Anda di halaman 1dari 7

Nama : Agyl Tri Pramesti

Nim : 155060701111076
Tugas Pemodelan Sistem Revisi Bab 1 Skripsi dengan judul
“Perencanaan Jumlah Personel Maintanance Yang Efektif Pada Service Sepeda Motor
Menggunakan FMEA Dan Teori Antrian pada PT. X Surabaya, Jawa Timur”
Perbaikan BAB 1 :

BAB I
PENDAHULUAN
Pada bab pendahuluan ini akan dijelaskan mengenai latar belakang dilakukannya penelitian,
rumusan masalah, tujuan dan manfaat dari penelitian, serta batasan masalah yang digunakan.

1.1 Latar Belakang


Industri sepeda motor di Indonesia saat ini semakin berkembang. Hal ini dikarenakan
sepeda motor kian menjadi andalan utama transportasi masyarakat. Perkembangannya pun
masuk tidak hanya di kalangan menengah atas saja namun masyarakat kalangan menengah
kebawah sudah memiliki sepeda motor. Jenis kendaraan roda dua ini begitu diminati karena
dianggap mudah untuk mendukung aktivitas sehari-hari serta aksesnya mudah. Tingkat
kemacetan di kota besar menjadi faktor utama tingginya minat masyarakat unntuk membeli
sepeda motor. Untuk itu, pegiat usaha industri sepeda motor berlomba-lomba bersaing untuk
menguasai pasar sehingga dapat menarik daya beli masyarakat sebesar-besarnya.
Saat perekonomian Indonesi melemah, tingkat penjualan unit sepeda motor yang fluktuatif
tidak menurunkan keoptimisan para produsen sepeda motor. Produsen sepeda motor tersebut
tergabung di dalam Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Data penjualan unit
sepeda motor pada tahun 2017 ditunjukkan pada tabel 1.1

Tabel 1.1
Data Statistik penjualan Motor Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Tahun 2017
No. Bulan Total Jual (unit)
1. Januari 473,879
2. Februari 453,763
3. Maret 437,896
4. April 388,045
5. Mei 531,496
Sumber : website AISI

PT. X Surabaya merupakan salah satu perusahaan otomotif besar di indonesia telah
menyadari beratnya persaingan dalam industri ini. Untuk itu, perusahaan berusaha menjuak
produk yang berkualitas dan mempunyai nilai lebih dibandingkan produk pesaing. PT.X
Surabaya menawarkan berbagai macam varian produk sepeda motor yang dibuat dan di desain
sesuai dengan kebutuhan konsumen serta memberikan inovasi baru disetiap produknya.
Misalnya pada Barnes 125 yakni menampilkan body yang ramping dan desain menawan.
Sepeda motor yang menjadi andalan PT. X Surabaya adalah motor bebek dengan merek
Neo 125 XSD. Jenis motor ini memiliki desain baru dengan tampilan yang sesuai dengan
selera anak muda jaman sekarang. Penjualan motor bebek ini masih diminati karena harganya
yang cukup terjangkau dan perawatannya mudah. Pada dua tahun yang lalu PT.X Surabaya
mampu menjual sebanyak 47.407 unit selain itu sebanyak 22.984 unit motor matic dan 419
motor sport. Dari data itu, perusahaan masih mempertahankan penjualan motor bebek agar
dapat memenuhi permintaan konsumen.
Dalam penggunaan sepeda motor tidak terlepas dari perawatan suku cadang atau
perawatan rutin lainnya. Persaingan dalam jasa ini juga semakin ketat karena semakin
maraknya bisnis yang bergerak dibidang yang sama. Kebanyakan kosumen melakukan
perawatan sepeda motor di bengkel dengan kondisi konsumen harus menunggu lama untuk
mengantri. Jasa perawatan sepeda motor yang efektif adalah ketika konsumen dapat
memperoleh layanan jasa tanpa menunggu terlalu lama.
Menurut Sinalungga (2008,238) di dalam bukunya menjelaskan bahwa teori antrian
(Queueing Theory) merupakan studi probabilitas kejadian garis tunggu (waiting lines) yakni
suatu garis tunggu dari pelanggan yang memerlukan layanan dari sistem yang ada. Antrian
terjadi karena adanya keterbatasan sumber pelayanan yang umumnya berkaitan dengan
terbatasnya server atau tenaga operasional. Apabila hal ini terus berlanjut akan memungkinkan
konsumen untuk meninggalkan antrian. Hal ini dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan
karena kemungkinan hilangnya konsumen namun disisi lain pihak perusahaan harus mampu
mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk menanganinya.
Dengan semakin ketatnya persaingan ini maka diperlukan suatu cara atau strategi dalam
bisnis jasa bengkel sepeda motor agar dapat bersaing dan memberikan pelayanan yang lebih
baik kepada pelanggan. Salah satu cara pemberian pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan
adalah dengan mengolah data servis kendaraan yang masuk ke bengkel dan menganalisanya
dengan menggunakan software secara komputerisasi sehingga mampu menentukan secara
otomatis kapan seorang pelanggan motor tersebut harus servis kembali dengan data servis
motor yang disimpan dan berdasaekan kebiasaan dari pelanggan tersebut.
Oleh karena itu diperlukan perawatan dan pemeriksaan atau inspeksi secara berkala pada
sepeda motor. Setiap alat memiliki tingkat resiko kerusakan yang merupakan hasil dari peluang
kerusakan dan akibat yang ditimbulkan. Tingkat risiko pada alat sebaiknya memiliki tingkat
yang rendah karena apabila memiliki tingkat risiko yang tinggi maka akan sangat berbahaya
mempengaruhi keamanan, keselamatan dan lingkungan di sekitar finance pada konsumen
sendiri.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan sebelumnya, dapat di identifikasi
beberapa permasalahan yang ada di PT.X adalah sebagai berikut :
1. Adanya kerusakan pada proses penggunaan sepeda motor
2. Adanya antrian dikarenakan lamanya proses penentuan server dalam menyelesaikan
perbaikan
1.3 Rumusan Masalah
Bedasarkan uraian latar belakang dan identifikasi masalah diatas, maka dapat dirumuskan
permasalahan yang ada sebagai berikut :
1. Apa saja jenis kerusakan yang terjadi pada saat service / perawatan?
2. Apa yang menjadi penyebab dan dampak dari terjadinya kerusakan?
3. Berapa jumlah tenaga operasional yang efektif pada servis sepeda motor?
1.4 Batasan Masalah
Agar penelitian ini terfokus dan tidak keluar dari topik yang dibahas, maka ditentukan
beberapa batasan dalam penelitian ini antara lain :
1. Objek Penelitian hanya pada produk Barners 125 dan Neo XSD
2. Waktu penyelesaian maksimal mulai proses servis sepeda motor hingga selesai yaitu
dua jam
1.5 Tujuan Penelitian
Berikut ini merupakan tujuan dari penyelesaian masalah yang dilakukan antara lain :
1. Untuk dapat mengetahui jenis-jenis kerusakan yang terjadi pada sepeda motor
2. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kerusakan sepeda motor
yang terjadi
3. Untuk mengetahui jumlah tenaga operasional yang efektif pada bengkel PT. X
1.6 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini antara lain :
1. Dapat mengetahui penjadwalan servis sepeda motor untuk selanjutnya
2. Dapat memberikan suatu kebijakan dengan memberikan pelayanan yang optimal untuk
mencegah dan mengurangi terjadinya antrian yang terlalu lama.