Anda di halaman 1dari 5

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PENYELIDIKAN EPIDEMOLOGI DBD

Ditetapkan
Kepala Puskesmas Siwuluh

dr. Suparto Hary Wibowo, M.Kes


NIP. 19670703 200212 1 003

PUSKESMAS SIWULUH
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN BREBES
2019
KERANGKA ACUAN KEGIATAN
PENYELIDIKAN EPIDEMOLOGIS DBD

a. Pendahuluan

Demam Berdarah merupakan salah satu penyakit


menular yang sering menimbulkan kejadian luar biasa ( KLB ) ,
nyamuk penularnya Aedes Aegepty dan Virus Dengue tersebar
luas di sebagiaan besar wilayah Indonesia , sehingga penularan
DBD dapat terjadi di semua tempat / wilayah yang terdapat
nyamuk penular penyakit tersebut.
Setiap di ketahui adanya penderita DBD Segera di tindak
lanjuti dengan kegiatan Penyelidikan Epidemiologi ( P E ) sehingga
kemungkinan penyebaran DBD dapat di batasi dan KLB dapat di
cegah.
Dalam melaksanakan kegiatan pemberantasan DBD
sangat diperlukan peran serta masyarakat , baik untuk
membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan pemberantasan
maupun dalam memberantas jentik nyamuk penularnya.
b. Latar Belakang
Demam Berdarah Dengue masih menjadi masalah
kesehatan yang cukup serius di Indonesia kususnya jawa timur .
Penyakit DBD adalah penyakit menular yang di sebabkan oleh
virus dengue yang di tularkan melalui gigitan nyamuk Aedes
Aegepty , Penyebaran kasus DBD cenderung meluas dari tahun
ke tahun khususnya di Kabupaten Brebes, CFR karena DBD juga
masih tinggi.
KLB DBD yang terus meningkat dari tahun ke tahun
membutuhkan penanganan yang baik, serius dan benar pada
semua kejadian . Di harapkan dengan penanganan yang baik
seriua dan benar maka KLB dapat di tanggulangi dan di cegah.
Untuk menangani KLB DBD dengan baik , serius dan benar di
perlukan suatu petunjuk prosedur tetap yang layak di gunakan
di seluruh jajaran kesehatan

c. Tujuan Khusus dan Tujuan Umum


TujuanUmum :
1. Mengetahui potensi penularan dan penyebaran DBD lebih
lanjut serta tindakan penanggulangan yang perlu di lakukan
di wilayah di sekitar tempat tinggal penderita.
Tujuan Khusus:
1. Mengetahui adanya penderita dan tersangka DBD lainnya.
2. Mengetahui ada tidaknya jentik nyamuk penular DBD
3. Menentukan jenis tindakan ( Penanggulangan Fokus ) yang
akan di lakukan
d. Tata Nilai Program
a. Profesional
Sesuai dengan keterampilan dan keahlian yang dimiliki oleh
petugas

b. Inisiatif dan Inovatif


Inisiatif

Petugas kesehatan mampu menemukan permasalahan yang


ada disekolah dan memecahkan masalahnya

Inovatif
Petugas kesehatan mempunyai kemampuan dalam
mendayagunakan keahlianya dalam ide – ide baru

c. Empati
Petugas kesehatan mampu merasakan kondisi dari
masyarakat
d. Ikhlas
Memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa meminta
jasa atau imbalan.
e. Hubungan Lintas Program Lintas Sektor
Peran lintas sektor terkait dengan Penyelidikan Epidemologi
adalah melibatkan pemerintahan desa
Peran serta Program berkoordinasi dg Program UKM
peranannya menindak lanjuti dan menfasilitasi kegiatan tersebut.

f. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan


a. Setelah menemukan atau menerima laporanan adanya
penderita DBD, petugas puskesmas atau Programer DBD
segera berkoordinasi dengan Nakes Desa Perawat atau
Bidan setempat. Kalau penderita MRS meminta KDRS di RS
setempat.
b. Menyiapkan peralatan survey, seperti: Senter,Formulir PE
dan ATK.
c. Memberitahu Kades atau ketua RW/RT setempat bahwa
wilayahnya ada penderita DBD dan akan di laksanakan PE
d. Masyarakat di lokasi tempat tinggal penderita dimohon
untuk membantu kelancaran pelaksanaan PE.
e. Pelaksanaan PE
g. Cara melaksanakan kegiatan.

P1 1. Petugas Menentukan waktu dan tempat yang akan di lakukan


Penyelidikan Epidemologi (PE) berdasarkan info tersangka
DBD
2. Petugas menyiapkan Balngko /Format PE, senter dan Abate
3. Petugas Berkoordinasi dengan RW atau RT setempat

P2 a. Petugas puskesmas memperkenalkan diri dan selanjutnya


wawancara dengan keluarga,untuk mengetahui ada tidaknya
penderita DBD/Panas yang lainnya.
b. Bila ditemukan penderita demam tanpa sebab yang jelas pada
saat itu di lakukan pemeriksaan di kulit dan di lakukan uji
Tourniquet.
c. Melakukan pemeriksaan jentik pada tempat penampungan air (
TPA ) dan tempat – tempat lain yang menjadi tempat
berkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti baik di dalam
maupun di luar rumah / bangunan.
d. Kegiatan dilaksanakan ± 20 rumah di sekitar tempat tinggal
penderita.
e. Bila penderita adalah siswa sekolah ,maka PE dilakukan juga di
sekolah siswa yang bersangkutan.
f. Hasil pemeriksaan adanya penderita lain dan hasil pemeriksaan
terhadap penderita demam ( tersangka DBD ) dan pemeriksaan
jentik dicatat dalam formulir PE
g. Hasil PE dilaporkan kepada kepala dinas kesehatan
Kabupaten/ Kota, untuk tindak lanjut lapangan di
koordinasikan dengan Kades setempat.
h. Berdasarkan hasil PE yang terdapat penderita DBD 3 atau yg
meninggal dan ada yang pans lebih dari satu orang di lakukan
Penanggulangan Fokus.

P3 a. Monitoring dan Evaluasi


Monitoring Dilakukan oleh PJ UKM selama 1 bulan
h. Sasaran
Semua desa yang ada penderita DBD
i. Sumber Biaya
BLUD
j. Jadwal pelaksanaan kegiatan

N0 URAIAN BULAN K
KEGIATANA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 E
T
1 PE v V v v v v v v v v V v
2 Pencatatan dan v V v v v v v v v v V v
Pelaporan

k. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan


Evaluasi dilakukan oleh penanggung jawab program terhadap
ketepatan pelaksanaan kegiatan apakah sesuai jadwal
pelaksanaan kegiatan.
Evaluasi dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan oleh
penanggung jawab program .
Evaluasi kegiatan ini akan dilakukan dalam bentuk umpan balik
ke petugas petugas pelaksana PE.
l. Pencatatan, pelaporan dan evaluasi kegiatan
Pelaksana program membuat laporan tiap selesai kegiatan, dan
disetorkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten