Anda di halaman 1dari 6

NAMA : SUCIK PUJI UTAMI

NIM/ UPBJJ / UT : 530015311 / 86 / AMBON

MATA KULIAH : MANAJEMEN KEUANGAN ( EKM05205.04)

DOSEN PENGAMPU : Dr. SAID KELANA ASNAWI

Diskusi 3

1. Apakah yang dimaksud dengan:


a. Risiko (Risk)
b. Risiko financial (financial Risk)
c. Resiko berdiri sendiri (stand alone risk)
d. Keuntungan (Return)
e. Portofolio

Berikanlan penjelasan dan jika perlu berilah penjabaran.

JAWAB:

a. Risiko (Risk)
merupakan pasangan kata untuk imbalan (retun). Risiko tidak diartikan sebagai suatu
yang mesti terjadi. Risiko dalam manajemen keuangan hanyalah merupakan peluang
kegagalan, peluang inilah yang diestimasi. Estimasi risiko biasanya berdasarkan data-
data masa lalu (ex-post). Padahal, yang dinamakan risiko adalah apa yang akan terjadi
besok (ex-ante). Karena itu, potensi bias estimasi dapat bersumber dari data masa lalu
(historical) tidak bermanfaat untuk mengestimasi risiko. Secara teoritis, apa yang terjadi
dapat diambil inti sarinya sebagai dasar bagi kejadian besok. Contoh : pada tahun 2018
Penerimaan Negara Bukan Pajak di suatu Bandar Udara “X” terjadi peningkatan sebesar
30% dari tahun 2017. Secara teoritis, dapat digunakan data tahun 2018 sebagai acuan.
Meskipun kenaikan PNBP sebesar 30% tidak pasti terjadi namun ketika diputuskan untuk
penyusunan target PNBP tahun 2019 sebesar 130%. Jika nanti realisasi tahun
2019 lebih atau kurang dari 130% itu adalah risiko.

1
Selain dari aspek data, risiko biasanya diartikan sebagai variasi (fluktuasi). Makin
fluktuatif, makin berisiko. Hal ini karena makin sulit diduganya sehingga dugaan makin
besar ketidaktepatannya. Contoh : kenaikan PNBP selama lima tahun sebagai berikut
30%, 40%, 20%, 25%, 30%. Hal ini sulit untuk diestimasi Karena data sangat fluktuatif.
Berbeda dengan data yang ditunjukan 10%, 15%, 20%, 25%, 30%.

b. Risiko financial (financial risk)


Resiko keuangan adalah segala macam resiko yang berkaitan dengan keuangan, biasanya
diperbandingkan dengan resiko non keuangan, seperti resiko operasional. Jenis resiko
keuangan misalnya adalah resiko nilai tukar, resiko suku bunga, dan resiko likuiditas.
Resiko keuangan merupakan resiko yang timbul akibat ketidakpastian target keuangan
sebuah usaha atau ukuran keuangan usaha. Target keuangan usaha adalah besaran target
yang ditetapkan oleh wirausaha dalam kurun waktu tertentu. Sedangkan ukuran keuangan
usaha adalah kondisi keuangan usaha yang bisa berupa arus kas, laba usaha, dan
pertumbuhan penjelasan (Bramantyo Djohamputera).

c. Resiko berdiri sendiri (stand alone risk)


Risiko yang harus ditanggung jika berinvestasi hanya pada satu asset saja. Risiko berdiri
sendiri sepenuhnya tergantung pada kegiatan investasi tersebut tidak bisa digabungkan
atau didiversifikasi kepada risiko pada aktiva lain. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian
besar aset diadakan di portofolio, tetapi perlu dipahami stand-alone risk berguna untuk memahami
risiko dalam konteks portofolio. Tidak ada investasi yang harus dilakukan kecuali tingkat
pengembalian yang diharapkan cukup tinggi untuk mengkompensasi para investor untuk risiko
yang diperoleh dari investasi. Misalnya, dapat dipastikan bahwa beberapa investor akan bersedia
untuk membeli saham perusahaan minyak jika pengembalian yang diharapkan lebih besar.
Perhitungan return berdasar data historis dengan merata-ratakan data yang ada.

f. Keuntungan (Return)
Merupakan penghasilan yang diterima dari investasi ditambah setiap perubahan harga
pasar, biasanya dinyatakan sebagai persen dari harga pasar awal investasi.Return dapat
juga dikatakan sebagai imbalan.Imbalan (return) dapat berupa harapan (expected).

2
Karena itu imbalan lebih sering disebutkan secara formal sebagai imbalan yang
diharapkan (expected return). Imbalan biasanya dicari dengan membandingkan hasil
yang diperoleh dengan dana yang ditanamkan. Secara umum, dinyatakan dengan
persentase (%)

g. Portofolio
Merupakan sekumpulan asset yang dimiliki untuk tujuan ekonomis tertentu. Dalam
dunia keuangan, "portofolio" digunakan untuk menyebutkan kumpulan investasi yang
dimiliki oleh institusi ataupun perorangan. Memiliki portofolio seringkali merupakan
suatu bagian dari investasi dan strategi manajemen risiko yang disebut diversifikasi.
Dengan memiliki beberapa aset, risiko tertentu dapat dikurangi. Ada pula portofolio
yang ditujukan untuk mengambil suatu risiko tinggi yang disebut portfolio konsentrasi
(concentrated portfolio).
Portofolio dilakukan untuk menurunkan tingkat risiko yang dapat didiversifikasi. Secara
teoritis, risiko ini akan terus turun jika jumlah asset yang dipakai (untuk mendiversifikasi)
ditambah. Namun, penurunan risiko ini semakin lama semakin kecil hingga hamper
menyentuh suatu besaran tertentu.

2. Perkiraan imbal hasil saham C dan D sesuai dengan probabilitas kondisi ekonominya
sebagai berikut :

Kondisi Ekonomi Probabilitas Saham C (%) Saham D (%)


1 Resesi 0,2 2 -5

2 Normal 0,6 18 20

3 Boom 0,2 25 30

a. Hitunglah return yang diharapkan dan risiko setiap saham


JAWAB:
Menghitung return saham C dan saham D dengan rumus sebagai berikut:

3
Excpected return ( K’ ) = ∑ pi ki

Dimana :
k = hasil yang mungkin terjadi
p = probabilitas
K’ = expected return

Expected Retrun Saham C = ∑ pi ki


= 0,2(2%) + 0,6(18%) +0,2(25%)
= 16,2%

Expected Return saham D = ∑ pi ki


= 0,2(-5%) + 0,6(20%) +0,2(30%)
= 17%
Dari perhitungan tersebut diperoleh expected return dari investasi saham C dan D
adalah sebesar 16,2% dan 17% untuk berbagai kondisi ekonomi.

Menghitung risiko saham dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Varian(R) = ∑ Pi [( Ri – E (R) ] 2

Deviasi standar / risiko (σ) = √𝑣𝑣𝑣𝑣��𝑣

Varian saham C = [(0,2 (2 − 16,2)]𝑣 + [(0,6 (18 − 16,2)]𝑣 +


[(0,2 (25 − 16,2)]𝑣
= 57,76

Deviasi / risiko saham C = 𝑣57,76


= 7,6%

4
Varian saham D = [(0,2 (−5 − 17)]𝑣 + [(0,6 (20 − 17)]𝑣 +
[(0,2 (30 − 17)]𝑣
= 136

Deviasi / risiko saham D = √136


= 11,66%

Jadi risiko saham C sebesar 7,6% dan saham D sebesar 11,66%

3. Hitung imbal hasil yang diharapkan dan risiko portfolio jika proporsi antara saham C dan
saham D adalah 40% : 60%.
JAWAB:

Tingkat keuntungan yang diharapkan dari portofolio tidak lain adalah rata-rata tertimbang
tingkat keuntungan atau weighted average rate of return masing-masing sekuritas.
Rumus dari tingkat keuntungan portofolio dapat dirumuskan sebagai berikut :

E(Rp) = α E(R1) + (1- α) E(R2)

Dimana :

P = Probabilitas setiap kondisi


E (Rp) = tingkat keuntungan dari portofolio
E (R1) = tingkat keuntungan dari saham ke 1
E (R2) = tingkat keuntungan dari saham ke 2
α = persentase dari masing saham

Standar variasi dari portofolio:

Σ (Rp) = 𝑣𝑣��𝑣 (𝑣��)

Dimana Var (Rp) = α2 VAR (R1) + 2 α (1- α) COV(R1.R2) + (1- α)2 VAR (R2)

5
Imbal hasil yang diharapkan:

E(Rp) = α E(R1) + (1- α) E(R2)

= (40%) (16,2%) + (60%) (17%)

= 16,68%

Jadi imbal hasil yang diharapkan portfolio jika proporsi antara saham C dan saham D
adalah 40% : 60% adalah sebesar 16,68%

Risiko portofolio:
Var (Rp) = α2 VAR (R1) + 2 α (1- α) COV(R1.R2) + (1- α)2 VAR (R2)
= (40%)2 (57,76)+ 2(40%)(60%)(1,0)(16,2%)(17%) +(60%)2 (136)
= 58,22

Σ (Rp) = 𝑣𝑣��𝑣 (𝑣��)

= 𝑣58,22

= 7,63%
Standar Deviasi (σ) Saham C dan D = 𝑣58,22 = 7,63 % .
Jadi risiko portfolio jika proporsi antara saham C dan saham D adalah 40% : 60%
adalah sebesar 7,63%.

DAFTAR PUSTAKA

Asnawi, Said Kelana. 2017. ManajemenKeuangan. TangerangSelatan :Universitas Terbuka

Materi Inisiasi III “RISIKO DAN TINGKAT KEUNTUNGAN “

https://adnantandzil.blogspot.com/2015/08/pengertian-risiko-keuangan.html

https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-risiko.html

https://www.kajianpustaka.com/2017/11/pengertian-jenis-dan-sumber-risiko.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Portofolio