Anda di halaman 1dari 7

Fajrin et al.

/Galenika
GALENIKA Journal of Pharmacy Vol. 1 (2) : Journal
92 - 98 of Pharmacy ISSN : 2442-8744
October 2015

STUDI ETNOFARMASI SUKU DONDO KECAMATAN DONDO KABUPATEN


TOLITOLI SULAWESI TENGAH

ETHNOMEDICINAL STUDY ON DONDO TRIBE OF DONDO SUBDISTRICT,


TOLITOLI REGENCY, CENTRAL SULAWESI

Moh. Fajrin1, Nurlina Ibrahim1, Arsa Wahyu Nugrahani1


1
Jurusan Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia

Received 27 Juli 2015, Accepted 20 September 2015

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan inventarisasi, mengetahui cara penggunaan dan organ
tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat oleh suku Dondo Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli Sulawesi
Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik pengambilan sampel yakni snowball
sampling, dengan wawancara open-ended interview pada 4 informan yang diperoleh menggunakan media
kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian diketahui sebanyak 56 spesies tumbuhan dan terbagi dalam 32 familia
yang dimanfaatkan sebagai obat. Tumbuhan yang paling banyak digunakan yaitu dari familia Euphorbiaceae
sebanyak 11 %. Organ tumbuhan yang digunakan antara lain daun, tangkai daun, batang, kulit batang, bunga,
buah, biji, rimpang, umbi, dan herba. Organ tumbuhan yang banyak dimanfaatkan adalah daun yang persentase
pemanfaatannya adalah 62 %. Masyarakat suku Dondo di Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli menggunakan
tumbuhan obat untuk mengobati penyakit, pemulihan, dan pemeliharaan kesehatan. Cara pengolahannya antara
lain direbus, ditumbuk, disangrai, dibakar, diperas, diseduh. Cara penggunaannya antara lain diminum, dimakan,
dikunyah, dihirup uapnya, dioles, ditempelkan/dikompreskan, dipakai mandi, diikatkan, diteteskan, dan digosok
di tempat yang sakit.

Kata kunci : Etnofarmasi, Tumbuhan Obat, Suku Dondo

ABSTRACT

This study aims to inventory and to record plants and their parts used as medicine by Dondo Tribe in
Dondo Subdistrict, Tolitoli Regency, Central Sulawesi. This research is a descriptive study using qualitative
methods and snowball sampling technique through open-ended interviews to 4 informants using questionnaire.
The results showed that 56 plant species divided into 32 familia were used as medicine. The most widely used
plant was from Euphorbiaceae family as much as 11%. Parts of plant which were used included leaf, petiole,
stem, bark, flower, fruit, seed, rhizomes, tuber, and herb. Part of plant widely used was the leaf with percentage
of utilization as much as 62%. The people of Dondo Tribe in Tolitoli District use the plants for treatment of
illness, recovery, and maintenance of health. The methods of processing included decocting, mashing, roasting,
burning, squeezing, and brewing the parts of the plant. The ways of using included drinking, eating, chewing,
smearing, dropping, affixing/compressing, attaching, and rubbing the plant preparations on the sore spot as well
as inhaling the fumes, and mixing it with water for bathing.

Keywords: Ethnopharmacy, Medicinal Plants, Dondo Tribe.

*Corresponding author : Moh. Fajrin, moh.fajrin@yahoo.com (ph: +62-852-5641-5115)

92
Fajrin et al./Galenika Journal of Pharmacy

PENDAHULUAN tradisional, diantaranya melalui penyediaan


Salah satu ciri budaya masyarakat di data base yang terkini dan lengkap
negara berkembang adalah masih dominan (Guswan W et al, 2012).
unsur-unsur tradisional dalam kehidupan Kajian etnofarmasi merupakan
sehari-hari. Keadaan ini didukung oleh pendekatan secara ilmiah yang dapat
keanekaragaman hayati yang terhimpun membantu dalam menggali pengetahuan
dalam berbagai tipe ekosistem yang suku lokal terhadap resep tradisional
pemanfaatannya telah mengalami sejarah berkhasiat obat. Suku Dondo di Sulawesi
panjang sebagai bagian dari kebudayaan. Tengah tepatnya berada di Kecamatan
Tradisi pengobatan berbagai suku bangsa Dondo Kabupaten Tolitoli. Suku ini telah
atau sekelompok masyarakat yang tinggal lama lahir dan menetap di Kecamatan
di pedalaman, masih menggunakan Dondo. Terkait dengan pengobatan, suku
tumbuhan sebagai bahan obat. Persepsi Dondo masih mempercayakan dan
mengenai konsep sakit, sehat, dan memanfaatkan tumbuh-tumbuhan sebagai
keragaman jenis tumbuhan yang digunakan obat.
sebagai obat tradisional terbentuk melalui Penelitian ini bertujuan untuk
suatu proses sosialisasi yang secara turun- melakukan inventarisasi, mengetahui cara
temurun dipercaya dan diyakini penggunaan dan bagian tumbuhan yang
kebenarannya (Sosrokusumo, 1989). dimanfaatkan sebagai obat dan diharapkan
Indonesia yang memiliki dapat memberikan sumbangsih informasi
keanekaragaman hayati, tersimpan potensi terhadap instansi yang terkait mengenai
tumbuhan berkhasiat obat yang belum data tumbuhan obat yang dimanfaatkan
terungkap dengan maksimal. Potensi oleh suku Dondo yang selanjutnya dapat
tersebut sangat berperan dalam menjamin dikembangkan untuk penemuan obat baru.
kesehatan dan kesejahteraan apabila
dimanfaatkan dengan baik. METODE PENELITIAN
Keanekaragaman tumbuhan menyimpan Waktu dan Tempat Penelitian
sejuta potensi untuk dimanfaatkan sebagai Penelitian ini dilaksanakan pada
obat melalui cara pengolahan yang tepat. bulan Maret sampai Juni 2015, di desa
(Sosrokusumo,1989). Ogogili, Malomba, Ogogasang Kecamatan
Terkait dengan keanekaragaman Dondo Kabupaten Tolitoli Sulawesi
hayati dari 40.000 spesies tumbuhan dunia, Tengah.
diperkirakan 30.000 spesies tumbuh di
kepulauan Indonesia. Selain itu di Alat dan Bahan
Indonesia diperkirakan ada 9.600 spesies Alat yang digunakan dalam penelitian ini
tanaman yang telah dimanfaatkan oleh 400 antara lain kamera, alat tulis, lakban,
ragam etnis untuk pemeliharaan kesehatan karung, kantongan, lembar kuesioner, dan
maupun pengobatan berbagai macam alat pemotong tumbuhan. Adapun bahan
penyakit. Pewarisan pengetahuan yang digunakan yaitu label tempel, alkohol,
tradisional tentang tumbuhan obat yang koran, dan tumbuh-tumbuhan sebagai obat
sebagian besar dilakukan secara lisan, yang ditemukan di lapangan saat
sehingga baru 300 spesies tanaman yang melakukan penelitian.
digunakan sebagai bahan obat oleh industri
obat tradisional, 38 produk tanaman obat Prosedur Penelitian
yang terdaftar sebagai obat herbal Jenis penelitian ini adalah penelitian
terstandar dan 6 produk sebagai deskriptif yang dilakukan pada masyarakat
fitofarmaka. Menyadari hal tersebut di atas, suku Dondo Kecamatan Dondo Kabupaten
Pemerintah Indonesia menetapkan Tolitoli Sulawesi Tengah.
pentingnya upaya peningkatan pemanfaatan a. Menentukan Sampel
sumberdaya alam di bidang obat

93
Fajrin et al./Galenika Journal of Pharmacy

Sebelum menentukan sampel, terlebih dokumen yang diambil, diidentifikasi


dahulu peneliti menemui key-informan lebih lanjut.
atau pemangku adat dari suku Dondo
dengan maksud meminta izin agar Identifikasi Spesimen
peneliti mendapatkan informasi Identifikasi spesimen dilakukan di
mengenai pengobatan tradisional dari UPT Sumber Daya Hayati Sulawesi, untuk
tumbuh-tumbuhan yang dimanfaatkan mengetahui nama ilmiah dan familia
sebagai obat oleh suku Dondo. tumbuhan berkhasiat obat yang digunakan
Selanjutnya, sampel dipilih oleh suku Dondo Kecamatan Dondo
berdasarkan teknik pengambilan Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah.
sampel yakni (snowball sampling).
Dalam penentuan sampel, pertama- HASIL DAN PEMBAHASAN
tama dipilih satu orang sampel (sandro Tanaman obat adalah tanaman yang
suku Dondo), karena belum lengkap salah satu, beberapa, atau seluruh bagian
data yang diberikan oleh sandro tanaman tersebut mengandung zat atau
pertama, maka peneliti mencari sandro bahan aktif yang berkhasiat bagi kesehatan
lain berdasarkan informasi masyarakat (Rahardi, 1996).
yang dipandang lebih tahu dalam Hasil identifikasi spesimen yang
melakukan pengobatan tradisional dan dilakukan di UPT Sumber Daya Hayati
dapat melengkapi data yang diberikan Sulawesi Universitas Tadulako diketahui
oleh sampel sebelumnnya (Sugiyono, bahwa jumlah tumbuhan obat yang
2007). dimanfaatkan oleh suku Dondo yaitu 56
spesies tumbuhan obat yang terdiri dari 32
b. Wawancara Informan (Sampel) jenis familia. Suku Dondo memanfaatkan
Wawancara terhadap informan tumbuhan obat tersebut dari beberapa
dilakukan dengan teknik open-ended bagian organ tumbuhan antara lain daun,
interview, dengan menggunakan media tangkai daun, batang, kulit batang, bunga,
angket kuesioner dan disertai buah, biji, rimpang, umbi, dan herba
dokumentasi yang mendukung dengan cara pengolahannya direbus,
keabsahan dari wawancara informan. ditumbuk, disangrai, dibakar, diperas,
Lembar kuesioner digunakan sebagai diseduh dan cara penggunaannya antara
acuan dalam melakukan pertanyaan lain diminum, dimakan, dikunyah, dihirup
terhadap informan. Dari studi lapangan uapnya, dioles, ditempelkan/dikompreskan,
yang dilakukan, para informan ditanya dipakai mandi, diikatkan, diteteskan, dan
tentang tumbuhan yang dimanfaatkan digosok di tempat yang sakit. Masyarakat
sebagai obat berdasarkan nama lokal, suku Dondo setiap melakukan pengobatan
organ yang digunakan dan cara tradisional menggunakan tumbuhan obat
penggunaanya dalam menyembuhkan disiringi dengan mantra-mantra, salawat
suatu penyakit. kepada nabi atau juga bacaan Al-Qur’an.
Secara etnografi masyarakat
c. Pengumpulan Spesimen Indonesia terdiri dari beratus suku yang
Pengumpulan spesimen diambil masing-masing mempunyai kebudayaan
langsung dari lokasi tumbuhnya yang berbeda-beda dan pengetahuan lokal
dengan dibantu informan atau tradisional dalam memanfaatkan bahan
masyarakat suku Dondo yang obat. Pengetahuan obat ini spesifik bagi
mengetahui tumbuhan obat yang setiap etnis, sesuai dengan kondisi
dimaksud. Setelah itu spesimen lingkungan tempat tinggal masing-masing
dikoleksi, didokumentasi dan seluruh suku atau etnis (Muktiningsih et al., 2001).

94
Fajrin et al./Galenika Journal of Pharmacy

Tabel 1. Familia, Spesies, Khasiat, dan Organ Tumbuhan Obat yang Digunakan Oleh
Masyarakat Suku Dondo Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah.

Familia Nama spesies / Nama Lokal Organ tumbuhan Penyakit yang Diobati
yang digunakan
Euphorbiaceae Euphorbia heterophylla L. (Kate Mas) Daun Gondok
Jatropha gossypiifolia L. (Jarak Merah) Daun Diare
Ambeien
Jatropha curcas L (Jarak Pagar) Daun Tekanan Darah Tinggi
Sakit Perut
Cacingan
Jerawat
Jatropha multifida L. (Yodium) Tangkai Daun Luka sayatan benda tajam
Aleurites moluccanus (L.) Willd. (Kemiri) Daun Kombinasi pada
pengobatan tekanan darah
tinggi
Batang Mata bayi menguning
Buah Bisul
Melanolepis multiglandulosa (Reinw. ex Daun Ambeien
Blume) Rchb. & Zoll. (Alum)
Zingiberaceae Curcuma longa L. (Kunyit) Rimpang Penambah stamina
Daun Penambah stamina
Alpinia galanga (L.) Willd (Lengkuas) Rimpang Panu, kurap
Daun Keram badan setelah
melahirkan
Boesenbergia rotunda (L.) Mansf. (Temu Batang Panas dalam
kunci)
Zingiber officinale Roscoe (Jahe) Rimpang Bisul
Rimpang Melancarkan darah setelah
melahirkan
Chromolaena odorata (L.) R.M.King & H.Rob. Daun Panas dalam
(Ombuno)
Asteraceae Blumea balsamifera (L.) DC. (Tembakau Daun Mimisan
Hutan)
Daun Batuk
Daun Usus buntu
Daun Darah berbau saat
menstruasi
Conyza sumatrensis (S.F.Blake) Pruski & Daun Jerawat
G.Sancho. (Cabi)
Synedrella nodiflora (L.) Gaertn. (Gletang Daun Luka benda tajam
warak)
Malvaceae Hibiscus surattensis L. (Asam susur) Daun Penyakit kuning
Hibiscus tilliaceus L. (Waru lengis) Batang muda Keracunan
Kleinhovia hospita L. (Timo) Daun Diabetes
Daun Mimisan
Daun Demam
Ceiba pentandra (L.) Gaertn. (Kapuk) Buah Mimisan
Kulit batang Kombinasi pada
pengobatan bisul
Musaceae Musa sp. (Pisang emas) Batang Keracunan
Musa sp. (Pisang sepatu) Daun Penyakit kuning
Daun Keram badan setelah
melahirkan
Musa sp. (Pisang tanduk) Batang Bisul
Cucurbitaceae Momordica charantia L. (Paria) Daun Bayi muntah-muntah
Bunga Kombinasi pada
Cucurbita moschata Duchesne. (Labu)
pengobatan kulit terkupas
Solanaceae Physalis angulata L. (Ciplukan) Daun Asma
Daun Sakit perut
Daun Kombinasi pada
Capsium annuum L. (Rica)
pengobatan jerawat
Lamiaceae Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br. Daun Muntah-muntah
(Mariana)
Volkameria inermis L. (Kayu jumaat) Daun Penyakit kulit pada bayi

95
Fajrin et al./Galenika Journal of Pharmacy

Rubiaceae Neonauclea sp. (Lengkaba) Daun Sakit mata


Batang Muntah-muntah
Daun Bengka-bengka badan
setelah melahirkan
Morinda citrifolia L. (Mengkudu) Daun TBC
Buah Penambah stamina
Piperaceae Piper sp. (Sirih) Daun Kanker payudara
Daun Darah putih naik ke kepala
Daun Keputihan
Daun Sakit mata
Daun Kulit mengelupas
Piper nigrum L. (Rica jawa) Buah Kombinasi pada
pengobatan melancarkan
darah
Leguminosae Senna alata (L.) Roxb. (Ketepeng cina) Daun Panu, kurap
Daun Kulit mengelupas
Glycine max (L.) Merr. (Kedelei) Biji Kombinasi pada
pengobatan usus turun
Poaceae Zea mays L. (Jagung) Biji Kombinasi pada
pengobatan penyakit kulit
pada bayi, dan keram
badan setelah melahirkan.
Buah Kulit terkupas
Arecaceae Cocos nucifera L. (Kelapa) Buah Keracunan
Buah Muntah berak
Areca catechu L. (Pinang) Biji Diabetes
Biji Luka akibat diabetes
Buah Keputihan
Buah Bengka-bengka badan
setelah melahirkan
Annonaceae Annona muricata L. (Sirsak) Daun Sakit kepala
Phyllanthaceae Phyllanthus sp. (Meniran) Herba Cacingan
Daun Sembelit
Bryophyllum pinnatum (Lam.) Oken. (Cocor Daun Sakit kepala
Crassulaceae
bebek)
Cheilocostus speciosus (J.Koenig) C.D.Specht. Batang Sakit mata
Costaceae
(Pacing tawar)
Melastomataceae Melastoma malabathricum L. (Senduduk) Daun Diare
Daun Panas dalam
Daun Sakit perut
Araceae Colocasia esculenta (L.) Schott. (Talas) Tangkai daun Luka sayatan benda tajam
Moraceae Ficus septica Burm.f. (Awar-awar) Daun Panas dalam
Daun Keram badan setelah
melahirkan
Loranthaceae Dendrophthoe pentandra (L.) Miq. (Benalu) Batang Usus turun
Dennstaedtiaceae Pteridium sp. (Pakuan) Daun Gatal-gatal
Pandanus tectorius Parkinson ex Du Roi. Batang Keracunan
Pandanaceae
(Pandan tikar)
Proiphys amboinensis (L.) Herb. (Anggrek Umbi Gondok
Amaryllidaceae
bulan ambon)
Moringaceae Moringa oleifera Lam. (Kelor) Daun Mata tinggi
Oxalidaceae Averrhoa bilimbi L. (Belimbing wuluh) Daun Tekanan darah tinggi
Daun Darah putih naik ke kepala
Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees Batang Asma
Acanthaceae
(Sambiloto)
Batang Penambah stamina
Lannea coromandelica (Houtt.) Merr. (Kayu Batang Maag
Anacardiaceae
jawa)
Citrus aurantiifolia (Christm.) Swingle. (Jeruk Buah Batuk
Rutaceae
nipis)
Verbenaceae Lantana camara L. (Tembelekan) Daun Kanker payudara
Daun Asma
Daun Usus buntu
Daun Muntah berak
Daun Muntah-muntah
Myrtaceae Psidium guajava L. (Jambu biji) Daun Sakit perut
Vitaceae Cayratia trifolia (L.) Domin (Galing) Daun Sakit kepala

96
Fajrin et al./Galenika Journal of Pharmacy

Batang Lemas setelah melahirkan

Tabel.2. Persentase Organ Tumbuhan Obat yang Digunakan Oleh Masyarakat Suku Dondo
Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah.
Bagian Tumbuhan Persentase Bagian Tumbuhan Persentase
Yang digunakan Yang digunakan
Daun 62% Biji 4%
Tangkai Daun 2% Kulit Batang 1%
Batang 14% Bunga 1%
Buah 10% Umbi 1%
Rimpang 4% Herba 1%

Berikut beberapa contoh cara pengolahan 6. Keracunan dapat diobati dengan


tumbuhan obat oleh suku Dondo Pandan tikar (Pandanus tectorius
Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli Parkinson ex Du Roi.) yang muda
1. Tekanan darah tinggi diobati dengan dikupas lalu diambil kelapa tua ½
menggunakan daun Jarak pagar telapak tangan keduanya diparut.
(Jatropha curcas L.) sebanyak 3 Selanjutnya, dicampur dengan air,
pucuk dan daun Kemiri remaja diperas, lalu hasil perasan diminum
(Aleurites moluccanus (L.) Willd.) pada waktu pagi dan malam.
sebanyak 3 pucuk, direbus sampai
mendidih menggunakan air sebanyak Jumlah inventarisasi tumbuhan
3 gelas atau 500 ml, disaring dan obat yang dimanfaatkan oleh suku Dondo
kemudian airnya diminum sampai di kecamatan Dondo kabupaten Tolitoli
sembuh pada waktu pagi, siang dan diketahui 56 spesies tumbuhan obat yang
malam. terdiri dari 32 jenis familia, dan organ
2. Lemas setelah melahirkan diobati tumbuhan yang digunakan antara lain
dengan mengambil bagian batang daun, tangkai daun, batang, kulit batang,
Galing (Cayratia trifolia (L.) Domin) bunga, buah, biji, rimpang, umbi, dan
secukupnya, lalu diikatkan pada herba. Adapun cara pengolahannya antara
bagian-bagian yang sakit. lain direbus, ditumbuk, disangrai, dibakar,
3. Ambeien diobati dengan diperas, diseduh dan cara penggunaannya
menggunakan 3 pucuk daun Jarak diminum, dimakan, dikunyah, dihirup
merah (Jatropha gossypiifolia L.), uapnya, dioles, ditempelkan/
diseduh dengan air panas, diamkan dikompreskan, dipakai mandi, diikatkan,
hingga hangat, lalu diminum 1 gelas diteteskan, dan digosok di tempat yang
pada waktu pagi dan malam selama 3 sakit.
hari. Selanjutnya, perlu dilakukan
4. Susah buang air besar atau sembelit budidaya dan analisis lebih lanjut
diobati dengan cara mengambil daun mengenai komposisi kandungan kimia dari
Kate mas (Euphorbia heterophylla L.) berbagai spesies tumbuhan obat yang
dan tambahkan garam secukupnya, digunakan oleh masyarakat suku Dondo,
direbus dengan air sebanyak ½ liter, guna memperoleh temuan obat baru yang
disaring, lalu airnya diminum pada potensial dalam menyembuhkan suatu
waktu pagi dan malam. penyakit.
5. Mimisan atau apitaksis diobati dengan
buah Kapuk (Ceiba pentandra (L.) DAFTAR PUSTAKA
Gaertn.) muda, dibakar lalu asapnya
dihirup sampai dengan darah berhenti Muktiningsih, S. R., Syahrul, M., Harsana,
keluar. I. W., Budhi, M., dan Panjaitan, P.

97
Fajrin et al./Galenika Journal of Pharmacy

(2001). Review Tanaman Obat Yang Tradisonal. Badan Penelitian dan


Digunakan Oleh Pengobat Pengembangan Kesehatan,
Tradisional Di Sumatra Utara, Deparetem Kesehatan Republik
Sumatra Selatan. Bali dan Sulawesi Indonesia. Ciawi. 14-17.
Selatan. Media Litbang Kesehatan.
Sugiyono. (2007). Memahami Penelitian
Rahardi, F. (1996). Membuat Kebun Kualitatif. Alfabeta. Bandung.
Tanaman Obat. Puspa Swara.
Jakarta. Wiwaha, G., Jasaputra, S.N.B.D.K.,
Rohmawaty, E., Yunivita, KD. V., &
Sosrokusumo, P. (1989). Pelayanan Muchtar, E. (2012). Tinjauan
pengobatan tradisional di bidang Etnofarmakologi Tumbuhan
kesehatan jiwa. Dalam: Salan, R., Obat/Ramuan Obat Tradisional
Boedihartono, P. Pakan, Z.S. untuk Pengobatan Dislipidemi yang
Kuntjoro, dan I.B.I. Gotama (ed.). Menjadi Kearifan Lokal Di Provinsi
(1988). Lokakarya tentang Jawa Barat. Jurnal Medika Planta -
Penelitian Praktek Pengobatan Vol. 2 No. 1., 64.

98