatu investasi, sehingga semakin besar hasil investasi yang di harapkan
semakin besar pula resiko yang harus di tanggung oleh seorang investor. Dalam
melakukan keputusan investasi, khususnya pada sukuritas saham, hasil investasi yang di
peroleh berasal dari dua sumber, yaitu deviden dan capital gain, sedangkan resiko
investasi saham tercermin pada variabilitas pendapatan (return saham) yang di peroleh.
Gup, mengemukakan bahwa risiko adalah penyimpangan dari hasil investasi yang
di harabkan (expected return), sedangkan menurut Jones resiko adalah kemungkinan
pendapatan yang diterima (actual return) dala suatu investasi akan berbeda dengan
pendapatan yang di harabkan (expected return). Brigham dan Gapennski, berpendapat
bahwa risiko merupakan kemungkinan keuntungan yang di teriama lebih kecil dari
keuntungan dari keuntungan yang di harapkan.
Dalam teori portofolio, risiko dinyatakan sebagai kemungkinan keuntungan
menyimpang dari yang diharabkan. Dalam teori portofolio, risiko dinyatakan sebagai
kemungkinan keuntungan menyimpang dari yang di harapkan. Karenanya resiko
mempunyai dua dimensi, yaitu menyimpang lebih besar atau lebih kecil dari hasil
investasi yang diharapkan. Karenanya resiko mempunyai dua dimensi, yaitu
menyimpang lebih besar atau lebih kecil dari return yang di harabkan. Ukuran ini
dinyatakan dalam standar deviasi) yang merupakan ukuran untuk resiko total.
Menurut tandelilin, dalam analisis tradisional, risiko total dari berbagai aset
keuntungan bersumber dari:

8
1. Interest Rate Risk. Resiko yang berasal dari variabilitas hasil investasi akibat
perubahan tingkat suku bunga. Perubahan tingkat suku bunga ini berpengaruh
negatif terhadap harga sukuritas.
2. Market Risk. Risiko yang berasal variabilitas hasil investasi karena fluktuasi
dalam keseluruhan pasar sehingga berpengaruh pada semua sukuritas.
3. Inflation Risk. Sustu fsktor ysng mempengaruhi semua sekuritas adalah
purchasing power risk. Jika suku bunga naik, maka inflasi juga meningkat,
karena lenders membutuhkan tambahan premium inflasi untuk mengganti
kerugian purchasing power.
4. Business Risk. Resiko yang ada karena melakukan bisnis pada industri tertentu.
5. Financial Risk. Risiko yang timbul karena penggunaan pengaruh finansial oleh
perusahaan.
6. Liquidity Risk. Risiko yang berhubungan dengan pasar sekunder tertentu di
mana sukuritas di perdagangkan. Suatu investasi jika dapat di beli dan di jual
dengan cepat tanpa perubahan harga yang signifikan, maka investasi tersebut
dikatakan liquid, demikian sebaliknya.
7. Contry risk. Risiko ini menyangkut politik suatu negara sehingga mengarah
pada political risk. Berbeda dengan analisis tradisional, analisis investasi
modern membagi resiko total menjadi dua bagian, yaitu resiko sistematis dan
resiko tidak sistematis (Husnan, 1998). Risiko yang tidak sistematis adalah
resiko yang di sebabkan oleh faktor-faktor pada suatu sukuritas, dan dapat
dihilangkan dengan menghilangkan diversivikasi. Sedangkan resiko sistematis
adalah risiko yang di sebabkan oleh faktor-faktor makro yang memengaruhi
semua sukuritas sehingga tidak dapat dihilangkan dengan diversifikasi, karena
sebagian resiko dapat di hilangkan dengan diversifikasi, yaitu risiko tidak
sistematis (Unique risk), maka ukuran resiko dari suatu portovolio bukan lagi
standar deviasi (resiko total), tetapi hanya resiko sistematis saja, yaitu resiko
yang tidak bisa di hilangkan dengan di versifikasi.
2.7 Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi
1. Tingkat pengembalian yang diharapkan (expected rate of return).
Kemampuan perusahaan menentukan tingkat investasi yang diharapkan sangat
dipengaruhi oleh kondisi internal dan external perusahaan.

9
a. Kondisi internal perusahaan
Kondisi internal adalah factor-faktor yang berada dibawah control perusahaan,
misalnya tingkat efisiensi, kualitas SDM dan teknologi yang digunakan. Ketiga aspek
tersebut berhubungan positif dengan tingkat pengembalian yang diharapkan
b. Kondisi eksternal perusahaan
Kondisi eksternal yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan akan
investasi terutama adalah perkiraan tentang tingkat produksi dan pertumbuhan ekonomi
domestic maupun internasional.
Selain pekiraan kondisi ekonomi, kebijakan yang ditempuh pemerintah juga dapat
menentukan tingkat investasi. Kebijakan menaikan pajak, misalnya diperkirakan akan
menurunkan tingkat permintaan akan agregat. Akibatnya tingkat investasi akan menurun.
Faktor sosial politik juga menentukan gairah investasi, juga sosial politik makin stabil
maka investasi umumnya juga meningkat. Demikian pula factor keamanan (Kondisi
keamanan Negara).
2. Biaya investasi
Biaya perolehan suatu investasi mencangkup biaya perolehan lain disamping harga
beli, seperti komisi broker, jasa bank, dan pemungutan oleh bursa efek. Yang paling
menentukan biaya investasi adalah tingkat bunga dan pinjaman, makin tinggi tingkat
bunganya maka biaya investasi makin mahal. Akibatnya minat berinvestasi semakin
menurun.
Namun tidak jarang, walaupun tingat bunga pinjaman rendah permintaan akan
investasi tetap rendah. Hal ini disebabkan biaya total investasi masih tinggi. Faktor yang
mempengaruhi terutama adalah masalah kelembagaan. Misalnya, prosedur izin investasi
yang berbelit-belit dan lama (>3 tahun), menyebabkan biaya ekonomi dengan
memperhitungkan nilai waktu uang dari investasi makin mahal. Demikian halnya dengan
keberadaan dan efesiensi lembaga keuangan, tingkat kepastian hukum, stabilitas politik,
dan keadaan keamanan.
3. Marginal Efficiency Of Capital (MEC), tingkat bunga, dan Marginal Efficiency
of Investment(MEI)
a. Marginal Efficiency Of Capital (MEC), investasi, dan tingkat bunga,
Yang dimaksud efficiency of capital (MEC) atau efisiensi modal marginal
(EMM) adalah tingkat pengembalian yang diharapkan dari setiap tambahan barang
modal.

10
b. Marginal Efficiency of Investment(MEI).
Sama halnya dengan kurva permintaan akan investasi, kurva MEC secara
nasional secara dapat diturunkan dengan menjumlahkan secara horizontal kurva-
kurva MEC dari perusahaan-perusahaan yang ada dalam perokonomian, tetapi ada
beberapa ekonomi yang tidak sependapat dengan cara penurunan kurva MEC.
Padahal jika permintaan barang akan modal secara nasional meningkat, logikanya
tingkat bunga akan naik. Akibatnya kenaikan permintaan akan investasi tidak
sebesar kurva MEC. Kurva yang lebih relevan adalah kurva yang marginal efficiency
of investment (MEI).

11
BAB III

KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan isi makalah yang kami susun ini, maka penulis dapat menyimpulkan
bahwa investasi memungkinkan seseorang bisa memenuhi kebutuhan masa depannya
dengan menentukan prioritas kebutuhan, menetapkan perencanaan yang baik dan
implementasi secara disiplin pada perusahaannya secara konsisten. Selain itu, dengan
investasi seseorang dapat memberikan peluang kesejahteraan hidup bagi keluarganya.
3.2 Saran
Saran yang dapat kami sampaikan selaku penulis kepada para pembaca lainnya adalah
sebagai mahasiswa seharusnya kita lebih memahami jenis-jenis investasi di negara kita
sehingga ketika akan menjalankan investasi dikemudian hari kita tidak akan di tipu oleh
orang yang tidak bertanggungjawab. Kita tidak mudah terpengaruh dengan investasi yang
untungnya besar sedangkan tidak ada kejelasan Investasi.

12
Daftar Pustaka

1. https://andyyjr20.blogspot.com/2017/03/makalah-investasi.html (diunduh 7/3/2019)


2. Sunariyah, Pengantar Pengetahuan Pasar Modal, (Yogyakarta: UUP AMP YKPN, 2003),
h.3
3. Aziz Abdul. “Manajemen Investasi Syari’ah”. Bandung: Alfabeta, 2010. Hal 29
4. Manan H. Abdul. “Hukum Ekonomi Syari’ah (Dalam Perspektif Kewenangan
Peradilan Agama)”.Jakarta: Kencana Prenadamedia Grop, 2012. Hal 155-159
5. http://www.afandimuhgresblogspot (diakses 7 maret 2019)
6. Rahardja Prathama dan Manurung Mandala. “Pengantar Ilmu Ekonomi
(Mikroekonomi dan Makroekonomi).”Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia, 2004. Hal 278-283
7. https://www.academia.edu/25338726/MakalahManajemenInvestasiTeoriDanKonsep
Investasi_RizkiArvita/Akuntansi:SekolahTinggiIlmuEkonomiAlAnwarMojokerto

13