Anda di halaman 1dari 3

Praktikum Pengolahan Biologis

“Pembuatan Dedak Aromatik”

Alat dan Bahan :

1. Tong atau drum


2. Mesin Mixer
3. Timbangan
4. pH meter
5. Termometer
6. Grain Moisture Meter
7. Probiotik cair
8. Dedak
9. Molases

Prosedur praktikum :

1. Timbang bahan sesuai perbandingan atau formulasi


- Dedak 70%
- Probiotik cair 15%
- Molases 15%
2. Ukur pH, suhu dan kadar air probiotik cair.
3. Pencampuran tahap I
- Campurkan probiotik ke dalam molases, aduk hingga merata
4. Pencampuran tahap II
- Hidupkan mesin, tunggu hingga stabil
- Masukkan dedak kedalam mesin
- Campurkan hasil pencampuran tahap I kedalam mesin yang sudah terisi dedak
Pencampuran dilakukan selama 5-10 menit
5. Siapkan tong atau drum yang bersih.
6. Panen dengan membuka katup bagian bawah mesin lalu masukkan kedalam drum dan
padatkan.
7. Ukur Ph, suhu dan kadar air serta aroma hasil campuran.
8. Tutup tong dengan klem.
9. Simpan selama 5-7 hari.
10. Amati perubahan yang terjadi.
Hasil Pengamatan

KA dedak : 14,3%
Berat Dedak 70 kg
Penjelasan mengenai probiotik Heryaki:
- Bau : seperti asam jawa, asam
- Warna : coklat
- Bentuk : cair
- Suhu : 24 °C
- pH : 3,8
Dedak :
- Bau : seperti beras
- Warna : coklat cream
- Bentuk : tepung
- Suhu : 29 °C
Dedak setelah pencampuran :
- Bau : tidak terjadi bau
- Warna : lebih coklat
- Suhu : 24 °C
- KA : 28,9%
Hasil menjadi dedak aromatik :
- Aroma asam buah
Pembahasan
Sumber probiotik dapat berupa bakteri atau kapang yang berasal dari mikroorganisme
saluran pencernaan hewan. Beberapa bakteri yang telah digunakan sebagai probiotik yaitu
Lactobacillus dan B. subtilis, sedangkan kapang atau jamur yang dipergunakan sebagai
probiotik adalah S. cerevisiae dan A. oryzae (Irianto, 2004). Probiotik tidak menimbulkan
residu, probiotik tidak diserap oleh saluran pencernaan inang, dan tidak menyebabkan mutasi
pada mikroorganisme yang lain (Irianto, 2004). Tingginya kandungan gula pada molase
membuat molase sering dijadikan sebagai tambahan sumber karbohidrat pada medium
pertumbuhan mikroorganisme (Sebayang, 2006). Dedak padi merupakan hasil ikutan
penggilingan padi yang berasal dari lapisanluar beras pecah kulit dalam proses penyosohan
beras. Proses pengolahan gabah menjadi beras akan menghasilkan dedak padi kira-kira
sebanyak 10% pecahan-pecahan beras atau menir sebanyak 17%, tepung beras 3%, sekam 20%
dan berasnya sendiri 50%. Persentase tersebut sangat bervariasi tergantung pada varietas dan
umur padi, derajat penggilingan serta penyosohannya (Grist, 1972).
Pembuatan dedak aromatik ini bertujuan untuk meningkatkan palatabilitas pada ternak
dengan tidak menambah nutrien, namun memanfaatkan probiotik sebagai bakteri baik untuk
membantu proses pencernaan dan molases untuk sumber energi serta meningkatkana
palatabilitas karena mempunyai rasa dan aroma khas. Probiotik Heryaki ini memiliki aroma
buah yang membuat ternak itu tingkat palatabilitasnya tinggi, sudah banyak perusahaan
ataupun peternak yang menggunakan produk ini.

Daftar Pustaka

Grist, D.H., 1972. Rice. 4th Ed. Lowe and Brydine Ltd, London.

Irianto. 2004. Pengantar Pangan dan Gizi. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sebayang, F. 2006. Pembuatan Etanol dari molase secara fermentasi Menggunakan Sel
Saccharomyces cerevisiae Yang Termobilisasi Pada Kalsium Alginat. Jurnal
Technologi Proses 5 (2) Juli 2006 : 68 – 74. ISSN 1412 – 7814.