Anda di halaman 1dari 3

Nama : Nurul Washil A

NIM : 1610512076
Dosen : Dr. Nidjo Sandjojo, M.Sc.

Pertemuan 5,6,7

1. Pengertian dan Pemahaman Manajemen

John D. Millet (Sukarna, 2011: 2), dalam buku Management In The Public Service
menyatakan Manajemen adalah proses pembimbingan dan pemberian fasilitas terhadap
pekerjaan orang-orang yang terorganisir dalam kelompok formil untuk mencapai suatu tujuan
yang dikehendaki. Selain itu, George R. Terry dalam buku Principles of Management (Sukarna,
2011:3), juga menyatakan bahwa management is the accomplishing of a predetemined
obejectives through the efforts of other 11 people atau manajemen adalah pencapaian tujuan-
tujuan yang telah ditetapkan melalui atau bersama-sama usaha orang lain.

2. Perumusan visi, misi, dan tujuan organisasi


Robbins, Stephen P (1994 : 4) menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity)
sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi,
yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau
sekelompok tujuan. Setiap organisasi mempunyai tujuan dan alasan yang unik dengan
keberadaannya. Keunikan ini biasanya dicerminkan dalam visi dan misi. Pernyataan visi yang
baik mengungkapkan pelanggan, produk atau jasa, teknologi, pasar, pemikiran untuk bertahan
hidup (pertumbuhan dan keuntungan), pemikiran untuk karyawan, pemikiran untuk citra
publik/masyarakat, dan perusahaan.
Definisi visi menurut Indrakaralesa (2007) adalah refleksi keyakinan-keyakinan dan
asumsi-asumsi dasar tentang segala hal, tentang kemanusiaan, ilmu dan teknologi, ekonomi,
politik, seni budaya, dan etika. Menurut Wibisono (2006) misi merupakan penetapan sasaran atau
tujuan perusahaan dalam jangka pendek (biasanya 1 sampai 3 tahun). Sedangkan visi merupakan
cara pandang perusahaan di masa depan. Visi biasanya disusun untuk jangka panjang (biasanya 3
sampai 10 tahun).
3. Pembuatan Perencanaan Pengorganisasian, Pelaksanaan dan Pengawasan
George R. Terry (Hasibuan, 2009 : 38) fungsi-fungsi manajemen meliputi Perencanaan
(planning), Pengorganisasian (organizing), Pengarahan (actuating) dan Pengendalian
(controlling). Menurut Henry Fayol (Safroni, 2012 : 47), fungsi-fungsi manajemen meliputi
Perencanaan (planning), Pengorganisasian (organizing), Pengarahan (commanding),
Pengkoordinasian (coordinating), Pengendalian (controlling).
Dipahami bahwa semua manajemen diawali dengan perencanaan (Planning) karena
perencanaan yang akan menentukan tindakan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Setelah
perencanaan adalah pengorganisasian (organizing). Hampir semua ahli menempatkan
pengorganisasian diposisi kedua setelah perencanaan. Pengorganisasian merupakan pembagian
kerja dan sangat berkaitan erat dengan fungsi perencanaan karena pengorganisasian pun harus
direncanakan. Selanjutnya setelah menerapkan fungsi perencanaan dan pengorganisasian adalah
menerapkan fungsi pengarahan yang diartikan dalam kata yang berbeda-beda seperti actuating,
leading, dan commanding, tetapi mempunyai tujuan yang sama yaitu mengarahkan semua
karyawan agar mau bekerjasama dan bekerja efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Tetapi
juga ada penambahan fungsi pengkoordinasian (coordinating) setelah fungsi pengarahan. Fungsi
pengkoordinasian untuk mengatur karyawan agar dapat saling bekerjasama sehingga terhindar
dari kekacauan, percekcokan dan kekosongan pekerjaan. Selanjutnya fungsi terakhir 14 dalam
proses manajemen adalah pengendalian (controlling).
4. Pengambilan Keputusan dan Pendelegasian Wewenang

Keputusan (Decision Making) didefinisikan sebagai pemilihan keputusan atau kebijakan


yang didasarkan atas kriteria tertentu. Proses ini meliputi dua alternative atau lebih karena
seandainya hanya terdapat satu alternatif tidak akan ada satu keputusan yang akan diambil.

Menurut G. R. Terry (2000:5) dalam buku Syamsi, Ibnu mengemukakan bahwa


pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau
lebih alternatif yang mungkin.

Menurut Stoner (2000:434) dalam Kesumnajaya (2010), pendelegasian wewenang adalah


pelimpahan wewenang formal dan tanggung jawab kepada seorang bawahan untuk
menyelesaikan aktivitas tertentu. Pendelegasian wewenang adalah konsekuensi dari semakin
besarnya organisasi. Bila atasan menghadapi banyak pekerjaan yang tidak dapat dilaksanakan
oleh satu orang, maka ia perlu melakukan delegasi. Pendelegasian juga dilakukan agar pimpinan
dapat mengembangkan bawahan sehingga lebih memperkuat organisasi.

Daftar Pustaka

Sukarna. 2011. Dasar-Dasar Manajemen. CV. Mandar Maju. Bandung. hlm 2-3

Robbins, Stephen .P. 1994, Teori Organisasi Struktur, Desain, dan Aplikasi. Jakarta: Arcan -
Hlm.4.

Hasibuan, Malayu. 2009. Manajemen, Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta : Bumi Akasara.
hlm 38

Safroni, Ladzi. 2012. Manajemen dan Reformasi Pelayanan Publik dalam Konteks Birokrasi
Indonesia. Surabaya : Aditya Media Publishing. hlm 47

Syamsi, Ibnu. 2000. Pengambilan Keputusan dan Sistem Informasi. (Jakarta: Bumi, Aksara),
hlm 5
Indrakaralesa., (2007), Apa Arti Visi., Blog at WordPress.com. Theme: DePo Masthead by Derek
Powazek. Diakses 18 Februari 2018.

Wibisono., (2006), Visi dan Misi Perusahaan, http://utomokdl.blogspot.com/


2007/11/merumuskan-visi-dan-misi.html. Diakses 18 Februari 2018.

Kesumanjaya, Rifly, 2010. “Pengaruh Pendelegasian Wewenang dan Komitmen terhadap


Prestasi Kerja Karyawan pada bagian Sumber Daya Manusia (SDM) PT. Perkebunan Nusantara
IV (Persero) Medan, Skripsi, Universitas SumatEra Utara: Medan.