Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN BBDM

Skenario 4 Modul 6.1

“SEORANG IBU HAMIL DENGAN KELUHAN


ADA INFEKSI DI JALAN LAHIR”

Disusun oleh:
Kelompok BBDM 14
Angkatan 2016

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2019
No. NIM Nama Tanda Tangan
1. 22010116130214 Agung Satria Winahyu

2. 22010116130215 Della Amanda

3. 22010116130216 Titisari Wardani

4. 22010116130224 Nadia Dwi Rahmawati

5. 22010116140225 Syarifah A Mansur

6. 22010116140226 Putri Nurwidayaningtyas

7. 22010116140234 Akhiar Mar’i

8. 22010113140168 Devitra Harmen

9. 22010116120007 Farah Alya Ramadhania

10. 22010116120008 Julsyawiah Novthalia

Dosen Pendamping
BBDM Skenario 2 Modul 6.1

dr. Ariosta
SKENARIO 4

SEORANG IBU HAMIL DENGAN KELUHAN ADA INFEKSI DI JALAN LAHIR

Seorang perempuan G1P0A0, 18 tahun, hamil 9 bulan, datang ke puskesmas membawa surat
rujukan bidan dengan terdapat infeksi condiloma akuminata di bibir kemaluan. Pada saat ini ibu
tersebut datang untuk pemeriksaan kehamilan usia 36 minggu dengan didampingi suami. Sejak 3
bulan terakhir pasien mengeluh sering diare dan muncul sariawan di rongga mulut.

Puskesmas dengan layanan VCT (voluntary counselling test) memiliki program PMTCT/PPIA
(Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak). Dokter puskesmas dengan adanya
program PITC (provider-initiated HIV testing and counselling) memberi konseling untuk
pemeriksaan tes HIV di klinik VCT. Setelah 1 minggu kemudian hasil tes anti HIV dinyatakan
reaktif.

Pasien khawatir jika bayinya tertular HIV. Saat ini datang ke puskesmas tempat anda bertugas
hendak konsultasi mengenai kehamilannya dan cara mencegah penularan HIV ke bayinya.

Riwayat Sosial : suami bekerja sebagai penjaga keamanan tempat hiburan malam
(tampak bertato di beberapa bagian tubuh)
Keadaan Umum : baik, kesadaran kompos mentis
TD : 110/70
Nadi : 84 kali per menit
Frekuensi Nafas : 37.2 celcius
Pemeriksaan obstetri : janin tunggal intra uterin letak kepala taksiran berat janin 1550
gram
Denyut jantung janin : 140 kali per menit
Status genitalis : tampak lesi papiloma bergerombol di vulva dekstra

Kata kunci: hamil, HIV/AIDS, ARV, PITC, VCT, PPIA/PMTCT, condiloma akuminata

I. Terminologi
1. VCT:
Voluntary Counselling Test adalah layanan konseling dan tes HIV yang dilakukan secara
aktif oleh klien yang dilakukan oleh konselor.
2. Condiloma akuminata:
Infeksi menular seksual yang disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11 dengan UKK papiloma
berbagai bentuk dengan kejadian terbanyak pada wanita.
3. PITC:
PITC adalah provider-initiated testing and counselling, yaitu merupakan suatu tes atau
konseling HIV. Tes ini akan dibawahi oleh fasilitas kesehatan.
4. PPIA/PMTCT:
PMTCT adalah program pencegahan penularan HIV yang dibuat oleh pemerintah untuk
mencegah penularan dari ibu ke bayi. PMTCT dapat dilakukan pada fase kehamilan,
persalinan, maupun fase menyusui.

II. Rumusan Masalah


1. Bagaimana interpretasi pemeriksaan obstetri dan pemeriksaan fisik pada ibu hamil
tersebut?
2. Apa hubungan antara keluhan ibu hamil dengan pekerjaan suami? Bagaimana edukasi
dokter kepada pasutri?
3. Apakah ada hubungan keluhan ibu hamil dengan status HIV pada ibu hamil tersebut?
4. Apa yang harus dilakukan dokter agar bayi yang dikandung oleh ibu tersebut tidak
tertular HIV?
5. Apa perbedaan VCT dan PITC?

III. Hipotesis
1. KU, TD, HR, suhu, FR: normal
Pemeriksaan obstetri juga menunjukkan presentasi normal
Berat badan janin di bawah normal (1550 gram) dan tergolong rendah
BBLR terjadi karena pada saat terinfeksi, hormon HCG melindungi janin. HCG
menghambat penetrasi virus dan juga menginduksi apoptosis sel yang terinfeksi
sehingga bisa terjadi malnutrisi. Akibat malnutrisi ini menyebabkan BBLR.
IUGR (intra-uterine growth retardation) karena insufisiensi plasental akibat kondisi
immunocompromised.
2. Penularan HIV dapat ditularkan secara seksual ataupun jarum suntik. Suami pada kasus
memiliki risiko tertular melalui jarum suntik, serta suami bekerja di klub malam sehingga
ada risiko suami memiliki partner seksual selain istrinya yang kemudian menularkan
HIV.
Edukasi yang diberikan pada pasutri adalah pengobatan secara tepat dan memutuskan
pola penularan penyakit HIV. Pengobatan dilakukan pada suami dan isteri, tidak hanya
istri saja, supaya tidak terjadi pingpong phenomenon.
3. Pada skenario diketahui bahwa ibu mengalami condiloma akuminata, diare dan sariawan.
Apabila menderita HIV mudah mengalami infeksi mikroorganisme akibat sistem
imunnya yang menurun. Salah satunya adalah pada saluran cerna sehingga akan
mengakibatkan diare dan sariawan yang merupakan termasuk tanda infeksi HIV pada
derajat 2. Karena keadaan imunosupresi dari ibu, mengakibatkan infeksi bagian-bagian
yang vaskularisasinya banyak (salah satunya pada bagian mukosa vagina) sehingga
terjadi condiloma akuminata.
4. Terapi ARV (anti retro virus) agar virus ditekan dan bayi tidak terkena. Terapi ARV
dilakukan selama kurang lebih 3-6 bulan agar bayi tidak tertular. ARV diberikan pada ibu
pada saat late pregnancy sampai delivery, untuk bayi diberikan dari lahir sampai 6
minggu.
Persalinan dilakukan dengan Sectio Caesaria. Tetap diberikan ARV berupa zidovudine
IV 3 jam pre-operasi sampai selama operasi hingga selesai.
Pemberian profilaksis, ASI, dan skrining neonatus berkala dilakukan untuk
menghindarkan penularan HIV kepada bayi.
Efaviren tidak boleh diberikan pada trimester 1 karena bersifat teratogenik.
5. VCT volunter oleh pasien, PITC diminta oleh provider.
VCT lebih menekankan pada pencegahan penularan HIV melalui pengkajian faktor
risiko, perubahan perilaku dan tes HIV serta peningkatan kualitas hidup, sedangkan PITC
lebih ke penekanan diagnosis HIV untuk penatalaksanaan yang tepat bagi penderita HIV
dan rujukan.

IV. Peta Konsep


Perempuan hamil,
18 tahun, G1P0A0

Gejala

Kondiloma Sariawan Diare


akuminata

Infeksi

Risiko
Ibu Hamil
penularan
HIV (+)
dari suami

Etiologi,
Gejala & Diagnosis Penatalaksanaan
faktor risiko
komplikasi (Anamnesis, PF, PP)

Patofisiologi Medikamentosa Non-Medikamentosa


V. Sasaran Belajar
1. Diagnosis HIV/AIDS pada kehamilan
2. Pelaksanaan PITC
3. Pelaksanaan PMTCT
4. Cara pemberian ARV pada ibu hamil dengan HIV/AIDS
5. Cara persalinan pada ibu hamil dengan HIV/AIDS
6. Pemberian ASI pada bayi yang lahir dari ibu dengan HIV/AIDS
7. Tatalaksana dan rujukan kehamilan dengan HIV/AIDS
8. Edukasi dan konseling kontrasepsi pada ibu dengan HIV/AIDS