Anda di halaman 1dari 15

Electronic Commerce

Electronic commerce didefinisikan beragam oleh para peneliti. Secara umum E-commerce

didefinisikan sebagai suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang

memanfaatkan fasilitas Internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan “get and

deliver“. E-commerce akan merubah semua kegiatan marketing dan juga sekaligus memangkas biaya-

biaya operasional untuk kegiatan trading (perdagangan).

Sedangkan menurut Siegel Electronic Commerce (Perniagaan Elektronik) atau disingkat E-

commerce merupakan konsep baru yang biasa digambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa

pada World Wide Web Internet (Shim, dkk, 2000) atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa dan

informasi melalui jaringan informasi termasuk internet (Turban, dkk, 2000). Sedangkan menurut

Kalakota dan Whinston (1997) dalam buku M. Suyanto (2003) mendefinisikan E-commerce dari

beberapa perspektif berikut:

4.1.1. Perspektif Komunikasi : e-commerce merupakan pengiriman informasi,

produk/layanan, atau pembayaran melalui lini telepon, jaringan komputer atau sarana

eletronik lainnya.

4.1.2. Perspektif Proses Bisnis : e-commerce merupakan aplikasi teknologi menuju otorisasi

transaksi dan aliran kerja perusahaan.

4.1.3. Perspektif Layanan: e-commerce merupakan salah satu alat yang memenuhi keinginan

perusahaan, konsumen dan manajemen dalam memangkas service cost ketika

meningkatkan mutu barang dan kecepatan pelayanan.

4.1.4. Perspektif Online: e-commerce berkaitan dengan kapasitas jual beli produk dan

informasi di internet dan jasa online lainnya.

Pendapat lain menyatakan E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut

konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara


(intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (computer networks) yaitu internet

(www.nofieiman.com). Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan

bahwa E-commerce sebagai konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang

berbeda bagi orang yang berbeda (Sjahdeini, ibid)

Sedangkan Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapatnya David Baum

(Purbo, Onno W., 2000) menyebutkan bahwa: “e-commerce is a dynamicset of technologies,

aplications, and business process that link enterprises, consumers, and communities through electronic

transaction and the electronic exchange of goods, services, and information”. Bahwa e-commerce

merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan,

konsumen dan komunikasi melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan

informasi yang dilakukan secara elektronik.

E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan

yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau antara perusahaan dengan institusi

yang bergerak dalam pelayanan publik. Jika diklasifisikan, sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe

aplikasi, yaitu : (Nuryani, 2001)

1. Electronic Markets (EMs)

Ems adalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi

untuk melakukan/menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli

dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain,

Ems adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas

bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang

ditawarkan. Keuntungan fasilitas Ems bagi pelanggan adalah terlihat lebih nyata dan

efisien dalam hal waktu. Sedangkan bagi penjual, ia dapat mendistribusikan informasi

mengenai produk dan service yang ditawarkan dengan lebih cepat sehingga dapat menarik

pelanggan lebih banyak.


2. Electric Data Interchange (EDI)

EDI adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi reguler

yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial. Secara formal

EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Association (IDEA) sebagai “transfer

data terstruktur dengan format standard yang telah disetujui yang dilakukan dari satu sistem

komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik”. EDI

sangat luas penggunaannya, biasanya digunakan oleh kelompok retail yang besar ketika

melakukan bisnis dagang dengan para supplier mereka. EDI memiliki standarisasi

pengkodean transaksi perdagngan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat

berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer yang satu ke satu sistem

komputer yang lain tanpa memerlukan hardcopy, faktur, serta terhindar dari penundaan,

kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.

Keuntungan dalam menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi

biaya, mengurangi kesalahan, memperoleh respon yang cepat, pengiriman faktur yang

cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.

3. Internet Commerce

Internet commerce adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi

dan komunikasi untuk perdagangan. Kegiatan komersial ini seperti iklan dalam penjualan

produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet antara lain

pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirim melalui pos atau sarana lain

setelah uang ditransfer ke rekening penjual. Penggunaan internet sebagai media pemasaran

dan saluran penjualan terbukti mempunyai keuntungan antara lain untuk beberapa produk

tertentu lebih sesuai ditawarkan melalui internet; harga lebih murah mengingat membuat

situs di internet lebih murah biayanya dibandingkan dengan membuat outlet retail di
berbagai tempat; internet merupakan media promosi perusahaan dan produk yang paling

tepat dengan harga yang relatif lebih murah; serta pembelian melalui internet akan diikuti

dengan layanan pengantaran barang sampai di tempat pemesan.

Proses yang ada dalam E-commerce adalah sebagai berikut :

• Presentasi electronis (Pembuatan Web site) untuk produk dan layanan.

• Pemesanan secara langsung dan tersedianya tagihan.

• Otomasi account Pelanggan secara aman (baik nomor rekening maupun nomor

Kartu Kredit).

• Pembayaran yang dilakukan secara Langsung (online) dan penanganan transaksi

Gambar 1. Contoh Aplikasi E-Commerce : Pembelian CD dengan Kartu Kredit

Manfaat yang dapat diperoleh dari e-commerce bagi organisasi menurut M. Suyanto (2003)

adalah :
1. Memperluas market place hingga ke pasar nasional dan international.

2. Menurunkan biaya pembuatan, pemrosesan, pendistribusian, penyimpanan dan pencarian

informasi yang menggunakan kertas.

3. Memungkinkan pengurangan inventory dan overhead dengan menyederhanakan

4. supply chain dan management tipe “pull”.

5. Mengurangi waktu antara outlay modal dan penerimaan produk dan jasa.

6. Mendukung upaya-upaya business process reengineering.

7. Memperkecil biaya telekomunikasi – internet lebih murah dibanding VAN.

8. Akses informasi lebih cepat

Selain mempunyai manfaat bagi perusahaan, menurut M. Suyanto (2003) ecommerce juga

mempunyai manfaat bagi konsumen, yaitu :

1. Memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi lain selama

2. 24 jam sehari sepanjang tahun dari hampir setiap lokasi dengan menggunakan

3. fasilitas Wi-Fi.

4. Memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan.

5. Pengiriman menjadi sangat cepat.

4.1 Karakteristik E-Commerce

Berbeda dengan transaksi perdagangan biasa, transaksi e-commerce memiliki beberapa

karakteristik yang sangat khusus, yaitu: (Sakti, Nuransa, 2001.)

a. Transaksi tanpa batas

Sebelum era internet, batas-batas geografi menjadi penghalang suatu perusahaan atau

individu yang ingin go-international. Sehingga, hanya perusahaan atau individu dengan modal

besar yang dapat memasarkan produknya ke luar negeri. Dewasa ini dengan internet

pengusaha kecil dan menengah dapat memasarkan produknya secara internasional cukup
dengan membuat situs web atau dengan memasang iklan di situs-situs internet tanpa batas

waktu (24 jam), dan tentu saja pelanggan dari seluruh dunia dapat mengakses situs tersebut

dan melakukan transaksi secara on-line.

b. Transaksi anonim

Para penjual dan pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka

satu sama lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang mengenai

pembayarannya telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan, yang

biasanya dengan kartu kredit.

c. Produk digital dan non digital

Produk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat

digital dapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik. Dalam

perkembangannya obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi barang-barang

kebutuhan hidup lainnya.

d. Produk barang tak berwujud

Banyak perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce dengan menawarkan barang

tak berwujud seperti: data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet.

Implementasi e-commerce pada dunia industri yang penerapannya semakin lama semakin luas

tidak hanya mengubah suasana kompetisi menjadi semakin dinamis dan global, namun telah

membentuk suatu masyarakat tersendiri yang dinamakan Komunitas Bisnis Elektronik (Electronic

Business Community). Komunitas ini memanfaatkan cyberspace sebagai tempat bertemu,

berkomunikasi dan berkoordinasi ini secara intens memanfaatkan media dan infrastruktur

telekomunikasi dan teknologi informasi dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari. Seperti halnya

pada masyarakat tradisional, pertemuan antara berbagai pihak dengan beragam kepentingan secara

natural telah membentuk sebuah pasar tersendiri tempat bertemunya permintaan (demand) dan

penawaran (supply). Transaksi yang terjadi antara demand dan supply dapat dengan mudah dilakukan
walaupun yang bersangkutan berada dalam sisi geografis yang berbeda karena kemajuan dan

perkembangan teknologi informasi. Yang dalam hal ini adalah teknologi e-commerce (Indrajit,

Richardus, 2001)

Jenis eCommerce eCommerce dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu Business to Business (B2B)

dan Business to Consumer (B2C, retail). Kedua jenis eCommerce ini memiliki karakteristikyang

berbeda. Business to Business eCommerce memilikikarakteristik:

 Trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan (relationship) yang

cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut. Dikarenakan sudah

mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun sesuai

dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust).

 Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, misalnya

setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis yang

digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang

menggunakan standar yang sama.

 Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu

parternya.

 Model yang umum digunakan adalah peer-topeer, dimana processing intelligence dapat

didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

Business to Consumer eCommerce

memiliki karakteristik sebagai berikut:

 Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.

 Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh

khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum digunakan maka servis
diberikan dengan menggunakan basis Web.

 Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakuka inisiatif dan

produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.

 Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer)

menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (business procedure)

diletakkan di sisi server.

Menurut sebuah report dari E&Y Consulting, perkembangan kedua jenis eCommerceini dapat

dilihat pada tabel berikut. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa perkembangan Business to Business

lebih pesat daripada Business to Consumer. Itulah sebabnya banyak orang mulai bergerak di bidang

Business-to-business.

Meskipun demikian, Business-to-Consumer masih memiliki pasar yang besar yang tidak dapat

dibiarkan begitu saja. Tingginya PC penetration (teledensity) menunjukkan indikasi bahwa banyak

orang yang berminat untuk melakukan transaksi bisnis dari rumah. Negara yang memiliki indikator PC

peneaion yang tinggi mungkin dapat dianggap sebagai negara yang lebih siap untuk melakukan

eCommerce.

Business to Business e-Commerce

Business to Business eCommerce umumnya menggunakan mekanisme Electronic Data

Interchange (EDI). Sayangnya banyak standar EDI yang digunakan sehingga menyulitkan

interkomunikasi antar pelaku bisnis. Standar yang ada saat ini antara lain: EDIFACT, ANSI X.12,

SPEC 2000, CARGO-IMP, TRADACOMS, IEF, GENCOD, EANCOM, ODETTE, CII. Selain standar

yang disebutkan di atas, masih ada formatformat lain yang sifatnya proprietary. Jika anda memiliki

beberapa partner bisnis yang sudah menggunakan standar yang berbeda, maka anda harus memiliki

sistem untuk melakukan konversi dari satu format ke format lain. Saat ini sudah tersedia produk yang

dapat melakukan konversi seperti ini.


Pendekatan lain yang sekarang cukup populer dalam standarisasi pengiriman data adalah

dengan menggunakan Extensible Markup Language (XML) yang dikembangkan oleh World Wide Web

Consortium (W3C). XML menyimpan struktur dan jenis elemen data di dalam dokumennya dalam

bentuk tags seperti HTML tags sehingga sangat efektif digunakan untuk sistem yang berbeda.

Kelompok yang mengambil jalan ini antara lain adalah XML/EDI group (www.xmledi.net).

Pada mulanya EDI menggunakan jaringan tersendiri yang sering disebut VAN (ValueAdded

Network). Populernya jaringan komputer Internet memacu inisiatif EDI melalui jaringan Internet, atau

dikenal dengan nama EDI overInternet.

Topik yang juga mungkin termasuk di dalam business-to-business eCommerce adalah

electronic/Internet procurement dan Enterprise Resource Planning (ERP). Hal ini adalah implementasi

penggunaan teknologi informasi pada perusahaan dan pada manufakturing. Sebagai contoh, perusahaan

Cisco maju pesat dikarenakan menggunakan teknologi informasi sehingga dapat menjalankan just-in-

time manufacturing untuk produksi produknya.

Business to Consumer eCommerce

Business to Consumer eCommerce memiliki permasalahan yang berbeda. Mekanisme untuk

mendekati consumer pada saat ini menggunakan bermacam-macam pendekatan seperti misalnya

dengan menggunakan “electronic shopping mall” atau menggunakan konsep “portal”.

Electronic shopping mall menggunakan web sites untuk menjajakan produk dan servis. Para

penjual produk dan servis membuat sebuah storefront yang menyediakan catalog produk dan servis

yang diberikannya. Calon pembeli dapat melihat-lihat produk dan servis yang tersedia seperti halnya

dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan window shopping. Bedanya, (calon) pembeli dapat

melakukan shopping ini kapan saja dan darimana saja dia berada tanpa dibatasi oleh jam buka took.

Konsep portal agak sedikit berbeda dengan electronic shopping mall, dimana pengelola portal

menyediakan semua servis di portalnya (yang biasanya berbasis web). Sebagai contoh, portal
menyediakan eMail gratis yang berbasis Web bagi para pelanggannya sehingga diharapkan sang

pelanggan selalu kembali ke portal tersebut.

Servis yang harus tersedia

Untuk menjalankan eCommerce, diperlukan beberapa servis atau infrastruktur yangmendukung

pelaksanaan commerce. Servis-servis ini akan dibahas pada bagian (section) di bawah ini.

Directory Services

Directory services menyediakan informasi tentang pelaku bisnis dan end user, seperti halnya

buku telepon dan Yellow Pages. Ada beberapa standar yang digunakan untuk menyediakan directory

services. Salah satu standar yang cukup populer adalah LDAP (Lightweight Directory Access Protocol)

yang kemudian menimbulkan OpenLDAP (www.openLDAP.org).

Salah satu permasalahan yang mengganjal dalam penggunaan directory services adalah adanya

potensi security hole, yaitu ada kemungkinan orang melakukan spamming. pamming adalah proses

pengiriman email sampah yang tak diundang (unsolicied emails) yang biasanya berisi tawaran barang

atau servis ke banyak orang sekaligus. Seorang spammer dapat melihat daftar user dari sebuah

directory services kemudian mengirimkan email spamnya kepada alamat-alamat email yang dia peroleh

dari directory services tersebut.

Intfrastruktur Kunci Publik (Public Key Infrastructure)

Untuk menjalankan eCommerce, dibutuhkan tingkat keamanan yang dapat diterima. Salah satu

cara untuk meningkatkan keamanan adalah dengan menggunakan teknologi kriptografi, yaitu antara

lain dengan menggunakan enkripsi untuk mengacak data. Salah satu metoda yang mulai umum

digunakan adalah pengamanan informasi dengan menggunakan public key system. Sistem lain yang

bisa digunakan adalah privae key system. Infrastruktur yang dibentuk oleh sistem public key ini disebut
Public Key Infrastructure (PKI), atau diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi Infrastruktur

Kunci Publik (IKP), dimana kunci publik dapat dikelola untuk pengguna yang tersebar (di seluruh

dunia). Komponen-komponen dari infrastruktur kunci publik ini akan dibahas lebih lanjut pada bagian

berikut:

Certification Authority (CA).

Merupakan sebuah body / enity yang memberikan dan mengelola sertifikat digital yang

dibutuhkan dalam transaksi elektronik. CA berhubungan erat dengan pengelolaan public key system.

Contoh sebuah CA di Amerika adalah Verisign (www.verisign.com). Adalah merugikan apabila

perusahaan di Indonesia menggunakan fasilitas Verisign dalam transaksi eCommerce. Untuk itu di

Indonesia harus ada sebuah (atau lebih) CA. Sayangnya, untuk menjalankan CA tidak mudah. Banyak

hal teknis dan non-teknis yang harus dibenahi. (Catatan: penulis saat ini sedang mengembangkan

sebuah CA untuk Indonesia. Kontak penulis untuk informasi lebih anjut.) CA dapat diimplementasikan

dengan menggunakan software yang komersial (seperti yang dijual oleh Verisign) dan juga yang gratis

seperti yang dikembangkan oleh OpenCA1.

IPSec.

Keamanan media komunikasi merupakan hal yang penting. Mekanisme untuk mengamankan

media komunikasi yang aman (secure) selain menggunakan SSL, yang akan dijelaskan kemudian,

adalah dengan menggunakan IP Secure. Plain IP versi 4, yang umum digunakan saat ini, tidak

menjamin keamanan data.

Pretty Good Privacy (PGP).

PGP dapat digunakan untuk authentication, encryption, dan digital signature. PGP umum

digunakan (de facto) di bidang eMail. PGP memiliki permasalahan hukum (law) dengan algoritma
enkripsi yang digunakannya, sehingga ada dua sistem, yaitu sistem yang dapat digunakan di Amerika

Serikat dan sistem untuk internasional (di luar Amerika Serikat). Implementasi dari PGP ada

bermacam-macam, dan bahkan saat ini sudah ada implementasi dari GNU yang disebut GNU

PrivacyGuard (GPG).

Privacy Enhanced Mail (PEM).

PEM merupakan standar pengamanan email yang diusulkan oleh Internet Engineering Task

Force (IETF) (http://www.IETF.org).

PKCS. Public Key Cryptography Standards.

S/MIME.

Selain menggunakan PGP, pengamanan eMail dapat juga dilakukan dengan menggunakan

standar S/MIME. S/MIME sendiri merupakan standar dari secure messaging, dan tidak terbatas hanya

untuk eMail saja. Beberapa vendor EDI sudah berencana untuk menggunakan S/MIME sebagai salah

satu standar yang didukung untuk messaging. Informasi mengenai S/MIME dapat diperoleh dari

berbagai tempat, seperti misanya: S/MIME Central <http://www.rsa.com/smime/>

Secure Sockets Layer (SSL).

Seperti dikemukakan di awal, eCommerce banyak menggunakan teknologi Internet. Salah satu

teknologi yang digunakan adalah standar TCP/IP dengan menggunakan socket. Untuk meningkatkan

keamanan informasi keamanan layer socket perlu ditingkatkan dengan menggunakan teknologi

kriptografi. Netscape mengusulkan pengamanan dengan menggunakan Secure Socket Layer (SSL) ini.

Untuk implementasi yang bersifat gratis dan open source, sudah tersedia OpenSSL project

(http://www.openSSL.org). Selain SSL ada juga pendekatan lain, yaitu dengan menggunakan Transport
Layer Security (TLS v1).

Electronic Payment

Pembayaran dengan menggunakan media elektronik merupakan sebuah masalah yang belum

tuntas. Ada berbagai solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah electronic payment, antara lain:

1. Standards: SET, Mondex

2. Electronic money: e-cash digicash, CyberCash, iKP

3. Virtual wallet, EMV electronic purse

4. Credits and debits on the Internet, First Virtual.

5. Internet banking beserta group yang terlibat di dalamnya, seperti kelompok OpenFinancial

Exchange (OFX) yang dimotori oleh CheckFree Corporation Intuit, dan Microsoft beserta

institusi finansial lainnya.

6. Stocks and trading

7. Smartcards: introduction, CLIP, ISO 7816 (beserta seluruh bagian/part-nya) Java Card, Open

Card Framework.

8. Regulatory issues

9. Internet economics, digital money

10. Internet payment protocol, ePurse protocol

11. Micropayments, yaitu pembayaran dalam jumlah yang sangat kecil (misalnya untuk membaca

web site dichage 0.25c/halaman): Millicen

12. Electronic check: FSTC Electronic Check Project4

13. Limitatitions Of Traditonal Payment Instrument.

14. Security requirement (Authentications, Privacy, Integrity, Non-repudiation, Safety).

15. Single-Key (Symentric) Encryption.

16. Public/Private Key System.


17. Electronic Credit Card (payment using unencypted, encrypted payments, high level security and

privacy).

18. Electronic CASH.

19. Electronic Pyment Card (smart card).

20. Three Party Payment System.

Keamanan (Security)

Secara umum, keamanan merupakan salah satu komponen atau servis yang dibutuhkan untuk

menjalankan eCommerce. Beberapa bagian dari keamanan ini sudah dibahas di atas dalam bagian

tersendiri, seperti Infrastruktur Kunci Publik (IKP), dan privacy. Untuk menjamin keamanan, perlu

adanya kemampuan dalam bidang ini yang dapat diperoleh melalui penelitian dan pemahaman.

Beberapa topik (issues) yang harus dikuasai antara lain akan didaftar di bawah ini.

Teknologi Kriptografi.

Teknologi kriptografi menjelaskan bagaimana mengamankan data dengan menggunakan

enkripsi. Berbagai sistem sudah dikembangkan seperti sistem privae key dan public key. Penguasaan

algoritma-algoritma populer digunakan untuk mengamankan data juga sangat penting. Contoh

algoritma ini antara lain DES, IDEA, RC5, RSA dan ECC (Ellliptic Curve Cryptography). Penelitian

dalam bidang ini di perguruan tinggi merupakan suatu hal yang penting. Salah satu masalah dalam

mengamankan enkripsi adalah bagaimana memastikan bahwa hanya sang penerima yang dapat

mengakses data. Anda dapat menggembok data dan mengirimkannya bersama kuncinya ke alamat

tujuan, tetapi bagaimana memastikan kunci itu tidak dicuri orang di tengah jalan? Salah satu cara untuk

memecahkannya adalah bahwa si penerima yang mengirimkan gemboknya, tetapi tidak mengirimkan

kuncinya. Anda menggembok data dengan gembok yang dikirim olehnya dan mengirimkannya. Si

penerima kemudian akan membukanya dengan kunci miliknya yang tidak pernah dikirimkannya ke
siapa-siapa. Kini masalahnya bila data yang digembok itu dicuri orang, tetapi dengan enkripsi yang

kompleks akan sangat sulit bagi orang itu untuk mengakses data yanmg sudah digembok itu.

One Time Pasword.

Penggunaan password yang hanya dapat dipakai sebanyak satu kali. Biasanya password angka

digital yang merandom angka setiap kali transaksi.

Konsultan keamanan. Konsultan, organisasi, dan institusi yang bergerak di bidang keamanan

dapat membantu meningkatkan dan menjaga keamanan. Contoh organisasi yang bergerak di bidang ini

adalah IDCERT.

Kerangka kerja eCommerce

Kerangka kerja (framework) dari eCommerce memiliki beberapa komponen, antara lain:

1. National Information Technology Committee (on eCommerce). Komite ini bertanggung jawab

untuk memformulasikan Information Technology, speciically eCommerce, di Indonesia. Komite

ini dapat membuat working group untuk meneliti penggunaan teknologi informasi lebih lanjut.

Berbagai pihak yang terlibat dalam bidang commerce dan electronic commerce sebaiknya

terwakili dalam komite ini, misalnya adanya wakil dari Perbankan.

2. Communication Infrastructure

3. EC/EDI standards / infrastructure. Menentukan standar yang dapat diterima oleh semua pihak

merupakan salah satu kunci utama.

4. Cyberlaw: EC laws, Electronic Security laws.

5. Customers & related organizations