Anda di halaman 1dari 34

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Sejarah singkat Hotel Gajahmada Graha

Diharapkan akan menjadi cikal bakal berdirinya sebuah perusahaan


management di waktu yang akan datang, yang bergerak untuk mengelola hotel,
karena pengelola atau sekaligus pemilik beserta keluarga telah membulatkan tekad
untuk menggeluti business perhotelan ini dengan seksama Perusahaan
management perhotelan tersebut nantinya akan memberikan layanan pengelolaan
hotel dan resort dan dapat mulai melibatkan diri sejak perencanaan membangun
sebuah hotel, pelaksanaan pembangunan, pengawasan pembangunannya,
mengurus perijinan operational, serah-terima bangunan atau gedung, recruitment
karyawan, para manager, set up pengelolaan, soft opening, selanjutnya
menjalankan operasionalnya. Juga dalam pengambil-alihan dari sebuah
management lama. Dikemudian hari Perusahaan Management tersebut akan dapat
mengoperasikan hotel-hotel dari bertaraf melati, bintang satu sampai dengan
bintang empat, namun dengan fasilitas bintang lima.
Hotel Gajahmada Graha dibangun mulai tahun 2003, berkantor pusat di
Hotel Mutiara Jalan Raya Agung Suprapto ,Malang. Mulai dibuka untuk umum 5 Juni
2004. Hotel Gajahmada ini terletak di Jl. Dr. Cipto No 17, Malang Jawa Timur, di
tengah kawasan permukiman yang nyaman dan tenang.

1.1.1 Fasilitas Pelayanan

1. Gedung:
Luas area : 1.600 m2.
Luas bangunan : 4.000 m2.
Jumlah lantai : 4 lantai

1
Lantai bawah tanah/basement : 1.Tempat parkir
2. Café & Bar
3. Purchasing Dock
4. Gudang
5. Laundry
Lantai I : Lobby Hotel, Reception Desk, Lounge, Coffee Shop &

Cake Shop, Lobby Meeting Room

Lantai Mezanin : Exc. Office, Dir Offc, GM Offc, Mushola, Rest Room,

President Suite dan Kamar Superior, Pantry

Lantai III : Kamar Superior, The Main Coliseum Ballroom

Lantai IV : Kamar Superior, The Coliseum Balcony, Kitchen, HK

Office, Locker, Kantin Karyawan, Laundry.

2. Kamar Hotel

Hotel Gajahmada Graha dengan arsitektur mewah perpaduan


Romawi Kuno dan Eropa, memiliki total 44 kamar, yang terdiri dari 43
kamar Superior dan 1 kamar President Suite tersebar di 3 lantai. Semua
kamar dilengkapi dengan fasilitas dan sarana sesuai standart hotel bintang 3
yaitu:
a) AC
b) Mini Bar
c) Coffee Making Facility
d) Hairdryer
e) Slipper
f) Wi-fi
g) Kamar mandi pribadi ( Bath Room)
h) Stationeries
i) Dressing Table
j) Cupboard
k) Magazine and Paper

2
l) Safe Deposit Box
m) Telephone dengan direct line,
n) Flat TV yang dilengkapi dengan channel HBO, CNN serta
sistem pengamanan dengan menggunakan Vingcard.
 Jenis Kamar :
1) Superior : 43 Kamar
2) President Suite : 1 Kamar
- Jumlah Keseluruhan: 44 Kamar
 Fasilitas :
- Daily American Breakfast
- Welcome Drink
- Fresh Fruit Basket
- Surat Kabar berbahasa Indonesia/Inggris

Jumlah kamar per lantai:

Lantai I : 15 kamar

Lantai II : 14 kamar

Lantai III : 15 kamar

ROOM RATE

HOTEL GAJAHMADA GRAHA MALANG

Type Room Rate

Superior room Rp. 400.000,-

Presiden suit Rp. 1500.000.-

Extra bed Rp. 225.000,-

*Harga sudah termasuk tax & service


Sumber Hotel Gajahmada Graha Malang

3
3. Food & Beverage
1) Cleopatra Café & Rest :
Terletak di depan lobby dengan lokasi yang sangat
nyaman dan strategis serta terjaga privasinya. Design ruangan yang
sangat elegan dalam nuansa Romawi Kuno dipenuhi lampu-lampu
cristal dan patung-patung cantik yang menggambarkan kemegahan
Romawi Kuno. Dengan iringan alunan piano yang selalu terdengar
dari sudut LOBBY LOUNGE setiap malam pk. 19.00 wib – 23.00
wib menambah romantis suasana sambil menikmati sajian masakan
dari juru masak kami yang handal dan berpengalaman. Cleopatra
Café & Rest. berkapasitas 60 orang dengan menu pilihan
Indonesian, European, Chinese Food serta produk-produk bakery &
pastry yang selalu kami sajikan setiap hari. Kami juga memanjakan
para pelanggan melalui buffet YAM CA/DIM SUM setiap hari pk.
07.00 wib – 11.00 wib.

4. Ruang Pertemuan

1. The Royal Coliseum Ballroom, terdiri dari :


 The Main Coliseum Ballroom

Terletak di lantai 3 the Royal Coliseum Ballroom dengan luas lantai 26,5m
x 24,5m. Kapasitas ruangan mampu menampung:

- 1.000 Orang ( penataan standing party ),


- 45 meja ( penataan Round table ),
- 600 Orang ( penataan class room ),
- 800 Orang ( penataan theatre style ).
 The Coliseum Balcony

Terletak di lantai 4 The Royal Coliseum Ballroom dengan luas 12m x


24,5m.
Kapasitas Ballroom mampu menampung:
- 400 Orang ( penataan standing party),
- 25 meja ( penataan Round table ),

4
- 150 Orang ( penataan class room ),
- 345 Orang ( penataan theatre style ).

Ruangan esklusive yang sangat elegan bertingkat 2 dengan luas


894m dengan tinggi 7m ini, diperindah dengan lampu-lampu swarosvky dan
interior klasik menggambarkan perpaduan kemegahan suasana Eropa dan
Romawi Kuno di masa kejayaan Julius Caesar. Royal Ballroom dilengkapi
dengan AC sentral 90 PK, Sound System, karpet standart bintang 5,
Peredam Suara, Stage, Dance Floor, Giant Screen serta pelayanan oleh
Pramusaji pilihan dan terlatih.Team F & B kami yang handal dan
berpengalaman menyajikan aneka masakan Chinese, Indonesian maupun
European Food serta produk bakery & pastry.The Royal Collesium
Ballroom ini sangat cocok untuk acara CONFERENSI & SEMINAR
,WISUDA, EXHIBITION, PESTA PERNIKAHAN atau ULANGTAHUN,
dll.

2. Lobby Meeting Room

Terletak di lantai 1 berdampingan dengan lobby lounge dan


Cleopatra Restaurant. Kapasitas The Lobby Meeting Room mampu
menampung :

- 135 Orang ( penataan standing party ),


- 08 meja ( penataan round table ),
- 90 Orang ( penataan class room ),
- 125 Orang ( penataan theatre style ).

Ruang meeting elegan ini berukuran 11,5m x 9m, sangat sesuai untuk
pertemuan, presentasi, seminar kecil atau pesta pribadi yang penuh
kekeluargaan dan tidak membutuhkan ruangan terlalu luas.

5
1.1.1 Fasilitas lainnya:

1. Parkir

Masing-masing bangunan punya tempat parkir sendiri, secara


keseluruhan dapat menampung sampai dengan 40 mobil pribadi. Di
halaman depan dapat memuat sampai dengan 3 buah bus besar.

2. Fasilitas penunjang

- Kantin Karyawan
- Locker karyawan dan karyawati
- Mushola

3. Pencucian Pakaian

- Washer ( mesin pencuci, masing-masing berkapasitas 40 - 50 kg )


- Extractor ( mesin pemeras )
- Drying tumbler ( mesin pengering )
- Flat ironer atau Mangler ( mesin setrika )

4. Water Supply

- PDAM
- Sumur artesis

5. Electricity

- PLN 350KVA
- Generator Set

6. System
- Property management : DCOM, Mayoh.com
- Kasir : Program Dacom

6
- Telepon/PABX : Panasonic
- Time Attendant : Amano / Dacom
- Kunci kamar : Computerize Card / Vingcard

1.2 Visi dan Misi Hotel Gajahmada Graha

1.2.1 Visi

Hotel Gajahmada Graha berusaha untuk menjadi perusahaan managemen


perhotelan Indonesia yang membuat kesan yang berbeda dan memberikan kesan
yang positif dengan semua kalangan.

 Sumber Daya Manusia


Hotel Gajahmada Graha mengembangkan dengan tim yang berbakat dengan
sikap positif ,kreatif, dan inovatif serta dengan pengalaman yang sangat baik
yang membuat tamu senang tersenyum dengan kepuasan
 Mitra kerja
Hotel Gajahmada Graha bersama-sama menciptakan tekad yang kuat
hubungan jangka panjang dan hubungan saling menghargai
 Portofolio
Hotel Gajahmada Graha Malang berusaha untuk mengembangkan merk hotel
yang inovatif untuk menjadi merk terkemuka di setiap pasar yang di layani

1.2.2 Misi

Misi dari hotel Gajahmada Graha Malang adalah bertujuan untuk


memberikan pelayanan hotel yang berkualitas dengan pelayanan perhotelan
indonesia dengan desain yang unik dan akan membuat oranf senangdan
tersenyum puas pada seluruh kalangan

7
1.3 Struktur Organisasi Hotel Gajahmada Graha Malang

v
Director/Direksi

Asst. Director

General Manager

Exc. Secretary

Oper. Manager Chief Accounting

Asst. Chief
Human Room Divisi F&B Asst. Chief Marketing Accounting
Resourc Manager Divisi Engineering Manager
es
Income Audit
Persone- Asst. FO Kitchen Repair & Asst. Sales
el Manager Exc. Chef Maintenanc Manager I
Officer e Spv. Cost Control

Supervisor Operasional Asst. Sales


Chief F&B Purchasing
Manager II
Security

Housekeeping Banquet
Driver Supervisor Supervisor
Kitchen
Exc. Chef
Public Area Cafe &
Restaurant
Spv.
Laundry
Supervisor
Steward
Supervisor

8
1.4 Ruang Lingkup Perusahaan

Bagian Tata Grahas (Housekeeping)adalah bagian yang cukup vital dalam


memberikan pelayanan kepada tamu hotel terutama yang menyangkut pelayanan
kenyamanan dan kebersihan ruangan hotel. Ruang lingkup penulis laporan On The
Job Training ini membahas tentang area yang masuk Housekeeping Departement :

1.4.1 Bagian Ruangan Umum (Public Area Section)


Tugas dan tanggung jawab ruangan umum adalah menjaga dan
memelihara kebersihan serta keindahan Ruangan Umum. Adapun yang
dimaksud dengan ruangan umum adalah meliputi:
a) Ruangan Lobby,
b) Corridor,
c) Toilet Umum,
d) Ruangan restoran, dan
e) Ruangan-ruangan yang terletak di areal belakang hotel (Back Of The
House) seperti perkantoran, ruang makan karyawan dan ganti pakaian
karyawan.

1.4.2 Bagian Kamar Tamu (Rooms Section)

Tugas dan tanggung jawab bagian kamar tamu adalah menjaga,


memelihara kebersihan, kerapihan, kelengkapan dan keindahan kamar-kamar
tamu. Tanggung jawab tersebut langsung dikerjakan oleh pramugraha
(Roomboy/maid). Kamar-kamar yang bersih, rapih, nyaman, tenang dan aman
adalah merupakan produk utama hotel yang harus dapat diberikan kepada
tamu yang menginap.

1.4.3 Bagian Linan (Linen Section)

Tugas dan tanggung jawab bagian linan (Linen Section) adalah


menyediakan linan bersih dalam jumlah yang cukup untuk keperluan kamar-
kamar tamu, restoran dan perkantoran hotel. Untuk memenuhi tugas tersebut,
maka tugas bagian linan adalah:

a) Melaksanakan pemilahan dan penghitungan linan yang kotor untuk


dikirim kebagian dobi (Laundry).

9
b) Mendistribusikan linan yang bersih ke seluruh bagian hotel yang
memerlukan.
c) Melakukan inventarisasi linan.
d) Memberbaiki linan-linan yang rusak.
e) Menerima pakaian seragam karyawan hotel yang kotor untk disortir,
diperbaiki bila terdapat yang rusak untuk kemudian dikirim kebagian
dobi (Laundry) untuk dicuci.
f) Menyimpan seluruh linan yang bersih berdasarkan atas jenis linan
masing-masing

1.4.4 Bagian Pelayanan Dobi (Laundry Section)

Bagian dobi (Laundry Section) mempunyai tanggung jawab


melaksanakan pemeliharaan seluruh jenis linan yang dipergunakan oleh
operasional hotel. Pemeliharaan tersebut dilakukan dengan cara pencucan,
pengeringan dan pelipatan sehingga siap untuk dipergunakan kembali.

Disamping melaksanakan pemeliharaan seluruh jenis linan yang


dipergunakan di hotel, bagian dobi (Laundry Section) juga menerima
pekerjaan cucian pakaian tamu (Valet) dan juga pencucian pakaian seragam
karyawan hotel.

Disamping tugas dan tanggung jawab yang sesuai dengan struktur


organisasinya, tugas dan tanggung jawab Tata Graha (Housekeeping
Departement) yang utama adalah memberikan pelayanan kenyamanan dan
kebersihan seluruh ruangan hotel, termasuk kamar-kamar tamu (Guestrooms)
dan ruangan-ruangan umum (Public Area) lainnya. Tugas dan tanggung jawab
tersebut merupakan aktivitas rutin yang dilaksanakan oleh Tata graha
(Housekeeping Departement).

10
1.5 Peraturan Hotel Gajahmada Graha

1.5.1 Tata Tertib Kedatangan


1. Berada di tempat praktik 15 menit sebelum praktik kerja di mulai
2. Berlaku sopan dan jujur, bertanggung jawab, berinisiatif, berkreatif terhadap
tugas-tugas yang diberikan dalam praktik Dunia Industri
3. Berpakaian seragam yang sudah ditentukan
4. Memberi tahu kepada pembimbing Industri apabila berhalangan hadir (apabila
skit harus melampirkan surat dokter)
5. Memberi salam pada waktu datang dan mohon diri pada waktu pergi atau
pulang
6. Membicarakan dengan segera kepada guru pembimbing atau pembimbing
Dunia Industri apabila terjadi kerusakanatau salah mengambil alat atau bahan
7. Menaati peraturan dalam penggunaan alat yang di pakai di tempat praktik
8. Membersihkan dan mengatur kembali peralatan dengan rapi di tempat praktik
9. Melaporkan dengan segera kepada pembimbing Dunia Industri apabila terjadi
kerusakan atau salah mengambil alat atau bahan
10. Menjaga nama baik Hotel dan Sekolah
11. Dilarang Merokok di lingkungan praktik
12. Dilarang pindah tempat kegiatan praktik kerja, kecuali atas perintah yang
berwenang
1.5.2 Grooming dan Hygine ( Smile )
1. Pakaian atau seragam yang digunakan harus rapi, menggunakan seragam
yang sudah ditentukan
2. Siswa putri wajib menggunakan make up, sesuai standart ( agar kelihatan
lebih fresh ) dan bagi yang berambut panjang wajib menggunakan harnet
3. Berlaku sopan di tempat praktek kerja (tata bahasa, gaya bicara dan perilaku)
4. Khusus siswa putri di larang :
a. Memakai rok mini
b. Memakai perhiasan yang mencolok
c. Memakai sepatu bertumit tinggi (max. 3 cm)
d. Memakai tata rias yang kurang sesuai
e. Mewarnai rambut
f. Memelihara kuku panjang atau diwarna

11
5. Khusus siswa putra dilarang

a. Memelihara jamban atau kumis


b. Memelihara rambut panjang atau diwarna
c. Memelihara kuku panjang atau diwarna
1.5.3 Prosedur Lost and Found dan Lost Brakage
1. Barang tamu yang tertinggal di hotel adalah termasuk dalam kategori Lost
and Found
Bila menemukan atau ditemukan barang tamu yang tertinggal di area hotel
(Room, Lobby, Hall, Restaurant atau di area yang lain) harus segera
disampaikan ke senior Departement yang ditempati, selanjutnya senior
sampaikan langsung ke kepala departemen atau pihak yang berwenang
mengenai Lost and Found
(bagi yang menemukan barang tamu yang tertinggal, OJT tidak berhak atas
barang yang di temukan)
2. Barang yang pecah (chineware/cutterleries adalah termasuk dalam kategori
Lost and Brakage
Bila ada yang memecahkan barang peralatan hotel, akan dikenakan charge
sesuai ketentuan hotel dan dibebankan kepada pihak yang bersangkutan
(agar lebih berhati-hati pada saat menjalankan tugas)

12
BAB II

DESKRIPSI KEGIATAN

2.1 Spesifikasi Tugas

2.1.1 Roomboy / Roomaid

Roomboy / Roomaid adalah suatu posisi atau jabatan yang


bertanggung jawab dalam menciptakan kebersihan, kenyamanan, keindahan
khususnya kamar tamu. Pada umumnya job description:

a. Datang 15 menit sebelum bertugas dengan menggunakan uniform lengkap dan


rapi dan langsung absen khusus anak On The Job Training
b. Menghadiri Briefing Housekeeping dan melakukan serah terima pekerjaan
seperti: menerima lembar penugasan (Count Sheet), menerima dan membaca
buku harian (Log Book), serah terima Vingcard
c. Menerima arahan dan bimbingan dari atasan terhadap cara kerja yang
sistematis, efektif, dan efisien
d. Menerima dan melaksanakan tugas terhadap pekerjaan yang harus dikerjakan
dari senior
e. Melakukan prepare dengan baik seperti: menyiapkan trolley, menata peralatan
kerja dan menata perlengkapan guest room (linen room dan guest supplies)
untuk kelangsungan kerja
f. Memeriksa seluruh kamar yang menjadi tanggung jawab dan menuliskan
status kamar pada Count Sheet
g. Memeriksa dengan teliti atas kamar-kamar yang akan digunakan hari ini
berdasarkan Guest In List FO
h. Melaporkan kerusakan yang terjadi dalam Guest room pada atasan atau
departement terkait untuk langsung diperbaiki (jika ada) sesuia dengan
standart operasional dan prosedur perusahaan
i. Melaporkan Lost and found atau barang tamu yang tertinggal pada atasan (jika
ada) sesuai dengan standart operasional dan prosedur perusahaan

13
j. Membersihkan Guest room dan memberikan pelayanan atas segala kebutuhan
tamu yang menginap sesuai dengan standart operasional dan prosedur
perusahaan
k. Melakukan dan menjalankan prosedur keselamatan, keamanan, hygeni dan
sanitasi untuk kepentingan tempat kerja,diri sendiri, rekan kerja dan tamu.
l. Mendokumentasikan kegiatan dan hasil pekerjaan hari ini, seperti : mengisi
atau mencatat pada Count Sheet tentang laporan status kamar dan pemakaian
serta pergantian linen dan perlengkapan di kamar.
m. Merapikan dan membersihkan trolley ,caddy tray jika kegiatan pembersihan
kamar sudah selesai.
n. Menyerahkan kembali Count Sheet kepada atasan.

Untuk Roomaid / Roomboy ada 3 shift yang diterapkan oleh hotel yaitu :

 Morning shift : 07.00 s/d 15.00


 Afternoon shift : 15.00 s/d 23.00
 Night shift : 23.00 s/d 07.00

*untuk anak On The Job Training hanya 2 shift

2.1.2 Alat-alat yang digunakan

- Trolley
- Caddy Tray
- Vacum
- Toilet Bowl Brush
- Sponge
- Sabut Kawat
- Bottle Sprayer

2.1.3 Cairan Pembersih ( Chemical )

1. Power Lemon: Cairan ini berfungsi untuk moping area restroom, kemasan
power lemon ini sendiri adalah 1 Jug = 5 liter dan rasionya 1:10

14
2. Yellow Powder: Cairan ini berfungsi untuk crystal marmer floor, pencampuran
yellow powder ini sendiri adalah bubuk yang dicampur air dan rasionya 1:4
3. Opti Cleaner : Cairan ini berfungsi untuk mengkilapkan bahan yang terbuat
dari kayu ( Dusting All Furniture ). Kemasan opti ini sendiri adalah 1 Jug = 5
liter dan rasionya murni ( tidak ada campuran ).
4. SS Cleaner : cairan ini berfungsi untuk membersihkan bahan steanles.
Kemasan SS Cleanser ini sendiri adalah 1 Jug kecil = 1 liter dan rasionya
murni ( tidak ada campuran )
5. Hand Soap : cairan ini biasa digunakan untuk pembersih tangan yang khusus
untuk tamu dan biasanya diletakkan pada restroom yang ada di lobby,
Bollroom dan Balcony. Kemasan Hand Soap sendiri adalah 1 Jug = 5 liter dan
rasionya murni ( tidak ada campuran )
6. M3M Cleaner : cairan ini biasa digunakan untuk menyamarkan bercak-bercak
putih pada kaca ( spot kaca ) bisa juga untuk cleaning bahan yang terbuat dari
staenliss. Kemasan untuk M3M Cleaner sendiri adalah 1 Jug : 5 liter dan
rasionya 1:5
7. Porstex : Cairan ini biasa digunakan untuk membersihkan toilet bowl dan
keramik ( nat dinding keramik ) . kemasan untuk porstex ini sendiri adalah 1
Jug kecil : 1 liter dan rasionya 1: 5

2.2 Target yang di Harapkan

Target yang diharapkan ketika On The Job Training di Hotel Gajahmada Malang:

a) Mampu mempelajari tentang Industri dunia perhotelan secara langsung


b) Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang tugas di Housekeeping
Departement
c) Untuk belajar menjalani hubungan baik dengan sesama rekan kerja maupun
departemen lain
d) Untuk menerapkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dan membandingkan
dengan situasi kerja yang sesungguhnya

15
2.3 Perangkat Lunak/Keras yang di gunakan

a. Perangkat Keras yang di gunakan


- Personal Computer
- Trolley
- Vacum Cleaner
- Toilet Bowl Brush
- Gun Spriyer
- Squizer
- Scoth Brigh
- Mop
- Hand Brush
- Metalic Press
- Kain pembilas dan pengering ( Towel OO )

b. Perangkat Lunak yang di gunakan

- Windows XP
- Microsoft Exel
- Microsoft Word

2.4 Kendala yang di hadapi pada saat On The Job Training

1. Penulis merasa kesulitan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh


senior karna penulis sebelumnya belum pernah praktek secara langsung
2. Pengajaran yang diberikan oleh senior yang satu dengan senior yang lain
berbeda sehingga membuat penulis bingung

2.5 Hal-hal yang dianggap perlu

1. Mematuhi aturan-aturan atau tata tertib yang diberikan


2. Mengerjakan tugas sesuai dengan SOP yang ada di hotel tersebut

16
BAB III

TUGAS KHUSUS/TOPIK LAPORAN

3.1 Pembahasan

Dewasa ini dunia industri membutuhkan tidak hanya sumber daya


manusia yang memiliki pendidikan yang tinggi, namun juga keterampilan serta
pengalaman di bidangnya. Terutama di bidang pariwisata dan perhotelan yang
mengharuskan karyawannya memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya.
Maka dari itu pihak Akademi Pariwisata dan Perhotelan Ganesha Malang
mengharuskan seluruh mahasiswa dan mahasiswinya mengikuti program praktik
kerja lapangan yang disebut On The Job Training.

Program On The Job Training ini memberikan banyak sekali manfaat baik
bagi pihak mahasiswa / mahasiswi, akademi serta pihak instansi tempat On The Job
Training berlangsung. Selama program On The Job Training ini berlangsung,
mahasiswa / mahasiswi mendapatkan banyak sekali ilmu serta pengalaman berada di
instansi. Pada program On The Job Training penulis ditempatkan di departemen
Housekeeping departement tepatnya berada di Room Section . Di departemen ini
sedikit banyaknya penulis pahami, karena sebelum On The Job Training penulis
sudah diberikan bekal ilmu Housekeeping di bangku kuliah.

Selama penulis melaksanakan On The Job Training di departemen


Housekeeping itu penulis juga mendapatkan pengetahuan bagaimana cara kerja
mesin laundry dan mesin dryer, beserta obat-obat yang digunakan untuk mencuci
linen-linen maupun uniform karyawan, menerima telephone dari departemen
lainnya, serta mengetahui hubungan antara Housekeeping Departement dengan
departemen lainnya.

Setelah penulis mengikuti masa On The Job Training penulis dapat


mengamati, mempelajari, serta memahami pengalaman yang penulis dapatkan
dimana penulis On The Job Training . Penulis mengambil Housekeeping
Departement selama penulis melakukan training di Hotel Gajahmada Graha. Untuk
itu penulis berusaha memberikan tema yang terbaik dalam laporan yang bertema

17
“PERAN ROOMBOY DALAM MENGHANDLE KAMAR DI HOTEL
GAJAHMADA GRAHA MALANG”. Alasan penulis memilih tema iniadalah
karena penulis menyadari bahwa pentingnya peranan Roomboy guna menunjang
keberhasilan sebuah hotel dalam kualitas pelayanan yang menimbulkan kepuasan
pelanggan.

3.1.1 Pengertian

Roomboy adalah salah satu petugas seksi kamar (Room Section) yang
berada dibawah Housekeeping Departement yang memiliki tugas dan tanggung
jawab ,merapikan, membersihkan, menata dan menjaga kamar-kamar tamu yang
ada di hotel.

3.1.2 Tugas

1. Mengecek semua kamar pada permulaan shiftnya dan mengisi Count


Sheet mengenai situasi kamar sesuai dengan floor masing-masing.
2. Mengambil linen, Cleaning Supplies , Guest Supplies dan perlengkapan
atau peralatan kerja lainnya, kemudian di atur ke tolley.
3. Mengontrol kondisi kebersihan dan kelengkapan setiap kamar di floor
yang telah ditentukan
4. Membersihkan,mengganti dan melengkapi sesuai standart: Bedroom,
Bathroom dan kelengkapan kamar lainnya
5. Making Bed
6. Melaporkan segala kerusakan,kehilangan, kejadian yang tidak semestinya
kepada HK supervisor dan FO
7. Menolong Valet (Laundry) untuk mengumpulkan cucian tamu yang
dilaundrykan
8. Menginfokan Room Service supaya melakukan proses Clear up pada
kamar yang bersangkutan
9. Setelah selesai semua pekerjaan, atur kembali trolley dan bersihkan caddy
tray

18
Tugas Tambahan

1. Membina kekompakan kerja yang harmonis dan menjalin kerjasama yang


baik dengan departemen lainnya
2. Menciptakan suasana kerja yang sehat
3. Melaksanakan semua perintah atasan
4. Menghadiri meeting atau briefing yang diselenggarakan atasannya.

3.2 Handle Room

Dalam pembahasan ini penulis akan menjelaskan bagaimana cara menghandle


kamar tang statusnya sudah check out , kamar extend . Sesuai dengan yang diperoleh
pada saat On The Job training di Hotel Gajahmada Graha Malang.

1. Handle kamar Check out

a. Cek status kamar


b. Prepare perlengkapan trolley seperti Guest supplies, linen ,Caddy tray dan
bahan pembersih
c. Dorong trolley kedepan kamar
d. Melakukan akses kekamar

- Mengentuk pintu 3x dan menyebut identitas diri misalnya


Roomboy/Roomaid,housekeeping
- Membuka pintu perlahan dan menyalakan lampu seperlunya
- Membuka night curtain jendela
- Mengecek seluruh area kamar apakah ada barang tamu atau hotel yang
hilang atau tertinggal
- Membuang sampah dan mengganti plastiknya apabila kotor/rusak
- Gelas dan astray yang kotor segera diletakkan pada wash basin untuk
dicuci
- Tarik bed, stripping dan mengeluarkan sheet-sheet kotor
- Mengambil sheet bersih dan mulai making bed

19
e. Mendusting semua peralatan yang ada di kamar termasuk mengecek dalam
laci dan dilanjutkan dengan sweeping
f. Membersihkan kamar mandi
g. Melengkapi guest supplies serta amenities tamu
h. .Mengecek kembali / mengadakan final checking
i. Menutup jendela, night curtain kembali, mematikan lampu, memberi
pengharum ruangan (glade)
j. Menutup pintu, dan mengunci kembali dan mengisi room report
k. .Setelah selesai semua, kembali ke office untuk melakukan storing alat dan
bahan

2. Handle kamar Extentd

Prosedur kerja untuk make up room kamar extend pada dasarnya


hampir sama seperti make up room kamar check out, tetapi ada beberapa hal yang
harus diperhatikan yaitu ketika mengetuk pintu dan ternyata tamu ada di dalam
kamar maka jangan lupa mengucapkan greeting dan permohonan maaf dan
menyebutkan maksud dan tujuan. Menanyakan kepada tamu apakah kamarnya
boleh dibersihkan atau tidak. Jika tamu minta dibersihkan maka langsung memulai
proses pembersihan jika telah selesai jangan lupa mengucapkan terima kasih
sebelum meninggalkan kamar (last greeting).

1. Prosedur Make Up Kamar Vacant

a. Mengetuk pintu 3x sambil menyebut identitas diri meski kita telah


mengetahui kamar tersebut kosong
b. Masuk perlahan, menghidupkan lampu seperlunya
c. Membuka Night Curtain Jendela
d. Mendusting Furniture / perlengkapan yang ada di kamar secara berurutan
searah jarum jam agar tidak ada yang tertinggal
e. Sweeping
f. Memflusher toilet bowl
g. Menutup jendela dan night curtain, memberi pengharum ruangan
h. Menutup pintu dan mengunci kembali

20
2. Bagian-bagian Kamar Mandi

a. Wash basin
b. Toilet Bowl
c. Toilet Paper Holder
d. Bath Tub
e. Jet Shower
f. Fix Shower
g. Standing Shower
h. Soap Dish
i. Tumbler Glass / Gelas Kumur
j. Shower Curtain
k. Towel Rack dan Towel Hook

3. Prosedur Membersihkan Kamar Mandi

a. Mengeluarkan sampah-sampah yang ada di dalam kamar mandi


b. Menflusher Toilet Bowl
c. Mulai membersihkan dari bagian kaca, wash basin
d. Menyikat seluruh permukaan jamban / toilet bowl dengan campuran
chemical
e. Menyikat bagian pinggir dengan menggunakan scot bright
f. Menyikati bagian bawah luar jamban termasuk bagian bawah dan belakang
g. Membersihkan bagian seat bowl dengan scot bright
h. Membersihkan dinding dengan scot bright dan menyikat seluruh
permukaan lantai kamar mandi dengan campuran chemical
i. Setelah seluruh bagian telah dibersihkan, bilas dengan air bersih
j. Keringkan dengan oo towel
k. Melengkapi, ammenitis, seperti towel, sabun, shampo, shower cap, dental
kit, bath foam, dan tissue

21
3.3 Standart Room Set Up di hotel Gajahmada Graha Malang

1. Restroom
 Lipatan dan posisi Bath Towel dan Bath Mat ( simesttis, yang terbuka
berhadapan, menghadap ketembok, tengah rak towel / BM melebar di bibir
Bath Tub lurus soap dish )
 Posisi Tray dan komposisinya isi amenities ( sebelah kiri pojok atas / paling
atas dental kit-shower cup-disposal-sabun2-bathfoam dan shampoo di sebelah
shower cup )
 Posisi Tissue Box ( sebelah kanan pojok atas atau lipatan segitiga rapi )
 Dust Bin ( garis marmer hijau lurus toilet bowl dan pedal lurus kedepan )
 Tissue Roll ( lipat segitiga rapi )
 Telpon ( kabel lipat rapi atas telepon )
 Jet Spray ( diputar sampai tertutup )

2. Entrace Room

 DND SIGH ( menggantung di double clock atau warna hijau disisi luar )
 SDB ( semua drawer posisi terbuka )
 Posisi Laundry List dan Laundry Bag ( diatas SDB, laundry list diposisi atas
berjajar 2 lembar, laundry bag diposisi bawah 2 lembar lipatan rapi )
 Hanger ( 3 posisi nempel tembok )
 Slipper ( 2 pasang lurus menghadap depan )

3. Living / Bed Room

 Water Heater ( kosong bersih / kabel tergulung rapi )


 Sugar Container ( gula 4 ,tea 2 ,kopi 1 tulisan G untuk kopi tulisan utama
menghadap ke depan )
 Cup Saucer Tea Spoon ( 2 pasang serong arah kanan )
 Club 600 ml ( 2 botol lurus arah depan )
 High Ball ( 2 gelas + glass cover lurus arah depan )

22
 Kulkas ( temperatur seperempet atau searah jam 3 )
 Dressing Table ( tv guide pojok sendiri bawah cermin ,menu ditumpuk besar-
kecil )
 Dressing Chair ( depan kaca serong terbuka )
 Hair Dryer ( dalam drawer kabel tergulung rapi )
 Korden ( vitrage tertutup rapat kanan kiri / night curtain terikat tali simetris
kanan kiri )
 Arm Chair + Coffe Table ( serong hadap tv )
 Astray + Korek ( lubang rokok segitiga lurus keatas / korek dalam asbak )
 Bed Side Table ( telp samping bed ,bed yang dekat dinding untuk twin-
bawahnya memo pad+pen-remote sebelah memo ped-buku wedding kalau ada
disamping telepon )
 Bed ( selendang 1 jengkal telapak tangan-lebar lipatan duvet 1 jengkal telapak
tangan-lipatan duvet segaris lebar bed side table )
 Pillow ( sandar di head bed / bagian yang terbuka hadap-hadapan untuk Queen
/ bagian yang terbuka menghadap keluar untuk twin )
 Minibar ( kalau set up an lengkap dalam keranjang lays-chitato-astor 2-
bengbeng 2 , dalam kulkas atas cola-fanta-sprite-pocary-tea botol , dalam
kulkas bawah bir-yeos-milo-uc-kratingdaeng-tea kotak ) lihat data mini bar.

3.4 Permasalan Penerapan

Setiap department yang ada di sebuah hotel pasti memiliki beberapa


kesalahan yang bisa terjadi kapan saja.Di dalam laporan OJT ini penulis membahas
tentang permasalahan yang terjadi dibawah Housekeeping Department terutama
dibagian seksi kamar (Room Section) . Di dalam laporan ini penulis membahas
masalah yang terjadi di Room Section yang berada di bawah Housekeeping
Departement .

a) ketika Roomboy mendapat info bahwa kamar 206 Check out. Roomboy tersebut
langsung mengecek perlengkapan kamar beserta mini bar. Dan menurut
Roomboy semuanya balance. Dan pada saat atasan (supervisor) mengecek
ternyata tamu tersebut mengkonsumsi fanta tapi tamu tersebut mengembalikan

23
dengan rapi seperti dikonsumsi. Atasan Roomboy tersebut menanyakan kepada
Rombooy apakah tamu tersebut mengkonsumsi mini bar atau tidak. Tapi kata
Roomboy tidak, dan setelah dicek lagi ternyata tamu tersebut mengkonsumsi
mini bar. Karena Roomboy tersebut kurang teliti, dia baru memberitahu pihak
Cashier setelah tamu tersebut sudah check out

3.5 Alternatif Pemecahan Masalah

Sub bab ini akan menjelaskan bagaimana alternatif pemecahan


masalah dari penerapan masalah yang ada di sub bab 3.1 diatas. Dalam hal ini,
alternatif pemecahan masalah akan penulis bahas satu persatu sesuia urutan dalam
sub bab 3.1

a) Roomboy harus membayar minuman yang telah di konsumsi oleh tamu ke


cashier yang ada di Front Office

3.6 Langkah-langkah Pemecahan Masalah

 Roomboy meminta maaf kepada Cashier atas kesalahannya yaitu


karena kurang teliti dalam pengecekan sehingga baru memberitahukan
setelah tamu check out.
 Roomboy tersebut harus bertanggung jawab dengan membayar
minuman yang telah dikonsumsi oleh tamu tersebut dari mini bar
kepada cashier, karena kasir tidak mengenakan charge kepada tamu,
maka roomboy tersebut harus mengganti biayanya.

Selain masalah di atas penulis menyinggung beberapa permasalah yang ada di


Housekeeping Departement yang ditinjau dari aspek organisasi, aspek personalia, dan
aspek operasional beserta menyelesaiannya masalahnya.

1. Aspek organisasi
Jika ditinjau dari aspek organisasi hambatan yang ada adalah
kurangnya kerjasama antara satu departemen dengan departemen lainnya

24
maupun antara section dengan section lainnya, yang sering menyebabkan
terjadinya kesalahan dalam operasional.
Contohnya : a. Terjadi lost communication antara Housekeeping
Departement dengan Front Office Departement . hal tersebut
terjadi ketika Front Office bermaksud untuk menghubungi pihak
Hoesekeeping untuk memberikan info bahwa tamu 101 akan
segera check out, front office menghubungi Housekeeping
bermaksud agar Roomboy yang bertanggung jawab atas kamar
tersebut untuk mengecek kelengkapan kamar tersebut. Tetapi saat
itu saya tidak merasa menerima telephone dari front office begitu
juga dengan senior saya, tapi pihak front office tetap kukuh
dengan keyakinannya bahwa pihak front office sudah menelpon
pihak Housekeeping namun pihak Housekeeping tidak merasa
menerima telepon dari front office bahwa tamu dari kamar 101
akan check out.

2. Aspek Personalia
Ada beberapa Roomboy yang tidak menjalankan SOP nya dengan
benar sehingga dalam pelaksanaan penanganan kamar terhambat, kurang
harmonisnya hubungan didalam organisasi Housekeeping yang selalu
menekan bawahan sehingga bawahan merasa tertekan dan tidak bisa
bekerja secara maksimal.
a. Dalam penanganan kamar tamu Roomboy melakukan dusting secara
acak yang terdekat yang diraihnya sehingga ada posisi yang kelewatan
b. Roomboy tidak lengkap dalam pengisian Guest Suplies di trolley
c. Pada saat melakukan penanganan kamar tamu seorang atasan
memerintahkan Trainer agar cepat dalam melakukan Make Up Room

3. Aspek Operasional
Peralatan yang digunakan sering rusak yang menyebabkan operasional
terganggu. Dan kadang penanganan dari enginering juga lambat meskipun
sudah menerima Work Order dari Hoesekeeping atau departement lainnya.

 Alternatif Pemecahan Masalah

25
Sub bab ini akan menjelaskan bagaimana alternatif pemecahan
masalah dari penerapan masalah yang ada di sub bab 3.1 diatas. Dalam hal
ini, alternatif pemecahan masalah akan penulis bahas satu persatu sesuia
urutan dalam sub bab 3.1

1. Aspek Organisasi
a. Belajar dari pengalaman Front Office harus membuat sebuah catatan
yang didalamnya berisi panggilan masuk yang telah diterima
Housekeeping Departement dalam berbentuk buku.

2. Aspek Personalia
a. Seorang Roomboy harus dusting kamar dengan cara Dusting Clock
Wash . Hal ini bertujuan agar semua posisi tidak terlewatkan
b. Roomboy harus teliti dalam melengkapi Guest Supplies di trolley
c. Seorang atasan memang boleh menyuruh bawahannya apalagi para
Trainer tapi harus berkala tidak langsung memerintah semua
pekerjaan agar cepat selesai

3. Aspek Operasional
a. Seorang Enginer harus cepat (tidak menunda-nunda) dalam penangan
barang –barang atau peralatan yang rusak setelah menerima WO.

 Langkah-langkah Pemecahan Masalah

1. Aspek Organisasi

a. Melakukan Briefing untuk membicarakan masalah lost


communication antara Housekeping dengan Front Office kepada
semua Crew Housekeeping agar tidak terjadi lost communication
b. Setelah itu Front Office harus membuat catatan tentang panggilan
yang masuk kedalam Housekeeping Departement, dan
mencatatnya. Buku tersebut dapat mempermudah melihat
panggilan-panggilan yang masuk ke Housekeeping Departement.
c. Kerja samanya lebih diperkuat dan ditingkatkan lagi agar kejadian
tersebut tidak terulang kembali.

26
2. Aspek Personalia

a. Roomboy harus mengetahui SOP yang berlaku, mengerjakan cara


dusting yang telah roomboy ketahui dengan benar agar semua
bagian kamar tidak terlewatkan. Dalam pengerjaan kamar
Roomboy tidak boleh tergesa-gesa, kerjakan pekerjaan secara
efektif dan efisien agar hasilnya massimal sesuai dengan prosedur
operasional yang ada.
b. Mengecek kelengkapan trolley,apakah sudah lengkap atau
perlengkapan yang ada di trolley masih kurang, selanjutnya
lengkapi trolley dengan guest supplies secukupnya atau lebih .Hal
ini agar pada saat operasional guest supplies tidak kehabisan dan
agar tidak mengganggu operasional pada saat pengerjaan kamar.
c. Lakukan training pada para trainer sesuai dengan SOP yang
berlaku, menberitahu secara bertahap apa yang harus dikerjakan,
memotivasi para trainer agar pekerjaan yang mereka lakukan bisa
maksimal, jangan dibiarkan trainer bekerja sendiri ( harus ada
yang mendampingi/mengawasi ).

3. Aspek Operasional

a. Mengetahui jenis kerusakan yang ada


b. Apabila kerusakan yang terjadi lumayan parah dan
membetulannya membutuhkan waktu konfirmasikan kepada
departemen yang bersangkutan
c. Lebih mendahulukan kepentingan perusahaan dari pada
kepentingan pribadi
d. Kerjakan dengan baik secara maksimal, dan tidak menunda-
nundanya lagi

27
3.7 Kelebihan dan Kelemahan Roomboy

 Kelebihan
 Roomboy memanfaatkan perlengkapan secara maksimal
 Roomboy bersikap ramah dan sopan
 Roomboy melakukan tugas dengan baik
 Jika ada barang tamu yang tertinggal ,roomboy bersikap jujur dan melaporkan
ke atasan
 Roomboy selalu melakukan final check setelah mengerjakan kamar
 Kelemahan
 Kurangnya teliti dalam pengecekan kamar tamu yang check out
 Jika ada lost and found roomboy terlalu lama menginformasikan kepada
atasan
 Kurangnya kerja sama antar staf roomboy
 Jika ada status kamar plese make up room Roomboy masuk, tamu di kamar
tertidur dan terbangun sehingga menganggu tamu
 Roomboy lalai menginformasikan dirinya kepada atasan saat mengerjakan
kamar
 Cara Mengatasi Kelemahan
 Roomboy harus teliti dalam pengecekan kamar ,tidak terburu-buru.
 Roomboy cepat melaporkan ke atasan ketika ada barang tamu yang tertinggal
 membangun kerja sama yang baik antar Roomboy
 Minta maaf, dan izin dulu untuk membersihkan kamar tersebut
 Roomboy harus segera melaporkan posisi dirinya saat mengerjakan kamar

3.8 Peran Roomboy terhadap kepuasan tamu

Selain dalam menghandle kamar seorang roomboy juga berperan penting


dalam kepuasan tamu antara lain:

a) Menciptakan kamar tamu dalam keadaan bersih, wangi, rapi ,dan indah
sehingga tamu merasa nyaman berada di kamar tersebut

28
b) Selalu bersikap sopan dan ramah sehingga tamu merasa di hormati
berada di hotel tersebut
c) Selalu berusaha menaikkan harga diri tamu dengan memanggil tamu
dengan namanya dan selalu mengingat tamu tersebut sehingga tamu
merasa dihargai selama berada di hotel tersebut
d) Selalu mengutamakan kepentingan tamu sehingga tamu merasa di
perhatikan
e) Ikut menjaga barang tamu selama berada di hotel, terutama setelah
Roomboy melakukan Make Up Room .sehingga tamu memberi
kepercayaan kepada karyawan hotel
f) Roomboy selalu tanggap ketika menghadapi permintaan tamu,
sehinggga tamu tidak perlu menunggu terlalu lama.

Apabila tamu merasa puas dengan pelayana n yang kita berikan maka akan
sangat menguntungkan bagi hotel .Karena memberikan kepuasan kepada tamu adalah
berusaha untuk mengetahui terlebih dahulu apa yang dibutuhkan oleh tamu dan yang
diinginkan oleh tamu yang akan atau sedang menginap di hotel. Oleh karenanya usaha
Roomboy adalah usaha hotel, yang banyak berkaitan dengan pelayanan, khususnya
kamar tamu. Dan dampak dari kepuasan tamu tersebut adalah

1. Bersifat Materil

 Pendapatan hotel meningkat ( Income Hotel )


 Mendapatkan tip atau bonus dari pelanggan atau tamu

2. Non Materil

 Citra Baik
 Dukungan dan Simpati Public
 Kepercayaan
 Pelanggan yang loyal

29
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

dari hasil On The Job Training yang telah dilakukan penulis dapat
disimpulkan bahwa dalam proses menghandle kamar yang baik akan memberikan
kesan yang baik dan kepuasan bagi pelanggan .hal tersebut berpengaruh pada
pendapatan dann citra baik hotel. Apabila menghandle room dengan asal-asalan tidak
sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku akan merugikan diri sendiri
dan perusahaahn. Disamping itu juga akan menghilangkan kepercayaan public
terhadap perusahaan.

4.1.1 Manfaat tugas bagi penulis

a. Selama penulis melaksanakan tugas di department Housekeeping itu penulis


juga banyak mendapatkan pengetahuan bagaimana cara kerja mesin laundry
dan mesin dryer, menerima telephone dari department lainnya, serta
mengetahui hubungan antara Housekeeping Department dengan department
lainnya.
b. Meningkatkan pemahaman saya mengenai hubungan antara teori dan
penerapannya sehingga dapat memberikan bekal bagi saya untuk terjun ke
dunia pelayanan seperti dunia perhotelan ini.
c. Melihat, memahami, dan mempraktikkan secara langsung tugas dan
tanggung jawab dalam Housekeeping Departemen.
d. Mengetahui jenis peralatan kerja Housekeeping, area kerja housekeeping dan
cara kerja Housekeeping dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya.

4.1.2 Manfaat On The Job Training

1. Manfaat untuk Mahasiswa


a. Mahasiswa dapat mengaplikasikan dan meningkatkan ilmu yang
diperoleh di bangku perkuliahan.

30
b. Menambah wawasan setiap mahasiswa mengenai dunia perhotelan
c. Menambah dan meningkatkan keterampilan serta keahlian dibidang
praktek.
2. Bagi Perusahaan atau Instansi
a. Adanya kerjasama antara dunia pendidikan dengan dunia industri
sehingga dunia industri tersebut dikenal oleh kalangan akademis.
b. Adanya kritikan-kritikan yang membangun dari mahasiswa-mahasiswa
yang melakukan On The Job Training.
c. Pihak Hotel akan mendapat bantuan tenaga dari mahasiswa-
mahasiswa yang melakukan On The Job Training.
d. Adanya orang yang mengaudit perusahaan tanpa mengeluarkan biaya
dengan adanya laporan-laporan magang yang diberikan kepada pihak
hotel.

3. Bagi Akademik
a. Terjalinnya kerjasama “bilateral” antara Apartel Ganesha dengan dunia
perhotelan.
b. Apartel Ganesha akan dapat meningkatkan kualitas lulusannya melalui
pengalaman On The Job Training.
c. Apartel Ganesha akan dikenal di dunia industri, khususnya dunia
industri dalam bidang Perhotelan.

4.2 Saran

Ada beberapa saran yang penulis berikan untuk managemen hotel Gajahmada
barang kali bisa berguna

a. Roomboy lebih teliti lagi dalam pengecekan kamar agar tidak lagi terjadi
kesalahan
b. Komunikasi antara senior dan junior lebih di tingkatkan lagi
c. Penerapan prosedur pelaksanaan kerja yang telah ditetapkan oleh hotel harus
ditetapkan dalam pelaksanaan sehari-hari.
d. Atasan seharusnya mentraining dulu anak baru sebelum dikasih tugas secara
individu

31
e. Kerja sama antar departement yang satu dengan yang lain lebih ditingkatkan
lagi.
f. Atasan hendaknya memberikan motivasi kerja dan menanamkan rasa ikut
memiliki dan menjaga standart hotel tempat mereka bekerja.
g. Peningkatan kesadaran SDM akan pentingnya profesionalisme dalam bekerja.

32
DAFTAR PUSTAKA

http://shandypotter.blogspot.co.id/2010/10/laporan-prakerin-hotel-hotel-rekso.html

Rumekso. 2002. Housekeeping Hotel. Andi Yogyakarta.

amar86.blogspot.co.id/2013/11/contoh-laporan-on-job-training-house.html

http://infokita4.blogspot.co.id/2013/09/contoh-laporan-praktek-kerja-industri.html

http://casadelr.blogspot.co.id

33
LAMPIRAN

34