Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

ASI EKSLUSIF

OLEH :

MELI ASTUTI TRIANI


PO.62.24.2.20.103

REGULAR XII JURUSAN KEBIDANAN


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES RI
PALANGKA RAYA
2012
SATUAN ACARA PENYULUHAN ASI EKSLUSIF

Topik : ASI EKSLUSIF


Hari/tanggal : Sabtu, 17 Juli 2012
Waktu : 30 menit
Sasaran : Ibu Menyusui

I. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan ini, diharapkan Ibu nifas dapat mengerti tentang pentingnya
pemberian ASI ekslusif.

II. Tujuan Khusus


Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan :
1. Ibu menyusui dapat menyebutkan pengertian ASI eklusif.
2. Ibu menyusui dapat mengerti komposisi yang terkandung dalam ASI
3. Ibu menyusui dapat menguraikan manfaat ASI ekslusif.

III. Proses Pemberian Penyuluhan

Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Klien

1. Memberi salam 1. Klien menyapa kembali sapa tersebut


2. Memperkenalkan diri 2. Klien memperhatikan
3. Memberikan penjelasan tentang 3. Klien mendengarkan penjelasan yang
pentingnya pemberian ASI eklusif diberikan.
4. Memberikan kesempatan kepada ibu-ibu 4. Klien mengajukan pertanyaan
untuk bertanya
5. Memberi jawaban atas pertanyaan yang 5. Klien mendengarkan jawaban yang
diajukan diberikan
6. Menyimpulkan hasil penyuluhan dan 6. Klien mendengarkan dengan baik
evaluasi
IV. Metode dan Teknik Penyuluhan
1. Ceramah dan Tanya jawab
2. Dengan leaftlet

V. Materi Penyuluhan

PENTINGNYA ASI EKLUSIF

1. Pengertian ASI eklusif


Merupakan makanan bagi bayi berupa air susu ibu tanpa memberikan makanan
tambahan, cairan, atau pun makanan lainnya, hingga berumur 6 bulan. Bayi hanya diberikan
ASI saja, langsung atau tidak langsung (diperas). Secara keseluruhan, pemberian ASI Eksklusif
mencakup hal-hal sbb:
 Hanya ASI sampai umur 4 bulan
 Menyusui dimulai 30 menit setelah bayi lahir
 Tidak memberikan makanan pralakteal seperti air gula atau air tajin kepada bayi baru
lahir
 Menyusui sesuai kebutuhan bayi (on demand)
 Berikan kolostrum (ASI yang keluar pada hari-hari pertama, yang bernilai gizi tinggi)
kepada bayi
 Menyusui sesering mungkin, termasuk pemberian ASI pada malam hari
 Cairan lain yang dibolehkan hanya vitamin/mineral dan obat dalam bentuk drops atau
sirup (WHO/Unicef, 1989).

2. Komposisi yang terkandung di dalam ASI

Komposisi ASI tidak sama dari waktu ke waktu, hal ini dibedakan menjadi :

 Kolostrum
Merupakan ASI yang dihasilkan pada hari pertama sampai hari kelima setelah
bayi lahir. Berupa cairan kental berwarna kekuningan. Mengandung protein dan antibody
yang tinggi. Rendah lemak.
 ASI transisi
Air susu masa peralihan biasa dihasilkan pada hari keenam sampai kesepuluh.
Kadar protein lebih rendah, sedangkan kadar lemak dan karbohidrat semakin tinggi.
Volume meningkat.
 Air Susu Mature
ASi yang dihasilkan mulai dari hari kesepuluh ampai dengan seterusnya.
Mengandung antibody terhadap bakteri dan virus.
3. Manfaat ASI ekslusif.
Manfaat Pemberian ASI dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu manfaat bagi bayi,
bagi ibu, keluarga dan negara.

a) Manfaat ASI bagi bayi


 ASI merupakan makan bayi yang terbaik. ASI mengandung semua zat gizi dan
cairan yang dibutuhkan untuk memenuhi seluruh gizi bayi sampai 6 bulan.
 Komposisi ASI ideal untuk bayi.
 Dokter sepakat bahwa ASI mengurangi resiko infeksi lambung-usus, sembelit, dan
alergi.
 Bayi yang menkonsumsi ASI memiliki kekebalan lebih tinggi terhadap penyakit.
 ASI selalu siap sedia setiap saat bayi menginginkannya, selalu dalam keadaan steril
dan suhu susu yang pas.
 Dengan adanya kontak mata dan badan, pemberian ASI juga memberikan kedekatan
antara ibu dan anak. Bayi merasa aman, nyaman dan terlindungi, dan ini
mempengaruhi kemapanan emosi si anak di masa depan.
 Apabila bayi sakit, ASI adalah makanan yang terbaik untuk diberikan karena sangat
mudah dicerna. Bayi akan lebih cepat sembuh.
 IQ pada bayi ASI lebih tinggi 7-9 point daripada IQ bayi non-ASI atau susu formula.
 Menyusui bukanlah sekadar memberi makan, tapi juga mendidik anak. Sambil
menyusui, eluslah si bayi dan dekaplah dengan hangat. Tindakan ini dapat
menimbulkan rasa aman pada bayi, sehingga kelak ia akan memiliki tingkat emosi
dan spiritual yang tinggi. Ini menjadi dasar bagi pertumbuhan manusia menuju sdm
yang baik.
b) Manfaat ASI untuk ibu menyusui
 Hisapan bayi membantu rahim menciut, mempercepat kondisi ibu untuk kembali ke
masa pra-kehamilan dan mengurangi risiko perdarahan.
 Lemak di sekitar panggul dan paha yang ditimbun pada masa kehamilan pindah ke
dalam ASI, sehingga ibu lebih cepat langsing kembali.
 Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang menyusui memiliki resiko lebih rendah
terhadap kanker rahim dan kanker payudara.
 ASI lebih hemat waktu karena tidak usah menyiapkan dan mensterilkan botol susu,
dot, dsb.
 ASI lebih praktis karena ibu bisa jalan-jalan ke luar rumah tanpa harus membawa
banyak perlengkapan seperti botol, kaleng susu formula, air panas, dsb.
 ASI lebih murah, karena tidak usah selalu membeli susu kaleng dan
perlengkapannya.
 ASI selalu bebas kuman, sementara campuran susu formula belum tentu steril.
Penelitian medis juga menunjukkan bahwa wanita yang menyusui bayinya mendapat
manfaat fisik dan manfaat emosional.
 ASI tak akan basi. ASI selalu diproduksi oleh pabriknya di wilayah payudara. Bila
gudang ASI telah kosong. ASI yang tidak dikeluarkan akan diserap kembali oleh
tubuh ibu. Jadi, ASI dalam payudara tak pernah basi dan ibu tak perlu memerah dan
membuang ASI-nya sebelum menyusui.
c) Manfaat ASI untuk Keluarga
 Tidak perlu uang untuk membeli susu formula, botol susu kayu bakar atau minyak
untuk merebus air, susu atau peralatan.
 Bayi sehat berarti keluarga mengeluarkan biaya lebih sedikit (hemat) dalam
perawatan kesehatan dan berkurangnya kekhawatiran bayi akan sakit.
 Penjarangan kelahiran karena efek kontrasepsi LAMBAT dari ASI eksklusif.
 Menghemat waktu keluarga bila bayi lebih sehat.
 Memberikan ASI pada bayi (meneteki) berarti hemat tenaga bagi keluarga sebab ASI
selalu siap tersedia.
 Lebih praktis saat akan bepergian, tidak perlu membawa botol, susu, air panas, dll.

VI. Evaluasi

Menanyakan kepada klien (ibu hamil) beberapa pertanyaan :

1. Apa pengertian ASI eklusif ?


2. Apa saja komposisi ASI ?
3. Apa saja manfaat dari ASI eklusif ?

VII. Hasil Evaluasi

Klien (ibu nifas) mengerti dan memahami dengan semua yang telah disampaikan mengenai ASI
ekslusif.

\
DAFTAR PUSTAKA

Hannah dan Rosemary, 2001. Makanan Yang Aman Untuk Bayi. Arcan : Jakarta

Lailiyana, Nurmailis, dan Surytni. 2010. Buku Ajar Gizi Kesehatan Reproduksi. Penerbit Buku
Kedokteran EGC : Jakarta

Muchtadi, Deddy. 2008. Ilmu Gizi. Alfabeta : Bandung

Nurachman, Elly. 2001. Nutrisi Dalam Keperawatan. CV. Sagung Seto : Jakarta

Sediaoetama, Achmad. 1999. Ilmu Gizi Jilid II. Dian Rakyat : Jakarta