Anda di halaman 1dari 2

TUGAS 2

1. Sebuah perusahaan memproduksi gantungan kunci. Pada saat awalnya berdiri tahun 1995,
perusahaan ini hanya menawarkan sedikit variasi jenis produk. Pada dasarnya semua
produk menggunakan satu jenis bahan baku utama yaitu kayu. Proses pembuatannyapun
sederhana. Hanya ada tiga proses besar yaitu mengubah plastik ini menjadi bentuk
sederhana yaitu bentuk gantungan kunci dengan tiga bentuk yang berlainan, sebut saja
bentuk A, B, dan C.
Setelah terbentuk, gantungan kunci ini dicat dengan berbagai warna. Sampai tahun 2000,
perusahaan hanya menggunakan 5 macam cat. Namun, karena pelanggan mulai bosan
dengan cat yang monoton, perusahaan mulai menciptakan variasi warna-warna baru.
Sejak tahun 2000, ada 25 macam kombinasi warna cat yang ditawarkan.
Permintaan pelanggan terhadap suatu jenis gantungan kunci relatif tidak pasti, namun
total kebutuhan seluruh gantungan kunci relatif stabil dengan rata-rata 5000 unit per bulan
dengan koefisien variansi sekitar 10%. Angka-angka ini relatif tidak berubah dari tahun
ke tahun.
Sebelum tahun 2000 perusahaan memproduksi gantungan kunci tanpa menunggu pesanan
dari pelanggan. Jadi, di samping memiliki persediaan bahan baku dan barang setengah
jadi (berupa bentuk A, B, dan C yang belum dicat), perusahaan juga memiliki persediaan
produk jadi.
Proses pengecatan relatif cepat. Untuk pesanan sebanyak 200-500 perusahaan bisa
menyelesaikannya dalam 5 hari kerja (karena hanya ada 3 orang tenaga kerja). Sedangkan
proses fabrikasi dari kayu menjadi tiga bentuk gantungan kunci (A, B, dan C) diperlukan
waktu sekitar dua kali lipatnya(10 hari kerja atau sekitar 2 minggu). Pengadaan bahan
baku utama (kayu) untuk jumlah pesanan yang rasional memakan waktu sekitar 3 hari,
sedangkan membeli cat berbagai warna membutuhkan waktu tidak lebih dari 1 hari.
Dari ulasan tersebut:
• Gambarkan decoupling point untuk sistem perusahaan sebelum tahun 2000.
• Ada berapa jenis produk akhir yang bisa dibuat perusahaan sebelum dan mulai tahun
2000?
• Kenapa perusahaan harus mengubah DP mulai tahun 2000? Kemana arahnya?
• Diskusikan konsekuensi perubahan tersebut dan uraikan.
2. PT. “ABUNAWAS” sebuah pabrik yang bergerak di bidang produksi makanan ternak
sekarang ini telah memiliki 2 lokasi pabrik yang terletak di kota PP dan QQ. Kedua
pabrik tersebut didirikan terutama sekali guna memasok wilayah pemasaran di kota AA,
BB, CC, dan DD. Data yang biaya distribusi/transportasi (Rp/kg) serta kebutuhan untuk
masing-masing kota (tons/minggu) bisa dilihat dalam tabel berikut:

Ke Kota Kapasitas Biaya


Dari AA BB CC DD Produksi Produksi
Pabrik PP 50 45 65 15 35.000 100
Pabrik QQ 35 70 25 60 50.000 85
Demands 40.000 25.000 30.000 15000

RINI HALILA NASUTION Page 1


Untuk memenuhi kekurangan supplai karena demand yang lebih besar, maka manejemen
memutuskan untuk segera mendirikan pabrik baru dengan kapasitas produksi 35.000
tons/minggu. Di sini alternatif bisa dipilih salah satu yaitu di kota RR atau SS dengan data
biaya produksi dan distribusi ke wilayah pemasaran adalah sebagai berikut:

Ke Kota Kapasitas Biaya


Dari AA BB CC DD Produksi Produksi
Pabrik RR 10 50 65 40 35.000 120
Pabrik SS 45 25 5 80 35.000 110

Dengan mengaplikasikan metode transportasi programa linier, laksanakan evaluasi lokasi


pabrik baru yang seharusnya dipilih oleh PT. Abunawas dalam hal ini.

3. PT. “MADURA STEEL” sebuah pabrik permesinan bermaksud hendak melaksanakan


ekspansi perusahaan. Selama ini mereka sudah beroperasi di kota X dan Y dengan
wilayah pemasaran meliputi daerah A, B,dan C. Data mengenai kapasitas kerja
(tons/hari), forecasting demand untuk masing-masing wilayah pemasaran (tons/hari), dan
biaya produksi/transportasi (Rp./tons) ditunjukkan dalam data sebagai berikut:

Ke Kota Kapasitas
Dari A B C Produksi
Pabrik X 45.000 37.000 61.000 300
Pabrik Y 52.000 65.000 43.000 500
Demands 600 200 400

Untuk melaksakan ekspansi, pihak manajemen telah menentukan alternatif pilihan lokasi
pabrik baru yang masing-masing akan berkapasitas 400 ton/hari yaitu di kota NZ1 dan
NZ2 dimana biaya produksi/transportasi (Rp/tons) dapat ditunjukkan sebagai berikut:

Ke Kota
Dari A B C
NZ1 45.000 37.000 61.000
NZ2 52.000 65.000 43.000

Pertanyaan:
- Dengan menggunakan metode heuristic, tentukan alternatif lokasi mana yang
seharusnya dipilih dalam kasus ini?
- Dengan menggunakan metode pendekatan Vogel check, apakah alternatif yang dipilih
akan tetap konsisten dengan problema di atas?

4. Kerjakan STUDI KASUS pada buku SUPPLY CHAIN MANAGEMENT “I NYOMAN


PUJAWAN” EDISI 2, halaman 47-49!

5. Kerjakan STUDI KASUS pada buku SUPPLY CHAIN MANAGEMENT “I NYOMAN


PUJAWAN” EDISI 2, halaman 148-151!

6. Kerjakan kembali soal pada DISKUSI KELOMPOK!

RINI HALILA NASUTION Page 2