Anda di halaman 1dari 2

4.

Diskusi

Penyedia layanan kesehatan menerapkan strategi skrining untuk mendiagnosis kondisi yang
berisiko tinggi dalam rangka melakukan intervensi yang sesuai dan mendapatkan hasil yang
lebih baik. Meskipun beberapa teknik digunakan untuk memantau kesejahteraan janin baik
kehamilan berisiko rendah dan berisiko tinggi seperti NST, profil biofisik, dll, namun waktu
yang paling tepat untuk menerapkan teknik ini dan nilai diagnostiknya untuk mendeteksi
komplikasi janin masih kontroversial. Setiap tahun, 3,2 juta bayi lahir mati terjadi. Deteksi dini
dan manajemen yang tepat dari komplikasi ibu dan janin selama kehamilan dan persalinan dapat
mengurangi tingkat kelahiran mati serta mencegah morbiditas dan mortalitas ibu dan janin.
Selama persalinan, keterlambatan mendeteksi komplikasi ibu dan janin seperti disfungsi plasenta
dan hipoksia yang terjadi atau buruknya toleransi ibu dan janin terhadap persalinan
menyebabkan lahir mati, disabilitas perkembangan dan pertumbuhan neonatal, serta mortalitas
dan morbiditas ibu dan bayi (Haws, Yakoob, Soomro, Menezes, Darmstadt, & Bhutta, 2009).

Tes non-stres (non stress tets / NST) adalah salah satu teknik skrining non-invasif yang tersedia
dan disarankan untuk digunakan dalam kehamilan risiko tinggi selama periode pranatal. Selain
itu, NST digunakan sebagai alat skrining untuk memantau kesejahteraan janin melalui
penggunaan hubungan antara gerakan janin dan detak jantung. Persalinan adalah tahap terakhir
kehamilan dan penting untuk menilai kinerja efisien dari utero plasenta dan feto-plasenta.

Selain itu, NST bermanfaat selama periode antenatal, tetapi tidak secara rutin digunakan selama
fase persalinan atau intrapartum. Selama kontraksi uterus, aliran darah dan oksigen menurun
sementara. Oleh karena itu, penting untuk menilai toleransi janin terhadap penurunan aliran
darah ini. Berkurang atau hilangnya gerakan janin adalah tanda peringatan bagi ibu terutama
ketika terjadi karena insufisiensi plasenta uterus. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk
mengevaluasi keluaran ibu dan bayi terkait dengan penurunan gerakan janin (Kerner, Yogev,
Belkin, Ben-Haroush, Zeevi, & Hod, 2004; Malcus, 2004; Liston, Sawchuck, & Young, 2007).
Non stress test (NST) adalah salah satu komponen dasar perawatan prenatal. Penelitian telah
menunjukkan ibu dengan gerakan janin menurun (decreaded fetal movement/DFM) memiliki
risiko lebih tinggi mengalami lahir mati, fetal distress, kelahiran prematur, dan keluaran terkait
lainnya. Penghitungan gerakan janin harian pada bulan ke 9 kehamilan menurunkan angka
kematian perinatal (Gurneesh & Ellora, 2009). Demikian pula, dalam sebuah penelitian oleh
Sidha dan Singh (2008), dengan tidak adanya faktor risiko lain pada awal persalinan,
penghitungan gerakan janin setiap hari dialaporkan bermanfaat dalam mendiagnosis janin yang
berisiko pada kehamilan risiko rendah (Sing & Sidhumk, 2008). Penelitian ini menunjukkan
bahwa NST adalah teknik yang bermanfaat dalam mengenali janin berisiko tinggi selama fase
laten persalinan. Meskipun penelitian sebelumnya telah menunjukkan pentingnya melakukan
NST selama periode prenatal, pentingnya NST selama fase laten persalinan seringkali diabaikan.
Karena adanya hubungan yang tinggi antara DFM dan keluaran (outcome) janin, manajemen
yang tepat dan tepat waktu harus direncanakan untuk setiap kondisi yang terkait dengan DFM
(Frøen, Tveit, Saastad, Børdahl, Stray-Pedersen, Heazell, Flenady, Ruth,& Fretts, 2008). Telah
ditunjukkan bahwa perbaikan manajemen DFM bersama dengan informasi yang seragam pada
wanita dapat menurunkan kejadian lahir mati (Tveit, Saastad, Stray-Pedersen, Børdahl, Flenady,
Fretts, & Frøen, 2009). Beberapa penelitian case control menggunakan grafik hitungan harian
untuk gerakan janin telah menunjukkan perbedaan signifikan antara Skor Apgar di bawah 7 pada
menit pertama, dan tingkat kematian antara kelompok kasus dan kelompok kontrol
(Shanmugavel, Sodhi, Sandhu, Sidhu, Singh, Katariya, & Khandelwal, 2008). Demikian pula,
dalam penelitian kami, perbedaan signifikan ditemukan antara dua kelompok dalam tingkat
mortalitas, dan skor Apgar di bawah 7 pada menit pertama. Selain itu, penelitian ini menemukan
perbedaan statistik yang signifikan untuk bradikardia, dan jenis persalinan antara kelompok studi
dan kelompok kontrol (p <0,001). Menurut hasil penelitian ini, NST memiliki nilai diagnostik
yang tinggi dalam diagnosis fetal distress. Dalam rangka melaksanakan manajemen persalinan
yang optimal, NST harus diterapkan selama fase laten persalinan.