Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) TENTANG GIZI BURUK

PADA BALITA DI KELURAHAN LUBANG BUAYA RW 08


KECAMATAN CIPAYUNG JAKARTA TIMUR

Disusun oleh :

YUDI SUTRIADI

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA

JAKARTA

2015
SATUAN ACARA PENYULUHAN
( SAP )

Topik : Gizi Kurang


Hari / Tanggal : 27 September 2015
Tempat : Rumah keluarga Tn. T
Sasaran : Keluarga Tn. T RT 02/ RW 08 Kecamatan Cipayung
Sub Pokok Bahasan : Pendidikan kesehatan tentang Gizi Kurang
 Pengertian Gizi Kurang
 Penyebab Gizi Kurang
 Tanda dan gejala Gizi Kurang
 Memantau Gizi Kurang
 Pencegahan Gizi Kurang
A. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Setelah di lakukan penyuluhan keluarga Tn.T dapat mengetahui apa itu Gizi
Kurang

b. Tujuan Khusus
Setelah di lakukan penyuluhan,di harapkan :
 Keluarga Dapat Mengetahui Pengertian Gizi Kurang
 Keluarga Dapat Mengetahui Penyebab Gizi Kurang
 Keluarga Dapat Mengetahui Tanda dan Pejala Gizi Kurang
 Keluarga Dapat Mengetahui cara Memantau Gizi Kurang
 Keluarga Dapat Mengetahui Penatalaksanaan Gizi Kurang
B. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi
C. MEDIA/ ALAT
a. Leaflet
b. Lembar balik
D. PELAKSANAAN KEGIATAN

No Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Metode


Kegiatan Peserta
1 Orientasi 5 menit 1. Mengucapkan salam  Menjawab salam Ceramah dan
2. Memperkenalkan  Mendengarkan Tanya jawab
diri  Memperhatikan
3. Menjelaskan tujuan  Brain storming
kegiatan yang akan mengenai Gizi
dilakukan Kurang
2 Kegiatan 10 1. Menjelaskan  Mendengarkan Ceramah dan
menit pengertian Gizi Tanya jawab
Kurang
2. Menjelaskan  Memperhatikan.
penyebab Gizi
Kurang
3. Menjelaskan tanda  menyimak
dan gejala Gizi
Kurang
4. Menjelaskan
Memantau Gizi
Kurang
5. Menjelasakan
Penatalaksanaan
Gizi Kurang
3 Terminasi 15 1. Memberi  Mendengarkan. Ceramah dan
menit kesempatan pada Tanya jawab
keluarga untuk  Memperhatikan.
bertanya.
2. Beri pujian  Menjawab salam
3. Menyimpulkan hasil
penyuluhan
4. Mengucapkan
salam.

E. MATERI : Terlampir

F. MEDIA : Leafleat, Lembar balik

G. EVALUASI
1. Evaluasi struktur
a. Keluarga ikut dalam kegiatan penyuluhan.
b. Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di rumah keluarga Tn. T
2. Evaluasi proses
a. Keluarga antusias terhadap materi penyuluhan.
b. Keluarga terlibat langsung dalam kegiatan penyuluhan (diskusi).
3. Evaluasi hasil
a. 80% keluarga mampu menjelaskan pengertian Gizi Kurang
b. 75% keluarga mampu menyebutkan penyebab Gizi Kurang
c. 75% keluarga mampu menyebutkan tanda dan gejala Gizi Kurang
d. 70% keluarga mampu menyebutkan memantau Gizi Kurang
e. 75 % keluarga mampu menyebutkan Penatalaksanaan Gizi Kurang
GIZI KURANG

1. Definisi.

Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang di konsumsi


secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transfortasi, penyimpanan
metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk
mempertahankan kehidupan dan fungsi normal dari organ-organ serta
menghasilkan energi.

Gizi kurang adalah kekurangan bahan-bahan nutrisi seperti protein, karbohidrat,


lemak dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.

2. Penyebab Gizi Kurang

Gizi kurang dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :

a) Faktor diet / makanan

Makanan yang mengandung cukup energi tetapi kurang protein dapat


menyebabkan akan menderita Kwashiorkor sedangkan anak yang kurang
energi walaupun zat-zat gizi essensialnya seimbang akan menyebabkan anak
menderita marasmus.

b) Faktor sosial

Dimasyarakat pedesaan masih memegang tradisi yang sebenarnya salah bila


dilihat dari segi kesehatan, pantangan untuk menggunakan bahan makanan
tertentu banyak sekali di temukan, dapat mempengaruhi status gizi terutama
anak-anak, faktor sosial yang lain diantaranya keluarga yang mempunyai
banyak anak dan berpenghasilan rendah.
c) Faktor infeksi/ penyakit

Penyakit infeksi apapun dapat memperburuk keadaan gizi karena di


sebabkan karena penurunan daya tubuh terutama pada anak karena asupan
yang kurang akibat anak tidak nafsu makan.

d) Faktor kemiskinan.

Kemiskinan merupakan dasar penyakit KEP, serta penghasilan masyarakat


negara yang rendah dapat menyebabkan ketidakmampuan masyarakat
memenuhi bahan makanan sendiri di tambah dengan banyak timbulnya
penyakit infeksi dan lingkungan yang kotor, maka timbul gejala KEP lebih
cepat.

3. Manifestasi Klinis Gizi Kurang

Anak dengan gizi kurang memiliki gejala klinis yang terbagi menjadi 3 tahap
antara lain :

 Kurang energi protein ringan :

Kurang energi ( malas ), Kenaikan berat badan berkurang atau berhenti dan
ada kalanya berat badan menurun, ukuran lingkar lengan atas menurun,
maturasi tulang terhambat, rasio berat terhadap tinggi normal menurun,
lipatan kulit normal kurang, aktivitas dan perhatian anak berkurang
dibandingkan anak yang sehat, kelainan kulit dan rambut jarang ditemukan.

 Kurang enargi protein sedang :

Pucat karna anemia, mata tampak besar dan dalam, ubun-ubun besar dan
cekung, terjadi atropi otot, perut membucit dan cekung, rambut tipis, kulit
kusam, kering dan bersisik.

 Kurang energi protein berat.

Dibagi dalam tiga klasifikasi yaitu :


1) Kwashiorkor, gejala yang ditemukan :

Pertumbuhan anak terganggu, gangguan perkembangan mental, banyak


menangi, edema, penderita tampak lemah, tidak nafsu makan, rambut
tipis dan mudah di cabut, kulit kering, disertai penyakit infeksi, anemia
dan terjadi diare.

2) Marasmus gejalanya yang ditemukan :

Anak tampak sangat kurus, wajah seperti orang tua, cengeng, rewel,
kesadaran menurun, kulit biasanya kering, dingin dan mengendur, terjadi
atropi otot, anak sering diare, perut cekung.

3) Marasmus dan kwashioorkor, gejala yang ditemukan:

Gambaran klinis memperlihatkan gejala campuran antara penyakit


marasmus dan kwshioorkor. Dengan penurunan berat badan dibawah
60% dari berat badan normal serta memperlihatkan tanda-tanda
kwashiorkor seperti, oedem, serta adanya kelainan perrtumbuhan rambut
dan jaringan kulit.

4. Untuk Memantau Gizi kurang


Untuk menangani kasus malnutrisi yang terjadi pada anak dibutuhkan perhatian
khusus dari keluarga dan harus adanya kerjasama yang terpadu dan konfrehensif
antara orang tua dan petugas kesehatan. Pemeriksaan kesehatan yang harus
dilakukan dokter dalam mendiagnosa Gizi buruk pada anak mencakup:
Pemeriksaan berat badan dan tinggi badan anak untuk menentukan Body Massa
Index, pemeriksaan darah dan pemiriksaan X-ray untuk mengetahui ada atau
tidak nya kelainan-kelainan pada organ tubuh dan kondisi penyakit tertentu yang
mungkin berpengaruh terhadap asupan nutrisi pada anak.
Kemudian setelah itu dianjurkan untuk konsultasi pada ahli gizi tentang
pengaturan pada pola makan, termasuk pada jenis serta jumlah makanan tertentu
untuk mencukupi kebutuhan gizi anak. Kemungkinan juga akan diberikan
vitamin dan berbagai suplemen tertentu.
Namun Apabila dari pemeriksaan dokter diketahui penyebab gizi buruk pada
anak karena penyakit dan kondisi medis tertentu maka dibutuhkan terapi
lanjutan lainnya.

5. Penatalaksanaan Gizi Kurang

Adapun cara mengatasi gizi kurang adalah:

 Pemberian makanan TKTP dengan ukuran yang telah dianjurkan dan


diberikan secara bertahap.
 Tetap memberikan ASI sesuai dengan aturan secara terus-menerus bagi anak
dibawah usia 2 tahun.
 Pemberian makanan tambahan.
 Pemberian terapi cairan dan elektrolit bila perlu.
 Kontrol berat badan secara rutin.
 Berikan obat/ vitamin sesuai dengan anjuran pengobatan.
 Penyuluhan tentang gizi seimbang terutama bagi orang tua yang memiliki
anak balita.
DAFTAR PUSTAKA

Hasanah, Siti Uswatun. (2009). Peningkatan prevalensi gizi kurang pada balita
setelah pemberian bantuan langsung tunai. http://eprints.undip.ac.id/
News medical. (2015). Penyebab Gizi Kurang. http://www.news-
medical.net/health/Causes-of-malnutrition-(Indonesian).aspx