Anda di halaman 1dari 4

KARAKTERISASI SENSOR MPX2100GP

1. TUJUAN PRAKTIKUM
a. Praktikan mampu membuat rangkaian dasar sensor MPX2100GP.
b. Praktikan mampu memahami proses karakterisasi sensor tekanan
MPX2100GP.

2. LATAR BELAKANG
Pengukuran aliran fluida mempunyai peranan penting dalam dunia
industri. Perhitungan banyaknya bahan yang diperlukan pada proses
produksi, quality control dan operasi kontinyu hampir mustahil dilakukan
tanpa menggunakan pengukuran aliran fluida. Pengetahuan tentang sifat-
sifat fluida dan aliran diperlukan untuk memilih metode pengukuran mana
yang terbaik.sifat-sifat yang penting untuk dipelajari antara lain adalah
viskositas, massa jenis, kompresibilitas, suhu dan tekanan. Beberapa
diantaranya memiliki ketergantungan satu sama lain.
Pengukuran tekanan dapat dilakukan secara analog atau digital.
Secara analog dapat digunakan manometer analog, sedangkan pengukuran
secara digital dapat menggunakan sensor MPX2100GP yang mengubah nilai
tekanan menjadi tegangan. Tegangan yang dihasilkan oleh sensor bervariasi
tiap satuan tekanan. Oleh karena itu perlu dilakukan karakterisasi sensor
guna mengetahui nilai karakterisasinya sehingga sensor ini dapat dijadikan
alat ukur tekanan secara digital.

3. DASAR TEORI
- Sensor MPX2100GP
Sensor adalah suatu perangkat yang dapat menerima sinyal fisis dan
kemudian merubahnya menjadi sinyal digital. Sinyal fisis dapat berupa
kuantitas, sifat, dan kondisi yang kemudian dibaca dan direspon menjadi
besaran listrik. Sensor terbagi menjadi dua macam, yakni sensor aktif dan
sensor pasif. Sensor aktif memerlukan daya dari luar untuk
pengoperasiannya. Sementara itu, sensor pasif secara langsung
menghasilkan sinyal listrik dalam merespon rangsangan luar.
Sensor MPX2100GP mempunyai rentang pengukuran tekanan dari 0
hingga 100 kPa. Memiliki tegangan masukan (Vcc) 10 hingga 16 V. Sensor
ini memiliki 4 buah kaki dan 2 mulut pengukur tekanan. Kaki 1 (Gnd), kaki
2 (Vout +), kaki 3 (Vcc) dan kaki 4 (Vout -). Sensor ini prinsip kerjanya
adalah efek piezoresistif. Efek piezoresistif adalah efek yang muncul
akibat perubahan bentuk (deformatif) suatu bahan. Piezoresistif merujuk
pada perubahan nilai hambatan bahan karena deformasi setelah
mendapat gaya atau tekanan.

Gambar 1. Bentuk fisik MPX2100GP (dengan kaki 1 dari kanan).


4. ALAT DAN BAHAN
1) Sensor MPX2100GP
2) Transformator CT 2 A
3) Catu Daya
4) Kabel Penghubung
5) Breadboard
6) Multimeter
7) Tabung Udara
8) Pompa Angin
9) Manometer Analog
10) Selotip/plester
5. PROSEDUR PRAKTIKUM
1. Siapkan alat dan bahan.
2. Ukur nilai keluaran dari catu daya.
3. Hubungkan keluaran catu daya dengan sensor MPX2100GP, yakni (12 V)
dengan kaki 3 sensor, (Gnd) dengan kaki 1 sensor.
4. Hubungkan catu daya dengan penguat instrumentasi, yakni +12 dan -12
sebagai Vcc dan VEE.
5. Hubungkan keluaran sensor dengan penguat instrumentasi ( kaki 2
sebagai V+ dan kaki 4 sebagai V-).
6. Hubungkan keluaran (Vout) penguat instrumentasi dengan (+) Multimeter
dan (Gnd) dengan (-) Multimeter.
7. Tutup mulut sensor yang berada di muka dengan memakai
selotip/plester.
8. Hubungkan mulut atas sensor dengan selang keluaran dari tabung udara.
9. Pompa tabung udara hingga mencapai 1 bar atau 100 kPa.
10. Hitung perubahan tegangan yang terbaca oleh multimeter dengan skala
perubahan tekanan tiap 0,1 bar atau 10 kPa.
11. Ulangi hingga 3 kali pengambilan data kemudian rata-ratakan perubahan
tegangannya.
12. Karakterisasi sensor MPX2100GP selesai.

6. TUGAS PENDAHULUAN
1. Jelaskan cara perhitungan penguatan pada rangkaian penguat
instrumentasi.
2. Berapa tegangan Vcc minimum dan maksimum sensor MPX2100GP ?

7. TUGAS AKHIR
1. Buatlah grafik karakterisasi dari nilai tegangan yang didapat.
2. Tentukan nilai karakterisasinya.
DAFTAR PUSTAKA

Fraden, Jacob. 2003. Hanbook of Modern Sensors : Physics, Design, and


Applications. San Diego : AIP Press.

Motorola Inc. 2008. MPX2100 Series : 100 kPa On-Chip Temperature


Compensated & Calibrated Silicon Pressure Sensors. Semiconductor
Technical Data.