Anda di halaman 1dari 5

PROPOSAL PENELITIAN

COVER

a. halaman judul;

b. tanda persetujuan;

c. daftar isi.

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Latar belakang memuat pemikiran secara garis besar, baik secara teoritis

dan/atau faktual yang didasarkan pada pengamatan yang menimbulkan

minat untuk dilakukannya penelitian. Latar belakang berisi informasi

yang relevan untuk membantu memahami pokok permasalahan,

justifikasi penelitian dan berangkat dari hal umum kepada hal yang Iebih

khusus atas permasalahan yang akan diteliti. Dalam latar belakang dapat

dimasukkan pula sejarah singkat objek yang diteliti, kerangka berpikir,

atau hasil-hasil penelitian lain yang relevan dengan permasalahan yang

diajukan.

2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah memuat penjelasan mengenai alasan mengapa

masalah yang dikemukakan itu dipandang menarik, penting, dan perlu

diteliti. Masalah juga dapat berupa kesenjangan antara fenomena yang

sebenarnya terjadi dengan keadaan yang seharusnya terjadi.Rumusan

masalah memuat pernyataan lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup

masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan

masalah. Perumusan masalah dapat memuat asumsi dan lingkup

batasan masalah. Rumusan masalah ditulis secara jelas dan bila perlu

dalam bentuk kalimat tanya.

3. Ruang Lingkup

Dalam subbab ini dijelaskan lingkup masalah yang mencakup: periode

waktu pengamatan; variabel/unsur-unsur yang diteliti; lingkungan obyek

penelitian; dan unit analisis (kelompok, negara, atau individu).

4. Tujuan

Tujuan penelitian merupakan pernyataan singkat dalam bentuk kata

kerja yang hasilnya dapat diukur dan berisi hasil yang ingin dicapai dalam

penelitian. Tujuan penelitian mengacu pada judul dan rumusan masalah

penelitian.

5. Manfaat

Manfaat penelitian menjelaskan kontribusi hasil penelitian untuk

pengembangan ilmu pengetahuan, dan keterampilan di bidang keuangan

negara yang mengacu pada simpulan yang diperoleh.

LANDASAN TEORI

1. Tinjauan Pustaka

Tujuan tinjauan pustaka adalah untuk memperoleh landasan teori bagi penyusunan laporan penelitian yang akan dilakukan. Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis tentang teori, pengertian dan pemahaman serta keterkaitan variabel-variabel yang relevan dengan obyek penelitian yang akan dilakukan. Selain hal tersebut juga disajikan landasan teori tentang metode analisis data yang akan digunakan. 2. Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran ini dapat berbentuk uraian kualitatif dan/atau model yang langsung berkaitan dengan masalah yang sudah dirumuskan sebelumnya. Pada bagian ini perlu juga digambarkan secara spesifik hubungan-hubungan antara variabel yang diturunkan dari tujuan penelitian dan mengarah kepada hipotesis yang akan diajukan (bila ada, dalam bentuk diagram atau bagan). 3. Hipotesis Pada penelitian kuantitatif perlu disertakan perumusan hipotesis. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang didasarkan atas teori yang relevan. Hipotesis menyatakan hubungan yang diduga secara logis antara dua variabel atau lebih dalam rumusan proposisi yang dapat diuji secara empiris. Hipotesis dinyatakan dalam kalimat positif, bukan kalimat pernyataan. Hipotesis dikembangkan dari telaah teoritis atau literatur. Kriteria hipotesis adalah sebagai berikut:

- Hipotesis berupa pernyataan yang mengarah pada tujuan penelitian, jika tujuan penelitian adalah memecahkan masalah atau menjawab penelitian.

- Hipotesis berupa pernyataan yang dirumuskan dengan maksud untuk dapat diuji secara empiris, jika tujuan penelitian adalah menguji teori atau hipotesis.

- Hipotesis berupa pernyataan yang dikembangkan berdasarkan teori- teori yang lebih kuat dibandingkan dengan hipotesis lain yang bertentangan, jika beberapa teori kemungkinan saling bertentangan antara satu dengan yang lain atau teori yang satu lebih kuat dibandingkan dengan yang lain. METODE PENELITIAN Metode penelitian pada dasarnya menjelaskan rencana dan prosedur penelitian yang dilakukan penulis untuk memperoleh jawaban yang sesuai dengan permasalahan atau tujuan penelitian. Berikut ini akan dijabarkan garis besar metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. 1. Penelitian Kuantitatif a. Jenis Penelitian Bagian ini mengemukakan jenis penelitian yang akan dilakukan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, yaitu untuk menemukan pengetahuan tentang suatu fenomena (Taxonomical) ataukah bertujuan

untuk menemukan teori-teori suatu ilmu (Theoritical). Jenis penelitian juga dijabarkan berdasarkan pendekatan analisis yang ditetapkan, misalnya pendekatan penelitian semantik, deskriptif, dan lain-lain.

b. Jenis dan Sumber Data (Populasi dan Sampel) Populasimerupakan keseluruhan objek yang akan diteliti. Pada subbab ini meliputi uraian tentang karakteristik populasi, metode penentuan jumlah sampel yang akan diambil, metode pengambilan sampel, penjelasan tentang responden, dan disebutkan pula waktu pengambilan data.

c. Definisi Operasional Variabel Definisioperasional diberikan kepada variabel yang akan diteliti. Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati. Secara tidak langsung definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data yang cocok digunakan. Penyusunan definisi operasional perlu dilakukan, karena dengan teramatinya konsep atau konstruk yang diselidiki, maka akan memudahkan prosespengukurannya. Di samping itu, membuka kemungkinan bagi orang lain untuk melakukan hal yang serupa sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain. Subbab ini selain memuat definisi operasional variabel juga tentang cara dan atau skala pengukuran (termasuk proxinya).

d. Instrumen Penelitian Padabagian ini terlebih dahulu dikemukakan jabaran (variabel-variabel) yang diteliti sampai terwujud dalam bentuk indikator-indikator. Sesudah itu barulah diuraikan tentang prosedur pengembangan instrumen yang dibuat cocok (valid) dengan variabel yang diukur ditinjau dari segi isinya (content validity). Ketepatan (validitas) merupakan syarat pokok pertama yang harus dipenuhi oleh sebuah instrumen yang baik. Syarat berikutnya adalah dimilikinya tingkat keandalan (reliabilitas) yang memadai.Apabila instrumen yang digunakan tidak dibuat sendiri oleh peneliti, tetap ada kewajiban darinya untuk melaporkan karakteristik (validitas dan realibilitas) dari instrumen yang dipakai. Hal lain yang juga perlu diungkapkan dalam pembahasan instrumen penelitian ialah cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir pertanyaan/pernyataan.

e. Metode Pengumpulan Data Bagian ini mengemukakan metode dan instrumen apa yang digunakan peneliti untuk pengumpulan data guna memperoleh fakta-fakta yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian. Untuk itu harus ada penyesuaian antara masalah yang hendak dipecahkan dengan metode pengumpulan data yang akan dikumpulkan. Metode pengumpulan data tidak hanya menjelaskan definisi metode, tetapi menjelaskan mengapa metode tersebut diperlukan dan menjelaskan fungsi metode dalam

mendukung terkumpulnya data yang diperlukan dalam penelitian.

f. Metode Analisis Data Subbab ini berisi tentang metode analisis data yang digunakan dalam penelitian. Pada penelitian yang bersifat kuantitatif, metode analisis data ini mencakup uraian tentang spesifikasi model, variabel operasional, dan alat analisis. Alat analisis yang digunakan juga memperhatikan sifat dari variabel yang diuji.

2. Penelitian Kualitatif

a. Jenis Penelitian Bagian ini mengemukakan jenis penelitian yang akan dilakukan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan yaitu untuk menemukan pengetahuan tentang suatu fenomena (Taxonomical) ataukah bertujuan untuk menemukan teori-teori suatu ilmu (Theoritical). Jenis penelitian dijabarkan berdasarkan pendekatan analisis yang ditetapkan, misalnya pendekatan penelitian semantik, deskriptif, dan lain-lain.

b. Jenis dan Sumber Data Bagian ini berisi uraian secara rinci mengenai objek yang dikaji dalam penelitian. Data pada penelitian kualitatif dapat berupa segala informasi atau keterangan yang didapatkan yang mendukung penelitian. Sumber data dapat berupa teks sastra lisan, novel atau teks lama pada bidang sastra, wawancara, rekaman, pengamatan, atau teks wacana, laporan keuangan, dan bahan tertulis lainnya.

c. Metode Pengumpulan Data Bagian ini mengemukakan metode dan instrumen apa yang digunakan peneliti untuk pengumpulan data guna memperoleh fakta-fakta yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian. Untuk itu harus ada penyesuaian antara masalah yang hendak dipecahkan dengan metode pengumpulan data yang akan dikumpulkan. Metode pengumpulan data tidak hanya menjelaskan definisi metode, tetapi menjelaskan mengapa metode tersebut diperlukan dan menjelaskan fungsi metode dalam mendukung terkumpulnya data yang diperlukan dalam penelitian.

d. Metode Analisis Data Bagian ini mengemukakan metode analisis data yang akan digunakan peneliti untuk memecahkan masalah penelitian yang sudah ditetapkan. Analisis data disesuaikan dengan teori yang digunakan, tujuan penelitian, dan jenis data.

RENCANA DAFTAR ISI Rencana daftar isi ini memuat rencana karya ilmiah yang akan ditulis. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sebuah karya ilmiah terdiri dari beberapa bab, misalnya untuk skripsi: (1) pendahuluan, (2) landasan teori yang akan digunakan sebagai dasar pembahasan, (3) data deskriptif atau fakta/praktik

yang diamati, (4) pembahasan, dan (5) kesimpulan (dengan atau tanpa saran). Masing-masing bab harus dirinci paling sedikit sampai subbab.

SINOPSIS Sinopsis merupakan uraian singkat atau ikhtisar mengenai isi karya ilmiah. Secara keseluruhan, sinopsis mengemukakan permasalahan pokok yang akan ditulis dan panjangnya adalah antara 2-3 halaman.

RINGKASAN TIAP BAB Bagian ini memuat deskripsi singkat mengenai isi masing-masing bab. Uraian hendaknya tidak hanya menyebutkan rincian isi, tetapi juga memuat uraian singkat materi tiap-tiap bab.

RENCANA DAFTAR PUSTAKA Bagian ini memuat daftar literatur (buku teks, artikel, dsb.) yang direncanakan akan digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Rencana daftar pustaka ini harus meliputi sedikitnya sepuluh judul buku teks/artikel yang berkaitan erat dengan bidang/judul karya ilmiah.

PENUTUP Sebagai proposal penelitian, outline perlu dilengkapi dengan aktivitas-aktivitas yang akan ditempuh dan jadwal pelaksanaannya. Bagian ini mencakup uraian tentang aktivitas dan periode pelaksanaannya. Jika perlu, masukkan rencana kontinjensi di bagian ini, serta anggaran bila penelitian disponsori oleh pihak- pihak tertentu dan menghendaki persetujuan.