Anda di halaman 1dari 11

PLANNING OF ACTION (POA) PROGRAM MALARIA

TAHUN 2018

UPTD PUSKESMAS TANJUNG AGUNG KECAMATAN BATURAJA BARAT

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Malaria masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat
yang dapat menyebaban kematian terutama pada kelompok resika tinggi,
yaitu bayi, anak balita,dan ibu hamil. Selain itu, malaria secara langsung
menyebabkan anemia dan dapat menurunkan produktivitas kerja.
Walaupun sudah terjadi penurunan API Annual Parasite Incidence di
kaputen OKU dan secara nasional, tetapi untuk wilayah kecamatan Baturaja
Barat masih ditemukan kasus Malaria Positip, untuk tahun 2015 masih ada
6 desa yang positip malaria jenis Falsiparum dengan jumlah kasus 6 orang
yaitu desa Batu Putih, Saung Naga, Talang Jawa, Laya, Tanjung Agung dan
Pusar. Dan pada th 2018 kasus malaria di puskesmas Tanjung Agung 1
kasus.
Upaya untuk menekan angka kesakitan dan kematian dilakukan
melalui Program Pemberantasan malaria yang kegiatannya antara lain
meliputi diagnosis dini, pengobatan cepat dan tepat, serta surveilans,
pemabagian kelambu massal, pengendalian vektor dalam hal pendidikan
masyarakat dan pengertian tentang kesehatan lingkungan, yang kesemuanya
untuk memutus rantai penularan malaria.
Kasus resistensi parasit malaria terhadap klorokuin ditemukan pertama
kali di Kalimantan Timur tahun 1973, resisten terhadap Sulfadoxin-
Pirimethamin (SP) di beberapa tempat di Indonesia, keadaan ini dapat
meningkatkan morbiditas dan mortalitas penyakit malaria. Oleh sebab itu
menanggulangi masalah resisten tersebut ( multiple drugs resistance ) dan
adanya obat anti malaria baru yang lebih paten untuk obat anti malaria baru
yang lebih paten, maka pemerintah telah merekomendasikan obat pilihan
pengganti klorokuin dan SP, yaitu Kombinasi derivate artemisinin dengan a
disebut dengan Artemisinin based Combinatian Therapy (ACT).Puskesmas
Tanjung Agung mempunyai wilayah kerja termasuk endemis malaria karena
memiliki lingkunagan fisik yang terdiri dari hutan dan perkebunan karet dan
dan daerah perkotaan yang padat penduduk, dengan suhu udara yang
lembab dan lingkungan yang padat mempengaruhi kecepatan berkembang
biak, kebiasaan menggigit, istirahat dan lain-lain dari nyamuk.Kebiasan
untuk berada di luar rumah sampai larut malam dimana vektornya lebih
bersafat eksofilik dan eksofagik akan memperbesar jumlah gigitan nyamuk.
Dalam melaksanakan kegiatannya Puskesmas mengacu pada empat
azas penyelenggaraan, yaitu
Azas pertanggungjawaban wilayah, azas pemberdayaan masyarakat,
azas keterpaduan, dan azas rujukan. Puskesmas mempunyai kewenangan
untuk melakukan pengelolaan program kegiatannya, untuk itu perlu di
dukung kemampuan manajemen yang baik. Manajemen Puskesmas
merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bekerja secara sinergik yang
meliputi perencanaan, penggerakan serta pengendalian, pengwasan dan
penelilaian
Salah satu penerapan fungsi manajemen puskesmas adalah
penyusunan rencana kegiatan (POA) puskesmas. POA ini di susun
berdasarkan rencana pelaksanaan kegiatan puskesmas, yang termasuk
fungsi perencanaan. Perencanaan adalah proses penyusunan rencana
puskesmas untuk mengatasi masalah kesehatan di wilayah kerjanya dengan
tetap mempertahankan kegiatan yang sudah di capai sebelumnya.
Dengan Poa ini diharapkan dapat memberikan petunjuk untuk
menyelenggarakn upaya kesehatan secara efektif dan efisien demi mencapai
tujuan yang telah ditetapkan, memudahkan pengawasan dan
pertanggungjawaban dengan tetap mempertimbangkan hambatan, dukungan
dan potensi yang ada.

1.2 TUJUAN

1.2.1 Tujuan Umum :

- Pengendalian Penyakit serta Vektor Malaria

1.2.2 Tujuan Khusus :

a. Untuk menemuken dan mengendalikan penyakit malaria di wilayah kerja


Puskesmas Tanhjung Agung
b. Untuk membina peran serta masyarakat dalam pemberantasan penyakit
Malaria terutama dalam pemberantasan Vektor nyamuk,
c. Untuk melaksanakan penyuluhan tentang penyakit malaria di masyarakat.

1.3 VISI MISI DAN TATA NILAI

1.3.1 VISI
Terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera bebas dari penyakit
malaria

1.3.2 MISI

a. Meningkatkan pengendalian penyakit serta tercapainya lingkungan yang


sehat
b. Meningkatkan pelayanan kesehatan, pembekalan kesehatan yang
optimal, bermutu, terjangkau.
c. Meningkatkan status kesehatan serta perilaku hidup bersih dan sehat
d. Memantapkan sumber daya dan imformasi kesehatan
e. Meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan yang profesional guna
memberikan pelayanan prima.

1.3.3 TATA NILAI PROGRAM P2P


Tata nilai pelaksana program P2P :
1. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan suspek maupun
penderita penyakit,
2. Mampu memotivasi penderita penyakit dan masyarakat untuk
pemberantasan dan pengendalian penyakit,
3. Mampu menjaga rahasia penderita penyakit.
BAB II
ANALISIS SITUASI

2.1 DATA UMUM


Nomor Kode Puskesmas : P.16011140201
Nama Puskesmas : UPTD Puskesmas Tanjung Agung
Alamat : Jalan Kol Burlian no. 121
Kecamatan : Baturaja Barat
Kabupaten : Ogan Komering Ulu
Propinsi : Sumatera Selatan
Tahun : 2017

1. Histori
UPTD Puskesmas Tanjung Agung yang didirikan pada tahun 1979, pada
awalnya merupakan Puskesmas Kota Baturaja. Sesuai dengan perkembangan
Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu dimana puskesmas saat ini berjumlah
16 UPTD Puskesmas terbagi di 12 Kecamatan. UPTD Puskesmas Tanjung Agung
membawahi hanya wilayah Kecamatan Baturaja Barat dengan 5 Kelurahan dan
7 Desa.

2. Geografi
UPTD Puskesmas Tanjung Agung terletak dalam wilayah Kecamatan
Baturaja Barat Kab.OKU, meliputi dengan ketinggian 69 meter dari permukaan
laut dan luas wilayah kerja 132,6 km2. Wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung
Agung terdiri dari dataran rendah yang bergelombang dan sedikit rawa-rawa
dengan suhu rata-rata 24 sampai 34 derajat celcius, curah hujan 3120 mm dan
jumlah hari hujan pertahun adalah 170 hari.
Adapun batas wilayah kerja :
Sebelah Utara : UPTD Puskesmas Lubuk batang
Sebelah Selatan : UPTD Puskesmas Penyandingan
Sebelah Barat : UPTD Puskesmas Pengaringan
Sebelah Timur : UPTD Puskesmas Sukaraya dan Kemalaraja

3. Demografi
Tabel 1. Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung Meliputi 5
Kelurahan dan 7 Desa Dalam Wilayah Kecamatan Baturaja Barat :

No. Kelurahan / Desa Laki-laki Perempuan Jumlah

1 Kelurahan Air Gading 1.969 1.986 3.955

2 Kelurahan Talang Jawa 3.753 3.692 7.445

3 Kelurahan Saung Naga 3.461 3.423 6.884

4 Desa Laya 900 899 1.799

5 Desa Batu Putih 1.251 1.143 2.394

6 Desa Suka maju 476 447 923

Kelurahan Tanjung
7 1.151 1.129 2.280
Agung

8 Desa Pusar 1.714 1.590 3.304

9 Kelurahan Batu Kuning 1.550 1.495 3.045

10 Desa Karang Agung 423 369 786

11 Desa Karang Endah 286 279 565


12 Desa Tanjung Karang 261 237 498

JUMLAH 17.012 16.528 33.878

Sarana kesehatan yang ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung


Agung Kecamatan Baturaja Barat adalah sebagai berikut:

a. Puskesmas Induk : 1 buah

b. Puskesmas Pembantu : 2 buah

c. Poskesdes : 13 buah

d. Posyandu : 36 buah

4. Sosial Ekonomi

a. Sebagian besar mata pencarian penduduk adalah buruh dan pedagang.

b. Sebagian lagi sebagai Pegawai Negeri, TNI / POLRI, dan Pegawai Swasta
dan hanya sebagian kecil sebagai petani.

5. Transportsasi

Transportasi ke dan dari UPTD Puskesmas Tanjung Agung dapat


dijangkau kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. dari ke 5
Kelurahan dan 7 Desa.

Wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung sebagian besar dilalui


jalan raya, selebihnya hanya jalan kecil yang dapat dilalui kendaraan roda
dua.

6. Struktur Organisasi

UPTD Puskesmas Tanjung Agung dipimpin oleh seorang Kepala


Puskesmas yang membawahi Kepala Sub Bagian Tata Usaha, kelompok
jabatan fungsional (Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat/UKBM dan usaha
kesehatan perseorangan/UKP), dua Puskesmas Pembantu serta 12
Poskesdes. Selain itu juga terdapat beberapa jabatan yang tidak terstruktur
yaitu bendahara gaji, bendahara rutin, bendahara karcis, bendahara barang,
bendahara operasional, bendahara Jamsoskes dan bendahara BPJS di Tahun
2015.

7. Sarana Pendidikan

a. Taman Kanak-Kanak/ PAUD : 6 buah/ 10 buah

b. Sekolah Dasar : 25 buah

c. SLTP / MTS : 6 buah

d. SLTA : 2 buah

8. Gambaran Umum Posyandu

Berdasarkan data UPTD Puskesmas Tanjung Agung menyatakan bahwa


jumlah Posyandu yang ada dalam wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung
Agung, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Tahun
2015 sebanyak 36 Posyandu yang tersebar di 5 Kelurahan dan 7 Desa.
Tabel 2. Gambaran Jumlah Posyandu Dalam Wilayah Kerja Puskesmas
Tanjung Agung Kecamatan Baturaja Barat Tahun 2015

No. Kel/Desa Jumlah Nama Posyandu

1 Air Gading 3 Delima, Pertiwi , Garuda,

Cendrawasih, Merpati, Nuri,


2 Talang Jawa 7 Pipit, Kutilang dan Merak,Anak
Bangsa.

Bakti ibu, Doa ibu, Cinta


3 Saung Naga 5 bangsa, Belas kasih, Angsa
putih

4 Laya 2 Teratai, Anggrek bulan

Permata bunda, Harapan


5 Batu Putih 4 bangsa, Wijaya kusuma,
Talang Bindu

6 Suka Maju 1 Mutiara

7 Tanjung Agung 2 Sedap malam, Kasih ibu.

Bougenvile, Harapan kita, Anak


8 Pusar 3
sehat

Citra anak, Harapan bunda,


9 Batu kuning 7 Kamboja, Cemara, Talang
Aman & Kibang Permai

10 Karang Agung 1 Pelita hati

11 Karang Endah 1 Cempaka Plus

12 Tanjung Karang 1 Murai batu

JUMLAH 37

Dari kegiatan Posyandu tersebut didapat gambaran balita diwilayah kerja


UPTD Puskesmas Tanjung Agung Kecamatan Baturaja Barat, tahun 2015 yang
mencakup 5 Kelurahan dan 7 Desa.

3. Tinjauan Khusus

VISI, MISI, MOTTO, SLOGAN UPTD Puskesmas Tanjung Agung

VISI

“ Masyarakat OKU Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan “

MISI

- Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan

- Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat

- Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata


dan terjangkau bag seluruh masyarakat Kab.OKU

- Mendorong pemeliharaan dan peningkatan kesehatan indivdu keluarga dan


masyarakat beserta lingkungan
MOTTO

“ Mencegah Lebih Baik Dari Pada Mengobati”

SLOGAN

“ Senyum-Sapa-Salam-Santun”
BAB III.

PENCAPAIAN PROGRAM MALARIA TH 2016

I. Capaian Hasil Program Malaria

No Indikator Satuan Target Capaian


Pemeriksaan sediaan darah (SD) Penderita 100 411
1. pada penderita malaria klinis malaria klinis
2. Penderita malaria klinis yang diobati Penderita mal 100 411
yg diobati
3. Penderita positif malaria yg diobati penderita 100 6
sesuai standar
4. Penderita yang terdeteksi malaria penderita 100 0
berat di puskesmas yg dirujuk ke RS

II. Hasil Survey Identifikasi Kebutuhan Masyarakat.

- 98.9 % Responden memerlukan Penyuluhan tentang penyakit malaria


- 100 % Responden memerlukan pemeriksaan darah bagi daerah yang
endemic malaria
- 99 % responden memerlukan PE(kunjungan) ps positif malaria
BAB III
ANALISIS MASALAH

3.1 IDENTIFIKASI MASALAH

a. Kurangnya Pengetahuan tentang penyakit Malaria di masyakat masih


kurang.
b. Masih rendahnya cakupan pelacakan penderita malaria klinis
c. Masih rendahnya pengambilan sampel darah malaria pada daerah endemis
malaria
d. Masih rendahnya diskrining pada ibu hamil

3.2 PRIORITAS MASALAH

1. Pengetahuan masyarakat tentang penyakit Malaria


2. Masih rendahnya pengambilan sample darah malaria

3.3 PENYEBAB MASALAH


a. Kurangnya penyuluhan kesehatan kepada masyarakat tentang penyakit
Malaria
b. Pada umumnya masyarakat langsung makan obat malaria yang ada di jual
bebas di warung
c. Kurangnya penjaringan suspek malaria dengan pengambilan sample darah
Malaria oleh tenaga
d. Kesehatan pada daerah endemis malaria
e. Masih kurangnya jumlah ibu hamil yang mau di Diskrining selama
kehamilan

3.4 PRIORITAS PENYEBAB MASALAH


a. Kurangnya penyuluhan kesehatan kepada masyarakat tentang penyakit
Malaria
b. Kurangnya penjaringan suspek malaria oleh tenaga kesehatan
c. Kurangnya cakupan ibu hamil yang dilakukan Diskrining Malaria

3.5 PEMECAHAN MASALAH


a. Melakukan penyuluhan oleh tenaga kesehatan pada masyarakat di wilayah
kerja Puskesmas
b. Tanjung Agung yang termasuk endemis Malaria
c. Melakukan penjaringan suspek malaria pada daerah klinis malaria
d. Melakukan Diskrining Malaria pada ibu hamil melalui posyandu.
BAB V

JADWAL KEGIATAN PROGRAM MALARIA

TAHUN 2017

No Kegiatan Sasaran Lokasi BULAN


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. penyuluh masyar Wilayah x x
an akat kerja
2. Pemeriks masyar Wilaya x x x x
aan slide akat h
darah kerja

RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUN 2018

No Kegiatan Sasaran Lokasi Waktu Dana Pelaksana Penanggung


Jawab
1. Pemeriksaan masyarakat Wilayah Jan, BOK Program Ka. UPTD
slide darah kerja April Malaria
Juli
oktobr
2. penyuluhan masyarakat Wilayah Maret bok Program Ka. Uptd
kerja agust Malaria

RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUN 2018

Kegiatan Sasaran Lokasi Waktu Dana Pelaksa Penanggun


na g Jawab

1. Pengambilan Masyarakat 6 desa Januari BOK Program Ka. UPTD


specimen April malaria
darah Juli Petugas
oktober lab
2. Pengambilan Ibu hamil 6 desa Maret BOK Program Ka. UPTD
specimen mei malaria
darah pada Petugas
bumil lab
3. penyuluhan Masyarakat Wilaya Feb, BOK Program Ka. UPTD
h kerja april malaria
BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN

a. Setiap kegiatan harus ada jadwal yang sudah pasti


b. Setiap kegiatan harus sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan
c. Kebersihan sebuah kegiatan selalu di dukung oleh kekompakan tim (Lintas
sektor dan
d. Lintas program)

5.2 SARAN

Peran lintas sektor dan lintas program perlu ditingkatkan guna tercapaikan
tujuan Program yang sudah ditetapkan dan disepakati bersama.
BAB VII

PENUTUP

Pembuatan Planning Of Action ( POA ) dilakukan dengan dasar pencapaian


program 2016. Upaya kegiatan promosi kesehatan yang sudah dilakukuan Di
Puskesmas Tanjung Agung dengan bersumber daya masyarakat, terutama di
wilayah Puskesmas Pembantu ( Pustu), Poskesdes dalam berbagai Upaya Kesehatan
Bersumber Masyarakat (UKBM) dan dalam melakukann pembinaan program
Pencegahan penyakit malaria. Oleh karena itu dalam pembentukan maupun
pengembangan UKBM yang dilakukan masyarakat sebagai bentuk partisipasinya,
hendaknya selalu mendapat bimbingan /pembinaan dari petugas kesehatan baik
petugas kesehatan desa /kelurahan setempat maupun dari Puskesmas serta dari
Dinas kesehatan.

Rencana Kegiatan Operasional ini bersifat dinamis, artinya dapat


disempurnakan kembali bila ada masukan untuk penyempurnaan

Demikianlah yang dapt disampaikan dalam penyusunan POA tahun 2017


dengan satu harapan bahwa pelaksanaan kegiatan/ pelayanan kesehataan berhasil
guna dan berdaya guna,