Anda di halaman 1dari 3

1. IDAI. Konsensus Infeksi Saluran Kemih pada Anak.

IDAI Unit Kerja


Koordinasi (UUK) Nefrologi. Jakarta : 2011. Di unduh dari:
http://pustaka.unpad.ac.id/wp-
content/uploads/2013/12/Pustaka_Unpad_Konsensus_-Infeksi_-
Saluran.pdf.pdf. Di akses pada tanggal 8 Mei 2018.
2. National Institute for Health and Clinical Excellence. (2007): Urinary tract
infection in children. Di unduh dari : http://guidance.nice.org.uk..CG054. Di
akses pada tanggal 8 mei 2018.
3. Fisher JD, Howes DS, Thornton SL. Pediatric urinary tract infection. Diunduh
dari: http://emedicine.medscape.com/article/. Di akses tanggal 8 Mei 2018.
4. Purnomo BB. Dasar-dasar urologi. Edisi ke-2. Jakarta: CV Sagung Seto; 2007.
h. 1-15.
5. Jido, T.A., 2014. Urinary tract infections in pregnancy: Evaluation of
diagnostic framework. Saudi J. Kidney Dis. Transplant., 25: 85-90. 

6. Sujatha, R. and M. Nawani, 2014. Prevalence of asymptomatic bacteriuria and
its antibacterial susceptibility pattern among pregnant women attending the
antenatal clinic at Kanpur, India. J. Clin. Diagnostic Res., 8: DC01-DC03. 

7. Kasper DL, Braunwald E, Fauci AS, Hauser SL, Longo DL, Jameson JL.
th
2005. Harrison’s principles of internal medicine. 16 ed. New York:
McGraw-Hill Companies.
8. Kusumaningrum, Radita. 2009. Faktor-Faktor yang Mempengarui Pemilihan
Jenis Kontrasepsi yang Digunakan pada Pasangan Usia Subur. Di unduh dari :
http://jurnalkesehatan.com/radita_kusuma_ningrum/2008/. Di akses tanggal 8
Mei 2018.
9. Kusmarjadi, Didi. 2010. KB IUD (=Intrauterine divece). Di unduh dari:
http://konsultasi-spesialis-obsgin.blogspot.com. (Diakses tanggal 8 Mei 2018)
10. Imbarwati. 2009. Beberapa Faktor yang Berkaitan dengan Penggunaan KB
IUD Pada Peserta KB Non IUD Di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang.
Di unduh dari: http://eprints.undip.ac.id/17781/1/IMBARWATI.pdf. Diakses
tanggal 8 Mei 2018.
11. ILUNI FKUI. 2010. Keluarga Berencana (KB). Di unduh dari :
http://www.klikdokter.com/medisaz/read/2010/07/05/120/keluarga-berencana-
-kb. (Diakses tanggal 8 Mei 2018).
12. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. 1981.Pedoman Cara
Pelayanan Kontrasepsi AKDR.Jakarta:BKKBN.
13. Aninom. 2012. Cara Kerja IUD. Di unduh dari :
http://tentangkb.wordpress.com/tag/cara-kerja-iud.html. Diakses tanggal 8
Mei 2018)
14. Rustam Mochtar, 2008. Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC.
15. Sukandar, E. Infeksi Saluran Kemih. In Sudoyo A.W, et all.ed. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam Jilid II Edisi V. Jakarta: Internal Publishing. 2009:1008-1014.
16. Sukandar, E. Infeksi (non spesifik dan spesifik) Saluran Kemih dan Ginjal. In
Sukandar E. Nefrologi Klinik Edisi III. Bandung: Pusat Informasi Ilmiah (PII)
Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK UNPAD. 2006: 29-72
17. IDAI. Konsensus Infeksi Saluran Kemih pada Anak. IDAI Unit Kerja
Koordinasi (UUK) Nefrologi. Jakarta : 2011. Diambil dari :
http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2013/12/Pustaka_Unpad_Konse
nsus_-Infeksi_-Saluran.pdf.pdf. 8 mei 2018
18. Aru W, Sudoyo. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid II, edisi V.
Jakarta: Interna Publishing.
19. Nguyen HT. 2004. Bacterial Infection of The Genitourinary Tract. Smith’s
General Urology 16th ed. USA: The McGraw Hill Companies. 203-27.
20. Mardani, A, Aris, A, Priyoto. Hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi
remaja putri dengan perilaku personal hygiene menstruasi di Desa Kumpul
Kecamatan Sarirejo Kabupaten Lamongan. Surya. 2010.
21. Davis CP. Urine Infection. Editor: Balentine JR. available from : URL:
http://www.medicinenet.com/urine_infection/page2.htm. (cited 2012 Oct 29).
22. Persad, S., Watermeyer, S., dan Griffiths, A. Association between urinary tract
infection and postmicturition wiping habit. [Internet]; 2006 [diakses pada 10
September 2015. Didapat dari: http://e-resources.perpusnas.go.id.
23. Scholes, D. hooton, T.M., Roberts, P.L., Stapleton, A.E., Gupta, K., Stamm,
W.E. (2000). Risk Factors for Reccurent Urinary Tract Infection in Young
Women. Journal Infectious Diseases, 182(4): 1177-1182.
24. Ronald AS, Richard AMP. 2001. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan
Laboratorium edisi 2. Jakarta: EGC.
25. Suprayudi M. 2007. Diktat Kuliah Bakteriologi III. Malang: Akademi
Analisis Kesehatan. 14-15.
26. Sukandar E. 2004. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Edisi 3. Jakarta:
Balai Penerbit FK UI. 553-7.
27. Depkes RI. 2014. Survey demografi dan kesehatan Indonesia. Jakarta : Depkes
RI.
28. Ardaya Suwanto., 2007, Infeksi Saluran kemih dalam Buku Ajar ilmu
Penyakit Dalam, Edisi Ketiga Jilid II, Balai Penerbit FKUI, Jakarta.
29. Samirah, dkk., 2006, Pola dan Sensitivitas Kuman di Penderita Infeksi Saluran
Kemih dalam Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical
Laboratory, Vol. 12, No. 3, Juli 2006: 110-113.
30. Bensman A, Dunand O, Ulinski T. Urinary tract infection. Dalam: Avner ED,
Harmon WE, Niaudet P, Yoshikawa N, penyunting. Pediatric Nephrology.
edisi ke-6. Berlin Heidelberg: Springer-Verlag; 2009.h.1229-31
31. Hui Chee-Kin. Recurrent Extended-Spectrum Beta-Lactamase-Producing
Eschericia Coli Urinary Tract Infection due to an Infected Intrauterine Device.
Singapore: SMJ. 2014; 55(2): e28-e30.
32. Dean G, Goldberg AB. Overview of Intrauterine Contraception. 2013.
Downloaded from:
“freeuptodate.scientificjournals4all.com/contents/mobipreview.htm?31/19/320
5
33. Nefrologi Klinik Edisi III, 2006, hal. 37