Anda di halaman 1dari 16

BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN

4.1 Rancangan Penelitian


Desain penelitian adalah rancangan yang dibuat oleh peneliti sebagai
perkiraan kegiatan yang akan dilaksanakan ( Arikunto, 2006). Pada penelitian ini
menggunakan metode obsevasional analitik dengan pendekatan studi cross-
sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari hubungan antara faktor risiko
(independen) dengan faktor efek (dependen), dengan cara pengumpulan data
sekaligus pada suatu saat (point time approach) (Notoatmodjo, 2012). Sehingga
dapat mengetahui pengaruh dukungan keluarga terhadap kepatuhan penggunaan
captopril sebagaiantihipertensi di Puskemas Bantur Kecamatan Bantur Kabupaten
Malang.

4.2 Populasi, Sampling dan Sampel


4.2.1 Populasi Penelitian

Populasi adalah objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan


karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti (Satari, 2011). Populasi dalam
penelitian ini yaitu pasien hipertensi yang mendapatkan resep captopril di
puskemas Bantur Kecamatan Bantur Kabupaten Malang.

4.2.2 Sampling Penelitan


Sampling adalah cara yang digunakan dalam mengambil sampel (Arkunto,
2006). Pada penelitian ini pengambilan sampel bukan secara acak atau non-
random sampling. Teknik Pengambilan Sampel secara purposive sampling yaitu
berdasarkan pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti, berdasarkan ciri atau
sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya (Riyanto, 2011).
Pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu dengan mengambil pasien
yang masuk dalam kategori inklusi serta mendapatkan resep captopril dari
puskesmas Bantur Kecamatan Bantur Kabupaten malang saat peneliti melakukan
pengambilan data.

36
37

4.2.3 Sampel Penelitian

Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti
(Arikunto,2006). Sampel adalah bagian yang diambil dari keseluruhan obyek
yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2010).
Sampel dalam penelitian ni adalah semua pasien hipertensi yang mendapatkan
resep antihipertensi yaitu captopril di Puskemas Bantur Kecamatan Bantur
Kabupaten Malang dan masuk kategori inklusi serta eksklusi.

4.2.3.1 Kriteria Sampel


4.2.3.1.1 Kriteria Inklusi
Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu
populasi terget yang terjangkau dan akan di teliti (Nursalam, 2008). Kriteria
inklusi dalam penelitian ini adalah :

1. Pasien yang terdiagnosis hipertensi.


2. Pasien yang menebus resep obat antihipertensi captopril di Puskemas
Bantur
3. Pasien memiliki anggota keluarga
4. Pasien yang bersedia menjadi bagian dari penelitian (mengisi informed
consent dan bersedia bila peneliti mendatangi rumahnya untuk pengisian
kuisioner serta menghitung sisa obat captopril).
5. Pasien yang dapat berkomunikasi dengan baik.

4.2.3.1.2 Kriteria Eksklusi


Kriteria eksklusi yaitu menghilangkan atau mengeluarkan subjek yang
memenuhi kriteria inklusi dari studi karena berbagai sebab (Nursalam, 2008).
Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah :

1. Pasien hipertensi yang tidak memiliki keluarga


2. Pasien hipertensi yang menerima resep captopril tetapi diluar kecamatan
bantur
3. Pasien yang tidak bersedia sebagai bagian dalam penelitian.
4. Pasien yang tidak dapat berkomunikasi dan memiliki kesulitan dalam
berkomunikasi.
38

5. Subjek yang Drop out atau pasien yang telah mengisi informed consent
sebagai tanda persetujuan tetapi loss to follow up dan tidak bersedia
apabila peneliti menjadikan pasien tersebut sebagai responden .

4.2.3.2 Besar Sampel


Berdasarkan distribusi normal dengan Central Limit Theory menyebutkan
bahwa sampel penelitian disebut sampel besar jika subjek yang diteliti ≥ 30, yang
akan menghasilkan atau mendekati distribusi normal, sedangkan jika < 30 disebut
sampel kecil (Saryono, 2013). Jumlah pasien dalam penelitian ini sebanyak 25
pasien hipertensi yang menerima resep antihipertensi yaitu captopril di Puskemas
Bantur kecamatan Bantur Kabupaten Malang.

4.3 Varibel Penelitian


Variabel didefinisikan sebagai atribut subjek atau objek yang mempunyai
variasi antar satu dan yang lain (Satari, 2011). Variabel penelitian adalah suatu
atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang diteliti
mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
dapat ditarik kesimpulannya (Budiman, 2011).

4.3.1 Variabel Bebas


Variabel bebas (independent variable) adalah variabel mandiri dan tidak
berubah oleh variabel lain. Variabel bebas dapat mempengaruhi atau menjadi
penyebab perubahan atau timbulnya variabel terikat (Satari, 2011). Variabel bebas
dalam penelitian ini adalah dukungan keluarga pasien yang menderita hipertensi.

4.3.2 Variabel Terikat


Variabel terikat atau tergantung adalah Variabel seolah-olah suatu
tergantung pada faktor lain (Satari, 2011). Variabel ini merupakan variabel yang
terjadi perubahan (Budiman, 2011).
Variabel terikat (dependent variabel) penelitian ini adalah kepatuhan pasien
terhadap penggunaan captopril sebagai antihipertensi di Puskesmas Bantur
Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Parameter pengukurannya sebagai berikut:

1. Kepatuhan cara penggunaan antihipertensi yang sesuai dengan etiket


39

2. Frekuensi penggunaan obat, sesuai dengan dosis dalam etiket: tidak


dianjurkan mengangambil lebih dari dosis tanpa saran dokter, jika ada
dosis terlewat di lanjutkan pada dosis selanjutnya.
3. Lama Pengobatan: jumlah hari dari pasien mengkonsumsi obat sampai
habis
4. Perilaku pasien apabila timbul efek samping: captopril dapat menyebabkan
yaitu batuk kering dan ruam-ruam pada kulit.

4.4 Instrumen Penelitian


Menurut Notoatmodjo instrumen penelitian adalah alat-alat yang digunakan
untuk pengumpulan data. Instrumen penelitian ini dapat berupa : kuisoner (daftar
pertanyaan), lembar persetujuan, formulir-formulir lain yang berkaitan dengan
pencatatan data, perhitungan sisa obat dan sebagainya.
Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah kuisioner yang di
buat oleh peneliti yang sudah disiapkan sebelumnya. Instrumen tersebut dilakukan
uji validitas sebelum ditanyakan pada pasien penelitian.

Tabel IV. 1 Kisi-kisi Instrumen

Variabel Indikator Favorable Unfavorable


Penelitian
Dukungan 1. Dukungan Penilaian 1,2,3
keluarga 2. Dukungan Instrumental 4,5
3. Dukungan Informasional 6,7
4. Dukungan Emosional 8,9
Kepatuhan pasien 1. Kepatuhan cara penggunaan 1 2
terhadap antihipertensi captopril
penggunan obat 2. Frekuensi penggunaan sesuai 3,4,5
antihipertensi dosis
3. Lama Pengobatan 6,7 8,9
4. Perilaku pasien apabila timbul 10
efek samping
40

4.5 Uji Validitas dan Reliabilitas


4.5.1 Uji Validitas
Validitas adalah derajat yang menunjukan dimana suatu tes mengukur apa
yang hendak diukur (Sukardi, 2013). Sedangkan menurut Azwar (2014) validitas
mengacu sejauh mana akurasi suatu tes atau skala dalam menjalankan fungsi
pengukurannya.
Pada penelitian perlu dilakukan uji validitas untuk mengumpulkan data
secara empiris guna mendukung kesimpulan yang dihasilkan oleh skor instrumen.
Dalam mengukur validitas perhatian ditunjukan pada isi dan kegunaan instrumen.
Validitas isi menujuk kepada suatu instrumen yang memiliki kesesuaian dalam
mengukur yang akan diukur. Sedangkan instrumen yang digunakan berupa
kuisioner dengan variabel yang ingin diteliti.
Validitas isi merupakan sejauh mana elemen-elemen dalam suatu
instrumenukur benar-benar relevan dan merupakan referensi dari kontrak yang
sesuai dengan tujuan pengukuran. Selain itu instrumen penelitian dikatakan valid
karena telah mewakili variabel yang akan diteliti dan telah mengalami tinjauan
berulang oleh seorang ahli dimana instrumen tersebut telah sesuai dengan pustaka
(Azwar, 2012).

Uji validitas menggunakan rumus Person Product Moment (Arikunto,


2006).

𝑛 ∑ 𝑥𝑦 − (∑ 𝑥)(∑ 𝑦)
𝑟𝑥𝑦 =
√{𝑛 ∑𝑥 2 − (∑𝑥)2}{𝑛 ∑𝑦 2 − (∑𝑦)2}

Keterangan :

𝑟𝑥𝑦 = indeks korelasi antara dua belas instrument

𝑛 = jumlah butir pertanyaan


∑ 𝑥 = jumlah skor pada belah ganjil

∑ 𝑦 = jumlah skor pada belah genap

Dari analisis rumus diatas, dapat diketahui jika :

1. Bila𝑟𝑥𝑦 hitung < r tabel maka kuesioner tersebut tidak valid.


41

2. Bila 𝑟𝑥𝑦 hitung > r tabel maka kuesioner tersebut valid.


3. Koefisien korelasi dapat juga digunakan untuk mengetahui arah hubungan
antara dua variabel. Tanda (+ dan -) yang terdapat pada koefisien korelasi
menunjukkan arah hubungan antara dua variabel. Tanda (-) pada r
(koefisien korelasi) menunjukkan hubungan yang berlawan arah. Artinya,
apabila nilai variabel yang satu naik, maka nilai variabel yang lain akan
turun. Tanda (+) pada nilai r (koefisien korelasi) menunjukkan hubungan
yang searah. Artinya, apabila nilai variabel yang satu naik, maka nilai
variabel yang lain akan naik juga.

Tabel IV. 2 Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r


Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0 Tidak berkorelasi
0,01-0,20 Sangat rendah
0,21-0,40 Rendah
0,41-0,60 Agak rendah
0,61-0,80 Cukup
0,81-0,99 Tinggi
1 Sangat tinggi
(Hartono, 2004)

4.5.2 Uji Reliabilitas


Reliabilitas adalah suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk digunakan
sebagai alat pengumpulan data karena instrument tersebut sudah baik (Arikunto,
2006).
Dalam melakukan uji reliabilitasi pada penelitian ini menggunakan tingkat
reliabel dengan metode Cronbach alpha. Metode ini sangat cocok digunakan pada
nilai berbentuk skala (Triton, 2006). Uji reliabilitas dalam penelitian ini
menggunakan rumus Cronbach Alpha :

𝑘 ∑ 𝑠𝑡2
𝑟𝑖𝑖 = ( ) (1 − 2 )
𝑘−1 𝑠𝑡
42

Keterangan :

𝑟𝑖𝑖 : Reliabilitas

𝑘 : Banyak Butir Pertanyaan


∑ 𝑠𝑡2 : Jumlah Varian Butir

𝑠𝑡2 : Varian Total


Langkah yang dilakukan untuk uji reliabilitas adalah sebagai berikut ;

1. Menemukan nilai reliabel


Pada program SPSS, metode ini dilakukan dengan Crombach’s alpha,
dimana kuesioner dianggap reliabel jika Cronbach’s alpha > 0,6.
2. Mencari r hasil
Disini r hasil adalah angka alpha ( terletak di akhir output) dari tampilan
software SPSS.
3. Mengambil kesimpulan
4. Dasar pengambilan kesimpulan :
- Bila r alpha > r tabel, maka butir tersebut reliabel.
- Bila r alpha < r tabel, maka butir tersebut tidak reliabel.

Tingkat reliabilitas dengan metode Cronbach’s alpha diukur berdasarkan


skala Alpha 0 sampai 1, apabila skala tersebut dikelompokkan ke dalam lima
kelas dengan range yang sama, maka urutan kemantapan Alpha dapat
diinterpretasikan sebagai berikut:

Tabel IV. 3 Tingkat Reliabilitas Berdasarkan Nilai Alpha


Alpha Tingkat Reliabilitas
0,0-0,20 Kurang Reliabel
>0,20-0,40 Agak Reliabel
>0,40-0,60 Cukup Reliabel
>0,60-0,80 Reliabel
>0,80-1,00 Sangat Reliabel
(Triton,2006)

4.6 Perhitungan Sisa Obat


Rumus perhitungan sisa obat antihipertensi yaitu captopril sebagai berikut :

J Jumlah obat yang diresepkan- Jumlah obat yang digunakan = sisa obat
43

Perhitungan Presentasi Penggunaan Obat


𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒐𝒃𝒂𝒕 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒈𝒖𝒏𝒂𝒌𝒂𝒏
×𝟏𝟎𝟎% = 𝒑𝒓𝒐𝒔𝒆𝒏𝒕𝒂𝒔𝒊 𝒑𝒆𝒏𝒈𝒈𝒖𝒏𝒂𝒂𝒏
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒐𝒃𝒂𝒕 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒓𝒆𝒔𝒆𝒑𝒌𝒂𝒏

4.7 Lokasi dan Waktu penelitian


Lokasi dari penelitian ini adalah di Puskesmas Bantur Kecamatan Bantur
Kabupaten Malang. Waktu penelitian pada bulan Maret- Mei 2016.

4.8 Definisi Operasional


Beberapa hal yang perlu didefinisikan dalam penelitian ini adalah :
1. Dukungan keluarga adalah sikap, tindakan penerimaan keluarga terhadap
anggota keluarganya, berupa dukungan informasional, dukungan
penilaian, dukungan instrumental dan dukungan emosional.
2. Dukungan penilaian adalah memberikan penghargaan positif terhadap
individu, persetujuan terhadap ide sehingga dirinya lebih berharga.
3. Dukungan instrumental yaitu memberikan dukungan berupa pengobatan,
mengantarkan penderita kontrol ke pelayanan kesehatan.
4. Dukungan informasional adalah dukungan yang memberikan nasehat,
solusi, saran atau umpan balik tentang apa yang dilakukan pasien.
5. Dukungan emosional adalah perasaan nyaman, empati, perhatian sehingga
individu menerimanya merasa bangga.
6. Antihipertensi adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
7. Captopril adalah ACE-Inhibitor yang efekif secara oral
8. Kepatuhan adalah sikap yang menggambarkan perilaku pasien dalam
minum obat secara benar tentang dosis, frekuensi dan waktunya.
9. Puskesmas adalah organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya
kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan
terjangkau oleh masyarakat, dengan peran serta aktif masyarakat dan
menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat
guna, dengan biayai pemerintah dan masyarakat.
10. Kuesioner adalah instrument penelitian yang berupa daftar pertanyaan
untuk memperoleh keterangan dari sejumlah responden.
44

4.8.1 Definisi Operasional Variabel

Tabel IV. 4 Definisi Operasional Variabel


Definisi Operasional Skala Alat Kategori
Data Ukur
Dukungan Dukungan keluarga adalah Ordinal Kuision Hasil yang diperoleh dari
keluarga Dukungan yang membuat er dukungan keluarga
individu tersebut merasa dikelompokkan menjadi :
diperhatikan, dihargai, dan 1. ≤ Mean Dukungan
dicintai, serta mempunyai Keluarga Kurang Baik
manfaat emosional atau efek 2. ≥ Mean Dukungan
perilaku. Dukungan keluarga Keluarga Baik
dapat berupa dukungan
penilaian,
dukunganinstrumental,
dukungan informasional, dan
dukungan emosional.
Penggunaan Beberapa hal tentang Ordinal Kuision Hasil yang diperoleh dari
obat kepatuhan penggunaan obat
er kepatuhan
antihipertensi yang perlu didefinisikan,
adalah : dikelompokkan menjadi
1. Kepatuhan cara penggunaan
2 kategori yaitu :
antihipertensi captopril yang
sesuai dengan etiket. 1. 1. ≤ Mean pasien
Misalkan: aturan pakai obat
berperilaku tidak patuh
sebelum atau sesudah makan
2. Frekuensi penggunaan sesuai 2. 2. ≥ Mean pasieb
dosis yang ada dalam etiket.
berperilaku patuh
Misalkan: diminum dalam 3 x
sehari
3. Lama Pengobatan : jumlah
hari dari pasien
mengkonsumsi hingga obat
habis sesuai dengan yang
diresepkan
4. Perilaku pasien
apabila timbul efek samping :
tindakan pasien ketika terjadi
efek samping yang dirasakan
oleh pasien tersebut.
45

4.9 Pengumpulan Data


4.9.1 Data Primer
Data primer dalam penelitian ini merupakan data yang diperoleh melalui
pengisian kuisioner yang di isi oleh responden dan perhitungan sisa obat atau pill
count. Sebelum dilakukan pengumpulan data primer, peneliti meminta persetujuan
pasien atau meminta pasien terlebih dahulu untuk mengisi informed consentdan
menetapkan jadwal bertemu dengan pasien serta keluarga pasien untuk mengisi
kuisioner.
Data dan keterangan yang dikumpulkan antara lain :

a. Pasien Hipertensi menebus obat antihipertendi di puskemas Bantur (data


pasien yang meliputi : nama, alamat rumah lengkap, nomer telepon, usia,
tanggal penebusan resep, obat antihipertensi oral yang diterima, aturan
pakai di etiket).
b. Data hasil kuisioner
c. Data hasil perhitungan sisa obat atau pill count

4.9.2 Cara Pengumpulan Data


1. Memahami data-data pasien yang memenuhi kriteria inklusi
2. Meminta kesediaan pasien untuk menjadi sampel penelitian dengan cara
mengisi formulir persetujuan menjadi responden (informed consent) .
3. Jika pasien setuju, kemudian peneliti menuliskan data pasien dan
menetapkan jadwal pengisan kuisioner dan perhitungan sisa obat.
4. Data terkait pasien dan pengobatannya dicatat (nama, alamat rumah
lengkap, nomer telepon, usia, tanggal penebusan resep , obat antihipertensi
yang resepkan , aturan pakai di etiket).
5. Peneliti mendatangi rumah pasien untuk melakukan pengisian kuisioner
dan perhitungan sisa obat sesuai jadwal yang telah ditetapkan ketika
pasien beberapa hari setelah meneus resep di puskemas Bantur.
6. Data yang terkumpul dianalisa dengan metode analisa yang telah
ditetapkan.
46

4.9.3 Teknik Pelaksanaan Penelitian

Pasien Hipertensi yang Menebus


resep di puskemas Bantur

Mendapatkan resep &


diberikan obat

Analisa resep berdasarkan kriteria

Masuk Kriteriainklusi Masuk kriteria Ekslusi eksklusi

Meminta kesediaan pasien untuk Tidak dijadikan pasien


menjadi narasumber

Bersedia Tidak bersedia

Pengisian Informed Consent

Mencatat nama, alamat, nomer telepon, usia, nama obat


antihipertensi yang diberikan oleh petugas, aturan pakai pada
etiket.

Menetapkan Jadwal pengisian


kuisioner

Mendatangi rumah pasien dan memberikan


kuisioner dan menghitung sisa obat pasien

Gambar 4. 1 Teknik Pelaksnaan Penelitian


47

4.10 Cara Pengolahan Data


4.10.1 Editing
Melakukan pemeriksaan ulang pada kuisioner yang telah terisi jawaban
pasien termasuk kelengkapan jawaban. Jika terdapat data pada kuisioner yang
belum lengkap atau kurang jelas, dan tidak mungkin dilakukan pengisian
kuisioner ulang, maka kuisioner tersebut dikeluarkan atau drop out
(Notoatmodjo, 2012).

4.10.2 Coding (Pembuatan Lembar Kode)


Lembaran atau kartu kode adalah instrumen berupa kolom-kolom untuk
merekam data secara manual. Lembaran atau kartu kode berisi nomor responden,
dan nomor-nomor pertanyaan (Notoatmodjo, 2010).

1) Mengukur dukungan keluarga yang dilakukan dengan mengklasifikasikan


jawaban pasien dengan kode:
a. Dukungan keluarga kurang baik : 1
b. Dukungan keluarga baik :2
2) Kepatuhan dalam menjalankan pengobatan antihipertensi
a. Tidak Patuh :1
b. Patuh :2

4.10.3 Data entry(Memasukkan Data)


Lembaran atau lembar kode adalah instrumen berupa kolom-kolom untuk
merekam data secara manual. Lembar atau lembar kode sesuai dengan jawaban
masing-masing pertanyaan (Notoatmodjo, 2012).
Data yang diperoleh dipindahkan ke dalam mastersheet penelitian dengan
bantuan program Microsoft Excell 2007 for windows 7 sehingga memudahkan
untuk dilakukan analisis data.

4.10.4 Tabulating
Membuat tabel-tabel data, sesuai dengan tujuan penelitian atau yang
diinginkan oleh peneliti (Notoatmodjo, 2012). Untuk mengetahui gambaran dari
dukungan keluarga pasien dalam kepatuhan pasien terhadap penggunaan captopril
sebagai antihipertensi yang diberikan pada pasien hipertensi dan mendapatkan
resep dari Puskemas Bantur kecamatan Bantur Kabupaten Malang.
48

4.10.5 Scoring
Merupakan pemberian skor penelitian setelah data terkumpul (Arikunto,
2006). Setelah pengumpulan hasil kuisioner maka selanjutnya pemberian skor
terhadaphasil kuisioner:
1) Dukungan Keluarga
Untuk kuisioner Dukungan keluarga terdiri dari 9 butir pertanyaan
dengan menggunakan skala Likert, setiap item pertanyaan yang dijawab
responden selalu (SS) diberi nilai 4, sering (S) diberi nilai 3, Jarang (J)
diberi nilai 2, dan tidak pernah (TP) diberi nilai 1, kemudian dimasukkan
rumus (Sugiyono, 2014) :
𝐹
𝑃= ×100%
𝑛
Keterangan :
P : Nilai Prosentasi
F: Total Skor Jawaban
n: Jumlah Soal
Hasil yang diperoleh dikelompokkan menjadi 2 kategori :
a. Dukungan Keluarga Kurang Baik (≤ Mean)
b. Dukungan Keluarga Baik (≥ Mean )
2) Kepatuhan
Untuk kuisioner kepatuhan terdairi dari 10 butir pertanyaan dengan
menggunakan skala Likert, tiap point dari pertanyaan yang dijawab oleh
para responden diberikan skor atau nilai dari 1-4. Responden dengan
jawaban Selalu (SS) diberi nilai 4, Sering (S) diberi nilai 3, Jarang diberi
nilai 2 dan Tidak Pernah (TP) diberi niali 1.
Hasil dri skor tersebut dikelompokkan menjadi 2 kategori
a. Pasien tidak patuh (≤ Mean )
b. Pasien patuh (≥ Mean)

4.11 Analisis Data


4.11.1 Analisis Data dengan Metode Chi-Square
Setelah data diolah, maka data akan dianalisa dengan metode Chi-Square.
Alasan penggunaan metode ini karena dua variable dukungan keluarga dan
49

kepatuhan pasien yang diukur pada penelitian ini merupakan data ordinal atau
kategorik.
Prosedur pengkajian Kai Quadrat atau Chi-square, yakni :
1. Memformulasikan hipotesisinya (Ho dan Ha)
2. Memasukkan frekuensi observasi (O) dalam tabel silang
3. Menghitung frekuensi harapan (E) masing-masing sel
4. Menghitung X2 sesuai aturan yang berlaku :
a) Bila tabelnya lebih dari 2x2, digunakan kai kuadrat tanpa koreksi
(uncorrected)
b) Bila tabelnya 2x2, gunakan kai kuadrat Yate’s Correction dengan
rumus:
𝑵
𝑵 [⃓𝒂𝒅 − 𝒃𝒄⃓⃓ − ( 𝟐 )]𝟐
𝑿𝟐 =
(𝒂 + 𝒄⃓)(𝒃 + 𝒅)(𝒂 + 𝒃)(𝒄⃓ + 𝒅)

c) Bila tabelnya 2x2 ada sel yang nilai E-nya <5, gunakan fisher
Exact.
5. Menghitung P value dengan membandingkan nilai X2 dengan tabel kai
kuadrat.
6. Kesimpulan uji :
a. Bila P value ≤ α Ho ditolak, berarti data sampel mendukung
adanya perbedaan yang bermakna (signifikan)
b. Bila P value > α, Ho diterima, berarti ada data sampel tidak
mendukung adanya perbedaan yang bermakna (signifikan)
Interpretasi hasil pada metode ini, yaitu :
1. Apabila Ho ditolak, maka terdapat pengaruh antara dukungan keluarga
terhadap kepatuhan penggunaan captopril sebagai antihipertensi
diPuskesmas Bantur Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
2. Apabila Ho diterima, maka tidak terdapat pengaruh antara dukungan
keluarga terhadap kepatuhan penggunaan captopril sebagai antihipertensi
di Puskesmas Bantur Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
50

4.12 Penyajian Data


Cara penyajian data penelitian dilakukan dalam berbagai bentuk. Pada
umumnya dikelompokkan menjadi tiga, yaitu penyajian dalam bentuk teks
(textular), penyajian dalam bentuk tabel dan penyajian dalam bentuk grafik
(Notoatmodjo, 2005). Dalam hal ini hasil penelitian akan ditampilkan dalam
bentuk tabel dan dijabarkandengan hasil analisa yang didapatkan.

4.13 Etika Penelitian


Penelitian ini menggunakan manusia sebagai subjek yang tidak boleh
bertentangan dengan etika. Tujuan penelitian harus etis, dalam meneliti penelitian
mengajukan permohonan ijin kepada tempat yang akan diteliti dengan surat
pengantar dari kampus. Setelah tempat penelitian menyetujui, maka peneliti dan
melakukan observasi dengan meminta persetujuan responden yang mendapatkan
resep antihipertensi di Puskemas Bantur kecamatan Bantur kabupaten Malang.
Pengumpulan data dari responden dengan menekankan masalah etika yang
meliputi :
1. Persetujuan Responden (Informed consent)
Sebelum dilakukan pengambilan data penelitian, calon responden diberikan
penjelasan mengenai tujuan dan manfaat penelitian yang akan dilakukan. Apabila
calon responden bersedia untuk diteliti maka harus menandatangani lembar
persetujuan dan jika calon responden menolak untuk diteliti maka peneliti tidak
boleh memaksa dan harus tetap menghormatinya.
2. Tanpa Nama (Anonym)
Untuk menjaga kerahasiaan responden maka penelitian tidak mencantumkan
nama responden pada lembar pengumpulan data, cukup dengan memberikan kode
masing-masing lembar pengumpulan data tersebut.
3. Kerahasiaan (Confidentiality)
Pegangan kerahasian segala sesuatu yang berkenaan dengan informasi yang
diberikan oleh responden, jika informasi yang diberikan oleh responden, jika
informasi yang diberikan oleh mereka tidak dikehendaki untuk dipublikasikan
hendaknya peneliti menghormati.
51

4. Toleransi
Memandang dan menghargai orang-orang yang diteliti bukan sebagai subjek,
melainkan sebgai orang yang sama derajatnya dengan peneliti. Jika suasananya
dapat terbina demikian, maka terbukalah kesempatan bagi peneliti untuk
berkomunikasi secara lancar dan menjadi akrab dengan responden beserta
keluarganya.