Anda di halaman 1dari 5

ETIKA PROFESI

ETIKA DAN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA

disusun oleh :

Alfy Daniyati R
Amaranggana D.A
Intan Risna P
Irbah Zhafirah
Muthia Astriani
Mutya Frida U
Nurul Azmi
Suci Mufidah
Syifa Nur Baiti
Taufiq Budiansyah

Kelompok 1
DIII/5B

Dosen Pengampu : Edith Herianandita, M.Sc

JURUSAN GIZI
POLTEKKES KEMENKES JAKARTA II
2017
A. Daftar Unclear Term

1. Intensife Care Unit (ICU) : layanan rumah sakit yang memberikan asuhan keperawatan secara
terkonsentrasi dan lengkap (rupailmu.blogspot.com)

2. Naso Gastric Tube (NGT) : tindakan yang dilakukan kepada pasien dengan tujuan memasukkan
makanan cair atau obat-obatan, mengeluarkan cairan dalam lambung, melakukan irigasi karena
adanya pendarahan lambung atau keracunan, mengurangi mual atau muntah setelah pembedahan
dan mengambil specimen dalam lambung untuk bahan pemeriksaan (Metheny and Titler,2001)

3. 30% dari kebutuhan : jumlah asupan yang hanya mampu dihabiskan oleh klien sebesar 30%
dari jumlah total kebutuhan (http://ergonomi-fit.blogspot.com/2012/01/beban-kerja-fisik-
berdasarkan-jumlah.html)

4. per-oral (NPC) : Pemberian obat oral merupakan memberikan obat yang dimasukkan melalui
mulut (modul dietetic penyakit infeksi)

5. ‘overfeeding’ : jumlah asupan yang melebihi kebutuhan normal gizi pada seseorang sehingga
berat badan meningkat pesat (http://nasional.kompas.com)

6. Tim Komite Medis di Rumah Sakit : perangkat rumah sakit untuk menerapkan tata kelola klinis
agar staf medis di rumah sakit terjaga profesionalismenya memiliki mekanisme kredensial,
penjagaan mutu profesi medis, dan pemeliharaan etika dan disiplin profesi medis (PERMENKES
RI NO 755/MENKES/PER/IV/2011)

7. fatal : tidak dapat diubah atau diperbaiki lagi (KBBI)


B. Problem Identification

1. Profesional : sesuatu yang berkaitan dengan profesi, dan selain itu diperlukan kepandaian khusus
menjalankannya (KBBI, 1993)

2. Profesi : merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang
memerlukan keterampilan dan keahlian yang tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari
manusia didalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan keterampilan dan keahlian yang
tiinggi hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup
yang luas mencangkup sikap manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta
adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh profesi tersebut.
(http://www.academia.edu/9911741/ETIKA_PROFESI)

Sedangkan professional seseorang yang memiliki kemampuan khusus untuk melakukan satu
bidang kerja dengan hasil kualitas yang tinggi berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya
tentang pekerjaannya tersebut. (https://id.scribd.com/mobile/doc/41755206/pengertian-
profesional)

3. dietitian bekerja secara professional dalam memberikan pelayanan gizi : seseorang yang
melakukan pekerjaan sesuai dengan kode etik yang sudah ditetapkan lalu sesuai dengan SOP yang
sudah terstandar

4. kode etik profesi gizi : pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan di bidang
gizi

5. memberikan pelayanan gizi sesuai dengan prinsip etika profesi : yaitu memberikan pelayanan
gizi sesuai dengan acuan secara etik suatu tindakan pada profesi gizi

6. hak asasi klien yang harus dilindungi dan diperhatikan oleh tenaga gizi, tenaga medis/ dokter
dan tenaga kesehatan :

 Mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan kode etik


 Mendapatkan fasilitas kesehatan yang layak

(https://syehaceh.wordpress.com/2008/06/18/hak-pasien-dan-perawat/amp/)

7. perkembangan suatu profesi : ialah sebuah kemajuan dari suatu perkerjaan yang kita lakukan.
D. Learning Issues

1. Berkomunikasi dengan baik kepada sesama dietisien atau tenaga kesehatan lainnya.
2. Memberikan pelayanan sesuai dengan kode etik yang ada
3. Melakukan pengecekan ulang, apakah makanan yang diberikan sudah sesuai dengan
kebutuhan
C. Hipotesis

KEMATIAN

overfeeding Pelayanan kesehatan yang buruk

Penyebab langsung Penyebab tidak langsung

Tidak mematuhi SOP dengan


baik

Penyebab umum

Kesadaran, profesionalitas

Akar masalah