Anda di halaman 1dari 3

Cara Membuat Nota Retur PPN dan PPnBM

Pertanyaan :

1. Apakah dalam Nota Retur diperbolehkan merujuk kepada 2


nomor Faktur Pajak atau lebih dalam satu Nomor Nota Retur ?

2. Bagaimana perlakuan atas Nota Retur jika barang yang diretur


melebihi barang yang dibeli ?

Jawaban :

Nota Retur dibuat apabila Barang Kena Pajak dikembalikan (retur)


oleh Pembeli dan dapat mengurangi Pajak Keluaran dan PPnBM yang
terutang oleh penjual dan mengurangi :

 Pajak Masukan dari Pengusaha Kena Pajak Pembeli, dalam hal


Pajak Masukan atas Barang Kena Pajak yang dikembalikan telah
dikreditkan.

 Biaya atau harta bagi Pengusaha Kena Pajak Pembeli, dalam


hal pajak atas Barang Kena Pajak yang dikembalikan tersebut
tidak dikreditkan dan telah dibebankan sebagai biaya atau telah
ditambahkan (dikapitalisasi) dalam harga perolehan harta
tersebut; atau

 Biaya atau harta bagi Pembeli yang bukan Pengusaha Kena


Pajak dalam hal Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak
Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas
Barang Kena Pajak yang dikembalikan tersebut telah dibebankan
sebagai biaya atau telah ditambahkan (dikapitalisasi) dalam
harga perolehan harta tersebut.

Pengembalian Barang Kena Pajak dianggap tidak terjadi dalam hal


Barang Kena Pajak yang dikembalikan diganti dengan Barang Kena
Pajak yang sama, baik dalam jumlah fisik, jenis maupun harganya
sehingga tidak perlu dibuat Nota Retur.

Pembeli harus membuat dan menyampaikan nota retur kepada


Pengusaha Kena Pajak Penjual pada saat Barang Kena Pajak
dikembalikan.
Bentuk dan ukuran nota retur dibuat sesuai dengan kebutuhan
administrasi Pembeli
Nota retur paling sedikit harus mencantumkan:

o nomor urut nota retur.

o nomor, kode seri, dan tanggal Faktur Pajak dari Barang


Kena Pajak yang dikembalikan

o nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak Pembeli.

o nama, alamat, Nomor Pokok Wajib Pajak Pengusaha Kena


Pajak Penjual

o jenis barang, jumlah harga jual Barang Kena Pajak yang


dikembalikan

o Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Kena Pajak yang


dikembalikan, atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak
Penjualan atas Barang Mewah atas Barang Kena Pajak yang
tergolong mewah yang dikembalikan.

o tanggal pembuatan nota retur

o nama dan tanda tangan yang berhak menandatangani


nota retur

Kesimpulan :
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa nota retur
dibuat untuk setiap Faktur Pajak, jadi tidak boleh satu nota retur
dibuat untuk dua atau lebih faktur pajak.

Nota retur dibuat maksimal sebesar barang yang dibeli, kalau


melebihi barang yang dibeli harus dibuatkan nota retur baru.

Referensi :

 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang PPN dan PPnBM

 Peraturan Menteri Keuangan No.65/PMK.03/2010 tentang Tata


cara pengurangan PPN dan PPnBM atas Barang Kena Pajak yang
dikembalikan dan PPN atas Jasa Kena Pajak Yang dibatalkan.
January 25, 2016 / Perpajakan / Tags: Perpajakan, Pertanyaan