Anda di halaman 1dari 43

TERBATAS

OPTIMALISASI KEMAMPUAN DUKUNGAN PERNIKA GUNA


MEMPERKUAT DAYA TEMPUR SENDIRI DALAM RANGKA
PENCAPAIAN KEBERHASILAN TUGAS POKOK TNI AD

BAB I
PENDAHULUAN

1. Umum

a. Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi (Ilpengtek) yang berkembang


dengan pesat menguasai berbagai bidang kehidupan manusia, fenomena ini sangat
terlihat dengan jelas dimana hampir semua peralatan canggih banyak digunakan oleh
orang untuk membantu dalam penyelesaian tugas yang menjadi tanggung jawabnya
penggunaan peralatan yang memanfaatkan teknologi canggih ini bertujuan untuk
memperoleh mutu dan kualitas yang optimal dari hasil pekerjaan yang dilakukan.
Dengan demikian sudah terbukti bahwa pemanfaatan teknologi mutakhir sangat
berpengaruh pada prestasi seseorang atau suatu organisasi.

b. Perkembangan teknologi komunikasi dan elektronika memberikan dampak


positif terhadap pelaksanaan tugas pokok TNI AD terutama dibidang sistem
persenjataan, sistem komunikasi, sistem deteksi dan sistem elektronika lainnya,
disamping itu perkembangan Ilpengtek serta komunikasi dan elektronika juga
membawa dampak negatif yaitu timbulnya kerawanan-kerawanan pada sistem
elektronika TNI khususnya TNI AD seperti gangguan elektronika lawan, sehingga
kemampuan Ilpengtek yang dimiliki harus mampu menjamin kelangsungan
Siskomlek di jajaran TNI AD, walaupun pada kenyataanya kemampuan pernika yang
kita miliki belum dapat dilaksanakan dengan optimal.

c. Dalam rangka menjamin terselenggaranya dukungan Pernika yang berdaya


guna dan berhasil guna maka kemampuan pernika yang dimiliki TNI AD harus mampu

/mengatasi…..

TERBATAS
TERBATAS
2

mengatasi segala bentuk ancaman, gangguan dan hambatan dari Siskomlek lawan,
sehingga perlu adanya optimalisasi kemampuan dukungan pernika melalui pembinaan
kekuatan meliputi bidang Organisasi, personel, materiil dan peranti lunak (Penak).
Adapun permasalahan yang timbul saat ini adalah : Organisasi yang menangani
kegiatan pernika saat ini belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan, Personel
yang mengawaki kegiatan Pernika masih memiliki kemampuan yang sangat terbatas,
alat peralatan Pernika yang ada terbatas hanya pada kegiatan monitoring dan
observasi saja dan Peranti lunak yang ada disatuan jumlahnya relatif terbatas.

2. Maksud dan Tujuan.

a. Maksud. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang


Optimalisasi kemampuan dukungan Pernika dijajaran TNI AD dan upaya-upaya yang
perlu dilaksanakan dalam rangka peningkatan kemampuan.

b. Tujuan. Tulisan ini bertujuan sebagai bahan masukan bagi pimpinan


dalam mengoptimalkan kemampuan dukungan Pernika di jajaran TNI AD serta
sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan dan mengambil langkah
kebijaksanaan selanjutnya.

3. Ruang Lingkup dan Tata Urut Pembahasan Penulisan ini dibatasi pada Gelar
Satuan Pernika baik yang berada di Tingkat Mabesad, Tingkat Satuan Tempur maupun
Tingkat Satuan Kewilayahan ditinjau dari organisasi, personel, materiil dan peranti lunak
dengan tata urut sebagai berikut.

a. Pendahuluan
b. Latar belakang pemikiran
c. Kondisi gelar kemampuan dukungan Pernika saat ini

/d. Faktor…..

TERBATAS
TERBATAS
3

d. Faktor-faktor yang berpengaruh


e. Kondisi gelar kemampuan dukungan Pernika yang diharapkan
f. Optimalisasi gelar kemampuan dukungan Pernika
g. Penutup

4. Metode dan Pendekatan. Pembahasan materi dalam tulisan ini dilaksanakan


dengan menggunakan metode diskriptif analisis dan pendekatan berdasarkan pengalaman
tugas dilapangan dan studi kepustakaan.

5. Pengertian.

a. Tugas Pokok TNI AD adalah melaksanakan tugas TNI matra darat dibidang
pertahanan, menjaga keamanan wilayah perbatasan darat dengan negara lain,
melaksanakan pembangunan dan pengembangan kekuatan matra darat dan
melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan didarat 1.

b. Daya Tempur adalah suatu kemampuan yang harus dimiliki oleh suatu satuan
tempur untuk mencari, menemukan dan menghancurkan musuh yang terdiri dari daya
gerak, daya tembak dan daya gempur.

c. Pernika adalah :

1) Menurut teori buku adalah merupakan peperangan antara sistim dan


teknik elektronika untuk mengahncurkan, mencegah, mengurangi dan
meniadakan penggunaan radiasi elektronika secara efektif dan efisien oleh
pihak lawan sekalipun untuk menjmain efektifitas penggunaan spektrum
gelombang elektromagnetik oleh pihak sendiri atau kawan2).

/2) Menurut…..

1
UU RI No.34 Th.2004 tentang TNI Pasal 8 Hal 8
2)
Naskah Akademik tentang Pengetahuan Pernika

TERBATAS
TERBATAS
4

2) Menurut perkembangan/dinamika lapangan adalah merupakan tindakan


militer yang berkaitan dengan adu kekuatan sistem elektronika antara dua
pihak atau lebih yang berhadapan untuk merebut keunggulan sistem
elekrtonika guna memperoleh manfaat menurunnya daya tempur lawan dan
meningkatnya daya tempur sendiri dalam rangka mendukung tindakan militer
berikutnya3).

d. Pernika Awal adalah merupakan tindakan atau kegiatan untuk mendapatkan


keterangan tentang lawan dengan cara mendengar, mencari, menyadap, menentukan
arah, menganalisa dan membandingkan serta melaporkan pancaran gelombang
elektromagnetik (GEM) lawan yang diperlukan untuk kepentingan operasi
selanjutnya4).

e. Wannika (Perlawanan Elektronika) adalah merupakan tindakan atau kegiatan


untuk meniadakan, mencegah atau mengurangi efektifitas penggunaan pancaran
gelombang elektromagnetik lawan5).

f. Gahwannika (Pencegahan Perlawanan Elektronika) adalah merupakan tindakan


atau kegiatan untuk mengurangi, mencegah dan meniadakan Perlawanan Elektronika
lawan untuk menjamin daya guna dan kemampuan pancaran gelombang
elektromagnetik sendiri.

g. Keamanan Komunikasi adalah keadaan sistem komunikasi (Siskom) sedemikian


rupa sehingga musuh/lawan atau pihak yang tidak berkepentingan tidak dapat
mengambil keuntungan dengan cara mendapatkan keterangan-keterangan militer,
mengacaukan dan menghancurkan sistem komunikasi (Siskom) kita sehingga sistem
komunikasi kita aman.

/BAB II…..

3)
Naskah Akademik Ttg Pengetahuan Pernika Hal 2
4)
Ibid Hal 3
5)
Ibid

TERBATAS
TERBATAS
5

BAB II
LATAR BELAKANG PEMIKIRAN

6. Umum. TNI sebagai komponen utama kekuatan pertahanan keamanan negara


melaksanakan fungsi dalam menangkal dan menindak terhadap setiap ancaman dari luar
negeri maupun dari dalam negeri, dalam menyelenggarakan fungsi tersebut, selain
menggunakan sistem senjata, TNI juga menggunakan sistem teknologi komunikasi dan
elektronika, yang cenderung semakin intensif sejalan dengan kemajuan Ilpengtek,
pemanfaatan teknologi elektronika dalam sistem senjata telah memberikan ciri-ciri dan
kemampuan yang menonjol antara lain kecepatan, ketepatan dan keandalan yang tinggi,
jarak jangkau yang jauh serta daya survive yang semakin tinggi, disamping manfaat yang
diperoleh maka penggunaan teknologi elektronika dapat membuka kerawanan-kerawanan
baru yaitu dapat dimonitor, disadap, dimanfaatkan dan dilumpuhkan oleh musuh/lawan.
Hal tersebut telah menimbulkan adanya medan perang baru yang dinamakan Perang
Elektronika (Pernika)6).

7. Landasan Pemikiran.

a. Landasan Historis7)
Perjuangan merebut, membela dan mempertahankan kemerdekaan yang
diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 membuktikan bahwa bangsa Indonesia
senantiasa mendasarkan diri pada semangat perjuangan seluruh rakyat yang didorong
perasaan senasib dan sepenangguan serta sikap rela berkorban untuk bangsa dan
negara. Era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi khususnya
teknologi elektronika, seyogyanya tetap dilandasi dengan nilai-nilai perjuangan guna
menjamin pencapaian keberhasilan tugas pokok TNI AD.

/Landasan…..

6)
Buku Petunjuk Komlek tentang Ops Pernika ABRI Th.1985
7)
Doktrin Kartika Eka Paksi hal 7

TERBATAS
TERBATAS
6

b. Landasan Filosofi..

1) Landasan Idiil.8) Pancasila adalah sebagai dasar negara dan falsafah


hidup bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai , etika dan cita-cita luhur
serta tujuan yang hendak dicapai bangsa Indonesia, Pangejewahtahan
Pancasila dalam kehidupan bangsa termasuk dalam TNI AD berupa nilai-nilai
keselarasan, kekeluargaan dan keserasian, persatuan dan kesatuan,
kebersamaan yang senantiasa menjadi pedoman dalam penataan kehidupan
warga negara termasuk prajurit dalam berfikir, bersikap dan bertindak dalam
penyelenggaraan negara khususnya pertahanan negara.

2) Landasan Konstitusional.9) UUD 1945 merupakan hukum dasar


tertulis negara Republik Indonesia, memuat dasar dan garis besar hukum
dalam penyelenggaraan negara. Pada Pembukaan UUD 1945 tertuang pokok-
pokok pikiran tentang penyelenggaraan pertahanan negara yang dijiwai oleh
Pancasila, bahwa negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan. Hal ini sejalan
dengan tugas pokok TNI AD yang dalam pelaksanaannya perlu dukungan
Pernika yang tergelar ditingkat Mabesad, Satuan Tempur dan Satuan
Kewilayahan.

c. Landasan Konseptual.10) Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis bangsa,


berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan pengembangan
kekuatan nasional, didalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman dan
gangguan, baik yang datang dari luar maupun dalam negeri, yang langsung
maupun tidak langsung membahayakan integritas kelangsungan hidup bangsa dan
negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional. Oleh karena itu harus ada
upaya terpadu yang terus menerus untuk mengembangkan potensi nasional
/yang ada…..

8)
Doktrin Kartika Eka Paksi hal 7
9)
Ibid
10)
Ibid

TERBATAS
TERBATAS
7

yang ada menjadi kekuatan nasional, diantaranya kekuatan dan kemampuan TNI AD
yang didukung dengan kemampuan Pernika.

d. Landasan Operasional.

1) UU RI No.3 TH 2002 tentang Pertahanan negara .

a) Hakekat pertahanan negara adalah sebagai upaya pertahanan


bersifat semesta yang penyelenggaraannya didasarkan pada kesadaran
atas hak dan kewajiban warga negara serta keyakinan pada kekuatan
sendiri11).

b) Pertahanan negara disusun berdasarkan prinsip demokrasi hak


asasi manusia, kesejahteraan umum, lingkungan hidup, ketentuan
umum nasional, hukum internasional serta prinsip hidup berdampingan
secara damai.

c) Pertahanan negara bertujuan untuk menjaga dan melindungi


kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan segenap
bangsa dari segala bentuk ancaman.

d) TNI AD sebagai penanggung jawab pertahanan negara didarat


secara terus menerus melakukan pembinaan guna memperkuat daya
tempur diantaranya melalui Optimalisasi kemampuan dukungan Pernika.

2) UU RI No.34 TH 2004 tentang TNI. Tugas pokok TNI adalah


menegakkan kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara
Republik Indonesia tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa
dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan,
/terhadap.....

11)
UU RI No.3 tentang Hanneg Th.2002 pasal 2 hal 6

TERBATAS
TERBATAS
8

terhadap keutuhan bangsa dan negara, satuan Pernika yang merupakan unsur
TNI AD harus siap dikerahkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku untuk melaksanakan tugas pokoknya dalam menanggulangi setiap
ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara sesuai peran,
fungsi dan tugasnya.

e. Landasan Teori. Menurut buku, Perang Teluk pada tahun 1991


membenarkan kecenderungan bahwa perang hanya dapat dimenangkan oleh pihak
yang mampu menguasai dan memanfaatkan spektrum Elektromagnetik, serta unggul
dalam pengendalian Spektrum tersebut,khususnya yang mempergunakan mesin
perang dengan teknologi modern. Bertitik tolak dari semua itu maka masalah Pernika
sangat perlu dipahami untuk dipelajari . Mempelajari Pernika secara sectoral sangat
baik untuk menunjang pelaksanaan Tugas pokok TNI-AD, karena peralatan Pernika
ada pada setiap wahana (Plat Form), sehingga pada pelaksanaannya tidak akan saling
mengganggu antar unit Organisasi baik Angkatan maupun Polri 11).

8. Perkembangan Pernika dan Pelaksanaan Operasi Pernika.


Pernika mulai mengemuka di negara maju, pada saat perang dunia kedua yakni
sewaktu kapal frigate Angkatan Laut Inggris menjadi korban misil Jerman, sehingga Wilston
Churchill menyebutnya sebagai Wizard War. Saat itu pertempuran elektronika secara
besar-besaran dilakukan oleh para engineer dan teknisi kedua belah pihak. Perkembangan
selanjutnya adalah perang Timur Tengah 1973 dimana Israel banyak mengalami kerugian
akibat serangan misil Mesir buatan Uni Soviet SA-6 yang dilengkapi dengan anti Jamming,
selanjutnya Perang Teluk/Gulf War dimana Amerika Serikat melaksanakan Pernika yang
sangat mengagumkan, sebelum serangan udara, semua sistem elektronika Tentara Irak di
Jamming , sehingga peluru kendali Scud buatan Rusia dapat dihilangkan, peluru kendali
Patriot buatan AS dapat dapat menghadapi peluru kendali Scud demikian juga dengan
peluru kendali Tomahawk yang dibawa oleh kapal perang Amerika Missouri dan Winconsin
dilengkapi dengan alat sensor canggih sehingga dapat mendeteksi sasaran dengan cermat.
Begitu pula Amerika telah mengoperasikan lebih dari 30 buah satelit.
/BAB III…..

11)
Naskah Akademik tentang Pernika Taktis

TERBATAS
TERBATAS
9

BAB III
KONDISI GELAR KEMAMPUAN DUKUNGAN PERNIKA TNI AD SAAT INI

9. Umum. Guna keberhasilan tugas satuan TNI AD maka harus didukung dengan gelar
Perhubungan yang handal, Salah satu faktor penentu kehandalan gelar perhubungan
adalah terselenggaranya kegiatan Pernika dimana Pernika merupakan salah satu sub fungsi
dari fungsi tehnis militer umum Perhubungan TNI AD. Dithubad sebagai salah satu badan
pelaksana pusat fungsi tehnis militer umum Perhubungan yang salah satu tugas pokoknya
adalah membina sistem Pernika TNI AD saat ini dirasakan pembinaan belum optimal karena
keterbatasan yang menyeluruh, guna memperoleh gambaran nyata tentang kondisi satuan
Pernika TNI AD saat ini dapat kita lihat dari data dan fakta yang ada berdasarkan
pengamatan langsung disatuan yang diambil dari beberapa contoh disatuan ditinjau dari
organisasi, personel, materiil dan peranti lunak .

10. Gelar Pernika di Tingkat Mabesad.

a. Bidang Organisasi. Organisasi Pernika dibentuk berdasarkan


kebutuhan organisasi yang mampu memberikan dukungan Pernika kepada seluruh
kekuatan TNI AD baik meliputi kekuatan terpusat, kekuatan kewilayahan maupun
kekuatan pendukung. Pada kenyataannya organisasi Satuan Pernika yang berada di
tingkat Mabesad yaitu Kompi Pernika Yonhub Dithubad, dihadapkan dengan
kemajuan Ilpengtek dewasa ini gelar operasi Pernika dan tuntutan tugas dimasa
mendatang relatif belum dapat dilaksanakan secara optimal.

1) Secara kuantitas. Kekuatan Organisasi Pernika ditingkat Mabesad


disebut Kompi Pernika Yonhub Dithubad, saat ini ditinjau dari bentuk struktur
organisasi dihadapkan tuntutan tugas, perkembangan teknologi dan gelar
operasi Pernika serta satuan yang didukung relatif sudah sesuai dengan TOP
dimana struktur organisasi yang digunakan masih Orgas Yonhub Dithubad
(Sesuai Surat Keutusan Kasad Nomor : Kep / 38 / III/ 1986 tanggal 31 Maret
1986) telah berjalan + 19 tahun. Berdasarkan Skep Kasad tersebut Danki
/Pernika…..

TERBATAS
TERBATAS
10

Pernika dijabat oleh Pama TNI AD berpangkat Kapten Chb sebagai unsur
pelaksana Danyonhub dalam melaksanakan fungsi Pernika baik dalam operasi
militer untuk perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP)
dengan tugas kewajiban sebagai berikut :

a) Melaksanakan monitoring dan observasi komunikasi sendiri


maupun komunikasi lawan.

b) Mengendalikan dan mengamankan komunikasi elektronika sendiri

c) Melaksanakan kegiatan foto film militer dalam rangka


memperlancar dukungan Perhubungan.

d) Melaksanakan pencarian dan penentuan lokasi pemancar radio


lawan/kawan.

e) Melaksanakan penggangguan dan penyesatan Komlek lawan.

f) Melumpuhkan dan menghancurkan Komlek lawan.

2) Secara kualitas. Kemampuan Kompi Pernika Yonhub Dithubad dalam


penyelenggaraannya dukungan operasi sesuai tuntutan tugas, perkembangan
teknologi dan gelar operasi Pernika serta satuan yang didukung, belum mampu
secara optimal untuk melaksanakan kegiatan :

a) Pernika Awal Taktis berupa :

(1) Monitoring dan Observasi/Monobs.

(a) Memonitor pancaran dan mengukur parameter


energi elektromagnetik lawan secara cepat dan tepat
/(b) Menentukan…..

TERBATAS
TERBATAS
11

(b) Menentukan dan menyadap informasi yang ada


dalam pancaran GEM lawan secara cepat dan tepat.

(2) Direction Finder (DF).

(a) Mengobservasi dan menentukan lokasi sumber


pancaran energi GEM lawan secara cepat dan tepat.

(b) Merekam, menganalisa dan menyajikan data lokasi


sumber pancaran lawan yang diperoleh.

b) Perlawanan Elektronika (Wannika).

(1) Penggangguan frekuensi (Jamming). Belum memiliki


kemampuan Jamming, hal ini disebabkan karena Alat yang
digunakan untuk kegiatan Jamming belum ada.

(2) Penyesatan Elektronika (Elektronic Deception). Belum


memiliki kemampuan secara optimal untuk melakukan kegiatan
manipulatif, simulatif dan imitative dikarenakan SDM belum
memiliki kualifikasi untuk kegiatan penyesatan.

c) Pencegahan elektonika (Gahwannika). Belum optimal melakukan


kegiatan pengendalian emisi dan pengamanan transmisi terhadap siskom
sendiri/pihak kawan.

b. Dibidang Personel. Kondisi Personel yang mengawaki kegiatan Pernika


baik secara kuantitas maupun kualitas dapat dilihat sebagai berikut :

1) Kuantitas. Secara kuantitas jumlah kekuatan personel satuan Pernika


ditingkat Mabesad saat ini baru terpenuhi + 38% dari TOP/DSPP.
/2) Kualitas…..

TERBATAS
TERBATAS
12

2) Kualitas. Secara kualitas kemampuan personel satuan Pernika yang


ada di Kompi Pernika Yonhub Dithubad yang bisa dikatakan menguasai masalah
Pernika masih sangat terbatas dalam mendukung pelaksanaan tugas rutin dan
tugas operasi Pernika.

c. Materiil. Kondisi Materiil Pernika yang ada di tingkat Mabesad saat ini baik
secara kuantitas maupun kualitas sangat minim dihadapkan dengan perkembangan
Ilpengtek yang terjadi khususnya menghadapi kegiatan-kegiatan Pernika lawan.
Adapun alat peralatan Pernika yang ada saat ini adalah sebagai berikut :

1) Kuantitas. Secara kuantitas Jumlah Materiil/Alat peralatan Pernika


yang dimiliki Yonhub Dithubad baru terdukung +31 % dari DSPP yaitu baru
sebatas alat Monobs sedangkan alat peralatan DF dan Jammer saat ini dalam
keadaan rusak dengan data sebagai berikut :

a) Radio Monobs RS 3153, Radio NF/VMF, Radio MF/VMF, Operator


Prosesor unit MA 1116, Signal Display MA 114, Antena Switoning MA
1115 dan Recorder SR 108 kondisi Rusak berat (RB).

b) Alat Direction Finder (DF) 6000 S/N Doppler RX IC 7000, DF


TAIYO TB-C 576 S (RR) Kurang akurat, DF TAIYO TD-L8630-P Kondisi
baik namun banyak kelemahanannya yaitu kurang akurat, DF AR 2002
dalam keadaan Rusak Berat.

c) Radio Jammef RS3100 G/3 YI (Rusak Ringan).

2) Kualitas. Secara kualitas Alat peralatan Pernika yang ada saat ini
kapabilitas dan reabilitasnya yang ada di Ki Pernika Yonhub Dithubad sangat
minimal hal ini disebabkan karena relatif usia pakainya sudah cukup tua
sehingga tidak dapat dioptimalkan penggunaannya, apabila dilihat secara
/prosentase…..

TERBATAS
TERBATAS
13

prosentase baru mencapai + 38%.

d. Bidang Peranti Lunak.

1) Kuantitas. Secara kuantitas jumlah Peranti lunak yang ada di Kompi


Pernika Yonhub Dithubad sangat terbatas terutama Bujuknik, Bujuklap dan
buku Ilmu pengetahuan tentang Pernika dan sebagian besar yang ada sekarang
masih menggunakan bahasa asing. Peranti lunak yang ada saat ini ada 2
dari Mabes TNI yaitu Bujukops Pernika tahun 1987 dan Naskah sementara
Bujukin tahun 2002, sedangkan Produk dari Dithubad saat ini sedang disusun
naskah sementara yaitu Bujukops Pernika TNI AD.

2) Kualitas. Secara kualitas Peranti lunak yang ada dan yang


digunakan saat ini masih terbatas pada Ilmu pengetahuan Pernika saja
sehingga belum dapat diaplikasikan pada operasi Pernika yang sebenarnya atau
belum ada penyesuaian antara materi yang tercantum dipiranti lunak
dihadapkan dengan kondisi organisasi, personel serta materiil Pernika yang
tergelar.

11. Gelar Pernika Jajaran Satuan Tempur (Kostrad, Kopassus)

a. Bidang Organisasi.

1) Secara kuantitas. Kekuatan Organisasi Satuan Pernika di Hubkostrad


dan Hubkopassus disebut Subden Pernika saat ini ditinjau dari bentuk struktur
organisasi dihadapkan dengan tuntutan tugas, perkembangan teknologi dan
gelar operasi Pernika serta satuan yang didukung relatif belum optimal secara
kuantitas baru terpenuhi + 60 % TOP/DSPP.

2) Secara kualitas. Kemampuan Subden Pernika Hubkostrad dan


Hubkopassus dalam penyelenggaraannya dukungan operasi sesuai tuntutan
/tugas…..

TERBATAS
TERBATAS
14

tugas, perkembangan teknologi dan gelar operasi Pernika serta satuan yang
didukung, belum mampu secara optimal untuk melaksanakan kegiatan :

a) Pernika Awal Taktis berupa :

(1) Monitoring dan observasi/Monobs.

(a) Memonitor pancaran dan mengukur parameter


energi elektromagnetik lawan secara cepat dan tepat.

(b) Menentukan dan menyadap informasi yang ada


dalam pancaran GEM lawan secara cepat dan tepat.

(2) Direction Finder (DF).

(a) Mengobservasi dan menentukan lokasi sumber


pancaran energi GEM lawan secara cepat dan tepat.

(b) Merekam, menganalisa dan menyajikan data lokasi


sumber pancaran lawan yang diperoleh.

b) Perlawanan Elektronika (Wannika).

(1) Jamming. Belum memiliki kemampuan Jamming, hal ini


disebabkan karena Alat yang digunakan untuk kegiatan Jamming
belum ada.

(2) Penyesatan Elektronika (Elektronic Deception). Belum


memiliki kemampuan secara optimal untuk melakukan kegiatan
manipulatif, simulatif dan imitative dikarenakan SDM belum
memiliki kualifikasi untuk kegiatan penyesatan.
/c) Pencegahan…..

TERBATAS
TERBATAS
15

c) Pencegahan elektonika (Gahwannika) Belum optimal melakukan


kegiatan pengendalian emisi dan pengamanan transmisi terhadap siskom
sendiri/pihak kawan.

b. Dibidang Personel. Kondisi Personel yang mengawaki kegiatan Pernika


di Satuan Tempur baik Kostrad maupun Kopassus secara kuantitas maupun kualitas
dapat dilihat sebagai berikut :

1) Kuantitas. Secara kuantitas kekuatan personel satuan Pernika di


Satuan Tempur (Subden Pernika Hubkostrad,Hubkopassus) saat ini baru
terpenuhi + 38% dari TOP/DSPP.

2) Kualitas. Kemampuan personel satuan Pernika yang ada di


Hubkostrad, Hubkopassus relatif terbatas.

c. Materiil. Alat Peralatan Pernika yang ada di Satpur saat ini baik secara
kuantitas maupun kualitas belum mampu melaksanakan gelar Operasi Pernika sesuai
tuntutan tugas dan perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi, adapun alat
peralatan Pernika yang ada saat ini adalah sebagai berikut :

1) Kuantitas. Secara kuantitas Jumlah Materiil/Alat peralatan Pernika


yang dimiliki Subden Pernika Hubkostrad dan Hubkopassus baru terpenuhi + 33
% dari DSPP.

2) Kualitas. Kemampuan Alat peralatan Pernika Subden Pernika


Hubkostrad dan Hubkopassus secara umum baik kuantitas maupun kualitas
belum mampu melaksanakan gelar Operasi Pernika serta satuan yang
didukung dalam bentuk :

a) Alat peralatan Pernika Awal :

/(1) Monitoring…..

TERBATAS
TERBATAS
16

(1) Monitoring dan Observasi/MONOBS.

(a) Secara kuantitas baru terpenuhi + 33% dari DSPP.

(b) Secara kualitas cukup mampu untuk melakukan


kegiatan memonitor pemancar dan mengukur parameter
GEM lawan, mampu menentukan dan menyadap informasi
yang ada dalam pancaran GEM lawan.

(2) Pencarian pemancar gelap (DF).

(a) Secara kuantitas baru terpenuhi + 66% dari DSPP.

(b) Secara kualitas cukup mampu untuk melakukan


kegiatan mengobservasi dan menentukan lokasi sumber
pancaran GEM lawan, Merekam, menganalisa dan
menyajikan data lokasi lawan yang diperoleh.

b) Alat Peralatan Perlawanan Elektronika menggunakan Jammer


(1) Secara kuantitas baru terpenuhi + 16% dari DSPP.

(2) Secara kualitas belum memiliki kemampuan untuk


melaksanakan kegiatan Jamming pemancar lawan dengan daya
pancar sebesar 10.000 Watt.

d. Bidang Peranti Lunak.

1) Kuantitas. Secara kuantitas jumlah Peranti lunak yang ada sangat


kurang terutama mengenai tata cara/ teknik penyelenggaraan Pernika dan cara
mengoperasionalkan alat peralatan Pernika.
/2) Kualitas…..

TERBATAS
TERBATAS
17

2) Kualitas. Secara kualitas Peranti lunak yang ada dan yang


digunakan saat ini masih terbatas pada Ilmu pengetahuan Pernika saja
sehingga belum dapat diaplikasikan pada operasi Pernika yang sebenarnya.

12. Gelar Pernika di tingkat Satuan Kewilayahan (Kodam).

a. Bidang Organisasi.

1) Secara kuantitas. Kekuatan Organisasi Satuan Pernika di Satuan


Kewilayahan disebut Subden Pernika Denhub Hubdam telah mengalami
likuidasi sehingga ditinjau dari bentuk struktur Organisasi dihadapkan dengan
tuntutan tugas, perkembangan teknologi dan gelar operasi Pernika serta satuan
yang didukung relatif sudah sesuai dalam penyelenggaraan dukungan operasi
secara Kuantitas sudah terpenuhi + 80 % TOP/DSPP.

2) Secara kualitas. Kemampuan Subden Pernika Denhub Hubdam


dalam penyelenggaraannya dukungan operasi sesuai tuntutan tugas,
perkembangan teknologi dan gelar operasi Pernika serta satuan yang didukung,
sudah terwadahi untuk melaksanakan kegiatan :

a) Pernika Awal Taktis berupa :

(1) Monitoring dan Observasi/Monobs.

(a) Memonitor pancaran dan mengukur parameter


energi elektromagnetik lawan secara cepat dan tepat.

(b) Menentukan dan menyadap informasi yang ada


dalam pancaran GEM lawan secara cepat dan tepat.

(2) Direction Finder (DF).


/(a) Mengobservasi…..

TERBATAS
TERBATAS
18

(a) Mengobservasi dan menentukan lokasi sumber


pancaran energi GEM lawan secara cepat dan tepat.

(b) Merekam, menganalisa dan menyajikan data lokasi


sumber pancaran lawan yang diperoleh.

c) Perlawanan Elektronika (Wannika).

(1) Penggangguan frekuensi (Jamming). Belum memiliki


kemampuan Jamming, hal ini disebabkan karena Alat yang
digunakan untuk kegiatan Jamming belum ada.

(2) Penyesatan Elektronika (Elektronic Deception). Belum


memiliki kemampuan secara optimal untuk melakukan kegiatan
manipulatif, simulatif dan imitative dikarenakan SDM belum
memiliki kualifikasi untuk kegiatan penyesatan.

c) Pencegahan elektonika. Belum optimal melakukan kegiatan


pengendalian emisi dan pengamanan transmisi terhadap siskom
sendiri/pihak kawan.

b. Dibidang Personel. Kondisi Personel yang mengawaki kegiatan Pernika


di Satuan Kewilayahan (Kodam) baik secara kuantitas maupun kualitas dapat dilihat
sebagai berikut :

1) Kuantitas. Secara kuantitas kekuatan personel satuan Pernika di


Satuan Kewilayahan saat ini baru terpenuhi + 38% belum sesuai TOP/DSPP.

2) Kualitas. Secara kualitas kemampuan personel satuan Pernika yang


ada saat ini belum dapat menjawab tantangan tuntutan tugas.

/c. Materiil…..

TERBATAS
TERBATAS
19

c. Materiil. Alat Peralatan Pernika yang ada di Satwil saat ini baik secara
kuantitas maupun kualitas belum mampu melaksanakan gelar Operasi Pernika sesuai
tuntutan tugas dan perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi, adapun alat
peralatan Pernika yang ada saat ini adalah sebagai berikut :

1) Kuantitas. Secara kuantitas Jumlah Materiil/Alat peralatan Pernika


yang dimiliki Subden Pernika Hubkostrad dan Hubkopassus baru terpenuhi + 33
% dari DSPP.

2) Kualitas. Kemampuan Alat peralatan Pernika Subden Pernika


Denhub Hubdam secara umum baik kuantitas maupun kualitas belum mampu
melaksanakan gelar Operasi Pernika serta satuan yang didukung dalam
bentuk :

a) Alat peralatan Pernika Awal :

(1) Monitoring dan Observasi/MONOBS. Secara kualitas


belum memiliki kemampuan secara cepat dan tepat.

(2) Pencarian pemancar gelap (DF). Secara kualitas cukup


mampu untuk melakukan kegiatan mengobservasi dan
menentukan lokasi sumber pancaran GEM lawan, Merekam,
menganalisa dan menyajikan data lokasi lawan yang diperoleh.

b) Alat Peralatan Perlawanan Elektronika menggunakan Jammer


Secara kualitas belum memiliki kemampuan untuk melaksanakan
kegiatan Jamming pemancar lawan dengan daya pancar sebesar 10.000
Watt.

/d. Bidang Peranti Lunak…..

TERBATAS
TERBATAS
20

d. Bidang Peranti Lunak.

1) Kuantitas. Secara kuantitas jumlah Peranti lunak yang ada sangat


kurang terutama mengenai tata cara/ teknik penyelenggaraan Pernika dan cara
mengoperasionalkan alat peralatan Pernika.

2) Kualitas. Secara kualitas Peranti lunak yang ada dan yang digunakan saat
ini masih mengacu kepada bujuk-bujuk yang lama dan belum disesuaikan dengan
perkembangan teknologi dan dinamika tugas satuan Pernika dilapangan.

13. Permasalahan. Adapun permasalahan yang timbul saat ini adalah sebagai
berikut:

a. Organisasi yang menangani kegiatan Pernika saat ini belum berjalan sesuai
dengan yang diharapkan.

b. Personel yang mengawaki kegiatan Pernika masih memiliki kemampuan yang


sangat terbatas.

c. Alat peralatan Pernika yang ada terbatas hanya pada kegiatan monitoring dan
observasi saja dan Peranti lunak yang ada disatuan jumlahnya relatif terbatas.

d. Peranti lunak yang ada saat ini jumlahnya relatif terbatas.

/BAB IV…..

TERBATAS
TERBATAS
21

BAB IV
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH

14. Umum. Keberhasilan dan kegagalan kegiatan Pernika yang dilakukan tidak luput
dari faktor-faktor yang mempengaruhi, baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Hal ini
harus benar-benar dicermati dan diwaspadai agar dengan mengetahui faktor-faktor tersebut,
kita dapat mengantisipasi kendala-kendala yang ada yang akan muncul, sehingga
pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai rencana. Sistem elektronika menjadi bagian
penting dari setiap pertempuran, baik di darat, di laut maupun di udara. Perang modern
ditandai oleh penggunaan berbagai persenjataan canggih sebagai hasil rekayasa elektronika,
sehingga pihak yang mampu menguasai teknologi dan memanfaatkan spektrum gelombang
elektromagnetik serta unggul dalam pengendalian senjata khususnya sistem elektronika
canggih dapat memenangkan pertempuran. Alat peralatan Pernika TNI AD belum mampu
untuk menuju ke arah perang modern, hal tersebut dikarenakan masih ada beberapa faktor
yang berpengaruh secara langsung terhadap pengadaan alat peralatan dan peningkatan
sumber daya manusia.

15. Faktor Eksternal.

a. Peluang.

1) Kebijakan Kasad. Kasad selaku penentu kebijakan di lingkungan TNI


AD telah menetapkan bahwa Perhubungan dengan sub-subnya merupakan
salah satu fungsi tehnis militer TNI AD yang bertanggung jawab dalam
penyelenggaraan dukungan Perhubungan khususnya yang berhubungan
dengan kegiatan Pernika, Kebijakan ini merupakan peluang bagi satuan
Perhubungan dalam melaksanakan kegiatan Pernika.

2) Penguasaan teknologi elektronika. Kemampuan penguasaan teknologi


yang dimiliki setiap prajurit Hubad dalam penyelenggaraan dukungan kegiatan

/Pernika…..

TERBATAS
TERBATAS
22

Pernika saat ini juga merupakan peluang dalam mengembangkan kemampuan


nya.

b. Kendala.

1) Organisasi yang menangani kegiatan pernika saat ini belum berjalan


sesuai dengan yang diharapkan.

2) Personel yang mengawaki kegiatan Pernika masih memiliki kemampuan


yang sangat terbatas dan ketertinggalan Teknologi.

3) Alat peralatan Pernika yang ada terbatas hanya pada kegiatan


monitoring dan observasi saja dan Piranti lunak yang ada disatuan jumlahnya
relatif terbatas yang berakibat pada kemauan untuk mengembangkan
kemampuan relatif terbatas.

16. Faktor Internal.

a. Kekuatan.

1) Semangat yang ada pada diri prajurit Hubad yang membidangi kegiatan
Pernika yang dilandasi oleh nilai kejuangan yang tinggi merupakan modal dasar
bagi upaya peningkatan kemampuan dukungan Pernika TNI AD.

2) Dengan berbekal pengalaman yang dimiliki oleh setiap prajurit dengan


melaksanakan penugasan didaerah operasi yang bervariasi merupakan
kekuatan yang dapat dikembangkan dalam meningkatkan kualitas prajurit
khususnya di bidang Pernika.

/b. Kelemahan…..

TERBATAS
TERBATAS
23

b. Kelemahan.

1) Kondisi Mental. Kondisi mental prajurit Hubad yang tercermin dalam


sikapnya didalam menghadapi situasi yang berkembang dapat terlihat dari
aspek moral, moril dan disiplin yang dilandasi mental yang baik.

2) Sarana dan Prasarana pendukung. Terbatasnya sarana dan


prasarana yang ada saat ini dihadapkan dengan banyaknya permasalahan
menyebabkan program kegiatan Pernika dalam mendukung tugas Pokok TNI
AD kurang optimal.

/BAB V…..

TERBATAS
TERBATAS
24

BAB V
KONDISI GELAR KEMAMPUAN DUKUNGAN PERNIKA YANG DIHARAPKAN

17. Umum. Dari beberapa wacana yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya,
tentunya sangat diharapkan bahwa TNI AD dapat memiliki kemampuan Pernika yang dapat
menjawab tantangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari ancaman perang
modern di masa depan dengan memiliki semua kemampuan Pernika baik Pernika Awal,
Wannika maupun Gahwannika yang memiliki kemampuan pada pemenuhan minimal yaitu
kemampuan Pernika Awal minimal pada tingkat mampu memonitor, menyadap,
mengobservasi, mencari lokasi pemancar Radio komunikasi, selanjutnya Kemampuan
Wannika minimal pada tingkat mampu menyelenggarakan jamming dan despsi terhadap pita
frekuensi VLF s/d EHF dan Kemampuan Gahwannika minimal pada tingkat mampu
menyelenggarakan anti Jamming, anti sadap dan anti desepsi.

18. Gelar kemampuan Pernika di tingkat Mabesad.

a. Organisasi. Dithubad selaku pembina fungsi teknik Pernika ditingkat


Pusat mempunyai peranan yang cukup dalam proses meningkatkan kualitas Sumber
Daya Manusia dan berkewajiban memikirkan tentang Organisasi Pernika, guna
terselenggaranya kegiatan Pernika yang handal dalam rangka mendukung tugas-tugas
TNI AD dalam menjawab tantangan perkembangan situasi yang ada saat ini dan yang
akan datang maka diperlukan adanya perubahan pada organisasi khususnya satuan
Pernika dan satuan-satuan Perhubungan secara umum. Adapun kondisi Pernika
yang diharapkan adalah adanya perubahan pada susunan organisasi yang semula
Kipernika terdiri dari Kelompok komando, Peleton Nitob, Peleton DF dan Peleton
Gusat diharapkan menjadi Pokko dan adanya 3 Ton Pernika yang masing-masing
berjumlah 28 orang dengan kemampuan terbatas bidang Pernika.

/b. Personel…..

TERBATAS
TERBATAS
25

b. Personel. Kondisi Personel yang mengawaki kegiatan Pernika ditinjau dari


kuantitas maupun kualitas diharapkan sebagai berikut :

1) Kuantitas. Secara kuantitas diharapkan jumlah personel mencapai


minimal 85 % DSPP.

2) Kualitas. Secara kualitas untuk dapat menjawab tantangan tugas


saat ini dan pada masa mendatang diharapkan personel satuan Pernika
memiliki kemampuan 85% dan mempunyai kualifikasi kursus Pernika adapun
permasalahan yang ada pada saat ini diharapkan dapat terpecahkan.

c. Materiil. Kebutuhan perang elektronika abad mendatang adalah suatu


kebutuhan dimana Pernika berperan secara optimal yang mampu mendukung tugas
TNI AD dalam mengganggu komlek musuh/lawan dan mampu menjamin keunggulan
penggunaan spectrum GEM untuk memperbesar daya tempur sendiri dan
memperlemah daya tempur musuh/lawan, Untuk memenuhi kebutuhan Perang
Elektronika tersebut, maka diperlukan Alat peralatan Pernika yang dapat diandalkan
sebagai berikut :

1) Kuantitas. Secara kuantitas Jumlah Materiil/Alat peralatan Pernika


yang dimiliki Yonhub Dithubad diharapkan terpenuhi + 85% dari TOP/DSPP
antara lain :

a) Peralatan Pernika Awal yang digunakan adalah radio Detection


and Ranging (Radar) termasuk radar untuk navigation and Ranging
(Sonar), Infra Red (IR), Electo Optic (EO) Sistem dan Stealth Technologi.

b) Peralatan Wannika yang digunakan adalah jammer pada masing-


masing sistem, misalnya untuk menjamming sistem kendali tembak
digunakan jammer remote control dan sebagainya. Hacking digunakan
untuk merusak sistem komputer lawan dengan mengacaukan penak
/masa inkubasi…..

TERBATAS
TERBATAS
26

masa inkubasi virus ada yang cepat, sedang dan lambat.

2) Kualitas. Secara kualitas Alat peralatan Pernika yang diharapkan


adalah terpenuhinya kemampuan + 85%.

d. Peranti Lunak. Dukungan kelengkapan perangkat Pernika sangat penting


guna menunjang pelaksanaan gelar Pernika TNI AD, perlu adanya suatu sistem
terpadu dan produk yang dihasilkan lebih optimal, dan pengadaan perangkat-
perangkat baru yang labih modern dengan sistem yang lebih canggih sangat
diharapkan. Hal itu merupakan salah satu penentu lancar atau tidaknya komando dan
pengendalian yang dilaksanakan dalam suatu operasi tempur. Selain itu, dengan
menggunakan perangkat-perangkat modern, diharapkan militer kita dapat
menghadapi gangguan musuh terhadap sistem Pernika TNI AD.

1) Kuantitas. Secara kuantitas jumlah Piranti lunak yang ada disatuan


Pernika diharapkan dapat terpenuhi sesuai dengan kebutuhan saat ini dan saat
mendatang.

2) Kualitas. Secara kualitas Peranti lunak yang diharapkan adalah


Peranti lunak yang dapat diaplikasikan pada operasi Pernika yang sebenarnya.

19. Gelar kemampuan Pernika di Satuan Tempur.

a. Organisasi. Organisasi Satuan Pernika ditingkat Kostrad dan Kopassus


dihadapkan tuntutan tugas saat ini dan tantangan tugas yang akan datang idealnya
memiliki satuan Pernika setingkat Detasemen Pernika Hubkostrad dan Subden Pernika
Hubkopassus.

/b. Personel…..

TERBATAS
TERBATAS
27

b. Personel. Kondisi Personel yang mengawaki kegiatan Pernika ditinjau dari


kuantitas maupun kualitas diharapkan sebagai berikut :

1) Kuantitas. Secara kuantitas diharapkan jumlah personel mencapai


minimal 85 % DSPP.

2) Kualitas. Secara kualitas untuk dapat menjawab tantangan tugas


saat ini dan pada masa mendatang diharapkan personel satuan Pernika
memiliki kemampuan minimal 85% dari TOP/DSPP.

c. Materiil.

1) Kuantitas. Secara kuantitas Jumlah Materiil/Alat peralatan Pernika


yang dimiliki Satuan Pernika di Kostrad maupun Kopassus diharapkan
terpenuhi + 85% dari TOP/DSPP antara lain :

a) Peralatan Pernika Awal yang digunakan adalah radio Detection


and Ranging (Radar) termasuk radar untuk navigation and Ranging
(Sonar), Infra Red (IR), Electo Optic (EO) Sistem dan Stealth Technologi.

b) Peralatan Wannika yang digunakan adalah jammer pada masing-


masing sistem, misalnya untuk menjamming sistem kendali tembak
digunakan jammer remote control dan sebagainya. Hacking digunakan
untuk merusak sistem komputer lawan dengan mengacaukan piranti
lunaknya. Masa inkubasi virus ada yang cepat, sedang dan lambat.

2) Kualitas. Secara kualitas Alat peralatan Pernika yang diharapkan


adalah terpenuhinya kemampuan + 85%.

d. Peranti Lunak. Dukungan kelengkapan perangkat Pernika sangat penting


guna menunjang pelaksanaan gelar Pernika TNI AD. Perlu adanya suatu sistem
/terpadu…..

TERBATAS
TERBATAS
28

terpadu dan produk yang dihasilkan lebih optimal, dan Pengadaan perangkat-
perangkat baru yang labih modern dengan sistem yang lebih canggih sangat
diharapkan. Hal itu merupakan salah satu penentu lancar atau tidaknya komando dan
pengendalian yang dilaksanakan dalam suatu operasi tempur. Selain itu, dengan
menggunakan perangkat-perangkat modern, diharapkan militer kita dapat
menghadapi gangguan musuh terhadap sistem Pernika TNI AD.

1) Kuantitas. Secara kuantitas jumlah Peranti lunak yang ada disatuan


Pernika diharapkan dapat terpenuhi sesuai dengan kebutuhan saat ini dan saat
mendatang.

2) Kualitas. Secara kualitas Peranti lunak yang diharapkan adalah


Peranti lunak yang dapat diaplikasikan pada operasi Pernika yang sebenarnya.

20. Gelar kemampuan Pernika di Satuan Kewilayahan

a. Organisasi. Organisasi Satuan Pernika ditingkat Kodam dihadapkan


tuntutan tugas saat ini dan tantangan tugas yang akan datang idealnya memiliki
satuan Pernika minimal seperti yang sudah ada saat ini namun lebih ideal lagi
ditingkatkan menjadi setingkat Detasemen Pernika.

b. Personel. Kondisi Personel yang mengawaki kegiatan Pernika ditinjau dari


kuantitas maupun kualitas diharapkan sebagai berikut :

1) Kuantitas. Secara kuantitas diharapkan jumlah personel mencapai


minimal 85 % TOP/DSPP atau diperbesar menjadi Detasemen Pernika.

2) Kualitas. Secara kualitas untuk dapat menjawab tantangan tugas


saat ini dan pada masa mendatang diharapkan personel satuan Pernika
memiliki kemampuan menyelenggarakan dukungan operasi Pernika.

/c. Materiil…..

TERBATAS
TERBATAS
29

c. Materiil.

1) Kuantitas. Secara kuantitas Jumlah Materiil/Alat peralatan Pernika


yang dimiliki Satuan Pernika di Kodam diharapkan terpenuhi + 85% dari DSPP
antara lain :

a) Peralatan Pernika Awal yang digunakan adalah radio Detection


and Ranging (Radar) termasuk radar untuk navigation and Ranging
(Sonar), Infra Red (IR), Electo Optic (EO) Sistem dan Stealth Technologi.

b) Peralatan Wannika yang digunakan adalah jammer pada masing-


masing sistem, misalnya untuk menjamming sistem kendali tembak
digunakan jammer remote control dan sebagainya. Hacking digunakan
untuk merusak sistem komputer lawan dengan mengacaukan piranti
lunaknya. Masa inkubasi virus ada yang cepat, sedang dan lambat.

2) Kualitas. Secara kualitas Alat peralatan Pernika yang diharapkan


adalah terpenuhinya kemampuan + 85%.

d. Peranti Lunak.

1) Kuantitas. Secara kuantitas jumlah Peranti lunak yang ada disatuan


Pernika diharapkan dapat terpenuhi sesuai dengan kebutuhan saat ini dan saat
mendatang.

2) Kualitas. Secara kualitas Peranti lunak yang diharapkan adalah


Peranti lunak yang dapat diaplikasikan pada operasi Pernika yang sebenarnya.

/BAB-VI…..

TERBATAS
TERBATAS
30

BAB VI
OPTIMALISASI KEMAMPUAN PERNIKA TNI AD

21. Umum. Perkembangan kemampuan perang negara-negara didunia pada saat ini
menunjukan adanya pergeseran titik berat orientasi pengembangan kekuatan perang dari
kemampuan konvensional yang mengandalkan manusia menjadi kemampuan perang yang
mengutamakan teknologi perang yang ditandai oleh penguasaan ruang udara dengan
menggunakan pesawat tempur dan missil. Penguasaan ruang udara dinilai merupakan
sasaran yang sangat menentukan suatu pertempuran. Dalam rangka menguasai ruang
udara, telah dikembangkan peralatan tempur yang dikendalikan dari jarak jauh, bahkan
tanpa diawaki oleh manusia. Pengoperasian alat peralatan tersebut menggunakan GEM
sebagai media untuk menghantarkan signal perintah dari pusat kendali tempur. Memahami
pentingnya penguasaan GEM maka TNI AD khususnya, seyogjanya mulai memikirkan
kemampuan Pernika sebagai salah satu kemampuan yang bersinggungan langsung dengan
penggunaan atau penguasaan GEM. Menyadari keterbatasan negara dalam membangun
kekuatan tempur TNI dan dengan melihat keadaan kemampuan Pernika saat ini dihadapkan
dengan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam mewujudkan kemampuan Pernika yang
diharapkan maka perlu dirumuskan suatu konsep optimalisasi kemampuan dukungan
Pernika :

22. Tujuan. Mengoptimalkan kemampuan Pernika TNI AD yang ada pada saat ini
agar dapat mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD, dihadapkan dengan tuntutan tugas
saat ini dan masa yang akan datang, mewujudkan Postur Satuan Pernika yang
mengedepankan Profesionalisme.

23. Sasaran

a. Terpenuhinya organisasi satuan Pernika TNI AD sesuai TOP/DSPP atau adanya


perubahan struktur Organisasi pada Satuan Pernika yang dianggap perlu.

b. Tercapainya kemampuan Personel satuan Pernika TNI AD yang mampu

/menjawab…..

TERBATAS
TERBATAS
31

menjawab tuntutan tugas.

c. Terpenuhinya kebutuhan alat peralatan Pernika sesuai dengan standar yang


dibutuhkan saat ini.

24. Subjek.

a. Kepala Staf TNI AD (Kasad). Sebagai penentu kebijakan pembinaan


kemampuan dan kekuatan seluruh satuan jajaran TNI AD khususnya Satuan Pernika
yang berada di Mabesad, Satuan Tempur dan Satuan Kewilayahan.

b. Para Pang Kotama. Sebagai penentu kebijakan pembinaan kemampuan


dan kekuatan di satuan jajarannya dengan berpedoman kepada Kebijakan dari
Komando atas (KASAD).

c. Dan Kodiklatad. Sebagai penentu kebijakan pembinaan pendidikan latihan


dan doktrin TNI AD.

d. Dirhubad. Sebagai penentu kebijakan pembinaan fungsi teknis militer


kecabangan Perhubungan khususnya Pernika TNI AD bertanggung jawab untuk
meningkatkan profesionalisme prajurit Satuan Pernika dalam mendukung tugas-tugas
TNI AD.

e. Dan Pusdikhub. Sebagai Penyelenggara pendidikan Perhubungan TNI AD


bertanggung jawab terhadap program pendidikan khususnya pendidikan spesialisasi
Pernika.

25. Objek.

a. Kompi Pernika Yonhub Dithubad. Sebagai pelaksana fungsi teknis


pernika ditingkat Mabesad.
/b. Subden…..

TERBATAS
TERBATAS
32

b. Subden Pernika Denhub Kostrad/Hubdam, Peleton Pernika Kopassus.


Sebagai pelaksana fungsi teknis pernika ditingkat kotama.

26. Metode.

a. Reorganisasi. Metode ini dilaksanakan melalui kegiatan pembentukan


satuan Pernika yang baru/Likuidasi Organisasi.

b. Pendidikan. Melaksanakan pendidikan / kursus serta pembekalan baik


secara formal yang diadakan oleh lembaga pendidikan maupun yang dilaksanakan
oleh satuan itu sendiri terhadap semua prajurit yang membidangi kegiatan Pernika.

c. Latihan. Melaksanakan kegiatan latihan yang berhubungan dengan Pernika


sesuai dengan program yang telah diatur secara keseluruhan dengan materi latihan
teknis Pernika yang meliputi latihan Pernika awal, Perlawanan Elektronika dan
Pencegahan Perlawanan Elektronika dalam rangka meningkatkan kemampuan
personel secara terprogram yang dilaksanakan satuan itu sendiri.

d. Penataran. Melaksanakan penataran baik secara terpusat ataupun


tersebar yang berkaitan dengan pengetahuan tentang Pernika kepada satuan-satuan
Perhubungan, sehingga diharapkan dalam pelaksanaan mendukung TNI AD dapat
terlaksana dengan maksimal.

e. Pemeliharaan Materiil Pernika. Melaksanakan Pemeliharaan secara


terus menerus terhadap Alat peralatan Pernika, baik yang berada di tingkat Mabesad,
satuan tempur maupun satuan kewilayahan dengan memanfaatkan dukungan dana
pemeliharaan dari komando atas secara normatif .

/27. Sarana dan…..

TERBATAS
TERBATAS
33

27. Sarana dan prasarana.

a. Sarana.

1) Buku-buku petunjuk. Merupakan sarana dalam upaya


meningkatkan kemampuan Satuan Pernika dalam melaksanakan operasi
Pernika.

2) Alat peralatan Pernika standar kebutuhan saat ini dan yang akan datang
merupakan sarana yang baik dalam upaya meningkatkan dukungan terhadap
semua satuan jajaran TNI AD.

b. Prasarana.

1) Pusat Pendidikan Perhubungan (Pusdikhub). Menyelenggarakan


pendidikan dalam membentuk dan mengembangkan kualitas SDM/Personel
sehingga mampu mengikuti perkembangan yang terjadi dan memiliki
kemampuan mengembangkan inisiatif sesuai disiplin ilmu yang dimiliki.

2) Satuan Pernika baik yang di tingkat Mabesad, Satuan Tempur maupun


Satuan kewilayahan. Menyelenggarakan kegiatan pembinaan satuan
untuk selalu meningkatkan kemampuan dan kesiap siagaan operasional.

28. Upaya yang dilaksanakan. Setelah melalui pembahasan tentang tujuan,


sasaran, subjek, objek, metode, sarana dan prasarana dalam optimalisasi kemampuan
dukungan Pernika guna memperkuat daya tempur sendiri dalam rangka pencapaian
keberhasilan tugas pokok TNI AD selanjutnya akan digambarkan lebih jauh bagaimana
upaya yang akan dilakukan dalam rangka mengoptimalkan fungsi dan peran Pernika TNI AD
tersebut.

/a. Optimalisasi…..

TERBATAS
TERBATAS
34

a. Optimalisasi dibidang Organisasi.

1) Melaksanakan pengamatan dan pemantauan secara terus menerus


terhadap organisasi Pernika dihadapkan kepada penyelenggaraan fungsi
Pernika.

2) Mencatat dan menghimpun serta mengikuti perkembangan organisasi


Pernika baik yang berada ditingkat Mabesad, Satuan Tempur maupun Satuan
Kewilayahan.

3) Membuat kajian tentang efisiensi dan efektifitas organisasi dalam rangka


pembinaan organisasi Pernika.

4) Membuat rencana waktu tentang pelaksanaan pembinaan organisasi


satuan Pernika dengan berpedoman kepada program dari komando atas.

5) Membentuk kelompok kerja untuk menyelenggarakan kegiatan


pembinaan organisasi Pernika.

6) Menyusun naskah akademik tentang organisasi Pernika yang akan


dibenahi/dikaji.

7) Menyempurnakan organisasi dan tugas satuan Pernika yang disesuaikan


dengan situasi, kondisi dan tuntutan tugas serta perkembangan Ilpengtek.

8) Melaksanakan pengecekan di lapangan untuk mengetahui kendala-


kendala yang timbul di bidang organisasi Pernika yang menghambat dalam
penyelenggaraan fungsi Pernika.

9) Melaksanakan pengawasan secara intensif terhadap semua kegiatan


Pernika.
/10) Mencatat…..

TERBATAS
TERBATAS
35

10) Mencatat hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi…

11) Melaporkan semua permasalahan yang timbul bidang Pernika sebagai


bahan masukan bagi komando atas.

12) Melaksanakan evaluasi dan pengkajian terhadap organisasi Pernika yang


berlaku apakah masih efektif dan efisien.

13) Mengajukan Saran pada komando atas tentang rencana validasi


organisasi yang diharapkan dalam rangka optimalisasi pelaksanaan dukungan
Pernika dalam mendukung tugas pokok TNI AD.

b. Optimalisasi dibidang Personel. Dalam meningkatkan kemampuan


personel guna mengoptimalkan gelar kemampuan dukungan Pernika salah satu upaya
yang dapat dilakukan adalah dengan jalan meningkatkan kemampuan personel yang
ada di satuan agar memiliki pengetahuan dan ketrampilan teknis dalam bidang
Pernika. Metode yang dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan
personel adalah dengan jalan melaksanakan pendidikan dan latihan kepada personel
satuan Pernika baik bagi mereka yang berada di tingkat Mabesad, satuan Tempur
maupun satuan kewilayahan.

1) Pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu metode yang dapat


digunakan untuk mengoptimalkan kemampuan personel dalam mendukung
tugas pokok TNI AD dibidang Pernika, pendidikan ini berupa pendidikan formal
yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan di lingkungan TNI AD yaitu
di Pusat Pendidikan Perhubungan (Pusdikhub). Selain itu pendidikan juga
dapat dilaksanakan di satuan yang merupakan pendidikan dalam satuan untuk
memelihara dan meningkatkan kemampuan anggota satuan.
Dengan dilaksanakannya pendidikan ini diharapkan dapat mencapai sasaran
dari optimalisasi dukungan Pernika yaitu terpenuhinya personel satuan Pernika
baik secara kuantitas maupun kualitas dengan :
/a) Merencanakan.....

TERBATAS
TERBATAS
36

a) Merencanakan kegiatan pembinaan personel Pernika khususnya


tentang giliran melaksanakan pendidikan spesialisasi sesuai dengan
tataran kewenangan.

b) Melaksanakan pengamatan dan pemantauan secara terus


menerus terhadap personel satuan Pernika yang mempunyai spesialisasi
Pernika guna mendapatkan data obyektif untuk keperluan upaya
pembinaan personel.

c) Mencatat dan menghimpun personel sesuai dengan nilai dan


kriteria masing-masing yang berhubungan dengan kegiatan penyediaan,
pendidikan, penggunaan, perawatan dan pemisahan satuan Pernika.

d) Menyusun rencana waktu pelaksanaan pembinaan personel


dengan mengacu kepada pelaksanaan fungsi Pernika dan program dari
komando atas.

e) Menyusun konsep tentang penempatan bagi setiap personel yang


telah menyelesaikan pendidikan spesialisasi.

f) Menentukan dan memilih pejabat personalia sesuai dengan


kemampuan yang dimiliki, sehingga upaya pembinaan personel dapat
dilaksanakan secara baik oleh pejabat yang bersangkutan.

g) Menentukan tugas dan tanggung jawab pejabat personalia


khususnya di bidang pembinaan personel.

h) Mengendalikan dan memelihara kekuatan personel satuan Pernika

i) Menyelenggarakan pembinaan karier melalui pengarahan dan


penempatan jabatan Perwira, Bintara dan Tamtama.
/j) Menganalisa…..

TERBATAS
TERBATAS
37

j) Menganalisa dan mengevaluasi tingkat kemampuan dan


kecakapan personel satuan Pernika sesuai tugas dan jabatan masing-
masing.

k) Melaksanakan pengawasan secara intensif terhadap semua hasil


yang telah dicapai.

l) Mencatat hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan yang


dihadapi selama melaksanakan kegiatan pembinaan personel.

2) Latihan. Metode berikutnya yang dapat digunakan dalam rangka


meningkatkan kemampuan personel di satuan adalah dengan jalan
melaksanakan latihan. Latihan pada dasarnya merupakan suatu upaya,
pekerjaan dan kegiatan untuk memberikan, meningkatkan, memelihara dan
menguji kemampuan prajurit serta satuan jajaran TNI AD. 12) Guna memelihara
dan meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan dalam bidang teknis
Pernika yang telah dimiliki oleh personel satuan, perlu adanya latihan yang
dilaksanakan secara berkesinambungan sesuai dengan program latihan, yang
disesuaikan dengan bidang tugas dan jabatan yang diemban tiap-tiap personel
satuan Pernika.

a) Menyusun rencana program latihan satuan Pernika atas dasar


tujuan dan sasaran latihan satuan yang ditetapkan oleh Kotama dan
selanjutnya menjadi saran untuk menyusun program latihan Kotama.

b) Melaksanakan pengendalian operasional latihan untuk


menjamin pencapaian standard kemampuan satuan sesuai tujuan dan
sasaran yang telah ditentukan.

/3) Penataran.....

12)
Bujukin tentang Latihan TNI AD

TERBATAS
TERBATAS
38

3) Penataran. Metode lainnya yang juga dapat digunakan dalam rangka


meningkatkan kemampuan personel di satuan adalah dengan jalan
melaksanakan penataran dalam satuan. Penataran yang dilaksanakan pada
dasarnya merupakan suatu upaya, pekerjaan dan kegiatan untuk memberikan,
meningkatkan, memelihara kemampuan prajurit serta satuan jajaran TNI AD.
Guna memelihara dan meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan dalam
bidang teknis Pernika yang telah dimiliki oleh personel satuan, perlu adanya
latihan yang dilaksanakan secara berkesinambungan sesuai dengan program
latihan, yang disesuaikan dengan bidang tugas dan jabatan yang diemban tiap-
tiap personel satuan Pernika.

a) Menyusun rencana program Penataran dalam satuan atas dasar


tujuan dan sasaran Penataran .

b) Melaksanakan pengendalian operasional Penataran untuk


menjamin pencapaian standard kemampuan satuan sesuai tujuan dan
sasaran yang telah ditentukan.

c. Optimalisasi dibidang Materiil. Dalam peningkatan pembinaan materiil


Pernika dilaksanakan sesuai sasaran, tujuan dan persyaratan yang ditetapkan dengan
melalui kegiatan penilaian, penelitian, pengujian, pengkajian dan analisa serta evaluasi
yang dilaksanakan secara terus menerus, bertahap, bertingkat dan berlanjut sesuai
dengan prosedur pemeliharaan yang berlaku lain sebagai berikut :

1) Melaksanakan pengamatan dan pemantauan secara terus menerus


terhadap materiil Pernika yang dipertanggungjawabkan.

2) Mencatat dan menghimpun materiil Pernika yang dipertanggung


jawabkan kepada satuan atasannya.

/3) Menyusun …..

TERBATAS
TERBATAS
39

3) Menyusun rencana kegiatan pemeliharaan dan perawatan materiil


Pernika yang menjadi tanggung jawabnya.

4) Membuat saran diadakannya kegiatan perbaikan, pengadaan dan


penghapusan kepada Kasad.

5) Menentukan dan memilih pejabat bidang Materiil Pernika sesuai dengan


kemampuan yang dimiliki, sehingga upaya pembinaan dapat dilaksanakan
secara baik oleh pejabat yang bersangkutan.

6) Menentukan tugas dan tanggung jawab pejabat bidang materiil


khususnya di bidang pembinaan materiil Pernika.

7) Melaksanakan pemeliharaan terhadap materiil Pernika yang


dipertanggung jawabkan secara baik.

8) Membagi tugas-tugas pemeliharaan kepada segenap prajurit satuan


Pernika.

9) Mengadakan penelitian dan pengembangan terhadap materiil satuan


Pernika.

10) Melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan materiil Pernika


sesuai rencana waktu yang telah dibuat.

11) Melaksanakan pengawasan secara intensif terhadap kegiatan


pemeliharaan dan perbaikan materiil Pernika.

12) Mencatat hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi


selama melaksanakan kegiatan pembinaan materiil Pernika.

/13) Melaporkan…..

TERBATAS
TERBATAS
40

13) Melaporkan semua permasalahan yang timbul sebagai bahan masukan


bagi komando atas.

d. Optimalisasi dibidang Peranti Lunak

1) Melaksanakan Pengkajian secara terus menerus terhadap buku petunjuk


yang telah ada dan selalu mempertimbangkan serta menyesuaikan dengan
hasil umpan balik yang didapat dari para pengguna, perkembangan dan
perubahan organisasi satuan Pernika.

2) Melaksanakan studi dan pengkajian terhadap doktrin, peraturan dan


buku-buku petunjuk tentang Pernika yang ada dihadapkan dengan
perkembangan situasi dan kondisi.

3) Mencatat dan menghimpun doktrin, peraturan dan buku-buku petunjuk


tentang Pernika yang memerlukan penyempurnaan dari hasil pengkajian.

4) Membuat saran diadakannya kegiatan revisi/penyempurnaan terhadap


doktrin, peraturan dan buku-buku petunjuk tentang Pernika yang sudah tidak
layak.

5) Membentuk tim kelompok kerja revisi peranti lunak yang diperlukan


sesuai program dari komando atas.

6) Menentukan tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota


kelompok kerja.

7) Menyelenggarakan rapat/diskusi kelompok kerja untuk membahas hal-


hal yang bersifat perlu adanya pemecahan bersama.

8) Mencatat dan merekap semua data dan keterangan hasil diskusi/rapat.


/9) Menyusun…..

TERBATAS
TERBATAS
41

9) Menyusun naskah doktrin, peraturan dan buku-buku petunjuk tentang


Pernika sesuai dengan bidang/materi yang akan dikaji.

10) Melaksanakan uji teori sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

11) Melaksanakan pengawasan secara intensif terhadap semua hasil


pelaksanaan uji teori dan tindak lanjut kegiatan pengkajian.

/BAB-VII…..

TERBATAS
TERBATAS
42

BAB VII
PENUTUP

29. Kesimpulan.

a. Kemampuan Pernika TNI AD saat ini secara organisasi masih sangat


memprihatinkan, sehingga gelar Pernika belum dapat dilaksanakan secara optimal, hal
ini tentunya merupakan suatu kendala dalam mendukung kelancaran pelaksanaan
tugas pokok TNI pada umumnya dan TNI AD pada khususnya, yang akhirnya akan
menimbulkan kerawanan terhadap sistem pertahanan negara kita, sehingga
diperlukan saran pemenuhan organisasi yang ada saat ini baik Personel maupun
Materiil sesuai TOP/DSPP atau perlu reorganisasi satuan yang ada menjadi satu
tingkat lebih tinggi dari sebelumnya.

b. Kondisi Personel yang mengawaki kegiatan Pernika dirasakan belum sesuai


dengani yang diharapkan sehingga diperlukan personel-personel yang mampu
mengawaki kegiatan Pernika yang ada dengan cara memberikan kesempatan bagi
personel yang ada saat ini untuk mengikuti pendidikan, latihan dan penataran sesuai
dengan bidang keahliannya.

c. Dukungan materiil berupa perangkat-perangkat Pernika bagi TNI AD masih


sangat terbatas jumlahnya dan pendistribusiannya seringkali hanya kepada satuan
satuan tertentu saja, sehingga diperlukan upaya peningkatan melalui pengadaan alat
peralatan Pernika yang baru yang disesuaikan dengan standar kebutuhan saat ini
serta dengan memanfaatkan alat peralatan / materiil yang ada saat ini secara optimal
dengan menyadari pentingnya pemeliharaan terhadap alat peralatan Pernika tersebut.

d. Wacana tentang perang teknologi sebagai konsep masa depan perlu lebih
diwaspadai, karena saat ini hampir semua negara maju telah melaksanakan kegiatan
tersebut, bukan tidak mungkin dalam waktu-waktu ke depan Indonesia menjadi
sasaran dan korban dari perang tersebut.

/28. Saran…..

TERBATAS
TERBATAS
43

30. Saran

a. Perlu adanya perubahan pada beberapa organisasi yang mengawaki kegiatan


Pernika dengan melaksanakan validasi pada organisasi baik satuan Pernika yang ada
di tingkat Mabesad, satuan Tempur maupun satuan kewilayahan.

b. Kemampuan para personel / prajurit TNI AD, khususnya yang mengawaki


perangkat-perangkat Pernika modern perlu lebih ditingkatkan, salah satunya dengan
memberikan motivasi bila anggota mendapatkan kesempatan sekolah atau kursus ke
negara-negara berteknologi maju.

c. Dukungan alat peralatan perangkat Pernika baru yang modern dan canggih
sangat diperlukan dalam menjawab tantangan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi dewasa ini.

d. Perlunya revisi-revisi pada beberapa peranti lunak yang dianggap perlu adanya
perubahan disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini.

Demikian gambaran penulis tentang upaya meningkatkan kemampuan Pernika TNI AD


untuk memperkuat daya tempur sendiri dalam mengantisipasi perang teknologi di masa
depan dengan harapan agar para pembaca, khususnya pimpinan atas dapat mengambil
kebijaksanaan yang tepat guna mewujudkan profesionalisme TNI AD dalam bidang Pernika.

Bandung, Oktober 2006


PENULIS

HAGUSTONO DWI DOSO WARSO


MAYOR CHB NRP 1900025760865

TERBATAS