Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH

GEOGRAFI PEMBANGUNAN

GEOGRAFI PEMBANGUNAN DENGAN


ILMU LAIN DAN MANFAAT STUDI
GEOGRAFI PEMBANGUNAN

DISUSUN OLEH KEL I :

1. Rahma Dinda 1710005531010


2. Julia Wariska 1710005531014
3. Rengga Permana Putra 1710005531013
4. Ifdhal Ramli 1710005531002
5. Bayu Rahmad 1710005531022

Fakultas Ekonomi
PROGRAM STUDI GEOGRAFI
UNIVERSITAS TAMAN SISWA PADANG
2019
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr Wb

Puji dan syukur senantiasa saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan rahmat serta hidayah sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas untuk membuat makalah Geografi Pembangunan yang
berjudul “GEOGRAFI PEMBANGUNAN DENGAN ILMU LAIN DAN
MANFAAT STUDI GEOGRAFI PEMBANGUNAN”. Tujuan Makalah ini
adalah untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Geografi Pembangunan.

Dalam penulisan makalah ini saya menyadari mempunyai banyak


kekurangan oleh sebab itu bantuan dan dorongan telah saya terima dari
semua pihak. Oleh karena itu tiada lupa saya dengan kerendahan hati
mengucapkan terima kasih kepada:

1. Nina Ismayeni, S. Pd, M,Pd selaku dosen mata kuliah Geografi


Pembangunan.
2. Teman-teman kami yang telah membantu penyususan makalah ini.

Kami mohon maaf jika terdapat kekurang sempurnaan dalam


penyusunan makalah ini, hal ini karena keterbatasan kami. Semoga makalah
ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca semua.

Amin.

Wassalamua’alaikum Wr Wb.

Padang, 17 Februari 2019

Penulis,

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................................................... i


DAFTAR ISI .................................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................................ 1
1.1. Latar Belakang ................................................................................................................. 1
1.2. Rumusan Masalah ............................................................................................................ 2
1.3. Tujuan Pembelajaran ....................................................................................................... 2
1.4. Sistematika Makalah ........................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................................. 4
2.1. Hubungan antara Geografi Pembangunan dengan Ilmu lain ........................................... 4
2.1.1. Lingkup Geografi dalam Pembangunan ...................................................................... 5
2.1.2. Pendekatan Pembangunan dalam Kajian Geografi ...................................................... 8
2.2. Konsep Geografi Serta Peranan Geografi Dalam Pembangunan ................................... 11
2.3. Nilai Geografi ................................................................................................................ 12
2.4. Sumbangan Geografi Terhadap Pembangunan .............................................................. 13
2.4.1. Sumbangan Ilmu Geografi dalam Pertimbangan Pembangunan ............................... 16
2.4.2. Lingkup Keterlibatan Geografi dalam Pembangunan ............................................... 17
2.4.3. Konsep-konsep Paradigma Pembangunan ................................................................. 18
BAB III PENUTUP ....................................................................................................................... 19
3.1. Kesimpulan .................................................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................... 20

ii
BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Indonesia terdiri dari 13.667 pulau. Luas daratan di Indonesia


mencapai 1.922.570 Km2, luas perairannya 3.257.483 Km2. Jadi, luas
keseluruhannya mencapai 5.180.053 Km2, jika ditambah dengan ZEE
maka luas Indonesia mencapai 7.900.000 km2, secara administrasi Negara
Indonesia terbagi menjadi 33 provinsi, menurut kecermatan yang tinggi
dalam melaksanakan strategi pembangunan nasional dan regional. Wilayah
yang luas yang terdiri dari lautan juga luas, serta di beberapa bagian daratan
dan laut berbatasan langsung dengan Negara tetangga, dalam
melaksanakan pembangunan diperlukan koordinasi serta komunikasi yang
meyakinkan agar asas adil dan merata benar-benar dapat dilaksanakan.
Ditinjau dari aspek kependudukan, sifat demografi Indonesia menunjukan
pemerataan yang tidak seimbang. Perbedaan demografi secara regional
baik yang berkenaan dengan unsur fisis maupun unsur non fisis,
memberikan dasar yang berbeda dalam perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan di kawasan masing-masing.
Landasan-landasan geografi yang perlu diperhatikan sesuai dengan
kondisi regional setempat, yaitu lokasi, kondisi demografi, prasarana dan
sarana, potensi sumber daya, sosial budaya setempat, kesuburan tanah,
hidrologi dan topografi region masing-masing. Memperhatikan lokasinya,
Aspek potensi sumber daya yang ada di suatu region, terkait dengan
kebutuhan pembangunan yang wajib diadakan, memperhatikan jenis
sumber daya yang ada di kawasan nantinya mampu menompang
pembangunan.
Prasarana dan sarana yang ada di suatu kawasan, berupa jalan,
jembatan, jaringan telekomunikasi, kendaraan, pelabuhan, terminal dan
lain sebagainya, memberikan landasan terhadap kelancaran dan
pelaksanaan pembangunan setempat. Jika prasarana ini belum memadai
perencanaan dan penbangunan wajib diarahkan pada pembangunan di
sektor ini.

1
1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, kami merumuskan masalah sebagai


berikut :
1. Bagaimana hubungan antara Geografi Pembangunan dengan Ilmu lain?
2. Bagaimana konsep geografi berpengaruh terhadap pembangunan ?
3. Bagaimana manfaat nilai geografi pembangunan sebagai studi wilayah
dalam geografi?
4. Bagaimnakah sumbangan geografi terhadap pembangunan?
1.3. Tujuan Pembelajaran

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini, yaitu:


1. Untuk mengetahui hubungan antara Geografi Pembangunan dengan
Ilmu lain.
2. Untuk mengetahui bagaimana konsep geografi berpengaruh terhadap
pembangunan
3. Untuk mengetahui maanfaat dari nilai geografi pembangunan sebagai
studi wilayah dalam geografi
4. Untuk mengetahui sumbangan geografi terhadap pembangunan.

1.4. Sistematika Makalah


Dalam penulisan ini didasarkan pada metode deskriftif, yaitu
menggambarkan masalah atau isi makalah secara detil dan jelas. Sistematika
makalah yang penulis gunakan dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai
berikut:
Makalah ini terdiri dari kata pengantar, daftar isi, Bab I Pendahuluan,
Bab II Pembahasan, Bab III Simpulan dan Saran, dan Daftar Pustaka.
Bab I pendahuluan meliputi: latar belakang masalah mengenai
disusunnya makalah ini, rumusan masalah ini dimaksudkan ntuk mempermudah
untuk menyusun serta pembahasan makalah, tujuan makalah yaitu tujuan dari
penyusunan makalah ini, sistematika penulisan yaitu agar mengetahui
sistematika penulisan yang digunakan dalam penyusunan makalah.

2
Bab II pembahasan yaitu: menjelaskan isi dari makalah, dalam
makalah ini penulis membahas tentang hubungan geografi pembangunan
dengan ilmu lain, konsep geografi terhadap pembangunan, maanfaat dari nilai
geografi pembangunan sebagai studi wilayah dalam geografi serta sumbangan
geografi terhadap pembangunan .
Bab III Penutup yaitu: menguraikan kesimpulan dari pembahasan serta
memberi saran tentang geografi pembangunan dengan ilmu lain dan manfaat
studi geografi pembangunan.

3
BAB II PEMBAHASAN

2.1. Hubungan antara Geografi Pembangunan dengan Ilmu lain


Geografi Pembangunan adalah cabang disiplin ilmu geografi yang
mempelajari ataupun mengkaji keterkaitan antara proses pembangunan
suatu wilayah dengan kondisi alam serta penduduk wilayah tersebut.
Geografi pembangunan mempelajari aspek keruangan geografi (alam
semesta dengan segala isinya). Geografi pembangunan diperlukan untuk
menyusun rancangan atau perencanaan pembangunan suatu wilayah.
Memperhatikan aspek geografi dalam pembangunan berarti
memperhatikan keselarasan kebijakan mengelola alam dan hubungannya
dengan manusia sehingga tidak terjadi kerusakan alam yang justru
merugikan manusia.
Cabang geografi ini adalah cabang yang relatif baru. Dikembangkan
pada dekade 1980-an oleh para ilmuwan Eropa, khususnya dari Belanda.
Beberapa dekade kemudian disiplin ilmu ini berkembang di Indonesia.
Geografi pembangunan dapat menjelaskan bahwa perencanaan dan
pengembangan wilayah saling berkaitan dengan ilmu-ilmu sosial terutama
hal-hal yang berhubungan dengan fenomena sosial yang terjadi di
masyarakat, sehingga sangat bersinggungan dengan konsep-konsep, dan
teori-teori sosial yang ada.
Peranan geografi dimanfaatkan dalam aspek keruangan dalam suatu
wilayah dalam menyusun rancangan dan perencanaan pembangunan
wilayah yang bersangkutan seperti dalam tata guna lahan, geografi dapat
melakukan organisasi keruangan (spatial organization). Data geografi
membantu perencanaan dalam menganalisis persentasi pembagian ruang
dalam suatu wilayah seperti berapa persen untuk pemukiman, industri,
perkantoran, lahan konservasi, perkebunan, menganalisis daerah rawan
bencana, dan lain-lain. Selain dapat menganalisis persentasi pembagian
ruang dalam suatu wilayah, data geografi juga dapat digunakan untuk
menentukan lokasi ideal untuk pembagian ruang tersebut.

4
2.1.1. Lingkup Geografi dalam Pembangunan
Definisi pembangunan dalam geografi adalah usaha untuk
memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat yang dilakukan oleh
suatu wilayah tertentu yang memperhatikan segala aspek kehidupan
masyarakat. Ada tiga unsur dalam setiap usaha pembangunan yang
saling terkait dan saling mendukung terlaksananya pembangunan,
yaitu:
1. Manusia,
2. Sumberdaya alam dan energi,
3. Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan lingkungan.

Setiap tahap pembangunan bertujuan meningkatkan taraf


hidup dan kesejahteraan masyarakat. Untuk mencapai tujuan
tahapan tersebut, pembangunan memiliki prinsip-prinsip berupa
keterkaitan ekologi, keterkaitan budaya, memperhatikan
sumberdaya (potensi) daerah atau wilayah, partisipasi masyarakat,
pemerataan (equity), keterpaduan (interdependency),
keseimbangan, keserasian, dan efisiensi. Selain itu, terdapat tiga hal
yang harus diperhatikan dalam pembangunan yaitu:
 Pengaruh lingkungan. setiap lingkungan memiliki karakteristik
masing-masing khususnya mengenai potensi dan kelemahannya.
Karena itu, memperhatikan lingkungan sangat memiliki andil
besar dalam pembangunan.
 Orientasi Pembangunan. Idealnya, pembangunan harus
berorientasi ke masa depan, sebab pada dasarnya pembangunan
atau pengembangan wilayah adalah proses dimana lingkungan
sebagai sumberdaya dipersiapkan untuk lebih ditingkatkan
pemanfaatannya untuk masa sekarang dan masa yang akan
datang;
 Cita-cita masayarakat. Pembangunan atau pengembangan
wilayah tidak terlepas dari nilai-nilai kehidupan masyarakat.

5
Karena itu, setiap upaya pembangunan wilayah idealnya selaras
dengan cita-cita masyarakat dan seimbang dengan keadaan atau
kondisi lingkungan.

Ruang lingkup disiplin ilmu geografi dalam pembangunan


mencakup kegiatan penelitian perencanaan, analisis dan evaluasi.
Disiplin ilmu geografi berusaha meneliti dan mendeskripsikan
seluruh fenomena geografi, menganalisis dampak, dan
mengevaluasi hasil pembangunan. Ruang lingkup geografi terbagi
tiga yaitu:
1. Distribusi dan hubungan timbal balik antara manusia dengan
aspek-aspek keruangan permukiman penduduk.
2. Studi perbedaan area (wilayah), berupa hubungan timbal balik
antara masyarakat dengan lingkungan fisiknya.
3. Analisis wilayah secara spesifik dan kerangka kerja regional.

Setiap disiplin ilmu memilki obyek yang menjadi bidang kajiannya.


Obyek bidang ilmu tersebut berupa obyek matrial dan obyek formal. Obyek
material berkaitan dengan substansi materi yang dikaji, sedangkan obyek
formal berkaitan dengan pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam
menganalisis substansi (obyek material) tersebut.

1. Objek material
Pada obyek material, antara bidang ilmu yang satu dengan bidang
ilmu yang lain dapat memiliki substansi obyek yang sama atau hampir
sama. Obyek material ilmu geografi adalah fenomena geosfer, yang
meliputi litosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer, dan antroposfer. Obyek
materal itu juga menjadi bidang kajian bagi disiplin ilmu lain, seperti
geologi, hidrologi, biologi, fisika, kimia, dan disiplin ilmu lain.
Sebagai contoh obyek material tanah atau batuan. Obyek itu juga
menjadi bidang kajian bagi geologi, agronomi, fisika, dan kimia.

6
Oleh karena itu untuk membedakan disiplin ilmu yang satu dengan
disiplin ilmu yang lain dapat dilakukan dengan menelaah obyek
formalnya. Obyek formal geografi berupa pendekatan (cara pandang)
yang digunakan dalam memahami obyek material. Dalam konteks itu
geografi memilki pendekatan spesifik yang membedakan dengan
ilmu-ilmu lain. Pendekatan spesifik itu dikenal dengan pendekatan
keruangan (spatial approach). Selain pendekatan keruangan tersebut
dalam geografi juga dikenali adanya pendekatan kelingkungan
(ecological approach), dan pendekatan kompleks wilayah (regional
complex approach).

2. Objek Formal
Sedangkan objek formal geografi adalah cara memandang dan cara
berfikir objek material tersebut dari segi geografi, yaitu dan segi
keruangan, pola, sistem dan proses hal ini secara sederhana
ditanyakan dalam bentuk 5 W + IH. Menurut Helinga ada tiga hal
yang pokok dalam empelajari objek formal dari sudut pandang
keruangan yaitu pola dari gjala-gejala dimuka bumi (spatial Patterns).
Keterkatian atau hubungtan sesama antar gejala tersebut (spatial
system), dan perkembangan atau perubahan yang terjadi pada gejala
(spatial Processes).
Objek kajian Geografi Material dan Formal saling terkait dan tidak
dapat berdiri sendiri, karena objek geografi formal merupakan metode
atau cara untuk mempelajari geografi material. Tidak hanya sekedar
itu ia juga membahas tentang interaksi dan interdependensi antara
objek material dan formal dalam kontek keruangan, kelingkungan,
dan kewilayahan.

7
2.1.2. Pendekatan Pembangunan dalam Kajian Geografi
Dalam menelaah persoalan keruangan, geografi memiliki tiga
pendekatan utama yaitu:
1. Pendekatan Analisis Spasial (keruangan), yaitu pendekatan
yang mengkaji persebaran dan penggunaan ruang.
Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang yang
menekankan eksistensi ruang sebagai wadah untuk
mengakomodasi kegiatan manusia dalam menjelaskan fenomena
geosfer. Pelaksanaan pendekatan keruangan mengacu pada
prinsip-prinsip geografi berupa prinsip persebaran, interelasi dan
deskripsi. Pendekatan keruangan mencakup pendekatan topik,
pendekatan aktivitas manusia, dan pendekatan regional.
Pendekatan topik merupakan pendekatan yang menekankan
berbagai topik terhadap gejala dan masalah pada studi geografi
seperti topik-topik bencana alam dan topik-topik kondisi sosial.
Pendekatan aktivitas manusia merupakan pendekatan yang
menekankan kegiatan manusia atau kegiatan penduduk di suatu
daerah atau di suatu wilayah yang bersangkutan. Hal-hal yang
berkenaan dengan aktivitas manusia atau penduduk tersebut
menjadi sorotan. Pendekatan regional merupakan pendekatan
antara lingkungan dengan aktivitas manusia. Interaksi antara
manusia dan lingkungan tentunya berdampak pada aspek ruang
tertentu seperti perubahan lingkungan. Pendekatan regional
menekankan dampak tersebut terhadap keruangan

2. Pendekatan Analisis Ekologis yaitu pendekatan yang


mengkaji konsep ekosistem dan mempelajari organisme
hidup (manusia, hewan dan tumbuhan) serta lingkungan
(litosfer, hidrosfer, dan atmosfer).
Ekologi adalah studi mengenai interaksi antara organisme hidup
dengan lingkungannya. Mempelajari ekologi berarti
mempelajari organisme hidup (manusia, hewan, tumbuhan, dan

8
lain-lain) serta lingkungannya seperti (litosfer, hidrosfer, dan
atmosfer). Geografi dan ekologi merupakan dua ilmu yang
berbeda. Prinsip dan konsep yang berlaku pada kedua bidang
ilmu tersebut tentu berbeda satu sama lain. Namun ada kesamaan
objek yang saling terkait pada kedua disiplin ilmu ini sehingga
keduanya dapat saling membantu. Karena itu, pendekatan
ekologi dapat membantu geografi pembangunan. Kajian ekologi
dalam geografi diarahkan kepada hubungan antara manusia
sebagai makhluk hidup dengan lingkungan alamnya. Kajian ini
disebut pendekatan ekologi. Pendekatan ekologi dapat
mengungkapkan masalah hubungan persebaran dan aktivitas
manusia dengan lingkungannya, misalnya pada pendekatan
ekologi suatu daerah pemukiman, daerah pertanian, daerah
konservasi lahan, daerah perindustrian, dan sebagainya

3. Pendekatan Analisis Komplek Regional yaitu pendekatan ini


adalah gabungan dari pendekatan 1 dan 2. Pendekatan
Analisis Komplek Regional digunakan untuk menelaah
fenomena geografis yang memiliki tingkat kerumitan tinggi
karena banyaknya variable multidimensi yang harus
diperhatikan seperti ekonomi, sosial, budaya, politik dan
keamanan.
Dalam menghadapi permasalahan keruangan di suatu wilayah
yang rumit, geografi menggunakan pendekatan kompleks
wilayah. Hal ini disebabkan karena permasalahan yang terjadi
seringkali melibatkan wilayah lain sehingga keterkaitan antar
wilayah tidak dapat dihindarkan. Adapun penyebab wilayah ini
memiliki keterkaitan karena adanya perbedaan antara wilayah
yang satu dengan wilayah yang lain. Perbedaan tersebut
menciptakan hubungan fungsional antara unit-unit wilayah
sehingga tercipta suatu wilayah, sistem yang sifatnya kompleks
dan pengkajiannya membutuhkan pendekatan yang bervariasi

9
juga. Selain itu, setiap masalah disebabkan lebih dari satu faktor
dan biasanya bersifat kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan
analisis yang kompleks untuk mencari solusi secara lebih luas
dan kompleks pula. Pendekatan itu merupakan kombinasi antara
pendekatan keruangan dan pendekatan ekologi. Begitu pula
dengan analisisnya, tentu menggabungkan analisis keruangan
dan analisis lingkungan.

10
2.2. Konsep Geografi Serta Peranan Geografi Dalam Pembangunan
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dipandang
sudah tidak relevan dalam perencanaan pembangunan, karena prinsip
pendekatan pembangunan berkelanjutan tidak cukup hanya menggunakan
pendekatan AMDAL.
Geografi sebagai salah satu disiplin ilmu, yang memandang
pembangunan dari berbagai sisi, atau menggunakan cara pandang yang
holistik, turut berusaha mencari solusi permasalahan pembangunan. Secara
umum, geografi mampu menjelaskan berbagai fenomena perbedaan yang
terjadi antara satu tempat dengan tempat yang lain. Atau minimal, geografi
memiliki sense of place yang lebih tinggi dibandingkan dengan disiplin
ilmu lain.
Jika disiplin ilmu lain selalu menjelaskan fenomena dengan
menggunakan sistem thinking yang telah terjadi, maka geografi berusaha
menjelaskan fenome secara aktual. Contoh kasus adalah pembangunan
jalur busway di Jakarta, yang sesungguhnya dirancang oleh orang Teknik
Sipil - UI. Pendekatan yang dilakukan pada awalnya, yakni untuk
mengatasi kemacetan di Jakarta, dalam tanda kutip bisa dinyatakan tidak
berhasil. Hal ini karena pendekatan program dijalankan menggunakan
pendekatan kuantitatif, atau untuk rugi dalam mengatasi permasalahan
kemacetan. Sehingga dapat dikatakan program kurang berhasil.
Perhitungan yang dilkukan lebih banyak menghitung kost pengembalian,
tapi kost kerusakan lingkungan tidak pernah terhitung. Dalam kontek
kekinian, AMDAL sudah tidak relevan untuk prinsip pembangunan
berkelanjutan. Karena AMDAL diberlakukan setelah program disahkan.
Apa yang terjadi adalah lingkungan menjadi korban pembangunan.
Ada pendekatan pembangunan yang sedang dirumuskan kembali,
bahkan dirancang sudah mendunia yakni Kajian Lingkungan Hidup
Strategis (KLHS). Dalam pendekatanya, KLHS berusaha menggagas visi
pembangunan berkelanjutan yang dimulai dari pembuatan kebijakan. Hal
ini penting karena banyak kerusakahan lingkungan yang disebabakan oleh
pembanguna itu sendiri. Sebagai sebuah proses yang sistematis, KLHS

11
berusaha menggagas pembangunan yang bervisikan berkelanjutan.Secara
umum, KLHS berusaha meningkatkan manfaat pembangun, mengurangi
kemungkinan kekeliruan dalam pembuatan perkiraan pada awal proses
perencanaan kebijakan atau projek pembangunan.

2.3. Nilai Geografi


Setiap ilmu pengetahuan memiliki nilai bagi kehidupan tak
terkecuali geografi. Beberapa nilai geografi yang penting bagi kehidupan
manusia antara lain:
1. Nilai Teoritik
Geografi memberikan sumbangsih teori-teori atau konsep untuk
pengembangan geografi atau ilmu lainnya. Teori-teori tersebut senantiasa
berkembang sesuai dengan perubahan variasi kenampakan ruang di
permukaan bumi.
2. Nilai Praktis
Artinya geografi berguna untuk memecahkan permasalahan-
permasalahan yang terjadi di atas permukaan bumi yang berkaitan dengan
aktivitas manusia itu sendiri. Berbagai penelitian geografi dapat membantu
meningkatkan taraf hidup manusia di atas ruang permukaan bumi.
3. Nilai Edukatif
Geografi dapat membantu manusia berfikir kritis, terampil dan
dewasa dalam berperilaku di atas ruang permukaan bumi. Pemahamam
akan kesadaran spasial diharapkan mampu membuat manusia menjadi
cerdas dalam mengelola lingkungan.
4. Nilai Ketuhanan
Nilai ini lebih menyadarkan manusia tentang hubungannya dengan
Sang Pencipta. Ruang permukaan bumi merupakan tempat interaksi
manusia dengan komponen lainnya seperti hewan, tumbuhan, udara dan air.
Hubungan yang serasi diantara komponen tersebut akan membuat
kehidupan berjalan harmonis dan seimbang.

12
2.4. Sumbangan Geografi Terhadap Pembangunan
Geografi adalah Suatu Ilmu Pengetahuan yang mempelajari kaitan
sesama antara manusia, ruang, ekologi, kawasan dan perubahan-perubahan
yang terjadi sebagai akibat dari kaitan sesame tersebut. Perkuliahan
Geografi pembangunan adalah suatu studi yang memperhatikan aspek-
aspek geografi yang menunjang suatu pembangunan wiliayah, baik
pedeseaan, perkotaan maupun daerah yang dibatasi oleh batas-batas politis
atau administratif. Dari pengertian diatas jelas sekali bahwa ruang lingkup
geografi itu luas sekali, geografi tidak hanya mempelajari atau
mendeskripsikan tentang bumi tapi juga semua fenomina yang menyangkut
perbedaan, persamaan, Pola, penyegaran dan fenomena lain yang dikatikan
dengan ruang dan waktu. Geografi adalah disiplin ilmu yang saling
berkaitan dengan ilmu lain. Kaitan Ilmu Geografi dengan kimia disebut
Geo Kimia, kaitan dangan sikia disebut geofisika, dan geografi yang
mengacu pada pembangunan disebut Geografi Pembangunan.
Geografi pembangunan sangat penting untuk dipelajari dalam
rangka mensukseskan pembangunan. Karena setiap perencanaan yang akan
dilakukan oleh ahli-ahli planologi harus selalu mempertimbangkan aspek
gaeografinya. Aspek itu antara lain aspek fisik seperti tanah, daerah
perairan, iklim, dan lain-lain. Aspek Manusiawi atau aspek sosial seperti
jumlah penduduk.Pertumbuhan penduduk, penyebarannya dan lain-lain.
Aspek biotis seperti hewan dan tanaman, Serta Aspek absrak yang meliputi
letak, luas, batas, bentuk ruang. Agar tujuan pembangunan dapat tercapai
maka harus ada kerjasama yang baik antara keduanya.
Objek material geografi adalah yang mempelajari semua tentang
fisik bumi (geosfer) seperti atmosfer, litosfer, biosfer, hidrosfer,
antroposfer, dan pedosfer. Sedangkan objek formal geografi adalah cara
memandang dan cara berfikir objek material tersebut dari segi geografi,
yaitu dan segi keruangan, pola, sistem dan proses hal ini secara sederhana
ditanyakan dalam bentuk 5 W + IH. Menurut Helinga ada tiga hal yang
pokok dalam empelajari objek formal dari sudut pandang keruangan yaitu
pola dari gjala-gejala dimuka bumi (spatial Patterns). Keterkatian atau

13
hubungtan sesama antar gejala tersebut (spatial system), dan perkembangan
atau perubahan yang terjadi pada gejala (spatial Processes). Objek kajian
Geografi Material dan Formal saling terkait dan tidak dapat berdiri sendiri,
karena objek geografi formal merupakan metode atau cara untuk
mempelajari geografi material. Tidak hanya sekedar itu ia juga membahas
tentang interaksi dan interdependensi antara objek material dan formal
dalam kontek keruangan, kelingkungan, dan kewilayahan.
Dapat kita lihat bahwa dari tahun ke tahun ilmu geografi semakin
berperan dalam pembangunan dari mulai awalnya orang-orang tidak
mengetahui dan mengabaikan keterbelakangan sampai pada akhirnya orang
menyadari pentingnya spasial dan penelitian tentang kebijakan
perencanaan pembangunan yang berorientasi pada aspek geografipun di
perhatikan sehingga pada akhirnya geografi merupakan ilmu yang
interdeseplier terhadap masalah-masalah pembangunan dan
keterbelakangan.
Peranan geografi sebagai ilmu penelitian dimanfaatkan dalam aspek
keruangan dalam suatu wilayah dalam menyusun rancangan, perncanaan
pembangunan wilayah yang bersangkutan. Contohnya saja dalam tata guna
lahan, geografi, dapat melakukan organisasi keruangan (spatial
organization). Geografi membantu planologi dalam analisis faktor-fkator
geografi untuk menata ruang, misalnya berapa persen untuk pemukiman,
untuk industri, perkantoran, dan lain lain dengan bantuan data geografi.
Sejauh ini ruang lingkup atau skop keterlibatan geografi dalam
pembangunan mencakup kegiatan penelitian perencanaan analisis dan
evaluasi. Geografi berusaha meneliti dan mendeskripsikan semua
fenomena geografi menganalisis dampak, dan mengevaluasi hasil
pembangunan. Hal ini wajar karena objek kajian geografi itu sendiri
mencakup objek materil dan formal, artinya geografi harus mempu
melakukan tugasnya meneliti, merencanakan, menganalisis dan
mengevaluasi suatu fenomena yang sangat berguna bagi pembangunan.
Perkataan geografi berasal dari bahasa Yunani : geo berarti bumi dan
graphein berarti tulisan. Jadi secara harfiah geografi berarti tulisan tentang

14
bumi. Geografi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari/
mengkaji bumi dan segala sesuatu yang ada di atasnya seperti penduduk,
fauna, flora, iklim, udara dan segala interaksinya.
Dengan kata lain geografi adalah studi tentang gejala-gejala di
permukaan bumi secara keseluruhan dalam hubungan interaksi dan
keruangan tanpa mengabaikan setiap gejala yang merupakan bagian dari
keseluruhan itu.
Pembangunan adalah usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh
suatu region untuk memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat dengan
cara perencanaan dalam segala aspek kehidupan masyarakat.Geografi
Pembangunan adalah cabang dari disiplin geografi yang mempelajari/
menkaji mengenai keterkaitan antara proses pembangunan yang dilakukan
sesuatu region dengan keadaan alam serta penduduk region tersebut. Atau
dengan kata lain merupakan bagian dari ilmu geografi yang mempelajari
alam semesta dengan segala isinya (aspek keruangan geografi) yang
diperlukan untuk menyusun rancangan atau perencanaan pembangunan.
Fase-fase keterlibatan geografi dalam pembangunan dibagi menjadi
4 tahap yaitu:
a. Fase Studi Idiografis, yaitu masa sekitar zaman penjajah, pada
zaman ini pembangunan dan keterbelakangan belum dibicarakan.
b. Fase Nemotetik, yaitu sekitar periode tahun 1950 an, Pada fase ini
mulai membicarakan tentang pembangunan dengan tekanan pada
distribusi keruangan.
c. Fase Struktural historis yaitu sekitar tahun 19600an dengan
penekanan studi konteks keruangan keberbelakangan.
d. Fase Sinthesa dan peninjauan kembali fase ini dimulai tahun 1980-
an dengan meninjau kembali ide-ide geografi pembangunan yang
nomotetik dan studi tentang place pada tingkat mikro.

15
2.4.1. Sumbangan Ilmu Geografi dalam Pertimbangan Pembangunan
Dapat kita lihat bahwa dari tahun ke tahun ilmu geografi semakin
berperan dalam pembangunan dari mulai awalnya orang-orang tidak
mengetahui dan mengabaikan keterbelakangan sampai pada akhirnya
orang menyadari pentingnya spasial dan penelitian tentang kebijakan
perencanaan pembangunan yang berorientasi pada aspek geografipun
di perhatikan sehingga pada akhirnya geografi merupakan ilmu yang
interdeseplier terhadap masalah-masalah pembangunan dan
keterbelakangan.

Contoh dari sumbangan ilmu Geografi dalam pertimbangan


pembangunan adalah :

1. Geografi sebagai ilmu penelitian yang meneliti segala aspek


keruangan dalam munyusun rancangan atau perencanaan
pembangunan. Tidak hanya bernilai teoritis bagi kepentingan
pembangunan dirinya sebagai suatu ilmu melainkan dapat
dimanfaatkan secara praktis bagi perencana dan pembangunan
daerah (regional).Peranan geografi sebagai ilmu penelitian
dimanfaatkan dalam aspek keruangan dalam suatu wilayah
dalam menyusun rancangan, perencanaan pembangunan
wilayah yang bersangkutan.
2. Geografi sebagai bidang inkuiri, tidak hanya merangsang untuk
berpikir melainkan dapat mempertajam penghayatan terhadap
apa yang terjadi di permukaan bumi. Dengan kata lain geogarfi
memiliki nilai edukatif bagi yang mempelajarinya
(meningkatkan kognisi,afeksi dan psikomotor). Sehingga pada
akhirnya akan meningkatkan SDM pelaksana pembangunan.
3. Geografi sebagai ilmu tata guna tanah yang diperlukan dalam
menata ruang permukaan bumi. Contohnya saja dalam tata guna
lahan, geografi, dapat melakukan organisasi keruangan (spatial
organization). Geografi membantu planologi dalam analisis

16
faktor-faktor geografi untuk menata ruang, misalnya berapa
persen untuk pemukiman, untuk industri, perkantoran, dan lain
lain dengan bantuan data geografi. Oleh sebab itu geografi tidak
hanya menunjang secara pasif terhadap pembangunan
melainkan berperan aktif memberikan data dan informasi
tentang aspek-aspek atau faktor-faktor geografi yang menjadi
landasan pembangunan.
4. Geografi sebagai ilmu yang membahas bidang fisik (Ilmu
Pengetahuan Alam) dan non fisik (Ilmu Pengetahuan Sosial).
Hakekat studi geografi yang mempelajari dunia nyata baik yang
berkenaan dengan kehidupan manusia maupun lingkungan
alamnya. Dengan demikian geografi tidak bisa dikotomi
menempati salah satu bidang ilmu pengetahuan alam atau ilmu
pengetahuan sosial. Sehingga studi geografi tidak hanya
mengkhususkan diri mempelajari alam (udara, air, batuan,
gempa dan sebagainya) melainkan untuk mengungkapkan
pentingnya alam bagi kehidupan manusia. Sumbangannya bagi
pembangunan adalah dengan memperhatikan aspek geografi
dalam pembangunan menjadi renungan manusia untuk tidak
sembarangan mengolah alam yang pada akhirnya hanya akan
merugikan manusia.

2.4.2. Lingkup Keterlibatan Geografi dalam Pembangunan


Sejauh ini ruang lingkup atau skop keterlibatan geografi dalam
pembangunan mencakup kegiatan penelitian perencanaan analisis dan
evaluasi. Geografi berusaha meneliti dan mendeskripsikan semua
fenomena geografi menganalisis dampak, dan mengevaluasi hasil
pembangunan.
Hal ini wajar karena objek kajian geografi itu sendiri mencakup objek
materil dan formal, artinya geografi harus mempu melakukan
tugasnya meneliti, merencanakan, menganalisis dan mengevaluasi
suatu fenomena yang sangat berguna bagi pembangunan.

17
2.4.3. Konsep-konsep Paradigma Pembangunan
Paradigma berupa kumpulan konsep, nilai, persepsi, dan praktik yang
dimiliki bersama oleh suatu komunitas yang membentuk suatu visi
realitas yang menjadi landasan bagaimana komunitas itu mengatur
dirinya sendiri.
Pembangunan adalah usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh suatu
region untuk memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat dengan cara
perencanaan dalam segala aspek kehidupan masyarakat.

18
BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Ilmu geografi dapat digunakan dalam penentuan wilayah


pengembangan industri dan dalam penentuan wilayah yang berpotensi untuk
kegiatan produksi. Geografi sebagai salah satu disiplin ilmu, yang memandang
pembangunan dari berbagai sisi, atau menggunakan cara pandang yang holistik,
turut berusaha mencari solusi permasalahan pembangunan. Secara umum,
geografi mampu menjelaskan berbagai fenomena perbedaan yang terjadi antara
satu tempat dengan tempat yang lain. Atau minimal, geografi memiliki sense of
place yang lebih tinggi dibandingkan dengan disiplin ilmu lain.

19
DAFTAR PUSTAKA

http://jurnal-geografi.blogspot.co.id/2009/05/peranan-geografi-dalam-
pembangunan.html
http://www.academia.edu/10631178/GEOGRAFI_UNTUK_PEMBANGUNAN
http://erwingeograf.blogspot.co.id/2012/02/geografi-dalam-pembangunan-di-
indonesia.html
http://www.artikelsiana.com/2015/08/pengertian-geografi-para-ahli.html

20