Anda di halaman 1dari 7

PERMINTAAN PEMERIKSAAN

LABORATORIUM,
PEMERINTAH PENERIMAAN
KOTA TANGERANG
SPESIMEN, PENGAMBILAN SPESIMEN
DINAS KESEHATAN
DAN PENYIMPANAN SPESIMEN
Nomor
UPT PUSKESMAS: CIPONDOH
SOP Dokumen UPTD
Jalan KH.Hasyim Ashari No 1 Kecamatan Cipondoh
No.Revisi : UPTD
Tgl.Terbit : Puskesmas
Halaman : 1/6 CIPONDOH

Ditetapkan Kepala dr.H.Amir Ali


UPT Puskesmas NIP. 197605092006041012
CIPONDOH

Permintaan pemeriksaan laboratorium adalah rangkaian kegiatan


1.Pengertian
untuk melakukan pemeriksaan laboratorium mulai penerimaan
blanko pemeriksaan sampai pengiriman hasil pemeriksaan
laboratorium
Untuk memberikan tata laksana yang tepat pada permintaan
2.Tujuan
pemeriksaan laboratorium
SK Kepala UPTD Puskesmas Cipondoh No. 440/63/SK-
3.Kebijakan
CPD/PKM/2016 tentang Permintaan Pemeriksaan Laboratorium,
Peneriman Spesimen, Pengambilan Spesimen dan Penyimpanan
Spesimen.
1. Undang-undang No. 23 Pasal 50 tahun 1992 tentang
4.Referensi
Kesehatan.
2. Permenkes No. 37 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan
Laboratorium Pusat Kesehatan Masyarakat.
Kepmenkes RI No. 298/Menkes/SK/III/2008 tentang Pedoman
Akreditasi Laboratorium Kesehatan.
1. Pasien pergi ke ruang laboratorium untuk kemudian
5.Langkah-langkah
menyerahkan surat pengantar pemeriksaan laboratorium
Prosedur
dan diserahkan ke petugas laboratorium.
2. Petugas laboratorium memeriksa formulir permintaan
laboratorium yg di bawa oleh pasien kemudian
menjelaskan kepada pasien pemeriksaan apa saja yang
akan dilakukan.
3. Petugas laboratorium mencatat identitas pasien di buku
register laboratorium, kemudian mempersiapkan peralatan
untuk pengambilan specimen selanjutnya dilakukan
pengambilan spesimen.
4. Petugas laboratorium membawa spesimen yang sudah
diambil untuk dilakukan pemeriksaan.
5. Apabila hasil pemeriksaan laboratorium sudah selesai,
petugas laboratorium mengantarkan hasil pemeriksaan ke
unit pelayanan.

A. Penerimaan Spesimen
1. Petugas Laboratorium menyimpan specimen di loket
khusus untuk penerimaan specimen.
2. Petugas menyimpan spesimen dalam wadah yang tertutup
rapat untuk mencegah tumpahnya/bocornya spesimen.
3. Petugas menmberi desinfeksi pada wadah bekas
spesimen sebelum dibuang.
4. Petugas memberi label identitas pasien pada wadah
spesimen.
5. Petugas meletakkan wadah specimen pada baki khusus
yang terbuat dari logam/plastik yang dapat didesinfeksi
atau diautoklaf ulang.
6. Petugas harus mendesinfeksi/menyimpan baki di dalam
autoklaf secara teratur setiap hari.
7. Petugas meletakkan wadah diatas baki dalam posisi
berdiri.
B. Pengambilan Spesimen
1. Pengambilan darah Vena
a. Petugas menyiapkan tabung EDTA/vacutainer SST dan
memberi kode sesuai nomor ID.
b. Petugas menyiapkan jarum dan memberitahu pasien
yang akan diambil darah sebelum membuka jarum
bahwa jarum baru dan steril.
c. Petugas meletakan lengan pasien lurus diatas meja
dengan telapak tangan menghadap ke atas.
d. Petugas memasamg tourniquet ± 10 cm diatas lipat siku
pada bagian atas dari vena yang akan diambil (jangan
terlalu kencang).
e. Petugas menyuruh pasien mengepalkan dan menekuk
tangan beberapa kali untuk mengisi pembuluh darah.
f. Petugas memeriksa/mencari lokasi pembuluh darah
yang akan ditusuk.
g. Petugas membersihkan lokasi lengan yang akan
ditusuk dengan kapas alcohol 70% dan biarkan sampai
kering, kulit yang telah dibersihkan jangan di pegang
lagi.
h. Petugas memegang spuit dengan tangan kanan dan
ujung telunjuk pada pangkal jarum.
i. Petugas menusuk Vena dengan cara perlahan - lahan
dengan sudut 30-45º, bila darah sudah masuk buka
kepalan tangan.
j. Petugas memnbuka tourniquet, kemudian keluarkan
jarum perlahan-lahan.
k. Petugas meminta pasien untuk menekan bekas tusukan
dengan kapas alkohol.
l. Petugas menutup bekas tusukan dengan plester, buang
bekas jarum kedalam safety box.
m. Petugas menghomogenkan darah dengan cara
membolak-balikkan tabung secara perlahan.

2. Pengambilan darah kapiler


a. Petugas menyiapkan autoclik yang telah diisi blood
lancet yang baru, bersihkan ujung jari atau anak daun
telinga pasien dengan kapas alkohol 70%, biarkan
kering.
b. Petugas memegang bagian jari yang akan ditusuk
supaya tidak bergerak tekan sedikit agar rasa nyeri
berkurang.
c. Petugas menusuk dengan cepat memakai autoclik pada
jari tengah dengan arah tegak lurus, apabila memakai
anak daun telinga tusukan dilakukan dipinggir bukan
disisinya tusukan harus cukup dalam.
d. Petugas membuang tetesan darah pertama keluar
dengan memakai kapas kering, tetesan darah
berikutnya dipakai untuk pemeriksaan.
e. Petugas menekan bekas tusukan dengan kapas kering
f. Petugas melepaskan blood lancet dari autoclik dan
buang ke dalam safety box.

3. Pengambilan Sampel Urine


a. Petugas memberi label pada pot urin kemudian
memberikannya pada pasien.
b. Petugas memberikan penjelasan pada pasien untuk
mengambil urin yang pancar tengah (urin keluar
pertama dibuang yang tengah tengah ditampung dan
yang terakhir dibuang).
c. Petugas menerima sampel kemudian disimpan
ditempat khusus sampel urin.

4. Pengambilan Sampel Feses


a. Petugas memberi label identitas pasien pada pot feses
kemudian berikan kepada pasien.
b. Petugas memberikan penjelasan kepada pasien untuk
buang air kecil terlebih dahulu karena feses tidak boleh
tercampur urin kemudian buang air besar langsung
kedalam pot feses (kira 2,5 gr) dan menginstruksikan
untuk menutut pot dengan rapat.
c. Petugas menerima sampel kemudian di simpan di
tempat khusus sampel feses.

5. Pengambilan Sampel Sputum


a. Petugas memberi label identitas pasien padat pot
sputum kemudian berikan kepada pasien.
b. Petugas memberikan penjelasan pada pasien
bagaimana cara mengeluarkan sputum yang baik, yaitu
dengan cara kumur - kumur terlebih dahulu, tarik nafas
2 - 3 kali, tahan beberapa detik, kemudian batukan
kuat-kuat,
c. Petugas Segera menutup wadah sputum dengan rapat.
d. Petugas menerima sampel kemudian di simpan di
tempat khusus sampel sputum.

C. Penyimpanan Spesimen
1. Petugas dapat menyimpan darah vena selama 24 jam
pada suhu 2-8ºC sebelum dipisahkan, namun bila sudah
dipisahkan serum/plasma dapat disimpan selama 7 hari
pada sushu 2-8ºC dan dapat disimpan lebih lama pada
suhu -20ºC.
2. Petugas memberikan bahan pengawet pada spesimen
yang diperlukan misalnya urin atau feces.
3. Petugas memberi label pada spesimen nama & tanggal
penyimpanan.
4. Petugas menyimpan spesimen sesuai jenis pemeriksaan,
contoh untuk pemeriksaan klinik dan immunologi 1 minggu
dalam refrigerator; untuk pemeriksaan hematologi 2 hari
pada suhu kamar.
Petugas menyimpan formulir permintaan laboratorium
ditempat tersendiri.
1. Pelayanan Rawat Jalan
6.Unit terkait
2. Pelayanan Rawat Inap
3. Ruang Tindakan
4. Metadon
5. KIA

Anda mungkin juga menyukai