Anda di halaman 1dari 11

PENETAPAN JENIS EROSI

LAPORAN

OLEH :

KHOIRIAH NASUTION 160301000


PUTRI AGUSTINA HARAHAP 160301034
MUARIF CHAIRUL ALWI RITONGA 160301041
M. ABDI AZHARI 160301045
ADE NOVITA RITONGA 160301049
KELOMPOK 3
ILMU TANAH

PRAKTIKUM KONSERVASI TANAH DAN AIR


PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2019
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Erosi tanah adalah suatu proses atau peristiwa hilangnya lapisan permukaan

tanah atas, baik disebabkan oleh pergerakan air maupun angin. Proses erosi ini

dapat menyebabkan merosotnya produktivitas tanah, daya dukung tanah dan

kualitas lingkungan hidup. Permukaan kulit bumi akan selalu mengalami proses

erosi, di suatu tempat akan terjadi pengikisan sementara di tempat lainnya akan

terjadi penimbunan, sehingga bentuknya akan selalu berubah sepanjang masa.

Peristiwa ini terjadi secara alamiah dan berlangsung sangat lambat, sehingga akibat

yang ditimbulkan baru muncul setelah berpuluh bahkan beratus tahun kemudian

(Suripin, 2002).

Erosi adalah proses hilangnya atau terkikisnya tanah atau bagian-bagian

tanah dari suatu tempat yang terangkut oleh air atau angin ke tempat lain. Tanah

yang tererosi diangkut oleh aliran permukaan akan diendapkan di tempat-tempat

aliran air melambat seperti sungai, saluran-saluran irigasi, waduk, danau atau muara

sungai. Hal ini berdampak pada mendangkalnya sungai sehingga mengakibatkan

semakin seringnya terjadi banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim

kemarau (Arsyad, 2012).

Faktor – faktor utama yang mempengaruhi erosi tanah adalah iklim, tanah,

vegetasi dan topografi. Iklim merupakan faktor alam yang tidak dapat dikendalikan

oleh manusia sedangkan faktor lain dapat dikendalikan dengan rekayasa manusia.

Hujan yang merupakan faktor iklim, memiliki tenaga kinetik yang dapat

menghantam lapisan tanah permukaan dan dan memecah agregatagregat tanah,

kemudian sebagian partikel halus yang jatuh kembali akan menutup pori-pori tanah

sehingga porositas tanah menurun. Hal ini dapat menyebabkan lapisan tanah keras
pada lapisan permukaan, akibatnya kapasitas infiltrasi tanah berkurang sehingga air

mengalir di permukaan dan aliran yang bertambah besar mengakibatkan erosi

( Suripin, 2001).

Berdasarkan jenisnya erosi dibedakan menjadi 7 yaitu Erosi percikan

(splash erosion) adalah terlepas dan terlemparnya partikel partikel tanah dari massa

tanah akibat pukulan butiran air hujan secara langsung, Erosi aliran permukaan

(overland flow erosion) akan terjadi hanya dan jika intensitas dan/atau lamanya

hujan melebihi kapasitas infiltrasi atau kapasitas simpan air tanah, Erosi alur

(rill erosion) adalah pengelupasan yang diikuti dengan pengangkutan

partikel-partikel tanah oleh aliran air larian yang terkonsentrasi di dalam

saluran-saluran air, Erosi parit/selokan (gully erosion) membentuk jajaran parit

yang lebih dalam dan lebar dan merupakan tingkat lanjutan dari erosi alur, Erosi

tebing sungai (streambank erosion) adalah erosi yang terjadi akibat pengikisan

tebing oleh air yang mengalir dari bagian atas tebing atau oleh terjangan arus sungai

yang kuat terutama pada tikungan-tikungan, Erosi internal (internal or subsurface

erosion) adalah proses terangkutnya partikel-partikel tanah ke bawah masuk ke

celah-celah atau pori-pori akibat adanya aliran bawah permukaan, Tanah longsor

(land slide) merupakan bentuk erosi dimana pengangkutan atau gerakan massa

tanah yang terjadi pada suatu saat dalam volume yang relatif besar ( Suripin, 2004).

Tujuan Praktikum

Adapun tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui jenis erosi yang

terjadi, faktor terjadinya erosi dan teknik konservasi yang cocok untuk diterapkan

pada kawasan tersebut.


BAHAN DAN METODE

A. Lokasi dan Waktu Perencanaan

Praktikum ini dilaksanakan pada air terjun Sikulikap Jl. Jamin

Ginting, Martelu, Sibolangit, Kab Deli Serdang, Sumatera Utara pada

tanggal 6 maret 2019.

B. Alat dan Bahan

Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah kamera

handphone sebagai alat dokumentasi, aplikasi open kamera untuk

mengetahui letak koordinat suatu tempat, alat tulis untuk menulis laporan

praktikum dan mencatat hasil praktikum.

Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah kertas

sebagai bahan untuk menulis laporan.

C. Prosedur Kerja

Pelaksanaan praktikum dilakukan secara observasi di lapangan

dengan tahapan sebagai berikut :

- Ditentukan lokasi pengamatan

- Ditentukan waktu pengamatan

- Dikumpulkan informasi yang diberikan dengan lokasi pengamatan

- Diamati erosi yang terjadi pada lokasi dan mengambil dokumentasinya

- Dilakukan analisis hasil konservasi

- Dibuat hasil dan pembahasan dengan cakupan

a. Lokasi dan waktu pengamatan

b. Bahan dan alat

c. Prosedur kerja
d. Deskripsi lokasi pengamatan

e. Erosi yang terjadi pada lokasi tersebut

f. Faktor penyebab terjadinya erosi pada lokasi tersebut

g. Teknik konservasi yang cocok untuk diterapkan di lokasi tersebut


HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Lokasi Pengamatan

Pengamatan jenis erosi dolakukan pada daerah air terjun Sikulikap Jl. Jamin

Ginting, Martelu, Sibolangit, Kab Deli Serdang, Sumatera Utara. Secara geografis,

kota ini berada di dataran tinggi atau sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut

(dpl) yang mana masih satu kawasan dengan deretan panjang Bukit

Barisan. Kondisi topograsi daerah tersebut yaitu berbukit dan bergelombang dan

ditemui banyak lembah dan alur- alur sungai dan lereng lereng bukit yang curam/

terjal. Pada lokasi tersebut terdapat banyak pepohonan yang masih alami dan

terjaga. Terdapat air terjun yang bernama air terjun sikulikap yang berada di sekitar

lokasi tersebut.

Ket : Kondisi lokasi pengamatan tampak depan.


Ket : Lokasi pengamatan tampak samping

Ket : air terjun sikulikap


Erosi yang Terjadi pada Daerah Tersebut

Jenis erosi yang terjadi di daerah tersebut adalah erosi tanah longsor

(land slide) yang dimana merupakan bentuk erosi dimana pengangkutan atau

gerakan massa tanah yang terjadi pada suatu saat dalam volume yang relatif besar.

Tipe tanah longsor di daerah tersebut adalah FALL yaitu terjadi gerakan secara tiba-

tiba dari bongkahan batu yang jatuh dari lereng yang curam atau tinggi.
Faktor Penyebab Terjadinya Erosi pada Lokasi Tersebut

Faktor penyebab terjadinya erosi di daerah tersebut terjadi secara alami yaitu

disebabkan oleh lereng atau tebing yang terjal yang dimana proses pembentukan

lereng atau tebing yang terjal adalah lewatnya angin dan air disekitar lereng yang

berdampak pada pengikisan lereng tersebut. Selain itu disebabkan juga oleh

tingginya curah hujan didaerah tersebut karena daerah tersebut merupakan dataran

tinggi yang sering terjadi hujan dan menjadikan tanahnya cenderung lembab, curah

hujan yang tinggi adalah salah satu penyebab terjadinya longsor.

Teknik Konservasi yang Cocok untuk Diterapkan di Daerah Tersebut

Teknik konservasi yang cocok untuk diterapkan didaerah tersebut adalah

metode vegetatif yaitu dengan penggunaan tanaman atau tumbuhan dan sisa-

sisanya untuk mengurangi daya rusak hujan yang jatuh, mengurangi jumlah dan

daya rusak aliran permukaan dan erosi. Selain itu, dapat juga dengan metode

mekanik yaitu dengan perlakuan fisik mekanis yang diberikan kepada tanah untuk

mengurangi aliran permukaan dan erosi dan meningkatkan kemampuan

penggunaan tanah.
KESIMPULAN

1. Jenis erosi yang terjadi adalah erosi tanah longsor (land slide)

merupakan bentuk erosi dimana pengangkutan atau gerakan massa

tanah yang terjadi pada suatu saat dalam volume yang relatif besar.

2. Faktor penyebab terjadinya erosi di daerah tersebut terjadi secara alami

yaitu disebabkan oleh lereng atau tebing yang terjal dan disebabkan juga

oleh tingginya curah hujan didaerah tersebut.

3. Teknik konservasi yang cocok untuk diterapkan didaerah tersebut

adalah metode vegetatif dan metode mekanik.


DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, S. 2012. Konservasi Tanah dan Air. Bogor: IPB Press. Edisi Kedua.

Suripin. 2001. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Penerbit Andi, Yogyakarta

Suripin. 2002. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Suripin. 2004. Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. ANDI Offset


Yogyakarta.