Anda di halaman 1dari 12

SEJARAH PENERBITAN BUKU

Menurut Saputra, Agus salah satu revolusi budaya terpenting


bagi manusia adalah tulisan atau kemampuan menulis.
Penemuan tulisan merupakan satu dari tiga penemuan manusia
terbesar, disamping roda dan api. Dengan tulisan manusia
mampu menyampaikan konsep, ide, gagasan, kritik, argumen
kepada orang lain tanpa dibatasi oleh ruang selagi tulisan
tersebut dapat tersebar, mencapai pembacanya; dan tanpa batas
waktu selagi tulisan tersebut masih awet, tidak lapuk dan
musnah. Dan dengan tulisan juga, ilmu pengetahuan dan
informasi tetap tersimpan, terjaga dan dapat diwarisi oleh
generasi berikutnya.
SEJARAH PENERBITAN BUKU
Menurut Rogers, manusia menyampaikan gagasannya
pada orang lain lewat komunikasi visual diawali sekitar
22.000 SM. Sedangkan era komunikasi tertulis dimulai
4.000 SM saat bangsa Sumeria menemukan huruf dan
mulai menuliskan hukum yang berlaku di lempengan
tanah liat. Di Cina dikembangkan alat cetak kayu mirip
stempel oleh Pi Sheng. Di Korea ditemukan huruf loga
sebagai pengganti huruf dari tanah liat.
SEJARAH PENERBITAN BUKU
Jumlah karya tulis yang terbit di Indonesia
terbilang sangat rendah dibandingkan
negara lain seperti negara tetangga
Malaysia dan Singapur ataupun negara-
negara lainnya (Rahmiati;2014).
SEJARAH PENERBITAN BUKU
Berdasarkan data tahun 2004, karya tulis ilmiah yang dihasilkan
Indonesia masih sangat tertinggal dibandingkan negara-negara
lain. Di Jepang, jumlah karya tulis yang dihasilkan pada tahun
2004 saja mencapai 83.484 paper, di Cina 57.740 paper, Korea
menghasilkan 24.477 paper, india 23.336 paper, sementara di
Indonesia hanya menghasilkan 453 paper (KNIK; 2012). Itu tidak
sebanding dengan jumlah mahasiswa dan peneliti yang ada di
Indonesia. Buah kemalasan tersebut juga dapat dilihat dari
jumlah publikasi artikel ilmiah. Data Science Direct, Elsevier
menunjukkan bahwa sejak tahun 1996 output riset Indonesia
adalah 500an dan hingga 2007 tetap masih kurang dari 1000
paper, sama dengan Filippina dan Viet Nam, sementara Thailand
sudah berada pada 1000an pada tahun 1996 dan melonjak
mencapai 5500an pada tahun 2007. Malaysia pada tahun 1996
mempunyai output riset 1000an dan meningkat menjadi 3500an
pada tahun 2007.
SEJARAH PENERBITAN BUKU
Jumlah terbitan buku di Indonesia juga
tergolong rendah, tidak sampai 18.000 judul
buku per tahun. Jumlah ini lebih rendah
dibandingkan Jepang yang mencapai 40.000
judul buku per tahun, India 60.000, dan China
sekitar 140.000 judul buku per tahun
(Kompas, 25/06/2012). Di DKI Jakarta, jumlah
penerbit saat ini 295 penerbit. Pada tahun
2005 baru 175 penerbit. Sepertinya terjadi
peningkatan, tetapi sebenarnya jumlah buku
yang dicetak relatif tidak mengalami
peningkatan (Kompas,25/06/2012).
SEJARAH PENERBITAN BUKU
Mencermati perkembangan teknologi informasi
dewasa ini tanpa disadari telah membawa
dampak perubahan terhadap perilaku dan
aktivitas umat manusia. Hal ini dapat
memberikan efek dan tantangan yang cukup
signifikan terhadap dunia penerbitan buku
kedepannya.
Awal tahun 2011, Borders, salah satu toko buku terbesar di
Amerika Serikat resmi mengalami kebangkrutan. Menurut
harian The Washington Post, bangkrut parah ini memaksa
Borders melakukan pengajuan pailit pada Februari kepada
pengadilan setempat. Tak tanggung-tanggung imbasnya, toko
buku berusia 40 tahun tersebut harus menutup 30 persen
gerainya yang waktu itu sudah mencapai 600-an gerai. Ribuan
karyawan terpaksa dipulangkan dari tempat kerja. Ditenggarai
penyebabnya adalah perubahan selera konsumen perbukuan.
Konsumen di Amerika lebih suka membeli dan membaca
eBook dibandingkan buku-buku konvensional (kertas).
Peralihan selera ini juga berimbas pada jumlah kunjungan ke
toko buku. Saat ini, para pembeli lebih banyak melakukan
transaksi pemesanan buku lewat internet.
Faktor terbesar yang mempengaruhi kolapsnya toko buku ini adalah
ketidakpekaannya terhadap perkembangan buku kontemporer.
Borders tidak peka terhadap eBook. Setelah Amazon sukses
menggempur banyak gerai toko buku dengan menciptakan tren
belanja buku online, toko buku online terbesar tersebut juga sukses
menumbangkan banyak pesaingnya dengan mengeluarkan Tablet
Kindle. Kindle adalah sebuah perangkat untuk membaca eBook
(eReader) produksi Amazon yang memudahkan pembeli eBook
untuk membeli dan membaca buku digital. Kindle yang dibandrol
mulai berkisar US$159 atau 1,6 juta rupiah sudah sukses menyedot
banyaknya konsumen eBook di Amerika. Tingkat penjualan Kindle
berbanding lurus dengan jumlah buku yang terjual setiap tahunnya
di Amazon. Semakin lama penjualan eBook telah jauh melampaui
jumlah penjualan buku kertas dan memberi sumbangan 8 persen
dari total penghasilan Amazon.
Transformasi Industri Penerbitan
Masuknya eBook di Indonesia seiring dengan perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi global. Transformasi dari
buku cetak menuju bentuk digital yang ditampilkan melalui
media internet memudahkan pembaca dalam mencari informasi
yang tersedia. Industri penerbitan mulai melirik eBook,
Penerbit Mizan di tahun 2001 mempelopori keberadaan buku
digital dengan memberikan eBook berjudul "Wasiat Sufi Imam
Khomeini kepada Putranya Ahmad Khomeini" secara gratis di
situs mereka.
Transformasi Industri Penerbitan
Masih banyak kendala dan tantangan yang dihadapi oleh
penerbit digital. Mizan sendiri memiliki beberapa kendala,
misalnya, Masih sedikitnya minat masyarakat pengguna
smartphone berkelas tablet ke atas untuk mengonsumsi buku
digital. Pemiliki device tersebut lebih banyak mengonsumsi
games atau aplikasi lain. Koneksi jaringan internet di Indonesia
masih belum optimal membuat publishing sulit untuk membuat
pengembangan ke arah multi media dalam tampilan ebook.
ratarata ebook yang beredar adalah 20 mb. lebih dari itu
pengguna akan kesulitan untuk dowon load. Biaya internet di
Indonesia relatif cukup mahal dengan kecepatan koneksi
internet tersebut. Sistem pembayaran yang masih mengandal
transfer atau COD membuat penjualan ebook agak sulit.
Beberapa sistem pembayaran lain masih belum populer seperti
kartu kredit, e-money, e-wallet, dll.
DAFTAR PUSTAKA
• Rahmiati. 2014. Problematika Mahasiswa Dalam Menulis Karya
Ilmiah. Jurnal Al Hikmah Vol XV Nomor 1. Terarsip di
http://www.uin-alauddin.ac.id/download-
Pages%20from%20jurnal%20al-hikmah%202014-10.pdf .
• Konferensi Nasional Ilmu Komunikasi. 2012. Latar Belakang dan
Tujuan. Terarsip di https://knik2012.wordpress.com/1-2/.
• http://www.penerbitan.trisakti.ac.id/?p=berita&page=1&ID=22
• http://www.google.co.id/url?q=http://e-
dokumen.kemenag.go.id/files/m6GLwtQN1317197474.pdf&sa=
U&ved=0ahUKEwit-sq3j6jPAhUiT48KHfu-
DPQ4ChAWCDUwBg&sig2=ZiXSLzrF8HJnOVIYLcjBLA&usg=AFQj
CNGNoIMNx-qRESaUS6Ti3LSssk5dSQ