Anda di halaman 1dari 64

s Tim Penulis BRDST

MEMBANGUN
PABRIK
Biodiesel
SKALA,KECIL
MTfutgINGUN

PABRTK
BTODIESEL
Srnre Ktcrr

Tim Penulis BRDST

,ffi
Penebor Swodoyo
MEMBANGUN PABRIK BIODIESEL SKALA KEFIL
l
N{[LIK l!-rr
Penyusun:
'l-im
i Sadan PcrPrrstakaau
Penulis BRDSI
,,[l,r li.:'rttsiDarr
Foto sampul: !r'i;:;::ilt'tr .ie ,r,,; ] ,,aruo
Surip Prayugo

Foto ilustrasi:
Surip Prayugo, Koleksi BRDST, lndra Adiwena
Y9 799 / b?F/ ?/og
,, .j
Daftar Isi
Penerbit:
Penebar Swadaya
Wisma Hiiau Jl. Raya Bogor Km.30 Mekarsari, Cimanggis, Depok 16952
Telp. (021 ) 8729060, 8729061 Fax. (021) 877 1 1277
Hltpr/www. penebar-swadaya.com
E-mail : ps@penebar-swadaya.com
Pemasaran: Niaga Swadaya, Jl. Gunung Sahari lll/7, Jakarta 10610
Telp. (021) 4204402,4255354; lax. (0211 4214821

Cetakan:
l. Jakarta 2008

Kata Sambutan,3
Editor:
Surrp Prayugo
Prakata, 5
Desain sampul
Emha Riski.

Lay outisi:
Bab r. Alternatif Itu Bernama Biodiesel, 7
Mulyana A. Bahan Bakar Minyak dan Kebutuhan Nasional, B
B. Kebijakan Energi Indonesia, rz
E XXXV/I219/2008
C. Apa itu Biodiesel?, rz
D. Bahan Baku Biodiesel, 16
Perpustakaan Nasional: katalog dalam terbitan (KDT)

Tim Penulis BRDST


Membangun pabrik biodiesel skala kecil / Trm Penulis BRDST
Bab z. Prospek Pasar Biodiesel, 22
- Cet. l. - Jakarta: Penebar Swadaya, 2008.
iv + 124 hlm.; ilus.; 23 cm.
A. Penyediaan Biodiesel, z3
B. Proyeksi Konsumsi Biodiesel, z5
Bibliograli:hlm. 116
tsBN 979-002-357-X

1. Teknologi nonbudidaya l. Judul


Bab 3. Analisis dan Perencanaan Proyek, z7
A. Penentuan Lokasi, z7
B. Kapasitas dan Jenis Bahan Baku yang Digunakan, z9
C. Penentuan Teknologi Proses,3o
D. Bahan Kimia yang Digunakan, 38
Kata
Bab 4. Rancang Bangun Pabrik,47
A.
B.
Desain Rancang Bangun Konseptual,48
Desain Rancang Bangun Detail, 7o
Sambutan
Kepala Badan Pengkajian
Bab 5. Konstruksi dan Pengoperasian Pabrik, 97 dan Penerapan Teknologi
A. Konstruksi Pabrik, 97
B. Prosedur Pengoperasian Pabrik, 98
C. Manajemen dan Operasi, ro6

Bab 6. Analisis Finansial, rro


A. Estimasi Biaya Pembangunan Pabrik, rro
B. Estimasi Biaya Produksi, rrr
C. Analisa Keuntungan (ProrttabilitA Analysis), rt4
D. Analisa Sensitivitas, rr4

Daftar Pustaka, 116


ssalamu' alaikum W ar ahmatullahi W ab ar akatuh.
Dengan memanjatkan puji dan sy,ukur ke hadirat Allah SWT,
Daftar Istilah dan Singkatan, 118
saya menyambut gembira terbitnya b:uk.u Membongun Pabrik
Biodiesel Skala Kecilini. Publikasi ini merupakan salah satu
Indeks, rzo
bentuk pertanggungjawaban BPPT kepada masyarakat dalam
menyebarkan teknologi pembuatan bahan bakar nabati (BBN)
yang dapat diaplikasikan secara langsung sebagai energi alternatif
pengganti bahan bakar minyak fosil.
Biodiesel yang bersumber dari minyak nabati dikembangkan
di BPPT sejak tahun zooo, mulai dari tahapan riset (reseorch),
kemudian dilanjutkan dengan pengembang an (deuelopment),
perekayasaan (engineering), dan penerapan (operotrbn). Buku
yang berisi uraian detail teknis mengenai tahapan perekayasaan
pabrik biodiesel skala kecil hasil pengembangan para perekayasa
BRDST-BPPT ini menjadi contoh salah satu hasil kegiatan
litbang (penelitian dan pengembangan) yang telah mencapai
tahap penerapan. Buku ini diharapkan dapat mendorong para
perekayasa lainnya untuk mulai menyebarkan hasil penelitiannya
yang telah siap diaplikasikan di masyarakat dalam bentuk buku
atau bentuk transfer informasi teknologi lainnya.
Prakata
Akhir kata, semoga buku ini dapat bermanfaat dalam
meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, kemandirian
energi, dan menumbuhkan kegiatan ekonomi di daerah-daerah
yang memiliki potensi bahan baku biodiesel dan industri
manufaktur yang sedang berkembang.
Wassalamu' alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jakarta, Mei zoo8


Kepala BPPT,

esuai dengan judul dari buku ini, yainMembangun Pabrik


Biodiesel Skala Kecil maka pada buku ini akan diuraikan
secara detail masing-masing tahapan desain untuk suatu pabrik
Prof. Ir. Said D..Ienie Sc.D.
biodiesel kapasitas kecil, dalam hal ini akan diambil kasus pabrik
biodiesel dengan kapasitas r5o Ll batch.
Puji syrkur kami panjatkan kepada Allah SWT karena
atas izin-Nyalah, bukuini akhirnya dapat selesai disusun,
setelah beberapa waktu tertunda akibat kesibukan tim dalam
melalaanakan kegiatan rutinnya, walaupun sebetulnya bahan-
bahan berupa kajian, data lapangan, dan ilustrasi-ilustrasi teknis
sudah cukup lama tersedia. Tentunya buku ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari berbagai kalangan
untuk perbaikan sangat ditunggu.
Pada kesempatan ini, penlusun ingin mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terkait
dengan dapat diterbitkannya buku ini, terutama kepada Menristek
Bapak Dr. Kusmayanto Kadiman dan kepala BPPT Bapak Prof.
Said D. Jenie beserta jajarannya atas dukungan menjadikan
biodiesel sebagai salah satu program prioritas di BPPT sehingga
hasil penelitian tim biodiesel BRDST-BPPT dapat diaplikasikan
langsung di masyarakat. Kepada teman-teman di Forum Biodiesel ffimfo &
Indonesia (FBI) yang sejak tahun zooz telah melalui masa-masa
sulit bersama dalam usaha memperkenalkan biodiesel ke semua
pihak terkait. Kepada PT. Toyota futra Motor dan PT. Panda
Alternatif Itu
Motor atas bantuan dan kerja samanya dalam pengujian biodiesel
pada mesin kendaraan diesel. Kepada teman-teman di Balai
Bernama Biodiesel
Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP-BPPT) yang telah
memberikan tempat berteduh sementara ketika BRDST-BPPT
belum memiliki fasilitas uji sendiri. Terima kasih juga kami rbatasnya sumber daya minyak dan kemampuan kapasitas
sampaikan kepada pihak PT. Pertamina atas kerja samanya selama kilang di dalam negeri telah menjadikan sekitar 5o%
ini dan akhirnya mau menerima secara teknis produk biodiesel pemenuhan kebutuhan bahan bakar solar nasional harus
untuk resmi dijual secara komersial. Ucapan terima kasih juga dilakukan melalui impor. Hal ini menjadi persoalan yang perlu
disampaikan kepada semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan mendapat perhatian khusus mengingat solar merupakan salah satu
satu persatu. tulang punggung sektor transportasi, industri, dan pembangkitan
Tidak lupa, kami ucapkan terima kasih kepada teman- listrik. Salah satu upaya yang dapat ditempuh dengan segera men-
teman seperjuangan di tim biodiesel BRDST*BPPT yang di substitusi minyak solar tersebut dengan bahan bakar alternatif ter-
sela-sela kesibukannya masih dapat menyempatkan diri untuk barukan yang bahan bakunya banyak terdapat di tanah air. Bahan
mengumpulkan data serta membagi pengetahuan dan pengalaman bakar alternatiftersebut antara lain adalah biodiesel.
sehingga buku ini tersusun. Semoga tim tetap solid dan tidak
pernah lelah untuk terus konsisten melakukan penelitian dan Solor. Seiouh ini diperoleh dori
pom bensin
pengembangan untuk mendapatkan proses pembuatan biodiesel
yang optimal dengan kualitas yang lebih baik.
Semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua.

Jakarta, Juli zoo8


Kepala Balai Rekayasa Disain dan Sistem Teknologi

Ir. Soni Solistia Wirawan, M.Eng.


A. Bahan Bakar Minyak dan Kebutuhan Kemampuan nasional dalam memenuhi kebutuhan energi
Nasional domestik sangat bergantung pada potensi dan cadangan yang
Berdasarkan jenis energi, konsumsi final energi nasional (tidak dimiliki. Cadangan minyak bumi Indonesia hanya cukup untuk
termasuk biomasa) sampai dengan tahun zoo5 masih didominasi waktu kurang dari zo tahun dengan asumsi tingkat eksploitasi
oleh minyak bumi dengan peran mencapai 58% (Ilustrasi r); suatu sama seperti pada tahun zoo6. Jika tidak dilakukan kebijakan atau
jumlah yang sangat besar bila dibandingkan dengan jenis energi eksplorasi sumber-sumber baru maka Indonesia bisa menjadi pure

lain seperti gas, listrik, dan batu bara. Porsi pemakaian minyak importer minyakbumi setelah kurun wakhr tersebut.
bumi yang sangat besar ini menjadikan neraca ekspor dan impor Total konsumsi BBM nasional terus menunjukkan penurunan
minyak bumi Indonesia menjadi negatif (Ilustrasi z). Impor mulai dari tahun zoo4 (Tabel r). Meskipun demikian, pemakaian
minyak bumi diperlukan untuk memenuhi pasokan dalam negeri premium terus meningkat. Konsumsi minyak solar mengalami
yang tidak bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri sesudah penurunan pada tahun zoo6 sebagai akibat dihapuskannya

dikurangi ekspor. kebijakan subsidi untuk minyak solar industri, tetapi secara umum
minyak solar merupakan BBM dengan pemakaian paling besar
dibandingkan dengan yang lainnya.

I. PENJUALAN BBM DALAM NEGERI (JUTA LITER)

Avgas 4,68
xffi 5,79 3,49 3,56 3,42 3,07 3.29
Avtur t.348,66 1.384,97 t.597,29 r.929,35 2.437.92 2.322.64 2.446,08
Premium' t2.479,29 r3.095,99 r3.732,39 t4.647.49 r6.4 r8,02 r7.480,33 t7.566,06
lluslrosi l. Pemokoion energi finol nqsionol berdosorkon ienis energi lohun 2005 Minyak
t2.457,78 t2.283,03 t 1.678,44 il.753, il I1.846,12 r r.385,58 t0.032,05
Tanah
EKSPOR Minyak
1 05 juta barel 22.072,26 23.359,62 24.2t2,85 24.064,46 26.487,75 27.056,41 2s.204,t2
Solar
PRODUKSI IMPOR Minyak
310 juta barel ll3jutabarel t.472,t7 t.426,88 r.360,38 r. r83,48 t.093,41 889,55 569.37
Diesel
Minyak
6.076,2t 6.t62,49 6.260,27 6.2 r5,57 5.754,5 t 4.734,05 4.976,55
Bakar
DOMESTIK Bio-
318 juta barel
Premrum
.** 0 0 0 0 0 0 t,6

Biosolar 0 0 0 0 0 0 2t7.05
TOTAL
55.86 t,05 57.7 t8,76 58.845,I r 59.797.01 64.041,15 63.871,62 6t.0t6,t7
BBM

Sumber: DESDM (dioloh)


* Perlomox Plus, & Dex
lluslrosi 2. Neroco minyok bumi nosionol tohun 2006
*+ Termosuk
(ompuron
Perlomox,
3-5ol fuel grode elionoldengon 97-95% premium
***
[0mpuron 2,5% biodlesel dengon 97,5% minyok solor
Penggunaan terbesar Neraca ekspor-impor minyak bumi dan produk kilang
minyak solar adalah seperti minyak solar menunjukkan bahwa sejumlah devisa harus
untuk sektor transpoft asi dilepaskan ke luar negeri. Beban tersebut menjadi semakin
(Tabel z). Meskipun berat dengan terus meningkatnya harga minyak internasional
terjadi kenaikan harga (Ilustrasi 3).
beberapa kali dalam Peningkatan harga minyak di pasar dunia berdampak pada
beberapa tahun terakhir, timbulnya berbagai kesulitan yang dialami oleh banyak negara
konsumsi minyak solar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sejak tahun 2oo3, harga
untuk sektor transportasi minyak bumi telah meroket lebih dari dua kali lipat. Pada kuartal
terus menunjukkan grafik pertama tahun zoo8, harga minyak bumi dunia telah menembus
naik. Sementara sektor angka psikologis roo dollar AS per barrel. Tren harga minyak
industri terus mengalami untuk selanjutnya diperkirakan akan tetap berfluktuasi dan untuk
penurunan dalam jangka panjang sangat kecil kemungkinannya untuk kembali ke
beberapa tahun terakhir kisaran zo dollar AS per barrel dan diperkirakan harga minyak
dan sangat terpukul akibat akan stabil di angka 50-60 dollar AS per barrel. Pada harga
penghapusan subsidi pada tahun zoo6. Tidak semua kebutuhan tersebut, harga BBM yang terbuat dari sumber energi terbarukan-
minyak solar bisa dipenuhi oleh produk kilang dalam negeri seperti biodiesel, bioetanol, dan bio-oi/-akan menjadi kompetitif
sehingga kekurangannya harus dipenuhi melalui impor. Jumlah dengan syarat tidak terjadi lonjakan harga bahan baku dari bahan
impor minyak solar Indonesia juga terus naik dari tahun ke tahun. bakar nabati tersebut.
Bahkan, sejak tahun zoo5, jumlah minyak solar yang diimpor
melebihi 5o% dari total konsumsi minyak solar nasional.

TABEL 2. KONSUMST DAN tMpOR MtNyAK SOLAR (JUTA LTTER)


fhhun, " fansportasi Itdustri Listrik Jumlah lmpor ,

2000 8.824 7.351 5.897 22.072 7.194


-50
c
200 I 9.t t4 7.695 6.55 t 23.360 7.879 (E

2002 9.224 7.965 7.074 24.213


€40
@
9.637
o
r30
2003 9.35s 7.742 6.967 24.064 9.955
2004 9.406 8.956 8.126 26.488 t2.339 20
2005 9.460 8.629 8.967 27.056 t4.440
10
2006 10.672' 7.069 7.675 25.4t6

Sumber: D[SDM, BPHMigos (dioloh)


. 1978 2003 2004 2005 2006 Jan-07 Sep-07
Termosuk minyok solor dolom BioSolor

lluslrosi 3. Fluktuosi horgo roto-rolo minyok bumi inlernosionol


B. Kebijakan Endrgi Indonesia
Secara umum, porsi minyak bumi dari total pemenuhan energi
nasional dengan melibatkan sumber-sumber energi lainnya masih
sekitar 5z%; suatu jumlah yang masih sangat tinggi. Dengan
memperhatikan kondisi Energi Mix Nasional saat ini maka
diperlukan suatu upaya untuk mencari sumber-sumber minyak
bumi baru dtau memperbesar porsi pemakaian sumber energi lain
atau mencari alternatif pengganti minyak bumi.
Untuk mengantisipasi permasalahan energi nasional, melalui
Peraturan Presiden No. 5 tahun zoo6 tentang Kebijakan Energi
Nasional telah ditetapkan beberapa bqsaran kondisi energi
nasional yang harus dipenuhi pada tah\ zoz5, sepefti terlihat
pada Ilustrasi 4. Pada ilustrasi tersebut, dberli bahwa porsi
minyak bumi pada tahun zoz5 harus di Biodiesel dori herogom bohon boku, misolnyo (P0, ielontoh, minyok iorok, don minyok
dat'rzo%. Sementara porsi sumber ene diperbesar menjadi kopuk

seperti nilai minimal yang terteraqar"rymilustrasi tersebut. Hal


yang menarik untuk disimak dari target Energi Mix zoz5 adalah hewani. Definisi ini akan membedakan biodiesel dengan berbagai

munculnya energi baru dan terbarukan dalam porsi yang relatif minyak hayati yang juga dipergunakan sebagai pengganti minyak

signifikan, seperti bahan bakar nabati (BBN) di mana biodiesel solar yang selama ini sering disalahpahamkan sebagai biodiesel.

termasuk di dalamnya. Biodiesel memiliki sifat fisis yang sama dengan minyak solar
sehingga bisa dipergunakan sebagai bahan bakar pengganti untuk
Enerqi MIX saat ini Enerqi MIX tahun 2025 kendaraan bermesin diesel. Selain itu, biodiesel bisa juga dipakai
sebagai minyak bakar karena memiliki nilai kalor minimal gZ MJ I
kg. Sebagai perbandingan, bahan bakar fosil memiliki nilai kalor
sekitar 4z1MJlkg.
Secara komposisi kimia, biodiesel berbeda dengan minyak
solar. Pada umumnya minyak solar terdiri atas 3o-35% senyawa
hidrokarbon aromatik dan65-7oo/o parafin disertai sedikit olefin.
Sementara biodiesel sebagian besar terdiri atas Cr6-CrBfattg acid
llu$rosi 4. Torgel komposisi energi MIX tohun 2025
methyl esfer dengan r-3 ikatan rangkap untuk setiap molekulnya.
Karakteristik yang menjadi kelebihan biodiesel bila dibandingkan
C. Apa Itu Biodiesel? dengan minyak solar adalah pada emisi gas buang, kadar sulfur,
Biodiesel secara definisi adalah senyawa metil-ester hasil dari angka setana, keteruraian dan stabilitas, serta pelumasan dan
proses esterifikasi/transesterifikasi minyak nabati atau lemak pembersihan mesin.
1. Emisi gas buang z. Kadar sulfur
Secara kimia, pembakaran adalah proses oksidasi yang Seperti ditunjukkan dalam Tabel5, kadar sulfur dalam
memerlukan oksigen cukup agar tercapai pembakaran sempurna biodiesel lebih rendah daripada minyak solar. Kadar sulfur ini
yang menghasilkan gas karbon dioksida (COr) dan uap air (HzO). berpengaruh terhadap kandungan SO* dalam gas buang hasil
Pembakaran yang tidak sempurna akan menghasilkan gas karbon pembakaran.
monoksida (CO) atau residu karbon (C).
Biodiesel adalah oxygenatedfuel, yaitu bahan bakar yang TABEL 5. PERBANDINGAN SPESIFIKASI MINYAK SOLAR DAN
BIODIESEL
mengandung oksigen yang kemudian ikut terbakar selama proses
l'linyak
oksidasi sehingga menghasilkan emisi yang lebih baik karena No Farameter Fla-dieroiG)
Eolar{l}
ada tambahan pasokan oksigen tersebut. Pemakaian biodiesel Massa lenis (kg/mJ) 820-870 850-890
melalui pencampuran dengan minyak solar dalam jumlah tertentu (rso c) (40o c)
(misalnya sampai dengan 3o% biodiesel atau dikenal dengan 2 Viskositas kinematik (40 C; mm//s r,6-s,8 2,3-6,0
sebutan B3o) akan memperbaiki emisi gas buang secara signifikan, (cSt))

seperti ditunjukkan dari hasil Road Test Biodiesel sejauh zo.ooo km 3 Angka setana min.45 min. 5l

yang dilakukan oleh BPPT pada tahun zoo5 (Tabel 3 dan Tabel 4). 4 Titik nyala (mangkol< tertutup; o C) min.60 min. 100

5 Titik kabut (o C) maks. 18

TABEL 3. PENURUNAN EMISI REGULASI B3O


Titik tuang (o C) maks. 18

6 Korosi lempeng tembaga (3 jam maks. no I maks. no 3

pada 50o C)
7 Residu karbon (% massa)
CO (g/km) 25,35
- dalam contoh asli, atau maks. 0, maks 0,05
NO, + tt16
I

1t7Ln-,; r0,82
- dalam l0% ampas distilasi mal<s.0,30
Partikulat (g/km) 42,02
Opasitas# (%) 23,5
8 Air dan sedimen (% vol.) maks.0,05+ maks. 0,05x

** 9 Temperatur distilasi 90% (o C) maks. 360


Tidok diregulosi dolom Euro ll
0 Temperatur distilasi 95% (o C) maks.370
I Abu tersulfatkan (% massa) mal<s. 0,0 I maks.0,02
TABEL 4. EMISI SENYAWAAROMATIK DENGAN MINYAK 2 Belerang (ppm (mg/kg)) maks.5000 maks. 100
SOLAR DAN B3O
3 Fosfor (ppm (mg/kg)) maks. l0
'li*tek,0 km..:' 4 Angka asam (mg-KOH/g) maks.0,6 maks.0,8
It
$olirr,r ',tffi,i,.t',: i;d#J,rJ
5 Gliserol bebas (% massa) maks.0,02
Benzene il3 99 -t2 t86 r68 -t0
6 Gliserol total (% massa) maks.0,24
Toluene 83 56 -33 274 260 -5
7 Kadar ester alkil (% massa) min.96.5
Xylene 3t t9 -39 il3 96 -t5
I Angka iodium (% massa) maks. I 15
Ethyl Benzene 22 t3 -4t 86 73 t5
9 Uli Halphen negatif
-.dgpol
diuii lerpisoh dengon kelenluon kondungon sedimen moksimum 0,01 %vol
(|I Minyok solor, www.pertomino.com (ukses Juni 2006)
(2) yong
SNI Biodies.l No. 04-7182-2006 podo
mengocu ASIM D 6175 & tN 14214
3. Angka setana (cetsnenumber)
Angka setana merupakan ukuran kualitas pembakaran bahan bakar.
Angka setana yang lebih tinggi akan menghasilkan pembakaran dengan
kualitas lebih baik. Angka setana biodiesel (Tabel S) lebih tinggi bila
dibandingkan dengan minyak solar.

4. Keteruraian dan stabilitas


Biodiesel terurai 4 (empat) kali lebih cepat dibandingkan dengan
minyak solar atau minyak diesel. Pencampuran biodiesel dengan
minyak solar dapat mempercepat keteruraian campuran tersebut
dibandingkan dengan minyak solar murni. Untuk Bzo (zo%biodiesel
dicampur dengan 8o% minyak solar) akan terurai z (dua) kali lebih
cepat daripada minyak solar murni.
Dari sisi stabilitas, biodiesel harus disimpan dalam wadah tertutup
untuk menghindari kontak langsung dengan udara luar, air, dan sinar
matahari sehingga terhindar dari oksidasi. Sampai saat ini, penelitian
mengenai stabilitas biodiesel masih terus dilakukan.
Kelopo sowil. Merupokon bohon polensiol unluk
memproduksi biodiesel
S. Pelumasan dan pembersihan mesin
Biodiesel secara alami lebih kental daripada minyak solar sehingga TABEL 6. JENISTANAMAN PENGHASIL MINYAK DI INDONESIA
sifat pelumasan flubrikasi) terhadap mesin lebih baik daripada minyak
solar. Selain itu, biodiesel yang nama kimianya/ohlr acidmethyl
ester (FAME) merupakan pelarut yang memiliki kemampuan untuk Jarak pagar Jatropha curcas lnti biii 40-60 NP
membersihkan ruang pembakaran dan komponen mesin. Meskipun Kelapa sawit Elais guineensis Sabut + 45-70 + P

demikian, komponen mesin yang terbuat dari karet alam atau karet daging buah 46-54
nitril dapat berealai dengan biodiesel yang bisa memperpendek umur Kapok/randu Ceiba pentandra Biii 74-40 NP

pemakaian komponen tersebut. Kelapa Cocos nucifera Daging buah 60-70 P

Kecipir Psophocarpus Biii t5-20 P

tetrag.
D. Bahan Baku Biodiesel
Kelor Moringa oleifera Biii 30-49 P
Bahan biodesel berupa tanaman yang diambil elatrak minyaknya. Kusambi Sleichera trijuga Daging biii 55-70 NP
Terdapat lebih dari 4o jenis tanaman di Indonesia yang dapat Nimba Azadirachta indica Daging biji 40-50 NP
digunakan sebagai sumber minyak nabati (Tabel 6). Saga utan Adenanthera lnti biji t4-28 P

pavonina

:vJnLXK
Lanjutan Tabel 6.

Bintaro Cerbera manghas/ Biii 43-64 NP


odollam
Bulangan Gmelina asiatica Biii NP
Cerakin/kro- Croton tiglium lnti bili 50-60 NP
ton
Kampis Hernandia peltata Biii NP
Kemiri cina Aleurites tri- lnti biji NP
sPerma
Nagasari Mesua ferrea Biii 35-50 NP
(gede)
Sirsak Annona muricata lnti biji 20-30 NP
Jorok pogor. Potensiol untuk dikembongkon sebogoi bohon boku biodiesel koreno tidok Srikaya Annona squamosa Biii r5-20 NP
bersoing dengon pongon
Kelerongon: kr = kering; P = minyqk/emok pongon ledihle flt/oih;
NP = minyok/lemok nonpongon lnonedihle fat/oi[],
Lanlutan Tabel 6. (Sumber : Soerowidiolo, 2005)

Sumber Kadar,ltllnyak
Hama Lat-ln PINF Pada prinsipnya, berbagai macam minyak nabati tersebut serta
Minyak (%-b krl
lemak hewani bisa menjadi bahan baku biodiesel di Indonesia.
Akar Hodgsonia mac- Biii setara 65 P

kepayang rocarPa Namun, dari beberapa bahan baku tersebut, pada saat ini
Gatep pait Sarnadera indica Biii setara 35 NP minyak sawit merupakan bahan baku yang paling siap dari sisi
Kepoh Sterculia foetida lnti bili 45-55 NP ketersediaan karena industrinya sudah mapan dengan pengalaman
Ketiau Madhuca mot- lnti biii 50-57 P nasional pembudidayaan kelapa sawit yang telah lebih dari seabad
tleyana lamanya. Selain itu, saat ini Indonesia adalah produsen crude
Nyamplung Callophyllum ino- lnti biji 40-73 NP
palm oil (CPO) terbesar nomor satu di dunia.
phyllum
Selain minyak sawit, saat ini minyak jarak pagar merupakan
Randu alas Bombax malabari- Biii t8-26 NP
potensi yang sedang dalam tahap pengembangan karena
cum
Seminai Madhuca utilis lnti biji 50-57 P
kandungan minyak biji jarak yang relatif tinggi, bisa mencapai
Siur(-siur) Xanthophyllum Biii 35--40 P 3o%. Salah satu faktor pendorong pemanfaatan biji jarak pagar
lanceatum adalah karena CPO merupakan minyakyang dapat dimakan
Tengkawang lsoptera borneen- lnti biii 45-70 P (edible oil) yang diperlukan untuk bahan baku minyak goreng.
terindak sis
Sementara minyak jarak pagar adalah minyak beracun yang tidak
Bidaro Xmenia ameri- lnti bili 49---6t NP
dapat dimakan sehingga tidak akan terjadi kompetisi antara
cana
minyak pangan dan bahan bakar. Selain itu, pohon jarak pagar cukup banyak. Minyak goreng bekas yang di Indonesia sebagian
mampu tumbuh di lahan kritis sehingga dapat dipergunakan untuk besar berasal dari minyak sawit (CPO) juga, merupakan salah satu
penghijauan. Di samping itu, proses pengolahan minyak kasarnya bahan baku alternatif yang dapat dipergunakan untuk membuat
relatif sederhana yang hanya memerlukan pemerasan dengan biodiesel.
teknologi mesin yang juga relatif sederhana. Secara umum, untuk minyak nabati yang akan dipergunakan
Jika dibandingkan, minyak sawit dan minyak jarak pagar sebagai bahan baku biodiesel perlu diperhatikan hal-hal yang
memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai bahan baku biodiesel. akan berpengaruh secara teknis terhadap proses produksi, yaitu
Kekurangan dan kelebihannya disajikan pada Tabel 7. kandungan asam lemak bebas, air, dan fosfor.

TABEL 7. PERBANDINGAN MINYAK SAWIT DAN MINYAK 1. Asam lemakbebas


JARAK PAGAR
,tHa_li Dalam prosesnya, produksi biodiesel memerlukan sejumlah
f*ixk Fag*r
I Produktivitas 20 ton tbs/ha/th 0,4-12 ton biji/ha/th katalis. Keberadaan asam lemak bebas (freefatty acid, FFA) dalam
lahan * 3.5 ton minyak/ha/th bahan baku akan membuat penggunaan katalis dan bahan kimia
(terbukti) lainnya meningkat. Hal ini karena FFA akan bereaksi dengan katalis
2 Perkebunan 5 jt ha (potensi 17,5 juta Baru mulai dikembang-
NaOH atau KOH membentuk sabun. Sabun ini harus dipisahkan
siap ton) kan
dari biodiesel.
3 Kontinuitas Terbukti stabil Belum terbukti
pasokan
4 Harga $3 50---400/ton minyal< Harga masih sangat
z. Air
berfluktuasi Keberadaan air dalam bahan baku akan menimbulkan
5 Komoditi edible non-edible permasalahan yang berkaitan dengan pembentukan FFA tambahan.
makanan
6 Sensitivitas Rentan terhadap fluk- Tidak tergantung harga
harga pasar tuasi pasar minyak nabati pasar dunia
3. Fosfor
dunia Keberadaaan fosfor merupakan indikasi tingkat gum (getah)
7 CFPP relatif tinggi ( l20 C) relatif rendah C l" C) atatphosphokpids dalam minyak nabati. Keberadaan fosfor
menyebabkan kesulitan pemisahan gliseroldari biodiesel. Hal ini
Meskipun ketersediaan CPO di Indonesia relatif melimpah, karena fosfor dalam minyak nabati dapat muncul dalam bentuk
tetapi harga CPO sangat fluktuatifdan tergantung pada pasar molekul lechitinyang kompleks, dikenal sebagai emulsifier yang
dunia. Pernah pada awal tahun zoo8 harga CPO sekitar baik.
Rp 8.ooo,oo per kg, sedangkan harga minyak solar non-subsidi Berbeda dengan CPO, minyak goreng bekas relatif terbebas
sekitar Rp 7.ooo,oo per liter. Dengan demikian, produksi dari ketiga unsur di atas karena minyak goreng sendiri merupakan
biodiesel berbahan baku CPO menjadi tidak ekonomis. Sementara proses lanjutan dari CPO dengan pembersihan asam lemak (/afry
ketersediaan minyak nabati lain tidak memadai sehingga perlu acid), fosfor, serta penurunan kadar air sebelum bisa dinyatakan
dicari bahan baku alternatif lain yang relatif murah dan tersedia layak untuk dikonsumsi.
yang lebih menguntungkan untuk Broo. Mereka telah melakukan
&$ ffihffi penjualan Broo di SPBU sejak tahun zooz. Peluang penjualan
Btoo di Indonesia akan lebih baik jika ditujukan sebagai aditif

P rospek Pasar bahan bakar. Metode penjualan seperti ini akan memerlukan
pentunjuk penggunaan yang jelas bagi konsumen, terutama

B iodiesel bagaimana cara mencampur biodiesel dengan solar biasa. Selain


itu, terdapat juga peluang untuk pemakaian internal dan informal,
misalnya untuk para nelayan di daerah terpencil, di mana harga
solar sangat mahal.
Penjualan biodiesel dalam bentuknya yang sudah tercampur
dengan minyak solar merupakan salah satu alternatif untuk
penetrasi pasar bahan bakar karena bisa mempergunakan
infrastruktur yang sudah ada dan selama ini dipergunakan untuk
distribusi minyak solar. Selain itu, secara teknis pengurangan emisi
angsa pasar biodiesel sangat bergantung pada bagaimana gas buang optimal diperoleh dengan campuran biodiesel 5-goo/o.
biodiesel tersebut dijual kepada masyarakat. Dari sisi volume
penjualan, terdapat z (dua) jenis pasar biodiesel, yaitu pasar ecer- A. Penyediaan Biodiesel
an dan pasar kulakan. Biodiesel peftama kali diproduksi di Indonesia sekitar
tahun zooo-an, bermula dari pabrik-pabrik percontohan (prlot
1. Pasar eceran
plant). Pabrik-pabrik ini dimiliki dan dioperasikan oleh institusi
Konsumen biodiesel eceran membeli biodiesel dalam paket
pemerintah dan universitas yang lebih menekankan aspek riset
kecil untuk keperluan pribadi sebagai aditifuntuk bahan bakar
daripada komersial. Pengembangan lebih lanjut ditandai dengan
kendaraan.
didirikannya pabrik biodiesel skala kecil, sedang, dan besar yang
dimiliki oleh sektor swasta. Jumlah dan kapasitas pabrikbiodiesel
2. Pasarkulakan
di Indonesia terus berkembang (Tabel 8). Data pada tabel tersebut
Tipe pasar seperti ini memerlukan biodiesel dalam jumlah
merupakan pabrik yang telah berdiri dan rencana investasi
yang besar (ribuan liter atau lebih) untuk dicampur dengan minyak
pabrik yang telah masuk ke Badan Koordinasi Penanaman Modal
solar dan paraend-user (pengguna kendaraan) tinggal membeli
(BKPM). Diproyeksikan bahwa pada tahun zoro-dengan asumsi
dalam bentuk campuran biodiesel dengan minyak solar, misalnya
tanpa ada penambahan pabrik baru selain yang tercantum dalam
85, Bto, atau Bzo.
tabel-kapasitas produksi biodiesel nasional akan mencapai
lebih dari rjuta ton per tahun atau sekitar r.zoo juta liter setiap
Penjualan biodiesel murni (Broo) telah dilakukan di beberapa
tahunnya.
negara, seperti Jerman dan Austria, karena aturan perpajakan
TABEL 8. STATUS PABRIK BIODIESEL SAMPAI DENGAN B. Proyeksi Konsumsi Biodiesel
TAHUN 20IO
Proyeksi konsumsi biodiesel nasional tidak bisa dilepaskan

1006 ttsr, 1U0f. '}q$?*:i ,,10t0r


,'
dari konsumsi minyak solar nasional beserta kebijakan yang terkait
,

Lemigas 0,04 t,5 dengan biodiesel. Seperti telah,disebutkan sebelumnya, pemakaian


Jakarta
BPPT Serpong 0,3 t,0 minyak solar paling banyak adalah untuk sektor transportasi,
BPPT-Pemda Riau Kampar 3,0 kemudian diikuti oleh sektor industri dan pembangkitan listrik.
PT EAI Jal<arta 0,3

ITB Bandung 0,0s 1. Sektor transportasi


PT RNI 0,05
Seperti tersirat dalam roadmap pengembangan biodiesel,
PPKS Medan 0,3
target pencampuran biodiesel untuk sektor transportasi adalah
PT Bakrie - PT Rekin Lampung t00
too/o, tgo/o, dan zo% pada tahun 2o1o, 2o1S, dan zoz5, meskipun
PT Ganesha 77 - PT
Medan 3.0 saat ini peraturan pencampuran biodiesel dengan minyak solar
PN IV
PT Sumi Asih Bekasi 36,0 baru mengakomodasi pencampuran sampai dengan 1o%. Dengan
PT RAP Jakarta 0,5 mengambil dasar proyeksi kebutuhan minyak solar untuk sektor
PT lndobiofuels- transportasi maka estimasi substitusi biodiesel adalah sepefti
Dumai t50,0
Hiswana diperlihatkan pada Tabel 9.
PT Anugerahinti
Gresik 70,0
Gemanusa (Eterindo) TABEL 9. PROYEKSI SUBSTITUSI BIODIESEL UNTUK SEKTOR
PT Asianagro TRANSPORTASI
Marunda t00,0
Agungjaya *tqotq**t ilbtal r

guta litarf) 19nl* Campur.qn


PTWahana Abdi
30,0
fi!ftr lttsr)
Bogor
Tirtatehnika Sejati 2007 t.552 t.284 2.836 B 0
PT Sari Dumai Sejati Bengkalis r00.0 2008 2.r30 t.348 3.478 B 0

PT Bio Energi 2009 2.737 1.4 t5 4.152 B 0


Serang 150,0
Nusantara 20 r0 3.373 1.486 4.859 B 0

PT lndobiofuels 2015 6.1 19 2.845 8.964 B 5


Muaro Jambi r6.0
Energy 2020 20.573 3.63 r 24.204 B 5
PT BDF Plantation Morowali 27,0 t3 6.178 820
2025 24.7 30.891
PTWilmar Bioenergi
Dumai 252,0
lndonesia
2. Sektorindustri
PT Biodiesel
lndonesia
Jakarta Pemakaian biodiesel di sektor industri tidak dibatasi aturan

Kelerongon :
*
ongko prediksi
pencampuran royo biodiesel. OIeh karena itu, biodiesel murni
dapat diperjualbelikan tanpa ada batasan. Implikasi dari situasi
ini adalah pasar biodiesel bisa menjadi sangat besar dengan syarat
harga biodiesel bisa bersaing dengan harga solar industri. Tabel to
memberikan sebuah ilustrasi kebutuhan biodiesel sektor industri ffimh 3
jika Bzo digunakan pada sektor ini.

TABEL t0. KEBUTUHAN BTODTESEL SEKTOR TNDUSTRTJTKA


Analisis dan
DITERAPKAN B2O

Perencanaan
7007
2008
2009
7.062
7.273
7.491
t.765
t.8 t8
t.873
8.877
9.09
9.364
t
820
820
820
Proyek
20 t0 7.716 t.929 9.645 B20
2015 8.945 2.236 il.t81 B20
2020 t0.370 2.592 12.962 B20
2025 12.022 3.005 15.027 820

ini merupakan tahapan paling awal dalam rancang


ftahapan
I bangun pabrik biodiesel yang meliputi penentuan lokasi,
penentuan kapasitas dan pemilihan bahan baku, teknologi proses,
dan bahan kimia yang digunakan.

A. Penentuan Lokasi
Penentuan lokasi pabrik sangat bergantung kepada tujuan
pendirian pabrik. Pabrik komersial sebaiknya berada dekat
dengan sumber bahan baku atau dengan konsumen sehingga bisa
mengurangi komponen biaya transportasi. Pabrik biodiesel bisa
juga diintegrasikan dengan pabrik bahan baku yang sudah ada,
misalnya dengan pabrik pengolahan kelapa sawit sehingga bisa
mempergunakan secara bersama-sama peralatan pabrik yang
sudah ada agar bisa mengurangi pembiayaan awal. Selain itu,
pabrikbiodiesel bisa juga diintegrasikan dengan dengan sistem
lain yang saling berkaitan (Ilustrasi 5).
Untuk pabrikbiodiesel skala kecil yaitu dengan kapasitas
sekitar rgo Ll batchbodiesel sekali operasi (batch) dengan bahan
I otsrurunsl
;ilili
BAKU
'-
I
I
I
I
t+& I
I
I
I
.l
lluslrosi 5. lnlegrosi pobrik biodiesel dengon p/ont terkoit Lokosi untuk membongun pobrik biodiesel skolo kecil. Seboiknyo dekol dengon sumber
bohon boku
baku minyak goreng bekas, maka sebaiknya lokasi pabrik berada
dekat dengan sumber minyak goreng bekas. Lokasi tersebut Selama pengoperasian, pabrik akan menghasilkan kebisingan
misalnya berada dekat dengan perumahan, restoran atau industri dari pengoperasian pompa-pompa dan boiler sehingga sebaiknya
makanan yang mempergunakan minyak goreng dalam skala relatif ditempatkan agak jauh dari pemukiman.
banyak seperti pabrik kerupuk. Pabrik sebesar ini memerlukan
tempat sebesar (S x S) m untuk peralatan proses utamanya saja, B. Kapasitas dan Jenis Bahan Baku yang
jika ditambah dengan tangki bahan penyimpanan bahan baku Digunakan
(minyak goreng bekas), biodiesel, boiler, serta ruang administrasi Mengingat pabrik direncanakan memiliki kapasitas relatif kecil
yang merangkap sebagai laboratorium sederhana, maka diperlukan maka minyak goreng bekas merupakan pilihan realistis sebagai
lahan tambahan sekitar So-75 m2. bahan baku dan relatif dapat dengan mudah dikumpulkan dari
Faktor-faktor lain yang juga harus diperhatikan dalam limbah rumah tangga, restoran, atau industri kecil pemakai minyak
penentuan lokasi pabrik adalah ketersedian air dan listrik goreng. Oleh karena itu, desain pabrik akan lebih ditekankan
yang cukup, tersedianya lahan untuk pengolahan limbah serta kepada minyak goreng bekas untuk teknologi prosesnya. Meskipun
ketersediaan infrastrukhr transportasi. Sebaiknya pabrik juga demikian, desain pabrik ini juga dapat menerima bahan baku lain,
berdekatan dengan sungai sehingga limbah cair yang telah seperti CPO atau minyak nabati lainnya, tetapi dengan perlakuan
melalui tahapan pengolahan dalam IPAL (Instalasi Pengolahan awal(pretreatment) yang berbeda dari minyak goreng bekas.
Air Limbah) bisa dibuang ke lingkungan secara aman. Kebutuhan Kapasitas pabrik ditentukan sebesar r5oLlbatch untuk satu
listrik untuk pabrik kapasitas t5o Llbatch ini adalah sekitar kali operasi (batch). Dengan kapasitas sebesar ini maka fabrikasi
2o.ooo Watt jika semua peralatan dioperasikan sedangkan peralatan dapat dilakukan di bengkel las (uorkshop) di hampir
kebutuhan air sebanyak zoo liter untuk sekali operasi.
dikelompokkan dalam 4 kategori umum, yaitu pirolisis,
transesterifikasi, esterifikasi, dan konversi enzimatis. Meskipun
demikian, transesterikasi dan esterifikasi merupakan proses
yang banyak dipergunakan dewasa ini untuk proses produksi
biodiesel secara komersial. Proses transesterifikasi dipakai apabila
kandungan utama dari bahan bakunya berupa trigliserida, seperti
minyak goreng bekas atau CPO. Sementara proses esterifikasi
dipergunakan jika bahan bakunya berupa asam lemak (/ary
acid). Proses transesterifikasi bisa dikombinasikan dengan
proses esterifikasi jika bahan baku yang dipergunakan memiliki
kandungan trigliserida dan asam lemak. Oleh karena bahan
baku yang akan dipergunakan adalah minyak goreng bekas yang
kandungan utamanya berupa trigliserida maka transesterifikasi
Minyok goreng bekos. Merupokon bohon boku biodiesel yong berpotensiol
merupakan proses yang paling cocok untuk diterapkan.
Seperti diperlihatkan pada Ilustrsi 7, padaproses
semua tempat. Sistem botch (tumpak) menjadi pilihan dalam
transesterifikasi, trigliserida direaksikan dengan alkohol melalui
pengoperasiannya mengingat otomatisasi akan menjadikan
bantuan katalis. Dewasa ini proses produksi biodiesel mengacu
investasi pabrikmenjadi mahal. Selain itu, untuk pabrik skala kecil
pada reaksi transesterifikasi trigliserida dengan metanol untuk
juga menjadi tidak efisien karena untuk pabrik sebesar ini harga
mendapatkan alkil metil ester dan gliserin. Pada dasarnya,
sistem kontrol otomatisnya bisa mencapai 5o% dari total modal
peralatan.
c-ooc-Rl R1-coo-R
C. Penentuan Teknologi Proses I Korotis i-o,
Proses pembuatan biodiesel melibatkan serangkaian proses
I
I
r r
R2-coo-R + i-o,
yang cukup panjang. Dalam hal ini disajikan beragam teknologi c-ooc-R3 R3-COO-R c-oH
proses yang bisa digunakan. Dari proses tersebut, dipilih proses
Trigliserido folly ocid esler Gliserin
yang sesuai dengan pabrik biodiesel skala kecil dengan bahan
baku minyak goreng bekas dan CPO serta kemungkinan jika
menggunakan bahan lainnya. HH

1. Teknologi proses biodiesel


., .i,t.i,t.i,i:i-i,t.i,t.T,i.T,i.
Proses pembuatan biodiesel sangat bergantung pada bahan
baku yang akan dipakai. Terdapat banyak rute proses yang dapat
dipergunakan untuk produksi biodiesel. Untuk memudahkannya, lluslrosi 7. Proses lronseslerifikosi seturo umum
bentuk alkohol yang lain seperti ethanol bisa dipergunakan dalam
proses transesterifikasi. Namun, penggunaan metanol memiliki
keunggulan karena hasil reaksinya yang berupa fatty acidmethyl
ester (FAME, yang dikenal sebagai biodiesel) dan gliserin sangat
sukar untuk tercampur sehingga akan membentuk dua lapisan,
yaitu biodiesel di bagian atas dan gliserin di bagian bawah. Dengan
demikian, akan mempermudah proses pemisahan biodiesel
dari produk samping gliserin. Selain itu, metanol bisa diperoleh
llushosi 8. Tronseslerifikosi dengon penghilongon FFA secoro fisiko
dengan harga lebih murah daripada ethanol sehingga lebih
menguntungkan dari sisi komersial.
z) Proses.Ttltering, yaitttuntuk menyaring bentonit dan gum
Tahap penting yang harus dilalui terlebih dahulu sebelum
yang terserap pada bentonit tersebut besetta kotoran-kotoran
transesterifikasi minyak goreng bekas adalah penghilangan
lainnya agar diperoleh minyak nabati dengan kandungan FFA
pengotor, berupa partikel-partikel sisa makanan melalui
< 5% serta kadar fosfor < 20 ppm.
penyaringan. Sebenarnya dalam minyak goreng bekasjuga
3) Proses deodorization, yaitu proses penghilangan FFA atau
terdapat kandungan asam lemak bebas (FFA), tetapi jumlahnya
asam lemak bebas yang menimbulkan bau (odor) pada minyak
sangat sedikit. Sementara kandungan FFA.minyak nabati kasar,
nabati tersebut dengan proses steam stripping pada sistem
seperti CPO, dapat berkisar 5%. Selain itu, jika dipergunakan
uacuum sehingga diperoleh minyak nabati dengan kandungan
bahan baku minyak nabati kasar seperti CPO maka kandungan
FFA < o,5 */o.
fospor dalam CPO harus dihilangkan karena keberadaan fospor
4) Proses reaction, yaitu mereaksikan minyak dan metanol
merupakan indikasi keberadaan gum (getah) dalam CPO.
dengan katalis NaOH sehingga menghasilkan methyl esterf
Beberapa alternatif proses biodiesel berbahan baku minyak
biodiesel dan gliserin.
nabati dengan kandungan FFA sampai dengan S% adalahproses
5) Proses washing, yaitu proses pencucian biodiesel agar bebas
transesterisfikasi dengan penghilangan FFA secara fisika, proses
dari metanol yang tersisa, glicerol, maupun katalis NaOH.
transesterisfikasi dengan penghilangan FFA melalui proses miing dan settling. Hasilnya diperoleh fase
Prosesnya berupa
penyabunan, serta proses esterifikasi dan transesterifikasi.
atas berupa biodiesel yang siap untuk proses drying dan fase
bawah berupa larutan metanol yang siap untuk proses distilasi.
a. Proses transesterifikasi dengan penghilangan FFA secara fisika
6) Proses drying, berupa proses pengeringan biodiesel dengan
Proses transesterifikasi dengan penghilangan FFA secara sistem uakuumuntuk menghilangkan air yang terkandung
fisika disajikan pada Ilustrasi B. Proses transesterifikasi dengan dalam biodiesel hingga kadar airnya menjadi < o,o4w lo.
penghilangan FFA secara fisika dilakukan melalui serangkaian Prosesyilteri ng, y aittt proses penyaringan biodiesel denganTtne
7)
tahapan sebagai berikut.
filterhingga diperoleh kadar kotoran < o,o1w/o.
r) Proses degumming, yaitu menghilangkan gumyang 8) Proses distillation,yaitu proses pemurnian larutan metanol
terkandung dalam minyak nabati yang mengandung FFA < 5% 6o% sisa reaksi dan washing menjadi produk atas berupa
dengan menambahkan larutan HrPOO BS. metanol g5o/o danhasil bawah berupa crude glyceine.
Untuk proses produksi dengan bahan baku minyak goreng 4) Proses washing, yaitu proses pencucian biodiesel agar bebas
bekas, pada tahap awal hanya memerlukan proses penyaringan dari metanol yang tersisa, gliserol, maupun katalis NaOH.
(filteing) kemudian masukke reaktor. Degumming dan Prosesnya berupa proses miing dan settling. Hasilnya
deodorization tidak diperlukan karena proses ini sudah dilakukan diperoleh fase atas berupa biodiesel yang siap untuk proses
dalam proses pembuatan minyak goreng. drying dan fase bawah berupa larutan metanol yang siap
untuk proses distilasi.
b. Proses transesterifikasi dengan penghilangan FFA melalui 5) Proses drying, berupa proses pengeringan biodiesel dengan
reaksi penyabunan sistem uacuum untuk menghilangkan air yang terkandung di
Proses ini dilakukan sesuai dengan Ilustrasi 9. dalam biodiesel hingga kadar airnya < o,o4w lo.
0 Proses degumming, yaitu menghilangkan gumyang 6) ProsesTt/tenng, yaitu proses penyaringan biodiesel denganfne
terkandung dalam minyak nabati dengan kandungan FFA filterhinggadiperoleh kadar kotoran < o,o1 Vo.
< 5% dengan menambahkan larutan H,POO BS%. 7) Process neutralization, yaitu proses penetralan NaOH yang
z) ProsesTi/tenng, yaitu untuk menyaring bentonit dan gum tersisa dengan menggunakan H,POO sehingga menghasilkan
yang terserap pada bentonit tersebut beserta kotoran-kotoran NaTPOO dan air, sekaligus mereaksikan sabun yang terbentuk
lainnya agar diperoleh minyak nabati dengan kandungan FFA sehingga menghasilkan NaTPOO dan diperoleh FFAkembali.
< 5% serta kadar fosfor < 20 ppm. B) Proses settling, yaitu proses pemisahan fase agar terbentuk

3) Proses reaction,yaitu mereaksikan minyak dan metanol fase atas berupa FFA dan fase campuran antara NarPOO, air,
dengan katalis NaOH sehingga menghasilkanmethyl esterf dan metanol.
biodiesel, dan gliserin; sekaligus mereaksikan FFA dengan 9) ProsesTiltenng untuk menyaring NaTPOO dan kotoran lainnya
NaOH sehingga membentuk sabun. dengan pressTt/rer sehingga diperoleh larutan metanol, air,
dan gliserin.
ro) Proses distillation,yaitu proses pemurnian larutan metanol
6o% sisa reaksi dan washing menjadi produk atas berupa
metanol ggo/o danhasil bawah berupa crude glycerine.
Untuk proses produksi dengan bahan baku minyak goreng
bekas tidak diperlukan proses degumming, netralisasi, settling
FFA, danf/tenhg NaUPOO.

c. Proses esterifikasi dan transesterifikasi

Proses esterifikasi dan transesterifikasi disajikan pada Ilustrasi


10. Secara prinsip, terdapat dua kali reaksi pada proses ini. Reaksi
pertama adalah reaksi esterifikasi FFA yang terkandung dalam
bahan baku menjadi biodiesel dilanjutkan dengan reaksi kedua
llu$rosi 9. Tronseslerifikosi dengon penghilongon FIA melolui reoksi penyobunon yang berupa transesterifikasi trigliserida menjadi biodiesel.
Adapun tahapan dari proses kombinasi tersebut adalah sebagai 6. Proses-Ttltenng, yaitu proses penyaringan biodiesel denganTtne
berikut.
filterhinggadiperoleh kadar kotoran < o,o1Yo.
Proses degumming, yaitu menghilangkan gumyang terkandung
1.
T. Proses distillation,yaitu proses pemurnian larutan metanol sisa
dalam minyak nabati dengan kandungan FFA < 5% dengan reaksi dan washing menjadi produk atas berupa metanol 95 %
menambahkan larutan HSPO+ 8S%. dan hasil bawah berupa crude glycerine.
Prosesflferi ng, yaitt untuk menyaring bentonit dan gum yang
terserap pada bentonit tersebut beserta kotoran-kotoran lainnya Proses produksi dengan bahan baku minyak goreng bekas tidak
agar diperoleh minyak nabati dengan kandungan FFA < 5% serta memerlukan proses degumming, reactionl, danwashing I.
kadar fosfor < 20 ppm.
.). Proses reaction I dan II, terjadi dua tahap reaksi, yakni realai z. Pemilihan proses
esterifikasi dan transesterifikasi. Pada real<si esterifikasi, FFA
Dengan mempertimbangkan bahwa bahan baku yang
direaksikan dengan metanol membentuk methyl ester dan
dipergunakan adalah minyak goreng bekas serta kemungkinan CPO
air dengan katalis H2SO4 gB%. P ada reaksi transesterifikasi, (di pasaran memiliki kadar FFA sekitar S%) maka salah satu dari
trigliserida berealai dengan wethanol dengan menggunakan katalis
tiga rute proses yang telah dibahas sebelumnya bisa dipilih sebagai
NaOH 98% sebanyak r !o minyak nabati sehingga menghasilkan proses produksi biodiesel.
methyl ester lbiodiesel dan gliserin.
Rute proses yang peftama yaitu pemisahan FFA secara fisik
4. Proses washing, yaitu proses pencucian biodiesel agar bebas dari
sebelum proses produksi biodiesel mensyaratkan adanya tambahan
metanol yang tersisa, gliserol, maupun katalisNaOH. Prosesnya
peralatan berupa deodorizing sAstem atau stecm stnpping unit.
berupa proses pencampuran dan setfling. Hasilnya diperoleh fase
Mengingat kapasitas pabrik yang akan dibangun adalah r5o Llbatch
atas, berupa biodiesel yang siap untuk proses drying dan fase
maka tambahan peralatan seperti itu menjadikan pabrik kurang
bawah, berupa larutan metanol yang siap untuk proses distilasi.
efisien. Apalagi, bahan baku utama yang akan dipergunakan adalah
Proses drying, berupa proses pengeringan biodiesel dengan sistem
minyak goreng bekas yang kadar FFA-nya sudah sangat rendah. Jika
uacuum untuk menghilangkan air yang terkandung di dalam
diperbandingkan antara rute proses kedua dengan rute proses ketrga
biodiesel hingga kadar airnya < o,o4w lo.
maka rute proses ketiga relatif kurang ekonomis karena jumlah FFA
yang dapat diesterifikasi hanya sekitar 7 liter untuk setiap bctch-nya
jika menggunakan bahan baku CPO. Sementara dengan bahan baku
minyak goreng bekas, jumlah FFA yang dapat diesterifikasi menjadi
sangat tidak signifikan. Dari pefiimbangan-pertimbangan tersebut
serta dengan kemungkinan pengoperasian pabrik menggunakan
CPO atau minyak jarak (crudejathropo oil, CJO) sebagai bahan
baku pada masa yang akan datang maka rute proses kedua dipilih
untuk proses produksi biodiesel. Metanol sisa proses akan direkoveri
sebagian dengan metoda evaporasi mengingat rekoveri dengan
llustrosi 10. (ombinosi eslerifikosi dengon tronseslerifikosi
proses distilasi tidak ekonomis. Hal ini dikarenakan kapasitas pabrik
yang relatifkecil sehingga biaya yang dikeluarkan untuk proses ini t) Sifat-sifat metanol
tidak sepadan dengan hasil yang akan diperoleh. Adapun sifat-sifat metanol disajikan pada Tabel rr.
Transesterifikasi berkatalis basa dari minyakyang sudah
diolah (refined oil) dapat menghasilkan biodiesel berkualitas tinggi TABEL II. KARAKTERISTIK METANOL

dengan efisiensi mencapai 99,9o/o. Berikut adalah contoh tipikal .r, fi11:1t,,19e1*r.ert813i fiii,l:;i$
Berat molekul (25o C) 32,04
aliran input danoutput dari tansesterifikasi CPO dengan kadar
Gravitasi spesifik 0,7866
FFA5%.
Titik didih, cair 64,60 C
Flash point t20 c
Aliran masuk (input):
Auto lgnition temperature 4700 C
. CPO(S%FFA) r.ooo kg Viskositas t.258
. Metanol 95% roo kg Konduktivitas termal (25o C) 200 mW m-l K-l
. NaOH skg Batas bawah 6,0% vol.
Batas keterbakaran (di udara)
Batas atas 36,5% vol.

Aliran keluar (output) : Klasifi kasi bahan berbahaya 3

. Biodiesel 950 kg
. Gliserin roo kg z) Transportasi dan penyimpanan
. Sabun 50 kg
Dalam semua tahap transportasi dan distribusi, metanol harus
. NaOH sks disimpan dengan aman dan ditangani dengan penuh tanggung
jawab. Hal ini akan meminimalkan risiko terhadap manusia dan
D. Bahan Kimia yang Digunakan lingkungan serta dapat mempertahankan kualitas produk.

Mengingat pabrik biodiesel ini berkaitan dengan beberapa Untuk mencegah kontaminasi, sistem yang khusus untuk

bahan kimia yang berbahaya maka diperlukan pertimbangan memindahkan atau menyimpan metanol lebih disarankan.

dalam penyimpanan, pemindahan, dan pemrosesan bahan-bahan Jika menggunakan sistem yang tidak khusus diperunhrkkan

kimia tersebut. Adapun bahan kimia yang terkait dalam proses ini bagi metanol, sistem tersebut harus dibersihkan, difush, dan
adalah metanol, CPO, NaOH, H3PO4, dan gliserol/gliserin. diambil sampelnya sebelum digunakan untuk memastikan
integritas produk. Peralatan harus diberi label dengan jelas untuk

a. Metanol menunjukkan bahwa peralatan tersebut hanya digunakan untuk


metanol saja. Jika tidak digunakan, peralatan tersebut harus
Metanol umumnya terbuat dari gas alam, termasuk jenis
dilindungi dari kontaminasi.
alkohol yang merupakan zat yang takberwarna, netral, polar,
dan mudah terbakar. Zatinilarut dalam air, alkohol, ester, dan
sebagian besar pelarut organik. Metanol sedikit larut dalam lemak
b. CPO

dan minyak. Crude palm oil (CPO) adalah minyak nabati yang diperoleh
dari hasil pengolahan kelapa sawit. Industri minyak goreng
merupakan industri yang selama ini menyerap CPO paling besar,
yaitu lebih daigoo/o. Selain itu, CPO juga merupakan bahan baku
z) Transpotasi dan penyimpanan
CPO merupakan zat yang stabil secara kimia. Akan tetapi,
untuk industri oleokimia, margarin, dan sabun. Saat ini CPO
karena sifatnya yang dapat teroksidasi, CPO harus drjaga supaya
merupakan minyak nabati yang ketersediaannya paling melimpah
dalam wadah yang tetap kering dan sejuk, tetap tertutup rapat.
di tanah air sehingga menjadi bahan baku potensial untuk
CPO harus dihindarkan dari panas dan api.
biodiesel.

c. NaOH
0 Sifat-sifat CPO
Adapun sifat-sifat CPO disajikan pada Tabel rz.
Natrium hidroksida (NaOH) yang juga dikenal sebagai sodium
hidroksida atau coustrt sodo adalah zat kimia yang bersifat basa
dan sangat korosif. Zalinidipergunakan di berbagai industri
seperti kertas dan bubur kertas, tekstil, sabun, dan deterjen. Dalam
pembuatan biodiesel, NaOH berfungsi sebagai katalis reaksi
transesterifikasi.

IP0. Merupokon minyok


t) Sifat-sifat NaOH
noboti yong memiliki tilik
Adapun sifat-sifat NaOH disajikan pada Tabel 13.
didih ringgi

TABEL 13. KARAKTERISTIK NaOH


TABEL I2. KARAKTERISTIK CPO ,.91il*t . : :',:t..1,,:;

Sifat 'Keterangan Sinonim Caustic soda, lye

Trade name Crude palm oil Chemical name NaOH

Chemical name Trigliserida atau asam lemak Padatan putih semitransparan, seringkali
Bentuk
Minyak nabati berupa pelet seberat kira-kira 0,1 g
Chemical family
Molecule weight (25o C) 847-853 Molecule weight 40

Specific gravity (20o C) 0,92-4,927 Specific gravity 2,t2

Boiling point,o C NiD Melting point 3t80 C

Meking point Sekitar 30o C Kelarutan dalam air Tinggi (pelarutannya sangat eksotermik)

Flash point,o C 267


Auto ignition temperature 3t6o C (600,80 F) z) Transpotasi dan penyimpanan
Viscosity, mm//s 1380 C; 36,8-39,6 NaOH merupakan zat yang stabil, tetapi higroskopis
Flammable limi* {in air) Dapat terbakar pada suhu tinggi (menyerap air). NaOH juga menyerap COz dari udara. Selain itu,
lodine value 35-6 I
NaOH juga merupakan zatyangberbahaya dengan tingkat bahaya
Saponification value t86-209 sebagai berikut.
Kelarutan dalam air Tidak larut . Jika terjadi kontak dengan mata, dapat menyebabkan
Kenampakan Kuning kemerahan
kerusakan jangka panjang yang serius.
. Padatan dan larutannya merupakan zatyangkorosif.
. Melepaskan panas yang cukup besar ketika dilarutkan dalam z) Transpotasi dan distribusi

air. H3PO4 harus disimpan dalam kontainer yang tertutup dan


di tempat yang sejuk, kering, serta berventilasi baik. Setelah

Mengingat sifatnya yang demikian, sebaiknya selalu menangani zat ini, sebaiknya tangan langsung dicuci. Jangan

menggunakan safefu glasses ketika menangani zat ini. Hindarkan menghirup debu, uap, percikan, atau gasnya. Hindari kontak

kontak langsung kulit dengan padatan atau larutannya. Jika akan dengan mata, kulit, dan pakaian.

menggunakan sarung tangan, bahan sarung tangan sebaiknya H3PO4 merupakan zatyang stabil dalam suhu dan tekanan

dipilih darineoprene, nitril, atau karet alam untuk menangani yang nonnal. Akan tetapi, harus menghindari zat yang tidak

larutan dengan konsentrasi hingga 7o%. kompatibel, logam, panas berlebihan, atau paparan udara dan air.
Zat-zatyangtidak kompatibel antara lain adalah basa/alkali karena
d. H3PO4 0arutan 8S%) akan bereaksi,logam, dan campuran logam (karena korosif).

HrPOO-lebih dikenal di pasaran sebagai asam fosfat- HrPOO jusa melepaskan gas hidorgen yang mudah meledak jika

merupakan zat kimia yang dipergunakan untuk mengikat getah berealsi dengan klorida dan stainless steel. Zat inijuga bereaksi
(gum) dalam proses degumming minyak nabati. hebat dengan sodium tetrahydroborate.

t) Sifat-sifat larutan H3PO4 e. Biodiesel/methylester

Adapun karakteristik dari HrPOO disajikan pada Tabel r4. Kebutuhan solar yang terus meningkat kurang bisa diimbangi
dengan produksi minyak mentah sehingga salah satu upaya
ABEL I4. KARAKTERISTIK PO pemenuhannya disuplai dari biodiesel.
Slfat Keterangan
Molecular formula HIPOa 1) Sifat-sifatbiodiesel
Molecular weight 97,9924
Spesifikasi biodiesel sesuai dengan SNI o4-7182-2006
Appearance cleari colorless liquid
disajikan pada Tabel 15.
Odor odorless
Solubility complete in water
TABEL 15. SPESIFIKASI BIODIESEL (SNl 04-7182-2006)
Density/spec. grav t.685
. Nrr, r.
"$atu*n r:
'fEl"S0l-gl .

pH 1,5 (0, IN solution) 0,850 - 0,890


Massa jenis pada 40o C g/ml
7" volatiles by volume @ 2lC not available
Viskositas kinematik pada
Boiling point t580 C 2 ..2ir 1.st; 2,3 - 6,0
400 c
Meking point 42,350 C min.48
3 Angka setana
Vapor densiry (air = l) 3,4
4 Titik kilat (mangkok tertutup) oc min. I00
Vapor pressure 2hPa@20oC 5 Iitik awan/mendung
oc maks. 18
Viscosity t4o @ 20o c Korosi strip tembaga (3 iam
6 maks. no 3
pada 50o C)
rI
*l

l-oniulon lobel I 5 yang diproduksi setelah tahun 1994 di Amerika Serikat dibuat
Hol' Trtrametar ..'Sa*u*n FEL*Ot-03 dengan gasket dan seol yang tahan terhadap biodiesel. Pengguna
Residu karbon juga dapat menghubungi pabrikan mobil untuk memperoleh
7 - dalam contoh asli %-b
keterangan lebih lanjut.
- dalam l0% ampas distilasi
8 Air dan sedimen Y"-vol maks.0,05
9 Temperatur distilasi 90% oC maks. 360
3) Transpoftasi dan penyimpanan

0 Abu tersulfatkan Biodiesel harus disimpan dalam peralatan yang bersih, kering,
%-b maks.0,02
I Belerang maks.80 dan dapat menyimpan minyak diesel pada suhu 5o-rzoo F
PPM-b
2 Fosfor PPM.b maks. l0 (ro-49o C). Hindarkan biodiesel dari zat yang menyebabkan
3 Angka asam mg-KOH/g maks.0,8 oksidasi, panas yang berlebihan, dan sumber api. Simpan dan
4 Gliserol bebas "/"-b mdks.0,02 gunakan biodiesel pada area dengan ventilasi yang baik. Jangan
5 Gliserin total %-b maks.0,24 menyimpannya di dekat panas, percikan api, ataupun nyala api.
6 Kadar ester alki, %-b min.96,5 Simpan di tempat yang aman sehingga tidak terkena matahari
t7 Angka iodium %-b (g-12l100 g) maks. I 15
langsung.
t8 Uji Halphen negatif
Flash point atau titik kilat biodiesel lebih dari 15oo F (650 C),
jauh di atas bahan bakar diesel petroleum yangJlashpoint-nya
z) Material mmpatibilig (kecocokan material)
sekitar rz5 oF (Sr oC). Oleh karena itu, biodiesel lebih aman
Kuningan, perunggu, tembaga, timbal, timah, dan seng
dalam penyimpanan, penanganan, dan penggunaan dibandingkan
akan mengoksidasi minyak diesel/solar dan biodiesel, kemudian
dengan minyak diesel petroleum.
menghasilkan sedimen. Solder dari bahan timbal dan pelapisan
Jika terjadi tumpahan atau ceceran, segera pindahkan sumber
dengan seng harus dihindari, seperti halnya pipa tembaga,
api, isolasi ceceran pada area yang sekecil mungkin. Ambil ceceran
regulator dari kuningan, danfitting yang terbuat dari tembaga.
yang kecil dengan bahan penyerap, seperti handuk, keftas,
Bahan bakarnya atatfitting-nya akan cenderung berubah warna
pasir, atau lumpur. Ambil kembali ceceran yang besar untuk
dan dapat terbentuk sedimen yang dapat menyumbat filter
pembuangan. Bersihkan permukaannya dengan pelarut yang aman
bahan bakar. Material yang tidak terpengaruh oleh biodiesel
untuk menghilangkan lapisan minyak yang tersisa karena dapat
adalah alumunium, steel, Jluorinated polyethylene, Jluorinated
menyebabkan lantai licin.
polypropylene, teflon, nylon, dan viton.
Efek dari B2o terhadap material yang lemah mengecil f. Gliserol/gliserin
dibandingkan dengan campuran yang lebih tinggi. Beberapa Gliserol merupakan zat yang tidak berbahaya bagi penanganan
oksidasi yang lambat dapat terjadi, meskipun terjadinya dalam secara industrial. Meskipun demikian, pada konsentrasi tinggi
jangka waktu lebih lama. Biodiesel juga dapat mempengaruhi zatini dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan/atau
seol, gasket, dan perekat; terutama mobil lama dan yang terbuat pernapasan jika terhirup. Jika termakan, dapat menyebabkan
dari karet alam atau karet nitril. Hal ini menjadi alasan utama iritasi pada alat pencernaan dan dapat menyebabkan sakit kepala.
kenapa mobil dan storage ngr\ mgdjfikasi. Hampir semua mobil
.,Fv r t- I
1) ,,-$
Spesifikasi fisik dan kimia ffiffim"M
Adapun spesifikasi fisik dan kimia disajikan pada Tabel t6.

TABEL I6. KARAKTERISTIK GLISERIN Rancang


Wujud Fi$k Calr
Penampakan

Bau
Jernih, tidak berwarna
Bau tidak lelas
Bangun Pabrik
Rumus molekul C1HsO1
Berat molekul 92,1

Specifi c gravity/density 1.2607

pH Tidak tersedia data


Tekanan uap <0,01 mm Hg @ 20o C
Densitas uap 3., 17 (di mana H7O = l)

Laju penguapan Tidak tersedia data roses rancang bangun suatu instalasi seperti pabrik
Viskositas Tidak tersedia data biodiesel merupakan tahapan-tahapan pekerjaan yang saling
Titik didih 29oo C (5540 F) berhubungan, mulai dari persiapan sampai dengan pengoperasian.
Titik beku/titik leleh 200 c Untuk mendapatkan hasil terbaik, pekerjaan ini harus dilakukan
Temperatur nyala spontan 3700 C
berurutan meskipun ada sebagian pekerjaan yang dapat dikerjakan
Titik nyala t930 C
secara simultan. Secara garis besar, tahapan proses rancang
Suhu terdekomposisi 2900 C
bangun pabrik biodiesel ditunjukkan pada Ilustrasi 6.
Kelarutan dalam air larut

z) Transportasi dan penyimpanan


Pastikan penyimpan gliserol dalam keadaan tertutup rapat.
Pengiriman
Simpan di tempat yang ventilasinya baik, kering, dingin, dan jauh
dai zat-zatyang dapat mempengaruhi gliserin/in compatible
subsfonces.
Gliserin memiliki stabilitas kimiayang baik. Akan tetapi,
keberadaan panas, sumber api, dan material yang tidak Analisis dan
kompatibel-yai*ll acetic anhydride, potassium permang anate, Perencanaan Konstruksi
Proyek dan Startup
asam kuat, dan basa kuat-harus dihindarkan dari gliserin.
Material yang dapat menyebabkan dekomposisi, yaitu karbon
monolaida, karbon dioksida, asap, dan gas yang beracun dan
menyebabkan iritasi harus dihindarkan kontak langsung dengan
lluslrosi 6. Proses ronrong bongun pobrik
gliserin.
A. Desain Rancang Bangun Konseptual
sisa-sisa makanan. Hasil penyaringan disimpan di dalam
Desain rancang bangun konseptual adalah sebuah proses
tangki minyak bersih. Jika bahan baku yang dipergunakan
sistematis, obyektif, dan investigatif di mana kebutuhan dasar adalah minyak nabati kasar, seperti CPO atau CIO, maka
teknis, karakteristik operasi, dan batasan-batasan yang ada dari persiapan awalnya adalah melalui proses degumming dengan
rencana pabrik biodiesel dievaluasi dan didefinisikan. Tahap
cara mencampurkan CPO dengan bentonit dan asam fosfat
ini merupakan dasar dalam pemilihan desain dan peralatan (H3PO4) di dalam tangki degumming. Asam fosfat akan
konseptual serta mendefinisikan fitur-fitur kunci dari pabrik, mengikat fosfor gumlgetah yang terkandung dalam CPO.
fungsi sistem dan struktur, batasan desain dari sistem dan Ikatan asam fosfat dengan guminikemudian ditangkap oleh
peralatan, kinerja pabrik, serta pembiayaan. Desain rancang
bentonit. Proses ini dilakukan di dalam tangki minyak kotor
bangun konseptual merupakan dasar untuk pengembangan proses yang didesain mampu melakukan proses degumming. Hasil
dan desain secara detail, pengadaan peralatan, dan konstruksidan degumming kemudian disaring dengan memakai filter tekan.
pengoperasian pabrik baru.
Setelah melewati penyaring, minyak nabati kasar yang telah
bersih (degummed ueg etable oil) ini kemudian ditampung
1. Diagram alir proses di dalam tangki minyak bersih dan siap untuk direalaikan di
Seperti telah disinggung sebelumnya, pabrik ini akan memiliki dalam reaktor.
batasan sebagai berikut. Katalis natrium hidroksida (NaOH) dilarutkan dengan metanol
. Kapasitas t5o L/batch. di dalam tangki pencampuran katalis (catalystmiing tank)
. Bahanbakuminyakgorengbekas. dengan cara diaduk dan disirkulasikan dengan bantuan
. Pabrik juga harus mampu menggunakan bahan baku minyak
nabati kasar, seperti CPO atau CJO.
. Proses yang digunakan adalah transesterifikasi dengan
pemisahan FFA secara penyabunan.
. Kelebihan metanol selama proses akan direkoveri sebagian.
. FFA yang terbawa dalam air limbah proses pencucian
(washing) biodiesel tidak akan direkoveri.
Dari batasan-batasan tersebut maka dapat disusun suatu
diagram alir proses Qrocessflow diagram, PFD) (Ilustrasi ro)
dengan tahapan proses sebagai berikut.
1. Proses persiapan awal Qtretreatment) minyak goreng bekas l Penyoringon minyok goreng

yang berada dalam tangki minyak kotor adalah dengan c. bekos skolo loborotorium.
t' Eiso menggomborkon
melakukan penyaringan, yaitu dipompa dan dilewatkan ke penyoringon podo pobrik
sebuah filter tekan (pressfilter). Proses
ini membersihkan t-
skolo kecil koreno

minyak goreng bekas dari partikel-partikel pengotor seperti ,'ffi


{ffi
Iry
umumnyo dilokukon dolom
tongki sehinggo fidok
d terlihot
pompa. Pencampuran katalis tidak dilakukan langsung
di dalam reaktor karena NaOH yang berbentuk serpihan
tidak akan larut dengan bahan baku minyak. Mengingat
reaksi transesterifikasi trigliserida dengan metanol adalah
reaksi dapat balik (reuersible)maka jumlah metanol dibuat
berlebih dari kebutuhan sebenarnya agar reaksi dapat terus
berlangsung ke arah kanan (pembentukan biodiesel).
Bahan baku minyakbersih direaksikan dengan campuran
metanol dan NaOH dengan cara diaduk dan disirkulasikan
dengan bantuan pompa sambil dipanaskan pada temperatur
sekitar 7oo C di dalam tangh reaktor. Reaksi ini akan
menghasilkan biodiesel (fatty acid methyl ester, FAME),
gliserin, dan sedikit sabun. Selain itu, terdapat sisa metanol
yang tidak bereaksi (excess methanol) karena jumlah metanol
Selt/rng. Dolom skolo loborolorium Pemhohon gliserin don biodiesel skolo
dalam reaktor sengaja dibuat berlebih. Setelah pengadukan dilokukon dengon mendiomkon lorulon loborotorium. Lopison biodiesel berodo di otos
dalam reaktor, campuran dalam reaktor didiamkan (settling) beberopo soot hinggo lerbentuk duo lopison don lopison gliserin berodo di bowoh

selama beberapa saat sampai terbentukbeberapa lapisan


cairan di dalam tangki reaktor. lapisan yang paling dominan jumlahnya adalah biodiesel yang terletak di bagian paling
atas, kemudian diikuti oleh gliserin di bagian paling bawah
I
reaktor. Selain itu, terdapat sedikit lapisan sabun di antara
lapisan biodiesel dan gliserin. Lapisan paling bawah (gliserin
bercampur metanol) dikeluarkan dari reaktor dan dimasukkan
ke tangki penguapan r (evaporator r), sedangkan lapisan
paling atas-yaitu biodiesel-dialirkan ke tangki penguapan
z (evaporator z). Setelah reaktor dikosongkan, bisa diisi lagi
dengan bahan baku untuk proses batch berikutnya.
4. Iarutan gliserin dan metanol kemudian dipanaskan dengan
menggunakan uap air di dalam evaporator r sehingga

Proses reoksi dolom metanol yang masih tercampur akan teruapkan


skolo loborolorium. untuk kemudian dikondensasikan dalam kondenser dan
Dolom tobung reoksi
dopot terlihot dengon
dialirkan kembali kemiing catalyst tank untuk proses botch
ielos pencompuron berikutnya. Sementara larutan gliserin bercampur sedikit
minyok goreng bekos
dengan sabun yang tidak teruapkan ditampung di dalam
dengon compuron
kotolis don metonol tangki gliserin (crade glyceine fonl<) sebagai produk samping.
Seleloh pencurion
biodiesel, dolom
skolo loborotorium
iugo perlu dilokukon
settlrng selomo
beberopo soot

Proses pengeringon. Dilokukon dengon coro pem0n0s0n

Bersamaan dengan proses No. 4, kemudian biodiesel yang


juga masih tercampur dengan excess metanol dipanaskan di
dalam evaporator z untuk dipisahkan dari metanol. Biodiesel
ini kemudian dipompakan ke tangki pencuci (washing tank)
untuk dicuci.
Pencucian (washing) biodiesel dilakukan menggunakan air
panas yang berasal dari tangki air panas. Biodiesel diaduk
dengan air dan kemudian didiamkan (settling) selama
beberapa saat sehingga akhirnya terbentuk dua lapisan cairan
di dalam tangki reaktor. Lapisan bagian atas adalah biodiesel
.O
Seteloh proses pengeringon. (oiron biodiesel terlihot lebih iernih
yang relatifbersih, sedangkan lapisan bagian bawah adalah
waste water yang berupa campuran antara air dengan sisa-
ini
sisa metanol, gliserin, dan sabun. Lapisan bagian bawah T. Biodiesel dipanaskan sambil disirkulasikan di dalam
kemudian dialirkan ke unit pengelolaan limbah (waste water uacuum dryer tankyang secara kontinu divakum dengan
treatment, WWT), sedangkan biodieselnya kemudian dialirkan mempergunakan pompa vakum. Tujuan pemanasan yaitu
ke tangki pengering vakum (uacuum dryer tank). untuk menguapkan air sisa pencucian yang masih tercampur
dengan biodiesel. Uap air sisa pencucian ini dibuang ke luar
dengan pompa vakum.
Biodiesel dat', uacuum dryer tank dipompakan melewati
penyaring (filter) biodiesel untuk menghilangkan partikel-
partikel fisik yang mungkin masih tersisa sehingga diperoleh
biodiesel yang benar-benar bersih.
Biodiesel bersih ini ditampung di dalam tangki penyimpanan
(storage tank).

Dengan memperhatikan Ilustrasi 11 PFD, peralatan proses


utama yang diperlukan untuk pabrik biodiesel ini terdiri atas
tangki minyak kotor yang bisa juga berfungsi sebagai degumming
o
€oo fank, tangki minyakbersih, tangki pencampuran katalis dengan
metanol, tangki reaktor, filter tekan, kondenser metanol, dua buah
o evaporator, tangki pencuci, tangki pengering vakum, filter
4
biodiesel, dan pompa-pompa. Di samping itu, diperlukan beberapa
o
d tangki penyimpanan seperti tangki air panas, tangki metanol,
E tangki gliserin dan tangki biodiesel.

a
2 Kesetimbangan massa proses produksi biodiesel
Perhitungan kesetimbangan massa melibatkan seluruh bahan
kimia yang terlibat dari sejak masuk reaktor sampai dengan keluar
produkutama, produk samping, dan sampah. Bahan-bahan kimia
tersebut berikut karakteristiknya disajikan dalam Tabel 17.

TABEL I7. KARAKTERISTIK BAHAN KIMIATERKAIT REAKSI


TRANS-ESTERIFIKASI
, Sers*:l*lolekrd (Bltt} :Bq4tgni*p*de.#So$I
..'gafilol ' '' r1ag61o1:" r lqBr-lit*l
9H' I
.E
E Asam lemak (FA) 269,40 0,2694 0,857
az o
q !Y
:6 Trigliserida (TG) 853,60 0,8536 0,890
:E EE
Metanol (MeOH) 32,04 0,0320 0,792
Air (H1O) t8.02 0.0 t80 t,000
Katalis (NaOH) 40,00 0,0400
Loniulon Tobel I i Minyok ielonloh

Bera.t l'lotrekul :(&t t) Beratfenir prdt fl0s C! HrO + FFA + TG + MeOH --> Biodiesel + Gliserin
,d.tqol,,, kdrn$J,. "Mlttef I mol 3 mol 3 mol I mol
Asam fosfat (HrPOa) 98,00 0,0980
Dari rz9 kg biodiesel, jumlah mol biodiesel dalam reaksi bisa
Gliserin 92,t0 0,0921
Biodiesel (FAME)
dihitung sebagai berikut.
283,s0 0,2835 0.860
Sabun 289.40 0.2894
mBiodiesel 129 kg
tfiodtesel = =
Komposisi dari bahan-bahan yang dipakai dalam reaksi
BMBiodi.rel 0,2835 kg/mol
ditunjukkan dalam Tabel 18.
= {$$,O$ mol

ABEL I8. KOMPOSISI BAHAN BAKU (*l -


Jumlah mol reaktan dan produklainnya dapat dihitung

NaOlt, dari perbandingan mol reaksi. Dari jumlah mol ini, massa
'lJreiilr '.
ttotir 8sruih
masing-masing produk dan reaktan dapat dihitung dengan
FFA (%) 0,50 0,53 MeOH (%) 95,0 NaOH (%) 98,0
mempergunakan BM masing-masing, yaitu TG = t2),{7kg,
rG (%\ 93,45 99.41 bo (%) 5.0 bo (%) 2.0
MeOH = t4,SB kg, dan Gliserin = rJ,97 kg. Jumlah MeOH
H}O (%) 0,05 0,05
ini adalah jumlah ideal untuk reaksi dapat balik. Agar reaksi
Pengotor (Pgt) (%) 6,00 0,00
Total (%) r00,00 r00,00 Total(%) r00,0 Total (%) r00,0
selalu berlangsung ke arah pembentukan biodiesel, pada reaksi
sesungguhnya jumlah MeOH dibuat berlebih (excess MeOH), yaitu

a. Reaksitransesterifikasi sebanyak 5oo/o daivolume bahan baku atau minyak goreng bekas
bersih.
Sebelum direaksikan secara transesterifikasi, minyak goreng
Seperti telah dibahas sebelumnya, hanya g8% daiTG yang
bekas harus disaring terlebih dahulu agar semua pengotor-seperti
terkonversi menjadi biodiesel. Oleh karena itu, jumlah aktual TG
bekas-bekas makanan*bisa dihilangkan. Dengan demikian, bahan
yang diperlukan untuk menghasilkan 129 kg biodiesel menjadi
baku yang masuk ke dalam reaktor adalah minyak goreng bekas
yang sudah bersih dari semua pengotor. Komposisinya menjadi 129,47k9
seperti dalam Tabel 18. Untuk keperluan reaksi, dari pengalaman l6aktual = =1g2,11kg
proses selama ini, dapat diasumsikan bahwa g\o/o daiTG akan 98%
dikonversi menjadi biodiesel. Sebagai basis dari perhitungan adalah
Berdasarkan massa TG aktual ini, massa bahan-bahan lain
target produksi biodiesel yaitu r5o liter (setara dengan tz9 kg)
-
yang terdapat pada pada Tabel 18 bisa ditentukan dan hasilnya
serta perbandingan mol dari reaktan dan produk. Pada proses
ditampilkan pada Tabel 19.
transesterifikasi minyak goreng bekas ini, yang menjadi biodiesel
hanyalah komponen TG, di mana l mol TG direaksikan dengan 3
mol MeOH akan menghasilkan 3 mol biodiesel serta r mol gliserin.
TABEL I9. NERACA MASA REAKSITRANSESTERIFIKASI MINYAK membentuk sabun dengan reaksi seperti ditunjukkan pada
GORENG BEKAS persamaan realsi di bawah ini. Hanya Bo% dari FFA ini yang
Total
Bio- berealai dengan katalis atau sebanyak o,57 kg.
Uraian Jelantah Pgt Hzo FFA TG MeOH Gliserin
diesel
bersih
Rasio mol 3 3 I
H-FA+NaOH + Na-FA+HrO
Reaksi r mol r mol r mol r mal
- l.g t29,47 t4,58 t29,00 13,97
- mol t5 t,68 455,03 455,03 rs r,68 Sebagai katalis dalam proses transesterifikasi, kebutuhan
Aktual NaOH murni adalah t% dari jumlah bahan baku jelantah atau
yang ada sebesar 1%xrg2,8g kg = r,33 kg. Oleh karena NaOH yang dipakai
-kg t32,89 0,00 o,o7 0.7 t32,t 56, 4* t29,00 13,24
I
memiliki kemurnian 98%, jumlah akrual larutan NaOH + H2O
t I

Tidak
adalah r,36 kg. Meskipun demikian, pada proses penyabunan ini
bereal<si
-kg 3.42 0,00 0,07 0.7 t 2,64 41.56
hanya NaOH murni yang bereaksi dengan FFA. Dari data-data
yang tersedia, neraca massa reaksi penyabunan dapat diteirtukan
Jumloh exress metonol (MeOH + H20) yong dibutuhkon odoloh 50% volume dori iumloh
seperti diperlihatkan pada Tabel zo.
minyok goreng bekos bersih, yoitu 50% x 149,34 L=14,61 L = 59,10 kg. Metonol yong
digunokon memiliki kemurnion 95%. Jodi, iumloh melonol murni d0l0m reoksi odoloh 95% X

59,10 kg = 56,14 kg. TABEL 20. NERACA MASSA REAKSI PENYABUNAN


Uraian H.FA NaOH Na-FA HrO
Untuk perhitungan excess MeOH, volume minyak goreng Rasio mol I I

Reaksi
bekas bersih bisa dihitung dari penjumlahan volume aktual HrO,
-kg 0,57 0,08 0,6 r 0,04
FFA" dan TG yang diperoleh dari konversi massa aktual masing-
- mol 2, t0 2,t0 2. t0 2,10
masing dalam Tabel t9 dengan faktor konversi berat jenis yang
Aktual yang ada
terdapat dalam Tabel 17. Dengan demikian, volume minyakgoreng
terda -kg 0,7 t t,33 0,6 t 0,04
bekas bersih (\ibb) untuk satu kali operasi sebagai berikut. Tidak bereaksi
-kg 0. t4 t,25

o,o7 kg o,71 kg $2,1 kg


Vbb= +- =1^4g,g4L c. Neraca massa keseluruhan proses produksi biodiesel
r,ookg/L o,B57kglL o,89okg/L Dengan memperhatikan dua reaksi utama yang terjadi pada
proses produksi biodesel menggunakan bahan baku minyak goreng
r. Reaksipenyabunan bekas maka dapat disusun neraca kesetimbangan massa dari
Ketika trigliserida mengalami reaksi metanolisis semua reaktan dan produk seperti ditunjukkan pada Tabel zr.
(transe
transesterifikasi) maka asam lemak (fafu acid, FA) yang tadinya
terikat
erikat menjadi lepas sehingga terbentuk asam lemakbebas (free
ttty aacid, FFA). FFA ini kemudian berikatan dengan katalis
fatty
TABEL 2I. NERACA MASSATOTAL PROSES PRODUKSI 3. utilitas
BIODIESEL
Selain peralatan dan proses utama, utilitas juga merupakan
Sehalurfi.f,**ksi Setehh **aJtsl
komponen yang sangat menentukan untuk mengoperasikan
l.s kg %
peralatan utama. Tanpa keberadaan utilitas ini maka pabrik tidak
Jelantah bersih akan bisa dioperasikan. Utilitas berupa listrik, air, dan uap beserta
Asam lemak (FA) o,7t 0,53 o, r4 5,0
peralatan pendukung terkaitnya. Uap dipergunakan sebagai media
Trigliserida (TG) t32,t I 99,42 2,64 92,5
Air (H2O) pemanas dengan cara dialirkan melalui pipa koil yang berada di
0,07 0,05 0,07 2,5
Pengotor (Pgt) 0,00 0,00 0,00 0,0 dalam tangki yang memerlukan pemanasan.
Subtotal t32,89 t00.0 2,85 t00,0
" Sumber listrik dapat berasal dari jaringan PLN atau generator

Metanol 95% sendiri atau juga kombinasi keduanya dengan generator berfungsi
MeOH 56,t4 95,0 4 t,56 93,4 sebagai cadangan. Listrik dipergunakan untuk pengoperasian
Air (H2O) 2,95 5,0 2,95 6,6 motor pengaduk, pompa, boiler,penerangan, serta kebutuhan
Subtotal 59,r0 t00,0 44,51 r00,0 lainnya.
NaOH 98% Air bisa berasal dari ledeng, air tanah, sungai, atau sumber
NaOH r,33 98,0 r,25 97,9 lainnya yang dipandang paling ekonomis. Bergantung dari
Air (H2O) 0,03 2,0 0,03 2,1 kualitas air yang tersedia, kemungkinan air perlu diolah terlebih
Subtotal t.36 t00,0 t,28 r00,0
dahulu sebelum bisa dipergunakan, terutama air untuk keperluan
proses danboiler. Oleh karena itu, kemungkinan diperlukan unit
Produk
Biodiesel t29,00 89,8 tambahan untuk pengolah air (water treatment) dan pendingin,
Gliserin 13,97 9,7 kebutuhan operator, kantor, dan lainlain.
Air (H2O) 0,04 0,0 Boiler diperlukan untuk memproduksi uap air. Terdapat
Sabun 0,6 0,4
bermacam Iipeboileryang bisa mempergunakan bahan bakar
r

Subtotal t73.66 100,0


batubara, biomasa seperti cangkang kelapa sawit, minyak solar,
Rugi-rugi r,08 0,56+ atau kombinasi dari bahan-bahan bakar tersebut. Pemilihan
Total t93,35 tipe danjenis bahan bakar sangat bergantung pada kebutuhan
-
(elerongon : Niloi ini merupokon persenlose rugi-rugi mosso lerhodop lolol mosso reoklon uap atau kapasitas pabrik serta kondisi setempat. Akan sangat
sebelum reoksi ( 1,08/l 93,35=0,56%)
menguntungkan apabila pabrik biodiesel skala kecil diintegrasikan
dengan pabrik lain yang sejenis sehingga bisa mempergunakan
secara bersama-sama boiler yang sudah tersedia.
4. Sistem kontrol
Seperti sebagian telah dibahas sebelumnya dan sebagian akan
dibahas berikut ini, dalam pabrik biodiesel ini akan dipasang
berbagai macam peralatan mekanikal, elektrikal, dan proses. Agar
pabrik bisa berjalan dengan baik dan memproduksi biodiesel,
semua peralatan pada setiap kategori harus dioperasikan sesuai
dengan fungsinya masing-masing. Pengoperasian dari peralatan-
peralatan ini harus terkoordinasi dan diatur sedemikian sehingga
tercapai kondisi operasi yang diinginkan. Sistem kontrol
menyediakan peralatan yang dibutuhkan oleh operator untuk
dapat mengatur dan mengoperasikan pabrik secara aman dan o
06
c
efisien.
Sistem kontrol dapat dibagi menjadi dua kategori umum,
-
E
yaitu kontrol hidup-mati (on-off control) dan kontrol modulasi ll E

{mondulating control). On-off control menghasilkan keadaan- ta =


keadaan yang bersifat diskret, seperti menghidupkan atau t o
o
0
mematikan lampu, motor, atau pompa. Sementara modulating ::, o
o
confrolbersifat kontinu sesuai dengan kondisi yang diinginkan,
'll
r ft e
E
q
i 6
li-
li
seperti pengaturan bukaan katup secara kontinu untuk pengaturan t
6
ketinggian cairan dalam suatu tangki. h?l N

Pabrik modern dengan skala besar biasanya sudah


i -j" E

mempergunakan sistem kontrol otomatis untuk efisiensi proses =


t-
l
:
serta meminimalisir kesalahan operator (human error).Namun,
untuk pabrik kecil, saat ini sistem kontrol manual sudah memadai.
Selain itu, sistem kontrol otomatis juga akan meningkatkan biaya
awal pembangunanp/anf secara signifikan. Dari kebutuhan
pengaturan yang diperlukan maka untuk pabrik kecil ini cukup
dipakai sistem on-off mntrol yang dioperasikan langsung oleh
operator dari sebuah panel kontrol.
L
- 2l:', - 2a? a 242
' I
a= a I t'= .i,'iPlf A l.il [',/Ar[]iiATCl 'l

---i Vp aL_rN_r-NSLH

u 202

) \- 5,1
ia:

lluslrosi 13. Diogrom sislem reoklor don pemisohon gliserin (P&lD 2)

,-*{

,,' la' 1 .-:a)'


I ri{r.JF,,r-[]- 2 1,., t:ltA ::t 2 a.1\-t:\:::

lt t" ..

--.----r-\

L
-'rl
1],,

-1---
-.--E-+
{

lluslrosi 14. Diogrom pemurni0n biodiesel (P&lD 3)


''t !Q:
\,,4 t_- ll .l lv
DRYTR -A\(

U IF]

'"":;"'T---->
tr1 rFl

<I,l, l
a
*q rFX.L rrr {'( tF oa
I -r)- >k t d
a
o
s0E-1s,1. 31l
E
ryFl
;o; ia ,r, DF I]
uoozff E
o
imllsl :. I

I I".", E
aoc ra ,!,r Uil o
o
a
", *"n @ I

l,'
L

lr:! i

u ,u, I p-401 F -401

)
: lQl
l,R.D[]Ct F lt L:t

t:
/\: :'l

1r
llu$rosi 15. Diogrom pengeringon biodiesel (P&lD 4) t.
=
) i:a' | ' i)-; . 2l) - 2": 1'41
aal 1\G //,r \rlXl\: l-'i-,'i-vS-
P! [i] =l C:l\l! L: t i

-r'- F 6a',

ll r
T
, ",r,
t

[- I
i

llyrrrosi I 7. Diogrom sislem oir pendingin don proses (P&lD 6)


sry

!l\i::rlf-a::'!rOLS
SERV I CE ! a- !!lll,,l!-.- s
sYuB0_s A.r, sY: !!!4! !Ar- iA!v:

!-0EE \iAL!: 1!A-L:ABL:


BL0W0![N A\D PUMP0!l 5vS :MS
I"E SVIJ]C,S

X. CAi: !'A VE SIEAM T]PI\C

L+ A\ F /A .'F

P]]]\C SYV]CLS

t i\r F Alai
\:
P]P: ( I];IDE] .:\.S E\-i'1N' i CIS-:FT A\
CIT J :orrtrrE! rr:v :r: r-c{
-- i:n.
\' .-1 A! ',\il :tri -aT A\l
a:a
L^^,
I
-(

I AIV]5P!'RE !iNT

:P:\ SEtt]i:,FA:\
C.C:E !:IVii] DRAiN

!:ITEI iREA(:-F
I

|'., i:x;,ANs:0\ ":t\

5]iAY \]ZZL:
I',.ti
-:
e 1:.-;\
ts:s! .:\.c : tN
]
9 a-ar" tot
1l\1rcIAl" s iAI\ii
L> c:\ I I \t: iv ltia$
.(1, C ASS J

:r 1a!
- lluslrosi I8. Kelerongon simbol P&lD
T

B. Desain Rancang Bangun Detail diagram alir proses (PFD). Pada ilustrasi ini, semua peralatan dan
instrumen yang dipergunakan dalam pabrik ini diberikan secara
Desain rancang bangun merupakan kelanjutan dari desain
detail, termasuk hubungan pemipaan antarperalatan maupun
rancang bangun konseptual. Pada tahap ini, semua informasi
dengan instrumen. Pemipaan di sini meliputi ukuran pipa, kelas
pada tahap sebelumnya dilengkapi secara detail dalam bentuk
pipa, perlengkapan pipa (fitting), seperti elbow, tee,Jlange, katup,
ilustrasiilustrasi konstruksi yang siap untuk fabrikasi. Dalam
dan lain-lain.
ilustrasi konstruksi ini, desain peralatan sudah final dan semua
Tergantung dari kompleksitas proses, P&ID dapat terdiri
ukuran serta spesifikasi sudah ditentukan. Ilustrasi-ilustrasi detail
atas satu atau puluhan lembar ilustrasi yang saling berhubungan.
yang diberikan kepada kontraktor atau bagian konstruksi biasanya
P&ID dari pabrik biodiesel kapasitas r5o Llbatch terdiri atas
terbagi atas empat kategori, seperti diperlihatkan dalam Tabel zz.
6 buah ilustrasi utama, seperti diperlihatkan pada Ilustrasi

TABEL 22. KATEGORI ILUSTRASI UNTUK KEPERLUAN t-r6. Selain dari ilustrasi-ilustrasi ini, biasanya terdapat pula
KONSTRUKSI ilustrasi tambahan yang berupa penjelasan dari simbol-simbol
Struhtur tlpll MekanikallKtmia Kellrtrlkffi I{ontfiol yang dipergunakan dalam ilustrasi. Ilustrasi-ilustrasi P&ID ini
Struktur baja - Diagram pemipaan - SingleJine Sl<ema
merupakan acuan untuk perakitan dan integrasi peralatan.
dan instrumentasi instrumentasi
Platform (P&rD) - Diagram z. Spesifikasi peralatan
Diagram logika
Untuk keperluan perancangan pabrik, peralatan yang
Tangga - Pengaturan lokasi - Pentanahan
peralatan (p/ant (grounding) Layout peralatan
dipergunakan harus bisa memenuhi spesifikasi sebagai berikut.
Pengaturan arrangement) kontrol a. Boiler. Diperlukan dengan kapasitas minimal r5o kg uap per
lokasi (sice - Konel<si jam, tekanan malaimal B kgf/cm2, dan bahan bakar solar.
arrangement) - Detail pemipaan Detail Boiler harus dilengkapi dengan pompa air umpan (feedwater
- Penerangan PemasanSan pump), katup pengaman, level control, pressure gauge,
Pondasi instrumen
pressure switch, panel box, dan cerobong.
b. Pompa. Spesifikasi pompa ditentukan berdasarkan fluida kerja
dan kebutuhan debit. Elemen-elemen pompa yang terbuat
Selain ilustrasi-ilustrasi detail, diberikan pula daftar peralatan dari baja tahan karat (SUS, stninless sfeel) dipakai untuk
yang diperlukan untuk instrumentasi, mekanik, kelistrikan, dan fluida yang bersifat korosif. Sementara untuk fluida nonkorosif
kontrol, misalnya daftar kebutuhan katup yang memuat jenis, dipakai bahan besi biasa (CS, carbon steel). Untukbahan
jumlah, ukuran, dan spesifikasi lainnya. mudah terbakar, dipakai pompa jenis explosion proof.

1. Diagram pemipaan dan instrumentasi


Diagram pemipaan dan instrumentasiQtiping and
instramentation diagram, P&ID) merupakan versi detail dari
il
II

tl
p Eq
e-
O-Q--Q-gr= O-A< 5 o-< -l
i*d'= e !l 9p- ==
H = P d P 3.P +E E6_ ==
EE=;EdjB1rQiH"+ =c,6
a.5=.U
ic E
=68* :v'i:-: I ts 5 i E'=
= = =g
E^=tgkfF*gEE+a
gE F+
3
FY?
i;
s 5E +E-EE
5
i = s* p= r #: s:-,E- 5:
iE + E q 1i i $ +E € +F
* 3 1= +E s F + i 3
=
EEBfESEq=[+f t
=
9'E :3*=J f
=:{Ff +E E
il#;ESi E
=
?H="t=a€EXp:'*i =F
!,H=o-=6'==+
6E? -T+EF=6-; =
SE E,g =I
7*as+Eg*
ii-E c =t c ? rE! i a
*ss
="8*5**-,Jx.p--=
0e a ota
'o
ci ai =+=
G- 92 tr-'E .i-l
E=
X. " *.!' t E
9+r

TABEL 23. SPESIFIKASI POMPA PABRIK BIODIESEL

Spesifikasi
Spesi{lkasi I'lotor
TAG Motor
Nema Flulda Keria Jenis
P&ID Debit
Head m Temp oC Casing lmpeller Seal Phase
,,,3ri
Minyak goreng
P-t0r Pompa minyak Gear pump 20 t,0 25- I 00 Cast iron 3
bel<as

Pompa pencam- Sentri-fugal,


P-t02 Metanol katalis t0 t,0 35 SUS 304 SUS 304 Viton 3
pur katalis explosion proof
Biodiesel metanol Sentrifugal, explo-
P-20 I Pompa reaktor t0 t,0 80-90 sus 304 SUS 3I6 Viton 3
gliserin sion proof
Pompa evapora-
P-202 Gliserin metanol Sentrifugal r0 t,0 90- I 00 Cast iron SUS 3I6 Viton 3
tor I

Pompa evapora-
P-30 I Bodiesel metanol Sentrifugal t5 2,0 90- I 00 Cast iron sus 3 t6 Viton 3
tor 2

P-302 Pompa pencuci Biodiesel air Sentrifugal r0 t,0 90- I 00 Cast iron SUS 304 Viton 3

P 40r Pompa pengering Biodiesel Sentrifugal 20 t.0 t00-t20 Cast lron SUS 304 Viton 3

Udara, uap air, uap


P-401 Pompa vakum Liquid ring min 33 mbar vakum 100 Cast iron 3
metanol
Pompa air pend-
P 60t Air Sentrifugal 30 5,0 35 Cast iron Cast iron E 3
ingin

P 602 Pompa air panas Air Sentrifugal t0 t,0 90 Cast iron Cast iron E 3
l

TABEL 24. SPESIFIKASI TANGKI-TANGKI PABRIK BIODIESEL f. Penukarpanas (HE, heat exchanger)
No
r"s Yolume
Nama Bshan
P&ID {llter} TABEL 26. SPESIFIKASIALAT PENUKAR PANAS
v-t0t Tangki minyak kotor CS 300 No Tag P&lD Hama Tipe
2 v-t02 Tangki minyak bersih CS 300 E-t0t Pemanas minyak Double pipe
3 v-t03 Tangki pencampuran katalis SUS 304 200 ) E-t02 Pemanas minyak bersih Double pipe
4 v-20 r Tangki reaktor SUS 304 300 3 E-t03 Kondenser pencampur katalis Shell-coil
5 Y-202 Evaporator I sus 304 300 4 E-20 I Kondenser reaktor Shell-coil
6 v-30 I Evaporator 2 sus 304 200 E-202 Kondenser evaporator
5 I Shell-tube
7 v-302 Tangki pencucian SUS 304 200 6 E-30 I Kondenser evaporator 2 Shell-tube
I v-40 r Tangki pengering vakum SUS 304 300 7 E-40 t Pendingin pompa vakum Shell
9 v-60 I Tangki air panas CS 300
t0 Tangki gliserin Drum
Pemanas double pipe adalah pipa dengan diameter kecil (r")
il Tangki metanol Drum
yang diletakkan di dalam pipa dengan diameter besar (2") yang
Tangki penyimpanan biodie-
t2 Fiber kemudian diberi insulator di bagian luar pipa diameter besar.
sel
Fluida kerja berada di dalam pipa kecil, sedangkan fluida
pemanas-yaitu uap air-berada di dalam anulus. Pemanas ini
digunakan jika bahan baku yang dipergunakan adalah minyak
d. Pengaduk. Agar proses reaksi dapat berlangsung baik maka nabati kasar (CPO/CJO) yang akan membeku pada suhu
tangki degumming, pencampuran katalis, dan reaktor kamar. Untuk bahan baku minyak goreng bekas, E-ror dan
dilengkapi dengan pengaduk. 1o2 dapat tidak dipergunakan.
g. Pendistribusi uap (steom header). Steamheader dipakai
TABEL 25. SPESIFIKASI PENGADUK untuk mendistribusikan uap dari boiler keperalatan-peralatan
No Tag F&lD Nama Futaran (rpm) proses. Tekanan operasi pada sreCIm header ini adalah sekitar
I MX-t0t Oil mixer + Motor 200
3 bar sehingga dipakai plat besi carbon steel dengan ketebalan
2 MX- t02 Catalyst mixer + Motor t00
4 mm.
3 MX-20t Reactor mrier + Motor 200

e. Filter. Filter bahan baku CPO mempergunakan tipe tekan


3. Perancangan peralatan
Setelah semua peralatan yang diperlukan teridentiflkasi,
Qressfilter) yang berupa lembaran-lembaran kain screen yang
tahap berikutnya adalah mendesain peralatan tersebut agar
disusun secara seri. Untuk filter produk biodiesel, dipakai filter
sesuai dengan keperluan proses. Proses perancangan ini harus
dengan porositas o,2 mikrometer.
memperhitungkan hal-hal berikut ini.
. Kondisi-kondisi operasi yang harus dipenuhi (temperatur,
tekanan, berat jenis fluida kerja, dan volume).
. Bentuk (tipe; vertikal atau horisontal; bahan: stainless steel, Perkiraan awal lebar plat (L') yang diperlukan untuk di-ro//
carbon sfeel, plastik atau lainnya; serta faktor korosi). menjadi silinder dengan diameter dalam seperti tersebut di atas
. Penghitungan dimensi peralatan dengan bahan-bahanyang adalah
biasa tersedia di pasaran, misalnya plat besi bisa ditemui di
pasaran biasanya memiliki ukuran 4'x B'serta 5'x 20'
. Menentukan support. L, = Nx 559,5 ** * 3#E-7** = 5,1ft
. Menentukan ketinggian (elevasi) dan orientasinozzle.

a. Tangki minyakkotor Karena di dalam tangki akan diletakkan pengaduk danheater


Tangki minyak kotor didesain berupa tangki silinder vertikal maka volume tangki harus diberi toleransi sehingga lebar plat
untuk kemudahan pengadukan serta penempatan dalam layout. L ditetapkan 6 ft. Hal ini juga bertujuan untuk memudahkan
Oleh karena plat besi yang ada di pasaran adalah 4'x B' maka pengukuran. Oleh karena itu, diameter dalam (ID) bisa ditetapkan
ditetapkan bahwa tinggi aktif tangki adalah 4' atau 1220 mm. sebagai berikut.
Dengan volume tangki ditentukan sekitar 3oo liter maka untuk
perhitungan awal diasumsikan diameter dalam (ID') tangki adalah

ID =+ x304,8 *,*t=582mm

4x 300I x 1.000.000 mm3n


ID'= = 559,5 mm
7l x 1.220 mm Dengan demikian, volume aktif (\) tangki sekarang menjadi
seperti berikut.

Molor pengoduk

v = +x x -
lrapezoidol head (s82 mm)2 1220 mm
Tr#r* %*t = 324,6 L

Diameter luar (OD) dari tangki dihitung dengan memper-


H hitungkan ketebalanplat (t) sebagai berikut.

Support bkirt)

OD= ID + 2t= 582 mm + 2x 3 mm = 588 mm


Trapezoidal head dibuat dari plat lingkaran yang ditekuk.
Diameter plat yang ditekuk untuk head (ODhead) ini adalah OD
ditambah toleransi tekuk sebesar 1oo mm.

i..,,
ODr,.o, = OD + 100 mm = 588 mm + 100 mm = 688 mm !r L i,'2,]
\ r.' i"'l
'\VP,r .i ,i ,\:,
T

Di dalam tangki ini, disediakan pemanas berbentuk pipa koil


yang di dalamnya dialiri uap. Pemanas ini dipergunakan dalam
proses degummingjika bahan baku yang dipakai adalah CPO atau
CIO. Sementara jika bahan bakunya minyak goreng bekas maka
pemanasnya tidak perlu dipergunakan (tidak perlu dialiri uap).

b. Tangki-tangki lain
Tangki-tangki lain dihitung seperti untuk perhitungan tangki lluslrosi 20. Iongki minyok bersih

minyak kotor. Sebagian tangki dibuat seperti kotak dengan tetap


memperhatikan fungsinya. Ilustrasi detail dari semua tangki -r.
,/ lff,
beserta pendukungnya ditunjukkan pada Ilustrasi r9-3o. ry:'Forc
il@rs
'f r+

,si
ffi

i; {-:
I

l[?1 "

lluslrosi 19. Tongki minyok kotor


lluslrosi 21. Tongki pencompur kololis

ji
2/
.i I

.t i1

I l l. l

llustrosi 24. Evoporolor I & 2

llustrosi 22. Tongki reoklor

!/, il-a.rr O/[

llu$rosi 23. Iongki pengering vokum


lluslrosi 25. Tongki pencuci
,/' \
l1
+---=:_-l ,'1illt
\.1/ ? )
;'..
[
,.,
,/ vr)
JII \TA', \CZZ..:

u, ,/- :i:i:
I / /
I II
//' \\ \
\\
\'. \ l
iitllL lli
lt+t I

\\ t,t
, \\ ,/./
\ 'i.\:>'..... --47 ,/
i

llu$rosi 28. l(ondenser reoklor don pencompur kololis

l
; -irr
i _
.rl
- lirir rir rl .,i, _ i .. l:,rl |irr + rii
' li,ir
_i I r
_L -

r- --F --tr 5-'-l- -.lr- -Lp {l-


== -F
tl{ ,l:ilr: ,,:
!
-
I

,.,,t t I

lluilrosi 27. Pengoduk tongki llustrosi 29. Kondenser evoporolor I &2


$l --- r-.'-. .-

[r
't.ti ', ; f.t.l 't ./lt,t,',
1. ,"?h1i Ftfl
1..1.,
.:r'-,',1 ,.',,, '.)

'.&
rI -f -|'1-

-T"i l. :l

Iolo lelok pobrik biodiesel. Seboiknyo didosorkon podo kemudohon okses operosi pobrik

Struktur dibuat berdasarkan tata letak yang telah ditetapkan.


"tr,l''1,]
Contoh struktur untuk pabrik biodiesel ini ditunjukkan pada
ol=jr,
Ilustrasi 35-38, sedangkan pondasi sipil ditunjukkan pada
llustrosi 30. Steom heoder/pendistribusi uop Ilustrasi 39.
Sebelum bisa dilakukan pemipaan,Iokasi dari semua
peralatan-seperti tangki dan pompa-harus ditentukan terlebih
4. Tataletakpabrik dan pemipaan dahulu, kemudian dilanjutkan dengan struktur pendukung pabrik.
Pada prinsipnya,layout atau penentuan lokasi dari semua Setelah semuanya ditetapkan, pemipaan baru bisa di-routing.
peralatan, struktur, dan pemipaan bersifat bebas, asalkan bisa Untukp/ant besar dan komplek, sebaiknya routing pemipaan
merepresentasikan P&ID. Meskipun demikian, pertimbangan dilakukan dengan bantuan softwarekomputer sehingga bisa
penghematan bahan pipa dan komponennya serta kemudahan diketahui berapa banyak pipa dan komponen pipa (elbow, tee,
akses operator saat mengoperasikan dan pemeliharaan pabrik katup,reducer,dan lainlain) yang diperlukan. Selain itu, yang
merupakan hal yang harus direncanakan dengan baik sehingga tidak kalah penting adalah software akan sangat membantu
bisa mendukung keselamatan kerja dan pengoperasian pabrik untuk menghindari tabrakan antarpipa atau antara pipa dengan
secara optimal. peralatan maupun struktur.
Contoh tata letak dari pabrik kapasitas r5o Llbatchrni Pemipaan dengan bantuan software ini akan menghasilkan
diperlihatkan pada Ilustrasi Sr-34. Pompa air pendingin tidak ilustrasi yang disebut ilustrasi isometrik seperti dicontohkan
ditunjukkan pada ilustrasi-ilustrasi tersebut. Pompa ini bisa pada Ilustrasi 4o. Ilustrasi ini memberikan rincian detail dari
diletakkan sesuai keperluan, tergantung keberadaaan sumber air pemipaan, seperti arah pipa, panjang pipa, ukuran pipa, jumlah
yang akan dipergunakan. fitting (elbow, tee, reducer, flange,katup dan steam trap).
ffi Tangki

s,tr&,s!41

I lrAngxr:c
air

."lllthttfrltlRLq
#et[i{il''
r.:.!l!;!ti11&t::i
Kondenser

Jw ,M
Pomoa

(aoorator t*r_i,#,
.r,;;;
E

\
:,t$$si,.:..1llili
\---" \* !
rr:I Pompa
pengenng
trill:iil
LTT.I Pompa
""
'. pencampur
Hi;'ii'" pompa
._ 5Sru,:,
evaporator 2

ffiffiiw
Perpipoon. Seboiknyo ditoto sedemikion rupo sehinggo tidok mengonggu lolu lolong operotor I
sool bekerio

lluslrosi 31. Toto lelok perololon lompok olos

Liquid
seoarator
rcinpa vakum

Engeenering soflwore. Unluk p/ont yong kompleks, penggun00n softwore kompuler okon
songot membonlu don mempercepol pekerioon desoin lolo letok don pemipoon

ffi
Ilustrasi isometrik ini bisa berjumlah puluhan sampai ribuan, qr
B
tergantung pada kompleksitas pabrik. Dengan bantuan ilustrasi JI
Pompa
iffi,,
l'*'---
evaporator 2
ini maka fabrikator pemipaan tidak perlu mengetahui di mana
lokasi dari peralatan yang akan dihubungkan dengan pipa. Hal
llu$rosi 32. Tolo lelok perololon tompok depon
I

Kondenser
pencampur
katalis

t
Kondenser
evaporator 2

lluslrosi 33. Tolo lelok perololon lompok somping konon lluslrosi 35. Struktur pubrik biodiesel skolo kecil tompok otos

atr panas

|;!
H
,&
Pompa
evaporator 2

lluslrosi 34. Iolo lelok perololon lompok isomelrik llusfiosi 36. Struktur pohrik biodiesel skolq kecil tompok depon
llustrosi 39. Pondosi pobrik biodiesel skolo kecil lompok isomefik

TO V-201
REACTOfi TANK
n,)
^o '. "l
o
T
+I
I -. _r_
,\ o

FL.r"'K 155 37 I ,TO L|NE 1" MX-203


llu$rosi 37. Stuklur pobrik biodiesel skolo kecil lompok somping konon

'l'
.] . rTO LINE MX 204

:-r

RED.1 1/2"X 1"

FROM P-201
REACTOR PUMP

llu$rosi 40. (onloh gombor isomefiik pipo


llustrosi 38. Struktur pobrik biodiesel skols kecil tompok isomelrik
N
o o
E
=
e
E E
o
g
o
-
o
o
E E
o
4 o
4
E
=
l
o
E
o --o
s E
o
E o
e
E
E
E
g
E
@
4
E
4
o
N
o
, lndd 3@n

ll :

i
Dalam menentukan tata letak ini, perlu diperhatikan masalah
g LABOMIORIUM GUDAN6

kemudahan dan keselamatan pengoperasian serta akses operator.


t, Bahan yang mudah terbakar, seperti metanol, harus dijauhkan dari
sumber panas atau api, seperti boiler dangenset.

5, Single line dio'grom


il Sistem kelistrikan untuk pabrik skala kecil ini hanya akan
membahas mengenai single-line diagram ata:u one-line diagram
R GIN5ET
H
karena sistem penerangan dan lainnya relatifsederhana untuk
pabrik sebesar ini. Selain itu, ruangan yang diperlukan juga
relatif kecil sehingga bisa diletakkan di ruangan yang sudah ada.
Single-line diagram untuk proses pabrik ini pada prinsipnya
IANCXI PENYIMPANAN CPO menunjukkan koneksi daya listrik untuk menggerakan peralatan-
llustrosi 45. Tolo lelok pobrik beserto fosilitos pendukungnyo peralatan yang memerlukan catu daya listrik, seperti diperlihatkan

seperti ini sangat membantu dalam perencanaan keuangan untuk


pembelian bahan serta kecepatan fabrikasi. Untukplonf kecil dan
sederhana, pemipaan bisa tanpa bantuan ilustrasi isometrik dan
dilakukan langsung di lapangan setelah semua peralatan terpasang
pada strukturnya dengan mengacu pada P&ID. Ilustrasi 4r dan
Ilustrasi 4z memberikan ilustrasi 3 dimensi pemipaan dengan MIm6 S m/415 Vrc

mempergun akan software. Ilustrasi lengkap dari peralatan,


struktur, dan pemipaan diperlihatkan pada Ilustrasi {g dan
Ilustrasi 44.
Tata letak pabrik lengkap dengan fasilitas pendukungnya
(general arrangemenf, GA) diperlihatkan pada Ilustrasi 45.
Ilustrasi ini memperlihatkan konsep penempatan utilitas
pendukung (boiler & genset) serta fasilitas penunjang, sepefti
ruang administrasi, laboratorium, gudang, ruang boiler, dan
ruang genset. Ruangan-ruangan ini bisa saja disatukan, diubah
tata letaknya, atau ditiadakan, tergantungbudget dan kebutuhan.
Genset dapat juga ditiadakan jika pasokan listrik dari PLN bagus
llustrosi 46. SingleJine diogron
dan jarang mati.
SDP

lsubdistribution
ffi$ mmffi:m l)
ponefl

Konstruksi
dan Pengoperasian
Pabrik
pada Ilustrasi 46. Peralatan atau instrumen untuk pendistribusian
daya ini diletakkan dalam sebuah panel yang disebut
subdistribution panel (SDP) panel.
bnstruksi dan pengoperasian pabrik memiliki kaitan yang
SDP ini merupakan percabangan dari panel distribusi tegangan
angat erat karena saling berhubungan. Pengoperasian pabrik
rendah (L\MDP) yang terletak dtpower house. Tegangan sebesar
umumnya dilakukan berdasarkan konstruksi pabrik biodiesel
3Bo V masuk ke dalam panel ini menggunakan penghantar kabel yang ada.
tipe NYYberukuran (4 x 6) mm2 dan menggunakan pengaman
utama MCCB 3 Phase 4o Auntuk mendistribusikan tegangan A. Konstruksi Pabrik
kepada empat belas (t4) beban dengan spesifikasi kebutuhan
Berdasarkan ilustrasi-ilustrasi detail seperti ditunjukkan pada
daya yang berbeda-beda. Total daya yang dibebankan pada panel
subbab terdahulu, semua peralatan dan struktur bisa difabrikasi
ini adalah sebesar $,oB kW, berupa beban motor listrik 3phase
secara paralel. Begitu juga dengan pemipaan jika memang tersedia
dengan daya yang beruariasi, yaitu dari o,75-5 kW.
ilustrasi isometriknya. Namun, untuk pabrik sederhana yang tidak
Dari pengaman utama, daya disalurkan kepada empat belas
begitu rumit, pemipaan bisa dilakukan di lapangan pada saat
beban menggunakan penghantar tembaga berukuran (4 x 6) mm2
konstrulai dengan mengacu kepada P&ID setelah semua peralatan
dan masing-masing beban menggunakan peralatan pengaman
terinstalasi pada strukturnya.
listrik, berupa pengaman beban dengan perlindungan dari
beban lebih (rhermal ouerload relaylTOR) dengan kapasitas
dari masing-masing pengaman disesuaikan dengan daya (kW) lnlet lluido

dari masing-masing motor listrik. Untuk peralatan boiler,


Kolup A
menggunakan pengaman berupa MCB 3phose dengan kapasitas
6,Zlg A. Peralatan kontrol pada panel ini berupa kontrol manual
l(olup B
dengan mode penyalaan menggunakan tombol tekan dan
kontaktor g phase sebagai aktuatornya. l(olup (

Fiher lekon. Digunokon untuk menyoring kotoron yong odo dolom bohon boku
Konstruksi pabrik meliputi antara lain sebagai berikut.
r. Sipil dan struktur: penyiapan lahan, pondasi, ereksi struktur,
dan pengecatan.
2. Kelistrikan dan kontrol: pemasangan instrumen dan
kelistrikan.
3. Mekanikal: pemasangan (ereksi) peralatan utama dan instalasi
pemipaan beserta insulasinya jika diperlukan.
4. Tes: pengujian kebocoran setiap peralatan dan sistem
pemipaan, instrumen, boiler,pompa, dan motor.
Setelah selesai konstruksi, sebelum pabrik dioperasikan
terlebih dahulu, perlu dilakukan dilakukan uji coba yang disebut
komisioning. Pekerjaan ini meliputi kalibrasi peralatan seperti
debit pompa, debit uap, dan fungsi proses setiap peralatan, sepefti
tangki reaktor dan evaporator. Setelah semua ini dikerjaan,
kemudian dilakukan uji coba secara keseluruhan proses sambil
terus dilakukan kalibrasi dari setiap peralatan dan instrumen Tongki wosfrrng. Digunokon untuk memisohkon biodiesel dori gliserin, metonol, don oir

sampai diperoleh produk yang sesuai dengan spesifikasi yang


ditentukan. c. Matikan MX-ror, buka VL-ror dan VL-ro6.
d. Nyalakan P-ror pompa minyak (oil pump) untuk menyaring
B. Prosedur Pengoperasian Pabrik kotoran dalam minyak goreng bekas dengan F-tor filter tekan.
Dengan mengacu pada P&ID pada subbab terdahulu, prosedur Buka W-5u untuk memanaskan double pipe E-ror. [,akukan
pengoperhsian pabrik dapat disusun sebagai berikut. sirkulasi selama ro menit dan pastikan pada Pl-ror terbaca
o,4 MPa. Buka W-ro7 mulai dari YL-to7I-W-ro7 A.YL-ro7
1. Sistem penyiapan minyak A-VL-ro7 I adalah katup-katup tempat keluar minyak bersih
Sistem ini berfungsi untuk menyiapkan bahan baku minyak yang terdapat di filter tekan dan jumlahnya bervariasi. Katup
goreng bekas (sebelum direalaikan dengan metanol) yang berupa A terletak dekat denga n inlet Jluida (minyak kotor) , sedangkan
pemanasan dan penyaringan/filtrasi, kemudian mengalirkannya ke katup paling akhir-yaitu katup I-terletak di ujung yang
tangki minyak bersih (clean oil tank) -Adapun tahapannya sebagai lainnya.
berikut. e. Dari F-ror, minyak bersih akan mengalir ke V-roz clean oil
a. Masukkan minyak goreng bekas dari tangki penampung ke tonk hingga penuh. Buka VL-5r3 untuk mengalirkan .sfeom ke
dalam V-ror Ttangki minyak melalui \rl-rr7. V-roz. Atur bukaan \rl-st3 supaya suhu pada Tl-roz terjaga
b. Buka VL-5oz dan W-5r5 untuk mengalirkan steamke dalam 400 c.
V- ror dan perhatikan Tl-ror. Atur bukaan \{L-5r5 untuk Buka VL-5rz untuk mengalirkan steam ke pipa double pipe
oC.
mengatur suhu dalam V-ror hingga suhunya mencapai 90 E*roz.
g. Buka \rl-zo3 dan \rl-2o5. NyalakanP-zor pompa real'tor 3. Setelah P- zor menyala untuk mengisikan cleon oil ke dalam

untuk mengalirkan minyak bersih dari V-roz ke V-zor V-zor hingga terisi r5o liter (dalam keadaan YL-zortertutup),
reaktor, kemudian matikan P-2o1, tutup W-2o3, dan VL-2o5. buka VL-5o7 dan VL-5r6 untuk mengalirkan steamke dalam
h. Kembali ke langkah r-8 untuk persiapan bahan baku pada coil pemanas hingga suhunya sekitar Soo C.
bafch operasi berikutnya. 4. Buka VL-rr3, lalu tutup YL-rrz untuk mengalirkan larutan
metanol-NaOH ke dalam V-zor hingga habis, kemudian
z. Sistem penyiapan metanol matikan P roz.

Sistem ini berfungsi untuk menyiapkan larutan methoxide S. Setelah larutan metanol-NaOH masuk ke reaktor, nyalakan

dengan menambahkan metanol sesuai dengan perbandingan


motor pengaduk MX-zor untuk mengaduk campuran dalam

stoikiometri reaksi transesterifikasi dengan penambahanfoke V- zor.


NaOH. Adapun langkahnya sebagai berikut. 6. Buka \rl-zor,YL-2o2, dan W-2o5, lalu nyalakan P-zor untuk
a. Pastikan air pendingin pada E-ro3 mengalir. sirkulasi.

b. Masukkan NaOHlakes (98%) sebanyak r,5 kg melaluinozzle 7. Atur bukaan VL-5r6 untuk menjaga suhunya tetap 650 C
Nz pada V-ro3. dengan memperhatikan Tl-zor.

c. Buka W-rro Vl-trz, sambungkan selang dari drum


dan B. TutupW-2o8.
metanol,lalu nyalakan P-roz miing catolystpump untuk
g. Iakukan realai selama r jam (catat waktunya), dimulai saat
memasukkan metanol danmetanol drum ke dalam V-ro3 suhu pertama kali mencapai 650 C.

miing catalyst tonk hingga mencapai volume 75liter. ro. Setelah r jam, tutup YL-zot, matikan MX-zor dan P-zor.
d. Tutup Vl-rro dan buka \il-rrr untuk melakukan sirkulasi. rr. Tambahkan air panas sebanyak -ro liter dengan membuka
e. Nyalakan motor pengaduk MX-or selama 3o menit untuk VL-6o8 dan VL-6rr, kemudian menyalakan pompa P-6oz
(VL-6io terbuka).
melarutkan NaOH dalam metanol.
rz. Diamkan atau lakukan settling selama r jam. Tutup VL-2o5.

Sistem reaksi dan pencucian(washing) 13. Setelah dilakukan settling (settling o), buka VL- 2or,YL-2o2,
3.
dan VL-2o6.
Sistem ini berfungsi untuk mereaksikan minyak bersih dengan
14. Buka VL-2o8. Nyalakan P-zor untuk mengalirkan fase bawah
larutan methoide (metanol + NaOH). Biodiesel (methyl ester)
reaktor ke evaporator r tank V-zoz. Jika ketinggian interfoce
yang dihasilkan akan membentuk lapisan atas pada waktu settling,
telah mencapai batas bawah tangki (perhatikan sight glass),
sedangkan gliserin akan membentuk lapisan bawah.
segera matikan P-zor.
a Reaksi 15. Tutup YL-2o6.
Adapun proses reaksinya sebagai berikut. 16. Buka ]fl.,-2o7, kemudian nyalakan P-zor untuk mengalirkan
l. Pastikan air pendingin pada E-2o1, E-zoz, dan E-3or fase atas reaktor (fase biodiesel) ke evaporator tank z V-3or.

mengalir. 17. Setelah kosong, matikan P-2or, lalu tutup Vl-zor, YL-zoz,
2. BukaW-zoB. danW-2o7.
b. EvaporasiTahap I
Evaporasi tahap I dilakukan dengan langkah sebagai berikut.
rB. Panaskan isi dalam evaporator tank r hingga mencapai suhu
8oo C dengan mengatur VL-5r7, sambil dilakukan sirkulasi
dengan menyalakan pompa P-zoz dan membuka YL-zog
dan Vl-zro.
19. l,akukan sirkulasi selama r jam (catat waktunya).
zo. Setelah r jam, tutup Vl-zro dan buka \rl-zrz untuk
Kefi ko sefflr'ng, minyok
mengeluarkan gliserol menuju kontainer. biodiesel berodo poling
di olos, metonol di
lengoh, don oir poling
c. Evaporasi tahap II bowoh

Evaporasi tahap II dilakukan dengan langkah sebagai berikut.


zr. Panaskan isi dalam evaporator tank z hingga mencapai suhu
Boo C dengan mengatur \rL-5rB sambil dilakukan sirkulasi
dengan menyalakan pompa P-3or dan membuka\rl-3oz (perhatikan sight glass), segera tutup VL-3o7 dan matikan
dan VL-3o3. P-3o2.
zz. Lakukan sirkulasi selama r jam (catat waktunya).
3r. Tutup W-3o6, YL-9o7, dan VL-3ro.
23. Setelah r iam, tutup VL-3o3 dan buka \rl-3o5 untuk
mengalirkan biodiesel ke washing tankV-3o2. e. Pencuciantahap II
Pencucian tahap II dilakukan dengan langkah sebagai berikut.
d. Pencucian tahap I 32. Perhatikan sight glass pada V-zor dan catat volume cairan
Pencucian tahap I dilakukan dengan langkah sebagai berikut. yang tersisa di dalamnya (dalam keadaan Vl-zor tertutup).
24. Perhatikan sight glas.s pada V- 3oz dan catat volume cairan
33. Buka VL-6o8, VL-6ro, dan VL-6r2.
yang tersisa di dalamnya (dalam keadaan \rl-3o6 tertutup).
34. Nyalakan P-6oz hot water pump untuk mengalirkan hot
25. Buka \rl-6o8, VL-6ro, dan \rl-612. waterke dalam V-zor sebanyak $o liter, kemudian matikan
26. Nyalakan P-6oz hot water pump untuk mengalirkan hot P-6oz serta tutup kembali VL-6o8, VL-6ro, dan W-6r2.
waterke dalam V-zor sebanyak 75liter, kemudian matikan
35. Atur bukaan \rl-516 untuk menjaga suhunya 8oo C.
P-6oz serta tutup kembali YL-6r2.
36. Diamkan atau lakukan settling selama r/z jam(settling z).
27. AturbukaanVL-5r6 untuk menjaga suhunya tetap 8oo C.
37. Setelah dilakukan settling,buka \rl-3o6,YL-9o7, dan W-3ro.
28. Diamkan atau lakukan settling selama L/z jam (settling r).
38. Nyalakan P-3oz untuk mengalirkan fase bawah ke drain.
29. Setelah dilakukan settling,buka VL-3o6,I/L-9o7, dan VL-3ro. Jika ketinggianinterfoce telah mencapai batas bawah tangki
3o. Nyalakan P-3oz untuk mengalirkan fase bawah ke drain. (perhatikan sight glass), segera tutup VL go7 dan matikan
Jika ketinggianinterfoce telah mencapai batas bawah tangki P-3o2.
39. Tutup VL-3ro. 4 6. Buka VL- 4o7, laltt nyalakan
- 4o z u acuum pump.
P

4o. Buka VL-3rr. Nyalakan P-3oz untuk mengalirkan biodiesel 47. Tutup YL 4o6 sedikit demi sedikit hingga tekanan pada pl-4or
kedrying tankY-4or. tercapai -7o cmHg dan pastikan sirkulasi melalui P-4or tetap

4r. Jika tak ada fluida yang lewat, matikan P-3o2, tutup VL-3o6, berjalan.
YL-9o7, dan VL-3rr. 48. Lakukan drying selama r jam pada tekanan -7o cmHg, catat
wakrunya.
f. Sistem pemurnian biodiesel 49. Tutup YL-4o7, matikan P-4oz dan VL-6o6. Buka YL-4o6
Sistem ini dimaksudkan untuk memurnikan/memisahkan hingga tekanan dalam V-4or kembali atmosferik dengan
biodiesel dari gliserin, metanol yang masih tersisa, air, dan memperhatikan PI-3or.
impurities sehingga sesuai dengan standar SNI o4-7182-zoo6. 5o. Buka YL-4oz untuk mengambil sampel biodiesel dan uji kadar
Adapun tahapannya sebagai berikut. airnya secara berkala.
42. Setelah V-4or drying fank terisi biodiesel dari V-3o2, buka 5r. Tutup W-Stg dan VL-52o, kemudian buka VL-6o9 dan W-
VL-4o r, YL- 4o 4, dan VL-4o6. 6ro untuk mendinginkan cairan dalam V-4or. Atur bukaan
43. Nyalakan P-4or drying circulationpump untuk mensirkulasi \fl-6o9 untuk mengatur aiiran tersebut hingga suhunya 5oo C
biodiesel dalamV-4or. dengan memperhatikan TI-3or.

44. Buka VL-SI9 dan VL-52o. Atur bukaan W-5r9 untuk menjaga 52. Setelah suhu tercapai, tutup VL-6og dan W-6ro.
suhunya > 9oo C dengan memperhatikan TI-3or. 53. Buka VL-4or dan VL-4o5, lalu nyalakan P-4or untuk
45. Buka VL-6o6. Atur bukaan ualue tersebut hingga ketinggian memfilter biodiesel dengan F-4or filter biodiesel dan langsung
air dalam E-4ot di atas nozzle outlet cooling water. mengalirkan biodiesel ke biodiesel storaq e.

D r yi n g skolo loborotorium.
Berluiuon unluk memurnikon
biodiesel dori compuron metonol
holing towerunluk menompung oir bersih. Umumnyo digunokon podo pobrik biodiesel skolo don oir
menengoh
d
>\
C
f
L
o
o
6
d c
d
-o
E
d
Gt
L
o f
-o
(L o
E :l
E
Storoge biodiesel. Digunokon untuk menyimpon ;
N
d
+
biodiesel 6l

54. Operator mengamati sight glass. Jika sudah tak ada fluida
yang lewat, matikan P-3or, lalu tutup VL-3or dan VL-3o5.
55. Drying tank siap melakukan proses drying berikutnya,lalu
kembali ke langkah r.
56. Amati PI-4o2, jika tekanan yang ditunjukkan lebih besar dari
4 bar maka sudah wakrunya F-4or dibersihkan. o
€o
C. Manajemen dan Operasi
Manajemen merupakan faktor yang penting dalam industri o
E
=
pengolahan biodiesel, demikian juga dengan operasi. Keduanya E
merupakan kunci keberhasilan pembuatan biodiesel.
=
E

1. Jadwal operasi E

E
Pengoperasian pabrik ini berupa sistim batch dengan waktu
setiap siklusnya selama 8 jam denganouerlap z jam.Jika dalam
<
sehari pabrik dioperasikan selama 14 jam maka dapat diproduksi Kualitas produk biodiesel harus selalu dijaga agar sesuai
biodiesel sebanyak r.o5o liter per hari. Skedul proses produksinya dengan standar SNI o4-7r82-zoo6.Adap un metode ujinya dapat
dapat dilihat pada Tabel 27. Untuk z4 jampertama pengoperasian dilihat pada Tabel zB.
(termasuk ro jam istirahat), akan diperoleh sebanyak 45o liter
biodiesel. Sementara untuk z4 jam kedua dan seterusnya, akan TABEL 28. METODA UJI MUTU BIODIESEL
Paremdter Hetoda ujl
diperoleh r.o5o liter biodiesel. Perbedaan ini terjadi karena setelah
Massa jenis pada 40o C ASTM D 1298
z4 jampertama, semua tangki-tangki proses dapat dioperasikan
Viskositas kinematil< pd 40o C ASTM D 445
sejak menit pertama pengoperasian seperti ditunjukkan dalam
Angka setana ASTM D 613
TabelzT. ASTM D 93
Titik nyala (mangkok tertutup)
Titik kabut ASTM D 25OO
z. Manajemen pabrik Korosi lempeng tembaga (3 jam
ASTM D I3O
Untuk mengoperasikan pabrik ini selama t4 jam, diperlukan pada 50o C)

z shy? kerja yang masing-masing bekerja selama 8 jam untuk Residu karbon (mikro)
- dalam contoh asli ASTM D 4530
setiap shrf-nya. Setiap shrf terdiri dari z operator, minimal
- dalam l0 % ampas distilasi
lulusan SMK mesin/elektro dan kimia. Staf yang berlatar belakang
ASTM D 2709 atau
bidang kimia sekaligus bertugas sebagai analis kimia untuk Air dan sedimen
ASTM D-I796
melakukan analisis dasar secara berkala terhadap produk biodiesel. Temperatur distilasi 90 % ASTM D I 160
Sementara staf yang berlatar belakang mesin/elektro juga bertugas Abu tersulfatkan ASTM D 874
untuk mointenance pabrik harian. ASTM D 5453 atau
Belerang
ASTM D.I266
Fosfor AOCS Ca 12-55
Angka asam AOCS Cd 3d-63 atau ASTM D-664
Gliserol bebas AOCS Ca 14-56 atau ASTM D-6584
AOCS Ca l4-56 atau
Gliserol total
ASTM D-6584
Kadar ester alkil Dihitung*
Angka iodium AOCS Cd t-25
Uji halphen AOCS Cb l-2s

100 (As Ao 4,57 Gnl)


*(ololon:
Kodor esler (%-mosso) = - -
dengon pengerlion:
As : odoloh ongko penyobunon yong dilenlukon dengon melodo A0CS (d 3-25,
mg (0H/g biodiesel
Ao : odoloh ongko osom yong dilenlukon dengon melodo A0tS (d 3-63 olou ASIM
D 664, mg l(0H/g biodiesel.
Gtl : odoloh kodor gliserol totol dolom biodiesel yong dilenlukon dengon melodo
(o l4 56, %-mosso.
Peralatan utama meliputi tangki-tangki proses dan
ffiffimffi: ffi$ penyimpana n, condenser dan heater, pompa-pompa, steam
header,filter press, dan filter biodiesel. Sementara itu pemipaan
Analisis Finasial meliputi pipa dan komponen pipa atauTtfhng (elbow, tee,

Jlange, insulator, reducer, nipple, katup, gasket, dan steam


frcp). Konstruksi sipil terdiri atas bangunan atap,lantai, struktur
peralatan, pondasi bangunan, pondasi struktur, dan peralatan.
Komisioning mencakup pembelian bahan baku untuk uji coba,
perkakas, dan bahan bakar. Sementara alat-alat laboratorium
terdiri atas bermacam gelas ukur, buret, stirrer, dan lainlain.
Elektrikal dan instrumentasi meliputi kabel, lampu, panel,
pengukur tekanan, temperature, dan ketinggian cairan.

B. Estimasi Biaya Produksi


nalisis usaha menggambarkan prospek pendirian pabrik Komponen biaya produlai terbagai atas biaya langsung dan
iodiesel skala kecil. Dari sini, dapat dilihat estimasi biaya biaya tidak langsung.
investasi yang dibutuhkan untuk mendirikan sebuah pabrik, Biaya langsung terdiri atas komponen berikut.
estimasi biaya produksi, pendapatan, bahkan keuntungan yang 1. Biaya pembelian bahan baku, yaitu biaya pembelian minyak
akan didapat. nabati (dapat berupa minyak goreng bekas, CPO, minyak jarak
pagar, atau jenis minyak lain) dan pembelian methanol.
A. Estimasi Biaya Pembangunan Pabrik 2. Biaya pembelian bahan pendukung, yaitu biaya pembelian
Komponen biaya pembangunan pabrik secara umum bisa bahan katalis, bahan kimia, atau bahan lainnya.
dikelompokkan seperti pada Tabel 29. 3. Biaya utilitas, yaitu berupa biaya steam pemanas, biaya listrik,
dan biaya air proses.
TABEL 29. KOMPONEN BIAYATETAP PEMBANGUNAN PABRIK
BIODIESEL I50 LIBATCH
4. Biaya pemeliharaan pabrik.

Ho. Kornponen : Ectimasl Harg* {Rp}


5. Biaya operator, yaitu berupa biaya upah/gaji operator pabrik
yang disesuaikan dengan standar gaji setempat, dihitung
I Peralatan utama 4s0.000.000
2. Konstruksi & sipil t00.000.000
t3 bulan gaji.
3 Komisioning 50.000.000 6. Biaya tak terduga, disediakan untuk hal-hal tak terduga yang

4 Alat-alat laboratorium 50.000.000 mungkin muncul.


5 Boiler 150 kg/lam 50.000.000
6 Elektrikal & instrumentasi r00.000_000
Total 800.000.000
Sementara biaya tidak langsung berupa komponen sebagai TABEL 3 I. BIAYA PRODUKSI BIODIESEL UNTUK PABRIK
I50 LIBATCH
berikut.
Ho Detkrlpsl f,lala per Llter Biodieeel (Rp)
1. Biaya laboratorium, merupakan biaya untuk melakukan
Bahan baku mentah
pengujian berkala di laboratorium. Pengujian yang dilakukan
Minyak goreng bekas kotor 2.43t
secara harian di laboratorium sendiri hanyalah pengujian yang t.458
- Metanol
mendasar, seperti densitas, viskositas, kadar air dan kadar 2 Bahan pendukung
kotoran, serta kadar ester. Sementara untuk pengujian lengkap - NaOH 65
dapat dilakukan sebulan sekali. - Bentonit (opsional)
2. Biaya administrasi, merupakan biaya yang terkait dengan - HrPOz
administrasi pabrik. 3 Utilitas
- UaP 600
Asumsi umum yang dapat diambil dalam pengoperasian - Air 8
pabrik ini diberikan dalam Tabel 3o. - Listrik* r80
4 Laboratorium t52
TABEL 30. ASUMSI BIAYA-BIAYA OPERASIONAL PABRIK
5 Upah operator t32
Ho Oe*ripsi Ketetangan
6 Pemeliharaan 38
Minyak goreng bekas kotor l. I 00 kg/hari
Bahan baku 7 Administrasi 38
Metanol 325 liter/hari
8 Lain-lain t6
NaOH I 1,5 tg/hari
Bahan pendu- Total biaya produksi per liter biodiesel 5.tt8
2 Bentonit (opsional)
kung *Asumsi
horgo listrik np 900/kwh
H1PO4 (opsional)
U"P 90 kg/lam
3 Utilitas Air 120 kg/lam Hal yang perlu diperhatikan adalah semakin besar kapasitas
Listrik t5 kw pabrik maka akan membuat biaya produksi semakin kecil karena
Operator (STM ada beberapa biaya yang nilainya tidak linier terhadap besarnya
4 4 orang,2 shift
Mesin/Kimia) kapasitas pabrik, misalnya biaya laboratorium, biaya administrasi,
l4 lam/hari
5 Waktu operasi dan biaya operator. Selain itu, sistem penyediaan utilitasjuga
300 hariitahun
dipengaruhi oleh kapasitas pabrik, terutama pada penyediaan

Berdasarkan asumsi kebutuhan biaya pabrik tersebut, dapat


pemanas/steom. Semakin besar kapasit as boiler, akan menjadikan

dihitung kebutuhan-kebutuhan biaya produksi biodiesel untuk pilihan boiler lebih bervariasi dengan memilih bahan bakar yang
setiap liter, seperti ditunjukkan dalam Tabel 3r. murah, misalnya biomasa. Untuk kapasitas kecil, pilihan boiler
lebih terbatas dengan bahan bakar minyak diesel/solar atau
menggunakan biodiesel sendiri.
l

C. Analisis Keuntungan mempengaruhi harga jual biodiesel, setiap perubahan sebesar ro%

Dengan asumsi biaya produksi dan biaya pembangunan pabrik dari harga minyak goreng bekas diikuti dengan perubahan harga
jual/biaya produksi biodiesel sebesar 7%. Sensitivitas harga jual/
seperti tercantum di atas, dapat dihitung analisis keuntungannya
(profitability analy sis). biaya produksi terhadap perubahan harga bahan baku metanol

Asumsi yang diambil sebagai berikut. relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan harga minyak goreng

t. Umur pabrik = 10 tahun


bekas. Setiap perubahan sebesar ro% dariharga metanol hanya

, Harga jual biodiesel = Rp 6.ooo/liter


akan merubah harga jual biodiesel sebesar r%. Hal ini sangat wajar

J. Produksi biodiesel per tahun = 3r5.ooo liter


karena minyak goreng bekas merupakan bahan baku utama yang
meliputi sekitar go% dai aliran masuk (feed stream) dalam proses
4. Working capital (t bulan operasi) = Rp i34.355.ooo
5. Pajakpendapatan - go%"
produksi biodiesel, sedangkan sisanya adalah metanol dan bahan
kimia lain.

Dengan asumsi tersebut, diperoleh hasil seperti ditunjukkan


dalam Tabel 32.
40
TABEL 32. ANALISIS KEUNTUNGAN PABRIK BIODIESEL
I5O LIBATCH
s
Faram€tar Iumlah o _"
-t^
o
Keuntungan bersih per tahun (Rp) ,9
t38.435.000
E10
rRR (%) 21,7 o
on
o
Pay back period (tahun) 3,97 G

Ror (%) 24,7 Io -ro


(g

B/C Ratio |.17 = -20


=,
tr
-30
D. Analisis Sensitivitas -O- Migor bekas
-40 -!- Metanol
Industri biodiesel merupakan industri hilir yang
-50
mempergunakan produk dari beberapa industri hulu yang menjadi ,50 -40 -30 -20 -10 0 10 20 30 40 50
penyedia bahan baku. Oleh karena itu, keekonomian biodiesel Fluktuasi Harga Bahan Baku (%)
sangat dipengaruhi oleh keekonomian bahan-bahan bakunya, di
llu$rosi 47. Pengoruh horgo bohon boku terhodop horgo biodiesel
samping juga tingkat keekonomian produk saingan yang dalam hal
ini adalah minyak solar.
Ilustrasi 47 memperlihatkan sensitivitas harga jual/biaya
produksi biodiesel terhadap perubahan harga bahan baku jika
margin keuntungan dibuat tetap. Seperti terlihat dalam gambar,
harga bahan baku utama (misalkan minyak goreng bekas) sangat
--I

Daftar Pustaka Keputusan Dirjen Migas DESDM No. g675Klz4lDJMf zoo6,


Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM Jenis Minyak Solar
y ang Dipasarkan di Dalam Neg eri.

M. Mittelbach dan C. Remschmidt, Biodiesel, The Comprehensiue


H andb ook (Vienna: Boersedruck Ges. m.b. H., zoo 4).

Perpres No.5 Tahun zoo6, Kebijakan Energi Nasional.

SK Dirjen Migas DESDM No. g675Klz4lDJMf zoo6, Standar dan


Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Jenis Minyak Solar
yang Dipasarkan di Dalam Negeri.

Tim Nasional Pengembangan Bahan Bakar Nabati,


Pengembangan Bahan Bakar Nabah, Presentasi pada
Seminar Biofuel Expedition zooT (Yograk arta, zooT).
Balai Rekayasa Disain dan Sistem Teknologi BPPT, Laporan
Akhir Kajian Strategi Peng embang an Industri Biodiesel
dalam Rangka P emenuhan Tar g et P eng gunaan
Biodiesel Sebag ai Bagian Landmark Energi (Jakarta:
Balai Rekayasa Disain dan Sistem Teknologi, BPPT,
zoo5).

D. Rutz dan R. Janssen, BiofuelTechnology Handbook(Munchen,


\MP Renewable Energies, zoo1).
DESDM, Handbook Statistik Ekonomi-Energi Indonesia zoo6,
(Pusat Informasi energi, DESDM, zoo6), http://wrvw.
esdm.go.id.

Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, DESDM, Kebijakan


Substitusi BBM dengan Biofuel, Presentasi pada Seminar
Biofuel Expedition zooT ffograkarta, zooT).

InfoRDev, Studi Tentang: Perkebunan Kelapa Sawit dan Industri


Hilirnya (PT InfoRDev Aditama, zoo5).
Inpres No. r Tahun zoo6, Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan
Bakar Naban @iofuel) Sebagai Bahan Bakar Lain
IPAL :instalasi pengolahan air limbah
IRR :internalrateofreturn
JICA :japan international cooperation ogencA
LVMDP
Daftar Istilah dan MCB
MCCB
:low uoltage main distributionpanel
:miniature circuitbreaker
:molded case circuit breaker

Singkatan MeOH
OD
:metanol
:outer diameter
OPEC :organizationofthepetroleumexporting countries
P&ID :pipinq andinsfiumentationdiagram
PFD :processflowdiagram
PLN :perusahaan listrik negara
RDEO :research, deuelopment, engineering, and operation
ROI :return on inuestment
SDP :subdistributionpanel
SMK :sekolah menengah kejuruan
SNI :standar nasional indonesia
B/C Ratio :benefit/cost rafrb TG :trigliserida
BBM :bahan bakar minyak TOR :thermal ouerloadrelay
BBN :bahanbakarnabati WWT :wastewater treatment
BKPM :badan koordinasi penanaman modal
BM :berat molekul
BPPT :badan pengkajian dan penerapan teknologi
BRDST :balai rekayasa disain dan sistem teknologi
BTMP :balai termodinamika motor dan propulsi
CJO :crudejathropaoil
CPO :crudepalmoil
FA :fattyacid
FAME :.fattuacidmethylester
FBI :forum biodiesel indonesia
FFA :freefatty acid
GA :general arrangement
ID :inner diameter
\

53, 54, 58, 72,74, ll0 peroncongon, /1,75


kebutuhon, 9, 10, 25, 26, 28, 29, 48, 59 pompo,98,99, I00, 102, 103
komposisi bohon boku, 56 premium, 9
komposisi energi nix, 12
konsumsi, 8, 9, 10, 2l , 24 s
konslruksi,9T, 98 sensilivilos horgo, 20, I I 4
spesifikosi, I 5, 43, 46

Indeks t

lokosi pobrik, 27, 28


lubrikosi, I 6
spesifikosi perololon,
stobilitos, 13, 16,46
slotus pohrik, 24
7l

single line diagram,95


M sistem konlrol, 62
monoiemen, 106, 108 struktur, 48, 70, 84, 85, 94,97 ,98, lll
melonol, 31, 35,31,99, l0l, 105 suhdistrihution ponel, i 6

minyok solor, 9,11,22,25, 61,114


T

N tongki, 29, 49, 51, 53, 96, 98, 102, 103,


Ns0H, 20, 33, 35, 37, 100 I05,109
neroco moso, 58 tolo lelok, 84, 85, 94, 97
leknologi, 20, 27 30
,.I2,
P lronseslerifikosi, 30, 31, 32, 34, 35, 37,
pobrik biodiesel, 23, 24, 29, 9l 38,41, 100
posor, 11, 20,22,25 trigliserido, 31, 35, 36, 50, 58
pemurnion,105
A
t
penrucion, 33, 36, 48, 52 U
ongko selono, 13, 15, 16, 43
fony acid nethYl esler, I 3, I 6, 32, 50
pengeringon, 33, 35, 36 uii mutu, 109
l4 filter, 31, 33, 37, 45, 48, 53,7 4, 99, 107,
onulisis keunlungon, I
ill penyoringon, 32, 33, 36,37 utilitos,6l,94, ll0, ll2, l13
peniuolon, 9, 22, 23
B
free fony ocid,2l, 58
pemipoon, 10, 11, 19, 85, 87, 94, 98, 1 II
BBN, 3, 5 .l08
pengoperosion, 97, 98, 106,
G
bohon boku, I , 19 , 20, 27 , 29 , 48,7 5
penyobunon, 32, 34, 48, 58, 59
ll0, ll4 gliserin, 31, 32, 34, 36,38, 44, 45, 46, 50,
bioyo pembongunon,2,
pendistribusi uop, 75
52,54,56,51 , 58, 60,72,1 4,99,
bioyo produksi, ll0, l12, ll4, ll5
51,
l3 l0l,105 pengoduk, 61,14, I 5, 17 , l0l
hoiler, 28, 61, 71, 15,94, 95, I 10, I
penukor ponos, 75

( H

horgo, 10, 1 1, 23, 26, 30, 110, l13, l14


tPo, 19, 20, 21, 29, 30, 31, 32, 37

I
D
integrosi, 28, 7l
degunming,32, 34, 35, 36,37 , 43, 49,
53,7 4
deodorizolion, 33, 34
I
diogrom olir proses, 48, 7l iorok pogor, li, 18, 19,21, lll

t K

kodor sulfur, I 3, I 5
emisi, 13, 14,23
nix, 12
korokleristik, 13, 39, 40, 41,42,46,54
energi
esterifikosi, 12, 31, 35, 36, 39, 54 kotolis, 21, 31, 33, 34, 35, 36, 41, 49, 50,
p/ont biodiesel kapasitas B ton/hari. Sampai saat ini, BRDST
telah nienghasilkan paket desain pabrik biodiesel kapasitas
kecil sampai dengan menengah yang telah diaplikasikan oleh
masyarakat maupun pemerintah daerah. Pilot plant biodiesel
kapasitas r,5 ton/hari di Puspiptek Serpong telah beroperasi sejak
tahun zooz dengan mengolah berbagai bahan baku (CPO, minyak
goreng, minyak kelapa, minyak jarak, PFAD, dan CFAD) serta
menghasilkan data operasi untuk desain pabrik dengan kapasitas
yang lebih besar.
Selain di Serpong, BRDST juga membangun pabrikbiodiesel
di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riaukap
dengan kapasitas 8 ton/hari. Pabrik biodiesel berkapasitas 6tonl
hari juga telah dibangun di Kecamatan Martapura, Kabupaten
Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Provinsi Sumatera Selatan
Tim penulis BRDST (Balai Rekayasa Desain dan Sistem
dan di Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Provinsi
Teknologi) mempakan bagian dari BRDST yang khusus menulis
Kalimantan Selatan.
buku Menclirikan Pabrik Biodiesel Skala Kecil. Tim ini terdiri
Selain program riset dan pengembangan biodiesel, BRDST
dad sumber daya manusia yang kompeten di bidang biodiesel,
juga sering mengadakan sosialisasi dan advokasi. Untuk
baik desain pabrik maupun proses produksinya. Tim tersebut
menduliung proses diseminasi teknologi biodiesel, BRDST juga
terdiri dari Soni Solistia Wirawan, Yoga Peryoga, Maharani Dewi
mengadakan workshop "Proses dan Rekayasa Rancang Bangun
Solikhah, Romelan, Soni Solistia Wirawan, Imam Paryanto,
Pabrik Biodiesel Skala Kecil". Bidang lain yang juga digarap oleh
Alie Rahmadi, Hariana, Agus Kismanto, Agus Raksodewanto,
BRDST adalah pekerjaan engineering dan pendukungnya di
Mokhammad Abrori, Agung Wijono, fuli Guardi, Dani Rudiana,
bidang pembangkit listrik, baik itu yang bertenaga nuklir (AProoo
Samdi Yarsono, Lan Marakkup Nainggolan, Bina Restituta, dan
Westinghouse looo MW), fosil (PLTU), reneruable energA,
IkistiantoAdi.
transmisi jaringan listrik, pabrik kelapa sawit, pabrik garam
BRDST sendiri berdiri pada tahun 2oo1 dengan tujuan untuk
farmasetis, urea, ammonia, oilplatform, danlain lain.
menciptakan energi terbamkan di bawah Balai Pengkajian dan
Penerapan Teknologi (BPPT). Pendiriannya dilatarbelakangi oleh
semakin berkurangnya cadangan minyak bumi di muka bumi
Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Balai Rekayasa
ini. Di sisi lain, Indonesia adalah negara yang kaya akan hasil
Disain dan Sistem Teknologi (BRDST), Badan Pengkajian dan
pertanian dan perkebunan. Minyak sawit menrpakan peluangyang
Penerapan Teknologi (BPPT), Gedung I BPPT lt. 6, Jl. MH
besar untuk dikembangkan dalam memproduksi biodiesel.
Thamrin No. 8, Jakart a, to14o, Telp (ozr) 3915536.37, 3 r 68:4r I,
Penelitian biodiesel dimulai dengan riset laboratorium. Hasil
Fax (ozt) 391SS35, E-mail soni@webmail.bppt.go.id.
dari riset tersebut kernudian dikembangkan menjadi desainpilot