Anda di halaman 1dari 2

2

2. Sabangau, kontrasepsi Metode Operasi Wanita (MOW) 23, pil 1.073, Intra
Uterine Device (IUD) 88, kondom 257, suntikan 1.397, implan 257, total
jumlahnya 3.098.
3. Jekan Raya, kontrasepsi Metode Operasi Wanita (MOW) 285, pil 8.791, Intra
Uterine Device (IUD) 350, kondom 400, suntikan 7.973 implan 400, total
jumlahnya 18.199
4. Bukit Batu, Metode Operasi Wanita (MOW) 19, pil 732, Intra Uterine Device
(IUD) 55, kondom 111, suntikan 1.227, implant 111, total jumlahnya 2.255.
5. Rakumpit, Metode Operasi Wanita (MOW) 88, pil 65, (IUD) 2, kondom 100,
suntikan 340, implant 100, total jumlahnya 615.
Salah satu efek samping dari penggunaan KB suntik yaitu gangguan pola
menstruasi yang terjadi tergantung pada lama pemakaian. Memang efek samping
suntik KB terhadap siklus menstruasi sering “tidak menyenangkan” tetapi tidak
terlalu berbahaya dan bukan tanda adanya gejala penyakit. Perubahan pola
menstruasi biasanya pada tahun pertama pemakaian KB suntik yaitu perdarahan
bercak (spotting) yang dapat berlangsung cukup lama tetapi jarang terjadi
perdarahan yang banyak, sering menjadi penyebab bertambahnya berat badan.
Bisa menyebabkan terjadinya sakit kepala, nyeri pada payudara, timbul jerawat
dan berkurangnya libido seksual.5
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian tentang hubungan penggunaan alat kontrasepsi hormonal suntik
Medroxy Progesteron Asetat plus Estradiol Cipionat (MPA/E2C) dan Depo
Medroxy Progesteron Acetate (DMPA) dengan pola mentruasi di Kelurahan
Marang.

1.2 Rumusan Masalah


1. Mengetahui hubungan penggunaan alat kontrasepsi hormonal suntik
MPA/E2C dengan pola menstruasi di wilayah kerja Puskesmas
Tangkiling Kelurahan Marang?
3

2. Mengetahui hubungan penggunaan alat kontrasepsi hormonal suntik


DMPA dengan pola menstruasi di wilayah kerja Puskesmas Tangkiling
Kelurahan Marang?

1.3 Tujuan Penelitian


1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan penggunaan alat kontrasepsi hormonal suntik
MPA/E2C dan DMPA dengan pola menstruasi di wilayah kerja Puskesmas
Tangkiling Kelurahan Marang.
1.3.2 Tujuan Khusus
Untuk mengidentifikasi hubungan penggunaan alat kontrasepsi hormonal
suntik MPA/E2C dan DMPA dengan pola menstruasi di wilayah kerja
Puskesmas Tangkiling Kelurahan Marang.

1.4 Manfaat Penelitian


1.4.1 Manfaat Ilmiah
Penelitian ini diharapkan sebagai bahan informasi dan menjelaskan
bagaimana hubungan penggunaan alat kontrasepsi hormonal suntik MPA/E2C dan
DMPA dengan pola menstruasi di wilayah kerja Puskesmas Tangkiling Kelurahan
Marang.

1.4.2 Manfaat Praktis


Penelitian ini diharapkan dapat menambah salah satu referensi dan
pengetahuan mengenai hubungan penggunaan alat kontrasepsi hormonal suntik
MPA/E2C dan DMPA dengan pola menstruasi di wilayah kerja Puskesmas
Tangkiling Kelurahan Marang.