Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA TN.K DENGAN RESIKO


CEDERA DI UPT-PSLU KEC. PUGER KAB. JEMBER

I PENDAHULUAN
I.1Latar Belakang
Lansia sangat rentan terhadap cedera, banyak faktor berperan di dalamnya
baik faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intriksik dalam diri lansia seperti
gangguan gaya berjalan, kelemahan otot ekstrimitas bawah, kekakuan sendi dan
faktor ekstrinsik seperti lantai licin dan tidak rata, tersandung benda-benda,
penglihatan kurang karena cahaya kurang terang.
Salah satu kemunduran atau perubahan fisik yang terjadi pada lansia yaitu
pada sistem muskuloskeletal dimana terjadi berkurangnya massa otot, kekakuan
jaringan penghubung dan osteoporosis. Hal ini dapat menyebabkan penurunan
kekuatan otot terutama ekstrimitas bawah, ketahanan dan koordinasi serta
terbatasnya Range of Motion (ROM) (Maryam et al dalam Miller, 2010).
Kelemahan otot ekstrimitas bawah dapat menyebabkan gangguan keseimbangan
tubuh sehinga mengakibatkan kelambanan bergerak, langkah pendek-pendek, kaki
tidak dapat menapat dengan kuat dan terlambat mengantisipasi bila terpeleset atau
tersandung (Maryam et al, 2010). Kondisi tersebut yang akan menimbulkan resiko
terjadinya cedera termasuk jatuh.
Penelitian menurut Maryam et al, 2010 sejumlah kasus lansia yang
mengalami cedera di poliklinik RSCM pada tahun 2000 sebesar 15% dan pada
tahun 2001 sebesar 15,53%. Hal ini menunjukkan bahwa kejadian cedera pada
lansia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sesuai dengan penelitian tersebut
didapatkan hasil bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara lansia sebelum
dan sesudah diberikan latihan fisik. Peneliti menyebutkan dengan meningkatnya
usia, maka aktivitas fisik yang dilakukan semakin menurun sehingga akan
mengganggu keseimbangan tubuhnya, dengan meningkatnya usia diiringi dengan
menurunnya sistem muskuloskeletal akibat proses menua dapat berpengaruh
terhadap keseimbangan tubuh.
Perubahan yang terjadi pada lansia seperti penurunan penglihatan,
pendengaran dan muskuloskeletal juga dapat mengakibatkan gangguan
keseimbangan dan kelemahan otot ekstrimitas bawah merupakan salah satu
penyebab cedera pada lansia. Usaha pencegahan terjadinya cedera pada lansia
merupakan langkah yang perlu dilakukan. Perawat sebagai bagian dari pemberi
pelayanan kesehatan pada lansia mempunyai tanggung jawab untuk melakukan
pencegahan cedera. Agar bantuan yang diberikan tepat maka perlu dikenalkan
berbagai bentuk intervensi atau latihan fisik untuk mencegah resiko cedera akibat
keseimbangan tubuh yang tidak optimal yaitu dengan meningkatkan
keseimbangan tubuh, meningkatkan kestabilan tubuh, meningkatkan kekuatan
otot ekstrimitas dengan aktivitas fisik seperti ROM aktif atau pasif.

I.2 Data Yang Perlu Dikaji


Pemeriksan fisik lebih lanjut yang meliputi : inspeksi, palpasi, auskultasi,
dan perkusi.
a. Mengkaji skelet tubuh
Adanya deformitas dan kesejajaran. Pertumbuhan tulang yang abnormal
akibat tumor tulang. Pemendekan ekstremitas, amputasi dan bagian tubuh
yang tidak dalam kesejajaran anatomis. Angulasi abnormal pada tulang
panjang atau gerakan pada titik selain sendi biasanya menandakan adanya
patah tulang.
b. Mengkaji system persendian
Luas gerakan dievaluasi baik aktif maupun pasif, deformitas, stabilitas,
dan adanya benjolan, adanya kekakuan sendi
c. Mengkaji system otot
Kemampuan mengubah posisi, kekuatan otot dan koordinasi, dan ukuran
masing-masing otot. Lingkar ekstremitas untuk mementau adanya edema
atau atropfi, nyeri otot.
d. Mengkaji cara berjalan
Adanya gerakan yang tidak teratur dianggap tidak normal. Bila salah satu
ekstremitas lebih pendek dari yang lain. Berbagai kondisi neurologist yang
berhubungan dengan cara berjalan abnormal (mis. cara berjalan spastic
hemiparesis – stroke, cara berjalan selangkah-selangkah – penyakit lower
motor neuron, cara berjalan bergetar – penyakit Parkinson).
e. Mengkaji fungsional klien (KATZ Indeks)

I.3 Masalah Keperawatan


Berdasarkan dari latar belakang di atas, maka dirumuskan permasalahan
sebagai berikut :
1. Seberapa besar kekuatan otot klien?
2. Bagaimana tingkat kemandirian klien?
3. Apakah tindakan yang dilakukan klien untuk mengatasi resiko cedera?

I.4 Tinjauan Konsep


Resiko cedera merupakan sebagai hasil dari interaksi kondisi lingkungan
dengan respon adaptif individu dan sumber pertahanan. Beberapa faktor resiko
yang dapat menyebabkan resiko cedera yaitu eksternal dan internal.
Faktor eksternal :
- Cara berpindah
- Manusia : penyedia pelayanan kesehatan
- Pola kepegawaian : kognitif, afektif dan proses psikomotor
- Fisik : rancangan struktur bangunan dan perlengkapan
- Nutrisi : vitamin dan makanan
- Biologikal : mikroorganisme
- Kimia : polutan, racun, obat, agen farmasi, alkohol, kafein, nikotin,
bahan pengawet, kosmetik, zat warna kain.
Faktor internal :
- Psikologik (orientasi afektif)
- Malnutrisi
- Abnormal bentuk darah : leukositosis/leukopenia, perubahan faktor
pembekuan, trombositopenia, thalasemia, penurunan Hb, autominum.
- Biokimia : tidak berfungsinya sensoris
- Disfungsi gabungan
- Disfungsi efektor
- Hipoksia jaringan
- Perkembangan usia
- Fisik : kerusakan kulit/ tidak utuh
Kriteria Hasil :
- Klien terbebas dari cedera
- Klien mampu menjelaskan cara/ metode untuk mencegah cedera
- Klien mampu menjelaskan faktor resiko dari lingkungan/perilaku
personal
- Mampu memodifikasi gaya hidup untuk mencegah cedera
- Menggunakan fasilitas kesehatan yang ada
- Mampu mengenali perubahan stataus kesehatan

2. RENCANA KEPERAWATAN
2.1 Diagnosa Keperawatan
Resiko cedera dengan adanya faktor resikopenurunan kekuatan otot
2.2 Tujuan Umum (kegiatan hari ini)
Lansia terbebas dari cedera
2.3 Tujuan Khusus
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 2X24 jam diharapkan
pasien dapat :
a. Mempertahankan posisi fungsional
b. Menggerakan otot
c. Mengenali resiko cedera

3. Rencana Kegiatan
3.1 Metode
Dilakukan bersama-sama dengan klien yang dipraktikkan langsung oleh
pemateri. Kegiatan ini mengacu kepada SOP yang telah dibuat dan
diimplementasikan secara berurutan dan teratur.
3.2 Media dan alat
Pemateri menggunakan strategi mempraktikkan secara langsung kepada
lansia sampai benar-benar bisa dilakukan secara mandiri dalam sehari-hari.
3.3 Waktu dan tempat
- Waktu : Rabu, 21 Desember 2011, pukul 07.00 wib - selesai
- Tempat : Wisma Mawar di PSLU Puger
3.4 Kriteria evaluasi
- Catat kemajuan dalam melakukan tindakan mandiri
- Catat ekspresi verbal dan non verbal klien
- Catat TTV